cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
Gambaran Gejala Klinis Pasien Anak COVID-19 di RSUP Sanglah Denpasar Semanggiasih, Ni Nyoman Ayu; Suwarba, I Gusti Ngurah Made; Ariawati, I Ketut; Utama, I Made gede Dwi Lingga
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i06.P17

Abstract

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) adalah suatu penyakit akibat terinfeksi coronavirus baru dengan nama SARS-CoV-2 serta bisa menular antar manusia. Penularan COVID-19 terjadi lewat droplet yang dihasilkan oleh orang yang terinfeksi. Mudahnya penularan COVID-19 menyebabkan kasus COVID-19 semakin meningkat. Terhitung tahun 2020 jumlah kasus anak positif COVID-19 di Indonesia mencapai 37.706 kasus. Bali merupakan salah satu provinsi terdampak dengan kasus anak positif COVID-19 mencapai 1.524 kasus. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui gambaran gejala klinis pasien anak positif COVID-19 di RSUP Sanglah Denpasar berdasarkan usia, jenis kelamin, dan komorbid. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional. Pengambilan sampel penelitian menggunakan non-probability sampling dengan teknik Consecutive sampling. Data yang diambil berupa data sekunder pasien yang tercatat pada rekam medis pada Instalasi Rekam Medis RSUP Sanglah periode Maret 2020 – Maret 2021. Sampel yang diambil sebanyak 75 sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan gejala klinis yang ditemukan adalah demam, pilek, batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, napas cepat, mual/muntah, diare, nyeri perut, sakit kepala, dan kelelahan, dimana demam merupakan gejala terbanyak (74,7%). Pasien anak positif COVID-19 di RSUP Sanglah paling banyak laki-laki, kelompok usia terbanyak yaitu 11-18 tahun, dan paling banyak tidak memiliki komorbid. Komorbid yang paling banyak ditemukan adalah keganasan.Kata kunci : COVID-19, Gejala klinis, Anak, RSUP Sanglah.
Karakteristik Bakteri Asam Laktat pada Feses Luwak di Beberapa Wilayah Pulau Bali Winatha, I Gde Pangestu Putrama; Hendrayana, Made Agus; Sukrama, I Dewa Made; Budayanti, Ni Nyoman Sri
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i7.P11

Abstract

Kopi luwak merupakan kopi yang difermentasi pada saluran pencernaan luwak yang dapat memberikan cita rasa yang khas pada kopi tersebut. Pada proses saluran pencernaan hewan luwak terdapat bakteri yang memegang pernan penting dalam proses fermentasi biji kopi, yaitu bakteri asam laktat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik bakteri asam laktat pada feses luwak yang memegang peranan penting dalam saluran pencernaan hewan luwak. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian observasional. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian observasional. Pada penelitian ini digunakan sebanyak 18 sampel yang diambil dari agrowisata di setiap kabupaten di Pulau Bali. Seluruh sampel diperiksa di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dan Laboratorium Kesehatan Provisinsi Bali. Sampel dikultur pada media MRS-CaCo3 dan hasil positif bakteri asam laktat akan dilakukan uji gas CO2, uji pH, uji katalase, uji pewarnaan gram, serta diidentfikasi menggunakan metode semi automatic BD BBL Crsytal. Dari 18 sampel feses luwak yang dikultur ditemukan 16 diantaranya merupakan bakteri gram positif dan berkatalase negatif yang merupakan ciri ciri bakteri asam laktat. Pada uji gas CO2 ditemukan 9 koloni bakteri yang bersifat homofermentatif, dan 7 bersifat heterofermentatif. Pada uji pH keseluruhan koloni bakteri berada pasa suasana asam dengan rentang pH 4-5. Pada pengamatan di bawah mikroskop ditemukan bentuk bakteri bulat dan batang. Kemudian terdapat beberapa spesies yang ditemukan, yaitu: Corynebacterium Genitalium, Kytococcus sedentarius, Streptococcus sanguinis, dan Streptococcus faecium. Pada penelitian ini ditemukan beberapa karakteristik bakteri asam laktat yaitu bakteri gram positif dengan katalase negatif, memiliki suasana pH yang asam, memiliki bentuk bervariasi dari batang hingga bulat, serta dapat bersifat heterofermentatif atau homofermentatif. Kata Kunci : Kopi luwak, Bakteri asam laktat, Karakteristik
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN TINGKAT PEREKONOMIAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN TRANSMISI HIV/AIDS PADA IBU RUMAH TANGGA DI KELURAHAN MERSI KECAMATAN PURWOKERTO TIMUR KABUPATEN BANYUMAS Dwindani, Assyifa Tashya; Putri, Prima Maharani; Nitiprodjo, Abdul Hakim; Kusumawati, Anis
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i7.P04

Abstract

ABSTRACT Background : HIV is still an epidemic for several countries in the world, including Indonesia. The percentage of HIV positive women in Central Java in 2019 was quite high (33.7%) including housewives. Transmission of HIV/AIDS to housewives can occur due to lack of knowledge related to HIV/AIDS. The level of the economy plays a role in influencing a person's behavior in preventing the transmission of HIV/AIDS. Data from the Banyumas Health Office in 2021, reported that there were 62 cases of HIV/AIDS in Banyumas. One of the areas with high HIV/AIDS cases is the Mersi Village area. Objective : This study aimed to determine the correlation between knowledge and economic levels with HIV/AIDS transmission prevention behavior among housewives in Mersi Village, Purwokerto Timur Sub-district, Banyumas Regency. Methods : The study was an analytic-observational study with a cross-sectional approach. Chi-square test and multivariate logistic regression test were utilized to see the bivariate statistical test. Result : Bivariate analysis between knowledge level and HIV/AIDS transmission prevention behavior obtained p value = 0.002 and analysis between economic level and HIV/AIDS transmission prevention behavior obtained p value = <0.001, which meant the p value <0.05 and indicates H1 is acceptable. Conclusion : There is correlation between knowledge and economic levels with the behavior of preventing HIV/AIDS transmission among housewives in Mersi Village, Purwokerto Timur Sub-district, Banyumas Regency. Keywords : knowledge, economy, prevention behavior, HIV/AIDS
HUBUNGAN ANTARA MPV (MEAN PLATELET VOLUME) DENGAN LUAS INFARK MIOKARD PADA PASIEN STEMI (ST-SEGMENT ELEVATED MYOCARDIAL INFARCTION) YANG DIUKUR BERDASARKAN SKOR QRS SELVESTER Bagus Kantwa Abhimantra, Gede; Rahmat, Basuki; Pintaningrum, Yusra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i7.P13

Abstract

Background: Globally heart disease occupy the first order of mortality population in the world. Acute myocardial infarction is one of them, in its classification AMI can be divided into STEMI and NSTEMI. Pathological changes in AMI will involve many things, one of them is platelets. The aim of the study is to know the correlation between Mean Platelet Volume (MPV) and the myocardial infarction size in STEMI patient based on QRS Selvester score. Methods: This study was an observational analytic study with a cross sectional approach. This research was conducted in July 2020-March 2021 at the Rumah Sakit Umum Kota Mataram, involving 63 subjects. Data obtained from patient medical records using non-probability sampling technique which is consecutive sampling. Results: From 63 data, there are 50 male patients and 13 female patients, the average of the patients age is 57.97 years old. MPV mean is 8.77 fL and the mean of myocardial infarction size is 25.33%. The data scale of the two variables is numerical for MPV and numerical for the myocardial infarction size. The normality test was performed using the Kolmogorov-Smirnov test and the MPV significance value was 0.200 and the myocardial infarction size was 0.200 (normal distribution). Pearson correlation test results obtained p=0.885 (p> 0.05). Conclusion: There is no significant correlation between the MPV and the myocardial infarction size.
Karakteristik Otitis Media Supuratif Kronik di Poliklinik THT-KL RSUP Sanglah Denpasar Tahun 2020 Wijaya, Wilson; Asthuta, Agus Rudi; Sutanegara, Sari Wulan Dwi; Dewantara, I Putu Santhi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i7.P08

Abstract

Peradangan kronis pada telinga bagian tengah diikuti dengan adanya sekret yang keluar akibat perforasi membran timpani disebut otitis media supuratif kronik. OMSK menjadi faktor utama terjadinya gangguan pendengaran yang sebagian besar terjadi pada anak-anak. Secara nasional, didapatkan 3% dari 19.375 orang mengalami OMSK. Penelitian ini dilakukan di departemen THT-KL RSUP Sanglah dengan tujuan untuk dapat mendeskripsikan karakteristik OMSK melalui data rekam medis pada periode 1 Januari 2020 – 31 Desember 2020 dengan metode deskriptif retrospektif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa rekam medis yang tersedia di Instalasi Rekam Medis RSUP Sanglah dengan cara total sampling dan kemudian diolah dengan SPSS. Hasil penelitian didapatkan 98 kasus OMSK di Poliklinik THT-KL RSUP Sanglah Denpasar tahun 2020 yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Kasus terbanyak terdapat pada perempuan dengan persentase 51%. Berdasarkan kelompok umur, kelompok umur 21-30 tahun menjadi kasus terbanyak dengan persentase 24,5%. Keluhan gejala klinis yang paling umum adalah otorrhea dengan persentase 95,9%. Berdasarkan tipenya, paling sering dijumpai kasus OMSK tipe tubotimpani dengan persentase 73,5%. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kasus OMSK di Poliklinik THT-KL RSUP Sanglah Denpasar pada tahun 2020 paling sering terjadi di perempuan, dominan pada umur 21-30 tahun, gejala klinis terbanyak adalah otorrhea, dan tipe OMSK yang paling sering adalah tubotimpani. A chronic inflammation in middle ear with presence of perforated membrane and otorrhea is define as chronic suppurative otitis media (CSOM). CSOM is the main factor of hearing loss that usually occurs in children. In Indonesia, there are 3% out of 19,375 cases of CSOM occurred. This study was conducted to identify the characteristics of CSOM such as gender, age, clinical symptoms, and type of CSOM in ENT Polyclinic at RSUP Sanglah Denpasar in 2020. This study was conducted in RSUP Sanglah Denpasar in 2021 uses patients medical record data in the period of 1 January 2020 – 31 December 2020 with a retrospective descriptive method. Data that are available in Medical Record Installation at Sanglah General Hospital was collected with total sampling then processed by using SPSS. This study shows that 98 cases of CSOM that met the inclusion criteria at ENT Polyclinic Sanglah General Hospital in 2020. Most cases occurred in females with a percentage of 51%. Based on age group, dominantly occurred in 21-30 years old with a percentage of 24.5%. The most common clinical symptom was otorrhea with a percentage of 95.9%. Tubotympanic type was the most common CSOM type with a percentage of 73.5%. From this study can be concluded that CSOM at ENT Polyclinic Sanglah General Hospital Denpasar in 2020 mostly occurred in female, dominantly in the age group of 21-30 years, most common symptom was otorrhea, and most common type was tubotympanic type.
PREVALENSI KONTAMINASI BAKTERI Salmonella sp. DAN Shigella sp. PADA DAGING AYAM POTONG YANG DIJUAL OLEH PEDAGANG PASAR TRADISIONAL DI KOTA DENPASAR Surya Putra, I Gusti Agung Utama; Darwinata, Agus Eka; Putra Pinatih, Komang Januartha; Fatmawati, Ni Nengah Dwi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i06.P11

Abstract

Salmonella sp. and Shigella sp. are bacterias that have become the most frequent cause of foodborne illness in developing countries. One of its contamination is chicken meat which is a daily staple food. The contamination occurs if the processing, storage, and distribution of chicken meat are improper. The aim of this study was to find the prevalence of contamination by Salmonella sp. and Shigella sp. on chicken meat sold by traditional market traders in Denpasar City. The type of research is cross-sectional research with descriptive observational. This study used the cluster sampling method. The total of samples is 24 samples and were taken from six traditional markets in each district of Denpasar City. Identification of Salmonella sp. and Shigella sp.Bacteria was done at the Integrated Biomedical Laboratory of Medical Faculty of Udayana with the culture method on Salmonella-Shigella agar media and Simmons Citrate culture. The total percentage contamination of Salmonella sp. was 58.33% (14/24), while Shigella sp. 20.83% (5/24). This bacterial contamination is caused by the lack of attention to hygiene in every chicken meat processing, storage, and distribution. The researcher suggests that further similar research be carried out using advanced identification methods to distinguish bacterial colonies in more detail and conduct a quantitative assessment of environmental contamination where chicken traders live.
HUBUNGAN ANTARA JENIS MASKER DENGAN KELUHAN PERNAPASAN PENGEMUDI OJEK ONLINE DI KOTA DENPASAR Kusumaningrum, Cornelia Ayu; Griadhi, I Putu Adiartha; Muliarta, I Made; Purnawati, Susy
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i06.P12

