cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
HUBUNGAN ASUPAN JENIS BERAS TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II Utami Dewi, Ayu Dian; Sutadarma, I Wayan Gede; Wiryanthini, Ida Ayu Dewi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i05.P05

Abstract

Type II DM is a metabolic disease characterized by increase blood glucose level is caused secretion insulin dysfunction and insulin resistance. An increase in the incidence of DM can occur because of an unbalanced diet. Aim this study to determine the relationship of rice type intake with random blood glucose levels in type II DM patients. This study was a cross sectional analytic study which was conducted from September until November 2020 at the Puskesmas Denpasar Barat I and II. The sample in this study were patients with type II DM who met the inclusion criteria is a patient with a consuming rice, and a patient without using insulin. Exclusion criteria were a patient without consuming rice. Samples were obtained using simple random sampling technique and obtained 31 samples that met the inclusion criteria. The study was conducted by asking the sample for informed consent and asking sample to fill out an online questionnaire that contain food intake that the sample consumes in a day. Normality test is using Saphiro-wilk test and bivariate analysis with Rank-Spearman test. White rice type intake was 61,3%, red rice type intake was 35,5% and black rice type was 3,2%. Carbohydrate of rice intake in women amounted to 95,281 grams and in men 101, 810 grams. Calorie intake per day for women was 1226,0 kcal and in men was 1300,6 kcal. From analysis result there is a relationship between rice type intake, calorie, and carbohydrate with random blood glucose level (p= 0,000, p= 0,000, p= 0,000). Strength of correlation (r= 0,717, r= 0,945, r= 0,945). There is a significant relationship between rice type intake on random blood glucose level with a strong correlation.
IDENTIFIKASI BAKTERI Escherichia coli SUBTIPE Enteroaggregative Escherichia coli DAN Enteropathogenic Escherichia coli DENGAN METODE KULTUR DAN POLYMERASE CHAIN REACTION PADA SATE DAGING BABI DI KOTA DENPASAR Putra, I Dw. Gd. Bayu Artha Pratama; Sukrama, I Dewa Made; Budayanti, Ni Nyoman Sri; Hendrayana, Made Agus
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i05.P13

Abstract

ABSTRACT Pork satay is a traditional Balinese dish whose basic ingredient is pork. Pork contains Escherichia coli bacteria which is a normal flora in pigs, so if it is not processed properly and hygienically, it has the potential to be contaminated with Escherichia coli bacteria from pork or in the processing process which can cause diarrhea if consumed. This study aims to identify the presence of Escherichia coli bacteria contamination as well EAEC and EPEC subtypes on pork satay in Denpasar City. This research is a descriptive study with an observational research design. In this study, using cluster purposive sampling technique with 16 samples taken from each sub-district in Denpasar City. All samples were examined at the Microbiology Laboratory, Faculty of Medicine, Udayana University. The samples were cultured on Eosin Methylene Blue Agar (EMBA) media and the positive results of Escherichia coli bacteria from the culture process were continued to the identification stage using the Polymerase Chain Reaction (PCR) method. Of the 16 samples of pork satay tested for culture, 9 (56%) samples were positive for Escherichia coli bacteria. All positive samples were continued with the identification process using the Polymerase Chain Reaction (PCR) method and the results showed no one of EAEC and EPEC subtypes were detected in all positive samples. In this study, most of the pork satay samples were contaminated with Escherichia coli bacteria, but after molecular identification, no one of EAEC and EPEC subtypes were found in all samples that were positive for Escherichia coli bacteria. Keywords : Pork satay, Escherichia coli, Diarrhea
Perbandingan Kekuatan Otot Tangan dan Kaki Penari Jauk Keras dengan Kebyar Duduk pada Mahasiswa di Institut Seni Indonesia Denpasar Suwarya, Eka Aditya Pradnya; Sri Handari Adiputra, Luh Made Indah; Tirtayasa, Ketut
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i04.P14

Abstract

Pendahuluan: Tarian tradisional yang banyak diminati masyarakat seperti Tari Jauk Keras dan Tari Kebyar Duduk yang sering diperlombakan oleh pemerintah maupun masyarakat di Provinsi Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan kekuatan otot tangan dan otot kaki Penari Jauk Keras dengan Penari Kebyar Duduk pada mahasiswa Institut Seni Indonesia Denpasar. Metode: Penelitian inferensial ini menggunakan metode uji-t. Populasi yang digunakan sebanyak 58 orang mahasiswa laki-laki dengan sampel sebanyak 36 orang yang diklasifikasikan 18 orang penari Tari Jauk Keras dan 18 Tari Kebyar Duduk. Hasil: Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa data yang diperoleh berdistribusi normal dan bersifat homogen. Terdapat perbedaan yang signifikan pada kekuatan otot tangan kanan antara penari Tari Jauk Keras sebesar 30,3333 kg dengan penari Tari Kebyar Duduk sebesar 26,0883 kg sedangkan kekuatan otot tangan kiri antara penari Tari Jauk Keras dan penari Tari Kebyar Duduk tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Kekuatan otot kaki penari pada kedua jenis tari ditemukan perbedaan yang signifikan yaitu pada penari Tari Kebyar Duduk mempunyai rata-rata kekuatan otot kaki lebih besar yaitu 61,9167 kg sedangkan penari Tari Jauk Keras dengan rata-rata 48,222 kg. Simpulan: Mahasiswa di Institut Seni Indonesia Denpasar yang mengambil kompetensi Tari Jauk Keras dijumpai memiliki kekuatan otot tangan kanan lebih besar daripada penari Kebyar Duduk, dengan kekuatan otot tangan kiri penari pada kedua tarian tersebut hasilnya sama, sementara itu kekuatan otot kaki penari Kebyar Duduk mendapatkan hasil lebih besar daripada penari Jauk Keras. Kata kunci : Tari Jauk Keras, Tari Kebyar Duduk, Otot tangan, Otot Kaki, uji-t
Latihan Yoga Suryanamaskara Meningkatkan Keseimbangan Statis Remaja di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Semarapura Rahita, Dewa Ayu Agung Mas Berliana; Griadhi, I Putu Adhiartha; Adiputra, Luh Made Indah Sri Handari; Sundari, Luh Putu Ratna
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i04.P08

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Aktivitas fisik diperlukan untuk mendapatkan kebugaran jasmani yang salah satunya adalah keseimbangan. Keseimbangan statis adalah bentuk keseimbangan saat posisi tubuh tetap. Hal ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan agar menjaga kualitas hidup dan menjalankan aktivitas dengan baik. Salah satu aktivitas fisik yang dapat menjaga keseimbangan adalah Yoga Suryanamaskara. Tujuan: membuktikan latihan Yoga Suryanamaskara dapat meningkatkan keseimbangan statis remaja di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Semarapura. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimental dengan subjek penelitian kelompok kontrol dan perlakuan remaja usia 15-18 tahun, siswi SMA Negeri 1 Semarapura, Kabupaten Klungkung. Sampel dipilih dengan teknik simple random sampling. Yoga Suryanamaskara dilakukan pada bulan Agustus-September 2020. Keseimbangan statis diukur dengan metode Blind Stork Balance Test. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Independent Samples t-test. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan nilai p=0,012 (p<0,05) yang menunjukkan latihan Yoga Suryanamaskara meningkatkan keseimbangan statis remaja di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Semarapura dengan signifikan. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa latihan Yoga Suryanamaskara selama 1 jam, 2 kali seminggu, selama 6 minggu terbukti meningkatkan keseimbangan statis yang signifikan pada remaja usia 15-18 tahun di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Semarapura. Kata kunci : Yoga Suryanamaskara, Keseimbangan Statis, Remaja
KARAKTERISTIK KLINIS CEDERA KEPALA PADA PEDIATRI DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2020 Gunawan, Made Favian Budi; Maliawan, Sri; Mahadewa, Tjokorda Gde Bagus; Niryana, I Wayan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i05.P16

Abstract

Head injury is one of many emergency cases in pediatric with high mortality cases. The incidence of pediatric head injury in the world, is in the range of 47-280 per 100,000 inhabitants and a total of more than 3 million cases of head injury in children occur each year. This study aims to find out more about the clinical characteristics of head injuries in children, especially patients treated at Sanglah Hospital Denpasar in 2020. This study was conducted using a cross-sectional descriptive method using secondary data in the form of patient medical records. From the results of the research conducted, it was obtained as many as 86 cases, with the conclusion that the most cases were in the group of adolescent patients, in the age range of 13-18 years (62.8%), with the most mechanism of injury due to traffic accidents without the use of helmets (47.7%), then the most frequent GCS values ??were in the range 14-15 which were classified as mild head injury (55.8%), the most common complaint was headache (79.1%), the most common skull fractures were linear fractures (41 ,9%) and intracranial lesions with the most frequency were epidural hematomas (46.5%). The findings of this study are expected to be used as a basis for further research in pediatric head injury and to increase community awareness about child safety.
PERKIRAAN TINGGI BADAN BERDASARKAN TULANG PANJANG TUNGKAI KAKI PADA ANAK DI DENPASAR Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i5.P01

Abstract

Perkiraan tinggi badan yang merupakan bagian dari antropometri, berperan penting dalam rekonstruksi suatu profil biologis manusia pada antropologi forensik. Belum terdapat cara yang baku untuk perkiraan tinggi badan berdasarkan jenasah yang belum teridentifikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model perkiraan tinggi badan dengan menggunakan panjang tulang tungkai kaki pada anak. Metode penelitian menggunakan desain observasional dengan pendekatan studi cross sectional. Subjek sejumlah 140 anak dipilih secara systematic random sampling. Untuk pengukuran tinggi badan digunakan ZT-120 Health Scale, sedangkan untuk pengukuran panjang tulang tingkai kaki digunakan spreading caliper. Perkiraan tinggi badan menggunakan model regresi linier dengan panjang tulang tungkai kaki sebagai prediktor. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua tulang sebagai prediktor yaitu tulang fibula kanan dan fibula kiri dengan koefisien regresi 0.916 (±4.74.78; p<0.01) dan 0.915 (±4.7820; p<0.01) secara berurutan untuk perkiraan tinggi badan pada anak. Simpulan penelitian ini adalah tulang fibula kanan dan fibula kiri dapat digunakan memperkirakan tinggi badan pada anak. Kata kunci: tulang panjang, tinggi badan, fibula, anak, tungkai.
KARAKTERISTIK MENOPAUSE PADA PERAWAT DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2021 Kirana, Ni Wayan Kartika Candra; Surya, I Gede Ngurah Harry Wijaya; Manuaba, Ida Bagus Gede Fajar; Mulyana, Ryan Saktika
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i04.P16

Abstract

The age of menopause varies in each woman, due to differences in the characteristics of certain factors that are thought to have an effect. This study aims to determine the age of menopause and the characteristics of education level, marital status, parity, age of menarche, age of first birth, history of hormonal contraceptive use, and Body Mass Index in postmenopausal nurses at Sanglah General Hospital Denpasar in 2021. This study is an observational descriptive study with a cross-sectional approach. The sample consisted of 60 respondents who were collected by total sampling method. Data were collected through interviews using a questionnaire. The results showed that 88,3% experienced menopause at the age of >45 years with the most distribution at the age of 50 years (30%). The characteristics of respondents were as follows, namely 100% in married, 88,3% completed D3/S1/S2/S3, 73,3% had given birth to 1-2 children, 88,3% gave birth to their first child at the age of 20-29 years, 58,3% menarche at age > 14 years, 61,7% never used hormonal contraception, 51,7% are obese I. The results of this study are expected to be used as a basis for further research to determine the association between the characteristics of a woman and menopausal age. Keywords : menopause, menopausal age, characteristics.
PERBEDAAN ANTARA METODE PEMBELAJARAN KONVENSIONAL DAN PEER ASSISTED LEARNING (PAL) TERHADAP HASIL PEMBELAJARAN PRAKTIKUM ANATOMI PADA MAHASISWA SEMESTER I FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Kanaka Puspita, Ida Ayu; Damayanti, Putu Ayu Asri; Wardani, Ni Putu; Eka Diarthini, Ni Luh Putu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i05.P11

Abstract

Metode pembelajaran peer assisted learning (PAL) mampu meningkatkan pemahanan dan interaksi sosial yang baik untuk mahasiswa tahun pertama yang tengah mengalami masa penyesuaian. Anatomi sebagai dasar pengetahuan preklinik sangat penting dan cenderung disampaikan dengan metode konvensional (teacher-centered). Penelitian in bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil pembelajaran anatomi antara metode konvensional dan PAL pada mahasiswa tahun pertama di Fakultas KedokteranmUniversitas Udayana. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu (metode konvensional: kontrol; metode PAL: intervensi) dengan pretest dan post-test. Sampel diambil menggunakan teknik pengambilan acak pada mahasiswa tahun pertama di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana setelah mendapat persetujuan. Hasil pembelajaran diolah dengan SPSS melalui uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Dari penelitian ini ditemukan adanya perbedaan hasil pembelajaran antara metode konvensional dan PAL. Melalui uji Mann-Whitney didapatkan rerata peringkat kelompok dengan metode konvensional (145,67) lebih tinggi daripada kelompok dengan PAL (91,04) (p<0,05) dari total 238 mahasiswa. Temuan ini bermanfaat memberikan pemahaman metode pembelajaran lain terhadap mahasiswa tahun pertama dan menjadi analisa perbedaan kedua metode pada pembelajaran anatomi di Fakultas Kedokteran Universitasi Udayana. Kata Kunci: metode pembelajaran, konvensional, peer assisted learning.
Evaluasi Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 Pada Industri Petrokimia di Sumatera Selatan Arinda, Sri; Modjo, Robiana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i05.P06

Abstract

The COVID-19 pandemic has a global impact, not only on health but also on the economic sector. In order to support the sustainability of the economy, various industries continue to carry out business activities during the COVID-19 pandemic. To support this situation, various parties, both government and international institutions such as the International Labour Organization (ILO) have developed guidelines for preventing and controlling COVID-19 in the workplace. Further evaluation of the implementation of these guidelines is very important to determine the company's level of readiness in dealing with the COVID-19 pandemic. This study was conducted at PT X, one of the Petrochemical Companies in South Sumatra. This study was conducted in September 2021 – January 2022. This is a semi-quantitative study with a Cross Sectional design. Data were collected through direct observation and review of company documents based on Kepmenkes No. HK.01.07/Menkes/328/2020, SE Minister of Manpower No. M/7/AS.02.02/V/2020 and the 2020 ILO guidelines. Data triangulation was carried out by in-depth interviews with 7 key informants. The results showed that PT X has implemented the COVID-19 prevention and control programs with a readiness level of 91.3%. However, there are programs that have not been implemented (the prevention of stigma and discrimination, evaluation of worker's knowledge and behavior, and also the structure of the COVID-19 team has not been included in the P2K3 structure. It is recommended to PT X to implement these programs in order to optimize the efforts that have been made. Keywords: COVID-19, Workplace, Prevention and Control
PREVALENSI SINUSITIS MAKSILARIS DITINJAU DARI GAMBARAN RADIOLOGIS PASIEN RINITIS DI RSUP SANGLAH Jelita, Kadek Intan; Sitanggang, Firman Parulian; Martadiani, Elysanti Dwi; Ayusta, I Made Dwijaputra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i06.P06

Abstract

Kondisi rinitis dapat diperburuk dengan adanya komorbiditas dengan sinusitis yang dapat juga menjadi satu istilah rinosinusitis. Sinusitis maksilaris merupakan jenis sinusitis yang paling banyak dijumpai. Saat ini, Foto Waters dan MSCT (Multisliced Computerized Tomography) Scan merupakan modalitas radiologis yang umum digunakan untuk mendiagnosis sinusitis maksilaris. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi sinusitis maksilaris pada pasien rinitis dengan menggunakan Foto Waters dan MSCT scan sebagai alat diagnosis. Pasien rinitis yang diperiksa di RSUP Sanglah dari bulan Januari 2018 hingga bulan Agustus 2019 digunakan sebagai sampel penelitian. Kemudian dilakukan pengumpulan data sekunder tentang jumlah pasien rinitis yang melakukan pemeriksaan radiologis, jenis kelamin, usia, dan gambaran radiologis yang didapatkan. Gambaran radiologis yang didata adalah penebalan mukosa, perselubungan dan air-fluid level. Dari 50 sampel pasien rinitis yang diteliti, didapatkan 17 pasien rinitis (34%) mengalami deviasi septum, dan 18 pasien (36%) mengalami hipertrofi konka. Sebanyak 16 pasien (32%) melakukan pemeriksaan radiologis, dan sebanyak 34 pasien (68%) tidak melakukan pemeriksaan radiologis. Sebanyak 13 pasien (26%) menderita sinusitis maksilaris dan 37 pasien (74%) tidak mengalami kelainan. Didapatkan juga adanya perbedaan hasil pada pasien yang melakukan kedua pemeriksaan (Foto Waters dan MSCT Scan). Sinusitis maksilaris diderita lebih banyak pada perempuan sebanyak 7 orang (53,85%) dan pada laki-laki sebanyak 6 orang (46,15%). Penderita terbanyak didapatkan pada kelompok usia 15-29 tahun sebanyak 5 pasien (38,46%). Gambaran terbanyak pada Foto Waters adalah perselubungan sebanyak 3 penderita (75%), dan pada MSCT Scan adalah penebalan mukosa sebanyak 8 penderita (80%). Terdapat 2 sampel (4%) menderita sinusitis etmoidalis dan 1 pasien (2%) menderita pansinusitis. Kata Kunci: Rinitis, Sinusitis Maksilaris, Foto Waters, MSCT Scan

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue