cover
Contact Name
I G. Made Krisna Erawan
Contact Email
krisnaerawan@unud.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Animal Hospital, Faculty of Veterinary Medecine Building, Udayana University, 2nd Floor, Jalan Raya Sesetan, Gang Markisa No 6, Banjar Gaduh, Sesetan, Denpasar, Bali, Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Veteriner
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14118327     EISSN : 24775665     DOI : https://doi.org/10.19087/jveteriner
Core Subject : Health,
Jurnal Veteriner memuat naskah ilmiah dalam bidang kedokteran hewan. Naskah dapat berupa: hasil penelitian, artikel ulas balik (review), dan laporan kasus. Naskah harus asli (belum pernah dipublikasikan) dan ditulis menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Naskah ilmiah yang telah diseminarkan dalam pertemuan ilmiah nasional dan internasional, hendaknya disertai dengan catatan kaki
Arjuna Subject : -
Articles 1,116 Documents
Deteksi Virus Avian Influenza Subtipe H5N1 pada Itik di Pasar Hewan Beringkit dan Pasar Galiran, Bali Ni Wayan Intan Martinez; Gusti Ayu Yuniati Kencana; I Nyoman Dibia
Jurnal Veteriner Vol 22 No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.968 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.3.442

Abstract

Avian Influenza merupakan penyakit zoonosis disebabkan oleh virus Avian Influenza (AI) subtipe H5N1, penyakit ini ditemukan hampir di seluruh belahan dunia. Itik adalah unggas air yang merupakan inang alami virus AI. Virus AI subtipe H5N1 yang menyerang unggas dapat ditemukan pada unggas hidup yang dijual di pasar. Pasar hewan berperan penting dalam penyebaran virus AI dari unggas ke unggas, serta dari unggas ke manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sirkulasi virus AI pada itik di Pasar Hewan Beringkit dan Pasar Galiran, Bali. Total sampel 120 swab kloaka dan trakea itik diambil di pasar hewan Beringkit dan Galiran masing-masing 60 sampel. Sampel swab digabung (pooling) berdasarkan pedagang itik dan waktu pengambilan. Isolasi virus dilakukan pada telur ayam bertunas (TAB) berumur sembilan hari. Carian allantois yang dipanen selanjutnya diuji serologis hemaglutinasi (HA/HI) dan uji Reverese Transkriptase Polymerase Chain Reaction. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan masing-masing satu sampel positif virus AI subtipe H5N1 dari setiap pasar dengan proporsi positif di kedua pasar sebesar 1,7% (2/120). Data ini mengindikasikan bahwa virus AI subtipe H5N1 masih bersirkulasi di Pasar Hewan Beringkit dan Galiran.
Prevalensi dan Kepekaan Bakteri Enteropatogen terhadap Antibiotik pada Monyet Ekor Panjang dengan Diare di Fasilitas Penangkaran Institut Pertanian Bogor di Dramaga Fhady Risckhy Loe; Suzy Tomongo; Dondin Sajuthi; Uus Saepuloh; Dondin Sajuthi; Irma H Suparto
Jurnal Veteriner Vol 22 No 4 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.091 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.4.523

Abstract

Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) adalah salah satu hewan laboratorium dalam penelitian biomedis. Fasilitas penangkaran untuk hewan laboratorium diatur dan didukung oleh kaidah kesejahteraan hewan dan manajemen kesehatan yang baik. Salah satu masalah yang sering terjadi di fasilitas penangkaran adalah diare, termasuk di fasilitas penangkaran IPB Dramaga. Diare menyebabkan penurunan produktivitas karena tingginya morbiditas dan mortalitas. Bakteri enteropatogenik adalah salah satu penyebab diare yang dapat ditularkan antar hewan juga melalui air dan pakan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi prevalensi bakteri enteropatogen pada sampel feses, air dan pakan, menguji kepekanan bakteri enteropatogen terhadap antibiotik dari sampel feses di fasilitas penangkaran Dramaga. Sebanyak 30 sampel feses, enam sampel air dan dua sampel pakan dikoleksi kemudian diuji untuk mengetahui adanya bakteri enteropatogen. Metode mikrobiologis standar digunakan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri enteropatogen dari sampel feses dan pengujian kepekaan antibiotik.. Air dan pakan diuji menggunakan metode angka paling mungkin. Hasil isolasi dan identifikasi bakteri dari sampel feses adalah E. coli (100%), Salmonella enteritidis (97%) dan Shigella sp. (60%). Kontaminasi E. coli dan coliform dalam sampel air dan pakan (pisang dan monkey chow) terdeteksi di atas batas minimum (0/100 mL/g). Semua bakteri enteropatogen sensitif terhadap siprofloksasin dan gentamisin tetapi resisten terhadap eritromisin.
Cover, Editorial Board, Daftar Isi I Wayan Batan
Jurnal Veteriner Vol 22 No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5770.425 KB)

Abstract

Cover, Editorial Board, Daftar Isi
Morphometry of The Reproductive Organs of Female Bandicoots (Echymipera kalubu) Fahry Rafli; Angel Novita Tethool; Freddy Pattiselanno
Jurnal Veteriner Vol 22 No 4 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.666 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.4.562

Abstract

Information about bandicoots in Papua is very limited, because most of the studies conducted are focusing on ecology with study areas in other parts of Indonesia New Guinea. Our knowledge about the reproductive organs of bandicoots, especially females as a local genetic source, is almost completely non-existent. Meanwhile, on the other hand, the development of captive breeding efforts for endemic Papuan animals including bandicoots is currently a concern. Therefore, research on the reproductive organs of female bandicoots is very urgent to get an idea of the reproductive organs that play an important role in the development of captive breeding program. This research was conducted at the Laboratory of Physiology and Animal Reproduction, Faculty of Animal Husbandry, University of Papua from 15 June to 15 September 2017. The reproductive organs of female bandicoots were obtained from female bandicoots hunted around Manokwari. Three female reproductive organs of the bandicoot (Echymipera kalubu) were used in this study, and the morphology of their reproductive organs was observed according to the purpose of the study. As a comparison the reproductive organs of D. minustus were used in this study. The results showed that the female reproductive organs of E. kalubu had an “advanced duplex” type with a pair of ovaries, fallopian tubes, uterus, vaginal cul de sac, cervix and lateral vagina. Morphologically, the reproductive organs of E. kalubu have a certain uniqueness, different from the reproductive organs of other female marsupials, so they need serious attention in developing captive breeding program in the near future.
Sensitivitas Multiplex-Polymerase Chain Reaction Gen 12S rRNA dalam Mendeteksi Pemalsuan Daging Sapi dengan Daging Babi, Anjing dan Tikus Irma Khikmawati; Slamet Diah Volkandari; Zakaria Husein Abdurrahman; Ahmad Pramono; Muhammad Cahyadi
Jurnal Veteriner Vol 22 No 4 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1886.641 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.4.492

Abstract

Daging sapi dan olahannya merupakan sasaran pemalsuan. Pelaku pemalsuan daging sapi mencampur daging sapi dengan daging spesies hewan lain, sehingga berakibat pada berubahnya status kehalalan daging. Selain itu, kondisi tersebut dapat menjadi penyebab serius pada risiko kesehatan, seperti potensi keracunan, sumber penyakit maupun alergi. Pengawasan yang efektif diperlukan guna menjamin keaslian dan keamanan daging. Metode deteksi secara molekuler yang umum digunakan adalah multiplex-PCR karena efisien dan sensitif. Tujuan penelitian ini untuk mendeteksi sensitivitas multiplex-PCR primer gen 12S rRNA yang spesifik untuk spesies sapi, anjing, babi, dan tikus. Template DNA dibuat masing-masing enam konsentrasi, yaitu 25; 10; 1; 0,1; 0,01; 0,001 ng/ìL untuk proses simplex dan multiplex-PCR. Hasil uji sensitivitas menggunakan metode simplex-PCR menunjukkan bahwa primer gen 12S rRNA dapat mengamplifikasi spesies sapi, anjing, babi, dan tikus dengan akurat hingga konsentrasi 0,001 ng/ìL. Pengujian sensitivitas multiplex-PCR gen 12S rRNA dapat mengamplifikasi spesies sapi, anjing, babi hingga konsentrasi 0,001 ng/ìL dan pada spesies tikus hingga konsentrasi 1 ng/ìL. Metode PCR ini dapat digunakan sebagai solusi alternatif dalam studi halal dan verifikasi label pangan
Potensi Imunomodulator Herbal Ekstrak Etanol Daun Pepaya Varietas Calina terhadap Struktur Jaringan Limpa Tikus Putih Galur Wistar Haris Setiawan; Sri Wijayanti Wulandari; Aritasya Nur Fitriyani
Jurnal Veteriner Vol 22 No 4 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.494 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.4.531

Abstract

Tanaman pepaya varietas calina (Carica papaya L. Var. calina) merupakan salah satu jenis tanaman pepaya yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Tanaman ini memiliki kandungan senyawa aktif yang dapat berperan dalam meningkatkan kerja imun seperti flavonoid, polifenol, tanin dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun pepaya varietas calina sebagai imunomodulator alami terhadap struktur jaringan limpa tikus putih galur wistar (Rattus norvegicus Berkenhout, 1769). Penelitian menggunakan 24 ekor tikus wistar yang dibagi ke dalam empat perlakuan pemberian ekstrak yaitu kontrol (dosis 0 mg/kg BB), P1 (dosis 100 mg/kg BB), P2 (dosis 200 mg/kg BB), dan dosis P3 (300 mg/kg BB) selama 30 hari per oral. Parameter yang diamati meliputi bobot badan, rasio bobot limpa dan histologi limpa yang terdiri dari luas dan diameter pulpa putih serta luas germinal center. Tikus dikorbankan nyawanya pada hari ke-31, kemudian organ limpa diambil dan difiksasi dengan neutral buffer formaline 10%. Limpa dibuat sediaan histologis dengan menggunakan blok parafin dan pewarnaan hematoxylin-eosin. Data dianalisis dengan menggunakan sidik ragam satu arah kemudian dilanjutkan uji jarak berganda Duncan untuk mengetahui tingkat signifikansi antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan memberikan pengaruh yang signifikan (P<0,05), dalam hal menambah diameter dan memperluas pulpa putih serta memperluas germinal center pada limpa dibandingkan dengan kontrol. Bobot badan dan rasio organ limpa tidak menunjukan perbedaan secara siginifikan antar perlakuan (P>0,05). Simpulan penelitian adalah ekstrak etanol daun pepaya varietas calina memiliki potensi sebagai agen imunomodulator alami.
Penambahan á-tocopherol sebagai Antioksidan pada Pengencer Tris Kuning Telur Spermatozoa Kucing pada Suhu 4°C Titis Prastiwi; Wahono Esthi Prasetyaningtyas; Ni Wayan Kurniani Karja
Jurnal Veteriner Vol 22 No 4 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.128 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.4.456

Abstract

Stres oksidatif memiliki efek merugikan pada kualitas semen selama pengolahan semen untuk inseminasi buatan. Antioksidan á-Tocopherol merupakan salah satu antioksidan yang termasuk ke dalam kelompok antioksigen. Antioksidan ini dapat mengurangi aksi radikal bebas dan menurunkan stress oksidatif pada sperma. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas penambahan á-tocopherol pada pengencer tris-kuning telur terhadap kualitas semen cair yang berasal dari kauda epididimis kucing. Kauda epipidimis kucing didapatkan dengan metode kebiri. Kauda epididimis kemudian dipisah dan dicacah untuk mendapatkan spermatozoa kucing. Semen dengan motilitas >70% diencerkan pada kelompok pengencer tris kuning telur (TKT), tris kuning telur dengan á-tocopherol 0,1% (TKT+T-0,1%), tris kuning telur dengan á-tocopherol 0,2% (TKT+T-0,2%), dan tris kuning telur dengan á-tocopherol 0,3% (TKT+T-0,3%). Semen cair disimpan selama 4 hari (H0-H4) pada suhu 4 °C, kemudian dilakukan evaluasi kualitasnya (motilitas, viabilitas, abnormalitas dan membran plasma utuh sperma) setiap 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan kualitas semen cair tidak berbeda signifikan pada H0 (P>0,05), tetapi penambahan á-tocopherol secara umum meningkatkan kualitas semen pada H4 pascapreservasi. Berdasarkan hasil penelitian, kelompok pengencer TKT+T-0,1% adalah perlakuan terbaik.
Pola Pertumbuhan Kerangka Ternak kerbau Jantan Fiqy Hilmawan; Henny Nuraini; Rudy Priyanto
Jurnal Veteriner Vol 22 No 4 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.212 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.4.568

Abstract

Ukuran tubuh pada ternak ditentukan oleh pertumbuhan tulang (kerangka) yang mencapai ukuran maksimum lebih awal dibandingkan komponen tubuh lainnya seperti otot dan lemak. Pertumbuhan tulang erat kaitannya dengan jumlah daging yang diperoleh karena tulang merupakan tempat melekatnya otot. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pertumbuhan kerangka ternak kerbau. Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Ternak Kudus dan Kelompok Ternak kerbau Maeso Suro, Kabupaten Kudus Jawa Tengah pada bulan Februari 2015. Sebanyak 94 ekor kerbau jantan dengan kisaran umur I0 (< 2 tahun), I1 (2-3 tahun), I2 (3-3.5 tahun), dan I3 (3.5-4 tahun). digunakan pada penelitian ini. Bagian kerangka yang diukur pada penelitian ini meliputi 11 variabel yang terdiri atas bagian ruas tulang belakang, ruas tulang alat gerak depan dan ruas tulang alat gerak belakang. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode Huxley untuk menganalisis pertumbuhan alometrik kerangka tubuh ternak kerbau. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pola pertumbuhan tulang pada kerbau secara keseluruhan dimulai dari bagian kaki (distal) menuju ke arah badan (proximal) dan dari bagian tulang sacral menuju ke arah depan pada bagian punggung (thorax). Pertumbuhan tulang berakhir pada area komponen tulang belakang (punggung) yang memiliki nilai b>1. Komponen pertumbuhan kerangka memiliki kaitan dengan pertumbuhan otot untuk estimasi distribusi karkas pada ternak kerbau. Kajian pola pertumbuhan kerangka pada ternak juga dapat digunakan untuk memprediksi umur ternak berdasarkan tingkat kematangan fisiologis karkas.
Deteksi Residu Oksitetrasiklin pada Ikan Lele yang Dipasarkan di Kota Yogyakarta Nisa Hakimah; Wari Pawestri; Dewi Nurmalita Suseno; Sri Widowati Anjarsari
Jurnal Veteriner Vol 22 No 4 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.474 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.4.499

Abstract

Tingkat konsumsi ikan di Indonesia terus mengalami peningkatan seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap pemenuhan gizi dan meningkatnya pengetahuan tentang manfaat makan ikan bagi tubuh. Kebutuhan ini harus diimbangi dengan peningkatan kuantitas dan kualitas produk ikan. Salah satu kontaminan yang dapat menimbulkan permasalahan adalah cemaran antibiotik. Oksitetrasiklin merupakan antibiotik yang banyak digunakan pada dunia perikanan. Penelitian bertujuan untuk melakukan validasi metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) untuk analisis residu oksitetrasiklin dalam daging ikan lele dan melakukan deteksi kejadian residu oksitetrasiklin pada daging ikan lele yang dipasarkan di wilayah Kota Yogyakarta. Penelitian dilakukan dengan dua tahap yaitu tahap validasi dan tahap penelitian lapangan. Validasi metode preparasi sampel daging ikan lele menggunakan alat KCKT dan meliputi parameter spesifisitas, presisi, akurasi,dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat KCKT yang digunakan dalam penelitian dapat digunakan untuk melakukan deteksi residu oksitetrasiklin dalam daging ikan lele dengan baik. Penelitian lapangan menggunakan 59 sampel ikan lele yang diambil dari penjual yang berbeda di 16 pasar tradisional wilayah Kota Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan adanya residu oksitetrasiklin, ditunjukkan dengan hasil positif (melampaui batas maksimum residu) pada 25% dari keseluruhan sampel.
Kuning Telur Ayam Kampung Dapat Digunakan Sebagai Emulsifier Minyak Cengkeh untuk Bahan Anestetik pada Ikan Komet Deo Lauda Putra; I Gusti Ngurah Sudisma; I Wayan Wirata
Jurnal Veteriner Vol 22 No 4 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.556 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.4.547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas campuran minyak cengkeh dengan kuning telur ayam kampung sebagai anestetik pada ikan komet (Carassius auratus auratus). Objek penelitian yang digunakan adalah 36 ekor ikan komet, berukuran 10 ± 5 cm, bobot badan 15-25 g, dan diberi pakan pellet. Data pada penelitian ini diperoleh dengan mencatat lama waktu teranestesinya ikan. Hewan coba dibagi menjadi sembilan kelompok perlakuan yaitu: perlakuan I (minyak cengkeh 100 ppm), perlakuan II (minyak cengkeh 100 ppm + etanol 96% 1 mL/L), perlakuan III (minyak cengkeh 100 ppm + kuning telur 0,4 mL/L), perlakuan IV (minyak cengkeh 100 ppm + kuning telur 0,6 mL/L), perlakuan V (minyak cengkeh 100 ppm + kuning telur 0,8 mL/L), perlakuan VI (minyak cengkeh 100 ppm + kuning telur 1 mL/L), perlakuan VII (minyak cengkeh 100 ppm + kuning telur 1,2 mL/L), perlakuan VIII (minyak cengkeh 100 ppm + kuning telur 1,4 mL/L), perlakuan IX (minyak cengkeh 100 ppm + kuning telur 1,6 mL/L). Masing-masing perlakukan dilakukan pengulangan sebanyak empat kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa masing-masing kelompok perlakuan menunjukkan waktu induksi berbeda nyata (P<0,05) sedangkan waktu durasi dan waktu pemulihan tidak berbeda nyata (P>0,05). Induksi anestesi pada ikan komet dengan waktu induksi tercepat adalah 3,05 ± 0,32 menit menggunakan kombinasi minyak cengkeh 100 ppm + kuning telur 1,6 mL/L.

Page 96 of 112 | Total Record : 1116


Filter by Year

2000 2024