cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad
ISSN : 25284576     EISSN : 26157411     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Padjadjaran. Diterbitkan Atas Kerjasama Program Studi Agribisnis dan Departemen Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Unpad Dengan PERHEPI Komisariat Bandung Raya.
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
KERAGAAN KEMITRAAN DI KOPERASI PRODUKSI SUSU (STUDI KASUS DI KPS BOGOR, KEDUNG BADAK, KOTA BOGOR) Annisa Indah Kartika; Sara R. Qanti
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 1, No 2 (2016): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.48 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v1i2.22702

Abstract

ABSTRAKPeningkatan produksi susu di Indonesia masih belum mencukupi kebutuhan konsumsi susu diIndonesia yang juga terus meningkat. Koperasi Produksi Susu (KPS) hadir untuk memfasilitasi parapeternak sapi perah. KPS tidak dapat menjalankan seluruh kegiatannya sendiri maka KPS menjalinkerja sama dalam memenuhi sarana produksi, distribusi, kualitas, dan kontinuitas. Tujuan penelitianini adalah untuk mengetahui pola dan keragaan kemitraan yang terjadi pada KPS Bogor. Penelitiandilakukan di KPS Bogor di Jln. Baru Kedung Badak, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan TanahSareal, Kota Bogor, Jawa Barat. Penelitian dilakukan dengan desain deskriptif kualitatif dan teknikpenelitian studi kasus. Responden dan informan ditentukan dengan sengaja. Data yang digunakanadalah data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPS Bogor memiliki enamperusahaan mitra yaitu PT. AMS, CV. MAJU, Cimory, Indolakto, Nutrifood, dan Unican. Hanya satudari enam perusahaan ini yang memiliki perjanjian tertulis yaitu PT. AMS dalam bentuk Kerja SamaOperasi (KSO). Perjanjian tidak tertulis dengan Indolakto, Cimory, Nutrifood, dan Unican dalambentuk kemitraan subkontrak, dan CV. MAJU dalam bentuk vertical forward linkage. Dalampelaksanaan kerjasama antara KPS dan mitra, banyak proses yang dilakukan secara spontan.Kata kunci: susu, keragaan, kemitraan, kerja sama bisnis, spontanABSTRACTMilk production in Indonesia is still insufficient to fulfil increasing milk consumption in Indonesia.West Java is one of the largest milk production centre in Indonesia and also place where there aremany milk production cooperatives (MPC). MPC presents to facilitates the dairy farmers. MPC wasnot able to run the entire business itself, then it cooperates with various partners in term ofproduction facilities, distribution, quality control, and continuity. The purpose of this study is todetermine the pattern and the performance of partnerships at the MPC in Bogor. The study wasconducted at the MPC in Bogor located at Jln. Baru Kedung Badak, Kedung Badak Village, TanahSareal District, City of Bogor, West Java. Descriptive design and a qualitative case study researchtechnique were used in this study. Primary data were collected by using participant observation andinterviews. Both primary and secondary data were used in this study. Important results suggest thatMPC in Bogor has six partner companies, namely PT. AMS, CV. MAJU, Indolakto, Cimory,Nutrifood, and Unican. Only one (PT. AMS) of these six companies has written agreement and inform of Joint Operation. The unwritten agreements with Indolakto, Cimory, Nutrifood, and Unicanare in subcontract partnerships form, and CV. MAJU is in vertical forward linkage form. In theimplementation of partnerships, many processes are carried out spontaneously.Keywords: milk, the performance, partnerships, business collaboration, spontaneous
TRADITIONAL RETAILER’S PERCEPTION ON THE IMPACT OF MODERN RETAIL GROWTH IN BANDUNG Sara Ratna Qanti
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 1, No 1 (2016): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.897 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v1i1.22689

