cover
Contact Name
AHMAD SYAUQI
Contact Email
syauqiberbakti@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.empati@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 95, (Gedung Fak. Dakwah dan Ilmu Komunikasi Lt. III), Cempaka Putih, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten 1541
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
EMPATI : JURNAL ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
ISSN : 23014261     EISSN : 26216418     DOI : 10.15408/empati
Core Subject : Social,
Empati: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial is a peer-reviewed journal on social welfare and social work, offering access to a better understanding of social welfare in Indonesia and developments through the publication of articles and research reports. EMPATI emphasizes on social welfare and social work practice in Indonesia, and intended to communicate original researches and current issues on various subjects such as on human service organizations, children, elderly, disability, economy, policy, health, gender, age, class, mental health, etc. The Journal provides an interdisciplinary forum to which academics and professionals working in the fields of social welfare.
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT SURABAYA MELALUI PENDEKATAN OPTIMALISASI BANTUAN PEMERINTAHAN KOTA Anggraeni, Vitriyani; Anshori, Isa
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 13, No 2 (2024): Empati Edisi Desember 2024
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v13i2.39437

Abstract

Abstract. This study wants to assess how effective the assistance from the Surabaya city government is in improving people's welfare. Using a qualitative approach and case study design, this research investigates the assistance programs provided by the city government. Data was obtained through in-depth interviews, participatory observations, and documentation involving aid recipients and city governments. Research shows that the Surabaya city government's assistance program has a significant positive impact on community welfare. This is mainly seen from the increase in access to health services, education, and economic empowerment. However, there are several problems in implementing the program, such as non-transparency, uneven distribution, and lack of community participation in planning the program. The theme analysis shows that the success of aid optimization is greatly influenced by effective management, transparency in aid distribution, and active community participation. From these findings, the study suggests that communities should be more active in planning, better aid management, and increased supervision to ensure proper and equitable distribution. In addition, this study also emphasizes the need for regular evaluation of assistance programs to suit the ever-changing needs of the community. This research emphasizes the importance of cooperation between the city government, the community, and related institutions so that aid programs can be sustainable. So, this study is important to understand how assistance from the city government can be increased for the benefit of the community. The study also provides concrete suggestions for future programs to be better. It is hoped that these results will help in the development of clearer, more efficient, and sustainable social assistance policies. Keyword: Optimization of Assistance; Community Welfare; Assistance Program; Community Participation. Abstrak. Penelitian ini ingin menilai seberapa efektif bantuan dari pemerintah kota Surabaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus, riset ini menyelidiki program-program bantuan yang disediakan oleh pemerintah kota. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi dengan melibatkan penerima bantuan dan pemerintah kota. Penelitian menunjukkan bahwa program bantuan pemerintah kota Surabaya memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Hal ini terutama terlihat dari peningkatan akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi. Namun, ada beberapa masalah dalam menerapkan program tersebut, seperti ketidaktransparan, distribusi yang tidak merata, dan kurangnya partisipasi masyarakat dalam merencanakan program. Analisis tema menunjukkan bahwa keberhasilan optimalisasi bantuan sangat dipengaruhi oleh manajemen yang efektif, transparansi dalam penyaluran bantuan, dan partisipasi aktif masyarakat. Dari temuan ini, studi menyarankan agar masyarakat lebih aktif dalam perencanaan, manajemen bantuan yang lebih baik, dan peningkatan pengawasan untuk memastikan pendistribusian yang tepat dan adil. Selain itu, penelitian ini juga menegaskan perlunya evaluasi rutin terhadap program bantuan agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang selalu berubah. Penelitian ini menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah kota, masyarakat, dan lembaga terkait agar program-program bantuan dapat berkelanjutan. Begitu, studi ini penting bagi memahami cara bantuan dari pemerintah kota dapat ditingkatkan untuk manfaat masyarakat. Studi ini juga memberikan saran konkret agar program-program di masa depan dapat lebih baik. Harapannya, hasil ini akan membantu dalam pengembangan kebijakan bantuan sosial yang lebih jelas, efisien, dan berkelanjutan.  Kata Kunci: Optimalisasi Bantuan; Kesejahteraan Masyarakat; Program Bantuan; Partisipasi Masyarakat.
REHABILITASI REMAJA PELAKU KEJAHATAN JALANAN DI YOGYAKARTA Yurika, Rara Eka; Nurjannah, Nurjannah
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 13, No 2 (2024): Empati Edisi Desember 2024
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v13i2.39915

Abstract

Abstract. Yogyakarta is still in a state of street crime emergency. Data shows that street crime still occurs every year. The perpetrators of street crimes that occur in Yogyakarta are mostly teenagers. Factors that influence the emergence of street crime such as social, psychological, and biological factors. There is a need for rehabilitation for adolescents who commit street crimes. This research aims to find out, describe, and analyze the process of implementing rehabilitation for juvenile street offenders at the Yogyakarta Youth Social Protection and Rehabilitation Center (BPRSR). This research's data collection method uses interviews, observation, and documentation. The results of this study indicate that social workers play a role in advocating in the fields of education and law. The services provided include meeting basic needs, educational activities, psychosocial interventions, resocialization guidance, and mental and spiritual guidance. The rehabilitation implementation process provides assessment and diagnosis activities, case conceptualization and treatment planning, consultation and referral, and prevention and clinical intervention. The rehabilitation process carried out has been successful and has a positive impact on adolescents. The conclusion is that the rehabilitation process consists of several stages and the results have a positive impact on solving juvenile street offenders problems.  Keyword: Rehabilitation; Juvenile Street Offenders; Yogyakarta. Abstrak. Yogyakarta masih dalam kondisi darurat kejahatan jalanan. Data menunjukkan bahwa masih terjadi tindak kejahatan jalanan di setiap tahunnya. Pelaku tindak kejahatan jalanan yang terjadi di Yogyakarta sebagian besar merupakan remaja. Faktor yang mempengaruhi munculnya tindak kejahatan jalanan seperti faktor sosial, psikologis, dan biologis. Perlu adanya rehabilitasi untuk remaja tindak kejahatan jalanan. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menganalisis proses pelaksanaan rehabilitasi remaja yang terlibat tindak kejahatan jalanan di Balai Perlindungan Rehabilitasi Sosial Remaja (BPRSR) Yogyakarta. Metode pengumpulan data penelitian ini yakni wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pekerja sosial berperan melakukan advokasi di bidang pendidikan dan hukum. Layanan yang diberikan yakni berupa pemenuhan kebutuhan dasar, kegiatan pendidikan, intervensi psikososial, bimbingan resosialisasi dan bimbingan mental dan spiritual. Proses pelaksanaan rehabilitasi mencakup kegiatan asesmen dan diagnosis, konseptualisasi kasus dan perencanaan penanganan, konsultasi dan rujukan dan pencegahan dan intervensi klinis. Proses rehabilitasi yang dilakukan telah berhasil dan memberikan dampak positif kepada remaja. Kesimpulannya yakni proses rehabilitasi yang dilakukan terdiri dari beberapa tahap dan hasil dari proses rehabilitasi tersebut berdampak positif dalam menyelesaikan masalah remaja pelaku kejahatan jalanan. Kata Kunci: Rehabilitasi; Remaja Pelaku Kejahatan Jalanan; Yogyakarta.
THE INFLUENCE OF PEER-ASSISTED LEARNING & STRESS COPING TOWARD CADETS’ LEARNING ENGAGEMENT Putra, Riki Wanda; Patma Nugraha, Markus Asta; Yatno, Langandriansyah Dwi
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 13, No 2 (2024): Empati Edisi Desember 2024
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v13i2.41908

Abstract

Abstract. This research aimed to see the influence of peer-assisted learning and coping stress toward cadets’ learning engagement. This is a quantitative study with ex-post facto method. The research instrument was a questionnaire given to 334 samples. The data analysis technique used multiple linear analysis with the SPSS application. The results of the study showed that there was a positive influence of peer-assisted learning and stress coping towards cadets’ learning engagement. So, it can be recommended to organize a learning method with a peer assistance program, so that it can increase cadets’ learning engagement. Furthermore, universities can organize stress management training to help cadets cope with academic pressure effectively, so that cadets can be more proactive in learning activities. Although this study has been carried out optimally, there are several limitations to the study that can be used as recommendations for future research. This study used a quantitative approach, then researchers are advised to use a qualitative approach to explore the relationship between these three variables or assessed other variables. In addition, further research needs to consider other factors that influence student learning engagement, such as intrinsic motivation, teaching quality, and family support. Keyword: Learning Engagement; Peer-Assisted Learning; Stress Coping. Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh asistensi teman sebaya dan koping stres terhadap keterlibatan belajar. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode ex-post facto. Instrumen penelitian adalah kuisioner yang diberikan kepada 334 sampel. Teknik analisis data menggunakan analisis linear berganda dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif asistensi teman sebaya dan koping stres terhadap keterlibatan belajar mahasiswa. Dari hasil penelitian ini maka dapat direkomendasikan penyelenggaraan metode pembelajaran dengan program asistensi teman sebaya sehingga dapat membantu meningkatkan keterlibatan belajar mahasiswa. Selanjutnya, perguruan tinggi dapat menyelenggarakan pelatihan manajemen stres untuk membantu mahasiswa mengatasi tekanan akademik secara efektif, sehingga mahasiswa dapat lebih proaktif dalam kegiatan pembelajaran. Walaupun penelitian ini telah dilaksanakan secara maksimal, namun terdapat beberapa keterbatasan penelitian yang dapat dijadikan sebagai rekomendasi penelitian pada masa yang akan datang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif saja, peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali lebih dalam keterkaitan ketiga variabel ini atau mengkaji variabel lainnya. Selain itu, penelitian selanjutnya perlu mempertimbangkan faktor-faktor lain yang mempengaruhi keterlibatan belajar mahasiswa, seperti motivasi instrinsik, kualitas pengajaran, dan dukungan keluarga. Kata Kunci: Keterlibatan Belajar; Asistensi Teman Sebaya; Koping Stres.
PERLAKUAN KOLABORASI DALAM PEMULIHAN REINTEGRASI SOSIAL KORBAN NAPZA Indriyani, Wulan Ayu; Komar, Oong; Shantini, Yanti; Maslihah, Sri
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 13, No 2 (2024): Empati Edisi Desember 2024
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v13i2.42923

Abstract

Abstract. The problem of social reintegration for victims of Narcotics, Psychotropics, and other Addictive Substances (NAPZA) involves multidimensional challenges such as social stigma, psychological dependence, and economics. This study aims to analyze and develop a social reintegration model for NAPZA victims by adopting the concept of collaboration as the main framework. The research method used is a literature study that collects and analyzes 22 relevant articles regarding collaborative treatment in the recovery of social reintegration of NAPZA victims at the Community Learning Activity Center (PKBM). Data analysis was carried out using Nvivo software, through steps such as data import, coding, categorization based on main themes, theme analysis to identify patterns and relationships, and data visualization to present findings graphically. The study results indicate that effective communication is at the heart of successful synergy between parties. Good collaboration requires a shared understanding of goals and strategies, as well as recognition of the rights and obligations of each actor. A collaboration-based approach allows for the development of more adaptive and personalized programs, considering the needs and potential of victims. Cross-sector collaboration, such as between health workers, families, and communities, can help victims internalize this new perspective while supporting them in rebuilding a positive social identity. The recommendation from this study is the importance of synergy between the government, community, family, and health workers in creating an ecosystem that supports the recovery of drug victims. A collaborative approach, social reintegration of drug victims can be more effective, allowing them to return to a productive and meaningful life, while reducing the negative impact of drug abuse in society.  Keyword: Collaboration; Social Reintegration; Victims of Drug Abuse. Abstrak. Masalah reintegrasi sosial bagi korban Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) melibatkan tantangan multidimensi seperti stigma sosial, ketergantungan psikologis, dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengembangkan model reintegrasi sosial bagi korban NAPZA dengan mengadopsi konsep kolaborasi sebagai kerangka utama. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis 22 artikel yang relevan mengenai perlakuan kolaborasi dalam pemulihan reintegrasi sosial korban NAPZA di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak Nvivo, melalui langkah-langkah seperti impor data, pengkodean, kategorisasi berdasarkan tema utama, analisis tema untuk mengidentifikasi pola dan hubungan, serta visualisasi data untuk mempresentasikan temuan secara grafis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif merupakan inti dari keberhasilan sinergi antar pihak. Kolaborasi yang baik memerlukan pemahaman bersama tentang tujuan dan strategi, serta pengakuan terhadap hak dan kewajiban masing-masing aktor. Pendekatan berbasis kolaborasi memungkinkan penyusunan program yang lebih adaptif dan personal, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan potensi korban. Kolaborasi lintas sektor, seperti antara tenaga kesehatan, keluarga, dan komunitas, dapat membantu korban menginternalisasi pandangan baru ini, sekaligus mendukung mereka dalam membangun kembali identitas sosial yang positif. Rekomendasi dari penelitian ini adalah pentingnya sinergi antara pemerintah, komunitas, keluarga, dan tenaga kesehatan dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pemulihan korban NAPZA. Pendekatan kolaboratif, reintegrasi sosial korban NAPZA dapat berjalan lebih efektif, memungkinkan mereka untuk kembali ke kehidupan yang produktif dan bermakna, sekaligus mengurangi dampak negatif penyalahgunaan NAPZA di masyarakat. Kata Kunci: Kolaborasi; Reintegrasi Sosial; Korban NAPZA.
PERSEPSI PETANI TENTANG MODAL, PEMASARAN, DAN APLIKASI “J” AGRITECH UNTUK KESEJAHTERAAN Silaban, Martin Dennise; Paramitha, Bella; Mawaddah, Mawaddah; Mbele, Siti Hartina; Prihatin, Silverius Djuni
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 13, No 2 (2024): Empati Edisi Desember 2024
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v13i2.39869

Abstract

Abstract. Maize plays a significant role in the global economy, however this does not always correlate with the welfare of maize farmers, particularly in developing countries. Farmers often frequently encounter obstacles such as restricted access to markets that offer fair prices, and difficulties in securing adequate capital to support their agricultural activities. In this context, PT. J. aims to provide solutions to these constraints by facilitating fair market access and offering capital support to farmers. This study aims to analyze the perceptions of farmers in Blora District regarding the services provided by PT. J. and their impact on the farmers' welfare. This research employs a qualitative case study approach. Data collection methods include observation, in-depth interviews, and document analysis. The data analysis follows an interactive model consisting of four concurrent stages: data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The validity of the data is ensured through triangulation of both data and sources. Informants for this study include three farmers and three partners. The findings indicate that farmers hold a positive perception of PT. J.’s presence, particularly with respect to improved access to capital, enhanced marketing opportunities, and increased knowledge facilitated through the J Application platform. Keywords: Farmer; Agritech company; Farmers’ Perceptions. Abstrak. Komoditas jagung memiliki peran yang sangat signifikan dalam perekonomian global, namun hal ini tidak selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan petani jagung, khususnya di negara-negara berkembang. Petani sering kali menghadapi kendala utama seperti terbatasnya akses terhadap pasar yang menawarkan harga layak, serta kesulitan dalam memperoleh permodalan yang memadai untuk mendukung aktivitas pertanian mereka. Dalam konteks ini, PT. J hadir dengan tujuan untuk memberikan solusi terhadap kendala-kendala tersebut melalui fasilitasi akses pasar yang adil dan penyediaan dukungan permodalan bagi para petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani di Kabupaten Blora terhadap layanan yang disediakan oleh PT. J serta dampak layanan tersebut terhadap kesejahteraan petani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui model interaktif yang mencakup empat tahapan: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data melalui triangulasi data dan triangulasi sumber. Informan dalam penelitian ini terdiri dari tiga orang petani dan tiga mitra PT. J. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa petani memiliki persepsi positif akan hadirnya PT. J., terutama dalam hal akses permodalan, pemasaran, serta peningkatan pengetahuan melalui platform Aplikasi J. Kata Kunci: Petani, Perusahaan Agritech, Persepsi Petani.
ANALISIS KEBUTUHAN MASYARAKAT BERKAITAN DELAPAN PILAR PENGABDIAN MASYARAKAT DI KAMPUNG SANGSANG KECAMATAN SILUQ NGURAI Situmorang, Roni Marudut; Santoso, Hendra
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 13, No 2 (2024): Empati Edisi Desember 2024
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v13i2.43719

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the community needs in Sangsang Village based on the eight pillars of community service: education, health, income, economic independence, socio-culture, environmental participation, community institutions, and infrastructure. The research employs a descriptive quantitative and qualitative approach, with data collected through social mapping surveys, public consultations, questionnaires, and field observations. Respondents were selected using purposive sampling. Data analysis was conducted descriptively to provide a comprehensive overview of community needs, validated through data triangulation. The findings reveal that Sangsang Village, located in Siluq Ngurai Subdistrict, has a population of 395 people, predominantly of productive age (15–54 years). The education level is relatively low, with most residents not completing primary school or lacking formal education. Educational infrastructure is limited to early childhood education (PAUD) and elementary schools (SD). Furthermore, the poverty index reaches 34%, with 31 out of 120 households categorized as pre-prosperous. Community needs analysis was developed based on social mapping and public consultation, prioritizing programs to strengthen education and build tourism-supporting infrastructure. The results of this analysis are expected to serve as a strategic foundation for planning relevant, effective, and comprehensive development programs aligned with the eight pillars of community service. Keyword: Comumunity Development; Need Analysis; Social Mapping. Abstrak. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan masyarakat di Kampung Sangsang berdasarkan delapan pilar pengabdian masyarakat, yaitu pendidikan, kesehatan, pendapatan, kemandirian ekonomi, sosial budaya, partisipasi lingkungan, kelembagaan komunitas, dan infrastruktur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitaif dan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui survei pemetaan sosial, konsultasi public, pengisian kuesioner dan observasi lapangan. Responden dipilih menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk memberikan gambaran komprehensif kebutuhan masyarakat, yang divalidasi melalui triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Sangsang, yang terletak di Kecamatan Siluq Ngurai, memiliki jumlah penduduk 395 jiwa dengan dominasi usia produktif (15–54 tahun). Tingkat pendidikan masyarakat masih rendah, dengan sebagian besar belum tamat SD atau tidak bersekolah. Infrastruktur pendidikan di Kampung Sangsang terbatas pada PAUD dan SD. Selain itu, indeks kemiskinan mencapai 34%, dengan 31 dari 120 kepala keluarga tergolong pra-sejahtera. Analisis kebutuhan masyarakat disusun berdasarkan pemetaan sosial dan konsultasi publik, dengan prioritas program pada penguatan pendidikan dan pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata. Hasil analisis ini diharapkan menjadi dasar strategis bagi perencanaan program pembangunan yang relevan, efektif, dan menyeluruh, sesuai delapan pilar pengabdian masyarakat. Kata Kunci: Pengembangan Masyarakat; Analisis Kebutuhan; Pemetaan Sosial.
MODAL SOSIAL DAN KEWIRALEMBAGAAN DALAM PROGRAM HUTAN SOSIAL OLEH PT PAITON ENERGI Rahman, Nuril Endi; Ibrahim, Malik; Saputri, Ferra Wulan
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 13, No 2 (2024): Empati Edisi Desember 2024
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v13i2.43937

Abstract

Abstract. The social forest programme is one of the important pillars of development that contributes to reducing land tenure inequality and alleviating poverty, which refers to the principles of the green economy. This study aims to describe the management of social forest programmes that utilise social capital by KTH Ranu Makmur and Alam Subur, and describe the extent of the institutional factors applied by KTH Ranu Makmur and Alam Subur in managing social forests. The research method used qualitative case study method. Data collection techniques used participatory observation, in-depth interviews, FGDs and document studies. Data analysis was conducted inductively with the stages of data reduction, data organisation, memoing and coding, data categorisation and empirical generalisation. The results showed that in its implementation, KTH Ranu Makmur and Alam Subur, which had previously existed, utilised social capital as a group strength in managing forest land for agriculture. The institutional factor is also a reinforcement for the group, with the social orientation that makes the group more resilient. The utilisation of social capital by Ranu Makmur and Alam Subur groups makes it easier for the group to deal with various problems such as difficulties in agricultural raw materials, with the network owned by the group, the members of KTH can provide information related to access to agricultural raw materials such as fertilisers and coffee plant seeds. Social capital owned by KTH is also reflected in agricultural activities, such as during the planting period where group members help each other to reduce costs. The social forest programme, especially for Ranu Makmur and Alam Subur, has contributed to poverty alleviation and forest conservation. Keywords: Social forest; social capital; entrepreneurship. Abstrak. Program hutan sosial merupakan salah satu pilar penting pembangunan yang berkontribusi untuk mengurangi ketimpangan penguasaan lahan dan mengentaskan kemiskinan, yang mengacu pada prinsip ekonomi hijau. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan pengelolaan program hutan sosial yang memanfaatkan modal sosial oleh KTH Ranu Makmur dan Alam Subur, dan menggambarkan sejauhmana faktor kewiralembagaan yang diterapkan oleh KTH Ranu Makmur dan Alam Subur dalam mengelola hutan sosial. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, FGD, dan studi dokumen. Analisis data penelitian dilakukan secara induktif dengan tahapan reduksi data, pengorganisasian data, pembacaan memoing dan koding, kategorisasi data dan generalisasi empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaannya KTH Ranu Makmur dan Alam Subur yang sebelumnya telah eksis, kemudian memanfaatkan modal sosial sebagai kekuatan kelompok dalam mengelola lahan hutan untuk pertanian. Faktor kewiralembagaan juga menjadi penguat bagi kelompok, dengan adanya orientasi sosial sehingga menjadikan kelompok lebih memiliki resiliensi. Pemanfaatan modal sosial oleh KTH Ranu Makmur dan Alam Subur memudahkan kelompok dalam menghadapi berbagai persosalan seperti kesulitan bahan baku pertanian, dengan adanya jaringan yang dimiliki oleh kelompok maka antar anggota KTH dapat saling memberikan informasi terkait akses bahan baku pertanian seperti pupuk dan benih tanaman kopi. Modal sosial yang dimiliki oleh KTH juga tergambar dalam aktivitas pertanian, seperti pada saat masa tanam di mana antar anggota kelompok saling membantu sehingga dapat menekan biaya. Program hutan sosial khususnya bagi KTH Ranu Makmur dan Alam Subur, telah berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan dan menjaga kelestarian hutan. Kata Kunci: Hutan sosial; modal sosial; kewiralembagaan.
EVALUATION OF COMMUNITY DEVELOPMENT IMPLEMENTATION IN PRACTICUM II SOCIAL WELFARE STUDENTS OF UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA IN THE COVID-19 PANDEMIC Nurkhayati, Nurkhayati; Habibie, Fithratullah; Kharima, Nadya
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 10, No 2 (2021): Empati Edisi Desember 2021
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v10i2.26538

Abstract

Abstract. The impact of the COVID-19 pandemic has been acknowledged abruptly changing various systems of human life, including the line of education which is the most important part of the human core. This also includes the line of education in the field of social welfare which has an impact on the implementation of community development which is usually carried out in the midst of the community or commonly referred to as practicum ii (two). Even though in the end, the students of the Social Welfare Study Program at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta still had to carry out during the COVID-19 pandemic. Therefore, researchers intend to evaluate the implementation of community development in practicum II for social welfare students at Syarif Hidayatullah University Jakarta during the COVID-19 pandemic. Research that uses this approach looks at various informants' perspectives which is carried out by FGD (Focus Group Discussion) consisting of Lecturers, Supervisors, Students as Practitioners and the community or related stakeholders. From the findings obtained, the implementation of community development can still be carried out despite the various differences and obstacles encountered in practicum II in the era of the covid-19 pandemic. The most significant difference is related to the existence of Health protocol rules and also the implementation of practicum II in their respective domiciles. As for the obstacles, it is more a matter of limited time and communication between lecturers and practitioners and vice versa.Keywords: Community Development, Practicum II, Covid-19 PandemicAbstrak. Dampak pandemi covid-19 secara disadari merubah berbagai sistem tatanan kehidupan manusia, tidak terkecuali pada lini pendidikan yang merupakan bagian terpenting dari inti manusia. Hal ini juga termasuk pada lini pendidikan bidang kesejahteraan sosial yang berdampak pada pelaksanaan community development yang biasanya dilakukan di tengah-tengah masyarakat atau yang biasa disebut dengan praktikum ii (dua). Meski pada akhirnya, mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial UIN syarif hidayatullah jakarta tetap harus dijalankan di masa pandemi covid-19. Oleh karena itu, peneliti ingin melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pelaksanaan community development pada praktikum II mahasiswa kesejahteraan sosial uin syarif hidayatullah jakarta di masa pandemi covid-19.  Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif ini mencoba melihat dari berbagai sudut pandang informan yang dilakukan dengan cara FGD (Focus Group Discussion) yang terdiri dari Dosen Pengampu, Dosen Pembimbing, Mahasiswa selaku Praktikan dan Masyarakat atau stakeholder yang terkait. Dari temuan yang didapatkan adalah pelaksanaan community development tetap dapat dijalankan meskipun dengan berbagai perbedaan dan kendala yang dihadapi pada praktikum II era pandemi covid-19. Perbedaan yang paling signifikan adalah terkait dengan adanya aturan protokol Kesehatan dan juga pelaksanaan praktikum II di domisili masing-masing. Sedangkan untuk kendala, lebih kepada persoalan waktu yang dirasakan terbatas dan komunikasi baik antara dosen dengan praktikan maupun sebaliknya. Kata kunci: Community Development, Praktikum II, Pandemi Covid-19.
KAJIAN TEORI DAN PRAKTIK INTERVENSI PEKERJA SOSIAL DALAM MELAKUKAN DUKUNGAN PSIKOSOSIAL KEPADA KORBAN KEKERASAN SEKSUAL Zaky, Ahmad; Yulianti, Yulianti; Kharima, Nadya
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 11, No 2 (2022): Empati Edisi Desember 2022
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v11i2.27795

Abstract

Abstract. Sexual violence that occurs in Indonesia is increasingly prevalent and the victims of sexual violence are women. Sexual violence also occurs in educational institutions such as universities. The phenomenon of sexual violence in college can occur due to several factors and can be done by anyone if any opportunity. Sexual violence experienced by women resulting in prolonged trauma and requires social and psychological assistance to heal their trauma. This study aims to see how social worker interventions to carry out psychosocial support to victims of female sexual violence. The research method uses descriptive qualitative research to be able to explain the research results comprehensively. Data collection techniques using observation, interviews and documentation studies. Interviews were conducted with the academy and social worker profession at LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. The results showed that sexual violence to students who had received assistance from LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta was caused by several factors, namely factors of proximity, attachment, and helplessness, as for the services of social workers LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta based on knowledge, skills and values and ethics applied in social worker practices. In this study, it was found that the theory used by social workers at LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta used Strength Based Perspective. The stages of services carried out by social workers at LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta to clients of victims of sexual violence are relationship building, assessment (problem digging), intervention planning (planning), implementation of interventions, evaluation, termination and follow-up.Keywords: Sexual Violence, Intervention, Social Worker. Abstrak. Kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia semakin marak dan korbannya adalah perempuan. Kekerasan seksual juga terjadi di lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi. Fenomena kekerasan seksual di perguruan tinggi bisa terjadi karena beberapa faktor dan bisa dilakukan oleh siapa pun. Kekerasan seksual yang dialami oleh perempuan berakibat trauma berkepanjangan dan membutuhkan pendampingan sosial dan psikologi untuk menyembuhkan traumanya. Penelitian ini bertujuan melihat bagaimana intervensi pekerja sosial melakukan dukungan psikososial kepada korban kekerasan seksual perempuan. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif deskriptif untuk dapat menjelaskan hasil penelitian secara komprehensif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada akademi dan profesi pekerja sosial di LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa kekerasan seksual pada mahasiswa yang sudah mendapatkan pendampingan dari LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor kedekatan, kelekatan, dan ketidakberdayaan, Adapun pelayanan pekerja sosial LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berdasarkan pengetahuan, keterampilan serta nilai dan etika yang diterapkan dalam praktik pekerja sosial. Dalam penelitian ini, teori yang digunakan oleh pekerja sosial di LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah Strength Based Perspektif. Adapun tahapan pelayanan yang dilakukan oleh pekerja sosial di LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kepada klien korban kekerasan seksual yaitu, penjalinan relasi, assesment (penggalian masalah), perencanaan intervensi(planning), pelaksanaan intervensi, evaluasi, terminasi dan follow-up.Kata kunci: Kekerasan Seksual, Intervensi, Pekerja Sosial.
MENGUBAH EMOSI JADI UANG, ANALISIS STRATEGI KERJA EMOSIONAL DI TWITTER/X Firdausy, Hanifah Erika
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 14, No 1 (2025): Empati Edisi Juni 2025
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v14i1.48274

Abstract

Abstract. This paper examines how users’ emotions in digital interactions on Twitter/X are commodified into sources of economic value by the platform. Drawing on theories of affective labor, platform capitalism, and digital ethnography, the study highlights the concept of play labor—voluntary, unpaid user activity that generates monetizable data, attention, and engagement. The central focus is the paradox of empathy, wherein expressions of solidarity and seemingly genuine care are transformed into performative metrics that benefit the platform. This study analyzes how Twitter’s interface, emotion-amplifying algorithms, and gamified reward systems facilitate intense yet invisible emotional labor. Findings suggest that play labor on social media leads to emotional exhaustion, exacerbates digital inequalities, and calls for collective strategies—such as transparent algorithmic governance and platform cooperatives—to reclaim users’ emotional agency. Keyword: Play labor, affective labor, platform capitalism, digital exploitation, empathy economy. Abstrak. Tulisan ini mengkaji bagaimana emosi pengguna dalam interaksi digital di Twitter/X dikomodifikasi menjadi sumber nilai ekonomi oleh platform. Dengan menggunakan pendekatan teori kerja afektif, kapitalisme platform, dan etnografi digital, penelitian ini menyoroti konsep play labor, aktivitas sukarela pengguna yang tidak dibayar namun menghasilkan data, perhatian, dan keterlibatan yang dimonetisasi. Fokus utama adalah pada paradoks empati, di mana ekspresi solidaritas dan kepedulian yang tampak tulus justru diubah menjadi metrik performatif yang menguntungkan perusahaan. Studi ini menganalisis bagaimana antarmuka Twitter, algoritma amplifikasi emosi, dan sistem penghargaan yang digamifikasi mendorong kerja emosional yang intens namun tak terlihat. Temuan menunjukkan bahwa kerja bermain di media sosial menimbulkan kelelahan emosional, memperparah ketimpangan digital, dan menuntut adanya strategi kolektif, seperti tata kelola algoritmik yang transparan dan koperasi platform—untuk merebut kembali agensi emosi pengguna. Kata Kunci: Pekerjaan bermain, pekerjaan afektif, kapitalisme platform, eksploitasi digital, ekonomi empati.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2025): Empati Edisi Juni 2025 Vol 13, No 2 (2024): Empati Edisi Desember 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Empati Edisi Desember 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024 Vol 13, No 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024 Vol. 12 No. 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023 Vol 12, No 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023 Vol 12, No 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023 Vol 11, No 2 (2022): Empati Edisi Desember 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Empati Edisi Desember 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Empati Edisi Juni 2022 Vol 11, No 1 (2022): Empati Edisi Juni 2022 Vol 10, No 2 (2021): Empati Edisi Desember 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Empati Edisi Desember 2021 Vol 10, No 1 (2021): Empati Edisi Juni 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Empati Edisi Juni 2021 Vol 9, No 2 (2020): Empati Edisi Desember 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Empati Edisi Desember 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Empati Edisi Juni 2020 Vol 9, No 1 (2020): Empati Edisi Juni 2020 Vol 8, No 2 (2019): Empati Edisi Desember 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): Empati Edisi Desember 2019 Vol 8, No 1 (2019): Empati Edisi Juni 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): Empati Edisi Juni 2019 Vol 7, No 2 (2018): Empati Edisi Desember 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Empati Edisi Desember 2018 Vol 7, No 1 (2018): Empati Edisi Juni 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): Empati Edisi Juni 2018 Vol 6, No 1 (2017): Empati Edisi Juni 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Empati Edisi Juni 2017 Vol. 5 No. 1 (2016): Empati Edisi Juni 2016 Vol 5, No 1 (2016): Empati Edisi Juni 2016 Vol 4, No 1 (2015): Empati Edisi Juni 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Empati Edisi Juni 2015 Vol. 3 No. 1 (2014): Empati Edisi Juni 2014 Vol 3, No 1 (2014): Empati Edisi Juni 2014 Vol. 2 No. 1 (2013): Empati Edisi Juni 2013 Vol 2, No 1 (2013): Empati Edisi Juni 2013 Vol 1, No 1 (2012): Empati Edisi Juni 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): Empati Edisi Juni 2012 More Issue