cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 170 Documents
REPRESENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELALUI PEMBELAJARAN MEMBATIK Ghufronudin Ghufronudin; Ahmad Zuber; Argyo Demartoto
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi berdampak pada menurunnya kecintaan siswa pada kearifan lokal sehinggasiswa kurang memahami makna eksistensi batik sebagai warisan budaya yang kaya nilai-nilaikebijaksanaan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi pendidikan karakterberbasis kearifan lokal melalui pembelajaran membatik di SMA Batik 2 Surakarta. Unit analisispenelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini adalah stakeholders SMA Batik 2 Surakartayang dipilih dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancaramendalam dan dokumentasi. Validitas data dengan triangulasi sumber lalu dianalisis denganmodel interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pembelajaran membatik di sekolahdapat tercapai keseimbangan hati nurani, supra-ritual, dan intelektualitas siswa berkaitan denganTuhan melalui kandungan nilai falsafah dalam simbol batik. Pembelajaran membatik yang dilakukansecara klasikal melalui teori maupun praktik berdampak positif bagi pembentukan karakter siswasesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal.Kata Kunci: Representasi, Pendidikan Karakter, Kearifan Lokal, Batik
PENDIDIKAN KARAKTER LUQMAN AL-HAKIM Abdurohim Abdurohim
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mewujudkan suatu bangsa yang religius dan berkarakter akan sangat efektif dan efisien jika mampu mengoptimalkan sumber utama belajar dalam Islam yaitu Al-Quran. Praktek pendidikan di Indonesia seharusnya kaya dengan nilai-nilai agama. Dalam Undang-Undang No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II pasal 3 disebutkan: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Akan tetapi fakta dilapangan menunjukan belum sesuai dengan apa yang tertuang di dalam undang-undang itu. Karakter adalah jati diri yang merupakan saripati kualitas batiniah manusia yang ditampakan melalui budi pekerti berupa sikap dan perbuatan lahiriah. Unsur-unsur karakter meliputi cara berpikir, cara berperilaku dalam hidup dan bekerjasama baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Secara garis besar ada empat karakter yang harus seimbang, yaitu karakter hikmah, keberanian, keadilan dan menjaga kesucian diri. Seorang Tokoh pendidikan karakter yang sangat inspiratif bernama Luqman yang dianugragi oleh Allah Azza wa jalla hikmah, Namanya diabadikan dalam kitab suci Al-Quran yang mulia surat ke 31.  Butir-butir hikmah yang pernah  disampaikan kepada anak-anaknya tercantum dalam ayat 12 sampai 19 di surat Luqman.  Ungkapan-ungkapan Luqman Alhakim patut dijadikan teladan oleh siapapun di zaman ini. Sistematika nasihatnya yang dikemas dengan indah, tersusun dengan teratur dan didukung oleh contoh dan budi pekerti yang amat mulia sehingga terhujam dalam dilubuk hati. Ia mulai menaburkan nasihatnya dengan Tauhid atau mengesakan Allah, mengajak untuk mendekatkan diri kepada Allah (beribadah) dan menanamkan budi pekerti yang mulia (akhlak al-karimah). Karena itu kita perlu meneliti lebih dalam apa dan bagaimana pendidikan karakter yang diajarkan oleh Luqman Alhakim.
MENELADANI GAYA KEPEMIMPINAN RASULULLAH SAW (Upaya Menegakkan Nilai-nilai Toleransi antar umat beragama) Siti Muhibah
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nabi Muhamad SAW selain sebagai nabi dan Rasul juga sebagai pemimpin dunia yang terbesarsepanjang sejarah. Beliau telah memberikan prestasi yang tidak pernah dicapai olehpemimpin manapun. Dengan kekuatan akhlak yang Rasulullah miliki mampu menegakan danmenyebarkan ajarannya keseluruh penjuru dunia. Beliau memiliki kredibilitas dan kapabilitas kepemimpinanyang rahmatan lil-‘âlamîn, sehingga tidak berlebihan jika kemudian beberapa tokohmenempatkan sosok beliau di urutan pertama dari sekian tokoh-tokoh paling berpengaruh didunia. Salahsatu yang patut diteladani adalah gaya kepemimpinnya yang fleksibel dan sangatmenjunjung tinggi nilai-nilai toleransi. Hal ini dibuktikan dengan lahirnya piagam mandinah sebagaikonstitusi dalam pemerintahannya.Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Kepemimpinan Rasulullah SAW
BUDAYA MALU DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI: IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA Wawan Wahyuddin
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan sifat malu yang harus dibudayakan oleh seorangguru, (2) mendekripsikan sifat malu yang harus dibudayakan oleh seorang siswa, (3) mendeskripsikansifat malu yang harus dibudayakan oleh seorang abdi negara, (4) mendeskripsikansifat malu yang harus dibudayakan oleh seorang karyawan, dan (5) mendeskripsikan sifat maluyang harus dibudayakan oleh seorang pemimpin. Rumusan masalah penelitian ini adalah (1)Bagaimana sifat malu yang harus dibudayakan oleh seorang guru? (2) Bagaimana sifat malu yangharus dibudayakan oleh seorang siswa? (3) Bagaimana sifat malu yang harus dibudayakan olehseorang abdi negara? (4) Bagaimana sifat malu yang harus dibudayakan oleh seorang karyawan?(5) Bagaimana sifat malu yang harus dibudayakan oleh seorang pemimpin? Penelitian ini menggunakanmetode kajian pustaka. Kajian pustaka dalam suatu penelitian ilmiah adalah salah satubagian penting dari keseluruhan langkah-langkah metode penelitian. Cooper (dalam Creswell)mengemukakan bahwa kajian pustaka memiliki beberapa tujuan, yakni menginformasikan kepadapembaca hasil-hasil penelitian lain yang berkaitan erat dengan penelitian yang dilakukan saat itu,menghubungkan penelitian dengan literatur-literatur yang ada, dan mengisi celah-celah dalampenelitian-penelitian sebelumnya. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) Bangsa ini sudah semestinyabelajar membudayakan sifat malu. Dengan memiliki rasa malu ini, setiap individu baik rakyatmaupun wakil rakyat; politisi maupun pejabat publik, akan mampu mengendalikan diri, mengatur,sekaligus menjaga lisan dan perilakunya, agar tetap terhormat. Seorang politisi atau wakil rakyatmisalnya, akan malu jika perilakunya tak mencerminkan, bahkan menciderai kehendak rakyat yangdiwakilinya. Begitu pula dengan pejabat publik, akan merasa malu jika dengan jabatannya itu justrumenipu rakyat. (2) Tipisnya rasa malu itulah yang kini terasa sangat mengganggu perjalananbangsa ini. Budaya malu yang sedemikian tipis, bahkan bisa dikatakan sama sekali tak ada itu,telah mendorong para elit politisi negeri ini berlaku tidak pantas: ingin menang sendiri dan tak surutsedikit pun, sekalipun langkah mereka keliru, dan bahkan mengkhianati aspirasi publik. (3) Semestinyakita merasa malu jika gagal mengemban amanah. Belajar memiliki rasa malu itu, sesungguhnyaamat penting bagi kita untuk memelihara negeri ini. Para pejabat publik, wakil rakyat, juga elit politisikita, sudah saatnya untuk memulai belajar, dan membudayakan rasa malu itu. Agar mereka terhindardari perangkap kepentingan-kepentingan pragmatis yang memalukan itu. Mereka mesti memuliakannya,untuk kemudian menjadi lentera bagi publik. Budaya malu ini wajib tumbuh dalam dunia politik,pemerintahan, dan kehidupan dalam berbangsa. Selama kita tidak menumbuhkan rasa malu, selamaitu pula kita akan gagal menciptakan keadaan yang lebih baik bagi bangsa ini. Bagi politisi dan pejabatpublik, memiliki rasa malu itu sangat penting untuk kembali menumbuhkan kepercayaan publik.Dengan menjaga rasa malu itu pulalah, kita akan menjadi bangsa yang bermartabat.Kata Kunci: Budaya Malu, Nilai-nilai Pendidikan Budaya, dan Karakter Bangsa.
ISLAM WASATHIYAH DALAM BINGKAI KEMAJEMUKAN INDONESIA Wardatul Ilmiah; Nanah Sujanah
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam adalah agama yang moderat di semua aspek kehibupan, pemahaman pada Islam yang kaffah akan melahirkan sikap yang tasammuh (toleransi) dan tidak radikal. Islam wasathiyah dimaknai sebagai sikap pengambilan jalan tengah (moderat) dari berbagai aspek kehidupan menunjukkan jati diri umat Islam yang sesungguhnya; menjaga diri dari sikap melampaui bats (ifrat) dan dari sikap mengurangi ajaran agama (tafrit).Karakteristik Islam wasathiyah sebagai pandangan yang jelas, pemahaman dan praktik amaliyah keagamaan umat Islam dalam konteks kehidupan beragama, bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Yang tujuannya adalah agar nilai-nilai ajaran Islam rahmatan lil alamin dapat melahirkan umat yang terbaik (khaoirul ummah). Dan diantara karakteristik itu adalah : 1) Tasawuth (mengambil jalan tengah), 2) Tawazun (seimbang), 3) I’tidal(lurus dan tegak), 4) Tasammuh (teloransi), 5) Musawwah (egaliter), 6) Syuro (musyawarah), 7) Islah (reformasi), 8) Awlawwiyyat (mendahulukan yang prioritas), 9) Tatawwur wa Ibtikar (dinamis dan inovatif), 10) Tahaddur (berkeadaban). Pada tataran prakteknya, wasath atau jalan tengah dalam beragama Islam dapat diklasifikasi ke dalam empat lingkup kita beragama, yaitu: 1). Wasath dalam persoalan ‘aqidah; 2). Wasath dalam persoalan ibadah; 3). Wasath dalam persoalan perangai dan budi pekerti; dan 4). Wasath dalam persoalan tasyri’ (pembentukan syari’at).Berdasarkan tinjauan sejarah perkembangannya di nusantara Islamwasathiyah dalam bidang teologi mengikuti paham Asy’ariyah dan Maturidiyah. Bidang fiqih mengikuti 4 madzhab (meskipun mengikuti madzhab Syafi’iyah), bidang tasawuf mengikuti faham al-Ghazali dan Junaidi al-Baghdadi. Hal demikian terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di nusantara.Islam sebagai agama yang populer dengan ajaran wasathiiyahnya apabila mampu diimplementasikan secara tepat, maka akan menciptakan rahmatan lil ‘alamin yang mengantarkan pada kedamaian, inklusif, toleran, kerukunan, keharmonisan dan kemajuan bagi seluruh ummat. Sedangkan apabila ajaran Islam tersebut tidak diimlementasikan secara tepat, maka akan menimbulkan fitnatan ll’alamin yang membawa kerusakan, pertikaian dan dan permusuhan di mana-mana. Role model implementasi ajaran Islam ini sudah di indikasikan oleh Allah dalam al-Qur’an qs al-Anbiya ayat 107 yang artinya “Dan Tiadalah Kami Mengutus Engkau (Muhammad) Melainkan Sebagai Pembawa Rahmat Bagi Semsta Alam.”
PENDIDIKAN SEKS UNTUK ANAK DALAM PANDANGAN ISLAM Wardatul Ilmiah; Nanah Sujanah; Rasnam Rasyidi
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seksualitas merupakan naluri yang dimiliki oleh setiap manusia termasuk anak-anak, karena setiap anak memiliki potensi yang sama dengan manusia dewasa, yakni quwah al-aql (potensi nalar dan intelektual), quwah al-ghadhab (potensi untuk berbuat negative dan destruktif), dan quwah al-syahawat (potensi untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan hidup, termasuk di dalamnya naluri seksual). Desawa ini sering disaksikan dalam kehidupan banyaknya anak-anak yang melakukan hubungan seksual yang tidak sewajarnya, merajalelanya kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak, banyaknya anak-anak usia sekolah yang terhenti karena kehamilan yang tidak diinginkan, kurang berperannya rumah sebagai bait al-tarbiyah, dan kurang terkendalinya akses media. ‘Abdullah Nāṣih ‘Ulwan merupakan salah satu tokoh terkemuka di Syiria, Beliau memberikan pedoman kepada orang tua bagaimana seharusnya memberikan pendidikan kepada anaknya, termasuk di dalamnya pendidikan seks. Peneliti tertarik membahas karena kitab ini berbeda dengan buku-buku lainnya yang juga membahas tentang pendidikan seks untuk anak. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalahnya adalah: 1) bagaimana pandangan ‘Abdullah Nāṣih ‘Ulwan tentang pendidikan seks untuk anak, 2) bagaimana pendidikan seks diberikan untuk anak menurut ‘Abdullah Nāṣih ‘Ulwan, 3) bagaiamana fungsi pendidikan seks diberikan untuk anak menurut ‘Abdullah Nāṣih ‘Ulwan. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui bagaimana pandangan ‘Abdullah Nāṣih ‘Ulwan tentang pendidikan seks untuk anak, 2) untuk mengetahui bagaimana pendidikan seks diberikan untuk anak menurut ‘Abdullah Nāṣih ‘Ulwan, dan 3) untuk mengetahui bagaiamana fungsi pendidikan seks diberikan untuk anak menurut ‘Abdullah Nāṣih ‘Ulwan. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research dengan menggunakan pendekatan paedagogis dan psikologis. Sumber primer yang peneliti gunakan adalah kitab Tarbiyyah al Aulād fi al Islam karangan ‘Abdullah Nāṣih ‘Ulwan, yang ditunjang dengan buku-buku sekunder, melalui wawancara dan observasi lapangan. Dari hasil penelitian, disimpulan bahwasanya menurut ‘Abdullah Nảṣih ‘Ulwan pendidikan seks penting diberikan untuk anak sebagai upaya preventif agar anak bisa menjaga dirinya dan dapat memahami urusan-urusan kehidupan. Anak telah mengetahui apa saja yang di haramkan dan apa saja yang di perbolehkan. Lebih jauh lagi, bahkan ia mampu menerapkan tingkah laku Islami sebagai akhlak dan kebiasaan hidup, serta tidak diperbudak syahwat dan tenggelam dalam gaya hidup hedonis.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STAD DALAM PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SDN BARUGBUG 1 KECAMATAN PADARINCANG Hermawan Hermawan
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat dan hasil belajar siswaganmenggunakan model STAD (Student Teams Achievement Division) dalam pembelajaran IPA padamateri sistem pernapasan manusia. Subjek penelitian dalam hal ini yaitu siswa kelas V SDNBarugbug 1 yang berjumlah 40 orang siswa yang terdiri dari 21 laki-laki dan 19 perempuan.Penelitian ini dilakukan mulai bulan Maret sampai bulan Mei 2017. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini mendapatkan hasil yaitu pada prasiklus siswa kelas V masih pasif dan proses pembelajaran masih berlangsung secara klasikalatau guru sebagai sumber pengetahuan, pada siklus I mulai terlihat keaktifan siswa walaupuntidak seluruhnya, hasil pos tes sebesar 78. 63 dan mengalami peningkatan pada siklus II sebesar89. 12, siswa lebih aktif, responsif serta saling kerjasama pada siklus II, hasil angket minatmeningkat dari 57. 5 siklus I menjadi 80. 62 pada siklus II.Kata Kunci: Hasil Belajar, STAD, Minat Belajar.
ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN DRAMA SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN SISWA KELAS VII DAN VIII SMPN 1 KADUHEJO PANDEGLANG Masrupi Masrupi
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum fokus penelitian ini adalah pada proses awal mula pembelajaran drama yangkemudian disebut kelompok teater di SMPN 1 Kaduhejo Pandeglang serta respon siswa, guru,dan orang tua terhadap pembelajaran drama. Berdasarkan fokus penelitian, tujuan penelitian inisalah satunya adalah mendeskripsikan proses awal mula pembentukan kelompok belajar teaterdan mendeskripsikan respon siswa, guru, dan orang tua terhadap pembelajaran drama. Pendekatankualitatif dalam penelitian ini menggunakan metode etnografi. Penelitian ini memang tidakmeneliti budaya yang terjadi di masyarakat luas pada umumnya penelitian etnografi. Metode etnografidalam penelitian ini digunakan untuk meneliti sekelompok pelajar atau komunitas pelajar yangtergabung dalam kelompok teater di sekolah sehingga terjadi perubahan budaya sikap yangberkarakter. Seluruh peristiwa yang ditemukan selama penelitian, baik berupa kata ataupun perbuatanmenjadi data yang sangat penting bagi kesuksesan penelitian ini. Data juga diperoleh darisumber data yang berasal dari beberapa informan, seperti siswa atau anggota teater, pembinateater, wali kelas, kepala madrasah, dan orang tua siswa. Instrumen yang digunakan dalam menghimpundata adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Setelah dilakukan analisisdata hasil penelitian, ditemukan fakta bahwa terdapat garis lurus yang sangat signifikan antaramateri pembelajaran drama dengan pendidikan karakter. Hal ini membuktikan jika nilai-nilai pendidikankarakter juga terdapat dalam materi pembelajaran drama. Meskipun semula hal ini tidakdisadari oleh siswa yang mempelajari drama itu sendiri.Kata Kunci: Values Character, Education, Drama.
PERAN ISLAM DALAM MEWUJUDKAN KESELAMATAN HIDUP DI DUNIA DAN AKHIRAT DALAM KONTEKS KEHIDUPAN MODERN Istinganatul Ngulwiyah; Rt. Bai Rohimah; Suaidi Suaidi
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam merupakan Agama samawi yang berisi syariat dari Allah SWT, Tuhan semesta alam. Ajaran Islam bersifat universal yang diperuntukkan bagi semua makhluk baik di bumi maupun di langit. Selain itu ajaran Islam pun bersifat fleksibel sesuai dengan perkembangan jaman. Di era modern seperti saat ini banyak sekali kemudahan yang dapat manusia rasakan sebagai akibat dari perkembangan teknologi dan informasi. Hal tersebut dapat berdampak positif dan negatif pada kehidupan manusia. Apabila manusia tidak dapat mengontrol perilakunya dalam kehidupan modern ini maka manusia dapat terjerumus dalam jurang kehinaan dan kenistaan. Oleh karena itulah agama sangat berperan penting dalam membimbing manusia khususnya di era modern ini. Penelitian ini bertujuan untuk membahas bagaimana agama Islam menjamin keselamatan hidup di dunia maupun di akhirat dalam konteks kehidupan modern. Pembahasan ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana seharusnya manusia bersikap, agar meraih keselamatan hidup yang tidak hanya di dunia saja, akan tetapi keselamatan di akhirat. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, dimana peneliti memperoleh data dari sumber-sumber kepustakaan seperti buku, jurnal dan publikasi ilmiah lainnya. Data-data dari sumber-sumber tersebut kemudian dianalisis dan disimpulkan agar memperoleh data yang akurat.
PERAN MASYARAKAT DALAM MEMBENTUK KARAKTER KEPEMIMPINAN ISLAM Rt. Bai Rohimah; Putri Yasmin Atqiyya; Deswita Maharani
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter pemimpin dalam kepemimpinan menjadi tonggak keberhasilan suatu tujuan dan sasaran. Masyarakat membutuhkan pemimpin yang jujur, adil, cerdas, dan berintegritas. Namun zaman sekarang, pemimpin yang memiliki karakteristik tersebut sangat jarang sekali, ini yang menjadi keprihatinan bagi masyarakat. Sudah banyak pemimpin yang terjerat kasus suap, korupsi, narkoba, serta krisis rasa kemanusiaan lantaran tidak memiliki satupun karakteristik yang sudah diajarkan oleh Rasulullah saw. yaitu Shiddiq, Tabligh, Amanah, dan Fathanah (STAF). Untuk itu, akan dikaji mengenai bagaimana strategi pembentukan karakter pemimpin dan bagaimana kontribusi masyarakat dalam membentuk karakter pemimpin. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Hasil kajian ini akan menjawab rumusan dari masalah di atas. Dalam proses pembentukan karakter pemimpin memerlukan rencana strategis, upaya yang kontinyu dan konsisten, serta evaluasi yang terukur. Pembentukan karakter pemimpin harus melibatkan berbagai pihak yaitu keluarga, lingkungan sekolah, serta lingkungan masyarakat yang jangkauannya lebih luas. Peran serta masyarakat berupa dukungan, bantuan dan keterlibatan aktif untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi lahirnya pemimpin berkarakter Islam.

Page 8 of 17 | Total Record : 170