cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
CARDIOPULMONARY RESUSCITATION SUCCESS RATE IN PATIENTS WHO HAVE CARDIAC ARREST IN SANGLAH HOSPITAL Cristy, Nadia Assecia; Ryalino, Christopher; Suranadi, I Wayan; Hartawan, I Gusti Agung Gede Utara
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i06.P10

Abstract

ABSTRAK Henti jantung adalah hilangnya fungsi jantung secara mendadak dan bisa terjadi pada seseorang yang memiliki penyakit jantung atau tidak. Penyebab kejadian henti jantung terbanyak adalah penyakit pada sistem kardiovaskular seperti bradikardia, takikardia, kardiomiopati. Resusitasi Jantung Paru merupakan tindakan pertolongan untuk mengembalikan fungsi pernapasan dan sirkulasi pada orang henti jantung. Peneliti tertarik memperluas informasi mengenai Angka Keberhasilan Resusitasi Jantung Paru Pada Pasien Yang Mengalami Henti Jantung di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif potong lintang. Subjek penelitian dipilih menggunakan metode consecutive sampling berdasarkan kriteria inklusi terhitung sejak 1 Januari 2021 sampai 30 Juni 2021 di IGD dan ruang rawat inap RSUP Sanglah Denpasar. Variabel dalam penelitian ini meliputi: data demografi pasien berupa usia, jenis kelamin, luaran. Data dianalisis secara deskriptif. Sebanyak 294 pasien yang di RJP pada tahun 2019, dan 121 pasien yang di RJP pada tahun 2020. Subjek penelitian pada tahun 2019 terdiri dari 42,5% perempuan, dan 57,5% laki-laki. Pada tahun 2020 terdiri dari 41,3% perempuan dan 58,7% laki-laki. Usia subjek penelitian dibagi menjadi delapan kelompok, namun usia dengan persentase terbanyak pada tahun 2019 adalah >65 tahun sebanyak 29,9%. Pada tabel menunjukkan bahwa populasi laki-laki yaitu 57,8% dengan usia terbanyak >65 tahun sebanyak 29,4% mengalami henti jantung. Terdapat 68,0% yang meninggal selama dua tahun. Kejadian henti jantung diperoleh sebanyak 415 kasus di RSUP Sanglah. Diperoleh angka keberhasilan RJP pasien henti jantung sebesar 32%. Keberhasilan RJP ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin. Kata kunci : angka keberhasilan, henti jantung, resusitasi jantung paru.
PREVALENSI TERJADINYA BURNOUT SYNDROME DAN HUBUNGAN DENGAN FAKTOR PENYEBABNYA PADA DOSEN WANITA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Intan Fridayanti, Dewa Ayu; Purnawati, Susy; Indah Sri Handari Adiputra, Luh Made; Tirtayasa, Ketut
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i05.P18

Abstract

Female workers have a high level of fatigue which can lead to burnout syndrome, especially female workers who are lecturers at Faculty of Medicine Udayana University. This study aims to determine the prevalence of burnout syndrome in female lecturers and the relationship with the causative factors. This study is an analytical observational study with a cross-sectional approach using 94 research samples. The relationship between variables was analyzed using Chi-square. The results of this study indicate that there is no significant relationship between age and burnout syndrome (p=0,140); there is no significant relationship between marital status and burnout syndrome (p=0,780); there is no significant relationship between tenure and burnout syndrome (p=0,238); there is no significant relationship between individual factors and burnout syndrome (p=0,347); there is no significant relationship between organizational factors and burnout syndrome (p=0,331); there was no significant relationship between work environment and burnout syndrome (p=0,202). The conclusion of the study is that there is no relationship between age, marital status, tenure, individual factor, organizational factor and work environment with the occurrence of burnout syndrome
EFEK PROTEKTIF BEKUL BALI (Ziziphus jujuba Mill.) TERHADAP SKOR KERUSAKAN PANKREAS DAN HISTOPATOLOGI PULAU LANGERHANS TIKUS TERINDUKSI DIET TINGGI LEMAK Tri Pramartha, I Nyoman; Sutirta Yasa, I Wayan Putu; Dharma Santhi, Desak Gde Diah; Wiradewi Lestari, Anak Agung
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i06.P08

Abstract

Diet tinggi lemak merupakan faktor risiko sindrom metabolik yang dapat menimbulkan penyakit diabetes melitus tipe 2. Prevalensi diabetes terus meningkat dan merupakan penyebab utama dari 1,6 juta kematian global serta komplikasi diantaranya gagal ginjal, kebutaan, gagal jantung, hingga amputasi tungkai bawah. Tujuan penelitian ini menguji efek protektif buah bekul bali atau=Ziziphus jujuba Mill. (Zj) terhadap skor kerusakan pankreas dan histopatologi pulau Langerhans tikus yang diberikan diet tinggi lemak. Desain penelitian yang digunakan yaitu post-test dengan grup kontrol. Populasi dalam penelitian (n=25) tikus:Wistar jantan”(Rattus norvegicus).berumur 3-4 bulan dengan berat 180-200 g. Tikus secara acak dibagi kedalam lima kelompok yaitu: normal dengan diet standar (K-) dan diet tinggi lemak yang diberikan selama 56 hari dan perlakuan selama 14 hari berupa: plasebo (K+); ekstrak dosis 200 mg/kg Zj(rendah); ekstrak dosis 400 mg/kg Zj(sedang); ekstrak dosis 800 mg/kg Zj(tinggi). Data hasil pengamatan skor kerusakan pankreas kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan kelompok K+ memiliki skor kerusakan pankreas yang tinggi dan bermakna dibandingkan kelompok K- (p<0,01). Pada kelompok perlakuan, pemberian ekstrak dosis tinggi berhasil menunjukkan skor kerusakan pankreas paling rendah dan bermakna dibandingkan K+ (p<0,01). Sedangkan ekstrak dosis sedang dan rendah, meskipun menunjukkan skor yang lebih rendah dibandingkan K+, namun secara statistik tidak berbeda bermakna. Hal ini menunjukkan adanya efek terapi yang dose-dependent. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan ekstrak etanol bekul bali (Ziziphus jujuba Mill.) memiliki potensi untuk dapat dikembangkan sebagai obat terkait efek protektifnya. Kata Kunci: bekul bali (Ziziphus jujuba mill.), skor kerusakan pankreas, histopatologi pulau langerhans, diet tinggi lemak
Studi In Vivo STUDI IN VIVO EKSTRAK ETANOL KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VAL.) SEBAGAI NEFROPROTEKTOR TERTARGET NOX4 PADA MODEL HIPERKOLESTEROLEMIA Dharmajaputra, Gede Bagus; Sokawati Kesuma, Nyoman Diah Asvini; Aris Mudariani, Ni Wayan; Agatha Putra, Gusti Ngurah; Dwi Vedanta, I Gusti Ngurah Ananta; Mahendra, Agung Nova
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i06.P09

Abstract

ABSTRAK Hiperkolesterolemia merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan meningkatnya kadar kolesterol di dalam darah melewati batas normal yang disebabkan oleh berbagai macam faktor salah satunya adalah pola makan yang buruk. Penyakit ini dapat meningkatkan produksi dari NOX4 sehingga terjadi peningkatan kadar Reactive Oxygen Species (ROS) dan dapat menimbulkan banyak komplikasi penyakit, salah satunya adalah penyakit ginjal. Pada rimpang kunyit terdapat senyawa aktif berupa flavonoid yang berperan sebagai antioksidan dengan meningkatkan ekspresi miR-25 sehingga dapat menurunkan jumlah NOX4. Penelitian ini memiliki tujuan untuk membuktikan peran dari senyawa flavonoid dari ekstrak etanol kunyit terhadap mencit model hiperkolesterolemia. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat eksperimental secara in vivo dengan menggunakan rancangan post-test only with control group design. Mencit yang digunakan adalah sebanyak 25 ekor yang akan dikelompokkan menjadi lima kelompok sehingga satu kelompok terdapat lima ekor mencit, yaitu kelompok normal, kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, kelompok perlakuan satu dan perlakuan dua. Teknik analisis data akan dilakukan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas dan uji komparabilitas. Pada ekstrak etanol kunyit (Curcuma domestica Val.) dengan dosis 20mg/KgBB cenderung menurunkan kadar NOX4 pada mencit model hiperkolestrolemia, tetapi tidak menunjukkan efek yang signifikan. Keterbatasan penelitian ini adalah tidak dilakukan dalam periode yang lebih lama sehingga tidak dapat mengetahui potensi dari variabel lainnya. Kata kunci : rimpang kunyit, hiperkolesterolemia, NOX4, flavonoid ABSTRACT Hypercholesterolemia is a condition characterized by blood cholesterol levels exceeding the limit caused by various factors, one of which is a poor diet. This disease can increase the production of NOX4 resulting in an increase in levels of Reactive Oxygen Species (ROS) and can cause many complications, one of which is kidney disease. In turmeric rhizome there are active compounds in the form of flavonoids which act as antioxidants by increasing the expression of miR-25 so that it can reduce the amount of NOX4. This study aims to prove the role of flavonoid compounds from turmeric ethanol extract on hypercholesterolemic mice models. This study is an in vivo experimental study using a post-test only with control group design. The mice used were as many as 25 mice which would become five groups so that in one group there were five mice, namely the normal group, the negative control group, the positive group, the treatment group and the second treatment. Data analysis techniques will be carried out using descriptive analysis techniques, normality test, homogeneity test and comparability test. The ethanol extract of turmeric (Curcuma domestica Val.) with a dose of 20mg/KgBW tends to reduce NOX4 levels in hypercholesterolemic mice models, but does not show a significant effect. The limitation of this research is that it was not carried out in a longer period so that it cannot know the potential of other variables. Keywords: turmeric rhizome, hypercholesterolemia, NOX4, flavonoids
TINGKAT PENGETAHUAN PADA KECEMASAN REMAJA TERHADAP COVID-19 DI SMPN 16 KERINCI Sari, Putri Minas; Nur, Siti Aisyah; Diana Morika, Honesty; Idaman, Meldafia
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i7.P06

Abstract

Covid-19 has become a worldwide pandemic disease. In Indonesia, every year the anxiety rate continues to increase, estimated at 20% of the world's population and as many as 47.7% of adolescents feel anxious. The purpose of the study was to determine the relationship between knowledge levels and anxiety levels against covid 19 in adolescents at SMPN 16 Kerinci. This type of research is descriptive-analytic with a cross-sectional design. The research was conducted at SMPN 16 Kerinci on June 22, 2021. The study population was all students of grades VII and VIII at SMPN 16 Kerinci using proportional random sampling techniques. Data collection using questionnaires was analyzed through univariate and bivariate analysis. The results showed that adolescents whose knowledge level was sufficient and moderate had the same value, which was 34% and the level of moderate anxiety and no symptoms had the same value, which was 34%. The results of the Chi-square test found a relationship between the level of knowledge and the level of anxiety about Covid-19 in adolescents at SMPN 16 Kerinci (p-value 0.019 < 0.05). The results of the study concluded that there is a relationship between the level of knowledge and the level of anxiety about Covid-19, it is hoped that the principle of SMPN 16 Kerinci can form a Covid-19 task force team in schools to be more vigilant about Covid-19.
KORELASI ADC VALUE DENGAN DERAJAT FAZEKAS PADA MRI KEPALA PASIEN DENGAN LEUKOARAIOSIS Sumantri, Sumantri
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i7.P15

Abstract

MRI kepala memegang peranan penting dalam penegakan leukoaraiosis dengan menggunakan derajat Fazekas, dimana ADC value juga berperan dalam mengenal impendansi air pada sel-sel akibat peningkatan ruang ekstraselular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat Fazekas dengan ADC value pada pasien dengan Leukoaraiosis pada pemeriksaan MRI kepala. Desain penelitian berupa retrospective cross-sectional dilakukan pada 140 pasien berumur di atas 40 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan menjalani pemeriksaan MRI kepala. Analisa karakteristik gambaran leukoaraiosis dilakukan pada sekuen T2-Flair untuk menentukan derajat Fazekas, sedangkan nilai ADC value ditentukan pada area white matter di periventrikel. Perbedaan proporsi ADC value berdasarkan derajat Fazekas diuji dengan uji spearman. Dari data yang didapat menunjukan kenaikan nilai ADC value yang berbanding lurus dengan derajat Fazekas, semakin tinggi derajat Fazekas maka nilai dari ADC value di area white matter akan mendekati nilai ADC value pada CSF. Pada uji spearman terdapat korelasi yang bermakna antara derajat Fazekas dengan ADC value , dan memiliki kekuatan korelasi sangat kuat dan searah (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah semakin tinggi derajat Fazekas maka semakin tinggi pula nilai ADC value dengan nilai maksimal yang mendekati nilai ADC Value dari CSF. Kata Kunci : MRI kepala, leukoaraiosis, Fazekas, ADC value
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK UBI JALAR UNGU DAN EKSTRAK BUAH BIT TERHADAP KADAR KOLESTEROL PADA TIKUS WISTAR YANG DIBERI DIET TINGGI LEMAK Tohjiwa, G. Raditya; Wahyuniari, Ida Ayu Ika; Linawati, Ni Made; Arijana, I G Kamasan Nyoman
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i06.P02

Abstract

Cardiovascular disease is a disease that often occurs in Indonesia. Cholesterol and free radicals can stimulate an increase in oxidative stress on the walls of the coronary arteries which can trigger coronary heart disease. Ipomea Batatas and Beta Vulgaris L contain flavonoids and betalains which is useful to lower cholesterol levels in the body to prevent cardiovascular disease. This study aimed to determine the effect of the combination of purple sweet potato and beetroot extract on cholesterol levels in rats fed a high-fat diet. The study design was an experimental study using the Post Test Only Control Group Design method with a sample of 24 male wistar rats fed a high-fat diet and divided into 4 groups. Aquadest was given to the control group (K-) while Ipomea Batatas extract (P1), Beta Vulgaris L extract (P2) and a combination of Ipomea Batatas and Beta Vulgaris L extract (P3) were given to the treatment group. Cholesterol levels will be tested using photometrics with Diasys Cholesterol reagent using blood serum. Data is analyzed with One Way ANOVA. This research showed that there were significant differences in cholesterol levels between the control group and the treatment group given purple sweet potato extract and combination extract with a P value <0.05. The cholesterol level of Group K- 116.8 mg/dL, P1 88.8 mg/dL, P2 99.0 mg/dL, and P3 92.5 mg/dL In conclusion, purple sweet potato extract and the combination extract could reduce cholesterol levels in male wistar rats fed a high-fat diet. Keywords: Ipomoea batatas, Beta vulgaris L, Cholesterol Levels
HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP-ASI) DENGAN STATUS GIZI PADA BAYI USIA 6-24 BULAN DI DESA MEDAHAN, KECAMATAN BLAHBATUH TAHUN 2019 Parama Wirtarandita, Pande Ketut; Indraguna Pinatih, Gde Ngurah; Sucipta Putri, Wayan Citra Wulan; Ariastuti, Ni Luh Putu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i7.P03

Abstract

Makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) diberikan pada usia yang tidak tepat akan berdampak pada status gizi bayi. Status gizi pada bayi adalah salah satu indikator yang menjadi tolak ukur kesehatan bayi. Berdasarkan hasil pemantauan oleh Dinas kesehatan Provinsi Bali Tahun 2017, status gizi balita yang diukur menurut BB/U terdapat 14,4% berstatus gizi kurang dan 3,4% gizi buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menguraikan hubungan pola pemberian MP-ASI dengan status gizi pada bayi usia 6-24 bulan di Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitis dengan pendekatan cross-sectional. Pola pemberian MP-ASI meliputi jenis, frekuensi, dan usia pertama kali pemberian MP-ASI sedangkan status gizi bayi dilakukan pengukuran dengan menggunakan indeks Z-skor BB/U. Sampel berjumlah 62 bayi berusia 6-24 bulan di Desa Medahan. Pengumpulan data sampel berdasarkan wawancara menggunakan kuesioner dengan ibu sebagai responden dan dilakukan secara tidak acak dengan teknik consecutive sampling. Analisis data dengan uji chi-square dan prevalensi rasio menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara jenis MP-ASI dengan status gizi bayi (p=0,011; PR=1,440; IK 95%=0,961-2,157). Terdapat hubungan signifikan antara frekuensi pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi (p=0,000; PR=2,617; IK 95%=1,069-6,408). Kata kunci : makanan pendamping ASI, status gizi, bayi usia 6-24 bulan
HUBUNGAN ANTARA LEUKOARAIOSIS DAN ATROFI KORTIKAL GLOBAL PADA LANSIA Eveline, Ency; Sitanggang, Firman Parulian; Ayusta, I Made Dwijaputra; Putra, I Wayan Gede Artawan Eka; Anandasari, Pande Putu Yuli; Margiani, Ni Nyoman
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i06.P14

Abstract

ABSTRAK LATAR BELAKANG: Prevalens leukoaraiosis dan atrofi kortikal global (GCA) meningkat seiring dengan meningkatnya usia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan apakah leukoaraiosis merupakan faktor risiko terjadinya GCA dan derajat leukoaraiosis berapakah yang berhubungan dengan kejadian GCA. METODE: Penelitian ini melibatkan 100 lansia yang berobat ke IGD RSUP Sanglah Denpasar yang melakukan CT-Scan kepala dengan indikasi apapun pada periode Juli 2021 hingga Januari 2022. Pemilihan sampel dilakukan secara simple random sampling menggunakan aplikasi random number generator. HASIL: Rerata usia subjek didapatkan 71,7 ± 7,7 tahun, 59% berjenis kelamin perempuan, 52% memiliki riwayat hipertensi, 29% riwayat dislipidemia, dan 13% merokok. Mayoritas yaitu 72% subjek menderita leukoaraiosis dan 67% menderita atrofi. Uji perbandingan kejadian atrofi berdasarkan leukoaraiosis menunjukkan 80,6% lansia dengan leukoaraiosis menderita atrofi dengan prevalence ratio 2,5 dan nilai P<0,001. Lalu dilakukan analisis perbandingan proporsi yang membandingkan derajat leukoaraiosis dan skala atrofi dengan membuat tabulasi silang. Hasil uji linear by linear association didapatkan koefisien korelasi Spearman sebesar r=0,535 dengan nilai P<0,001 yang menunjukkan korelasi positif dengan kekuatan korelasi sedang antara derajat leukoaraiosis dan skala atrofi. Analisis multivariat menggunakan uji regresi Poisson menunjukkan adanya hubungan antara leukoaraiosis dan atrofi kortikal global setelah mengontrol variabel perancu by analysis dimana didapatkan hasil adjusted prevalence ratio sebesar 2,2 dengan nilai P=0,034. SIMPULAN: Leukoaraiosis secara independen memberikan peluang terjadinya atrofi sebanyak 2,2 kali pada lansia. Derajat leukoaraiosis yang mulai berhubungan dengan kejadian atrofi adalah sejak derajat ringan. Kata kunci: Leukoaraiosis, atrofi kortikal global, lansia
PROFIL KLINIKOPATOLOGI LESI PRE KURSOR KARSINOMA KOLOREKTAL (KKR) DI RSUP SANGLAH DENPASAR PERIODE TAHUN 2018-2020 I Wayan, Oka Semara Jaya; Saputra, Herman; Ekawati, Ni Putu; Juli Sumadi, I Wayan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i7.P07

Abstract

ABSTRACT CRC precursor lesions are abnormal tissue growths in the colon and rectum that are not controlled but do not have the capacity to invade surrounding tissues. Good management if delayed in the long term causes the lesion to develop into colorectal carcinoma, a malignant condition that occurs in the colon and rectum. The purpose of this study was to determine the clinicopathological description of pre-cursor colorectal carcinoma lesions at Sanglah Hospital Denpasar in 2018- 2020. The study used secondary data by cross sectional (cross sectional) with a total sampling technique using data from the patient's medical record at the Anatomical Pathology Installation at Sanglah Hospital Denpasar. The number of data obtained during the study period as patients diagnosed as precursor TRC lesions were 55 samples which were then processed using SPSS ver 26 software. The results of the study obtained a profile of the clinicopathological characteristics of pre-cursor TRC lesions at Sanglah Hospital Denpasar in 2018- 2020 the most findings were adenoma low grade dysplasia as many as 26 cases (47.3%), occurring in the age group 60-69 as many as 15 cases (27.3%), experiencing clinical manifestations of blood during defecation with a total of 18 cases (26.9%), and most commonly found in the rectum as many as 29 cases (52.7%). This finding is useful because it can provide insight into the profile of the clinicopathological characteristics of pre-cursor TRC lesions at Sanglah Hospital Denpasar in 2018-2020. Further analytical research is needed to find the relationship between various variables. Keywords: profile, precursor lesion, colorectal carcinoma

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue