cover
Contact Name
I G. Made Krisna Erawan
Contact Email
krisnaerawan@unud.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Animal Hospital, Faculty of Veterinary Medecine Building, Udayana University, 2nd Floor, Jalan Raya Sesetan, Gang Markisa No 6, Banjar Gaduh, Sesetan, Denpasar, Bali, Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Veteriner
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14118327     EISSN : 24775665     DOI : https://doi.org/10.19087/jveteriner
Core Subject : Health,
Jurnal Veteriner memuat naskah ilmiah dalam bidang kedokteran hewan. Naskah dapat berupa: hasil penelitian, artikel ulas balik (review), dan laporan kasus. Naskah harus asli (belum pernah dipublikasikan) dan ditulis menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Naskah ilmiah yang telah diseminarkan dalam pertemuan ilmiah nasional dan internasional, hendaknya disertai dengan catatan kaki
Arjuna Subject : -
Articles 1,116 Documents
Aktivitas Antidiare Ekstrak Etanol Daun Jarak Merah (Jatropha gossypifolia) pada Mencit yang Diinduksi Bakteri Escherichia coli Arsa Wahyu Nugrahani; Lale Fitriani Nurul Islami; Akhmad Khumaidi
Jurnal Veteriner Vol 22 No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.888 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.3.414

Abstract

Obat diare alami yang secara empiris digunakan oleh masyarakat salah satunya adalah daun jarak merah (Jatropha gossypifolia L.). Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antidiare ekstrak etanol daun jarak merah terhadap mencit jantan yang diinduksi supaya diare dengan bakteri Escherichia coli dan pada dosis berapa ekstrak daun jarak merah efektif sebagai antidiare. Rancangan Acak Lengkap secara in vivo dipilih sebagai desain penelitian dengan enam perlakuan. Jumlah bakteri Escherichia coli sebagai penginduksi diare disetarakan dengan 9,0 x 108 CFU/mL dengan volume pemberian sebanyak 0,5 mL. Variasi dosis ekstrak yang digunakan yaitu 28 mg/20 g BB, 56 mg/20 g BB dan 84 mg/20 g BB. Parameter yang diamati antara lain waktu saat mulai terjadi diare, frekuensi buang air besar, perubahan konsistensi feses, bobot feses dan lama terjadinya diare (durasi). Sidik ragam satu arah dengan taraf kepercayaan 95% digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian dengan parameter waktu saat mulai terjadi diare pada pemberian dosis ekstrak daun jarak merah 84 mg/20 g BB memberikan waktu terlama di antara dosis uji lainnya (82,5 menit). Pada pemberian dosis tersebut, memberikan hasil frekuensi diare terendah (0,32 kali), konsistensi feses terendah (0,64) dan bobot feses terendah (0,053 g) serta lama diare yang tersingkat (157.5 menit). Hasil-hasil tersebut menunjukkan tidak berbeda bermakna dengan kontrol positif loperamid maupun kontrol positif kotrimoksazol. Berdasarkan hasil penelitian, dosis efektif ekstrak daun jarak merah sebagai antidiare yaitu 84 mg/20 g BB.
Evaluasi Pakan Komplit Berbasis Sabut Kelapa Terfementasi terhadap Profil Nitrogen Urea Darah dan Kreatinin Sapi Brahman Cross Eko Susilo; Eko Pangestu; Limbang Kustiawan Nuswantara
Jurnal Veteriner Vol 22 No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.925 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.3.333

Abstract

Penelitian bertujuan mengevaluasi efek pemberian pakan komplit berbasis sabut kelapa fermentasi, terhadap konsumsi nutrient, nitrogen cross urea darah dan kreatinin. Materi penelitian menggunakan 12 ekor sapi brahman jantan umur sekitar 8-10 bulan dengan bobot badan 134-187 kg, ditempatkan di dalam kandang individual berukuran (210 x 120 cm). Pakan komplit diberikan pada pukul 07.00 dan air minum secara ad libitum. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan tiga kelompok sapi sebagai ulangan. Perlakuan yang diterapkan berupa pakan komplit berbasis sabut kelapa terfermentasi R1, R2, R3, R4 (15%, 20%, 25%, 30%). Perhitungan konsumsi dan pengambilan sampel darah dilakukan pada akhir masa pemeliharaan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam taraf 5%, adanya pengaruh nyata antar perlakuan dilanjutkan dengan uji jarak berganda duncan. Perlakuan pakan komplit berbeda nyata (P<0.05) terhadap konsumsi serat kasar/SK dan bahan ekstrak tanpa nitrogen/BETN dan rasio nitrogen urea darah dan kreatinin, tetapi tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap konsumsi bahan kering/BK, bahan orgaik/BO, protein kasar/PK, kreatinin, nitrogen urea darah dan nitrogen urea darah/kreatinin. Simpulan penelitian adalah perlakuan R1 pakan komplit munujukan konsumsi SK tertinggi sedangkan konsumsi BETN terendah dan hasil rasio nitrogen urea darah/kreatinin terendah tetapi masih dalam kisaran normal. Perlakuan pakan komplit dari hasil data parameter nitrogen urea darah dan kreatinin sebagai indikator penting fungsi ginjal, pakan komplit aman dan tidak menyebabkan ganggan fungsi ginjal.
Gambaran Darah Penyu Hijau (Chelonia mydas) Dengan Atau Tanpa Fibropapillomatosis Kadek Intan Dwityanti Devi; Ida Bagus Windia Adnyana; I Gede Soma
Jurnal Veteriner Vol 22 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.661 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.2.278

Abstract

Penyu merupakan salah satu hewan yang keberadaannya terancam punah. Di Bali temuan kasus penyelundupan penyu sering terjadi, beberapa dari penyu hijau ini mengalami fibropapillomatosis (FP) yang merupakan tumor yang ditemukan pada semua spesies penyu, tetapi paling banyak ditemukan pada penyu hijau. FP ditandai dengan epizootic tumor kulit, flippers, jaringan periokular, karapas, dan plastron. Pemeriksaan hematologi menjadi metode diagnostik, dengan melihat adanya kenaikan atau penurunan jumlah sel darah. Penelitian ini menggunakan sampel penyu hijau dari sitaan Polsek Kuta dengan jumlah penyu hijau dengan fibropappilomatosis 5 ekor dan tanpa fibropapillomatosis 5 ekor. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan pemeriksaan hematologi. Pemeriksaan hematologi meliputi total eritrosit, nilai hematokrit, dan kadar hemoglobin. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan analisis kuantitatif dan dijelaskan secara deskriptif. Hasil gambaran darah penyu hijau dengan fibropapillomatosis dengan rata-rata total eritrosit sebesar 0,55 x 106/µL ± 0,17, PCV 31,4% ± 2,3, Hb 7,2 g/dL ± 1, serta indeks eritrosit, meliputi MCV 616,7 fl ± 176,8, MCH 140,4 pg ± 31,3, MCHC 23,1 g/dL ± 1,9. Gambaran darah dari penyu hijau tanpa fibropapillomatosis memiliki rata-rata total eritrosit 0,46 x 106/µL ± 0.18, PCV 29% ± 0,7, Hb 7,1 g/dL ± 0,7, serta indeks eritrosit meliputi MCV 784,7 fl ± 495,1, MCH 191,9 pg ± 123,8, MCHC 24,4 g/dL ± 1,9. Tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap gambaran darah penyu hijau dengan atau tanpa fibropapillomatosis.
Deteksi Molekuler Entamoeba suis pada Babi di Rumah Potong Hewan Pegirian Surabaya Fransiska Cicilia Beka; Nunuk Dyah Retno Lastuti; Lucia Tri Suwanti; Koesdarto Koesdarto; Mufasirin Mufasirin; Endang Suprihati; Dyah Ayu Kurniawati
Jurnal Veteriner Vol 22 No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.657 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.3.383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi E. suis pada babi yang dipotong di Rumah PotongHewan (RPH) Pegirian, Surabaya. Sebanyak 63 sampel feses babi dikoleksi dari RPH Pegirian Surabaya. Deteksi morfologis Entamoeba spp. dilakukan dengan metode apung (analisis parasitologi). Selain itu, penentuan spesies E. suis dilakukan dengan PCR menggunakan primer Esuis764 (5’-ATC AAA TCA ATT AGG CAT AAC TA-3’) dan Esuis765 (5’-AAT TAA AAC CTT ACG GCT TTA AA-3’) dan prodak PCR yang diharapkan adalah 320 bp. DNA dari sampel positif diekstraksi dengan DNAzol. PCR dilakukan pada beberapa sampel positif yang dipilih secara acak dari analisis parasitologi. Hasil penelitian menunjukkan 57,14% (36/63) sampel secara morfologis positif Entamoeba sp. Hasil penentuan spesies berdasarkan analisis molekuler menemukan bahwa protozoa yang menginveksi babi di Rumah Potong Hewan Pegirian, Surabaya adalah E. suis.
Kualitas Semen Beku Kambing Peranakan Boer yang Dikriopreservasi dengan Pengencer Tris Kuning Telur dan Berbagai Konsentrasi Ekstrak Daun Kelor Muhammad Rizal; Chatimatun Nisa; Ririn Norliani
Jurnal Veteriner Vol 22 No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.589 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.3.309

Abstract

Daun kelor mengandung berbagai zat nutrien yang dapat melindungi spermatozoa selama kriopreservasi semen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh ekstrak daun kelor di dalam pengencer tris kuning telur terhadap kualitas semen beku kambing peranakan Boer. Semen segar dibagi ke dalam empat buah tabung reaksi dengan volume yang sama, kemudian disentrifugasi dengan kecepatan 3.000 RPM selama 20 menit. Plasma semen dibuang, dan sedimen (spermatozoa) diencerkan dengan empat pengencer berbeda sebagai perlakuan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan, yakni: 73% pengencer dasar tris + 20% kuning telur + 7% gliserol tanpa ekstrak daun kelor (kontrol), 71% pengencer dasar tris + 20% kuning telur + 7% gliserol + 2% ekstrak daun kelor (EDK-2), 69% pengencer dasar tris + 20% kuning telur + 7% gliserol + 4% ekstrak daun kelor (EDK-4), dan 67%pengencer dasar tris + 20% kuning telur + 7% gliserol + 6% ekstrak daun kelor (EDK-6). Semen dikemas di dalam straw mini, diekuilibrasi di dalam lemari es pada suhu 5oC selama empat jam dan dibekukan dengan cara meletakkan straw 10 cm di atas permukaan nitrogen cair selama 15 menit. Peubah yang diamati adalah persentase motilitas, persentase hidup, dan persentase membran plasma utuh (MPU) spermatozoa dievaluasi setelah pengenceran dan thawing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun kelor ke dalam pengencer tris kuning telur dapat mempertahankan kualitas spermatozoa semen beku kambing peranakan boer. Penambahan sebanyak 4% ekstrak daun kelor merupakan konsentrasi terbaik dalam menghasilkan semen beku kambing peranakan boer. Persentase motilitas spermatozoa setelah thawing pada perlakuan kontrol, EDK-2, EDK-4, dan EDK-6 masing-masing adalah 41,25%, 45%, 50%, dan 47,5%. Dapat disimpulkan bahwa penambahan 4% ekstrak daun kelor ke dalam pengencer tris kuning telur merupakan konsentrasi terbaik dalam menghasilkan semen beku kambing peranakan boer.
Studi Histologi Tubulus Ginjal Tikus Model Hipertensi yang Diterapi Menggunakan Bone Marrow Mesenchymal Stem Cell Tiara Widyaputri; Erni Sulistiawati; Dondin Sajuthi; Anita Esfandiari; Setyo Widi Nugroho
Jurnal Veteriner Vol 22 No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.442 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.3.422

Abstract

Akhir-akhir ini banyak peneliti yang mempelajari terapi berbasis sel sebagai terapi regeneratif untuk melindungi atau memperbaiki jaringan yang rusak. Bone marrow mesenchymal stem cell (BMMSC) memiliki kemampuan yang menjanjikan dalam memperbaiki ginjal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah induksi yang dilakukan dapat menyebabkan kerusakan tubulus ginjal dan BMMSC mampu melindungi atau memperbaiki kerusakan yang terjadi. Penelitian ini menggunakan dua belas tikus jantan umur 10-12 minggu dengan rata-rata tekanan darah sistolik minimum mencapai 140-150 mmHg yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok terapi. Tekanan darah yang tinggi diinduksi dengan mengangkat ginjal kanan, mengikat arteri karotis komunis kiri, serta memberikan NaCl 1%, DOCA 2,5 mg/100gBB, dan BAPN 0,12%. Bone marrow mesenchymal stem cell disuntikkan setelah 16 minggu induksi. Evaluasi histopatologi ginjal yang didukung dengan evaluasi darah dilakukan dua minggu setelah injeksi BMMSC. Berdasarkan evaluasi histopatologi, kerusakan tubulus ginjal pada dua kelompok tidak menunjukkan hasil yang berbeda. Demikian juga regenerasi pada kedua kelompok menunjukkan hasil sama. Kadar blood urea nitrogen (BUN) dan kreatinin pada kedua kelompok berada dalam kisaran kadar normal. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa kerusakan yang terjadi tidak parah dan BMMSC memperbaiki tubulus ginjal akan tetapi belum dapat melindungi tubulus ginjal dari kerusakan.
Pemberian Gonadotropin Releasing Hormone Meningkatkan Konsentrasi Hormon Testosteron pada Domba Waringin Teuku Armansyah; Sara Febria Putri; Oppi Oktaviany; Tongku Nizwan Siregar; Syafruddin Syafruddin; Budianto Panjaitan; Arman Sayuti
Jurnal Veteriner Vol 22 No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.2 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.22.3.342

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan konsentrasi testosteron adalah dengan pemberian gonadotropin releasing hormone (GnRH). Peningkatan testosteron menyebabkan peningkatan kualitas spermatozoa. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian gonadotropin releasing hormone (GnRH) terhadap peningkatan kualitas semen dan level testosteron domba waringin. Dalam penelitian ini digunakan tiga ekor domba waringin dengan rancangan pola bujur sangkar latin 3 x 3 sehingga hewan percobaan menerima suntikan NaCl fisiologis sebagai kontrol (K0), 50 ìg GnRH (K1), dan 100 ìg GnRH (K2). Penampungan semen dilakukan satu kali ejakulasi/minggu, selama tiga minggu. Sampel semen dikoleksi menggunakan elektroejakulator 24 jam setelah perlakuan dan diamati warna, konsistensi, volume, motilitas, konsentrasi, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa. Koleksi darah untuk pemeriksaan konsentrasi hormon testosteron dilakukan 60 menit setelah penyuntikan GnRH. Analisis konsentrasi testosteron dilakukan menggunakan metode enzyme linked immunosorbent assay (ELISA). Data mengenai warna dan konsistensi semen dilaporkan secara deskriptif, sedangkan level testosteron, volume semen, motilitas, konsentrasi, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa dianalisis dengan analisis varian. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa warna dan konsistensi semen yang dikoleksi pada semua kelompok perlakuan adalah krem dengan konsistensi kental. Hasil analisis statistika menunjukkan bahwa volume semen, konsentrasi spermatozoa, motilitas spermatozoa, viabilitas spermatozoa dan abnormalitas spermatozoa setelah pemberian GnRH menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan (P>0,05). Rata-rata (±SD) konsentrasi testosteron pada kelompok K0, K1, dan K2 masing-masing adalah 1,82±1,08; 8,05+2,24; dan 8,81±1,09 ng/mL (P<0,05). Disimpulkan bahwa pemberian GnRH tidak memengaruhi kualitas semen namun dapat meningkatkan konsentrasi hormon testosteron pada domba waringin.
Evaluasi Radiografi terhadap Kepadatan Tulang Hasil Implan Scaffold 3D Bifasik Kalsium Fosfat Alginat pada Domba Lokal (Ovis aries) Dwi Utari Rahmiati; Gunanti Gunanti; Eva Harlina
Jurnal Veteriner Vol 22 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.797 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.2.285

Abstract

0 based on chages in size of defect and relative bone density, 2) implant response tissue based on relative muscle density peri implant. The BCP used in this study made from hydroxyapatite (HA) 70, tricalcium phosphate (TCP) 30 and alginate as porogen. The implant material made in 3D form and have diameter porous 200-400 ìm which similar size with the bone trabecula. This study used three local sheep (Ovis aries) male 1.5 years old, weight average 20 kg. The implant material is grown on the right sheep tibia. As a control, the left tibia is made defective with no implantable material. Evaluate osteogenesis and implant tissue responses using radiography and assess the grey values of a particular area. Osteogenesis is also assessed based on the size of the defect. Based on the size of the defect, the right defect shows no significant value. The size of the left defect shows a significant value between day 0 and day 30, and 90. The relative bone density of the right defect shows a significant value between day 7 and 30. In the left defect, the relative bone density shows the significant between 0 and 90. The relative density of the muscle does not show significant values either on the right or left defects.
Hubungan antara Konsentrasi Testosteron, Lingkar Skrotum, Libido dan Kuantitas Sperma Pejantan Sapi Pasundan Santoso Santoso; Herdis Herdis; Raden Iis Arifiantini; Asep Gunawan; Cece Sumantri
Jurnal Veteriner Vol 22 No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.864 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.3.389

Abstract

Sapi pasundan merupakan salah satu sumber daya genetik sapi potong lokal Indonesia yang perlu dikembangkan dan dilestarikan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan konsentrasi testosteron, lingkar skrotum, libido, dan kuantitas sperma pada sapi pejantan pasundan. Sepuluh ekor sapi pasundan berumur 3-6 tahun dengan bobot badan (BB) 380-430 kg digunakan pada penelitian. Konsentrasi hormon testosteron dianalisa dengan metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Libido diamati dari waktu pejantan didekatkan ke kandang atau tempat koleksi semen hingga kontak pertama dengan betina (courtship), waktu pejantan melakukan percumbuan (dating) sampai menaiki betina (mounting), waktu pejantan dating dan pertama kali menaiki betina sampai terjadi ejakulasi. Pengukuran lingkar skrotum menggunakan pita ukur. Semen dikoleksi menggunakan vagina buatan dan dievaluasi karakteristik volume semen dan konsentrasi sperma. Data dianalisa dengan korelasi regresi linear. Rataan konsentrasi testosteron adalah 13,38±0,21 ng/mL. Konsentrasi testosteron (r = -0,661) dan umur (r = 0,681) menunjukkan korelasi negatif dengan waktu courtship (P<0,05), waktu mounting berkorelasi positif dangan waktu ejakulasi (r = 0,756, P <0,05). Korelasi tidak ditemukan antara konsentrasi testosteron dengan umur (r = 0.116), lingkar skrotum (r = 0.328), peningkatan (r = 0.249), ejakulasi (r = -0.179), volume semen (r = 0.243), dan konsentrasi sperma (r = -0.116). Penelitian menyimpulkan konsentrasi testosteron dan umur berkorelasi negatif dengan courtship dan waktu mounting berkorelasi positif dangan waktu ejakulasi.
Kualitas Organoleptik dan Total Plate Count Daging Babi yang Dibungkus Plastik dan Daun Jati Ni Luh Putu Sriyani; Ni Luh Gede Sumardani; I Wayan Subrata
Jurnal Veteriner Vol 22 No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.643 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.3.367

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kualitas organoleptik dan kandungan TPC (Total Plate Count) daging babi yang dibungkus dengan plastik dan daun jati pada masa simpan yang berbeda. Materi penelitian menggunakan daging babi landrace yang diperoleh di pasar tradisional Pasar Sanglah. Sampel yang digunakan adalah pada bagian otot longisimus dorsi (LD). Data organoleptik dianalisis statistik nonparametrik dengan uji Hedonik menurut Mann-Whitney antara pembungkus plastik dengan daun jati dan Kruskal Wallis antara lama waktu simpan. Sementara kandungan TPC dianalis dengan menggunaka T-Test pada setiap lama simpan yang berbeda. Hasil analisis non parametrik daging babi Landrace yang dibungkus plastik pada variabel warna, aroma, tekstur, keempukan, dan penerimaan keseluruhan, nyata lebih rendah (P<0,05) daripada daging yang dibungkus daun jati pada lama simpan 4 jam, 8 jam maupun 12 jam. Daging yang dibungkus plastik kualitas organoleptik menurun secara nyata (P< 0,05) dari penyimpanan 4 jam sampai 12 jam. Sementara daging yang dibungkus daun jati menghasilkan kualitas organoletik yang tidak berbeda nyata dari 4 jam sampai 12 jam penyimpanan. Kandungan TPC daging babi landrace yang dibungkus daun jati nyata lebih rendah daripada daging yang dibungkus plastik selama masa penyimpanan 4,8 maupun 12 jam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembungkusan daging dengan daun jati mampu mempertahankan kualitas organoleptik daging babi landrace selama penyimpanan sampai 12 jam. Pembungkus daging dengan daun jati juga mampu menekan pertumbuhan kandungan TPC daging babi landrace selama penyimpanan sampai 12 jam.

Page 94 of 112 | Total Record : 1116


Filter by Year

2000 2024