cover
Contact Name
I G. Made Krisna Erawan
Contact Email
krisnaerawan@unud.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Animal Hospital, Faculty of Veterinary Medecine Building, Udayana University, 2nd Floor, Jalan Raya Sesetan, Gang Markisa No 6, Banjar Gaduh, Sesetan, Denpasar, Bali, Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Veteriner
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14118327     EISSN : 24775665     DOI : https://doi.org/10.19087/jveteriner
Core Subject : Health,
Jurnal Veteriner memuat naskah ilmiah dalam bidang kedokteran hewan. Naskah dapat berupa: hasil penelitian, artikel ulas balik (review), dan laporan kasus. Naskah harus asli (belum pernah dipublikasikan) dan ditulis menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Naskah ilmiah yang telah diseminarkan dalam pertemuan ilmiah nasional dan internasional, hendaknya disertai dengan catatan kaki
Arjuna Subject : -
Articles 1,116 Documents
Macro and Micro-anatomy of Tokay Gecko’s Reproduction Organs and Growth of External Body in Support on Reproduction Activities (Squamata: Gekkonidae: Gekko gecko) Hellen Kurniati; Ni Luh Putu Rischa Phadmacanty
Jurnal Veteriner Vol 22 No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.48 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.3.429

Abstract

Tokay gecko, Gekko gecko is an oviparous lizard that is distributed very widely in tropical Asia. The sexual maturity stage of tokay gecko does not have seasonal reproductive activity; they reproduce along the year. The study on the reproduction organ and growth of external morphology of tokay gecko is the first contribution to further scientific information. Gonadal micro-anatomy that were shown by histology and macro-anatomy to include the sex accessories could be demonstrated in this lizard as a criteria for the reproductive activity of urogenital organs. Males and females tokay gecko have simple urogenital track systems and also the males have simple hemipenis morphology. Testes position inside the male body is not symmetric, in the right testis is always in a higher position than left testis. Based on analysis of the measurement of the posterior part of the body, the width of cloaca, width of base tail and length of hind limb increase asymptotic growth on snout to vent length (SVL) SVL?130 mm for females, and SVL?150 mm for males. Asymptotic growth in the posterior part of the male and female body is a form of co-evolution, besides the male urogenital organs and the female reproductive system which also support co-evolution in the reproductive organs.
Parameter Hematologi dan Biokimia Darah Babi Bali Sebelum Sapih yang Dipelihara Secara Tradisional dan Konvensional Ni Nyoman Ayu Widyasari; I Gede Mahardika; Nyoman Sadra Dharmawan
Jurnal Veteriner Vol 22 No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.525 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.22.3.352

Abstract

Telah dilakukan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui parameter hematologi dan biokimia darah babi bali (tanpa membedakan jenis kelamin) sebelum sapih yang dipelihara secara tradisional dan konvensional di Desa Seraya, Karangasem, Bali. Parameter yang diamati adalah pertambahan bobot badan, eritrosit, hematokrit, hemoglobin, leukosit, dan deferinsial leukosit, serta kolesterol, trigliserida, dan total protein. Bobot badan diukur dengan cara menimbang anak babi sejak lahir hingga umur sapih. Profil hematologi diperiksa dengan menggunakan hematology analyzer. Kolesterol, trigliserida dan total protein diperiksa dengan menggunakan photometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kenaikan bobot badan anak babi bali yang dipelihara secara tradisional dan konvensional selama 8 minggu (umur sapih) adalah 3,52 kg dan 4,48 kg. Kisaran eritosit babi bali sebelum sapih pada penelitian ini adalah: 4,01-7,76 x 106/?L; hematokrit: 19,88-37,7 %; dan hemoglobin: 5,4-12,21 g/dL; leukosit: 14,85-28,18 x 103/?L; neutrofil 2,24-10,02 %; eosinofil 0,25-2,7 %; basofil 1,32-8,13 %; limfosit 74-85,11 %; dan monosit 3,9-7 %. Kolesterol: 57,57-114,55 mg/dL; trigliserida: 25,57-42,45 mg/dL; dan total protein: 4,93-6,73 gr/dL. Hasil analisis secara statistik menunjukkan ada perbedaan nyata (P<0,05) antara rerata eritrosit, hematokrit, dan hemoglobin anak babi yang dipelihara secara tradisional dibandingkan dengan yang konvensional. Namun, bobot badan, leukosit dan deferensial leukosit, serta kolesterol, trigliserida, dan total protein tidak berbeda nyata (P>0,05).
Rerative Risk of Management Factors which Influence Infertility of Artificial Insemination in Bali Cattle in East Lombok Anwar Rosyidi; Adji Santoso Dradjat; Lalu Ahmad Zainuri; Lalu Wirapribadi; Tjok. Suwendra Binetra; Haryanto Haryanto
Jurnal Veteriner Vol 22 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.299 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.2.292

Abstract

The aim of this study was to evaluate odds ratio (OR) of management factors on infertility of artificial insemination results. Three traditional farmer groups were purposively choosed, based on percentage of calf born of AI program. Group I, with calves born of 61.22%, Group II with calves born of 38,89 %, and group III with calves born of 30,0%. The management factors evaluated were 1. ownerships of cattle, 2. raise cattle in separate pen with other, 3. cattle raised in pen dirty pen, 4. not enough feed given 5. body condition score. The data was obtained by dichotomy questioner and observation then evaluated using odds ratio (OR), when OR more than 1 indicated the high risk of factor to infertility. The results of OR in Group I showed that ownership (1,18), separated pen (0,54), dirty pen (2,11), less feed (3,20) and body condition (0,22). The results in Group II showed that ownership (0,83) , separated pen (1,12), dirty pen (0,14), less feed (2,08) and body condition (2,00). The results of odds ratios in Group III showed that ownership (1,63), separated pen (3,83), dirty pen (0,88), less feed (1,00) and body condition (0,12). These data indicated that ownerships, dirty pen, less feed and body condition were factors which may confounding with other factors. However less OR of separate pen were, in Group I (0,54), Group II (1,12) and Group III (3,83) consistently with number of calves produced. It can be concluded that separate pen was a factor which influence calves produced in using artificial insemination.
Konsentrasi Glukosa, Kolesterol dan Trigliserida Darah Tikus Subkronis Akibat Pemberian Ekstrak Kapang Endofit Daun Sirsak Akhmad Endang Zainal Hasan; Dimas Andrianto; Husnawati Husnawati
Jurnal Veteriner Vol 22 No 4 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.978 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.4.540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat toksisitas subkronis ekstrak etil asetat kapang endofit daun sirsak pada tikus Sprague Dawley terhadap glukosa darah, kolesterol, dan trigliserida selama 90 hari. Pemberian ekstrak etil asetat sebanyak 1 mL secara oral pada tikus betina perlakuan. Kelompok kontrol normal tidak diberi ekstrak etil asetat kapang endofit daun sirsak. Dalam penelitian ini digunakan tikus betina sebanyak 40 ekor termasuk kontrol normal. Ekstrak diberikan dengan dosis 20 mg/kg berat badan, 80 mg/kg berat badan, dan 240 mg/kg berat badan. Hasil penelitian diperoleh bahwa konsentrasi glukosa darah tikus betina secara berturut-turut adalah 119,68-152,53 mg/dL, 66,20-89,66 mg/dL, dan 118,95-149,32 mg/dL pada hari ke-30, ke 60 dan ke 90. Konsentrasi kholesterol darah tikus betina secara berturut-turut adalah 52,6-120,0 mg/dL, 94,40-119,0 mg/dL, dan 53,83-79,25 mg/dL pada hari ke-30, ke 60 dan ke 90. Konsentrasi trigliserida darah tikus betina secara berturut-turut adalah 108,50-171,40 mg/dL, 112,20-118,10 mg/dL, dan 96,33-120,70 mg/Dl pada hari ke-30, 60 dan ke 90. Pemberian ekstrak etil asetat selama 90 hari dengan dosis sampai 240 mg/kg BB tidak menyebabkan kelainan nilai gula darah, kolesterol, dan trigliserida tikus Sprague Dawley. Semua parameter pada hari ke-90 tidak menunjukkan perbedaan secara statistika dibandingkan dengan kelompok normal. Ekstrak etil asetat kapang endofit daun sirsak pada penelitian ini tidak menimbulkan efek toksik terhadap konsentrasi glukosa, kolesterol, dan trigliserida selama uji subkronik hari ke-90.
Molecular Docking Senyawa Jahe Merah dan Kunyit pada Dense Granules Protein-1 Toxoplasma gondii dengan Metode In Silico Fitrine Ekawasti; Siti Sa'diah; Umi Cahyaningsih; Ni Luh Putu Indi Dharmayanti; Didik Tulus Subekti
Jurnal Veteriner Vol 22 No 4 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.209 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.4.474

Abstract

Toksoplasmosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii yang berdistribusi luas di seluruh dunia. Penyakit ini, selain mengkhawatirkan manusia juga dapat berdampak pada ekonomi peternakan karena menyebabkan penurunan produksi, gangguan pertumbuhan dan fertilitas termasuk aborsi, prematur, dan lahir mati. Prevalensi toxoplasmosis di Indonesia sangat tinggi, pada manusia sekitar 40–85%, dan pada hewan berkisar antara 5–80%. Jahe merah dan kunyit merupakan tanaman zingiberaceae yang mengandung antioksidan tinggi, yang diketahui memiliki aktivitas menghambat proses inflamasi dan berpotensi sebagai anti-toxoplasma. Namun, sampai saat ini belum diketahui mekanisme kerja senyawa aktif kunyit dan jahe merah dalam berikatan dengan reseptor protein T. gondii sebagai target pada terapi toxoplasmosis. Dilakukan uji aktivitas senyawa yang terkandung dalam jahe merah dan kunyit sebagai anti-toxoplasma terhadap protein GRA1 T. gondii dengan molecular docking secara in silico. Protein GRA1 berperan penting dalam kelangsungan hidup T. gondii. Preparasi data dasar dari struktur protein GRA1 menggunakan software PyRx, preparasi dan optimasi struktur 3D ligan jahe merah dan kunyit menggunakan aplikasi web server SWISS model prediction, serta metode molecular docking dan docking ligan pada protein GRA1 menggunakan software Autodock Vina. Hasil simulasi menunjukkan bahwa senyawa pada jahe merah dan kunyit memiliki potensi sebagai anti toxoplasmosis. Senyawa potensial demethoxycurcumin pada kunyit memiliki nilai binding affinity dan interaksi ikatan yang paling kuat terhadap protein GRA1 T. gondii.
Peningkatan Nilai Ekonomi Peternak Melalui Diversifikasi Usaha Sapi Perah Supardi Rusdiana; Lisa Praharani; Andi B Lompengeng Ishak; Chalid Talib
Jurnal Veteriner Vol 22 No 4 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.377 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.4.598

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan nilai ekonomi peternak melalui diversifikasi usaha sapi perah. Penelitian dilakukan di Desa Cikahuripan, Cikole, Cikidang dan Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat tahun 2019. Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik wawancara dan pengisian kuisioner terhadap 100 peternak. Peternak pada penelitian ini adalah peternak sapi perah, yang berasal dari empat desa. Dari setiap desa yang dijadikan sebagai reapondens/sampel sebanyak 25 peternak (total sampling). Data primer dan data sekunder dianalisis secara deskriptif, kantitatif, statistika dan analisis ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata produksi susu sapi perah laktasi dan produksi jagung yang dihasilkan oleh peternak, di setiap desa tidak sama, disebabkan skala usaha dan modal yang berbeda. Rata-rata peternak memanfaatkan limbah jerami jagung sebanyak 18,5% peternak, sisanya limbah pertanian dan pakan lainnya. Dukungan pakan dari limbah jerami jagung dapat memenuhi kebutuhan pakan sapi perah sehari-hari serta dapat mengurangi biaya produksi pakan. Rata-rata nilai keuntungan dari usaha sapi perah di peternak R/C 1,50, dan rata-rata nilai keuntungan dari usaha jagung di peternak R/C 1,41. Simpulan yang dapat ditarik bahwa diversifikasi usaha sapi perah dan jagung di peternak nilai R/C >1, usaha tersebut layak untuk dilanjutkan.
Identifikasi Escherichia coli yang Resistan Antibiotik pada Daging Burger yang Dijual di Sekitar Kampus IPB Dramaga Bogor Kumala Andri Asari; Denny Widaya Lukman; Trioso Purnawarman
Jurnal Veteriner Vol 22 No 4 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.412 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.4.515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cemaran Escherichia coli dan resistansinya terhadap antibiotik pada sampel daging burger yang dijual pada radius 2 km batas Kampus Institut Pertanian Bogor di Dramaga, Bogor. Sebanyak 35 sampel daging burger diperoleh dari semua pedagang burger (tujuh pedagang). Isolasi dan identifikasi E. coli mengacu pada Standar Nasional Indonesia 2897:2008. Uji resistansi terhadap antibiotik menggunakan metode Kirby-Bauer dengan acuan dari Clinical Laboratory Standards Institute tahun 2018. Uji resistansi antibiotik dilakukan terhadap semua isolat E. coli yang didapat dari semua koloni E. coli yang diisolasi dari sampel daging burger. Antibiotik yang digunakan dalam penelitian ini adalah ampisilin, amoksisilin, streptomisin, oksitetrasiklin, tetrasiklin, sefotaksim, gentamisin, enrofloksasin, asam nalidiksat, kloramfenikol, dan trimetoprim-sulfametoksasol. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil pengujian menunjukkan11,4% (4 dari 35 sampel) positif E. coli. Isolat yang diperoleh dari empat sampel ada lima isolat E. coli (100%) yang resistan terhadap antibiotik yang diuji. Resistansi tertinggi ditemukan pada antibiotik streptomisin (100%) dan gentamisin (80%). Dari lima isolat E. coli yang didapat, empat isolat di antaranya telah resistan terhadap tiga atau lebih golongan antibiotik yang dikenal sebagai multi-drug resistant (MDR), dengan pola resistansi yang terdiri atas AMP-AMC-S-CN (ampisilin-amoksisilin-streptomisin-gentamisin), AMP-S-ENR-NA-SXT-CN (ampisilin-streptomisin-enrofloksasin-asam nalidiksat-trimetoprim sulfametoksasol-gentamisin), dan AMP-S-ENR-NA-SXT-OT-CN (ampisilin-streptomisin- enrofloksasin-asam nalidiksat- trimetoprim sulfametoksasol-oksitetrasikilin-gentamisin). Keberadaan E. coli resistan pada daging burger yang termasuk pangan siap santap (ready-to-eat food) dapat menimbulkan risiko kesehatan pada konsumen.
Cover, Editorial Board, Daftar Isi I Wayan Batan
Jurnal Veteriner Vol 22 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4926.366 KB)

Abstract

Cover, Editorial Board, Daftar Isi
Keragaman Massa Abnormal Superfisial pada Mencit (Mus musculus) di Malang Raya Andreas Bandang Hardian; Sang Ayu Putri Aristya Dewi; Maulidi Robingi Mardiyani Wukirani; Essly Hervianingsih Adha
Jurnal Veteriner Vol 22 No 4 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.116 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.4.554

Abstract

Mencit dikenal sebagai salah satu jenis hewan coba yang mudah dikembangbiakan. Beberapa galur mencit telah digunakan secara luas untuk tujuan riset eksperimental maupun komparatif. Akan tetapi, kontrol genetik dan beberapa aspek pemeliharaan lainnya seringkali kurang diperhatikan terutama pada peternakan mencit tradisional. Hal ini dapat memicu kemunculan beberapa jenis penyakit yang menyebabkan kerugian ekonomi peternak. Salah satu penyakit akibat rendahnya kualitas manajemen pemeliharaan mencit adalah kemunculan massa abnormal superfisial. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi variasi dan karakter morfologis dari temuan massa abnormal superfisial dari mencit-mencit di Malang Raya. Sebanyak 54 ekor mencit dengan massa abnormal superfisial dikoleksi dari tujuh peternakan mencit dan dieutanasi berdasar aturan berlaku. Pemeriksaan makroskopik dan mikroskopik dilakukan dengan prosedur standar. Pemeriksaan sitologi dilakukan dengan prosedur Fine Needle Aspiration dengan pewarnaan Giemsa. Dua jenis morfologi utama yang dapat dikenali dikategorikan sebagai massa non-neoplastik dan nonneoplastik. Pemeriksaan sitologi pada massa neoplastik menunjukkan selularitas yang tinggi didominasi sel-sel epitelial sedangkan pada massa nonneoplastik didominasi oleh leukosit dan eritrosit. Arsitektur histopatologi dari 36 massa neoplastik menunjukkan karakter adenokarsinoma mammae sedangkan pada massa noneoplastik lebih bervariasi antara lain abses subkutan (13), hematoma (1), krusta (2), dan nodul granulasi (2). Simpulannya adalah massa abnormal superfisial yang muncul pada mencit-mencit yang dibudidayakan di Malang Raya dapat berupa adenokarsinoma, abses subkutan, dan hematoma. Kejadian adenokarsinoma mendominasi jenis massa yang ditemukan disusul oleh abses subkutan dan hematoma.
Respons Sitokin Interferon Gamma Terhadap Derajat Infeksi Skabies pada Kelinci Amirotul Azhimah; Nunuk Dyah Retno Lastuti; Thomas Valentinus Widiyatno; Lucia Tri Suwanti; Poedji Hastutiek
Jurnal Veteriner Vol 22 No 4 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.075 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.4.485

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Peran IFN-? terhadap reaksi hipersensitivitas skabies dengan tingkat keparahan yang berbeda belum banyak dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi peran sitokin IFN-? pada proses peradangan dan tingkat kerusakan kulit akibat derajat infeksi skabies pada kelinci sehingga dapat diketahui lebih lanjut mengenai reaksi patogenesis skabies pada kelinci. Sebanyak 24 ekor kelinci yang secara alami terinfeksi S. scabiei digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini mengelompokkan hewan coba menjadi empat kelompok berdasarkan luasan lesi dan ketebalan krusta akibat infeksi skabies, yaitu: kelompok kontrol, skabies ringan, skabies sedang, dan skabies berat. Setiap kelompok dilakukan pemeriksaan imunohistokimia menggunakan antibodi IFN-?. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat infeksi skabies berpengaruh terhadap ekspresi sitokin IFN-? yang ditunjukkan dengan intensitas perubahan warna kecoklatan yang berbeda pada jaringan kulit kelinci yang terinfeksi skabies ringan, skabies sedang, dan skabies berat. Uji statistika dengan uji Kruskal Wallis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada ekspresi sitokin IFN-? terhadap skabies ringan, skabies sedang, dan skabies berat P<0,05). Simpulan dari penelitian ini yaitu semakin berat derajat infeksi skabies, ekspresi IFN-? semakin meningkat.

Page 95 of 112 | Total Record : 1116


Filter by Year

2000 2024