cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
KARAKTERISTIK AMBANG DENGAR PADA PEMAIN MUSIK DI GPT BAITHANI DENPASAR Pinatih, Ketut Tadeus Max Nurcahya; Wiranadha, I Made
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i9.P05

Abstract

Background: Noise Induced Hearing Loss (NIHL) is hearing loss due to exposure to loud enough noise for a long period of time. The deafness characteristic of noise-induced hearing loss is that cochlear sensorineural deafness that cannot be treated. Playing music is one of the important risk factors that can lead to noise-induced hearing loss among musicians. Musicians in the church regularly play music for every worship event at the church. Therefore, researchers want to know the threshold of hearing among musicians at GPT Baithani Denpasar. Methods: This study is a descriptive study using a cross sectional design, by taking primary data from history taking, physical examination and audiometric examination. Samples were taken by means of total sampling. Data analysis was carried out using the SPSS 24 program and the research results were presented in the form of tables and narratives which were then described descriptively to describe the characteristics of the subjects and research variables. Result: This study involved 18 samples, all male (100%). The age range of music players is between 18-40 years, and they have been playing music for more than 5 years. Music players consist of 5 instruments, namely three keyboards (16.7%), six bass players (33.3%), four guitars (22.2%), four drums (22.2%), and one violin (5.5%). The incidence of NIHL found one musician with a duration of practice seven times per week (5.6%), one musician with a six times per week (5.6%), and one musician four times per week (5, 6%). Conclusion: There is a mild degree of hearing loss as many as three music players (16.7%). One music player has interference in the left ear, one music player has interference in the right ear, and one music player has interference in both ears Keyword: Noice Induce Hearing Loss (NIHL), music
suatu HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN USIA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN TRANSMISI HIV/AIDS PADA IBU RUMAH TANGGA DI KELURAHAN ARCAWINANGUN KECAMATAN PURWOKERTO TIMUR KABUPATEN BANYUMAS Sanad, Syifa Aulia; Putri, Prima Maharani; Kusumawati, Anis; Nitiprodjo, Abdul Hakim
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i7.P16

Abstract

WHO and UNAIDS declared Indonesia as the most dangerous zone for HIV/AIDS infection. The results of the UNAIDS analysis on the 2013-2018 health demographic survey data in 45 countries including Indonesia revealed that the level of women's knowledge about HIV was still in the low category. The level of HIV knowledge tends to be low among women with lower education levels and substandard incomes. One type of work with the highest HIV/AIDS prevalence rate in Indonesia is housewives. The purpose of this study was to determining the relationship between education level and age with HIV/AIDS transmission prevention behavior among housewives in Arcawinangun Village, East Purwokerto District, Banyumas Regency. This research deployed an observational study with a cross sectional design in Arcawinangun Village, East Purwokerto District, Banyumas Regency. The slovin formula with a sample size of 100 respondents was used as the sampling. Data were collected by using a behavioral questionnaire regarding the prevention of HIV/AIDS transmission. The data analysis technique used in this research was logistic regression test. The results were derived from the analysis of the relationship between education level and age with the behavior of preventing HIV/AIDS transmission among housewives in Arcawinangun Village, East Purwokerto District, Banyumas Regency and were seen in logistic regression analysis test that obtained r-value = 0.815. There is an insignificant relationship between education level and age with HIV/AIDS transmission prevention behavior among housewives in Arcawinangun Village, East Purwokerto District, Banyumas Regency. Keywords: Educational level, age, prevention behavior, HIV/AIDS
PENGARUH TERAPI HIPERTONIK NACL 3% DAN MANNITOL 20% TERHADAP KEPARAHAN EDEMA SEREBRAL PADA CEDERA OTAK TRAUMATIK MODERAT DIFFUS Bal'afif, Farhad; Alfandy, Tommy Nazwar; Wardhana, Donny Wisnu; Anindhita, Prisca
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i10.P11

Abstract

ABSTRAK Cedera otak traumatis adalah salah satu alasan utama kematian dan kecacatan dalam kelompok usia efektif. Kasus cedera otak traumatis biasanya ditangani dengan Mannitol dan NaCl hipertonik, namun, beberapa pedoman dan penelitian memiliki hasil yang kontradiktif mengenai cairan yang seharusnya. Sehingga untuk menilai dampak Mannitol 20% dan NaCI hipertonik 3% pada cedera otak sedang difus dengan cedera otak difus. Sebuah studi prospektif dilakukan pada 30 pasien yang dibagi menjadi dua kelompok masing-masing 15 pasien. Kelompok pertama menerima Mannitol 20% (0,5g/kgBB) dan kedua menerima larutan NaCl 3% (5cc/kgBB). Pemantauan cedera kepala diikuti selama 7 hari, penilaian pasien terdiri dari terapi dan gambaran klinis menggunakan Glasgow Coma Scale (GCS) dan kenampakan edema di kepala diperiksa melalui CT scan. Hasil penelitian dianalisis secara statistik menggunakan uji-t, uji regresi linier, dan uji regresi logistik. Terdapat perbedaan bermakna (p = 0,092, 95% CI 0,77, 28,04) antara terapi NaCl 3% dan Mannitol 20%. Ditemukan bahwa pasien yang mendapat terapi NaCl 3% memiliki nilai GCS yang lebih tinggi dibandingkan dengan terapi Mannitol 20% (p = 0,033, 95% CI 1,14, 26,41). NaCl 3% meningkatkan GCS lebih baik daripada Mannitol 20% dengan penyimpangan GCS 2 poin, (p=0,001), NaCl 3% meningkatkan edema serebral 40% lebih baik daripada Mannitol 20% (p=0,001). Secara keseluruhan, penelitian kami menunjukkan bahwa NaCl 3% hipertonik dan Mannitol 20% dapat meningkatkan keparahan edema serebral dan GCS untuk pasien cedera otak traumatis difus. Kata kunci : Cedera otak traumatis, Cerebral edema, GVS, Mannitol 20%, NaCi3%
Angka kejadian nyeri kepala pasca anestesia spinal pada pasien paskaoperasi seksio sesarea Parami, Pontisomaya; Wiryana, Made; Senapathi, Tjokorda Gde Agung; Ryalino, Christopher; Pradhana, Adinda Putra; Narakusuma, I Putu Fajar
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i12.P02

Abstract

Nyeri kepala pasca anestesia spinal merupakan salah satu resiko dari anestesi neuraksial yang terjadi setelah prosedur anestesi spinal akibat tusukan dural atau robekan selama dilakukannya anestesi yang dapat disertai dengan gejala mual, muntah, serta gangguan pendengaran dan penglihatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat angka kejadian nyeri kepala pasca spinal anestesia pada pasien pasca operasi seksio sesarea di RSUP Sanglah Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif potong lintang yang dilakukan terhadap semua pasien yang menjalani operasi dengan teknik anestesia spinal di RSUP Sanglah Denpasar selama periode tiga bulan di tahun 2021. Sebanyak tiga sampel dieksklusi karena sebelumnya telah memiliki riwayat nyeri kepala, sehingga diperoleh total 109 sampel. Kuisioner diisi sesuai jawaban responden pada hari ke-2 dan ke-5 paskaoperasi. Hasil penelitian menunjukkan angka kejadian nyeri kepala pasca anestesia spinal pada hari kedua dan hari kelima paskaoperasi adalah sama yaitu sebesar 2%, seluruhnya merupakan nyeri kepala dengan derajat ringan.
Perbedaan Pola Makan dan Kejadian Anemia pada Masa Prakonsepsi di Daerah Pegunungan dengan Pesisir Megayanti, I Gusti Putu Lian; Ani, Luh Seri; Sari, Komang Ayu Kartika
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i8.P15

Abstract

Anemia is a condition when the Hb levels is below normal. Anemia have a bad impact in pregnancy, this necessary prevented by paying attention to dietary habits since the preconception period. This study aims to determine differences in dietary habits and the incidence of anemia during preconception in mountainous and coastal areas. The method that used in this study is a cross-sectional analytic method. Samples included 200 preconception women aged 15-49 years in Banjar Kaja Serangan Denpasar and Banjar Kerta Payangan Gianyar and fulfilling the inclusion criteria. Primary data were taken by interviews on filling out the SQ-FFQ and measuring Hb levels using Hb meter. The variables include the incidence of anemia as the dependent variable, dietary habits, region, age, education, occupation, marital status, parity, and menstrual patterns as independent variables. Independent Sample T Test was conducted to determine differences in the incidence of anemia and dietary habits between mountainous and coastal areas. The results showed that there was no difference in the incidence of anemia in preconception women in mountainous and coastal areas. However, there are differences in the dietary habits of protein, vitamin E, vitamin B12, and iron among preconception women in mountainous and coastal areas. The dietary habits of preconception women in mountainous areas is different from those in coastal areas, so it is advisable to adjust the dietary habits of preconception women in each area to avoid anemia. Keywords : Anemia, Mountainous, Coastal Areas, Dietary Habits, Praconception
PROFIL PASIEN CEDERA OTAK YANG DIRAWAT DI RUANG TERAPI INTENSIF RSUP SANGLAH DENPASAR Sutjipto, Matthew Nathanael; Hartawan, I Gusti Agung Gede Utara; Dewi, Dewa Ayu Mas Shintya; Aryabiantara, I Wayan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i10.P01

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: cedera otak dapat diklasifikasikan menjadi cedera otak traumatik dan cedera otak non traumatik. Cedera otak traumatik didefinisikan sebagai perubahan fungsi otak akibat rangsangan dari luar, sedangkan cedera otak non traumatik seringkali disebabkan oleh cedera serebrovaskular (CVA). Tingkat keparahan cedera otak diklasifikasikan menjadi cedera otak ringan, sedang, dan berat yang dinilai menggunakan skor GCS. Data primer mengenai pasien cedera otak di Indonesia khususnya di Denpasar masih terbatas. Keterbatasan informasi ini yang menjadikan penulisn tertarik untuk melakukan penelitian ini. Tujuan: mendapatkan informasi lebih mengenai profil pasien cedera otak yang dirawat di RTI RSUP Sanglah Denpasar. Metode: penelitian deskriptif potong lintang. Populasi target pada register pasien yang masuk dalam kriteria inklusi sejak 1 januari 2021 hingga 30 Juni 2021 di RTI RSUP Sanglah Denpasar. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: kondisi demografi berupa usia, jenis kelamin, alamat, skor GCS, diagnosis, trauma penyerta, komorbid, ventilator, masa hari bebas ventilator, dan angka mortalitas. Hasil: Sampel total penelitian ini sebanyak 89 pasien, dengan 52,93% pasien merupakan pasien cedera otak traumatik. Rata-rata usia pasien cedera otak traumatik adalah 43 tahun, sedangkan rata-rata pasien cedera otak non traumatik adalah 59 tahun. Pada pasien cedera otak, laki-laki memiliki proporsi lebih besar yaitu 78,65% dan sebesar 23,60% pasien cedera otak memiliki alamat tempat tinggal di Denpasar. Skor GCS masuk pada pasien cedera otak traumatik didapatkan sebagai berikut, Skor GCS 3-8 (50%), Skor GCS 9-12 (22,92%), Skor GCS 13-15 (27,08%). Sedangkan skor GCS masuk pada pasien cedera otak non traumatik didapatkan sebagai berikut, Skor GCS 3-8 (48,78%), skor GCS 9-12 (43,90%), skor GCS 13-15 (7,32%). Pada pasien cedera otak traumatik 62,50% pasien yang datang memiliki trauma penyerta dan pada pasien cedera otak non traumatik 85,73% pasien yang datang memiliki komorbid. Penggunaan ventilator pada pasien cedera otak traumatik yaitu sebesar 87,5% dan pada pasien cedera otak non traumatik sebesar 82,93%, dengan rata-rata penggunaan ventilator selama 5 hari. Angka mortalitas pada penelitian ini adalah 29,17% untuk pasien cedera otak traumatik dan 43,90% untuk pasien cedera otak non traumatik. Simpulan: Cedera otak traumatik merupakan cedera otak terbanyak yang dirawat di RTI RSUP Sanglah Denpasar. Dan rata-rata penggunaan ventilator pada pasien cedera otak yang dirawat di RTI RSUP Sanglah Denpasar adalah 5 hari. Kata kunci : Cedera otak, Cedera otak traumatik, Cedera otak non traumatik, Skor GCS.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Mahardani, Putu Nandika Tungga Yudanti; Merati, Ketut Tuti Parwati; Kumbara, Cokorde Istri Yuliandari Krisnawardani; Widiana, I Gde Raka
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i11.P11

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi urgensi di masyarakat. Penelitian mengenai pengetahuan dan persepsi remaja terhadap HIV/AIDS berikut hubungannya dengan perilaku pencegahan belum pernah dilakukan di Denpasar sebagai wilayah dengan kasus HIV/AIDS tertinggi di Bali. Adapun penelitian ini merupakan penelitian cross sectional analitik, dengan pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang terdiri dari empat bagian dan disebarkan secara online melalui google form. Penelitian dilaksanakan pada SMA Negeri 2 Denpasar selama lima bulan, dari bulan Januari hingga Mei 2021. Dari 130 reponden penelitian dominan perempuan (76,9%) dengan median usia 16 tahun, ditemukan bahwa distribusi pengetahuan siswa terkait HIV/AIDS tergolong baik (45,4%), tingkat persepsi positif (64,6%), dan tingkat perilaku pencegahan positif (69,2%). Pengetahuan siswa memiliki hubungan signifikan dengan perilaku pencegahan dengan tingkat korelasi lemah (p= 0.011, r = 0.221, 95% CI 0.051 - 0.392), dan tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara persepsi dan perilaku pencegahan HIV/AIDS, (p= 0.233, r = 0.105, 95% CI = -0.068 – 0.279). Pengetahuan juga memiliki hubungan signifikan terhadap persepsi siswa SMA mengenai HIV/AIDS dengan tingkat korelasi moderat (p = 0.000, r = 0.445, 95% CI = 0.288 ? 0.601). Analisis multivariat menunjukkan bahwa pengetahuan dan persepsi dapat memprediksi perilaku sebesar 4,9%. Adapun media edukasi yang paling banyak menjangkau siswa SMA adalah pembelajaran dalam kurikulum sekolah dengan aktor berupa guru. Penelitian berikutnya sebaiknya diarahkan dalam pencarian faktor-faktor lain yang lebih predominan dalam mempengaruhi perilaku pencegahan HIV/AIDS, khususnya terkait faktor pendukung dan pendorong, sebaiknya pada target demografis lainnya mengingat data pengetahuan, persepsi, dan perilaku pencegahan pada siswa SMA yang ditemukan tergolong tinggi. Kata kunci : HIV, AIDS, Pengetahuan, Persepsi, Perilaku
PROFIL KLINIKOPATOLOGI PASIEN KARSINOMA SERVIKS DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2016 – 2018 Herman, Juan Paul Christian; Ekawati, Ni Putu; Maker, Luh Putu Iin Indrayani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i8.P06

Abstract

Karsinoma serviks adalah penyakit keganasan yang menyerang sel epitel serviks. Karsinoma serviks merupakan jenis karsinoma yang ditemukan terbanyak kedua di dunia yang penderitanya adalah perempuan setelah kanker payudara, tetapi merupakan penyebab kematian perempuan pertama yang disebabkan oleh karsinoma. Penelitian ini merupakan studi deskriptif potong lintang yang dilakukan untuk mengetahui profil klinikopatologi pasien karsinoma serviks pada periode waktu 1 Januari 2016 – 31 Desember 2018 di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Sanglah Denpasar. Penelitian dilakukan di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Sanglah Denpasar dengan teknik total sampling. Dari hasil penelitian ini didapatkan 70 pasien yang terdiagnosis karsinoma serviks serta memenuhi kriteria inklusi. Prevalensi ditemukan tertinggi di kelompok usia 41 – 50 tahun yaitu 48,6%, tipe histopatologi yang paling sering adalah Squamous cell carcinoma sebanyak 54,3%, stadium ukuran tumor (T) terbanyak adalah T1 yaitu 65,7% dan stadium status kelenjar getah bening (N) terbanyak adalah N0 yaitu 78,6%. Kata Kunci: karsinoma serviks, klinikopatologi, RSUP Sanglah
Studi Meta-analisis Hipertensi dan Diabetes Melitus Sebagai Faktor Risiko Penyakit Ginjal Kronis di Indonesia Rani, Maha; Pramana, Ida Bagus Putra; Oka, Anak Agung Gde
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i9.P10

Abstract

Indonesia is currently experiencing double burden of disease which Chronic Kidney Disease (CKD) is one of Indonesian disease burdens. Hypertension and Diabetes Mellitus are risk factors for CKD that have been widely studied, it is necessary to carry out a meta-analysis study in order to obtain stronger data and also could be used as a reference to prevent CKD. This study uses Systematic Review and Meta-analysis with RevMan 5.4.1. Estimated data using the Random Effect Model from 5 Case Control Studies with 781 case samples and 781 control samples. The OR for Hypertension for CKD was 5.28 (95% CI 1.46 - 19.09) while the OR for Diabetes Mellitus was 3.34 (95% CI 1.79 - 6.25). It can be interpreted that individuals with Hypertension have 5.28 times higher risk of experiencing CKD than non-Hypertensive individuals whereas individuals with Diabetes Mellitus have 3.34 times higher risk of developing CKD than individuals without Diabetes Mellitus.
HUBUNGAN ASUPAN KUNYIT TERHADAP KOLESTEROL TOTAL PADA DEWASA MUDA Nurcahya, I Gusti Ngurah Metta; Gede Sutadarma, I Wayan; Surudarma, I Wayan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i11.P01

Abstract

Kadar kolesterol yang melebihi batas normal dapat menimbulkan hiperkolesterolemia. Hiperkolesterolemia merupakan suatu keadaan dimana kadar kolesterol dalam darah tinggi dan keadaan ini dapat menimbulkan berbagai penyakit. Diet rendah lemak adalah salah satu pencegahan yang paling penting dilakukan oleh mereka yang memiliki kadar kolesterol tinggi di dalam darah. Selain itu, terapi farmakologis yang selama ini menjadi pilihan adalah golongan statin. Statin adalah obat yang memiliki fungsi untuk menghambat aktivitas enzim HMG-KoA reduktase dan memblokir sintesis kolesterol. Salah satu pilihan terapi hiperkolesterol adalah kunyit. Kunyit (Curcuma longa) memiliki zat bernama kurkumin yang dapat mengurangi kadar kolesterol. Kurkumin secara signifikan dapat menghambat aktivitas enzim HMG KoA reduktase. Penghambatan tersebut mengganggu sintesis kolesterol dalam hepar, yang pada akhirnya menyebabkan penurunan kadar kolesterol total dalam darah. Kurkumin juga mampu meningkatkan kecepatan pembuangan kolesterol dalam bentuk asam empedu dan meningkatkan pembuangan feses. Penyerapan kembali asam empedu dan perubahannya menjadi kolesterol secara otomatis turun, sehingga kadar kolesterol dalam darah juga akan turun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik konsumsi kunyit, asupan kolesterol, kadar kolesterol pada dewasa muda, dan hubungan asupan kunyit terhadap kadar kolesterol total di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan menggunakan 52 sampel. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan hasil yaitu dewasa muda pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana rata-rata jarang mengkonsumsi kunyit, telah mengkonsumsi cukup kolesterol dan memiliki kadar kolesterol yang optimal. Pada penelitian ini terdapat hubungan lemah antara sumber asupan kunyit dengan kadar kolesterol total pada dewasa muda Kata kunci: karakteristik., kunyit., kolesterol

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue