cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
KARAKTERISTIK RUJUKAN PASIEN ANAK PADA ERA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI PUSKESMAS DENPASAR TIMUR TAHUN 2021 Putri, Ni Kadek Dwi Pramana; Wati, Dyah Kanya; Mahalini, Dewi Sutriani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i9.P09

Abstract

Latar belakang: Rujukan adalah pelimpahan wewenang dan tanggung jawab mengenai masalah kesehatan dan kasus-kasus penyakit yang dilakukan secara timbal balik. Di era JKN, untuk meningkatkan pelayanan yang lebih bermutu karena adanya tindakan rujukan yang ditunjukkan pada kasus-kasus yang tergolong berisiko tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik rujukan Puskesmas pada pasien anak di era jaminan kesehatan nasional di Puskesmas Denpasar Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data dari rekam medis pasien dan dilakukan wawancara serta observasi singkat. Sampel pada penelitian ini adalah peserta rujukan pasien anak dari jaminan kesehatan nasional di Puskesmas Denpasar Timur periode 2021. Hasil: Hasil penelitian menunjukan sumber daya manusia Puskesmas Denpasar Timur sudah memenuhi standar ketenaga kesehatan. Fasilitas yang tersedia di puskesmas cukup memenuhi standar. Ketersediaan obat sudah sesuai dengan standar Formularium Nasional. Mayoritas pasien rujukan anak merupakan peserta BPJS Kesehatan dan penyakit yang paling banyak dirujuk yaitu gangguan tic. Simpulan: Pelaksanaan rujukan tingkat pertama peserta jaminan kesehatan nasional di Puskesmas Denpasar Timur dilakukan secara berjenjang dan dilakukan sesuai prosedur rujukan yang telah ditetapkan. Kata Kunci: Karakteristik, Rujukan, Puskesmas, JKN
Faktor-faktor yang Memengaruhi Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara Post Mastektomi di RSUP Sanglah Larasati, Made Syanindita Putri; Setiawan, I Gede Budhi; Wetan, Ni Gusti Ayu Agung Manik Yuniawaty; Manuaba, Ida Bagus Tjakra Wibawa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i10.P18

Abstract

Background: Breast cancer is a malignancy of breast tissue that starts from the lobules or epithelial glands of the breast, where cancer cells grow out of control. Quality of life is a functional representation of physical, psychological, and social responses. Breast cancer affects a person's quality of life which is influenced by various factors, so it is necessary to conduct further research on the quality of life of post-mastectomy breast cancer patients at Sanglah Hospital to determine the quality of life of post-mastectomy breast cancer patients at Sanglah Hospital. Methods: This research is a cross sectional descriptive analytic study with primary and secondary data collection. The sample collection technique is total sampling with inclusion and exclusion criteria considerations, in order to obtain 92 respondents who then answered the EORTC QLQ-C30 questionnaire which was distributed for 3 months (July-September). The variables measured included quality of life, age, KPS, education level, occupation, stage, therapy, economic condition, and physical activity of breast cancer patients. Results: This study was analyzed by univariate, bivariate, and multivariate. From 92 respondents, the quality of life of breast cancer patients was found to be functional in good condition, symptoms and complaints were in poor condition, and overall quality of life and health were in good condition. In the bivariate analysis, therapy, occupation, physical activity, and KPS affect quality of life. In multivariate analysis, KPS affects the condition of symptoms and complaints, and physical activity affects the condition of quality of life and overall health. Conclusion: The quality of life of post-mastectomy breast cancer patients at Sanglah Hospital is generally in good condition, but there are several factors that affect the quality of life of post-mastectomy breast cancer patients at Sanglah Hospital. Keywords : Breast cancer, quality of life, questionnaire EORTC QLQ-C30
GAMBARAN STATUS GIZI ANAK BERDASARKAN POLA MAKAN DAN POLA ASUH DI SEKOLAH DASAR NEGERI 3 BATUR Christiana Hertiningdyah Sulistiani; Luh Seri Ani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malnutrisi pada anak masih menjadi masalah kesehatan pada anak usia sekolah di negara yang memiliki sumber daya terbatas, termasuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi anak usia sekolah (6-12 tahun) berdasarkan pola makan dan pola asuh. Penelitian ini merupakan studi deskriptif yang menggunakan desain cross-sectional. Subyek penelitian terdiri dari siswa kelas 5 dan 6 di Sekolah Dasar Negeri 3 Batur, Kintamani, Bali. Sebanyak 43 anak sekolah dasar (SD) yang dipilih menggunakan metode stratified random sampling dilibatkan dalam penelitian ini. Data penelitian diperoleh melalui pengukuran langsung dan wawancara. Pengukuran langsung atau antropometri dilakukan untuk mendapatkan data tinggi badan dan berat badan. Sedangkan wawancara dilakukan untuk mendapatkan data karakteristik, pola makan, dan pola asuh. Analisis data penelitian dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian malnutrisi pada anak SD sebesar 30,2% terdiri dari status gizi kurang 2,3% dan status gizi lebih 27,9%. Siswa dengan status gizi kurang dijumpai lebih banyak pada anak yang sarapan setiap hari (2,6%), membawa makanan dari rumah setiap hari (10%), jajan di sekolah setiap hari (2,6%), makan camilan kadang-kadang (5,9%), tidak vegetarian (2,7%), dan mendapatkan pola asuh demokratis (3,6%). Siswa dengan status gizi lebih dijumpai lebih banyak pada anak yang tidak pernah sarapan (100%), tidak pernah membawa makanan dari rumah (31%), jajan di sekolah setiap hari (29%), kebiasaan makan camilan setiap hari (44,4%), tidak vegetarian (30,6%), dan mendapatkan pola asuh permisif (50%). Kejadian malnutrisi pada anak SD cukup tinggi sehingga diperlukan strategi atau upaya untuk menurunkan kejadian malnutrisi beserta dampaknya pada siswa. Kata kunci: status gizi, sekolah dasar, pola makan, pola asuh
Bahasa Indonesia LATIHAN SENAM YOGA TERHADAP PENURUNAN DISMENORE REMAJA PUTRI DI SMA BANDUNG Mulya, Adelse Prima; Lukman, Mamat; Yani, Desy Indra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i11.P09

Abstract

Dysmenorrhea is an unpleasant experience in women, especially those who experience menstruation. Conditions experienced by women during dysmenorrhea can be either primary or secondary so that it can interfere with daily activities and school. Dysmenorrhea disturbs nearly 50% of women of reproductive age and 60-85% in their teens. One of the non-pharmacological therapies that can be done to reduce this dysmenorrhea is yoga exercises. The purpose of this study was to determine the effect of yoga exercises in reducing dysmenorrhea pain in female students at one of the high schools in Bandung. This research design uses Quasi Experiment one group (one group pre-test - post test design). Sampling was done by purposive sampling. The sample in this study amounted to 32 people and died before the implementation of the posttest as many as 23 samples so that the remaining 9 samples. Samples were given yoga exercises three times a week for 30 minutes. Analyzing data using Wilcoxon test with 95% confidence level. Wilcoxon test results obtained p = 0.003. This shows that yoga exercises are quite effective in reducing the pain threshold of dysmenorrhea in Bandung City High School students. It is hoped that the school will inform this activity to all students and can be carried out at home by students as an effort to reduce dysmenorrhea.
Efek Diet Sodium Pada Penderita Hipertensi : A Systematics Review Sastra, Komang Budi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i10.P06

Abstract

Introduction: Hypertension is a degenerative disease that affects most people in the world. One of the efforts that can be done to reduce high blood pressure is to include sodium intake every day. This study will discuss further about the sodium diet in patients with hypertension. The results: Based on the search results, 4 journals were obtained, with a total population of 396. All studies conducted in the study were located in several countries, namely 1 study in Africa, America, 1 study in America, 1 study in Brazil and 1 other study conducted in China. All studies in this study received interventions in the form of sodium diet and anti-hypertensive therapy in different time frames. There were 180 patients who received anti-hypertensive therapy within 8 weeks and 38 patients received anti-hypertensive therapy within 1 week while on a low salt diet. The percentage of males was 45.2% (n = 179) and female was 54.8% (n = 217). Two studies showed a significant direct result in reducing hypertension, but the other two studies linked a decrease in blood pressure indirectly to the intervention performed. Similar to the population in Indonesia. In the study found that dietary sodium has a lowering effect on blood pressure. Conclusion: Sodium consumption in accordance with standard levels can be used as an effort to prevent primary intake in reducing the risk of hypertension occurring in the future. Keywords : Dietary Approach to Stop Hypertension, Diet Sodium, Hypertension
GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI PUSKESMAS I DENPASAR TIMUR Anom Swari, I Gusti Ayu Anom Swari I Gusti Ayu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i11.P15

Abstract

Background: Hypertension is a condition where blood pressure increases in patients, which usually occurs in elderly patients. According to several aspects, one of which affects the quality of life of people with hypertension is adherence to treatment. The purpose of this study was to describe the level of adherence to hypertension treatment in the elderly at Puskesmas I East Denpasar. This study used a cross-sectional descriptive design at Puskesmas I, East Denpasar. The research sample used was all elderly people who suffered from hypertension and had been diagnosed with hypertension and had undergone hypertension treatment at Puskesmas I East Denpasar. The sampling technique used is convenience sampling with a minimum of 32 samples. The research instrument used was the MMS-8 questionnaire and a questionnaire made by the researcher himself. The collected data will be processed descriptively with SPSS. Most of the respondents did not comply with hypertension treatment. Most of the obedient respondents were male (33.3%), education level graduated from elementary school (50%), civil servant occupation (100%), marital status (29.6%), no other diseases (30, 8%), taking medication >3 months (33.3%), taking 1 to 2 types of medicine (30.8%), not receiving family support (50%), having support from health workers (28.6%), the score of knowledge level about hypertension and its treatment is >4 (30.4%), and easy access to services (44.4%). can be concluded in this study that respondents have a low of compliance. Keywords: Compliance, Treatment, Hypertension, Elderly
CLINICOPATHOLOGICAL CHARACTERISTICS OF CHRONIC GASTRITIS WITH INTESTINAL METAPLASIA AT SANGLAH GENERAL HOSPITAL DENPASAR PERIOD 2016-2020 Arimbawa, I Wayan Gede Bandem; Saputra, Herman; Ekawati, Ni Putu; Sumadi, I Wayan Juli
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i8.P10

Abstract

ABSTRAK Gastritis kronis relatif umum terjadi di negara berkembang. Gastritis yang berlangsung lama dapat mengakibatkan terjadinya atrofi dan intestinal metaplasia pada mukosa lambung. Ahli patologi mengemukakan terdapat hubungan antara metaplasia intestinal dengan kanker lambung adenocarcinoma tipe intestinal. Sehingga perlu untuk mengetahui karakteristik klinikopatologi gastirits kronis dengan metaplasia intestinal sebagai prekursor terjadinya kanker lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik klinikopatologi pasien gastritis kronis dengan metaplasia intestinal di RSUP Sanglah Denpasar periode 2016-2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode potong lintang (cross-sectional), menggunakan data sekunder pasien gastritis kronis dengan metaplasia intestinal di RSUP Sanglah Denpasar periode 2016-2020. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS untuk memperoleh karakteristik klinikopatologi pasien meliputi: usia, jenis kelamin, status H. pylori, dan temuan endoskopi. Penelitian ini memperoleh 25 sampel gastritis kronis dengan metaplasia intestinal. Sampel terbanyak pada kelompok usia >60 tahun (52%), berjenis kelamin laki-laki (80%), tanpa infeksi H. pylori (95,5%) dengan 3 sampel tidak memiliki data status H. pylori, dan temuan endoskopi terbanyak berupa gastritis eritematosa (60%). Pasien gastritis kronis dengan metaplasia intestinal di RSUP Sanglah Denpasar periode 2016-2020 memiliki karakteristik klinikopatologi terbanyak usia >60 tahun, laki-laki, Non-H. pylori, dan gastritis eritematosa. Kata kunci : Gastritis, kronis, intestinal, metaplasia, karakteristik, klinikopatologi.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN DENGAN DERAJAT KLINIS ASMA DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR Prabandari, Anak Agung Sagung Mirah; Suardamana, Ketut; Paramita Ayu, Nyoman
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i9.P14

Abstract

Asma merupakan penyakit tidak menular dengan kasus terbanyak pada anak-anak. Data mengenai karakteristik pasien asma di Indonesia telah banyak ditemukan, namun data hubungan karakteristik pasien tersebut terhadap derajat klinis asma masih jarang dilaporkan, padahal data ini penting untuk perencanaan penanganan dan pencegahan asma yang prevalensinya terus meningkat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien dengan derajat klinis asma di RSUP Sanglah Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian analitik cross sectional yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar. Sumber data adalah 81 rekam medis pasien asma periode Januari 2016 – Desember 2016. Variabel bebas adalah usia diagnosis, jenis kelamin, tempat tinggal, kegemukan, atopi, dan merokok, sedangkan variabel tergantung adalah derajat klinis asma meliputi intermiten dan persisten. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kegemukan (OR=10,96; 95%CI=2,31-52,03; p=0,03), riwayat atopi (OR=6,66; 95%CI=1,39-31,34; p=0,017), dan onset anak-anak (OR=0,22; 95%CI=0,06-0,87; p= 0,03) dengan derajat klinis asma, sedangkan tidak ada hubungan signifikan antara jenis kelamin, tempat tinggal, dan merokok dengan derajat klinis asma. Kata Kunci: karakteristik pasien, asma, derajat klinis, RSUP Sanglah
Perbedaan Kadar Tumor Marker CEA dan CA 125 Antara Karsinoma Paru dengan Metastase Tulang dan Karsinoma Paru Tanpa Metastase Tulang di RSUP Sanglah Denpasar Tamzil, Kezia Aurelia; Wiratnaya, I Gede Eka; Astawa, Putu; Suyasa, I Ketut
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i11.P07

Abstract

Lung carcinoma is one of the most common malignancies metastasized to bone, as much as 30-40% of lung malignancies metastasize to bone in the course of the disease. Carcinoembryonic Antigen (CEA) and Cancer Antigen 125 (CA 125) are tumor markers often used to assess lung malignancy. Eventhough the character of tumor markers are less sensitive and specific, some evidence address an increase in these tumor markers in the case of lung malignancies which metastasize to bone. The purpose of this study is to prove an increase in the levels of tumor markers CEA and CA 125 in lung carcinoma with bone metastases compare to lung carcinoma without bone metastases. A cross sectional study consecutively by reviewing lung carcinoma with bone metastases and without bone metastases in patient’s medical record between 2013-2021 at RSUP Sanglah Denpasar. Of 50 lung carcinoma patients (25 patients with bone metastases and 25 patients without bone metastases), levels CEA and CA 125 tumor markers were processed using SPSS. The results showed levels of CEA were significantly higher in lung carcinoma with bone metastases (p=0,028), but levels of CA 125 were not significantly higher in lung carcinoma with bone metastases (p=0,796). The results of the study concluded that levels of CEA could be used as a valuable marker to assess lung malignancy which metastasized to bone in clinical application. Keywords: Tumor Marker Levels, CEA, CA 125, Lung Carcinoma, Bone Metastases
Perbandingan Efektivitas Campuran Propofol dengan Ketamin, Fentanil dan Lidokain dalam Mengurangi Nyeri dari Injeksi Propofol: Telaah Sistematis Christopher, Michael; Senapathi, Tjokorda Gde Agung; Suarjaya, I Putu Pramana; Dewi, Dewa Ayu Mas Shintya
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i8.P02

Abstract

Propofol merupakan obat sedasi yang sering digunakan di prosedur di rumah sakit. Propofol memiliki efektivitas yang baik dalam menginduksi efek sedasi dan memiliki efek samping yang sangat minimal. Kekurangan dari penggunaan propofol ini adalah nyeri, dan nyeri ini memiliki insiden yang tinggi. Nyeri ini dapat dikurangi dengan berbagai faktor, salah satunya adalah menggunakan obat analgesia lokal lainnya seperti lidokain, fentanil dan ketamin. Telaah sistematis ini bertujuan merekam dari berbagai uji klinis acak yang terdapat di berbagai sumber literatur. Tahun penelitian dibatasi dari tahun 2016 hingga 2020. Penulis menggunakan kriteria kelayakan PICOS. Obat yang akan digunakan adalah lidokain, fentanil dan ketamin. Penulis juga menggunakan Jadad Scale untuk mengetahui risiko bias dari masing-masing penelitian yang sudah masuk kriteria inklusi. Penulis menggunakan Funnel Plot untuk mengetahui publikasi bias dari masing-masing studi. Telaah sistematis ini telah meneliti sebanyak 2130 sampel manusia yang didapat dari 25 penelitian. Penelitian-penelitian ini memiliki kelompok penelitian lagi untuk membandingkan hasil percobaan klinis oleh peneliti terkait. Hasilnya adalah induksi sedasi dengan kejadian nyeri paling rendah adalah penggunaan propofol 0,33% 6 ml dengan dosis 2,5 mg/kgBB dengan skor rata-rata nyeri 0,08. (p>0,05) Kata kunci : propofol, nyeri, skala nyeri

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue