cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
EVALUASI STATUS STRUKTURAL, STATUS FUNGSIONAL, DAN KOMPLIKASI PASCA INTERVENSI FRAKTUR ANKLE BIMALLEOLAR: A SYSTEMATIC REVIEW Indraswari, Made Ratna Savitri; Subawa, I Wayan; Wiguna, I Gusti Lanang Ngurah Agung Artha; Dusak, I Wayan Suryanto
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i04.P05

Abstract

Fraktur ankle bimalleolar merupakan jenis fraktur yang menyebabkan ketidakstabilan pada struktur anatomis sendi ankleatau sendi talokrural. Fraktur ini berpotensi menimbulkan gejala sisa pada pasien sehingga diperlukan manajemen intervensi adekuat untuk mengembalikan kondisi struktur maupun fungsi optimal. Systematic review ini bertujuan untuk mengetahui hasil evaluasi status struktural, status fungsional, dan komplikasi pasca intervensi fraktur ankle bimalleolar. Protokol PRISMA digunakan untuk menentukan langkah sistematis dan kriteria eligibility (kelayakan) sebagai pedoman menyeleksi artikelpenelitian. Rentangan tahun publikasi artikel penelitian adalah 2015-2020. Penilaian kualitas dan risiko bias dilakukan dengan kriteria OCEBM dan Cochrane. Sejumlah 7 artikel penelitian dari 249 artikel yang berpotensi diinklusi. Total subjek 496 (14-91 tahun) melaporkan hasil evaluasi intervensi operatif dan 1 studi melakukan perbandingan konservatif. Sebanyak 99,6% (n=494) subjek mencapai union, sedangkan non-union ditemukan pada 2 subjek dengan tindakan konservatif. Instabilitas struktural ditemukan pada 6 subjek dengan medial clear space > 4mm. Status fungsional dengan AOFAS, OMA, dan Biard and Jackson didapatkan 98,9% pada rentang sedang-baik, 5 subjek melaporkan skor buruk, dan tidak ada subjek melaporkan restriksi fungsional. Untuk komplikasi, kondisi yang ditemukan paling umum yaitu nyeri sedang 43,1%, osteoarhtitis ankle grade 1, serta infeksi superfisial dan dalam yang sembuh dengan intervensi antibiotik. Capaian status struktural union sangat tinggi (99,6%), namun 2 subjek mengalami non-union pada kelompok intervensi konservatif. Status fungsional pasien tercapai pada kategori sedang-sangat baik (98,9%) dan tanpa adanya restriksi fungsional meskipun terdapat 5 subjek dengan skor buruk. Komplikasi yang muncul pada pasien umumnya adalah nyeri sedang (43,1%), osteoarthritis ankle grade 1, serta infeksi superfisial dan dalam. Kata kunci : evaluasi pasca intervensi, fraktur ankle bimalleolar
Hubungan Durasi Penggunaan Media Sosial dengan Gangguan Kualitas Tidur Remaja di SMP Negeri 1 Mengwi Kusmarini, Putu Elmamira; Indrasari Utami, Desak Ketut; Witari, Ni Putu; Eka Widyadharma, I Putu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i04.P01

Abstract

The use of social media does have many advantages. But there are some bad effects that accompany it, one of which is sleep quality disturbances. A study shows that use of social media at night affects the quality of sleep worse, causing anxiety disorders, depression and self-esteem. Diagnosis of sleep disorders in adolescents is difficult because it is not often complained about by adolescents. In addition, when adolescents sleep disorders are no longer a concern for parents. In a study conducted by Haryono on junior high school students with 140 respondents, it was found that 63.6% experienced sleep disorders. This study aims to prove that there is a relationship between social media use and adolescent sleep quality disorders at SMP Negeri 1 Mengwi. This study used a cross sectional approach in which the independent and dependent variables were collected at one time and at the same time. The sample in this study amounted to 79 respondents who met the inclusion and exclusion criteria. From the results of the Correlation analysis test, it got a p value <0.05 with a correlation coefficient of 0.633 which indicates a strong positive relationship between the duration of social media use and the quality of sleep of the respondents. Based on the results of the research and discussion carried out, it can be concluded that there is a significant relationship between the duration of social media use and sleep quality in adolescents at SMP Negeri 1 Mengwi. Keywords: Social media, sleep quality disturbance, adolescent sleep quality
HUBUNGAN POLA KONSUMSI ANAK DI KANTIN SEKOLAH DENGAN OBESITAS DI SD NEGERI 17 DANGIN PURIi Jumantini, Ni Komang Pasek Nurhyang; Wati, Dyah Kanya; Subanada, Ida Bagus; Suparyatha, Ida Bagus Gede
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i04.P06

Abstract

ABSTRAK Obesitas kini telah menjadi tantangan kesehatan. Kasus obesitas pada anak menjadi salah satu permasalahan yang perlu diperhatikan. Pada tahun 2016, obesitas terjadi pada lebih dari 650 juta orang dengan melampaui angka 340 juta anak dan remaja usia 5-19 tahun mengalami obesitas. Obesitas terjadi akibat ketidakseimbangan antara intake energi dan energi yang digunakan tubuh. Obesitas merupakan penyakit multifakatorial. Pada anak usia sekolah dasar, pola konsumsi di kantin sekolah berkontribusi besar terhadap kasus obesitas. Anak usia sekolah dasar cenderung memiliki kebiasaan jajan di kantin sekolah. Makanan tinggi karbohidrat dan lemak mendominasi jajanan di kantin sekolah, seperti gorengan, makanan ringan (snack), sosis, aneka kue, cokelat, dan makanan cepat saji lainnya serta berbagai jenis minuman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan pola konsumsi anak di kantin sekolah dengan kejadian obesitas anak. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode pengambilan data cross-sectional dan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengukuran antropometri. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 17 Dangin Puri, dengan besar sampel sebanyak 66 responden. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan adanya hubungan bermakna antara pola konsumsi tidak seimbang di kantin sekolah anak dengan status gizi obesitas (OR=5,400; IK 95% 1,185-24,597; p=0,029), dan adanya hubungan bermakna antara aktifitas fisis dengan status gizi anak (OR=0,165; IK 95% 0,036-0,749; p=0,020). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan pola konsumsi anak di kantin sekolah dengan kejadian obesitas. Kata kunci : obesitas, anak sekolah dasar, pola konsumsi di kantin sekolah
HUBUNGAN DERAJAT DYSMENORRHEA DENGAN KONSISTENSI FECES PADA MAHASISWI KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Driansha, Cindy Liora; Adiatmika, I Putu Gede; Dinata, I Made Krisna; Purnawati, Susy
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i04.P02

Abstract

Gastrointestinal symptoms such as fecal consistency change commonly found in menstrual women. Women who have dysmenorrhea are likely to experience it than women without dysmenorrhea. This study aims to identify relationship between dysmenorrhea intensity with fecal consistency change among medical students of Udayana University. The hypothesis of this study is there is relationship between dysmenorrhea intensity with fecal consistency change among medical students of Udayana University. This study used analytic cross-sectional design. Questionnaires given to all medical students of Udayana University consists of questions about respondents’ identity, exclusion criteria, dysmenorrhea intensity in last menstruation based on Verbal Multi-dimensional Scoring System, and fecal consistency category based on Bristol Stool Scale. A total of 389 questionnaires collected and selected to rule out ineligible data. Eligible data were analyzed using descriptive test and Fisher Exact Test. Respondents involved in this study were female students aged 18-25 years. A number of 22.6% of respondents did not experience dysmenorrhea, while 59.1% had grade 1 dysmenorrhea, 16.5% grade 2, and 1.7% grade 3. A number of 14.8% of respondents had abnormal hard fecal consistency, 84.3 % normal, and 0.9% abnormal soft. There was no significant relationship between dysmenorrhea intensity and fecal consistency with P value equals to 0.238. This can caused by various factors such as diet, physical activity, sleep quality, stress, and different defecation habits of each respondents. Based on the results, it is concluded that there is no significant relationship between the dysmenorrhea intensity and the fecal consistency among medical students at Udayana University.
GAMBARAN KUALITAS HIDUP PASIEN STRABISMUS MENGGUNAKAN KUESIONER ADULT STRABISMUS 20 DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH PERIODE JANUARI 2019 - DESEMBER 2020 Elvira, .; Surasmiati, Ni Made Ayu; Putrawati Triningrat, Anak Agung Mas; Sutyawan, I Wayan Eka; Manuaba, Ida Bagus Putra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i04.P07

Abstract

Latar Belakang: Strabismus merupakan keadaan posisi kedua mata tidak sejajar yang disebabkan oleh abnormalitas penglihatan binokuler atau anomali kontrol neuromuskuler terhadap motilitas okuler. Seseorang dengan strabismus dapat mengalami penurunan kualitas hidup, memiliki tingkat pendidikan yang lebih rendah dan keterbatasan dalam pengembangan diri. Tindakan pembedahan merupakan salah satu tatalaksana pada pasien strabismus. Tujuan: Mengetahui karakteristik kualitas hidup pasien dengan strabismus sebelum dan sesudah operasi strabismus dengan menggunakan kuesioner Adult Strabismus (AS-20). Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Data dikumpulkan restrospektif berdasarkan rekam medis dan kuesioner AS-20 di Poliklinik Mata Divisi Strabismus RSUP Sanglah. Data karaktristik pasien menggunakan analisis deskriptif dan analisis kuesioner AS-20 menggunakan uji T tes berpasangan dan tes wilcoxon sign rank. Hasil: Subjek penelitian berjumlah 15 orang, terdiri atas delapan (53,3%) laki-laki dan mayoritas berusia 20-29 tahun. Sembilan (60%) subjek penelitian mengeluhkan penglihatan buram dan empat (26,7%) mengeluhkan diplopia. Mayoritas subjek memiliki deviasi lebih besar dari 20 prisma dioptri dengan diagnosis terbanyak adalah eksotropia intermiten (46,7%). Penilaian kualitas hidup menggunakan kuesioner AS-20 didapatkan peningkatan signifikan antara sebelum dan setelah operasi secara umum, aspek psikososial, dan fungsional (P<0,05). Tidak didapatkan hubungan jenis kelamin atau jenis strabismus dengan kualitas hidup pasien. Simpulan: Pasien strabismus mengalami penurunan kualitas hidup pada aspek fungsional dan psikososial. Terapi pembedahan dapat memperbaiki manifestasi strabismus. Berdasarkan kuesioner AS-20 didapatkan peningkatan kualitas hidup pasien seiring dengan perbaikan manifestasi klinis setelah pasien menjalani operasi strabismus.
OVERVIEW OF CONTACT LENS USE IN MEDICAL FACULTY STUDENTS UDAYANA UNIVERSITY Cawis, Ni Luh Suras Amoura; Surasmiati, Ni Made Ayu; Utari, Ni Made Laksmi; Sutyawan, I Wayan Eka
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i04.P15

Abstract

ABSTRAK Lensa kontak digunakan sebagai alat bantu penglihatan pada gangguan refraksi dan untuk gaya hidup. Penggunaan lensa kontak sering tanpa disertai pengetahuan cara perawatan sehingga menimbulkan komplikasi seperti mata merah. Bertambahnya jumlah pengguna lensa kontak mengakibatkan komplikasi lensa kontak juga meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan lensa kontak berdasarkan usia, jenis kelamin, jenis lensa kontak, pola penggunaan, intensitas penggunaan, perawatan dan komplikasi. Penelitian merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan potong lintang menggunakan data kuesioner dan diolah menggunakan SPSS. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan 232 mahasiswa menggunakan lensa kontak. Hasil penelitian menunjukan bahwa usia pengguna lensa kontak terbanyak adalah 20 tahun sebanyak 46,1%, mayoritas adalah perempuan yaitu sebanyak 94,4%. Sebanyak 96,6% mahasiswa menggunakan lensa kontak lunak dengan pola penggunaan harian sebanyak 100%. Intensitas penggunaan lensa kontak paling banyak adalah kurang dari sekali sebulan yaitu 49,1%. Cara perawatan yang banyak dilakukan adalah dibilas, direndam dan dibersihkan menggunakan enzim pembersih protein sebanyak 53,4%. Mahasiswa yang mengalami mata merah sebanyak 61,6% dan keluhan lain yang banyak dialami adalah gatal dan berair sebanyak 19,4%. Pengguna lensa kontak sebanyak 91,8% tidak berkonsultasi ke dokter mata. Dari penelitian disimpulkan bahwa penting dilakukan pemantauan lanjutan terutama pada mahasiswa yang memiliki risiko guna mengurangi komplikasi pada penggunaan lensa kontak. Kata kunci : lensa kontak, mahasiswa, mata merah.
PREVALENSI ESCHERICHIA COLI PADA SPESIMEN URIN PENDERITA INFEKSI SALURAN KEMIH DI RSUP SANGLAH TAHUN 2019 Arta Putra, I Putu Willy Ganang
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i04.P09

Abstract

Introduction: Urinary tract infection is the second most common infectious disease in the world with high mortality and morbidity, including in Indonesia. Escherichia coli is one of the Gram negative bacteria which often causes urinary tract infections. Urinary tract infections risks will increases as a person ages. This study is intended to determine prevalence of Escherichia coli in urine specimens of urinary tract infections at Sanglah General Hospital in 2019. Methods: The design of this0study was a descriptive observational study with a cross-sectional design that was carried out at Sanglah General Hospital in October 2020. The sample of this study came from urine samples patients with urinary tract infections at Sanglah General Hospital for the period of January - December 2019. Where the data was taken retrospectively from the register of the Clinical Microbiology Installation of Sanglah Hospital. The prevalence of Escherichia coli in urine specimens of urinary tract infections is presented in tables and graphs. Results: Most of the patients with urinary tract infections were female (53.06%). The 40-59 years age group is the age group with the most incidence of urinary tract infections (36.7%). Based on the results of urine culture urinalysis, 49 patients (81.7%) had a result of 105 CFU / mL which indicated a positive urinary tract infection. According to the study results, the prevalence of Escherichia coli causing urinary tract infections was 67.3%. Conclusion: Based on the research that has been done, the conclusion is that the prevalence of Escherichia coli in urine specimens of urinary tract infections at Sanglah General Hospital in 2019 was 67.3%, dominated by female patients aged 40-59 years.
Prevalensi Hiperlordosis Lumbalis pada Mahasiswi Jurusan Tari Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Denpasar Bali Angkatan Tahun 2018-2020 Wiraputri, A. A. Wulanatalia; Wardana, I Nyoman Gede; Widianti, I Gusti Ayu; Muliani, Muliani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i05.P17

Abstract

Background: The spinal curvature of an adult varies in normal range. Abnormal curvature of the spine is known as scoliosis, kyphosis, and lordosis. There areseveral factors that can cause spinal abnormalities, one of which is the continuous application of abnormal posture. Body posture during traditional Balinese dance is considered abnormal because it applies positions such as excessive curving of the spine and puffing out the chest towards the front so that the dancer's body curve is seen more clearly. Poor posture that is used continuously can affect the curvature of the spine. Objective: The study was to identify the prevalence of lumbar hyperlordosis in Dance Department Students, Faculty of Performing Arts, Indonesian Arts Institute Denpasar Bali Batch of 2018-2020. Method: This study is a descriptive quantitative study with a cross-sectional design. The research sample was 44 students of the Department of Dance. Allsamples were given a self-data questionnaire then the spinal curvature was measured with a flexicurve. Analysis of the data collected in univariate andbivariate analysis, processed using SPSS Version 26 using cross tabulation. Result: The prevalence of students experiencing lumbar hyperlordosis was found more than normal lumbar lordosis, namely 35 people (79.5%) with hyperlordosis and 9 people (20.5%) with normal lumbar lordosis. Conclusion: The prevalence of lumbar hyperlordosis was higher than normal lumbar lordosis in female students with Balinese dance activities. Keywords : Balinese dancer, lumbar lordosis, flexicurve ruler
LABOR CHARACTERISTICS OF LOW BIRTH WEIGHT BABIES (LBW) AT PUSKESMAS BATURITI I TABANAN 2018-2020 Ni Putu Yoni Prastini Kaesasih; Tjokorda Gde Agung Suwardewa; Endang Sri Widiyanti; Jaqueline Sudiman
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i5.P02