Abstract

Pendahuluan: Pengemudi ojek online memiliki mobilitas sehari-hari yang cukup tinggi. Mobilitas tinggi terlebih pada saat jam-jam sibuk menjadikan pengemudi ojek online berpotensi menerima pajanan lebih banyak dibanding dengan profesi lain yang juga bekerja dijalanan. Pajanan yang diterima dapat menyebabkan berbagai keluhan pernapasan pada pengemudi ojek online. Keluhan pernapasan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti jenis masker, derajat merokok, status gizi, masa bekerja, dan juga lama pajanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jenis masker dengan keluhan pernapasan pengemudi ojek online di Kota Denpasar. Metode: Penelitian ini menggunakan data primer dan pengambilan sampel dengan metode konsekutif. Kuesioner dalam penelitian ini bertujuan untuk melihat nilai perilaku pekerja, derajat merokok, status gizi, dan jenis masker serta keluhan pernapasan pengemudi ojek online. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang dengan desain penelitian observasional. Hubungan antar variabel dievaluasi menggunakan uji Chi-Square dan uji regresi logistik. Hasil: Penelitian ini melibatkan 97 pengemudi ojek online di Kota Denpasar dengan kriteria eksklusi. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara jenis masker dengan keluhan pernapasan pengemudi ojek online (p<0,05). Hasil uji regresi logistik juga menunjukkan bahwa hubungan antara jenis masker dengan keluhan pernapasan pengemudi ojek online bermakna secara signifikan (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara jenis masker dengan keluhan pernapasan pengemudi ojek online. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut yang melakukan kontrol terhadap variabel pengganggu pada jumlah sampel yang lebih besar. Kata kunci : jenis masker, keluhan pernapasan, pengemudi ojek online.
HUBUNGAN ANTARA EKSPRESI EPIDERMAL GROWTH FACTOR RECEPTOR (EGFR) DENGAN P-STAGE PADA ADENOKARSINOMA KOLOREKTAL TIPE TIDAK SPESIFIK DI RSUP SANGLAH DENPASAR Diahningrum, Sylvi; Sri Mahendra Dewi, I Gusti Ayu; Sriwidyani, Ni Putu; Gotra, I Made; Winarti, Ni Wayan; Muliarta, I Made
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i7.P05

Abstract

ABSTRAKEGFR memegang peranan penting dalam progresifitas dari KKR. P-Stage merupakan faktor prognosis independen pada KKR. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan adanya hubungan ekspresi EGFR dengan P-Stage pada karsinoma kolorektal tipe tidak spesifik di RSUP Sanglah Denpasar. Penelitian ini merupakan cross-sectional study, observasional analitik potong lintang. Sampel adalah penderita adenokarsinoma kolorektal tipe tidak spesifik yang telah dilakukan operasi dan pemeriksaan histopatologi di Laboratorium Patologi Anatomik RSUP Sanglah, Denpasar yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan peneliti dengan besar sampel 46 pasien. P-Stage adalah sistem pengelompokan pasien yang dibuat berdasarkan penggabungan nilai dari 3 faktor prognosis yaitu umur pasien, derajat diferensiasi dan ukuran tumor, dikelompokkan menjadi P0 dan P1. Hasil penelitian dianalisis dengan analisis Chi square menganalisis hubungan antara ekspresi EGFR dengan P-Stage pada adenokarsinoma kolorektal tipe tidak spesifik di RSUP Sanglah Denpasar. Analisis uji rasio risiko prevalensi untuk mengetahui rasio risiko prevalensi dari ekspresi EGFR dengan P-stage. Nilai kemaknaan ditetapkan pada p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan rentang usia 81 tahun, median 61,5 tahun dan rerata usia 61,98±9,824 tahun, kasus terbanyak pT3 (80,4%), derajat diferensiasi sedang (71,7%), lokasi tumor di kiri (45,7%), laki-laki (67,4%), P0 (67,4%) dan ekspresi EGFR positif (69,6%). Dari analisis chi-square didapatkan hubungan yang signifikan secara statistik antara ekspresi EGFR dengan P-Stage (p= 0,036). Pada analisis estimasi risiko didapatkan adenokarsinoma kolorektal tipe tidak spesifik yang memiliki ekspresi EGFR positif memiliki risiko 10 kali lebih besar ditemukan dengan P-stage P1 dibandingkan dengan kasus ekspresi EGFR negatif (IK 95% 1,177-86,846).Kata kunci: Adenokarsinoma kolorektal, Ekspresi EGFR, P-Stage, Faktor Prognostik
PASIEN LUKA BAKAR DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH : PROFIL DAN PILIHAN TERAPI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. DJASAMEN SARAGIH KOTA PEMATANG SIANTAR PERIODE 2017 - 2019 Anggriant, Vincent; Saragih, Rajin; Pinem, Sersanta
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i06.P15

Abstract

ABSTRACT Background : Burns are one of the types of trauma which high morbidity and mortality. Burns make skin tissue damaged by various causes such as flame, scald or hot water, electricity, chemicals, and radiation, which still often occur today. Burns are a common health problem in developing and poor countries. The epidemiology of burns that occurs in Indonesia is still quite rarely reported. Purpose and Objectives : This study is to report burns at dr. Djasamen Saragih Regional Public Hospital, is a type B regional hospital in North Sumatra, Indonesia. Methods : This is descriptive analysis with cross-sectional by using medical records of burn patients treated from January 2017 to December 2019. The data are presented in tabular and graphic form. Results : There were 68 samples in this study. The highest incidence of burns was found in the adult age group as many as 46 cases (67,6%) and dominated by men of 45 persons (66,2%), with the most cases being caused by burns due to scalding injury 39 cases (57,4%). The majority of incidents in this study suffered from second-degree burns, recorded 61 cases (89,7%). Excisional debridement is the most common surgery performed therapy in as many as 42 cases (62%) in this study. Conclusions : From this study, it was shown that the high-risk groups in cases of burns were adults and men. The number of events that cause high morbidity and mortality can be prevented by increasing knowledge of burns, and implementing preventive measures, especially in low socio-economic communities. Keywords : Burns, age, sex, etiology, degree, treatments
UJI AKTIVITAS MUKOLITIK REBUSAN HERBA PUTRI MALU (Mimosa pudica L) SECARA IN VITRO Sulistanti, Erly; Pratama, Iman Surya; Hidayati, Agriana Rosmalina; Wirasisya, Dyke Gita
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i7.P09

Abstract

Studi etnobotani rebusan herba putri malu (Mimosa pudica L) memiliki efek mukolitik, namun kajian ilmiah mengenai metabolit sekunder serta aktivitas mukolitik saat ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan profil metabolit sekunder dan efek mukolitik rebusan herba putri malu. Pada penelitian ini ekstraksi dilakukan dengan metode rebusan. Penapisan fitokimia dilakukan dengan uji tabung dilakukan untuk alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid/triterpenoid. Rebusan dibuat dalam konsentrasi 7,5 dan 15% b/v untuk pengujian mukolitik secara in vitro menggunakan mukus putih telur bebek. N-asetilsistein (NAC) 2% b/v (kontrol positif), campuran mukus-dapar fosfat-Tween 80 (kontrol negatif) dan ekstrak uji masing-masing dituangkan kedalam larutan mukus. Viskositas mukus kemudian diolah uji statistik parametrik ANOVA dan uji lanjutan LSD menggunakan SPSS versi 16. Studi tersebut menunjukkan rebusan herba putri malu mengandung metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid. Uji mukolitik menunjukkan adanya penurunan viskositas mukus putih telur pada kotrol positif, konsentrasi 7,5 dan 15% b/v. Seluruh kelompok berbeda signifikan dengan kontrol negatif (p<0,05) namun konsentrasi 7,5 dan 15% b/v tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif (p>0,05). Nilai viskositas 7.5 dan 15% b/v berturut-turut adalah 1,1802 cP dan 1,0081 cP (p?0,05). Dari studi ini dapat disimpulkan bahwa rebusan herba putri malu mengandung metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid dan efektif sebagai mukolitik dengan menurunkan viskositas mukus secara in vitro pada konsentrasi 15% b/v. Kata kunci : mukolitik, rebusan herba putri malu dan penapisan fitokimia

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue