cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sari Pediatri
ISSN : 08547823     EISSN : 23385030     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 26, No 2 (2024)" : 10 Documents clear
Analisis Hubungan Inisiasi Menyusu Dini dengan Bonding Attachment pada Ibu Nifas: Studi di Kabupaten Tabanan Budiapsari, Putu Indah; Supadma, I Nyoman; Sanjaya, Gusdek Ajie
Sari Pediatri Vol 26, No 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.2.2024.69-73

Abstract

Latar belakang. Saat ini sebagian besar ibu dianggap kurang bonding dengan anak, terutama ibu yang bekerja. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya waktu berinteraksi dan ibu memilih menggunakan susu formula ketimang ASI. Penggunaan asi ekslusif sampai 6 bulan juga dikatakan menurun oleh karena tidak dilakukan inisiasi menyusui dini.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara inisiasi menyusu dini dengan bonding attachment pada ibu nifas.Metode. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan rancangan case control. Besar sampel yang digunakan adalah 46 orang terdiri dari 23 ibu yang dilakukan inisiasi menyusu dini dibandingkan dengan 23 ibu yang tidak dilakukan inisiasi menyusu dini. Data yang dikumpulkan akan dianalisis menggunakan uji Chi-square untuk melihat hubungan inisiasi menyusui dini dengan bonding attachment. Penelitian ini mengambil tempat di Puskesmas Tabanan 3 dan Rumas Sakit Umum Daerah Tabanan.Hasil. Hasil ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara inisiasi menyusui dini dengan bonding attachment dengan nilai p= 0,001, relative risk 0,3.Kesimpulan. Inisiasi menyusu dini meningkatkan bonding attachment pada ibu nifas dengan bayi.
Hubungan Pola Makan dengan Stunting pada Balita di Puskesmas Jambula Syuaib, Abdu Ar’Rauf; Yati, Sri; Marsaoly, Ryan Rinaldy
Sari Pediatri Vol 26, No 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.2.2024.97-101

Abstract

Latar belakang. Keadaan gagal tumbuh yang disebabkan oleh kurangnya nutrisi selama masa kehamilan dan periode awal balita yang ditandai dengan panjang badan atau tinggi badan kurang-minus dua stadar deviasi menurut kurva pertumbuhan World Health Organization adalah stunting. Saat ini, menurut data 22,2% atau 150,8 juta anak di bawah usia lima tahun di dunia mengalami stunting, salah satunya dipengaruhi oleh pola pemberian makan.Tujuan. Untuk menjelaskan hubungan pola pemberian makan dengan derajat stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Jambula.Metode. Penelitian analitik observasional ini dilakukan dengan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita usia 12-59 bulan. Data yang di peroleh dianalisis menggunakan Metode Fisher Freeman Halton Exact Test.Hasil. Berdasarkan 40 sampel yang di teliti, pola pemberian makan tidak tepat paling banyak didapatkan yaitu 34 responden (85%), sementara derajat stunting balita paling banyak ditemukan pada derajat pendek yaitu 28 balita (70%). Berdasarkan hasil analisis bivariat diperoleh nilai (p=0,006) yang menunjukkan korelasi antara pola pemberian makan dengan derajat stunting pada balita. Pola pemberian makan yang tidak tepat berisiko meningkatkan derajat stunting dengan nilai Odds Ratio 19,286 kali dibanding pola pemberian makan yang tepat Kesimpulan. Terdapat hubungan pola pemberian makan dengan derajat stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Jambula serta pola makan yang tidak tepat dapat mengakibatkan stunting. Sebagai tenaga kesehatan, perlu melakukan pemeriksaan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Pendekatan Diagnosis dan Tatalaksana Awal Kelainan Hematologi pada Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan Sianotik Amalia, Najwa; Koentartiwi, Dyahris; Nugroho, Susanto; Ramadhanti, Ardhanis
Sari Pediatri Vol 26, No 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.2.2024.125-30

Abstract

Penyakit Jantung Bawaan sianotik adalah kelainan jantung bawaan akibat pirau darah dari kanan ke kiri yang mengakibatkan penurunan saturasi oksigen dalam sirkulasi sistemik. Pada PJB sianotik yang belum dikoreksi dalam jangka waktu yang lama akan terjadi hiperviskositas dan eritropoesis sekunder. Polisitemia, koagulopati, trombositopenia, dan anemia defisiensi besi relatif merupakan masalah yang sering ditemui. Tatalaksana awal kelainan hematologi ini sangat penting dalam menurunkan morbiditas dan mortalitas anak dengan PJB sianotik. Pemberian suplementasi zat besi untuk anemia defisiensi besi relatif, phlebotomi untuk kondisi polisitemia serta berbagai tatalaksana kelainan hematologi lainnya masih sangat terbatas dan kontroversial.
Pengaruh Status Gizi terhadap Nilai CD4 pada Anak dengan Sindrom Imunodefisiensi Akuisita di Rumah Sakit Wangaya Kota Denpasar Paramerta, Ni Putu Gladys Arys; Suryawan, I Wayan Bikin; Dewi, Made Ratna
Sari Pediatri Vol 26, No 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.2.2024.80-4

Abstract

Latar belakang. Human immunodeficiency virus / Acquired Immune Deficiency Syndrome pada anak merupakan masalah kesehatan global yang serius. Penurunan sistem imun yang diukur melalui nilai CD4 seringkali diperparah oleh status gizi yang buruk, yang dapat memengaruhi perkembangan penyakit dan kualitas hidup pasien. Studi tentang hubungan antara status gizi dan nilai CD4 pada anak dengan HIV/AIDS masih terbatas.Tujuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan nilai CD4 pada pasien anak dengan Sindrom Imunodefisiensi Akuisita.Metode. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analitik observasional dengan penegakan potong lintang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2023 – Juni 2023.Hasil. Sebanyak 36 pasien anak dengan Sindrom Imunodefisiensi Akuisita dilibatkan dalam penelitian ini. Berdasarkan analisis deskriptif, rerata usia pasien sebesar 9,25±2,99 tahun. Selain itu, sebagian besar pasien merupakan perempuan, yakni sebanyak 19 pasien (52,8%) sedangkan untuk pasien laki-laki sebanyak17 pasien (47,2%). Sebagian besar pasien memiliki nilai CD4 normal, yakni sebesar 27 pasien (75,0%), sedangkan pasien yang memiliki nilai CD4 rendah, yakni sebesar 9 pasien (25,0%). Hasil analisis Chi-square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan nilai CD4 pada pasien anak dengan Sindrom Imunodefisiensi Akuisita (p=0,079; two-tailed).Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan nilai CD4 pada pasien anak dengan Sindrom Imunodefisiensi Akuisita
Analisis Faktor Risiko Mortalitas Neonatus Berdasarkan Score for Neonatal Acute Physiology Perinatal Extension II di Rumah Sakit Zainoel Abidin Banda Aceh Rezeki, Sri; Darnifayanti, Darnifayanti; Yusuf, Sulaiman; Haris, Syafruddin; Darussalam, Dora; Bakhtiar, Bakhtiar
Sari Pediatri Vol 26, No 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.2.2024.91-6

Abstract

Latar belakang. Kelahiran bayi dengan risiko tinggi mendapat pelayanan dan perawatan di Neonatal Intensive Care Unit. Berbagai faktor risiko dapat memengaruhi kematian neonatus, dan berbagai upaya telah dilakukan untuk mengetahui dan mengenali secara dini masalah yang dihadapi. Salah satunya dengan sistem skoring Score for Neonatal Acute Physiology with Perinatal Extension-II (SNAPPE-II) yang merupakan sistem penilaian untuk memprediksi mortalitas dan morbiditas di unit perawatan intensif neonatal pada 12 jam pertama setelah lahir.Tujuan. Mengetahui faktor risiko mortalitas pada neonatus kurang bulan yang sakit kritis menggunakan skoring SNAPPE-IIMetode. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross sectional retrospektif. Data penelitian diambil dari data rekam medis berupa bayi dengan penyakit kritis, yang dinilai menggunakan skoring SNAPPE-II dimulai sejak Oktober 2023- Desember 2023.Hasil. Terdapat 37 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Hasil analisis faktor risiko mortalitas neonatus pada penyakit kritis menggunakan SNAPPE III didapatkan bahwa pH serum darah, rasio PO2/FiO2 dan Berat Badan Lahir (BBL) berhubungan dengan mortalitas neonatus dengan p-value <0,005. Analisis received operating curved didapatkan titik potong skor SNAPPE-II adalah 28,5, dengan sensitivitas 70,8% dan spesifitas 84,6 %.Kesimpulan. Faktor risiko mortalitas pada neonatus di Neonatal Intensive Care Unit Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin Banda Aceh berdasarkan skoring SNAPPE-II adalah pH, rasio PO2/FiO2 dan berat badan lahir.
Analisis Hubungan Eosinopenia Terhadap Derajat Keparahan Infeksi COVID-19: Studi Cross-Sectional di Rumah Sakit Umum Daerah Moewardi Surakarta Kesit, Johan Wijaya; Harsono, Ganung; Moelyo, Annang Giri
Sari Pediatri Vol 26, No 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.2.2024.102-8

Abstract

Latar belakang. Luaran klinis infeksi COVID-19 pada anak baik tetapi angka kematian COVID-19 masih tinggi. Identifikasi derajat keparahan sedini mungkin dapat memberikan luaran klinis yang baik. Beberapa penanda inflamasi pada kasus COVID-19 salah satunya didapatkan eosinopenia. Tetapi hingga saat ini belum ada penelitian tentang hubungan antara eosinopenia terhadap derajat keparahan infeksi COVID-19 pada anak.Tujuan. Menganalisis hubungan eosinopenia terhadap derajat keparahan infeksi COVID-19 pada anak. Metode. Studi cross sectional observasional analitik, data sekunder retrospektif, diambil dari rekam medis pasien usia 0-<18 tahun terkonfirmasi COVID-19 derajat ringan, sedang, berat dan kritis, yang dirawat diruang isolasi RSUD Dr. Moewardi Jawa Tengah sejak 1 Januari 2022 – 31 Desember 2022 didapatkan 268 subyek penelitian. Analisis statistik SPSS 22 dengan Uji Chi square dan nilai p<0,05 signifikan.Hasil. Dari 268 subyek, kelompok eosinopenia 168 (62,6%) anak dan non eosinopenia 100 (37,4%) anak. Kasus severe (derajat berat dan kritis) 160 (95,2%) anak dan kasus non severe (derajat ringan dan sedang) 8 (4,7%) anak pada kelompok eosinopenia. Ada korelasi bermakna antara eosinopenia terhadap derajat keparahan infeksi COVID-19 kasus severe (p<0,001) dengan nilai duga positif (NDP) 95,2% dan nilai duga negatif (NDN) 87%.Kesimpulan. Eosinopenia dapat memprediksi derajat keparahan infeksi COVID-19 pada anak.
Pengaruh Probiotik terhadap Kadar Calprotectin Feses dan Durasi Diare Akut pada Anak Yulfiwanti, Idha; Jurnalis, Yusri Dianne; Asrawati, Asrawati; Syarif, Iskandar; Mariko, Rinang; Izzah, Amirah Zatil; Ihsan, Indra
Sari Pediatri Vol 26, No 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.2.2024.74-9

Abstract

Latar belakang. Probiotik adalah mikroorganisme yang menguntungkan dalam pengobatan diare akut pada anak. Probiotik mengurangi frekuensi dan durasi diare dengan meningkatkan respon imun, produksi substansi antimikroba, menurunkan proses inflamasi, dan menghambat pertumbuhan kuman patogen penyebab diare. Pengukuran calprotectin feses sebagai penanda penyakit inflamasi pada diare akut merupakan metode noninvasif, cepat dan mudah.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh probiotik terhadap kadar calprotectin feses dan durasi diare akut pada anak.Metode. Penelitian eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest control group yang dilaksanakan di Puskesmas dan Rumah Sakit di kota Padang. Penelitian dimulai dari bulan Januari sampai Juni 2023. Populasi penelitian adalah pasien anak usia 2-60 bulan dengan diare akut yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Terdapat 31 sampel kelompok kontrol yang mendapatkan terapi standar WHO dan 30 sampel kelompok kasus yang mendapatkan terapi standar WHO ditambah probiotik. Dilakukan pengamatan terhadap durasi diare akut dan kadar calprotectin feses.Hasil. Anak dengan usia >24 bulan lebih banyak pada kedua kelompok dengan sebagian besar kelompok dengan gizi baik. Rerata berat badan dan tinggi badan subjek pada kelompok kasus adalah 10,76 kg dan 82,6 cm, sedangkan kelompok kontrol adalah 10,15 kg dan 81 cm. Terdapat pemendekan durasi diare yang signifikan pada kelompok kasus dibandingkan kelompok kontrol adalah 10,32 (+6,35)jam (p-value =0,049). Terdapat perbedaan kadar calprotectin feses yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian probiotik pada kelompok kasus (p-value =0,038).Kesimpulan. Pemberian probiotik dapat memperpendek rerata durasi diare akut dan menurunkan rerata kadar calprotectin feses secara bermakna. Pemberian probiotik ini dapat disarankan sebagai terapi adjuvan dalam tata laksana diare akut pada anak.
Analisis Kritis Terkait Manajemen dan Luaran Pasien Anak di Unit Perawatan Intensif Anak Level Sekunder Angelina, Angelina; Aviana, Ruthie; Ardelia, Yolanda; Dewi, Arfianti Chandra
Sari Pediatri Vol 26, No 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.2.2024.109-15

Abstract

Latar belakang. Setiap unit perawatan intensif anak (UPIA) memiliki karakteristik berbeda. Evaluasi terhadap manajemen dan luaran pasien penting untuk memperbaiki kualitas pelayanan. Data publikasi penelitian terkait UPIA umumnya dikerjakan pada level tersier.Tujuan. Melakukan tinjauan terhadap manajemen yang diberikan kepada pasien UPIA level sekunder, dan hubungannya dengan luaran pasien.Metode. Penelitian potong lintang retrospektif menggunakan data rekam medis pasien yang dirawat di UPIA Rumah Sakit Umum Daerah Balaraja selama tahun 2022. Data yang diambil mencakup data demografis (usia, jenis kelamin, berat badan), diagnosis utama, komorbiditas, terapi selama perawatan, dan parameter laboratorium. Hasil uji statistik disajikan dalam nilai p serta interval kepercayaan 95%, besarnya hubungan dinyatakan dengan nilai Odds ratio. Hasil. Seratus satu pasien masuk dalam penelitian. Sebagian besar berusia di bawah 1 tahun, dengan pneumonia dan infeksi sistem saraf pusat merupakan diagnosis terbanyak. Terdapat 32 pasien (31,6 %) meninggal dunia, penggunaan ventilator mekanik (OR36,75; IK95%:8,014-168,519; p<0,001) dan pemberian obat vasoaktif (OR11; IK95%:4,137-29,295; p<0,001) berhubungan bermakna dengan tingkat mortalitas. Kesimpulan. Sebagian besar pasien adalah bayi yang didominasi dengan masalah medis akibat infeksi. Tingkat mortalitas cukup tinggi, berhubungan bermakna dengan penggunaan ventilator mekanik invasif serta obat vasoaktif.
Perbedaan Perubahan Kadar Hormon Tiroid pada Bayi Kurang Bulan melalui Pemeriksaan Fungsi Tiroid Serial Al Khusna, Nandia Permata Rahma; Hidayah, Dwi; Giri Moelyo, Annang
Sari Pediatri Vol 26, No 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.2.2024.85-90

Abstract

Latar belakang. Hipotiroid kongenital merupakan gangguan hormon yang terjadi pada bayi baru lahir dimana ditemukan kadar hormon tiroid yang rendah. Pada bayi kurang bulan dan berat lahir rendah dapat mengalami hipotiroksinemia tanpa disertai peningkatan thyroid stimulating hormone. Hal ini bersifat sementara dan akan meningkat seiring pertambahan usia. Tujuan. Menilai perbedaan perubahan kadar hormon tiroid pada bayi kurang bulan melalui pemeriksaan fungsi tiroid serial serta faktor risiko yang berhubungan dengan hal tersebut.Metode. Kohort prospektif dengan melakukan pemeriksaan TSH dan FT4 serial pada BKB di NICU dan HCU Neonatus RSUD Dr. Moewardi bulan Oktober 2022 hingga Januari 2023. Pengambilan sampel dilakukan pada BKB dengan usia kehamilan < 32 minggu dan 32 s/d <37 minggu pada usia 48-72 jam dan 2 minggu. Hasil pengamatan dideskripsikan dengan mean±SD, analisis data dengan SPSS 22 dan dinyatakan signifikan apabila uji menghasilkan p?0,05.Hasil. Didapatkan nilai TSH dan FT4 yang semakin turun pada usia 48-72 jam dan 2 minggu pada kelompok usia kehamilan <32 minggu (TSH p= 0,221; FT4 p=0,008) dan 32 s/d < 37 minggu (TSH p=0,037; FT4 p=0,013). Faktor yang berpengaruh adalah berat badan lahir bayi dimana ditemukan perbedaan signifikan pada berat bayi lahir sangat rendah (p=0,021).Kesimpulan. Bayi prematur, terutama dengan berat lahir sangat rendah, cenderung mengalami hipotiroksemia prematur. Pemeriksaan fungsi tiroid secara berkala sangat penting untuk memantau perkembangan bayi dan mencegah komplikasi jangka panjang.
Efektivitas Pemberian Makan Dini pada Anak dengan Pankreatitis Akut Oswari, Hanifah; Rachmajati, Arinurtia
Sari Pediatri Vol 26, No 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.2.2024.116-24

Abstract

Latar belakang. Pankreatitis akut pada anak dapat menyebabkan morbiditas hingga mortalitas yang signifikan. Tata laksana saat ini meliputi terapi simtomatis, pasien dipuasakan, dan pemberian nutrisi parenteral. Pada dewasa, pemberian makan dini dapat menurunkan komplikasi, durasi perawatan dan mortalitas. Belum ada cukup data mengenai keefektivan pemberian makan dini pada anak.Tujuan. Mengetahui efektivitas pemberian makan dini pada anak dengan pankreatitis akut terhadap perbaikan klinis dan durasi rawat. Metode. Penelusuran pustaka database elektronik, yaitu Pubmed, Cochrane, ScienceDirect, Scopus dan Embase dengan kata kunci “child*”, ‘OR” “pediatric* “OR” paediatric” “AND” “acute pancreatitis”, “AND” “early feeding”, “OR” “early nutrition. Hasil. Penelusuran literatur diperoleh 4 artikel yang terpilih kemudian dilakukan telaah kritis. Studi oleh Ledder, dkk, dengan level of evidence 1b, diperoleh tidak terdapat perbedaan lama rawat anak yang diberi makan tanpa restriksi lemak dalam 24 jam pertama perawatan dibandingkan dengan yang dipuasakan dengan median 2,6 (IK95%: 2,5-3,1, p=0,56). Hal ini serupa dengan penelitian oleh Abu El-Hajja, dkk. Namun, studi oleh Szabo dkk dan Rivera dkk menunjukkan lama rawat yang lebih singkat pada anak yang diberi makan dalam 48 jam dan 72 jam pertama perawatan.Kesimpulan. Pemberian makan dini dalam 24 jam pertama perawatan masih mungkin mempersingkat lama rawat.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 3 (2025) Vol 27, No 2 (2025) Vol 27, No 1 (2025) Vol 26, No 6 (2025) Vol 26, No 5 (2025) Vol 26, No 4 (2024) Vol 26, No 3 (2024) Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 6 (2024) Vol 25, No 5 (2024) Vol 25, No 4 (2023) Vol 25, No 3 (2023) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 6 (2023) Vol 24, No 5 (2023) Vol 24, No 4 (2022) Vol 24, No 3 (2022) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 6 (2022) Vol 23, No 5 (2022) Vol 23, No 4 (2021) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 6 (2021) Vol 22, No 5 (2021) Vol 22, No 4 (2020) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 6 (2020) Vol 21, No 5 (2020) Vol 21, No 4 (2019) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 6 (2019) Vol 20, No 5 (2019) Vol 20, No 4 (2018) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 6 (2018) Vol 19, No 5 (2018) Vol 19, No 4 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 6 (2017) Vol 18, No 5 (2017) Vol 18, No 4 (2016) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 6 (2016) Vol 17, No 5 (2016) Vol 17, No 4 (2015) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 6 (2015) Vol 16, No 5 (2015) Vol 16, No 4 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 6 (2014) Vol 15, No 5 (2014) Vol 15, No 4 (2013) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 6 (2013) Vol 14, No 5 (2013) Vol 14, No 4 (2012) Vol 14, No 3 (2012) Vol 14, No 2 (2012) Vol 14, No 1 (2012) Vol 13, No 6 (2012) Vol 13, No 5 (2012) Vol 13, No 4 (2011) Vol 13, No 3 (2011) Vol 13, No 2 (2011) Vol 13, No 1 (2011) Vol 12, No 6 (2011) Vol 12, No 5 (2011) Vol 12, No 4 (2010) Vol 12, No 3 (2010) Vol 12, No 2 (2010) Vol 12, No 1 (2010) Vol 11, No 6 (2010) Vol 11, No 5 (2010) Vol 11, No 4 (2009) Vol 11, No 3 (2009) Vol 11, No 2 (2009) Vol 11, No 1 (2009) Vol 10, No 6 (2009) Vol 10, No 5 (2009) Vol 10, No 4 (2008) Vol 10, No 3 (2008) Vol 10, No 2 (2008) Vol 10, No 1 (2008) Vol 9, No 6 (2008) Vol 9, No 5 (2008) Vol 9, No 4 (2007) Vol 9, No 3 (2007) Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 1 (2007) Vol 8, No 4 (2007) Vol 8, No 3 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol 7, No 4 (2006) Vol 7, No 3 (2005) Vol 7, No 2 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 6, No 4 (2005) Vol 6, No 3 (2004) Vol 6, No 2 (2004) Vol 6, No 1 (2004) Vol 5, No 4 (2004) Vol 5, No 3 (2003) Vol 5, No 2 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 4, No 4 (2003) Vol 4, No 3 (2002) Vol 4, No 2 (2002) Vol 4, No 1 (2002) Vol 3, No 4 (2002) Vol 3, No 3 (2001) Vol 3, No 2 (2001) Vol 3, No 1 (2001) Vol 2, No 4 (2001) Vol 2, No 3 (2000) Vol 2, No 2 (2000) Vol 2, No 1 (2000) More Issue