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan modern ritel yang sangat cepat di Indonesia menimbulkan perdebatan mengenaibagaimana pertumbuhan yang cepat ini mempengaruhi sektor ritel tradisonal. Tujuan dari tulisan inimenitikberatkan kepada persepsi para peritel tradisional mengenai dampak dari pertumbuhan modernritel terhadap pendapatan peritel tradisional. Studi ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif.Data primer diperoleh berdasarkan wawancara mendalam dengan 45 peritel tradisional yang berlokasidi 3 pasar tradisional di Bandung. Hasil studi menunjukkan bahwa: (1) Bertolak belakang denganpandangan pada umumnya, peritel tradisional (yang menjual sayur dan buah segar) percaya bahwakeberadaan ritel modern di sekitar lokasi penjualan mereka memiliki dampak yang kecil terhadappendapatan mereka. (2) Penurunan pendapatan peritel tradisional yang terlibat dalam studi inidisebabkan terutama karena adanya kompetisi dengan para pedagang kaki lima (PKL) danpermasalahan yang berkaitan dengan managemen internal dari pasar tradisional itu sendiri sepertimisalnya peningkatan harga sewa jongko dan keterbatasan infrastruktur pendukung lainnya. (3)Diferensiasi produk (dalam kualitas dan jenis produk) yang diperjualbelikan di pasar tradisional danpasar modern serta perbedaan segmen pasar diantara keduanya, membuat kedua jenis pasar ini salingmelengkapi satu sama lain.Kata kunci: persepsi peritel, dampak, pertumbuhan ritel modern, ritel tradisional, BandungABSTRACTRapid rise of modern retails in Indonesia raised a debate on how this rapid rise affects traditionalretail sectors. This study highlights traditional retailer’s perception on the impact of modern retailgrowth to their income. Descriptive analysis is used in this study. Primary data was gained from indepth interview with 45 traditional retailers in 3 traditional markets in Bandung. This study showsthat: (1) On the contrary with the conventional wisdom, traditional retailers (who sell FFV) believethat the existence of modern retails nearby their selling locations has little impact on their income. (2)Decreasing income of traditional retailers in our study is mostly caused by competition with illegalstreet vendors and internal traditional market management issues such as increasing rental price ofstalls and limited infrastructures. (3) Product differentiation (in quality and type of goods) that aresold in traditional and modern retails and market segmentation, make these two types of marketscomplement to each other.Keywords: retailer’s perception, impact, modern retail growth, traditional retail, Bandung.
STRATEGI PEMASARAN KOPI LUWAK MANGLAYANG KARLINA DI KELOMPOK TANI KIWARI FARMERS, KABUPATEN BANDUNG Kuswarini Kusno; Muhammad Indra Pratama Ariin; Sulistyodewi Nur Wiyono; Dini Rochdiani
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 4, No 1 (2019): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.974 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v4i1.22799

Abstract

Abstrak Kiwari Farmers adalah kelompok tani yang mengusahakan kopi arabika reguler dan kopi luwak Manglayang Karlina. Penjualan kopi luwaknya rendah dan tidak kontinyu selama tahun 2016-2017. Karena itu perlu diidentifikasi penyebabnya dengan tujuan untuk merumuskan strategi pemasaran kopi luwak tersebut di Kelompok Tani Kiwari Farmers. Teknik penelitian menggunakan teknik studi kasus. Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Data dianalisis dengan analisis strength, weakness, opportunity, and threat (SWOT) dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan ada 6 strategi alternatif: 1) mengalokasikan keuntungan untuk riset fermentasi biji kopi, dan proses roasting, untuk pelatihan formal tenaga kerja, serta untuk pembangunan lantai jemur dan gudang, 2) melakukan kampanye kreatif berbasis edukasi mengenai animal welfare, dan jenis, manfaat serta proses pengolahan kopi luwak, 3) menggunakan Instagram dan Facebook untuk mengedukasi konsep pengolahan mandiri dari hulu hingga hilir dan animal welfare, 4) memperluas jalan kebun, lantai jemur, dan tempat pengolahan pasca panen kopi untuk kepentingan agrowisata, 5) meningkatkan riset pengolahan roasting dan pelatihan tenaga kerja, serta 6) mempertahankan dan menambah inovasi produk baru dan kemasan. Strategi prioritas atau yang terbaik adalah strategi kesatu. Disarankan Kiwari Farmers menerapkan strategi ke 1) tersebut di atas, dan melakukan survei terhadap konsumen kopi luwak.Kata kunci: kopi luwak, strategi pemasaran, SWOT, QSPMAbstractKiwari Farmers cultivates for regular Arabica coffee and Manglayang Karlina Luwak coffee in Bandung district. The sales volume of civet coffee is still low and has experienced discontinue sales during 2016-2017. Thus, it is necessary to identify the causes of the low sales of civet coffee in order to formulate the marketing strategy of the civet coffee in the Kiwari Farmers Group. This study uses case study techniques. Primary and secondary data are collected through observation, interviews, and literature studies. Data on strengths, weaknesses, opportunities and threats encountered by Kiwari farmers groups were analyzed using SWOT Analysis and Quantitative Strategic Planning (QSP) Matrix. As a result, there were six alternative strategies: 1) allocate profits for coffee bean fermentation research, roasting processes, formal labor training, building dry floors and warehouses, 2) create creative campaigns such as the animal welfare education campaign, and campaigns on civet coffee types, the benefits of civet coffee consumption, and the processing of civet coffee, 3) use the benefits of social media in particular Instagram and Facebook to educate the concept of civet coffee processing from the beginning to the end of the process, and animal welfare, 4) enlarge the road area in the garden, drying area, build a post-harvest site and processing coffee for the development of an agro-tourism business unit, 5) improve roasting processing research and employee training, and 6) maintain by innovating new products and packaging. The best strategy is strategy number 1) mentioned above. Kiwari Keywords: civet coffee, marketing strategy, SWOT, QSPM
PERAN PUSAT PELATIHAN PERTANIAN DAN PEDESAAN SWADAYA (P4S) DALAM PENGEMBANGAN PEMUDA PEDESAAN (Studi Kasus di P4S Tani Mandiri Desa Cibodas Kec. Lembang Kab. Bandung Barat) Iwan Setiawan; Muhammad G. Judawinata; Adi Nugraha
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 1, No 2 (2016): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.673 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v1i2.22710

Abstract

ABSTRAKPusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) merupakan sebuah lembaga yang dibangun,dimiliki dan dikelola secara langsung oleh komunitas petani. Salah satu misi P4S adalahmengembangkan pemuda pedesaan. P4S Tani Mandiri yang berlokasi di Desa Cibodas merupakansatu dari 400 P4S yang menjadi pionir di Indonesia. Hingga tahun 2015, P4S Tani Mandiri telahmenghasilkan 1950 lulusan dari seluruh Indonesia. Pertanyaannya, sejauh mana P4S Tani Mandiriberperan dalam mengembangkan (memberdayakan) pemuda di lingkungannya? Tulisan inibertujuan untuk menganalisis peran P4S dalam pengembangan pemuda dan sejauh mana prinsip-prinsip pengembangan masyarakat diterapkan dalam proses tersebut. Data dalam tulisan inidiperolah dari hasil observasi dan wawancara mendalam dengan informan. Hasil analisismengungkap bahwa selama 20 tahun, P4S Tani Mandiri berperan dalam memberdayakan pemudapengangguran, memberdayakan anak-anak petani, mengembangkan agribisnis dan menginisiasiusaha-usaha alternatif. Secara umum, prinsip-prinsip pengembangan masyarakat sudahdiimplementasikan, namun masih lemah dalam hal menghargai budaya dan sumberdaya lokal, dalamhal ekologis dan belum bersih dari unsur-unsur kolonisasi immateril. Oleh karena itu, perludibangun kerjasama dengan komunitas-komunitas hijau dan pelaku-pelaku kreatif yang bergerakdalam perwujudan ramah lingkungan serta peningkatan siklus nilai (value cyclic) dan siklussumberdaya lokal (resource cyclic).Kata kunci: peran, P4S, pengembangan, pemuda pedesaanABSTRACTPusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) is an institution that is built, owned andmanaged directly by the farmer community. One of P4S mission is to develop rural youth. P4S TaniMandiri which located in Cibodas Village is one of P4S pioneers in Indonesia, which has been insuccession for 20 years. Until the year of 2015, P4S Tani Mandiri has produced 1950 graduatesfrom all over Indonesia. The question is, how far P4S Tani Mandiri role in developing (empowering)youth in the community? This paper aims to analyze P4S role in the development of youth and theextent to which the principles of community development applied in the process. The data in thispaper obtained from observations and interviews with informants in Cibodas. The results of theanalysis revealed that for 20 years, P4S Tani Mandiri has contributed to empowering youthunemployment, empowering the children of farmers, developing agribusiness and youth alternativebusinesses. In general, the principles of community development have been implemented, but stillweak in terms of the culture and local resources, in terms of ecological and not yet free fromcolonization immaterial elements. Therefore, a cooperation with green communities and creativeactors engaged in the realization of environmental friendly as well as an increase in the value cycleand the cycle of local resources need to be introduced.Keywords: role, P4S, development, rural youth
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Harga Saham PT London Sumatra Indonesia Tbk. Ha Sudoni; Eti Suminartika; Ernah Ernah
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 4, No 2 (2019): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v4i2.24532

Abstract

Perkebunan kelapa sawit dengan komoditas utama minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO) merupakan sektor strategis dalam perekonomian Indonesia dengan memberikan kontribusi di tahun 2017 senilai USD 18,28 milyar atau 9,6 % terhadap ekspor nasional. Meski demikian sepanjang tahun 2010 sampai dengan tahun 2018 harga CPO dalam trend menurun. Penurunan harga CPO ini sejalan dengan penurunan harga saham perkebunan kelapa sawit di Bursa Efek Indonesia. PT London Sumatra Indonesia Tbk merupakan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang harga sahamnya mengalami penurunan. Oleh karena itu investor yang akan berinvestasi di sektor perkebunan melalui bursa efek perlu melakukan penilaian dalam pengambilan keputusan investasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi harga saham PT London Sumatra Indonesia Tbk. Hasil penelitian dengan menggunakan alat analisis regresi linier berganda didapat faktor-faktor yang memengaruhi harga saham PT London Sumatra Indonesia Tbk adalah harga CPO, harga saham market leader, kurs rupiah, Return On Equity dan Earning Per Share.Kata Kunci: Harga saham, Harga CPO, Saham market leader, Return On Equity, Earning Per ShareABSTRACTOil palm plantations with the main commodity palm oil or Crude Palm Oil (CPO) are a strategic sector in the Indonesian economy by contributing in 2017 valued at USD 18.28 billion or 9.6% of national exports. However, throughout 2010 up to 2018 CPO prices were in a downward trend. The decline in CPO prices is in line with the decline in the prices of oil palm plantations on the Indonesia Stock Exchange. PT London Sumatra Indonesia Tbk is a palm oil plantation company whose share price has decreased. Therefore investors who will invest in the plantation sector through the stock exchange need to make an assessment in making investment decisions. This study aims to identify the factors that influence the stock prices of PT London Sumatra Indonesia Tbk. The results of the study using multiple linear regression analysis tools obtained factors that influence the price of PT London Sumatra Indonesia Tbk stock prices are CPO prices, market leader stock prices, rupiah exchange rates, Return On Equity and Earning Per Share.Keywords: Stock price, CPO price, Market leader stock, Return On Equity, Earning Per Share
IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM MEMBELI KOPI ARABIKA MANGLAYANG KARLINA DI WARUNG KOPI KIWARI Kuswarini Kusno; Muhammad Fadli; Tuti Karyani; Endah Djuwendah
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 4, No 2 (2019): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v4i2.26147

Abstract

Kiwari Farmers adalah suatu kelompok tani yang memproduksi kopi arabika yang diberi nama Manglayang Karlina dan dipasarkan di Warung Kopi Kiwari yang terletak di Jalan Palapa No.55, Padasuka, Cimenyan, Bandung, Jawa Barat. Maraknya kedai kopi di daerah Bandung menyebabkan persaingan bisnis semakin ketat sehingga terjadi fluktuasi dalam omzet penjualan kopi di Warung Kopi Kiwari. Salah satu upaya untuk mempertahankan eksistensinya, warung Kopi Kiwari perlu mengetahui bagaimana perilaku konsumennya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam keputusan pembelian kopi Manglayang Karlina di warung Kopi Kiwari. Desain penelitian ini adalah desain kualitatif dengan teknik penelitian survey terhadap 50 responden. Pemilihan responden dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan tabel frekuensi. Dari 11 faktor diperoleh 10 faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli kopi arabika Manglayang Karlina, yaitu faktor budaya, sosial, psikologis, produk, harga, tempat, promosi, orang, proses dan faktor bukti fisik. Disarankan Warung Kopi Kiwari memberikan informasi mengenai manfaat kopi dan suatu konten menarik melalui media sosial yang sudah dimilikinya. Konten menarik dapat berupa informasi pemanfaatan ampas kopi  untuk pengharum ruangan.Kata kunci: kedai kopi, keputusan pembelian, perilaku konsumen
Dialektika Sistem Sertifikasi Pertanian Organik dan Gaya Bertani (Farming Style) Petani Organik Firdarani Kirana Rivanisa; Adi Nugraha
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 4, No 2 (2019): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v4i2.23249

Abstract

Berkembangnya produk pertanian organik di Indonesia memicu dibentuknya aturan pemerintah mengenai sistem sertifikasi organik yang bertujuan untuk melindungi konsumen dan produsen. Akan tetapi dalam pelaksanaanya, sistem ini dihadapkan pada permasalahan sehingga menimbulkan polemik di masyarakat. Perkembangan polemik tersebut menuntut petani untuk bermanuver guna mempertahankan eksistensinya. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis dialektika yang terjadi antara stuktur yang berupa sistem sertifikasi organik dengan agensi yang dimiliki oleh petani yang ditunjukkan dalam gaya bertaninya serta hal yang melatarbelakangi keputusannya dalam menentukan gaya bertani tersebut. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Alat analisis yang digunakan adalah micro-macro linkages. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tiap petani memiliki cara pandang yang berbeda terhadap polemik struktur yang ada sehingga menciptakan respon yang berbeda pula. Perbedaan respon tersebut disebabkan oleh perbedaan kondisi struktur yang melekat pada masing-masing usaha tani. Respon petani dapat dilihat dari perbedaan gaya bertani antara Semai Organik dan Eco Camp. Kata Kunci: Dialektika, Sistem Sertifikasi Organik, Gaya Bertani, Farming Styles, Petani Organik
PENINGKATAN PARTISIPASI PETANI, PEMBERDAYAAN KELEMBAGAAN DAN KEARIFAN LOKAL MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN BERKELANJUTAN Roos ganda Elizabeth
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 4, No 2 (2019): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v4i2.26509

Abstract

Tercapainya keberhasilan suatu program pembangunan pertanian karena didukung penuh oleh partisipasi petani, para pelaksana di lapang dan kesesuaian pelaksanaan di lapang dengan target tujuan pelaksanaan. Keberhasilan juga dipengaruhi pemberdayaan dan peningkatan peran, fungsi dan kinerja kelembagaan pelaksana program serta pentingnya mengikutsertakan fungsi dan peran kearifan lokal. Tulisan ini bertujuan untuk mengemukakan pentingnya peningkatan partisipasi petani, pemberdayaan kelembagaan dan kearifan lokal dalam pengadaan dan ketersediaan pangan mendukung ketahanan pangan berkelanjutan. Seiring peningkatan pertumbuhan penduduk yang rata-rata mencapai kisaran 1,49% menyebabkan peningkatan permintaan pangan, sementara pertumbuhan ekonomi sekitar 6-7% dan pendapatan pangan yang masih elastis. Perlunya antisipasi anomali iklim ekstrem, tingginya degradasi dan pengendalian konversi lahan, dan berbagai kendala terkait lainnya diprediksi penyebab relatif rendahnya kapasitas dan ketersediaan pangan; yang membutuhkan keberpihakan dan pendampingan berbagai pihak terkait dalam pelaksanaan berbagai inovasi teknologi pertanian. Peningkatan dan pemberdayaan peran kelembagaan pertanian merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mendukung kemandirian dan ketahanan pangan berkelanjutan. Diperlukan segera antisipasi penanganan pemenuhan pangan dengan meningkatkan partisipasi petani dalam pemberdayaan berbagai kelembagaan pertanian terkait dan kearifan lokal. Perlunya pendekatan dan pengkajian berbagai Undang-undang dan regulasi terkait serta pendampingan yang lebih serius, mendalam dan berkelanjutan untuk mengurus pengadaan dan ketersediaan pangan untuk mewujudkan kemandirian pangan menuju ketahanan pangan berkelanjutan. Kata kunci: partisipasi petani, pemberdayaan kelembagaan, kearifan lokal, ketahanan pangan.
KESEIMBANGAN HARGA DAN KUANTITAS PASAR SUSU SEGAR DI INDONESIA Lilis Imamah Ichdayati; Eny Dwiningsih; Risma Kurnia Putri
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 4, No 2 (2019): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v4i2.25358

Abstract

Produksi susu dalam negeri hanya mampu memenuhi kebutuhan permintaan konsumsi susu sebesar 30 % saja, sisanya 70 % dipasok dari impor. Di sisi lain tingkat konsumsi susu perkapita Indonesia relatif rendah. Hal ini menjadi peluang bagi usaha ternak sapi perah dalam menyediakan susu sapi segar.  Tujuan penulisan artikel ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi biaya produksi susu segar, harga dan kuantitas susu segar sebagai keseimbangan permintaan dan penawaran dalam pasar susu segar. Sumber data sekunder periode 1993-2017. Instrumen analisis menggunakan metode persamaan simultan two stage least square (2LSL).Hasil analisis adalah model persamaan biaya produksi susu segar dipengaruhi oleh variabel biaya pakan, listrik dan air, obat-obatan dan bahan bakar. Model persamaan produksi susu segar dipengaruhi oleh variabel jumlah sapi laktasi dan jumlah pakan konsentrat. Dari sisi pasar susu segar, model persamaan penawaran susu segar dipengaruhi oleh variabel jumlah susu segar dan harga teh sebagai komplementer, diikuti varibel harga susu segar dan harga kopi sebagai substitusi. Sedangkan dari model persamaan permintaan yang berpengaruh adalah variabel pendapatan perkapita, jumlah produksi, harga teh dan harga kopi sebagai produk komplementer dan substitusi. Model persamaan harga susu segar dipengaruhi oleh variabel total biaya produksi dan jumlah permintaan susu segar.
Keterkaitan antara Karakteristik Konsumen dengan Tingkat Kepuasan Mereka dalam Melakukan Pembelian Sayuran Organik Elly Rasmikayati; Nurisa Asrienda Shafira; Yuniar Dianti Fauziah; Hanifatur Aziz Nur Ishmah; Bobby Rachmat Saefudin; Khairuna Utami
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 5, No 1 (2020): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v5i1.28853

Abstract

Kesadaran konsumen akan pentingnya menjaga kesehatan dari sisi mengkonsumsi sayuran organik semakin meningkat dan banyak faktor yang berperan dalam menentukan tingkat pembeliannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi dari karakteristik konsumen dan hubungannya terhadap tingkat kepuasan dalam melakukan pembelian sayuran organik di Kota Medan. Desain penelitian ini dilakukan dengan pendekatan metode deskriptif kuantitatif menggunakan sampel berukuran 90 responden. Metode analisis yang digunakan untuk analisis karakteristik konsumen adalah statistik deskriptif dan analisis hubungan antara karakteristik dengan tingkat kepuasan adalah crosstab dan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa deskripsi karakteristik konsumen berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh  perempuan, berusia 31 sampai 40 tahun, berpendapatan antara 2.000.001 sampai 3.000.000 rupiah, lamanya menempuh pendidikan 16 tahun atau setara dengan S1 dan memiliki jumlah tanggungan keluarga sebanyak 2 orang. Sementara itu, hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi hubungan yang signifikan antara pada variabel lamanya menempuh pendidikan dengan tingkat kepuasan konsumen dalam melakukan pembelian sayuran organik di Kota Medan. Sedangkan untuk variabel-variabel karakteristik lainnya tidak terjadi hubungan yang signifikan dengan tingkat kepuasan.