cover
Contact Name
I G. Made Krisna Erawan
Contact Email
krisnaerawan@unud.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Animal Hospital, Faculty of Veterinary Medecine Building, Udayana University, 2nd Floor, Jalan Raya Sesetan, Gang Markisa No 6, Banjar Gaduh, Sesetan, Denpasar, Bali, Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Veteriner
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14118327     EISSN : 24775665     DOI : https://doi.org/10.19087/jveteriner
Core Subject : Health,
Jurnal Veteriner memuat naskah ilmiah dalam bidang kedokteran hewan. Naskah dapat berupa: hasil penelitian, artikel ulas balik (review), dan laporan kasus. Naskah harus asli (belum pernah dipublikasikan) dan ditulis menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Naskah ilmiah yang telah diseminarkan dalam pertemuan ilmiah nasional dan internasional, hendaknya disertai dengan catatan kaki
Arjuna Subject : -
Articles 1,116 Documents
Production of Biogas As An Alternative Green Energy with Organic Wastes As The Main Raw Materials Yenni Ciawi; Ni Made Utami Dwipayanti; Anak Agung Gede Indraningrat; Yan Ramona
Jurnal Veteriner Vol 24 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.1.138

Abstract

This research focused on the utilization of four different organic wastes, namely snake fruit, orange, cabbage, and tomato wastes, for the production of biogas. The main objectives were twofold: (1) to investigate the characteristics and biodegradability of these wastes, and (2) to evaluate their potential for anaerobic methane production. The experiment was conducted using 250 L bioreactors, with the four wastes serving as the primary raw materials. A starter culture of cattle dung was added, and the mixture was incubated for eight weeks. Regular sampling and analysis were carried out to assess water content, biodegradability, specific rate of volatile material reduction, and gas yield. The results showed that the water content of the four waste systems remained relatively consistent throughout the experiment. Biodegradability analysis revealed that all of the wastes were biodegradable, with varying levels of degradation ranging from 23.10 ± 2.89% to 59.84 ± 4.17%. Snake fruit waste exhibited the highest resistance to degradation, while tomato waste was the most easily degradable. Kinetic analysis indicated specific rates of volatile material reduction (µ) of 0.006 ± 0.0006 per day for the most resistant waste and 0.0170 ± 0.0021 per day for the least resistant waste. The incorporation of these four waste types in the biogas production process had a positive effect on gas formation. Therefore, these organic wastes hold promise as valuable resources for biogas production, addressing both the issue of waste accumulation and the energy crisis in an environmentally beneficial manner.
Black Cumin Seed Extract Decrease Motility and Shortening Mortality Time of Ascaridia galli Worm In Vitro Henni Vanda; Ahmad Khairi Abadi; Muhammad Hambal; Farida Athaillah; Wahyu Eka Sari; Frengki Frengki; Daniel Daniel
Jurnal Veteriner Vol 24 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.1.63

Abstract

Ascaridiasis caused by roundworm Ascaridia galli is one of important diseases in poultry industry in Indonesia. This disease can affect economic losses in the form of death, growth retardation, reduced egg production as well as trigger for secondary viral or bacteria infections. Control of this nematode requires a good strategy to avoid the risk of anthelmintic resistance, one of which is the use of herbal medicine such as black cumin seed (Nigella sativa). This study was aimed to determine the level of motility and mortality time of A. galli after treated with black cumin seed extract in vitro. In this study, black cumin seed was extracted using ethanol 96%, and then diluted to 15% (P1), 25% (P2), and 45% (P3) concentration. Pyrantel pamoate preparation was used as positive control (C1), and carboxymethyl cellulose (CMC) solution as negative control (C0). Observations were carried out every 15 minutes until all the treatment worms died. The results revealed that the motility and mortality time of A. galli were significantly different in some treatment groups. The mortality time of group C0, C1 , P1, P2, and P3 were 2592, 801, 1557, 1350, and 612 minutes, respectively. 45% of black cumin seed extract had the ability to decrease worm motility, and it showed the shortest mortality time compared to other treatment groups. It can be concluded that ethanolic extract of black cumin seeds had potential anthelmintics property on A. galli worms
Gambaran Histopatologi Ginjal Mencit Model Sepsisyang Diberikan Efek Preventif Ciprofloxacin dan Diinduksi Escherichia coli Lisa Savitri; Elfred Rinaldo Kasimo; Datin An Nisa Sukmawati; Syntia Tanu Juwita; Ester Lianawati Antoro; Ida Septika Wulansari; Stanislaus Rachel Pringgadani; Akbar Nur Kholis
Jurnal Veteriner Vol 24 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.1.101

Abstract

Bakteri Escherichia coli adalah salah satu bakteri yang paling sering dikaitkan dengan peningkatan insiden sepsis, yang merupakan kondisi klinis yang parah dan sering terjadi di unit perawatan intensif dengan tingkat kematian bervariasi antara 35% dan 50% pada syok septik. Respons inang/host terhadap infeksi menyebabkan kegagalan organ berfungsi pada pasien dengan sepsis. Salah satu organ yang terkena dampak parah adalah ginjal, dengan sepsis menjadi penyebab utama cedera ginjal akut pada pasien sakit kritis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif untuk mengungkap perbandingan gambaran histopatologi ginjal mencit (Mus musculus) model sepsis yang diinduksi E. coli yang diberikan efek preventif ciprofloxacin. Mencit yang telah diadaptasikan diberikan perlakuan selama 14 hari dengan variasi sebagai berikut: 1) mencit normal (N), 2) mencit diinduksi dengan E. coli (dengan pemberian preventif aquades) (K-), 3) mencit diinduksi dengan E. coli (dengan pemberian preventif ciprofloxacin) (K+). Struktur histopatologi kelompok N tidak menunjukkan adanya kerusakan pada tubulus ginjal. Pada kelompok perlakuan K- ditemukan adanya perdarahan inter-tubuler yang ditandai dengan perdarahan berlebih di ruang antar tubulus. Selain itu juga ditemukan perdarahan intra-tubuler disertai terjadinya piknosis, serta karioreksis. Pada kelompok perlakuan K+ ditemukan piknosis, kongesti, kariolisis, karioreksis dan nekrosis, tetapi perdarahan intra-tubuler tidak ditemukan. Penelitian ini menguatkan temuan dari penelitian hewan dan manusia baru-baru ini yang menunjukkan bahwa sepsis dengan cedera ginjal akut tidak dapat dijelaskan hanya dengan perubahan morfologis.
Hematologi dan Biokimia Darah Babi yang Diberi Pakan Limbah Ubi Jalar Ungu I Gede Mahardika; Luh Dewi Anggreni; Nyoman Sadra Dharmawan
Jurnal Veteriner Vol 24 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.1.32

Abstract

Babi adalah spesies hewan yang mudah beradaptasi dan berkembang pesat sehingga banyak dipelihara dan dikembangkan. Kebanyakan peternakan babi di Bali dilakukan secara sederhana dan tradisional. Kondisi ini perlu didukung, diantaranya dengan pemanfaatan pakan yang bersumber dari limbah tanaman. Salah satu limbah tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan alternatif adalah ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L). Tujuan penelitian ini untuk memperoleh data hematologi dan biokimia darah babi yang diberi pakan bersumber limbah ubi jalar ungu. Parameter hematologi yang diperiksa meliputi eritrosit, hemoglobin, hematokrit, indeks eritrosit, leukosit dan diferensial leukosit. Pemeriksaan dilakukan menggunakan mesin otomatis Hematology Analyzer Sysmex XS-800i. Pemeriksaan biokimia darah meliputi protein, kolesterol, trigliserida, dan glukosa, menggunakan alat Photometer 5010 V5+. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai hematologi dan biokimia darah babi pada perlakuan A yaitu kelompok babi kontrol yang diberi pakan standar, tanpa limbah ubi jalar ungu; perlakuan B yaitu kelompok babi yang diberi pakan standar dengan tambahan limbah ubi jalar ungu 7,5%; dan perlakuan C yaitu kelompok babi yang diberi pakan standar dengan tambahan limbah ubi jalar ungu 15%, semuanya masih berada pada rentang rujukan nilai normal. Hal ini membuktikan bahwa pemberian pakan limbah ubi jalar ungu 7,5% dan 15% tidak berpengaruh terhadap parameter hematologi dan biokimia darah yang diukur.
Cover, Editorial Board, Daftar Isi I Wayan Batan
Jurnal Veteriner Vol 24 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover, Editorial Board, Indeks, dan Daftar Isi
Correlation Between Testis Weight, Testis Volume, and Total Sperm Count in the Indonesian Domestic Cats (Felis catus) Karisma Mardatillah; Aulia Miftakhur Rahman; Wahono Esthi Prasetyaningtyas; Arief Boediono
Jurnal Veteriner Vol 24 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.1.69

Abstract

Information regarding the domestic cat as a model animal in the biomedical research has not been widely carried out. This study was aimed to see the correlation between testicular weight, testicular volume and total sperm count between the left testicle, right testicle and both testes. In addition, this study was aimed to examine the effect of testicular weight and volume on quantitative histomorphometry of the testes in domestic cats in Indonesia. The results showed that there was no difference between the left and right testes. Testes weight has a positive and highly significant correlation with testes volume and total sperm count, both in the left, right, and both testes. The heavier the weight of the testes, the wider the diameter of the seminiferous tubules, the wider the lumen, and the taller the tubular epithelium. It can be concluded that the increase in testicular weight is in line with the increase in cells in the seminiferous tubules.
Kejadian Infeksi Dengue Berdasarkan Variasi Curah Hujan di Makassar, Maros dan Gowa, Sulawesi Selatan Fadly Rian Saputra; Upik Kesumawati Hadi; Supriyono Supriyono; Isra Wahid
Jurnal Veteriner Vol 24 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.1.109

Abstract

Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros merupakan tiga daerah dengan potensi menyebabkan wabah infeksi dengue di Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kontribusi wilayah tersebut terhadap kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Provinsi Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain studi ekologi. Analisis deskriptif dilakukan untuk menggambarkan kontribusi kejadian dengue dan bulan variasi tertinggi (kejadian dengue dan curah hujan) serta analisis korelasi untuk mengetahui hubungan curah hujan dengan kejadian dengue di tiga daerah selama tahun 2017 sampai 2021 dengan uji Spearman correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi daerah ini (Makassar, Gowa dan Maros) terhadap kejadian dengue sebesar 32,3% di Provinsi Sulawesi Selatan dan termasuk dalam kategori 10 kabupaten atau kota tertinggi kejadian dengue selama lima tahun berturut-turut. Bulan dengan kejadian dengue tertinggi terjadi di bulan Januari-Mei dan curah hujan terjadi di bulan November-Januari selama tahun 2017 sampai 2021. Curah hujan tidak berhubungan terhadap kejadian dengue di Kota Makassar (p=0,391;p>0,05) dan Kabupaten Gowa (p=0,109;p>0,05) sedangkan Kabupaten Maros berhubungan (p=0,001;p<0,05). Simpulan penelitian ini yaitu Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros merupakan kontributor utama kejadian dengue di Provinsi Sulawesi Selatan selama tahun 2017 sampai 2021. Meskipun daerah tersebut saling berbatasan, namun hubungan curah hujan terhadap kejadian dengue terlihat berbeda.
Penambahan Bobot Badan dan Morfometrik Kalong Hitam (Pteropus alecto) pada Umur yang Berbeda Tiltje Andretha Ransaleleh; F. M. M. Bapuli; S. C. Rimbing; Martha Kawatu; Indyah Wahyuni
Jurnal Veteriner Vol 24 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.1.40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan bobot badan dan morfometri anak kalong/kelelawar Pteropus alecto pada umur yang berbeda. Anak kelelawar dilahirkan oleh induk yang telah dipelihara dalam kandang sejak tahun 2011. Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi. Pengambilan data konsumsi pakan dilakukan setiap hari, penimbangan bobot badan dan morfometri dilakukan seminggu sekali. Lama pengambilan data 98 hari (14 minggu/3,5 bulan). Data yang diperoleh ditabulasi kemudian dianalisis secara deskrptif. Variabel yang diukur yaitu jumlah konsumsi buah, penambahan bobot badan dan morfometri. Hasil yang diperoleh untuk jumlah konsumsi buah P. alecto 1, 2 dan 3 secara berurutan yaitu 102.91 g/hari, 139.54 g/hari, 181.07 g/hari. Persentase konsumsi buah pepaya, pisang dan mangga secara berurutan yaitu P. alecto 1 sebesar 50,97%., 29,65%., 19,38%. P. alecto 2 sebesar 61,02%., 24,39%., 14,59%., dan P. alecto 3 sebesar 58,63%., 32,66%., 8,71%. Penambahan bobot badan masing masing sebesar 0.40 g/hari, 0.56 g/hari, dan 0.85g/hari. Penambahan ukuran morfometri kelelawar P. alecto 1 untuk panjang tubuh total, panjang badan, panjang kepala, panjang telinga, panjang lengan bawah sayap, panjang tibia dan lebar bentangan sayap secara berurutan sebesar 0,11 mm/hari., 0,08 mm/hari., 0,03 mm/hari., 0.02 mm/hari., 0,06 mm/hari., 0.03 mm/hari., 0,007mm/hari, P. alecto 2 sebesar 0.13 mm/hari, 0.04 mm/hari, 0.06 mm/hari, 0.02 mm/hari, 0.08 mm/hari, 0.04 mm/hari dan 0,12 mm/hari dan P. alecto 3 sebesar 0.33 mm/hari, 0.29 mm/hari, 0.04 mm/hari, 0.03 mm/hari, 0.15 mm/hari, 0.06 mm/hari dan 0.31 mm/hari. Berdasarkan pada penambahan bobot badan dan morfometri maka hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perbedaan penambahan bobot badan, ukuran morfometri dan konsumsi kelelawar disebabkan oleh umur yang berbeda, dan penambahan bobot badan dan morfometri yang besar terjadi pada kelelawar P. alecto yang berumur dari 4,4 bulan hingga 7,7 bulan.
Desain Primer Spesifik Vektor Dengue Aedes aegypti Berdasarkan DNA Pengkode ITS-1, 5.8S Ribosomal RNA, dan ITS-2 Kurnia Ayu Miranti; Sri Wahyuni; Tutut Indria Permana; Diani Fatmawati; Moh Mirza Nuryady
Jurnal Veteriner Vol 24 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.1.76

Abstract

Identification of dengue hemorrhagic fever (DHF) vector species is important for vector control programs. Internal Transcribed Spacer (ITS) of DNA markers is one of the DNA markers that is generally used to identify a species. This study was aimed to obtain potential primers with specific results for Aedes aegypti mosquito species based on DNA sequences ITS-1, 5.8S Ribosomal RNA and ITS-2. This research was an in silico descriptive study using Primer3 and Primer-BLAST, as well as an in vitro confirmation stage was used the Polymerase Chain Reaction (PCR) method. The sequence of DNA data was obtained from NCBI with accession numbers GU980956.1 and ON652374.1. The results of in silico primer design obtained two pairs of potential primers, namely primer 1) Left 5’-CATTTGCTAGTCCCTCGGG-3’ Right 5’-CACCACACCACGTCTGAC-3’, and primer 2) Left 5’-CATTTGCTAGTCCCTCGGG-3’ Right 5’-CATCAACCGCGG TGTGTC- 3’. Visualization of PCR results was detected using a 1.5% agarose gel with a product size of aroind 800 bp. The conclusion of this study was that two pairs of ITS primers were obtained which had the potential to identify A. aegypti mosquitoes.
Deteksi Gen Resistan Kuinolon qnrA, qnrB, dan qnrS pada Escherichia Coli Patogen Resistan Kuinolon dari Ayam Petelur Maria Fatima Palupi; Siti Khomariyah; Nurhidayah Nurhidayah; Anna Miftahuhul Jannah Nurrohmani; Novida Ariyani; Indriyana Indriyana
Jurnal Veteriner Vol 24 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.1.1

Abstract

Resistansi antibiotik merupakan ancaman global yang sangat nyata. Salah satu penyebab meningkatnya kasus resistansi pada manusia adalah penyebaran bakteri ataupun materi genetik resistan dari hewan ke manusia. Penyebaran materi genetik resistan melalui plasmid semakin meningkatkan risiko penyebaran resistansi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi gen resistan kuinolon yang berada dalam plasmid yaitu qnrA, qnrB, dan qnrS pada Escherichia coli. Isolat yang digunakan adalah 74 isolat Escherichia coli patogen resistan kuinolon arsip Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) yang diisolasi dari usap kloaka ayam petelur pada tahun 2022. Arsip bakteri E. coli yang digunakan adalah patogen serta resistan terhadap salah satu atau lebih antibiotik kuinolon yaitu siprofloksasin, enrofloksasin, norfloksasin, flumekuin, dan marbofloksasin. Uji deteksi gen diuji qnrA, qnrB, dan qnrS dilakukan dengan menggunakan polymerase chain reaction (PCR). Berdasarkan hasil uji PCR, didapatkan 32 isolat (42,24%) memiliki gen qnrA, 5 isolat (6,76%) memiliki gen qnrB, 25 isolat (33,78%) memiliki gen qnrS, 5 isolat (6,76%) memiliki gen qnrA serta qnrB, 2 isolat (2,70%) memiliki gen qnrA serta qnrS, dan 5 isolat (6,76%) memiliki gen qnrB serta qnrS. Hasil uji ini menunjukkan bahwa semua isolat E. coli yang diuji memiliki minimal satu jenis gen resistan kuinolon yang terdapat dalam plasmid. Keberadaan gen resistan dalam plasmid di E. coli asal hewan produksi menunjukkan bahwa risiko penyebaran sifat resistansi kuinolon di peternakan ayam petelur cukup tinggi.

Filter by Year

2000 2024