cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
GAMBARAN UMUM HASIL PEMERIKSAAN DARAH LENGKAP PADA PASIEN TERINFEKSI VIRUS DENGUE PRIMER DAN SEKUNDER DI RSUP SANGLAH DENPASAR I Kadek Arya Candra; I Wayan Putu Sutirtayasa; Anak Agung Wiradewi Lestari
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The diagnosis of primary or secondary Dengue virus infection is quite difficult because of the wide spectrum of symptoms and signs. Complete blood count testing may be the initial screening to determine diagnosis and therapy accurately. This study aimed to determine the general description of the results of a complete blood count includes the number of platelets, leukocytes, hematocrit, and hemoglobin in patients with primary and secondary Dengue virus infection. This was a descriptive cross-sectional study by taking data from medical record retrospectively with total sampling methode. Samples were patients with primary and secondary Dengue virus infection listed on Sanglah Denpasar Hospital during July 2013 - June 2014. The variables were analyzed by SPSS for Windows. The total sample were 202 peoples (46 primary-infected patients and 156 secondary-infected patients). The proportion of primary-infected patients and secondary-infected patients who has platelet count ?47.750 x 103/mL was 17.4% and 59.6%, the proportion of patients with leukocyte counts >3.965 x 103/mL was 30.4% and 55.8%, the proportion of patients with hematocrit >45.04% was 41.3% and 55.1%, and the proportion of patients with a hemoglobin level of >15.3 g/dL was 39.1% and 51.9%. It can be concluded that the majority of secondary-infected patients had lower platelet counts, but has the leukocyte count, hematocrit, and hemoglobin higher than the primary-infected patients. However, further research is needed to determine the relationship between the variables. Keywords: platelet, leukocyte, hematocrit, hemoglobin, primary and secondary Dengue virus infection.
HUBUNGAN ANTARA LAMA PEMBERIAN OBAT ANTI EPILEPSI DENGAN KADAR KALSIUM SERUM PADA ANAK PENDERITA EPILEPSI: SEBUAH STUDI CROSS SECTIONAL Rahayu, Andi Utari Dwi; Angriani, Hadia; Fikri, Bahrul; Gandha, Idham Jaya; Artati, Ratna Dewi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i03.P06

Abstract

Epilepsi merupakan salah satu penyakit saraf yang paling umum di dunia, dan ditandai dengan kejang berulang yang tidak diprovokasi (serangan) yang dapat terjadi pada semua usia. Obat anti kejang merupakan terapi utama untuk epilepsi. Namun terdapat laporan bahwa obat anti kejang dalam jangka panjang dapat menyebabkan penurunan kadar kalsium serum dan menyebabkan osteomalasia. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang dilakukan di salah satu rumah sakit di Makassar mulai bulan Agustus 2022 sampai September 2022. Sampel penelitian merupakan pasien anak dengan epilepsi usia 1 tahun hingga 18 tahun yang berobat di poliklinik neurologi anak dan telah mendapatkan obat antiepilepsi (OAE). Pemeriksaan kadar kalsium serum dinilai. Subjek dikelompokkan berdasarkan lama penggunaan obat anti epilepsi. Analisis data menggunakan SPSS software v.24. Spearman-Rho Correlation Test digunakan untuk menilai korelasi kadar kalsium serum dengan lama pengobatan anak epilepsi. Penelitian ini terdiri dari 46 subjek. 28 subjek merupakan laki-laki (60,9%) dan 18 subjek perempuan (39,1%). Tedapat hubungan linier negative antara kadar kalsium serum dengan lama pengobatan pada pasien yang mendapatkan OAE jangka panjang. (p<0,001). Pengobatan OAE >24 bulan menyebabkan kadar kalsium serum semakin menurun (p=0,009). Sehingga pada peneletian ini dapat disimpulkan semakin lama pengobatan, maka kadar kalsium serum semakin menurun. Kata Kunci: Epilepsi, Kalsium Serum, Obat Anti Epilepsi
STATUS RESISTENSI Aedes aegypti TERHADAP MALATHION 0,8% DI KELURAHAN LABUH BARU TIMUR KECAMATAN PAYUNG SEKAKI KOTA PEKANBARU Susanty, Elva
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i04.P07

