cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
HUBUNGAN MELEWATKAN SARAPAN TERHADAP KEJADIAN OVERWEIGHT DAN OBESITAS PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Swari, Kadek Gyna Yadnya; Mulyantari, Ni Kadek; Yasa, I Wayan Putu Sutirta
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i03.P18

Abstract

ABSTRAK Overweight dan obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan yang menjadi sorotan dunia bahkan di Indonesia sekalipun. Prevalensi overweight dan obesitas dari tahun ketahun mengalami peningkatan yang cukup signifikan setiap tahunnya. Mahasiswa kedokteran termasuk ke dalam golongan dewasa muda. Mahasiswa kedokteran memiliki komitmen akademik dan non akademik yang dapat berpengaruh terhadap perubahan pola makan, khususnya melewatkan sarapan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan melewatkan sarapan terhadap kejadian overweight dan obesitas pada mahasiswa fakultas kedokteran universitas udayana. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlas sampel pada penelitian ini berjumlah 42 mahasiswa/i dengan Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Melewatkan sarapan diukur menggunakan kuesioner sedangkan indeks massa tubuh diukur dengan menggunakan alat pengukur timbangan badan dan tinggi badan. Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji chi-square didapatkan nilai signifikan 0,004 < 0,05. Ini berarti terdapat hubungan melewatkan sarapan terhadap kejadian overweight dan obesitas pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Hasil penelitian ini diharapkan mahasiswa lebih memperhatikan sarapan pagi dan penelitian selanjutnya diharakan dapat memasukkan kategori food recall 24 hours. Kata Kunci: Sarapan, Overweight, Obesitas
HUBUNGAN ANTARA DIET SERAT PADA BUAH DAN SAYUR DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI KOTA DENPASAR Pratiwi, Sintya
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i02.P15

Abstract

Obesitas pada anak menjadi salah satu masalah kesehatan paling serius karena dapat memicu obesitas saat dewasa. Obesitas dapat diatasi dengan meningkatkan asupan serat. Kebutuhan serat dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi berbagai macam buah dan sayuran, tetapi tingkat asupan buah dan sayuran pada anak masih sangat rendah dari yang dianjurkan. Rendahnya asupan buah dan sayur telah menyebabkan 1.7 juta (2.8%) kematian di seluruh dunia. Penelitian ini menggunakan rancangan case control, metode observasional yang bertujuan mengetahui hubungan antara diet serat pada buah dan sayur dengan kejadian obesitas pada anak usia prasekolah. Penelitian ini melibatkan 8 Taman Kanak-Kanak di Kota Denpasar. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 84 anak, dimana tiap taman kanak-kanak dipilih anak usia 4-6 tahun secara purposive sampling. Penelitian dilakukan dalam 2 tahap; 1) penyebaran kuesioner secara online kepada orangtua siswa, dan 2) tahap wawancara dengan responden. Hasil analisa bivariat didapatkan nilai p value = 0.007 < 0.05 artinya ada perbedaan yang signifikan jumlah serat yang dikonsumsi (pada buah dan sayur saja) anak obesitas dengan anak non-obesitas. Simpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara diet serat pada buah dan sayur dengan kejadian obesitas pada anak usia prasekolah di Kota Denpasar. Rata-rata jumlah serat yang dikonsumsi (pada buah dan sayur saja) anak obesitas sebesar 0.1366 ± 0.40207 gram perhari dan rata-rata jumlah serat yang dikonsumsi (pada buah dan sayur saja) anak non-obesitas sebesar 0.4027 ± 0.35679 gram perhari. Kata kunci : obesitas, serat, buah dan sayur, anak
TINGKAT EFEKTIVITAS DAN KEAMANAN PROSEDUR DESENSITISASI PENISILIN PADA PASIEN SIFILIS : A SYSTEMATIC REVIEW ajisma, Seva; Indira, I Gusti Ayu Agung Elis; Karmila, IGAA Dwi; Wiraguna, A.A.G.P
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i02.P13

Abstract

Penisilin masih menjadi pilihan utama untuk terapi sifilis. Namun mulai didapatkan kasus alergi terhadap penisilin, sehingga CDC membuat rekomendasi untuk melaksanakan prosedur desensitisasi penisilin. Belum ada studi yang meninjau tingkat efektivitas dan keamanan dari prosedur ini dalam bentuk systematic review. Dalam tinjauan ini akan dibahas lebih jauh mengenai efektivitas dan keamanan prosedur desensitisasi penisilin pada pasien sifilis. Pencarian dilakukan pada database Wiley Online Librabry, Sciencedirect dan Pubmed dengan mengidentifikasi jurnal yang diterbitkan pada Januari tahun 2015 hingga Januari tahun 2020 yang berfokus pada evaluasi tingkat efektivitas dan keamanan prosedur desensitisasi penisilin pada pasien sifilis. Penyusunan systematic review ini didasarkan pada guideline penulisan systematic review oleh Cochrane Textbook of Systematic Review. Terdapat 6 studi yang digunakan dalam penyusunan tinjauan ini. Partisipan yang terlibat adalah ibu hamil dengan sifilis, ibu hamil dengan sifilis laten, ibu hamil dengan sifilis latent dan sekunder, neuro sifilis dan okular sifilis serta sifilis kardiovaskuler. Seluruh pasien dilaporkan mengalami reaksi alergi terhadap penisilin dan mendapatkan intervensi prosedur desensitisasi. Penelitian dilakukan pada beberapa lokasi yaitu Brazil, Chile, Inggris dan 3 studi dari Amerika Serikat. Terdapat 16 partisipan yang terlibat dengan rentang usia 21-50 tahun. Seluruh studi melaporkan respon yang baik dan tidak menimbulkan komplikasi yang fatal terhadap prosedur desensitisasi. Prosedur desensitisasi terbukti efektif dan cukup aman tanpa menghasilkan efek samping maupun komplikasi yang merugikan. Meskipun demikian prosedur ini memiliki risiko berupa reaksi anafilaksis saat menjalankan prosedur desensitisasi namun hal ini dapat ditangani dan tidak sampai menyebabkan kematian. Kata Kunci : Sifilis, Alergi Penisilin, Desensitisasi
Hubungan Vaksinasi Rotavirus dengan Kejadian Diare pada Anak Usia 6-24 Bulan di Kota Denpasar Widiantari, Ni Made; Cempaka, Putu Mas Vina Paramitha; Nesa, Ni Nyoman Metriani; Karyana, I Putu Gede; Wati, Ketut Dewi Kumara
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i02.P18

Abstract

Diarrhea constantly becomes an issue of health because of its high mortality and morbidity. Rotavirus infection is known as the predominant cause of acute diarrhea with severe dehydration and hospitalized diarrhea among children less than five years of age. Therefore, rotavirus vaccination is supposed to provide protective effect against the diarrhea cases. The study was implemented to prove the association between rotavirus vaccination and the diarrhea cases among children 6-24 months of age in Denpasar City. The study used an observation cross-sectional analytic design located at private pediatric clinic in Denpasar City and Puskesmas III Denpasar Utara from January to June 2020. The subjects selected by consecutive sampling technique were 104 children 24-36 months of age who divided into vaccinated and unvaccinated groups. The diarrhea cases were measured retrospectively from 6-24 months of age. The study data were derived through questionnaires, processed and analyzed through chi-square and logistic regression test on SPSS. In this study, the percentage of diarrhea cases in the vaccinated group (15,4%) was smaller than the unvaccinated group (36,5%). The statistical test showed PR = 0,42, 95% CI = 0,271-0,654, and p value = 0,001 (p<0,05) which means that rotavirus vaccination was significantly associated with the diarrhea cases and acts as a protective factor. Keywords : Children, Diarrhea, Rotavirus, Vaccination
Efek Pemberian Ketamin Sebagai Analgesia Adjuvan Pada Pasien Pasca Operasi: A Systematic Review Anwar, Meirisa Afifah Nurmalia
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i03.P11

Abstract

Postoperative pain usually is not handled properly and it may cause discomfort to the patient. The role of analgesia to relieve pain in postoperative patients then becomes very crucial. Ketamine, an NMDA antagonist, is currently gaining attention as an adjuvant analgesia in the management of acute pain. This review will discuss further about the effects of ketamine as an adjuvant analgesia in postoperative patients. Searching literature was performed on the PubMed, Cochrane, and ProQuest databases identifying journals published from 2016 to 2020 that determined the results of ketamine as an adjuvant analgesia in postoperative patients. Writing of this systematic review is based on the systematic review guidelines by the Cochrane Textbook of Systematic Review. There were 6 studies used in this review. Participants involved in this study were patients who received surgery and ketamine intervention as adjuvant analgesia. There were 907 participants who were involved in this study, ranging in age from 18 years to 65 years. There are 4 studies reporting that ketamine can reduce postoperative pain and 2 studies that report no significant effect on postoperative pain. Based on the review conducted, ketamine as an adjuvant analgesia is considered beneficial in reducing postoperative pain in several studies, but the results are not all significant. Thus, it cannot be stated that low doses of ketamine can be effective in reducing postoperative pain.
PENGARUH PEMBERIAN THE EUPHORBIA MILII DAN PROPOLIS TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGIS GINJAL TIKUS WISTAR JANTAN Wicaksana, I Dewa Agung Gede Oka Dwi; Linawati, Ni Made; Arijana, IGK Nyoman; Ratnayanti, I Gusti Ayu Dewi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i03.P03

Abstract

ABSTRACT Introduction: There are various kinds of traditional medicine in Indonesia, either derived from animals or from plants. One of kind traditional medicine that can be found in Indonesia are Euphorbia milii and propolis which has benefits as an immunomodulator and as an antioxidant. The use of traditional medicine with uncertain doses and time intervals may cause some adverse effects. The main purpose of the study is to know the effect of tea which made from Euphorbia milii and propolis on the histological appearance of the kidney of male wistar rats. Methods: This study used a randomized post test only controlled group. There are 4 groups of rats were taken from total 24 male wistar rats with an age range 2-3 months and a bodyweight ± 200 grams. The controlled group (K) was given aquabidest, the intervention group (P1-P3) was given the tea of Euphorbia milii and propolis, then terminated and continued with histological examination by measuring the diameter of the glomerulus. Data analysis technique is One Way Anova and Post Hoc with LSD test. Result: Based on the result of data analysis, the difference between the controlled group (K) and the intervention group (P1-P3) was not significant. Conclusion: Based on the result, the conclusion is that the tea of Euphorbia milii and propolis did not cause significant damage to the kidneys of male wistar rats. Keywords : Euphorbia milii, propolis, glomerulal diameter
STATUS RESISTENSI Aedes aegypti TERHADAP MALATHION 0,8% DI KELURAHAN LABUH BARU TIMUR KECAMATAN PAYUNG SEKAKI KOTA PEKANBARU Susanty, Elva; Lesmana, Suri Dwi; Taufik, Rigandi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i03.P13

Abstract

Malathion merupakan salah satu jenis insektisida yang telah lama digunakan dalam pemberantasan vektor Demam Berdarah Dengue (DBD) yaitu Aedes aegypti (Ae.aegypti) Pemakaian insektisida dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan efek samping seperti resistensi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui status resistensi A.aegypti terhadap malathion 0,8% di Kelurahan Labuh Baru Timur. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain cross-sectional. Larva Ae.aegypti diambil dari 4 RW di Kelurahan Labuh Baru Timur, kemudian dibawa ke laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Riau untuk dipelihara menjadi nyamuk dewasa. Metode uji resistensi yang digunakan adalah metode susceptibility test WHO dengan impregnated paper malathion 0,8%. Nyamuk dipindahkan tabung paparan yang sudah diberi malathion 0,8% dan tabung kontrol masing-masing sebanyak 25 ekor kemudian diamati selama 1 jam untuk melihat nyamuk knockdown. Selanjutnya nyamuk Ae.aegypti dipindahkan ke holding tube, diletakkan pada ruangan selama 24 jam kemudian dihitung mortalitas nyamuk. Hasil penelitian ini menunjukkan mortalitas nyamuk Ae.aegypti 24 jam setelah paparn malathion 0,8% adalah 10%. Pemakaian insektisida dalam jangka waktu lama tidak efektif untuk mengeliminasi vektor demam berdarah karena dapat menimbulkan resistensi. Status resistensi nyamuk A.aegypti di Kelurahan Labuh Baru Timur terhadap malathion 0,8% adalah resisten. Perlu adanya rotasi pemakaian malathion dalam pengendalian Ae.aegyptisebagai vektor DBD. Kata kunci : malathion, resistensi, susceptibility test WHO
Prevalensi dan Karakteristik Sindroma Mata Kering pada Mahasiswa Semester Enam PSSKPD FK Unud Widnyana, Nyoman Satria
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i03.P06

Abstract

Dry Eye Syndrome (DES) is a multifactorial disease that disturb eye tears homeostasis and ocular surface. This research purposes are to identify the prevalence and the characteristics of DES in medical student, Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter (PSSKPD), Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana (FK Unud). This research is a descriptive cross-sectional. Ocular Surface Disease Index (OSDI) questionnaire is used to identify the prevalence and risk factors questionnaire such as gender, BMI, history of allergy, frequent use of over the counter (OTC) eye drops, frequent use of contact lens, and sleep quality, is used to identify the characteristics. This research conducted from March until September 2020. This research use total sampling method managed to collect 199 sample. The results of the study show the prevalence of DES in Preclinical Student of PSSKPD FK Unud is 106 students (52.7%) with 21% on mild severity, 15% on moderate severity, and 18% on severe severity. The characteristics of DES based on gender is 54% for male and 52% for female; on BMI are 40% for <18 kg/m2, 55% for 18-25 kg/m2, 47% for >25 kg/m2; on history of allergy is 47%; on history of OTC drug is 70%; on history of contact lens utilization is 64%; based abnormal quality of sleep is 64%.
DOSIS OPTIMAL ANTI HIPERURICEMIA EKSTRAK ETANOL DAUN SALAM (SYZYGIUM POLYANTHUM) PADA TIKUS PUTIH GALUR WISTAR Gumilang, Retna; Farakhin, Noer
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i03.P15

Abstract

Kadar asam urat yang tinggi akan menyebabkan peningkatan kristal asam urat yang berbentuk seperti jarum terutama di persendian yang akan menimbulkan rasa sakit pada persendian tersebut. Tumbuhan obat yang digunakan sebagai anti hiperurisemia sangat banyak. Salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional untuk menurunkan kadar asam urat adalah tanaman salam (Syzygium polyanthum Wight). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dosis terapi ekstrak daun salam yang menunjukan efek maksimal dalam menurunkan kadar asam urat darah tikus putih galur wistar yang dibuat hiperurisemia dengan diinduksi jus hati ayam segar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental labolatorik dengan desain post only control group design. Menggunakan 25 ekor tikus dibagi menjadi 5 kelompok terdiri dari; kontrol negative yaitu tikus putih diberi pakan standar, kelompok kontrol positif yaitu tikus putih yang dibuat hiperurisemia, kelompok perlakuan 1 yang diberi ekstrak daun salam 75 mg/kgBB, kelompok perlakuan 2 yang diberi ekstrak daun salam 150 mg/kgBB, dan kelompok perlakuan 3 yang diberi ekstrak daun salam 300 mg/kgBB. Analisis data dilakukan dengan uji ANOVA dan LSD (Least Significanly Difference) menggunakan program SPSS pada tingkat kepercayaan 95% untuk membandingkan antara kelompok kontrol positif, kelompok kontrol negatif, dan kelompok perlakuan. Hasil analisis statistika menunjukkan ada perbedaan signifikan antara kelompok control negative dengan kelompok control positif, kelompok control positif dengan kelompok perlakuan 2, dan kelompok control positif dengan kelompok perlakuan 3. Tetapi tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok control positif dengan kelomok perlakuan 1.
Efektivitas Ekstrak Minyak Atsiri Daun Zodia sebagai Larvasida Aedes aegypti Ida Ayu, Trisha Kundalini
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i03.P10

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti adalah vektor dari penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Berbagai upaya dilakukan untuk mengendalikan penyakit ini melalui pengendalian vektornya salah satunya menggunakan larvasida temephos (abate®). Namun, beberapa penelitian menemukan larva Ae. aegypti sudah mulai resisten terhadap temephos . Oleh karena itu, perlu ditemukan larvasida yang lebih efektif seperti larvasida ekstrak minyak atsiri daun zodia (Evodia suaveolens). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas larvasida minyak atsiri daun zodia dalam membunuh larva Ae. aegypti. Minyak atsiri daun zodia dibuat menggunakan 1300 gram daun zodia segar dengan teknik destilasi air. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental murni dan dilakukan dengan lima konsentrasi yaitu 0,5 ppm, 1 ppm, 1,5 ppm, 2 ppm, 2,5 ppm, dan satu kontrol. Terdapat 125 larva Ae. aegypti instar III pada tiap kelompok yang dibagi dalam lima kali pengulangan, lalu dihitung jumlah larva yang mati dalam 24 jam. Hasil penelitian ini menemukan minyak atsiri daun zodia pada konsentrasi 1 ppm, 1,5 ppm, 2 ppm, dan 2,5 ppm dapat membunuh 100% larva dalam 24 jam, sedangkan konsentrasi 0,5 ppm hanya mampu membunuh 27,2% larva Ae. aegypti. Larvasida minyak atsiri daun zodia memiliki LC50 pada konsentrasi 0,563 ppm dan LC90 pada konsentrasi 0,724 ppm. Kesimpulan penelitian ini yaitu minyak atsiri daun zodia merupakan larvasida yang efektif untuk membunuh larva Ae. aegypti dan tergolong larvasida sangat aktif karena memiliki LC50 < 50 ppm. Kata kunci : Aedes aegypti, larvasida, zodia

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue