cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
BIOMA
ISSN : 20865481     EISSN : 25499890     DOI : 10.26877
Arjuna Subject : -
Articles 246 Documents
PENGARUH EKSTRAK TOMAT TERHADAP PERTUMBUHAN EMBRIO ANGGREK Phaius tankervilleae KHAS GUNUNG GALUNGGUNG KABUPATEN TASIKMALAYA Risty Agustin; Suharsono Suharsono; Rinaldi Rizal Putra
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 9 No. 2: Oktober 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v9i2.7064

Abstract

Anggrek menjadi salah satu tanaman berbunga yang paling banyak diminati oleh sebagian besar kalangan, sehingga menjadikannya banyak diincar baik di habitat alaminya maupun yang telah dibudidayakan. Salah satu anggrek yang banyak diminati tersebut adalah jenis Phaius tankervilleae, yang merupakan anggrek tanah terbesar. Anggrek ini cukup jarang dibudidayakan, sehingga dikhawatirkan keberadaannya di alam menjadi teracam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak tomat terhadap pertumbuhan embrio anggrek Phaius tankervilleae khas Gunung Galunggung Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga bulan Juli di Laboratorium Kultur Jaringan Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi. Metode yang digunakan adalah metode true experimental dengan populasi seluruh biji/embrio anggrek yang ditabur dari satu buah ke dalam cawan petri berisi media VW dengan tambahan 5 variasi konsentrasi ekstrak tomat (PA: 50 g/L, PB: 100 g/L, PC: 150 g/L, PD: 200 g/L, dan PE: 250 g/L) dan kontrol (P0) atau tanpa penambahan ekstrak tomat. Perlakuan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kali ulangan. Sampel diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 20 embrio pada setiap cawan petri. Untuk mengukur pertumbuhan embrio anggrek digunakan parameter pertumbuhan berupa perubahan ukuran dan warna embrio anggrek yang disimbolkan dengan 6 fase pertumbuhan. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji one way ANOVA dengan α 0,05 dan uji lanjutan LSD. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan ekstrak tomat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan embrio anggrek Phaius tankervilleae khas Gunung Galunggung Kabupaten Tasikmalaya, dengan perlakuan terbaik ditunjukan oleh perlakuan penambahan ekstrak tomat 100 gr/l (perlakuan PB). Kata kunci : ekstrak tomat, pertumbuhan, embrio, Phaius tankervillea
AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATERI SISTEM SIRKULASI MANUSIA MENGGUNAKAN MODEL THINK PAIR SHARE DI SMAN 1 KARANGRAYUNG Anggun Saraswati; Nugroho Edi Kartijono; Partaya Partaya
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 9 No. 2: Oktober 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v9i2.7055

Abstract

Observasi awal di SMA Negeri 1 Karangrayung diketahui pembelajaran yang dilakukan dengan cara presentasi dan diskusi yang dilakukan oleh siswa, namun penguasaan terhadap konsep materi masih kurang. Hasil belajar siswa pada materi sistem sirkulasi menunjukkan hanya 47% siswa belum mencapai KKM. Salah satu upaya yang dapat diterapkan untuk mengatasi kendala tersebut adalah menerapkan model Pembelajaran Think, Pair, Share. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas dan hasil belajar siswa setelah mengikuti  pembelajaran dengan model Think, Pair, Share. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Karangrayung tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 4 kelas. Sampel ditentukan secara purposive, menggunakan dua kelas dengan tingkat aktivitas dan hasil belajar siswa yang relatif lebih rendah diantara kelas yang ada dan ditentukan oleh guru. Hasil observasi aktivitas siswa pada kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 2 berturut- turut mencapai kriteria kategori aktif dan sangat aktif pada saat pembelajaran. Hasil belajar pada kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 2 berturut-turut menunjukkan kategori sangat baik dan baik dengan ketuntasan klasikal secara berturut-turut mencapai 94,44% dan 97,14%. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Think Pair Share pada pembelajaran sistem sirkulasi yang diterapkan dapat menjadikan siswa aktif dalam pembelajaran dengan hasil belajar  yang memuaskan.Kata kunci : Aktivitas Belajar, Hasil Belajar, Think Pair Share, Sistem sirkulasi
Efektivitas gel ekstrak etanol daun senggani (Melastoma candidum D. Don.) terhadap diameter luka pasca pencabutan gigi pada tikus putih (Rattus norvegicus) Susanna Halim; Hariyanto Halim; I Nyoman Ehrich Lister; Saipul Sihotang; Ali Napiah Nasution; Ermi Girsang
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 10 No. 1: April 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v10i1.6555

Abstract

ABSTRAKDaun senggani (Melastoma candidum D. Don.) mengandung flavonoid, triterpenoid, tanin, saponin, steroid, glikosida, dan fenolik yang berfungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan bersifat antifungi, antivirus dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun senggani (M. candidum D. Don.) yang memberikan efektivitas terbaik terhadap penyembuhan luka pasca pencabutan gigi pada tikus putih (Rattus norvegicus). Hasil ekstraksi daun senggani diformulasikan dalam bentuk salep dengan konsentrasi 1%, 3%, 5%, dan 10%. Hasil data rata-rata persentase kesembuhan luka yang terlihat dari diameter luka diuji secara statistik menggunakan SPSS versi 23. Hasil analisis pada hari ke-5 menunjukkan salep ekstrak etanol daun senggani (M. candidum D. Don.) konsentrasi 10% memiliki efektivitas penyembuhan luka yaitu sekitar 2,96 mm (p>0,05). Hasil skrining fitokimia daun senggani menunjukkan adanya senyawa metabolit sekunder seperti tanin, saponin, flavonoid, streroid/triterpene, dan glikosida. Kata kunci: ekstrak; gel; luka gigi; Melastoma candidum D. Don.  ABSTRACTThe effectiveness of senggani (Melastoma candidum D. Don.) leaves ethanolic gel extract on wound diameter after tooth extraction in Rattus norvegicus.Senggani (Melastoma candidum D. Don.) contains flavonoid, triterpenoid, tanin, saponin, steroid, glicoside, and phenolic compound which use as antioxidant, antiinflamation, antifungus, antivirus, and antibacteria. This study aims to determine the concentration of senggani (M. candidum D. Don.) leaves extract which gives the best effectiveness on wound healing after tooth extraction in Rattus norvegicus. The results of senggani (M. candidum D. Don.) leaves extraction was formulated in the form of ointments with concentrations of 1%, 3%, 5%, and 10%. The results of the average data on the percentage of wound healing visible from the diameter of the wound were statistically tested using SPSS version 23. The results of the analysis on the day 5 showed the ointment of 10% ethanolic extract of senggani (M. candidum D. Don.) leaves  had an effective wound healing of about 2.96 mm (p> 0.05). Furthermore, the results of phytochemical screening are secondary metabolites such as tanins, saponins, flavonoids, streroids/triterpene and glycosides. Keywords: extract; gel; tooth wounds; Melastoma candidum D. Don.
METODE PEMBELAJARAN STUDENT-CREATED CASE STUDIES UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA Moh. Najih Wafi; Wuryadi Wuryadi; Eny Hartadiyati Wasikin Haryanti
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 9 No. 2: Oktober 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v9i2.7060

Abstract

Data hasil survey pra-penelitian menunjukkan keterampilan proses sains siswa masih dalam kategori cukup dan rendah. Rendahnya keterampilan proses sains siswa akan berpengaruh pada penilaian ketiga ranah standar kompetensi lulusan yang meliputi kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor. Metode pembelajaran student created case studies digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keefektifan metode pembelajaran student created case studies untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain pre-test and post-test control group design, dengan populasi penelitian siswa kelas  X IPA SMAN 1 Kalasan kemudian dilakukan sampling dengan metode simple random sampling. Teknik analisis data menggunakan uji independent t-test dan uji N-gain. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan metode pembelajaran student created case studies efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa pada materi kingdom plantae. Penggunaan metode pembelajaran student created case studies dapat membiasakan siswa untuk menerapkan konsep keterampilan proses sains. Kata kunci: Metode Pembelajaran, Science process skill, Student created case studie..
Penerapan model pembelajaran group investigation terhadap aktivitas dan prestasi belajar siswa materi sistem ekskresi pada manusia Erna Setriana Bokimnasi; Nonci Melinda Uki; Markus Oktovianus Here Bire
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 10 No. 1: April 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v10i1.6674

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas dan prestasi belajar IPA di SMPN 1 Amanuban Barat kelas VIII. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan prestasi belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran Group Investigation pada materi sistem ekskresi manusia kelas VIII SMPN 1 Amanuban Barat. Subyek penelitian adalah 18 siswa kelas VIIIA, terdiri dari 8 laki-laki dan 10 perempuan. Desain penelitian menggunakan one group pretest posttest design. Berdasarkan hasil pretest, siswa memiliki aktivitas dan prestasi belajar yang belum mencapai KKM yang ditetapkan yaitu 70, setelah penerapan model pembelajaran group investigation, aktivitas dan prestasi belajar siswa meningkat. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata aktivitas belajar siswa 88,5 dan nilai rata-rata prestasi belajar siswa 82. Hal tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran group investigation dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa VIIIA SMPN 1 Amanuban Barat. Kata kunci: Amanuban Barat; group investigation; model pembelajaran ABSTRACTThe use of group investigation for students learning activities and achievements in learning human excretory system for grade eight students.The background of this study is the low activity and achievement of students in Science at grade VIII SMPN 1 Amanuban Barat. The aim of this study is to identify the improvement of students activity and learning achievement by applying group investigation learning model in human exretion system. The subject of this study were students of grade VIIIA which are 18 students with 8 boys and 10 girls. The design used was one group pretest-posttest. Based on pretest observation, the students learning achievement were low and after applying group investigation learning model, the learning achievement was improved. The result of the study showed that the students average learning activity was 88,5 and learning achievement grade was 82. It showed that group investigation learning model could improve students learning activity and learning achievement. Keywords: Amanuban Barat; group investigation;learning model
Aktivitas larvasida fraksi metanol dan etil asetat buah lakum (Cayratia trifolia (L.) Domin.) terhadap larva nyamuk Aedes aegypti Diah Wulandari Rousdy; Elvi Rusmiyanto Pancaning Wardoyo; Siti Ifadatin
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 10 No. 1: April 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v10i1.5595

Abstract

ABSTRAKAedes aegypti merupakan serangga vektor dari virus Dengue penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). Kandungan senyawa dalam tumbuhan lakum berpotensi sebagai larvasida. Buah lakum dimaserasi dengan pelarut methanol kemudian difraksinasi menggunakan etil asetat. Fraksi diteliti kandungan senyawanya menggunakan analisis fitokimia. Uji larvasida diamati selama 48 jam terdiri dari tujuh konsentrasi berseri yaitu kontrol; 0,04; 0,12; 0,2; 0,6; 1; 3% (b/v). Setiap konsentrasi diulang 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 10 ekor larva nyamuk Ae. aegypti. Data mortalitas dianalisis menggunakan analisis probit untuk menentukan nilai LC50. Fraksi metanol buah lakum  berpotensi sebagai larvasida dengan nilai LC50 6 jam sebesar 1,125%. Fraksi etil asetat  buah lakum  berpotensi sebagai larvasida dengan nilai LC50 6 jam sebesar 1,102%. Buah lakum mengandung senyawa: polifenol, kuinon, flavonoid, alkaloid dan terpenoid. Kata kunci: Aedes aegypti; Cayratia trifolia (L.) Domin; larvasida; LC50  ABSTRACTLarvacidal activity of methanol and ethyl acetate fraction of lakum fruits (Cayratia trifolia (L.) Domin.) against Aedes aegypti larvae. Aedes aegypti is a vector from the Dengue virus which causes Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). The compounds of lakum plants has the potential larvicide. The fruit of C. trifolia was macerated with methanol then fractionated using ethyl acetate as a solvent. The fraction was examined for its compound using phytochemical analysis. Larvacide test was observed for 48 hours consisting of seven concentration of 0 (control); 0.04; 0.12; 0.2; 0.6; 1; 3% (w/v). Each concentration was repeated 3 times and each repetition consisted of 10 larvae of Ae. aegypti. Mortality data were analyzed using probit analysis to determine the LC50 of the fraction of methanol and ethyl acetate from lakum fruit. The methanol fraction has the potential larvicide with a six hour LC50 value 1.125%. The ethyl acetate fraction has the potential larvicide with a six hour LC50 value 1.102%. The C. trifolia fruits contains polyphenols, quinones, flavonoids, alkaloids and terpenoids. Keywords: Aedes aegypti; Cayratia trifolia (L.) Domin.; larvacide, LC50
DAYA KECAMBAH KABESAK (Acacia leucophloea) DAN ASAM JAWA (Tamarindus indica) MENGGUNAKAN VARIASI BAHAN DAN WAKTU PERENDAMAN Arnold Christian Hendrik; Agus Maramba Meha
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 9 No. 2: Oktober 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v9i2.7056

Abstract

Pada pembudidayaan jenis tanaman kehutanan lokal perlu pengetahuan mengenai teknik perkecambahan yang tepat, untuk memperoleh semai secara cepat dalam jumlah banyak. Tanaman Kabesak (Acacia leucophloea) dan asam jawa (Tamarindus indica) merupakan tanaman yang memiliki manfaat penting secara ekonomis dan ekologis karena itu pemahaman teknik perkecambahan yang tepat penting diketahui. Penelitian ini mengkaji pengaruh bahan perendaman dan waktu perendaman terhadap daya kecambah kabesak dan asam jawa. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan (faktorial) dan 3 ulangan. Faktor perlakukan pertama adalah bahan perendaman yaitu monosodium glutamat, urine sapi dan air panas. Faktor kedua adalah waktu perendaman yaitu 6 jam, 12 jam dan 24 jam. Perlakuan diujikan masing-masing ke benih kabesak dan asam jawa. Parameter pengamatan dalam penelitian ini adalah daya kecambah benih kabesak dan asam jawa. Hasil uji daya kecambah benih kabesak menunjukkan perendaman dengan air panas menghasilkan daya kecambah tertinggi dibanding perlakuan perendaman dengan bahan lainnya terhadap benih kabesak. Interaksi terbaik untuk bahan perendaman dan lama perendaman terhadap daya kecambah kabesak yaitu perlakuan perendaman dengan air panas selama 12 jam. Untuk uji daya kecambah Asam jawa diketahui bahwa bahan perendaman tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap daya kecambah benih tersebut. Daya kecambah Asam jawa dipengaruhi oleh lama perendaman, dengan lama perendaman terbaik selama 6 jam. Kata kunci:  asam jawa, kabesak, monosodium Glutamat, semai, urin
Identifikasi tumbuhan dalam bahan baku minuman tradisional khas Tuban Jawa Timur Hesti Kurniahu; Annisa Rahmawati; Riska Andriani
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 10 No. 1: April 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v10i1.6531

Abstract

ABSTRAKKearifan lokal menjadi salah satu langkah penting dalam pengelolaan sumber daya alam, salah satunya adalah minuman khas daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis minuman tradisional khas Tuban dan jenis tumbuhan bahan bakunya. Jenis minuman tradisional khas dan bahan penyusunnya diperoleh dari hasil survey terhadap 117 responden dari 17 kecamatan dan 10 orang pembuatnya. Identifikasi bahan baku dilakukan secara langsung dengan lembar observasi kemudian hasilnya dibandingkan dengan referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 jenis minuman tradisional yaitu legen, toak, dawet siwalan, sirup kawis, dan cendol sagu. Bahan penyusunnya terdiri dari 9 jenis tumbuhan yaitu siwalan (Borassus flabellifer L.), kelapa (Cocos nucifera L.), enau (Arenga pinnata Merr.), kawista (Limonia acidissima L.), sagu (Metroxylon sagu Rottb.), tebu (Saccharum sp.), ketela pohon (Manihot esculenta Crantz.), jamblang (Syzygium cumini L.), dan jambu mente (Anacardium occidentale L.). Kata kunci: identifikasi; tumbuhan; minuman tradisional; Tuban  ABSTRACTPlant identification of raw materials in traditional drink from Tuban East Java.Local wisdom is one of the steps in managing natural resources, for example traditional drinks. This study aims to determine the types of traditional Tuban drinks and types of plants as raw materials for these drinks. Types of typical traditional drinks and their constituent ingredients were obtained from the results of survey with 117 respondents in 20 districts and 10 producer traditional Tuban drinks. The identification was carried out directly using the observation sheet then compared with references. The results showed that there were 5 types of traditional drinks, namely legen, toak, dawet siwalan, kawis syrup, and cendol sago. The constituent materials drinks consisted of 9 types of plants, namely siwalan (Borassus flabellifer L.), coconut (Cocos nucifera L.), enau (Arenga pinnata Merr.), kawista (Limonia acidissima L.), sago (Metroxylon sagu Rottb.), sugar cane (Saccharum sp.), cassava (Manihot esculenta Crantz.), jamblang (Syzygium cumini L.), and cashew (Anacardium occidentale L.) Keywords: identification, plants, traditional drinks, Tuban
MIKOREMEDIASI LAHAN BEKAS TAMBANG TIMAH TERCEMAR LOGAM PB DENGAN FUNGI PELARUT KALIUM SEBAGAI BIOFERTILIZER POTENSIAL Nur Azizah; Eka Sari; Nur Annis Hidayati; Suyatno Suyatno
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 9 No. 2: Oktober 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v9i2.7061

Abstract

Aktivitas penambangan menyebabkan peningkatan cemaran logam Pb yang dapat berdampak negatif pada tumbuhan dan hewan. Aktivitas tersebut juga dapat menyebabkan penurunan produktivitas tanah. Mikoremediasi merupakan teknik bioremediasi menggunakan fungi. Selain sebagai agen mikoremediasi, fungi juga dapat berperan sebagai agen biofertilizer yang dapat meningkatkan nutrisi tanah termasuk N, P, dan K. Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi dan menguji potensi fungi pelarut kalium sebagai agen mikoremediasi yang berpotensi sebagai biofertilizer. Metode yang penelitian meliputi isolasi, uji resistensi logam Pb, uji patogenitas fungi dan hemolisis. Berdasarkan hasil penelitian didapat tiga isolat fungi pelarut kalium dari golongan Gliocladium yang dapat berpotensi sebagai agen mikoremediasi Pb hingga 100 ppm. Gliocladium juga berpotensi sebagai agen biofertilizer yang ramah lingkungan dan tidak patogen terhadap tumbuhan dan hewan.Kata kunci: Biofertilizer, Mikoremediasi, Fungi Pelarut Kalium
Studi etnobotani ritual adat pernikahan Suku Tamiang di Desa Menanggini Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh Laila Ramadhani; Tessa Oktavianti; Andriani Andriani; Nafsiah Nafsiah; Risauli Juliana Sihite; Adi Bejo Suwardi
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 10 No. 1: April 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v10i1.6090

Abstract

ABSTRAKSuku Tamiang merupakan salah satu suku yang tinggal di Kabupaten Aceh Tamiang dan masih memanfaatkan berbagai spesies tumbuhan dalam tradisi ritual adat pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan jenis tumbuhan yang digunakan dalam upacara adat pernikahan oleh Suku Tamiang di Desa Menanggini Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2020 di Desa Menanggini Kabupaten Aceh Tamiang. Metode penelitian bersifat kualitatif dan kuantitatif. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur menggunakan angket dengan melibatkan 30 orang responden. Telah ditemukan sebanyak 20 spesies tumbuhan yang terdiri dari 16 famili dan 18 genus yang digunakan dalam upacara ritual adat pernikahan suku Tamiang di Desa Menaggini Kabupaten Aceh Tamiang. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun (36%), diikuti dengan batang dan buah (masing-masing 18%), biji (14%), bunga (9%), dan getah (5%). Tumbuhan tersebut sebagai simbol untuk mendapatkan ketentraman, kedamaian, rezeki, kebersihan hati, keselamatan dan ketenangan serta kelanggengan. Kata kunci: etnobotani; pernikahan; Suku Tamiang; upacara adat  ABSTRACTEtnobotany study of Tamiang tribe wedding rituals in Menanggini Village Aceh Tamiang District Aceh ProvinceThe Tamiang tribe is one of the tribes that live in the Aceh Tamiang District and have been using different plant species in wedding ceremonies. This study aims to document the plants species used in wedding ceremonies by the Tamiang tribe in Menanggini Village, Aceh Tamiang District. The study was conducted in Menanggini Village, Aceh Tamiang District, from January to March 2020. Qualitative and quantitative methods are used in this study. Data was collected through semi-structured interviews using a questionnaire involving 30 respondents. A total of 20 plant species consisting of 16 families and 18 genera used in the traditional wedding ceremonies by the Tamiang tribe in Menaggini Village, Aceh Tamiang District. The most widely used parts of the plant were leaves (36%), followed by stems and fruit (18% each), seeds (14%), flowers (9%), and sap (5%). This plant is a symbol of peace, happiness, sustenance, pleasantness of the heart, safety and serenity, and conformity. Key words: ethnobotany; ritual ceremony; wedding; Tamiang Tribe