cover
Contact Name
AHMAD SYAUQI
Contact Email
syauqiberbakti@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.empati@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 95, (Gedung Fak. Dakwah dan Ilmu Komunikasi Lt. III), Cempaka Putih, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten 1541
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
EMPATI : JURNAL ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
ISSN : 23014261     EISSN : 26216418     DOI : 10.15408/empati
Core Subject : Social,
Empati: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial is a peer-reviewed journal on social welfare and social work, offering access to a better understanding of social welfare in Indonesia and developments through the publication of articles and research reports. EMPATI emphasizes on social welfare and social work practice in Indonesia, and intended to communicate original researches and current issues on various subjects such as on human service organizations, children, elderly, disability, economy, policy, health, gender, age, class, mental health, etc. The Journal provides an interdisciplinary forum to which academics and professionals working in the fields of social welfare.
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGOLAHAN ECENG GONDOK DI BENDUNGAN JATILUHUR Pratama, Yudhistira Anugerah; Resnawaty, Risna; Raharjo, Santoso Tri
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v13i1.36350

Abstract

Abstract. One of the strategic locations in West Java, the Jatiluhur Dam, has an impact on increasing the amount of pollution contained in it, including excessive water hyacinths. To deal with this problem, Presidential Regulation Number 60 of 2021 has also been issued. The purpose of this study is to explain community participation based on the four dimensions of participation described by Wilson & Wilde, namely influence, inclusivity, communication, and capacity. Qualitative descriptive methods are used. The results showed that the community participated in the processing of water hyacinths at the Jatiluhur Dam. Capacity is the most dominant dimension, but other factors, such as influence, inclusion, and communication, are still important to develop in capacity development. In addition, the researchers also suggest conducting further research by considering the latest obstacles and potentials to see the effect of statistical participation on community welfare.Keywords: Influence; inclusivity; communication; capacity; water hyacinth. Abstrak. Salah satu lokasi strategis di Jawa Barat, Bendungan Jatiluhur, berdampak pada peningkatan jumlah polusi yang tertampung di dalamnya, termasuk eceng gondok yang berlebihan. Untuk menangani masalah ini, Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2021 juga telah dikeluarkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan partisipasi masyarakat berdasarkan empat dimensi partisipasi yang dijelaskan oleh Wilson & Wilde, yaitu pengaruh, inklusivitas, komunikasi, dan kapasitas. Metode deskriptif kualitatif digunakan. Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat berpartisipasi dalam pengolahan eceng gondok di Bendungan Jatiluhur. Kapasitas adalah dimensi yang paling dominan, tetapi faktor lain, seperti pengaruh, inklusi, dan komunikasi, masih penting untuk dikembangkan dalam pengembangan kapasitas. Selain itu, peneliti juga menyarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan mempertimbangkan hambatan dan potensi terbaru guna melihat pengaruh partisipasi secara statistik terhadap kesejahteraan masyarakat.Kata Kunci: Pengaruh; inklusivitas; komunikasi; kapasitas; eceng gondok.
KONTRIBUSI HUMAN INTIATIVE PADA PROGRAM INTIATIVE FOR EMPOWERMENT DALAM MENDUKUNG SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) Darda, Ahmad
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v13i1.37392

Abstract

Abstract. The Government of Indonesia through Presidential Regulation Number 59 of 2017 concerning Implementation of Achieving Sustainable Development Goals, is committed that the implementation and achievement of SDGs is carried out in a participatory manner by involving all parties to improve people's welfare. Human Initiative as Non-Governmental Organizations (NGOs) engaged in social humanity has contributed through community empowerment programs in supporting the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) in Indonesia. This study aims to determine the contribution of the Human Initiative through the Nutrition Garden program in supporting the Sustainable Development Goals (SDGs). In this study the authors used a qualitative approach and data collection was obtained through interviews, observation, and documentation studies. The informants in this study were five people and were selected through a purposive sampling technique. The author uses the theory of stages of empowerment by Soekanto which states that in carrying out community empowerment, there are seven stages that must be passed. The results of this study indicate that the Human Initiative through the Nutrition Garden program in Tajurhalang Village has contributed to the three SDGs goals, the first of which is the first goal of No Poverty and Zero Hunger, and Good Health and Well Being. and Prosperous). Furthermore, the Human Initiative has also gone through the process and stages of community empowerment properly so that the Nutrition Garden program in Tajurhalang Village has been able to help beneficiaries with food security issues.Keywords: Community Empowerment, Sustainable Development Goals, Food Security. Abstrak. Pemerintah Indonesia melalui Perpres Nomor 59 Tahun    2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, berkomitmen agar pelaksanaan dan pencapaian SDGs dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Human Initiative sebagai Non-Governmental Organizations (NGO) yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan memiliki andil melalui program pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi Human Initiative melalui program Kebun Gizi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Pada penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dan pengumpulan data diperoleh melalui proses wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini sebanyak lima orang dan dipilih melalui teknik purposive sampling. Penulis menggunakan teori tahapan pemberdayaan oleh Soekanto yang menyatakan bahwa dalam melaksanakan pemberdayaan masyarakat, ada tujuh tahapan yang harus dilalui. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Human Initiative melalui program Kebun Gizi di Desa Tajurhalang telah berkontribusi dalam tiga tujuan SDGs, yang pertama yaitu No Poverty (Tanpa Kemiskinan) dan Zero Hunger (Tanpa Kelaparan), dan Good Health and Well Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Selanjutnya Human Initiative juga telah melalui proses serta tahapan pemberdayaan masyarakat dengan baik sehingga program Kebun Gizi di Desa tajurhalang telah mampu membantu penerima manfaat dalam masalah ketahanan pangan.Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Sustainable Development Goals, Ketahanan Pangan.
PERAN STRATEGIS KEMENTERIAN SOSIAL BAGI PENGUATAN PROGRAM BANTUAN PANGAN NON-TUNAI PASCA COVID-19 Fatmawati, Fatmawati; Mulazid, Ade Sofyan
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v13i1.38166

Abstract

Abstract. This research aims to evaluate the implementation of the post-COVID-19 non-cash food assistance (BPNT) policy and analyze whether the distribution process carried out by the Ministry of Social Affairs is running according to procedures. Apart from that, the inhibiting and supporting factors for the BPNT distribution process were also analyzed. This research uses qualitative descriptive. Research informants consisted of bureaucrats, policy makers and beneficiary communities. The research results show that the government through the Ministry of Social Affairs has a strategic role in dealing with social problems, including the family hope program, financial support, direct financial support to village treasuries, social support to fulfil basic needs in the Jabodetabek area, pre-employment cards, basic food cards, and electricity subsidies. Policy implementers fail to comply with policy standards and objectives by intentionally violating procedures that benefit certain individuals for personal gain. The obstacles to this program are that policy implementation does not run smoothly, because several names of beneficiaries are not included in the Integrated Social Welfare Data (DTKS), incorrect redistribution of benefits, and inappropriate benefits and use of aid. funds are inaccurate. not used to buy necessities. This program is supported by strict monitoring and evaluation by the government so that it can minimize problems in the beneficiary communities. The theoretical implications of this research will contribute to the development of literature to examine the strategic role of the Ministry of Social Affairs and the implementation of the BPNT program to explain preventive and supportive factors after COVID-19. In practice, it can also provide consideration to the Ministry of Social Affairs, especially the Director General of Social Protection and Security when preparing a strategy for implementing the BPNT program.Keywords: Strategic Role, Food Assistance, Economic Recovery, COVID-19 Pandemic. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kebijakan bantuan pangan non-tunai (BPNT) pasca COVID-19 dan menganalisis proses penyaluran yang dilakukan Kementerian Sosial apakah berjalan sesuai prosedur. Selain itu juga dianalisis faktor penghambat dan pendukung proses penyaluran BPNT. Penelitian ini, menggunakan deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini terdiri dari birokrat, pengambil kebijakan, dan masyarakat penerima manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah melalui Kementerian Sosial mempunyai peran strategis dalam menangani permasalahan sosial antara lain program keluarga harapan, dukungan dana, dukungan keuangan langsung ke kas desa, dukungan sosial pemenuhan kebutuhan dasar di wilayah Jabodetabek, kartu prakerja, kartu sembako, dan subsidi listrik. Pelaksana kebijakan gagal mematuhi standar dan tujuan kebijakan dengan sengaja melanggar prosedur yang menguntungkan individu tertentu demi keuntungan pribadi. Hambatan program ini adalah implementasi kebijakan tidak berjalan lancar, karena beberapa nama penerima manfaat tidak terdapat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), redistribusi manfaat yang tidak tepat, dan manfaat serta penggunaan bantuan yang tidak tepat. dana tidak akurat. tidak digunakan membeli kebutuhan pokok. Program tersebut didukung dengan monitoring dan evaluasi yang ketat oleh pemerintah sehingga dapat meminimalisir permasalahan masyarakat penerima manfaat. Implikasi penelitian ini secara teoritis akan memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur untuk mengkaji peran strategis Kementerian Sosial dan pelaksanaan program BPNT untuk menjelaskan faktor preventif dan supportif pasca COVID-19. Dalam praktiknya juga bisa memberikan pertimbangan kepada Kementerian Sosial, khususnya Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial ketika menyiapkan strategi implementasi program BPNT.Kata Kunci: Peran Strategis, Bantuan Pangan, Pemulihan Ekonomi, Pandemi COVID-19.
TAHAPAN INTERVENSI KRISIS DALAM PRAKTIK PEKERJA SOSIAL KELUARGA Aulia, Danisya; Apsari, Nurliana Cipta; Taftazani, Budi Muhammad
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v13i1.38774

Abstract

Abstract. This article discusses the role of family social workers in implementing crisis intervention for families experiencing complex problems and emergency issues. This research was conducted with the goal of describing and analyzing the stages of crisis intervention carried out by family social workers to handle problems in crisis conditions. By referring to a qualitative approach and descriptive methods, researchers attempt to describe the stages of crisis intervention in depth. Researchers used literature review techniques in the process of collecting data and analyzing crisis intervention which were carried out by exploring literature in various media. The research results show that crisis intervention carried out by family social workers requires a holistic understanding of the issues in the family. Where, the initial stage of crisis intervention focuses on defining the problem in understanding the client's problem. It is necessary to ensure client safety followed by providing support and identifying alternative solutions. Next, family social workers need to make a concrete and targeted action plan to overcome the crisis, followed by obtaining commitment from the client to implement a follow-up intervention plan. By providing appropriate services and support, social workers can help families overcome crises and restore stability to their lives. The significance of this research study lies in its contribution to the literature regarding the stages of crisis intervention which focuses on the implementation of family social work practices, as well as encouraging social work practitioners to carry out interventions in the micro domain.Keywords: Family social worker, crisis intervention, family issues. Abstrak. Artikel ini membahas peran pekerja sosial keluarga dalam melaksanakan intervensi krisis bagi keluarga yang mengalami masalah kompleks dan isu darurat. Penelitian in dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tahapan intervensi krisis yang dilakukan pekerja sosial keluarga untuk menangani masalah saat mengalami kondisi krisis. Dengan mengacu pada pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, peneliti berupaya menggambarkan tahapan intervensi krisis secara mendalam. Peneliti menggunakan teknik literatur review dalam proses pengumpulan data dan analisis intervensi krisis yang dilakukan dengan eksplorasi literatur di berbagai media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi krisis yang dilakukan pekerja sosial keluarga membutuhkan pemahaman yang holistik terhadap isu atau konflik yang terjadi dalam keluarga. Di mana, tahapan awal intervensi krisis memfokuskan pada pendefinisian masalah (defining problem) dalam memahami masalah klien. Kemudian, perlu memastikan keselamatan klien (ensure client safety) yang diikuti dengan pemberian dukungan (provide support) serta mengidentifikasi alternatif solusi (examining alternatives). Selanjutnya, pekerja sosial keluarga perlu membuat rencana tindakan (makes plan) yang konkret dan terarah untuk mengatasi krisis, diikuti dengan memperoleh komitmen dari klien (obtaining a commitment) untuk melaksanakan rencana intervensi lanjutan. Dengan memberikan layanan yang sesuai dan dukungan yang tepat, pekerja sosial dapat membantu keluarga mengatasi krisis dan memulihkan stabilitas dalam kehidupan mereka. Signifikasi studi dari penelitian ini terletak pada kontribusinya terhadap literatur mengenai tahapan intervensi krisis yang berfokus pada pelaksanaan praktik pekerja sosial keluarga, serta implikasinya bagi praktisi pekerja sosial dalam melaksanakan praktik atau intervensi dalam ranah mikro.Kata Kunci: Pekerja sosial keluarga, intervensi krisis, isu keluarga.
THE INFLUENCE OF FAMILY COMMUNICATION PATTERNS ON THE INDEPENDENCE OF CHILDREN WITH DISABILITIES Astutik, Juli; Suprapto, Budi; Abidin, Zaenal; Haryanto, Haryanto
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v13i1.38915

Abstract

Abstract. This study aims to explore three key aspects: 1) family communication patterns with children with disabilities, 2) the level of independence of children with disabilities, and 3) the relationship between family communication patterns and the level of independence of children with disabilities in Ngawonggo Village, Tajinan District, Malang City. Every child, including those with disabilities, has the right to a decent life. The family is crucial for a child's growth and development, making the family's communication patterns significantly influential. Parents generally aspire for their children to develop well, and children with disabilities require special parental attention. The study employed a quantitative approach, targeting parents of children with disabilities through purposive sampling. Data collection involved questionnaires and interviews. Data analysis utilized product-moment correlation tests (r test) with a significance level of 0.05 to examine the relationship between family communication patterns and the independence of children with disabilities. Regression analysis was also conducted to predict changes in the independence of children based on communication patterns. Results indicated that: 1) family communication patterns with children with disabilities are mixed and flexible, adjusting to specific situations and conditions, 2) the level of independence of these children is 81.60%, and 3) there is a significant correlation (r count 0.816 > r tab 0.708) between family communication patterns and children's independence. The regression analysis suggested that improved communication patterns could enhance children's independence from an average of 74.916 to 87.1909. The study recommends that parents adopt a conversation model of family communication, recognizing the child's existence and providing opportunities for them to express and discuss their opinions and desires to foster greater independence.Keywords: Family communication patterns, independence, children with disabilities. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tiga aspek utama: 1) pola komunikasi keluarga dengan anak-anak penyandang disabilitas, 2) tingkat kemandirian anak-anak penyandang disabilitas, dan 3) hubungan antara pola komunikasi keluarga dengan tingkat kemandirian anak-anak penyandang disabilitas di Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kota Malang. Setiap anak, termasuk penyandang disabilitas, memiliki hak untuk hidup layak. Keluarga sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga pola komunikasi keluarga sangat berpengaruh. Orang tua umumnya ingin anak-anak mereka berkembang dengan baik, dan anak-anak penyandang disabilitas memerlukan perhatian khusus dari orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, menargetkan orang tua dari anak-anak penyandang disabilitas melalui sampel purposif. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan wawancara. Analisis data menggunakan uji korelasi produk momen (uji r) dengan tingkat signifikansi 0,05 untuk menguji hubungan antara pola komunikasi keluarga dengan kemandirian anak-anak penyandang disabilitas. Analisis regresi juga dilakukan untuk memprediksi perubahan kemandirian anak berdasarkan pola komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pola komunikasi keluarga dengan anak-anak penyandang disabilitas bersifat campuran dan fleksibel, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi tertentu, 2) tingkat kemandirian anak-anak penyandang disabilitas mencapai 81,60%, dan 3) terdapat korelasi signifikan (r hitung 0,816 > r tabel 0,708) antara pola komunikasi keluarga dengan kemandirian anak. Analisis regresi menunjukkan bahwa peningkatan pola komunikasi dapat meningkatkan kemandirian anak dari rata-rata 74,916 menjadi 87,1909. Penelitian ini merekomendasikan agar orang tua menerapkan model komunikasi keluarga berbasis percakapan, yang mengakui keberadaan anak dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengekspresikan dan mendiskusikan pendapat serta keinginan mereka untuk meningkatkan kemandirian.Kata Kunci: Pola komunikasi keluarga, independensi, anak dengan disabilitas.
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT SURABAYA MELALUI PENDEKATAN OPTIMALISASI BANTUAN PEMERINTAHAN KOTA Anggraeni, Vitriyani; Anshori, Isa
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 2 (2024): Empati Edisi Desember 2024
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v13i2.39437

Abstract

Abstract. This study wants to assess how effective the assistance from the Surabaya city government is in improving people's welfare. Using a qualitative approach and case study design, this research investigates the assistance programs provided by the city government. Data was obtained through in-depth interviews, participatory observations, and documentation involving aid recipients and city governments. Research shows that the Surabaya city government's assistance program has a significant positive impact on community welfare. This is mainly seen from the increase in access to health services, education, and economic empowerment. However, there are several problems in implementing the program, such as non-transparency, uneven distribution, and lack of community participation in planning the program. The theme analysis shows that the success of aid optimization is greatly influenced by effective management, transparency in aid distribution, and active community participation. From these findings, the study suggests that communities should be more active in planning, better aid management, and increased supervision to ensure proper and equitable distribution. In addition, this study also emphasizes the need for regular evaluation of assistance programs to suit the ever-changing needs of the community. This research emphasizes the importance of cooperation between the city government, the community, and related institutions so that aid programs can be sustainable. So, this study is important to understand how assistance from the city government can be increased for the benefit of the community. The study also provides concrete suggestions for future programs to be better. It is hoped that these results will help in the development of clearer, more efficient, and sustainable social assistance policies. Keyword: Optimization of Assistance; Community Welfare; Assistance Program; Community Participation. Abstrak. Penelitian ini ingin menilai seberapa efektif bantuan dari pemerintah kota Surabaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus, riset ini menyelidiki program-program bantuan yang disediakan oleh pemerintah kota. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi dengan melibatkan penerima bantuan dan pemerintah kota. Penelitian menunjukkan bahwa program bantuan pemerintah kota Surabaya memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Hal ini terutama terlihat dari peningkatan akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi. Namun, ada beberapa masalah dalam menerapkan program tersebut, seperti ketidaktransparan, distribusi yang tidak merata, dan kurangnya partisipasi masyarakat dalam merencanakan program. Analisis tema menunjukkan bahwa keberhasilan optimalisasi bantuan sangat dipengaruhi oleh manajemen yang efektif, transparansi dalam penyaluran bantuan, dan partisipasi aktif masyarakat. Dari temuan ini, studi menyarankan agar masyarakat lebih aktif dalam perencanaan, manajemen bantuan yang lebih baik, dan peningkatan pengawasan untuk memastikan pendistribusian yang tepat dan adil. Selain itu, penelitian ini juga menegaskan perlunya evaluasi rutin terhadap program bantuan agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang selalu berubah. Penelitian ini menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah kota, masyarakat, dan lembaga terkait agar program-program bantuan dapat berkelanjutan. Begitu, studi ini penting bagi memahami cara bantuan dari pemerintah kota dapat ditingkatkan untuk manfaat masyarakat. Studi ini juga memberikan saran konkret agar program-program di masa depan dapat lebih baik. Harapannya, hasil ini akan membantu dalam pengembangan kebijakan bantuan sosial yang lebih jelas, efisien, dan berkelanjutan.  Kata Kunci: Optimalisasi Bantuan; Kesejahteraan Masyarakat; Program Bantuan; Partisipasi Masyarakat.
PERSEPSI PETANI TENTANG MODAL, PEMASARAN, DAN APLIKASI “J” AGRITECH UNTUK KESEJAHTERAAN Silaban, Martin Dennise; Paramitha, Bella; Mawaddah, Mawaddah; Mbele, Siti Hartina; Prihatin, Silverius Djuni
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 2 (2024): Empati Edisi Desember 2024
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v13i2.39869

Abstract

Abstract. Maize plays a significant role in the global economy, however this does not always correlate with the welfare of maize farmers, particularly in developing countries. Farmers often frequently encounter obstacles such as restricted access to markets that offer fair prices, and difficulties in securing adequate capital to support their agricultural activities. In this context, PT. J. aims to provide solutions to these constraints by facilitating fair market access and offering capital support to farmers. This study aims to analyze the perceptions of farmers in Blora District regarding the services provided by PT. J. and their impact on the farmers' welfare. This research employs a qualitative case study approach. Data collection methods include observation, in-depth interviews, and document analysis. The data analysis follows an interactive model consisting of four concurrent stages: data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The validity of the data is ensured through triangulation of both data and sources. Informants for this study include three farmers and three partners. The findings indicate that farmers hold a positive perception of PT. J.’s presence, particularly with respect to improved access to capital, enhanced marketing opportunities, and increased knowledge facilitated through the J Application platform. Keywords: Farmer; Agritech company; Farmers’ Perceptions. Abstrak. Komoditas jagung memiliki peran yang sangat signifikan dalam perekonomian global, namun hal ini tidak selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan petani jagung, khususnya di negara-negara berkembang. Petani sering kali menghadapi kendala utama seperti terbatasnya akses terhadap pasar yang menawarkan harga layak, serta kesulitan dalam memperoleh permodalan yang memadai untuk mendukung aktivitas pertanian mereka. Dalam konteks ini, PT. J hadir dengan tujuan untuk memberikan solusi terhadap kendala-kendala tersebut melalui fasilitasi akses pasar yang adil dan penyediaan dukungan permodalan bagi para petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani di Kabupaten Blora terhadap layanan yang disediakan oleh PT. J serta dampak layanan tersebut terhadap kesejahteraan petani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui model interaktif yang mencakup empat tahapan: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data melalui triangulasi data dan triangulasi sumber. Informan dalam penelitian ini terdiri dari tiga orang petani dan tiga mitra PT. J. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa petani memiliki persepsi positif akan hadirnya PT. J., terutama dalam hal akses permodalan, pemasaran, serta peningkatan pengetahuan melalui platform Aplikasi J. Kata Kunci: Partisipasi keluarga; ABK; Masyarakat Inklusif.
PEREMPUAN SEBAGAI PELAKU DALAM SUBSISTEN SOSIAL DAN EKONOMI Hatmoko, Oktanta Tri
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v13i1.39911

Abstract

Abstract. Women play a crucial role in maintaining autonomous subsistence bases. This is because women worldwide are often marginalized and face challenges in benefiting from modernization. As a result, women must act as agents of change for themselves and their communities, especially in economic, social, and ecological systems dominated by patriarchal paradigms. This study delves into the role of women as key actors in the subsistence projects undertaken by KCD Wahid. It focuses on economic, social, and environmental sustainability programs, as well as women's perceptions, beliefs, and attitudes toward their participation in these initiatives. Using a qualitative approach, the research explores the experiences of women activists in KCD Wahid, sheds light on women's empowerment, and applies the subsistence theory introduced by Mies & Bennholdt-Thomsen (1999). Additionally, case studies deepen the analysis of specific instances, such as the role of women in various aspects of subsistence. The findings reveal that KCD Wahid aims not only to improve women's well-being through economic empowerment but also to promote values of tolerance and diversity, aligning with Gus Dur's principles. Moreover, women are actively involved in social and environmental spheres, contributing to decision-making, leading projects, and initiating activities that positively impact their families and communities. This active involvement portrays women as catalysts for societal progress, offering alternatives to patriarchal viewpoints that disregard environmental concerns. This study demonstrates how KCD Wahid plays a role in economically empowering women, achieving financial independence, and reducing dependency, which is important for improving the welfare of women and their families.Keywords: Subsistence, Women Empowerment, Economic Sustainability, Social Sustainability. Abstrak. Peran perempuan sangat penting dalam mempertahankan basis subsisten yang otonom. Hal ini karena perempuan di seluruh dunia menjadi bagian dari kelompok terpinggirkan dan seringkali menghadapi kesulitan untuk mendapatkan manfaat dari proses modernisasi, sehingga perempuan harus menjadi agen perubahan bagi diri dan komunitasnya dalam berhadapan dengan sistem ekonomi, sosial, dan ekologis yang didominasi oleh paradigma patriakhis. Penelitian ini menganalisis peran perempuan sebagai aktor dalam projek subsisten yang dilakukan KCD Wahid. Oleh karena, penelitian ini fokus pada program keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan serta persepsi keyakinan, dan sikap perempuan terkait keterlibatannya dalam program tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang digunakan untuk eksplorasi pengalaman perempuan penggerak dalam KCD Wahid, menjelaskan fenomena pemberdayaan perempuan, dan mengembangkan teori subsisten yang dikenalkan oleh Mies & Bennholdt-Thomsen (1999). Selain itu, studi kasus digunakan untuk memperdalam analisis terhadap suatu kasus unik, yang dalam hal ini adalah peran perempuan dalam konteks subsistenai berbagai aspek kehidupan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KCD Wahid bukan hanya didirikan untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan melalui pemberdayaan ekonomi, tetapi juga untuk mempromosikan nilai-nilai toleransi dan keberagaman, sejalan dengan pemikiran Gus Dur. Selain itu, peran perempuan meluas ke aspek sosial dan lingkungan, termasuk dalam pengambilan keputusan, kepemimpinan proyek, dan kegiatan yang membawa perubahan positif bagi keluarga dan lingkungan mereka. Peran ini mencerminkan perempuan sebagai agen perubahan dalam memajukan masyarakat secara keseluruhan dan menyediakan alternatif bagi pandangan patriarki yang mengabaikan lingkungan. Penelitian ini menunjukkan bagaimana KCD Wahid berperan dalam memberdayakan perempuan secara ekonomi, mencapai kemandirian finansial, dan mengurangi ketergantungan, yang penting untuk peningkatan kesejahteraan perempuan dan keluarganya.Kata Kunci: Subsisten, Perempuan Pemberdayaan, Keberlanjutan Ekonomi, Keberlanjutan Sosial.
REHABILITASI REMAJA PELAKU KEJAHATAN JALANAN DI YOGYAKARTA Yurika, Rara Eka; Nurjannah, Nurjannah
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 2 (2024): Empati Edisi Desember 2024
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v13i2.39915

Abstract

Abstract. Yogyakarta is still in a state of street crime emergency. Data shows that street crime still occurs every year. The perpetrators of street crimes that occur in Yogyakarta are mostly teenagers. Factors that influence the emergence of street crime such as social, psychological, and biological factors. There is a need for rehabilitation for adolescents who commit street crimes. This research aims to find out, describe, and analyze the process of implementing rehabilitation for juvenile street offenders at the Yogyakarta Youth Social Protection and Rehabilitation Center (BPRSR). This research's data collection method uses interviews, observation, and documentation. The results of this study indicate that social workers play a role in advocating in the fields of education and law. The services provided include meeting basic needs, educational activities, psychosocial interventions, resocialization guidance, and mental and spiritual guidance. The rehabilitation implementation process provides assessment and diagnosis activities, case conceptualization and treatment planning, consultation and referral, and prevention and clinical intervention. The rehabilitation process carried out has been successful and has a positive impact on adolescents. The conclusion is that the rehabilitation process consists of several stages and the results have a positive impact on solving juvenile street offenders problems.  Keyword: Rehabilitation; Juvenile Street Offenders; Yogyakarta. Abstrak. Yogyakarta masih dalam kondisi darurat kejahatan jalanan. Data menunjukkan bahwa masih terjadi tindak kejahatan jalanan di setiap tahunnya. Pelaku tindak kejahatan jalanan yang terjadi di Yogyakarta sebagian besar merupakan remaja. Faktor yang mempengaruhi munculnya tindak kejahatan jalanan seperti faktor sosial, psikologis, dan biologis. Perlu adanya rehabilitasi untuk remaja tindak kejahatan jalanan. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menganalisis proses pelaksanaan rehabilitasi remaja yang terlibat tindak kejahatan jalanan di Balai Perlindungan Rehabilitasi Sosial Remaja (BPRSR) Yogyakarta. Metode pengumpulan data penelitian ini yakni wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pekerja sosial berperan melakukan advokasi di bidang pendidikan dan hukum. Layanan yang diberikan yakni berupa pemenuhan kebutuhan dasar, kegiatan pendidikan, intervensi psikososial, bimbingan resosialisasi dan bimbingan mental dan spiritual. Proses pelaksanaan rehabilitasi mencakup kegiatan asesmen dan diagnosis, konseptualisasi kasus dan perencanaan penanganan, konsultasi dan rujukan dan pencegahan dan intervensi klinis. Proses rehabilitasi yang dilakukan telah berhasil dan memberikan dampak positif kepada remaja. Kesimpulannya yakni proses rehabilitasi yang dilakukan terdiri dari beberapa tahap dan hasil dari proses rehabilitasi tersebut berdampak positif dalam menyelesaikan masalah remaja pelaku kejahatan jalanan. Kata Kunci: Rehabilitasi; Remaja Pelaku Kejahatan Jalanan; Yogyakarta.
STUDENTS PERSPECTIVES ON STUDYING AT UNIVERSITY: A QUALITATIVE STUDY USING SELF-DETERMINATION AND PLANNED BEHAVIOR THEORIES Esmaeil, Ahmad Azmi Abdel Hamid; Maakip, Ismail; Voo, Peter; Huraerah, Abu
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v13i1.39917

Abstract

Abstract. This research attempts to explore students' perceptions about continuing their studies at university. As well as understanding why they continue their studies and why they choose a particular study program. This study has used a qualitative method for the purpose of deepening the perceptions conveyed by the respondents of this study. This study has interviewed a total of 15 students from one of the IPTA in Malaysia, thematic analysis has been used in the data analysis. The results of the study found that many students consider studying at university as a place to develop their minds and personalities. In addition, the findings of the study also found that students gain specialized knowledge especially in the field or program they choose. Universities must also provide a conducive environment and ensure development especially for academic staff to facilitate student learning. The findings of the study also found that students enter university for various reasons, such as pursuing interests or worrying about their future jobs. While other respondents stated that they entered the university to meet the demands of their families or to follow their friends. Finally, respondents chose a university based on a particular program because they found it easy or because it was the only option available to them. Although most of the respondents are more focused on self-improvement, most of those who come to university are based on their own future and limited options.Keywords: Self determination, Planned behavior, Qualitative Method, University Student, Higher Education in Malaysia. Abstrak. Penelitian ini coba untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa tentang melanjutkan studi di universitas. Serta memahami alasan mereka melanjutkan studi dan alasan memilih program studi tertentu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tujuan untuk memperdalam persepsi yang disampaikan oleh responden penelitian ini. Penelitian ini telah mewawancarai total 15 mahasiswa salah satu IPTA di Malaysia, analisis tematik digunakan dalam analisis data. Hasil penelitian menemukan bahwa banyak mahasiswa yang menganggap kuliah di universitas sebagai tempat untuk mengembangkan pikiran dan kepribadiannya. Selain itu, temuan penelitian juga menemukan bahwa mahasiswa memperoleh pengetahuan khusus terutama pada bidang atau program yang mereka pilih. Perguruan tinggi juga harus menyediakan lingkungan yang kondusif dan menjamin pengembangan khususnya bagi tenaga akademik untuk memfasilitasi pembelajaran mahasiswa. Temuan penelitian ini juga menemukan bahwa mahasiswa masuk universitas karena berbagai alasan, seperti mengejar minat atau khawatir akan pekerjaan masa depan mereka. Sedangkan responden lainnya menyatakan masuk perguruan tinggi karena memenuhi tuntutan keluarga atau mengikuti teman-temannya. Terakhir, responden memilih universitas berdasarkan program tertentu karena mereka merasa mudah atau karena itu adalah satu-satunya pilihan yang tersedia bagi mereka. Meskipun sebagian besar responden lebih fokus pada pengembangan diri, sebagian besar dari mereka yang masuk universitas didasarkan pada masa depan mereka sendiri dan pilihan yang terbatas.Kata Kunci: Determinasi diri, perilaku terencana, studi kualitatif, mahasiswa, perguruan tinggi Malaysia.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2025): Empati Edisi Juni 2025 Vol 13, No 2 (2024): Empati Edisi Desember 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Empati Edisi Desember 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024 Vol 13, No 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024 Vol. 12 No. 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023 Vol 12, No 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023 Vol 12, No 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023 Vol 11, No 2 (2022): Empati Edisi Desember 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Empati Edisi Desember 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Empati Edisi Juni 2022 Vol 11, No 1 (2022): Empati Edisi Juni 2022 Vol 10, No 2 (2021): Empati Edisi Desember 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Empati Edisi Desember 2021 Vol 10, No 1 (2021): Empati Edisi Juni 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Empati Edisi Juni 2021 Vol 9, No 2 (2020): Empati Edisi Desember 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Empati Edisi Desember 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Empati Edisi Juni 2020 Vol 9, No 1 (2020): Empati Edisi Juni 2020 Vol 8, No 2 (2019): Empati Edisi Desember 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): Empati Edisi Desember 2019 Vol 8, No 1 (2019): Empati Edisi Juni 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): Empati Edisi Juni 2019 Vol 7, No 2 (2018): Empati Edisi Desember 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Empati Edisi Desember 2018 Vol 7, No 1 (2018): Empati Edisi Juni 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): Empati Edisi Juni 2018 Vol 6, No 1 (2017): Empati Edisi Juni 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Empati Edisi Juni 2017 Vol. 5 No. 1 (2016): Empati Edisi Juni 2016 Vol 5, No 1 (2016): Empati Edisi Juni 2016 Vol 4, No 1 (2015): Empati Edisi Juni 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Empati Edisi Juni 2015 Vol. 3 No. 1 (2014): Empati Edisi Juni 2014 Vol 3, No 1 (2014): Empati Edisi Juni 2014 Vol. 2 No. 1 (2013): Empati Edisi Juni 2013 Vol 2, No 1 (2013): Empati Edisi Juni 2013 Vol 1, No 1 (2012): Empati Edisi Juni 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): Empati Edisi Juni 2012 More Issue