Abstract

ABSTRAK Kejadian BBLR dapat menyebabkan peningkatan masalah pada sistem metabolik, ginjal, kardiovaskular, dan sistem saraf pada bayi. Penyebab BBLR bersifat multifaktoral dengan faktor penyebab terbanyak berdasarkan penelitian adalah usia ibu dan penyakit yang diderita ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik persalinan dengan bayi BBLR di Puskesmas Baturiti I Tabanan tahun 2018-2020. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif cross sectional dengan data sekunder. Sebanyak 56 sampel BBLR dilakukan pencatatan berdasarkan kategori BBL bayi, usia ibu, BMI ibu, LiLA, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, paritas, riwayat abortus, jarak kelahiran, kadar Hb, jenis kelamin anak, bayi kembar, cara kelahiran/bersalin, dan penolong persalinan, dan kemudian akan dilakukan analisis secara perhitungan jumlah (n), persentase (%), dan proporsi yang ditampilkan dengan tabel deskriptif dan proporsi. Data yang hilang dilakukan penanganan dengan mean substitution menggunakan rata-rata setiap kelompok kategori. Hasil analisis data secara proporsi dari populasi bayi lahir, didapatkan bahwa BBLR terbanyak terjadi pada ibu berumur <20 tahun, BMI 18,5-22,9 kg/m2, LiLA <23,5 cm, tamat diploma, pedagang, ibu nullipara, abortus >1x, kadar Hb <11 g/dL, anak laki-laki, ibu dengan kehamilan ganda, persalinan seksio, dan penolong persalinan adalah bidan/perawat. Dapat disimpulkan bahwa, berdasarkan proporsi populasi sebagian besar hasil penelitian berada pada risiko tinggi BBLR menurut teori yang ada. Kata kunci : BBLR, usia ibu, BMI, LiLA, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, paritas, riwayat abortus, jarak kelahiran, kadar Hb, jenis kelamin anak, bayi kembar, cara bersalin, penolong persalinan
HUBUNGAN ANTARA FUNGSI KELUARGA DENGAN MANAJEMEN HIPERTENSI PADA LANSIA DI DESA TISTA WILAYAH KERJA PUSKESMAS KERAMBITAN II Dewi, Putu Adi Cahya
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i06.P05

Abstract

Background and Purposes: Elderly generally experience physical changes such as the cardiovascular system that causes hypertension. Hypertension is a disease that cannot be cured and will cause damage to arteries in the body, causing complications such as coronary heart disease, stroke and kidney failure if not treated in the long term, but hypertension can be controlled through hypertension management. Strategy to improve hypertension management is through family functions. This study aims to determine the relationship between family function and hypertension management in the elderly. Methods: This type of research is correlational analytic, with a cross sectional approach and purposive sampling technique. The subjects of this study were elderly aged 60 years and over. Statistical test used Spearman Rank Correlation with p value < 0.05. Results: From 46 samples, family function in the elderly were mostly in the good category with a total of 28 respondents (60.9%) and management of hypertension in the elderly were mostly in the good category with a total of 30 respondents (65.2%). Based on the results of statistical tests using Spearman Rank, the results obtained were p value 0.000 <0.05 and the correlation coefficient value was 0.606. Conclusion: There is a significant relationship between family function and hypertension management in Desa Tista, Puskesmas Kerambitan II Work Area. Keywords: Family Function, Management of Hypertension, Elderly

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue