cover
Contact Name
AHMAD SYAUQI
Contact Email
syauqiberbakti@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.empati@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 95, (Gedung Fak. Dakwah dan Ilmu Komunikasi Lt. III), Cempaka Putih, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten 1541
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
EMPATI : JURNAL ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
ISSN : 23014261     EISSN : 26216418     DOI : 10.15408/empati
Core Subject : Social,
Empati: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial is a peer-reviewed journal on social welfare and social work, offering access to a better understanding of social welfare in Indonesia and developments through the publication of articles and research reports. EMPATI emphasizes on social welfare and social work practice in Indonesia, and intended to communicate original researches and current issues on various subjects such as on human service organizations, children, elderly, disability, economy, policy, health, gender, age, class, mental health, etc. The Journal provides an interdisciplinary forum to which academics and professionals working in the fields of social welfare.
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
ANALISIS IMPLEMENTASI LAYANAN BUS PINK TRANSJAKARTA SEBAGAI KEBIJAKAN TRANSPORTASI RAMAH PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF FEMINISME Saparija, Nayla Azalia; Kusuma, Ardli Johan
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 14, No 1 (2025): Empati Edisi Juni 2025
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v15i1.46142

Abstract

Abstract. Cases of sexual harassment against women on public transportation show alarming and increasing numbers in the last 10 years. Buses are the location with the highest harassment rate, especially during peak hours. Although women have the right to access public facilities with a sense of security, they are still often victims of harassment. In an effort to reduce these cases, Transjakarta has provided a women-only Pink Bus service since 2016. This research aims to determine the significant impact of the Pink Bus policy on women's mobility. This research uses a qualitative method with a descriptive approach, collecting data through observation, interviews, and documentation. The analysis was conducted with a feminist urban mobility perspective, paying attention to aspects of mobility, intersectionality, and inclusivity in dealing with sexual harassment. The pink bus is considered a temporary solution that does not solve the root causes of sexual harassment in public transportation. The research also identifies factors inhibiting the effectiveness of the Pink Bus policy, such as the limited number of fleets, uneven operating hours, lack of socialization and harassment cases that have actually increased despite the Pink Bus policy. The results of this research are expected to provide insights for the development of safer and more inclusive transportation policies for women. Keyword: Pink Bus; Sexual Harassment; Transportation; Policy. Abstrak. Kasus pelecehan seksual terhadap perempuan di transportasi umum menunjukkan angka yang mengkhawatirkan dan terus meningkat dalam 10 tahun terakhir. Bus menjadi lokasi dengan tingkat pelecehan tertinggi, terutama saat jam padat. Meskipun perempuan memiliki hak untuk mengakses fasilitas umum dengan rasa aman, mereka masih sering menjadi korban pelecehan. Sebagai upaya mengurangi kasus ini, Transjakarta menyediakan layanan Bus Pink khusus wanita sejak 2016. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dampak signifikan kebijakan Bus Pink terhadap mobilitas perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan perspektif feminisme urban mobility, memperhatikan aspek mobilitas, interseksionalitas, dan inklusivitas dalam menangani pelecehan seksual. Bus pink dianggap sebagai solusi sementara yang tidak menyelesaikan akar masalah pelecehan seksual di transportasi publik. Penelitian juga mengidentifikasi faktor penghambat efektivitas kebijakan Bus Pink, seperti terbatasnya jumlah armada, belum meratanya jam operasional, kurangnya sosialisasi dan kasus pelecehan yang justru meningkat meski dibuatnya kebijakan Bus Pink. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengembangan kebijakan transportasi yang lebih aman dan inklusif bagi perempuan. Kata Kunci: Bus Pink; Pelecehan Seksual; Transportasi; Kebijakan.
PENGARUH PENGASUHAN LUAR PANTI TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER DAN KEMANDIRIAN ANAK Mursidin, Arip; Rahman, Nuril Endi
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 14, No 1 (2025): Empati Edisi Juni 2025
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v14i1.47655

Abstract

Abstract. This study aims to examine the influence of non-institutional (community-based) foster care on character building and the development of children's independence, conducted at LKSA YAPSEM Lamongan. LKSA YAPSEM Lamongan is an institution that provides child care services using a non-institutional foster care model. This research employs a qualitative descriptive method, presenting detailed representations of how non-institutional care affects children's character development and independence. Data collection methods include gathering information through structured and unstructured interviews, observation, documentation, and note-taking. The research informants consist of caregivers in each foster area and the foster parents or families. Primary data collection techniques used in this study are observation, interviews, and document studies. The results indicate that non-institutional foster care significantly influences the development of children's character and independence, particularly in emotional, social, and educational aspects. Family-based care emphasizes a more personal, flexible, and family-oriented approach, which is often difficult to achieve in institutional care settings. The development of children under the care of LKSA YAPSEM Lamongan reflects key aspects such as character building, independence, challenges and solutions, well-being, and the sustainability of programs implemented by LKSA caregivers, all aimed at fostering better character and independence in children. Keyword: Care for children, character, independence, family based models. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengasuhan luar panti terhadap pembentukan karakter dan kemandirian anak yang dilakukan di LKSA YAPSEM Lamongan. LKSA YAPSEM Lamongan adalah sebuah lembaga yang memberikan pengasuhan anak dengan model pelayanan luar panti. Metode penelitian dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif yang menyajikan data representasi detail dari sebuah keadaan pengaruh pengasuhan luar panti terhadap pembentukan karakter dan kemandirian anak. Adapun langkah-langkah pengumpulan data yaitu pengumpulan informasi melalui observasi dan wawancara terstruktur serta tidak terstruktur, dokumentasi serta mencatat informasi. Informan penelitian terdiri dari pendamping di setiap daerah dampingan anak luar panti dan orang tua/ keluarga asuh, Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik primer yaitu observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini memberikan pengaruh pengasuhan luar panti terhadap pembentukan karakter dan kemandirian anak, khususnya pada aspek emosional, sosial, dan pendidikan. Pengasuhan berbasis keluarga lebih menekankan pendekatan yang personal, fleksibel, dan berbasis keluarga, yang sulit diperoleh dalam pola pengasuhan dalam panti. Perkembangan anak di LKSA YAPSEM Lamongan memiliki aspek dari pembentukan karakter, kemandirian, tantangan dan solusi, kesejahteraan serta keberlanjutan program yang dilakukan oleh pendamping LKSA dengan tujuan pembentukan karakter dan kemandirian anak yang lebih baik. Kata Kunci: Pengasuhan anak, karakter, kemandirian, model luar panti.
PERAN STAKEHOLDER DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN ANAK DISABILITAS DREAMWORK Wulandari, Arinda Putri; Humaedi, Sahadi; Raharjo, Santoso Tri
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 14, No 1 (2025): Empati Edisi Juni 2025
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v15i1.46489

Abstract

Abstract. The Dreamwork program is a CSR program of PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Bandung which aims to empower the community, especially for children with disabilities. The success of corporate social responsibility (CSR) programs requires the involvement of various stakeholders to achieve optimal and sustainable goals. The purpose of writing this article is to discuss the role of stakeholders in the Dreamwork Program initiated by PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Bandung as part of the company's CSR in empowering children with disabilities. This study uses a descriptive qualitative approach with in-depth interview methods, observations, and documentation studies to analyze the involvement of various stakeholders in this program. The results show that the involvement of stakeholders, such as academics, government, civil society organizations, the private sector, and the media plays a significant role in supporting the sustainability of the program. Cross-sector collaboration with a pentahelix approach has proven effective in ensuring that the Dreamwork Program can have a broader social and economic impact on children with disabilities and their families. Keyword: Stakeholder engagement; empowerment of children with disabilities; corporate social responsibility; pentahelix collaboration; program dreamwork. Abstrak. Program Dreamwork merupakan program CSR PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Bandung yang bertujuan dalam rangka pemberdayaan masyarakat khususnya untuk anak disabilitas. Keberhasilan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) memerlukan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan yang optimal dan berkelanjutan. Tujuan penulisan artikel ini untuk membahas peran stakeholders dalam Program Dreamwork yang diinisiasi oleh PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Bandung sebagai bagian dari CSR perusahaan dalam memberdayakan anak disabilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam, observasi, serta studi dokumentasi untuk menganalisis keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam program ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan stakeholders, seperti akademisi, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, sektor swasta, dan media berperan signifikan dalam mendukung keberlanjutan program. Kolaborasi lintas sektor dengan pendekatan pentahelix terbukti efektif dalam memastikan bahwa Program Dreamwork dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas bagi anak disabilitas dan keluarganya.  Kata Kunci: Stakeholder engagement; pemberdayaan anak disabilitas; corporate social responsibility; kolaborasi pentahelix; program dreamwork.
PENGALAMAN KELUARGA PENERIMA MANFAAT (KPM) DALAM MENAVIGASI KEMANDIRIAN SOSIAL EKONOMI MELALUI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) Ningsih, Sri Rahayu; Sholihah, Wahyuni Ilhamis; Maretia, Indi Ayu; Riany, Yulina Eva
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 14, No 1 (2025): Empati Edisi Juni 2025
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v14i1.47931

Abstract

Abstract. The Family Hope Program (PKH) is a conditional social assistance program launched by the Indonesian government to support underprivileged families through cash transfers directed at improving access to education, health, and the economy. In 2020, the government allocated IDR 36.9 trillion in funds for 10 million recipient families as part of a strategy to accelerate poverty alleviation. However, in practice, some families remain recipients for years without experiencing significant improvements in their social and economic conditions. Using a phenomenological approach, this study involved six informants selected through purposive sampling based on inclusion criteria. The results show that KPM's understanding of the Family Hope Program (PKH) is generally functional, with a focus on children's educational needs. In the aspect of socio-economic independence related to irregular income, lack of access to productive businesses, increased social participation and interaction, the dynamics of social stigma, the strategic role of assistants, social solidarity, and changes in social identity and self-confidence. Socio-economic challenges, self-awareness and empathy values, the role of assistants, structural limitations of the program, as well as family and neighborhood support. Keyword: Beneficiary families, phenomenological approach, family hope program, poverty reduction, socio-economic self-sufficiency. Abstrak. Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program bantuan sosial bersyarat yang diluncurkan oleh pemerintah Indonesia untuk mendukung keluarga prasejahtera melalui transfer tunai yang diarahkan pada peningkatan akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Pada tahun 2020, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp36,9 triliun bagi 10 juta keluarga penerima, sebagai bagian dari strategi percepatan pengentasan kemiskinan. Namun, dalam praktiknya, sebagian keluarga masih tetap menjadi penerima bantuan selama bertahun-tahun tanpa mengalami peningkatan signifikan dalam kondisi social dan ekonomi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman hidup Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam proses menuju kemandirian sosial-ekonomi Dengan menggunakan pendekatan fenomenologis, penelitian ini melibatkan enam informan yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria inkulsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman KPM terhadap Program Keluarga Harapan (PKH) umumnya bersifat fungsional, dengan fokus pada kebutuhan pendidikan anak. Pada aspek kemandirian sosial ekonomi terkait dengan penghasilan tidak tetap, minimnya akses terhadap usaha produktif, peningkatan partisipasi dan interaksi sosial, dinamika stigma sosial, peran strategis pendamping, solidaritas sosial, serta perubahan identitas sosial dan kepercayaan diri. Tantangan sosial ekonomi, kesadaran diri dan nilai empati, peran pendamping, keterbatasan struktural program, serta dukungan keluarga dan lingkungan dapat menjadi faktor pendorong dan penghambat bagi KPM untuk graduasi mandiri. Kata Kunci: Bantuan sosial, KPM, studi fenomenologi, kemandirian sosial ekonomi, Program Keluarga Harapan (PKH).
KERENTANAN DAN TANTANGAN KESEJAHTERAAN PENGEMUDI GRAB DALAM EKONOMI GIG INDONESIA Al-Fadani, Syauqi Raihan; Nurdin, Nurdin
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 14, No 1 (2025): Empati Edisi Juni 2025
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v14i1.46127

Abstract

Abstract. The purpose of this study is to explain the conflict of social welfare policies between online motorcycle taxi drivers, PT. Grab Indonesia and the Government. This study uses a qualitative method to explain the dynamics and power relations between the Grab online motorcycle taxi driver group, the Ministry of Digital Communication of the Republic of Indonesia, and PT. Grab Indonesia regarding demands for social welfare. Data collection was carried out through in-depth interviews, literature reviews and observations. Meanwhile, the analysis of research problems was answered using social welfare theory and the concept of the gig economy. The results of this study explain that the power relations in determining the social welfare of gig workers are still dominated by the gig company Grab Indonesia. The weak position of the government has had implications for obstacles in making gig economy policies in the transportation sector to date. This condition has affected the level of social welfare of Grab online motorcycle taxi drivers which is not yet adequate. The low level of welfare of online motorcycle taxi drivers can be measured by low daily income, high workload, and the unavailability of health insurance facilities. In addition, the weak involvement of the government in regulating gig worker policies in Indonesia has also affected the political uncertainty of the social welfare of online motorcycle taxi drivers in general and Grab Indonesia online motorcycle taxi drivers in particular in the future amidst competition and scarcity of jobs in Indonesia. Keyword: GIG Economy, Policy Conflict, GrabBike Drivers, Government, PT. Grab Indonesia. Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan konflik kebijakan kesejahteraan sosial antara pengemudi ojek daring, PT. Grab Indonesia dan Pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menjelaskan dinamika dan relasi kekuasaan antara kelompok pengemudi ojek daring Grab, Kementerian Komunikasi Digital Republik Indonesia, dan PT. Grab Indonesia terkait tuntutan kesejahteraan sosial.  Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, kajian kepustakaan dan observasi. Sementara analisis permasalahan penelitian dijawab dengan menggunakan teori kesejahteraan sosial dan konsep ekonomi gig. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa relasi kekuasaan dalam menentukan kesejahteraan sosial pekerja gig masih didominasi oleh perusahaan gig Grab Indonesia. Posisi pemerintah yang lemah telah berimplikasi pada hambatan dalam pembuatan kebijakan ekonomi gig di bidang transportasi hingga saat ini. Kondisi ini telah mempengaruhi tingkat kesejahteraan sosial pengemudi ojek daring Grab yang belum layak. Rendahnya tingkat kesejahteraan pengemudi ojek daring dapat diukur dari pendapatan harian yang rendah, tingginya beban kerja, dan ketidaktersediaan fasilitas asuransi kesehatan. Selain itu masih lemahnya keterlibatan pemerintah dalam pengaturan kebijakan buruh gig di Indonesia juga telah mempengaruhi ketidakpastian politik kesejahteraan sosial pengemudi ojek daring umumnya dan khususnya pengemudi ojek daring Grab Indoenesia di masa mendatang di tengah kompetisi dan kelangkaan lapangan pekerjaan di Indonesia.   Kata Kunci:  Ekonomi GIG, Konflik Kebijakan, Pengemudi GrabBike, Pemerintah, PT. Grab Indonesia
NEO-SUFISM AND SOCIAL WELFARE: THE PERSPECTIVE OF INDONESIAN MUSLIM SOCIAL WORKERS Hakim, Budi Rahman
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 14, No 1 (2025): Empati Edisi Juni 2025
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v14i1.46314

Abstract

Abstract. Neo-Sufism, as a revitalized form of classical Sufism, offers a profound ethical and spiritual foundation that significantly enriches social welfare practices in Indonesia. This study aims to construct a theoretical framework that integrates Neo-Sufi values—such as compassion, justice, and spiritual devotion—into Muslim social work practice. Employing a qualitative literature review method, data were collected from credible academic sources indexed by Scopus and Web of Science and analyzed using thematic analysis. The findings reveal that Neo-Sufism enhances social welfare practice by providing an ethical foundation, fostering community empowerment, strengthening personal resilience among social workers, and enriching social work education curricula. These results suggest that integrating Neo-Sufi values can significantly strengthen both the professionalism and spiritual development of Muslim social workers in Indonesia, while promoting a more holistic approach to community welfare. Keyword: Neo-Sufism, Social Welfare, Muslim Social Work, Spiritual Ethics, Community Empowerment. Abstrak. Neo-Sufisme, sebagai bentuk pembaruan dari tasawuf klasik, menawarkan fondasi etis dan spiritual yang kuat untuk memperkaya praktik kesejahteraan sosial di Indonesia. Artikel ini bertujuan membangun kerangka teoretis yang mengintegrasikan nilai-nilai Neo-Sufi, seperti kasih sayang, keadilan, dan pengabdian spiritual, ke dalam praktik pekerjaan sosial Muslim. Melalui metode tinjauan pustaka kualitatif, sumber-sumber ilmiah yang terindeks Scopus dan Web of Science dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Neo-Sufisme memperkuat praktik kesejahteraan sosial dengan menyediakan dasar etika, meningkatkan pemberdayaan komunitas, membangun ketahanan pribadi, dan memperkaya kurikulum pendidikan sosial. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi nilai-nilai spiritual Neo-Sufi dapat memperkuat profesionalisme dan meningkatkan kualitas pelayanan pekerja sosial Muslim di Indonesia, sekaligus mendorong kesejahteraan holistik masyarakat. Keyword: Neo-Sufisme, Kesejahteraan Sosial, Pekerja Sosial Muslim, Etika Spiritual, Pemberdayaan Komunitas.
THE ROLE OF DIGITAL INCLUSION IN THE SPREAD OF SOCIAL WELFARE AND RELIGIOUS VALUES Saidah, Musfiah; Kusmiati, Yopi; Irmayanti, Ade
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 14, No 1 (2025): Empati Edisi Juni 2025
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v14i1.47890

Abstract

Abstract. Digital inclusion has become critical in ensuring equitable access to information and communication technologies, particularly in disseminating religious values and promoting social welfare. This study explores how digital inclusion through access to internet connectivity, digital devices, and digital literacy supports the spreading of Islamic da'wah messages and welfare related content on popular platforms such as YouTube, Instagram, and TikTok. Each platform offers different features that affect how effectively messages are delivered and received, particularly among diverse and marginalized audiences. Using a quantitative approach with the Digital Action Research method, this study analyzes user engagement metrics such as likes, comments, shares, and views to assess the impact of digital inclusion on the reach and effectiveness of religious and social welfare content. The results show that digital inclusion enhances access to religious information and strengthens social awareness, community participation, and value based education. This research highlights the importance of creating inclusive digital environments to ensure that religious and social messages are accessible, relevant, and impactful for all segments of society. Keyword: Digital inclusion, social welfare, religious values, da’wah, social media. Abstrak. Inklusi digital menjadi faktor penting dalam memastikan akses yang merata terhadap teknologi informasi dan komunikasi, khususnya dalam penyebaran nilai keagamaan dan promosi kesejahteraan sosial. Penelitian ini mengkaji bagaimana inklusi digital melalui akses terhadap koneksi internet, perangkat digital, dan literasi digital mendukung penyebaran pesan dakwah Islam serta konten-konten yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial di platform populer seperti YouTube, Instagram, dan TikTok. Setiap platform memiliki fitur yang berbeda yang memengaruhi efektivitas penyampaian dan penerimaan pesan, terutama bagi audiens yang beragam dan rentan. Dengan pendekatan kuantitatif melalui metode Digital Action Research, penelitian ini menganalisis metrik keterlibatan pengguna seperti jumlah suka, komentar, bagikan, dan tayangan untuk menilai dampak inklusi digital terhadap jangkauan dan efektivitas konten keagamaan dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inklusi digital tidak hanya meningkatkan akses terhadap informasi keagamaan, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat kesadaran sosial, partisipasi komunitas, dan pendidikan berbasis nilai. Penelitian ini menekankan pentingnya menciptakan lingkungan digital yang inklusif agar pesan-pesan keagamaan dan sosial dapat diakses, diterima, dan berdampak bagi seluruh lapisan masyarakat. Keyword: Inklusi digital, kesejahteraan sosial, nilai keagamaan, dakwah, media sosial.
EVALUATION OF COMMUNITY DEVELOPMENT IMPLEMENTATION IN PRACTICUM II SOCIAL WELFARE STUDENTS OF UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA IN THE COVID-19 PANDEMIC Nurkhayati, Nurkhayati; Habibie, Fithratullah; Kharima, Nadya
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 10 No. 2 (2021): Empati Edisi Desember 2021
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v10i2.26538

Abstract

Abstract. The impact of the COVID-19 pandemic has been acknowledged abruptly changing various systems of human life, including the line of education which is the most important part of the human core. This also includes the line of education in the field of social welfare which has an impact on the implementation of community development which is usually carried out in the midst of the community or commonly referred to as practicum ii (two). Even though in the end, the students of the Social Welfare Study Program at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta still had to carry out during the COVID-19 pandemic. Therefore, researchers intend to evaluate the implementation of community development in practicum II for social welfare students at Syarif Hidayatullah University Jakarta during the COVID-19 pandemic. Research that uses this approach looks at various informants' perspectives which is carried out by FGD (Focus Group Discussion) consisting of Lecturers, Supervisors, Students as Practitioners and the community or related stakeholders. From the findings obtained, the implementation of community development can still be carried out despite the various differences and obstacles encountered in practicum II in the era of the covid-19 pandemic. The most significant difference is related to the existence of Health protocol rules and also the implementation of practicum II in their respective domiciles. As for the obstacles, it is more a matter of limited time and communication between lecturers and practitioners and vice versa.Keywords: Community Development, Practicum II, Covid-19 PandemicAbstrak. Dampak pandemi covid-19 secara disadari merubah berbagai sistem tatanan kehidupan manusia, tidak terkecuali pada lini pendidikan yang merupakan bagian terpenting dari inti manusia. Hal ini juga termasuk pada lini pendidikan bidang kesejahteraan sosial yang berdampak pada pelaksanaan community development yang biasanya dilakukan di tengah-tengah masyarakat atau yang biasa disebut dengan praktikum ii (dua). Meski pada akhirnya, mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial UIN syarif hidayatullah jakarta tetap harus dijalankan di masa pandemi covid-19. Oleh karena itu, peneliti ingin melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pelaksanaan community development pada praktikum II mahasiswa kesejahteraan sosial uin syarif hidayatullah jakarta di masa pandemi covid-19.  Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif ini mencoba melihat dari berbagai sudut pandang informan yang dilakukan dengan cara FGD (Focus Group Discussion) yang terdiri dari Dosen Pengampu, Dosen Pembimbing, Mahasiswa selaku Praktikan dan Masyarakat atau stakeholder yang terkait. Dari temuan yang didapatkan adalah pelaksanaan community development tetap dapat dijalankan meskipun dengan berbagai perbedaan dan kendala yang dihadapi pada praktikum II era pandemi covid-19. Perbedaan yang paling signifikan adalah terkait dengan adanya aturan protokol Kesehatan dan juga pelaksanaan praktikum II di domisili masing-masing. Sedangkan untuk kendala, lebih kepada persoalan waktu yang dirasakan terbatas dan komunikasi baik antara dosen dengan praktikan maupun sebaliknya. Kata kunci: Community Development, Praktikum II, Pandemi Covid-19.
KAJIAN TEORI DAN PRAKTIK INTERVENSI PEKERJA SOSIAL DALAM MELAKUKAN DUKUNGAN PSIKOSOSIAL KEPADA KORBAN KEKERASAN SEKSUAL Zaky, Ahmad; Yulianti, Yulianti; Kharima, Nadya
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 11 No. 2 (2022): Empati Edisi Desember 2022
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v11i2.27795

Abstract

Abstract. Sexual violence that occurs in Indonesia is increasingly prevalent and the victims of sexual violence are women. Sexual violence also occurs in educational institutions such as universities. The phenomenon of sexual violence in college can occur due to several factors and can be done by anyone if any opportunity. Sexual violence experienced by women resulting in prolonged trauma and requires social and psychological assistance to heal their trauma. This study aims to see how social worker interventions to carry out psychosocial support to victims of female sexual violence. The research method uses descriptive qualitative research to be able to explain the research results comprehensively. Data collection techniques using observation, interviews and documentation studies. Interviews were conducted with the academy and social worker profession at LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. The results showed that sexual violence to students who had received assistance from LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta was caused by several factors, namely factors of proximity, attachment, and helplessness, as for the services of social workers LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta based on knowledge, skills and values and ethics applied in social worker practices. In this study, it was found that the theory used by social workers at LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta used Strength Based Perspective. The stages of services carried out by social workers at LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta to clients of victims of sexual violence are relationship building, assessment (problem digging), intervention planning (planning), implementation of interventions, evaluation, termination and follow-up.Keywords: Sexual Violence, Intervention, Social Worker. Abstrak. Kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia semakin marak dan korbannya adalah perempuan. Kekerasan seksual juga terjadi di lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi. Fenomena kekerasan seksual di perguruan tinggi bisa terjadi karena beberapa faktor dan bisa dilakukan oleh siapa pun. Kekerasan seksual yang dialami oleh perempuan berakibat trauma berkepanjangan dan membutuhkan pendampingan sosial dan psikologi untuk menyembuhkan traumanya. Penelitian ini bertujuan melihat bagaimana intervensi pekerja sosial melakukan dukungan psikososial kepada korban kekerasan seksual perempuan. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif deskriptif untuk dapat menjelaskan hasil penelitian secara komprehensif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada akademi dan profesi pekerja sosial di LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa kekerasan seksual pada mahasiswa yang sudah mendapatkan pendampingan dari LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor kedekatan, kelekatan, dan ketidakberdayaan, Adapun pelayanan pekerja sosial LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berdasarkan pengetahuan, keterampilan serta nilai dan etika yang diterapkan dalam praktik pekerja sosial. Dalam penelitian ini, teori yang digunakan oleh pekerja sosial di LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah Strength Based Perspektif. Adapun tahapan pelayanan yang dilakukan oleh pekerja sosial di LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kepada klien korban kekerasan seksual yaitu, penjalinan relasi, assesment (penggalian masalah), perencanaan intervensi(planning), pelaksanaan intervensi, evaluasi, terminasi dan follow-up.Kata kunci: Kekerasan Seksual, Intervensi, Pekerja Sosial.
EVALUASI PROGRAM PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) KELOMPOK WANITA TANI DI KOTA BOGOR Sukmawati, Ellies; Syamsiah, Siti
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v13i1.28391

Abstract

Abstract. P2L is a productive activity that empowers the community, especially housewives so that they are able to meet the availability of family food while supporting the household economy, but in its implementation, there are obstacles that prevent P2L from achieving its goals. The purpose of the study was to evaluate the performance of the P2L program based on aspects of inputs, outputs and outcomes in the Mekar Saluyu Farmer Women's Group (KWT) located in Bogor City. The evaluation of this P2L program uses a logic model with a quantitative approach and descriptive analysis of research data. The evaluation results stated that KWT Mekar Saluyu has implemented the P2L program well, this is indicated by an increase in knowledge, skills and attitudes of KWT members to optimize yard land management for P2L activities so that it has an impact on reducing spending on vegetables because it has been fulfilled from P2L results, but limited arable land area results in vegetable production capacity is not optimal.Keywords: P2L, KWT, evaluation of logic model. Abstrak. P2L merupakan kegiatan produktif yang memberdayakan masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga agar mereka mampu mencukupi ketersediaan pangan keluarga sekaligus menunjang ekonomi rumah tangga, namun dalam pelaksanaannya terdapat kendala yang menghambat P2L mencapai tujuannya. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi kinerja program P2L berdasarkan aspek input, output dan outcome di Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Saluyu yang berada di Kota Bogor. Evaluasi program P2L ini menggunakan logic model dengan pendekatan kuantitatif dan analisis deskriptif terhadap data penelitian. Hasil evaluasi menyebutkan KWT Mekar Saluyu telah melaksanakan program P2L dengan baik, ditandai dengan peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap anggota KWT mengoptimalkan pengelolaan lahan pekarangan untuk kegiatan P2L sehingga berdampak kepada berkurangnya pengeluaran belanja untuk sayuran karena telah terpenuhi dari hasil P2L, namun keterbatasan luas lahan garapan mengakibatkan kapasitas produksi sayuran belum optimal.  Kata Kunci: P2L, KWT, evaluasi logic model.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2025): Empati Edisi Juni 2025 Vol 13, No 2 (2024): Empati Edisi Desember 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Empati Edisi Desember 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024 Vol 13, No 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024 Vol 12, No 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023 Vol 12, No 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023 Vol 11, No 2 (2022): Empati Edisi Desember 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Empati Edisi Desember 2022 Vol 11, No 1 (2022): Empati Edisi Juni 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Empati Edisi Juni 2022 Vol 10, No 2 (2021): Empati Edisi Desember 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Empati Edisi Desember 2021 Vol 10, No 1 (2021): Empati Edisi Juni 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Empati Edisi Juni 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): Empati Edisi Desember 2020 Vol 9, No 2 (2020): Empati Edisi Desember 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Empati Edisi Juni 2020 Vol 9, No 1 (2020): Empati Edisi Juni 2020 Vol 8, No 2 (2019): Empati Edisi Desember 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): Empati Edisi Desember 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): Empati Edisi Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Empati Edisi Juni 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): Empati Edisi Desember 2018 Vol 7, No 2 (2018): Empati Edisi Desember 2018 Vol 7, No 1 (2018): Empati Edisi Juni 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): Empati Edisi Juni 2018 Vol. 6 No. 1 (2017): Empati Edisi Juni 2017 Vol 6, No 1 (2017): Empati Edisi Juni 2017 Vol 5, No 1 (2016): Empati Edisi Juni 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Empati Edisi Juni 2016 Vol. 4 No. 1 (2015): Empati Edisi Juni 2015 Vol 4, No 1 (2015): Empati Edisi Juni 2015 Vol 3, No 1 (2014): Empati Edisi Juni 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Empati Edisi Juni 2014 Vol 2, No 1 (2013): Empati Edisi Juni 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Empati Edisi Juni 2013 Vol. 1 No. 1 (2012): Empati Edisi Juni 2012 Vol 1, No 1 (2012): Empati Edisi Juni 2012 More Issue