Abstract

Malathion merupakan salah satu jenis insektisida yang telah lama digunakan dalam pemberantasan vektor Demam Berdarah Dengue (DBD) yaitu Aedes aegypti (Ae.aegypti) Pemakaian insektisida dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan efek samping seperti resistensi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui status resistensi A.aegypti terhadap malathion 0,8% di Kelurahan Labuh Baru Timur. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain cross-sectional. Larva Ae.aegypti diambil dari 4 RW di Kelurahan Labuh Baru Timur, kemudian dibawa ke laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Riau untuk dipelihara menjadi nyamuk dewasa. Metode uji resistensi yang digunakan adalah metode susceptibility test WHO dengan impregnated paper malathion 0,8%. Nyamuk dipindahkan tabung paparan yang sudah diberi malathion 0,8% dan tabung kontrol masing-masing sebanyak 25 ekor kemudian diamati selama 1 jam untuk melihat nyamuk knockdown. Selanjutnya nyamuk Ae.aegypti dipindahkan ke holding tube, diletakkan pada ruangan selama 24 jam kemudian dihitung mortalitas nyamuk. Hasil penelitian ini menunjukkan mortalitas nyamuk Ae.aegypti 24 jam setelah paparn malathion 0,8% adalah 10%. Pemakaian insektisida dalam jangka waktu lama tidak efektif untuk mengeliminasi vektor demam berdarah karena dapat menimbulkan resistensi. Status resistensi nyamuk A.aegypti di Kelurahan Labuh Baru Timur terhadap malathion 0,8% adalah resisten. Perlu adanya rotasi pemakaian malathion dalam pengendalian Ae.aegyptisebagai vektor DBD. Kata kunci : malathion, resistensi, susceptibility test WHO
Tingkat Kepuasan Dan Kepercayaan Diri Metode Probelm Based Learning (PBL) Pada Interprofessional Education (IPE) Sidharta, I wayan Ryan; Sri Darmayani, I Gusti Ayu; Haryo Ganesha, I Gede; Bayu Mayura, I Putu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i04.P03

Abstract

Latar Belakang: Interprofessional Education (IPE) adalah suatu metode pendekatan pembelajaran kelompok interaktif yang bertujuan untuk memberikan suasana belajar bersifat kolaborasi untuk mewujudkan praktik kolaborasi, dan penyampaian pandangan mengenai interpersonal, kelompok, organisasi dan hubungan antar organisasi sebagai proses profesionalisasi. IPE yang dikembangkan untuk pembelajaran kelompok interaktif, berkorelasi tepat dengan metode Problem Based Leaning yang berpusat pada kelompok. Pengaruh pandemi COVID-19 mengakibatkan proses pembelajaran semula luar jaringan (luring) berubah menjadi dalam jaringan (daring), yang menyebabkan banyak komunitas, termasuk mahasiswa kedokteran, beradaptasi terhadap metode pembelajaran yang diterapkan pada suasana baru. Tingkat kepuasaan suatu metode pembelajaran penting dalam membentuk dan menentukan pola pikir mahasiswa kedepannya, terkhusus mahasiswa kedokteran. Pembelajaran IPE yang mengharuskan mahasiswa bekerja sama dengan tenaga kesehatan lainnya akan relevan dengan metode PBL yang telah digunakan di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode total sampling kepada seluruh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2020 sebagai sampel penelitian. Hasil: Penelitian yang berfokus pada tingkat kepuasan dan kepercayaan diri terhadap metode problem based learning dalam mata kuliah IPE menemukan bahwa rerata tingkat kepuasaan sebesar 4,16 dan tingkat kepercayaan diri sebesar 4,23. Persentase kedua indikator ini menunjukkan hasil yang baik, secara berurutan 83,168% dan 84,58% yang keduanya menggambarkan hasil sangat setuju terhadap pernyataan yang diberikan pada kuesioner Student Satisfaction and Self-Confidence in Learning. Kata kunci: tingkat kepuasan, interprofessional education, problem based learning
THE EFFECT OF BURNOUT CONDITIONS WITH THE CUMULATIVE ACHIEVEMENT INDEX (GPA) OF UNDERGRADUATE STUDENTS IN THE NETWORK LEARNING PERIOD DURING THE COVID-19 PANDEMIC IN GRADUATE MEDICAL STUDY PROGRAM AND MEDICAL PROFESSIONAL FACULTY OF MEDICINE, UDAYANA UNIV Haryo Ganesha, I Gde; Ayu Harry Sundariyati, I Gusti; Wiguna Sudewa, I Nyoman Bayu Andika; Yanakusuma, I Nyoman Gede Narendra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i03.P11

Abstract

Burnout di kalangan mahasiswa kedokteran dapat menjadi pengaruh negatif terhadap kemampuan akademik. Dengan munculnya pandemi COVID-19, tidak menutup kemungkinan akan ada perubahan terhadap tingkat burnout mahasiswa dan kemampuan akademik karena paradigma pendidikan yang bergeser. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh burnout terhadap performa mahasiswa kedokteran berdasarkan indeks prestasi kumulatif selama pandemi COVID-19. Penelitian dilakukan dengan metode analitik cross-sectional pada mahasiswa kedokteran yang mengikuti pendidikan pada masa pandemi dan sebelum pandemi dengan menggunakan kuesioner Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS) serta hubungannya dengan indeks prestasi kumulatif (IPK). Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata IPK dari semester 4 (3,57) ke semester 6 (3,71) sebesesar 4,14%, sedangkan rata-rata skor MBI-SS mengalami penurunan dari semester 4 (51,30) ke semester 6 (48,27) sebesar 5,9%. Hasil analisis korelasi menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari derajat burnout terhadap IPK, baik pada IPK semester 4 (p=0.31) dan semester 6 (p=0.092). Derajat burnout memiliki pengaruh signifikan terhadap IPK baik sebelum maupun saat pandemi. Kata Kunci: Burnout, IPK, mahasiswa kedokteran, COVID-19
PENGARUH ART THERAPY TERHADAP KUALITAS HIDUP ANAK KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI Hasni, Hidayatul; Andika, Mira; Syahid, Armein
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i04.P05

Abstract

Pendahuluan : Kanker merupakan salah satu penyebab kematian pada anak. Prevalensi penyakit kanker pada anak terus mengalami peningkatan setiap tahunnya sehingga membutuhkan pengobatan kemoterapi yang berkelanjutan. Kemoterapi yang berkelanjutan menimbulkan efek samping pada anak salah satunya berefek pada kualitas hidup anak. Kualitas hidup anak penderita kanker dapat ditingkatkan dengan pemberian terapi terapi komplementer dan alternatif salah satunya art therapy. Tujuan : penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh art therapy terhadap kualitas hidup anak kanker yang menjalani kemoterapi. Metode : penelitian ini quasi eksperiment one group pre-test post test pada 30 anak penderita kanker yang menjalani kemoterapi. Analisis data menggunakan uji mann whitney-u. Hasil Penelitian : didapatkan bahwa rata – rata usia anak penderita kanker yaitu 10,17, lebih dari separuh (53,3%) berjenis kelamin laki – laki, Sebagian besar (80) didiagnosis leukimia limfoblastik akut (ALL) dan lebih dari separuh (73,3%) terdiagnosis ? 6 bulan. Terdapat perbedaan kualitas hidup anak penderita kanker sebelum dan sesudah di berikan art therapy dengan nilai p = 0,000 (< 0,05) dan terdapat pengaruh art therapy terhadap kualitas hidup anak kanker yang menjalani kemoterapi dengan nilai p = 0,000 (<0,05). Kesimpulan : Art therapy dapat meningkatkan kualitas hidup anak kanker yang menjalani kemoterapi. Disarankan bagi petugas Kesehatan agar lebih memperhatikan kualitas hidup anak kanker yang menjalani kemoterapi dan memberikan beberapa kegiatan positif yang dapat dilakukan oleh anak selama proses pengobatan berlangsung sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup anak. Kata kunci: anak kanker, art therapy, kualitas hidup, kemoterapi.
PARITAS DAN UMUR GESTASIONAL BERHUBUNGAN TERHADAP PENYAKIT INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK) PADA IBU HAMIL DI RSUP SANGLAH PERIODE JANUARI 2014 SAMPAI DESEMBER 2014 Mike Rizki Amalia
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu hamil lebih rentan untuk terkena infeksi saluran kemih (ISK) karena beberapa perubahan anatomi dan hormonal. Faktor risiko yang terkait adalah paritas dan umur gestasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paritas dan umur gestasional terhadap ISK pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pengambilan sampel consecutive sampling pada ibu hamil yang didiagnosis ISK dan melakukan pemeriksaan Antenatal Care (ANC) di RSUP Sanglah dari bulan Januari-Desember 2014. Dari sampel 80 ibu hamil, didapatkan 40 ibu hamil mengalami ISK (11 nulipara, 17 primipara, 12 multipara). Berdasarkan analisis chi-square dan cochrans’s antara paritas dan ISK pada ibu hamil didapatkan hasil yang tidak bermakna, dengan nulipara sebagai acuan didapatkan hasil primipara; P=0,171, OR=0,462, multipara; P=0,933, OR=1,048. Berdasarkan umur gestational, ibu hamil yang mengalami ISK 5 ibu hamil pada trimester dua dan 35 ibu pada trimester 3 mengalami ISK. Setelah diuji dengan chi-square didapatkan hasil bahwa umur gestasional memiliki hubungan yang bermakna terhadap terjadniya ISK pada ibu hamil dengan nilai p=0,021. Berdasarkan penelitian yang dilakukan paritas menunjukkan hubungan yang tidak bermakna terhadap ISK sedangkan umur gestational memiliki hubungan yang bermakna terhadap ISK. Kata kunci: Infeksi saluran kemih, paritas, umur gestasional
Pengaruh Asap Rokok Elektronik (E-Cigarettes) Dan Konvensional Terhadap Trakea Dan Jantung Tikus Putih Jantan andari, desy; Kharimah, Yusrotun; Harianja, Ade Friskilla; Pravitasari, Dwi Nurwulan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i03.P07

Abstract

Electronic cigarettes (e-cigarette) smoker was increasing from 0.3% in 2011 to 2.5% in 2015. E-cigarettes claimed to be safe for smoker, but subsequent research has shown that e-cigarette smoke also contains harmful ingredients beside nicotine, like carbon monoxide (CO). These contents presumed to increase the goblet cells in the trachea and can cause myocardial ischemia in the left ventricle of the heart which leads to necrosis. This study was conducted to determine the effect of e-cigarette and conventional cigarette smoke on tracheal goblet cells and left ventricular necrosis of the heart of male white rats (Rattus norvegicus strain wistar). Experimental study with post-test control only group design. 16 rats were divided into 4 groups: normal group, conventional cigarette group (kretek) with 2.3 mg nicotine, 3 mg nicotine e-cigarette, and 0 mg nicotine e-cigarette. Trachea and heart of rats were prepared using HE-staining and observed with a light microscope with 400x magnification. All data were analyzed using One-way ANOVA, Kruskall Wallis and Post-Hoc tests. Cigarette smoke had a significant effect on tracheal goblet cell (ANOVA p=0.000) and left ventricular necrosis of the heart (Kruskal Wallis p=0.002). Post-Hoc test showed a significant difference in the number of goblet cells and left ventricular necrosis of the heart (p (-- removed HTML --) 0.005). This is due to the toxic materials such as carbon monoxide, propylene glycol, formaldehyde, nitrosamines, and other carcinogenic substances. E-cigarette and conventional cigarettes smoke could affect increasing of tracheal goblet cells and left ventricular necrosis of rat.
UJI HAYATI LARVA NYAMUK Aedes aegypti TERHADAP LARVASIDA TEMEPHOS 1% (ABATE 1 SG) DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI DI KELURAHAN SESETAN DENPASAR SELATAN Amelia, Irene; Sudarmaja, I Made; Ariwati, Ni Luh
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i04.P08

Abstract

Temephos 1% (Abate 1 SG) larvicide has long been used to control Aedes aegypti mosquito as dengue vectors. The use of larvicide for a long time and in excessive amounts can cause resistance. The aims of this research are to determine the effectiveness of various concentrations of temephos 1% (Abate 1 SG) and to determine the resistance status of Aedes aegypti larvae in Sesetan Village South Denpasar. This study was experimental post test only with control group design. Aedes aegypti larvae instar III / IV rearing results from larvae obtained in Sesetan Village South Denpasar were tested with temephos concentrations of 0.003 mg/l; 0.006 mg/l; 0.012 mg/l; 0.024 mg/l; and 0.05 mg/l. The number of deaths was counted after 24 hours and was repeated 5 times. Data analysis was performed using the Kruskal Wallis and Mann Whitney tests and obtained p value < 0.05 for Kruskal Wallis, which means that there is a difference in mortality of Aedes aegypti larvae. According to WHO’s diagnosis dose (0.012 mg/l), Aedes aegypti larvae in Sesetan Village South Denpasar is still sensitive to temephos with 100% mortality. Lethal Concentration (LC) 50 and 99 is 0.003 mg/l and 0.011 mg/l. It can be concluded that Aedes aegypti larvae in Sesetan Village South Denpasar are not resistant to temephos 1% (Abate 1 SG) larvicide, so that the larvicide is still effective for use.
Karakteristik Pasien Gangguan Fungsi Tiroid di RSUP Sanglah Tahun 2019 Wardana, Rr. Cattleya Allayka; Saraswati, Made Ratna; Dwipayana, I Made Pande; Gotera, Wira
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i04.P11

Abstract

ABSTRAK Gangguan fungsi tiroid merupakan suatu kondisi dimana produksi hormon tiroid menjadi tidak seimbang. Gangguan fungsi tiroid merupakan suatu kelainan endokrin terbesar kedua setelah diabetes. Tercatat kasus bahwa 300 juta orang di dunia mengalami gangguan fungsi tiroid dan 50% diantaranya tidak menyadari kelainan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik gangguan fungsi tiroid berdasarkan fungsi tiroid, usia, jenis kelamin, dan pola kunjungan pasien di Poli Diabetic Center RSUP Sanglah. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif menggunakan studi potong lintang. Sampel ini dipilih dari populasi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 596 pasien mengalami gangguan fungsi tiroid di RSUP Sanglah tahun 2019 yang terdiri dari 484 (81,2%) pasien dengan hipertiroid dan 112 (18,8%) pasien dengan hipotiroid. Gangguan fungsi tiroid ini didominasi oleh rentang usia 41-50 tahun (29,9%) dengan hipertiroid lebih banyak terjadi pada usia muda yaitu 31-40 tahun (87,6%) dan 21-30 tahun (87,4%), sedangkan hipotiroid banyak terjadi pada kelompok usia tua yaitu 61-70 tahun (27,1%) dan 51-60 tahun (23,5%). Berdasarkan jenis kelamin, pasien gangguan fungsi tiroid perempuan 458 orang (76,8%) lebih banyak dibandingkan laki-laki 132 orang (23,2%) dengan hipertiroid didominasi oleh perempuan sebanyak 366 orang (75,6%) dan hipotiroid 92 orang (82,1%) merupakan perempuan. Pola kunjungan pasien dengan gangguan fungsi tiroid di RSUP Sanglah tahun 2019 didapatkan bahwa kunjungan tertinggi yaitu pada Februari 2019 (142 kunjungan). Perlu dilakukan penelitian analitik lebih lanjut untuk mengetahui hubungan antara variabel karakteristik. Kata Kunci: Hipertiroid, Hipotiroid, Karakteristik.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue