cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
BIOMA
ISSN : 20865481     EISSN : 25499890     DOI : 10.26877
Arjuna Subject : -
Articles 246 Documents
Analisis kemampuan berpikir kritis siswa SMP Muhammadiyah Terpadu Moga untuk pengembangan bahan ajar konsep tumbuhan biji melalui penerapan kearifan lokal Farida Martiani; Fenny Roshayanti; Joko Siswanto
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 10 No. 2: Oktober 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v10i2.5514

Abstract

Penerapan kearifan lokal pada materi tumbuhan biji sangat penting dalam pengembangan bahan ajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII di SMP Muhammadiyah Terpadu Moga. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif dengan subjek penelitian siswa kelas VII B sebanyak 30 siswa di SMP Muhammadiyah Terpadu Moga. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes dan wawancara. Teknik analisis yang dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data dengan menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian ini adalah pengembangan bahan ajar konsep tumbuhan biji melalui penerapan kearifan lokal dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII B di SMP Muhammadiyah Terpadu Moga. Kata kunci: bahan ajar; berpikir kritis; kearifan lokal. ABSTRACTAnalysis of SMP Muhammadiyah Terpadu Moga students’s critical thinking ability to develop the spermatophytes teaching material based on local wisdom. Application of local wisdom to planting materials is very important in the development of teaching materials. This study aims to improve the thinking skills of students of class VII in Junior High School Integrated Muhammadiyah Moga. This study was included in a quantitative study with research subjects in class VII B as many as 30 students in the Junior High School Integrated Muhammadiyah Moga. Data collection techniques used were observation, tests and interviews.  The analysis technique is done by data reduction, data presentation and conclusion. The data validity technique is using the triangulation method. The results of this study are the development of teaching materials for the concept of seed plants through the application of local culture can improve the ability of students of class VII B in Junior High School Integrated Muhammadiyah Moga. Keywords: teaching material; critical thinking; local wisdom
Keanekaragaman jamur makroskopik di Hutan Wisata Desa Tiang Tarah Kabupaten Bangka Rahmad Lingga; Nurzaidah Putri Dalimunthe; Budi Afriyansyah; Riko Irwanto; Henri Henri; Erwin Januardi; Marinah Marinah; Safitri Safitri
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 10 No. 2: Oktober 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v10i2.7920

Abstract

Jamur merupakan salah satu komponen ekosistem yang berperan penting dalam mendukung keberlangsungan siklus kehidupan di dalam hutan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi jenis jamur makroskopik pada kawasan hutan wisata di Desa Tiang Tarah, Kabupaten Bangka. Penelitian dilakukan secara eksploratif dengan menelusuri jalur wisata yang terdapat dalam kawasan hutan. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 44 jenis jamur makroskopik berbeda yang termasuk ke dalam sepuluh ordo dari filum Basidiomycota dan Ascomycota. Keseluruhan jamur tersebut termasuk ke dalam Basidiomycota dan Ascomycota. Genus Marasmius merupakan jamur yang paling beragam pada lokasi penelitian. Jamur ini merupakan salah satu jenis jamur yang banyak ditemukan pada daun mati dan serasah hutan. Keberadaan jamur makroskopik di hutan sangat penting sebagai komponen ekosistem tersebut. Kata kunci: Bangka; fungi makroskopik; hutan; keanekaragaman; Marasmius ABSTRACTDiversity of macroscopic mushrooms in the tourism forest of Tiang Tarah Village, Bangka Regency. Fungi is one of the ecosystem components that plays an important role in supporting the sustainability of the life cycle in the forest. This research aimed to identify the species of macroscopic fungi in the tourism forest area in Tiang Tarah Village, Bangka Regency. The research was conducted in an exploratory manner by tracing the tourist route in the forest area. The results found as many of 44 different macroscopic fungus belongs to ten orders from the phyllum of Basidiomycota and Ascomycota. The whole fungus were belong to Basidiomycota and Ascomycota. The genus Marasmius was the most diverse fungi in the study area. This fungus is a type of fungus that is commonly found in dead leaves and forest litter. The presence of macroscopic fungi in the forest is very important as a component of the ecosystem. Keywords: Bangka; diversity; forest, macroscopic fungi; Marasmius
Kelayakan film dokumenter pada materi jenis-jenis bahan baku pakan Kelas X SUPM Negeri Pontianak Widodo Eko; Afandi Afandi; Candramila Wolly
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 10 No. 2: Oktober 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v10i2.7903

Abstract

Penggunaan media pembelajaran sebagai sumber belajar sangat penting untuk membantu menjelaskan materi yang diajarkan agar lebih optimal. Pemilihan media juga harus menyesuaikan kebutuhan peserta didik. Permasalahan yang dialami yaitu kebutuhan akan media yang dapat mencakup banyak materi yang banyak dan dapat diterapkan pada peserta didik yang memiliki karakteristik pembelajaran auditori dan visual. Media film dokumenter dibuat bertujuan untuk menjawab permasalahan tersebut sehingga ketercapaian tujuan pembelajaran akan berhasil. Penelitian ini menggunakan metode Development Research dan di validasi oleh 5 validator yang diuji dengan validasi Aiken’s V serta uji reliabilitas Intraclass Correlation Coefficient. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media film dokumenter layak digunakan dan masih ada kriteria yang harus diperbaiki pada media. Pada uji reliabilitas diperoleh nilai Alpha 0,757 dengan kategori cukup memuaskan dan nilai Intraclass Correlation Coefficient yaitu 0,384 dikategorikan kurang memuaskan. Kata kunci: film dokumenter; kelayakan; media pembelajaran. ABSTRACTFeasibility of documentary film on types of feed raw materials for Class X SUPM Negeri Pontianak. The use of learning media as a learning resource is very important to help explain the material being taught to be more optimal. However, media selection must also match the needs of students. The problem experienced is the need for media that can accommodate a lot of material and can be applied to students who have auditory and visual learning characteristics. Documentary film media is made to aim to answer this problem so that the achievement of the learning objectives will be successful. This research used Development Research method and validated by 5 validators who were tested with Aiken V validation and thereliability test Intraclass Correlation Coefficient. The results of this study indicate that documentary film media is suitable for use and there are still criteria that must be improved on the media. The reliability test shows anvalue of Alpha 0.757 with a satisfactory category and an Intraclass Correlation Coefficient value of 0.384. Keywords: documentary film; feasibility; learning media
Pengaruh penambahan serbuk jagung pada komposisi media tanam terhadap pertumbuhan miselium bibit F1 jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) Muhaeming Muhaeming; Jamilah Jamilah; Zulkarnaim Zulkarnaim
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 10 No. 2: Oktober 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v10i2.7429

Abstract

Penambahan nutrisi perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pertumbuhan jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Salah satu bahan yang dapat digunakan adalah serbuk jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serbuk jagung pada komposisi media tanam terhadap pertumbuhan miselium bibit F1 jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) dan mengetahui konsentrasi serbuk jagung yang paling baik digunakan pada pertumbuhan  miselium bibit F1 jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperoleh 12 satuan percobaan; P0 (perlakuan kontrol), P1 (25%), P2 (50%), dan P3 (100%). Variabel yang diukur adalah persentase pertumbuhan miselium yang diamati pada hari ke-6, 12 dan 18 dan waktu penyebaran miselium Hari Setelah Inokulasi (HSI). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analysis of variance (ANOVA) dengan uji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pada pertumbuhan miselium bibit F1 jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) dengan penambahan serbuk jagung pada komposisi media tanam. Selain Itu, konsentrasi serbuk jagung yang memberikan hasil yang paling baik terhadap pertumbuhan miselium adalah P2 dengan konsentrasi 50%. Kata kunci : miselium F1; Pleurotus ostreatus; serbuk jagung  ABSTRACTAdditional nutrition needs to be done to increase the productivity of oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) growth. One of the materials that can be used is corn powder. This study aimed to determine the effect of corn powder on the planting medium composition towards mycelium growth of oyster mushroom F1 seeds (Pleurotus ostreatus) and to find the best concentration of corn powder to grow mycelium seeds F1 oyster mushroom (Pleurotus ostreatus). This research was an experimental study using a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments namely; P0 (control treatment), P1 (25%), P2 (50%), and P3 (100%), and 3 repetitions so that obtained 12 experimental units. The variables measured were the mycelium growth percentage on days 6, 12, and 18, and the mycelium widespread time after the day of inoculation. The data were analyzed using ANOVA then continued on the Least Significant Difference (LSD) test. The results showed that the addition of corn powder on oyster mushroom growing media affected mycelium growth of the oyster mushroom F1 seeds (Pleurotus ostreatus). It also found that the P2 with a 50% concentration of corn powder gave the widest mycelium growth.  Keywords: corn powder; mycelium; Pleurotus ostreatus
Optimasi dan uji efektivitas ekstrak Ganoderma lucidum sebagai anti-Helicobacter pylori Intan Chairun Nisa; Brilliant Margalin
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 10 No. 2: Oktober 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v10i2.8236

Abstract

Helicobacter pylori diketahui sebagai penyebab utama tukak lambung dengan melemahkan lapisan pelindung pada lambung dan duodenum. Sejumlah obat anti tukak lambung yang sering digunakan dapat menyebabkan resistensi pada H. pylori. Ganoderma lucidum diketahui dapat menghambat dan mendukung penyembuhan tukak lambung yang disebabkan oleh asam asetat. Akan tetapi, kemampuan G. lucidum dalam menghambat tukak lambung yang disebabkan H. pylori belum banyak diungkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak G. lucidum dalam menghambat pertumbuhan H. pylori penyebab tukak lambung. Penelitian merupakan ekperimental dua faktorial yaitu jenis pelarut fraksinasi dan konsentrasi ektrak G. lucidum. Ekstrak G. lucidum difraksinasi menggunakan dua jenis pelarut yaitu etanol 60% dan akuades. Konsentrasi ekstrak G. lucidum yang digunakan adalah 1, 5, 10, 20, 30 mg/mL. Efektivitas ekstrak G. lucidum diuji dengan metode difusi cakram. Berdasarkan analisis statistik didapat bahwa jenis pelarut berpengaruh terhadap aktivitas daya hambat H. pylori dengan nilai pada pelarut etanol 60% signifikan lebih tinggi dibandingkan akuades. Konsentrasi ekstrak G. lucidum baik etanol maupun akuades berpengaruh signifikan terhadap aktivitas daya hambat. Aktivitas daya hambat tertinggi adalah pada perlakuan ekstrak etanol G. lucidum konsentrasi 20 mg/ml. Kata kunci: akuades; difusi cakram; etanol; Helicobacter pylori; Ganoderma lucidum ABSTRACTOptimization and effectiveness assay of Ganoderma lucidum extract as Anti-Helicobactor pylori. Helicobacter pylori is known to be the main cause of gastric ulcers by weakening the protective lining of the stomach and duodenal. A number of gastric anti-ulcer drugs can cause resistance to H. pylori. Ganoderma lucidum is known to inhibit and support the healing of gastric ulcers caused by acetic acid. G. lucidum's ability to inhibit H. pylori growth has not been revealed much. This research aims to find out the effectiveness of G. lucidum extract in inhibiting the growth of H. pylori which causes gastric ulcers. This study is an experimental two factorial namely the type of fractionation solvent and the concentration of G. lucidum extract. Ganoderma lucidum extract is diffractionated using two types of solvents namely 60% ethanol and akuades. The concentration of G. lucidum extract used is 1, 5, 10, 20, 30 mg/mL. The effectiveness of G. lucidum is tested using the disc diffusion method. Based on statistical analysis found that the type of solvent affects the activity of H. pylori's resistance with a value in ethanol solvents 60% significantly higher than akuades On the other hand the concentration of G. lucidum extract in both ethanol and aquades has a significant effect on the activity of the slave. The highest inhibitory activity is in the treatment of ethanol extract G. lucidum concentration 20 mg / ml. Keywords: aquades; diffusion disc; ethanol; Helicobacter pylori; Ganoderma lucidum
Hubungan panjang-berat dan faktor kondisi julung-julung (Hemirhamphodon pogonognathus) di Aek Mailil Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara Indonesia Sinta Nuria Munthe; Rusdi Machrizal
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 10 No. 2: Oktober 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v10i2.8193

Abstract

Julung-julung (Hemirhamphodon pogonognathus) merupakan salah satu spesies ikan asli Indonesia. Aek Mailil merupakan salah satu habitat ikan julung-julug (H. pogonognathus) yang berada di Kabupaten Labuhanbatu. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan hubungan panjang-berat dan faktor kondisi ikan julung-julung (H. pogonognathus) yang hidup di Aek Mailil. Pengambilan data dilakukan mulai November 2020 hingga Januari 2021 dengan alat tangkap durung. Titik sampling ditetapkan atas informasi dari masyarakat Desa Bandar Kumbul. Hubungan panjang-berat dihitung dengan Linear Allometrik Model (LAM), sedangkan faktor kondisi dihitung dengan rumus Fulton (K) dan berat relatif (Wr). Pola pertumbuhan ikan julung-julung (H. pogonognathus) mendapatkan hasil alometrik negatif dengan nilai b 2,9371 (b<3). Nilai koefisien Fulton (K) 2,57 dan koefisien berat relatif (Wr) 103,07. Hal ini menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan julung-julung (H. pogonognathus) allometrik negatif dengan panjang tubuh lebih cepat dibandingkan berat tumbuh. Nilai (K) menunjukkan bahwa Aek Mailil masih dalam keadaan seimbang dan baik untuk mendukung kehidupan ikan julung-julung (H. pogonognathus). Kata kunci: faktor kondisi; Hemirhamphodon pogonognathus; pola pertumbuhan ABSTRACTLong-Weight relationship and condition factors of Julung-Julung (Hemirhamphodon pogonognathus) in Aek Mailil, Labuhanbatu Regency, North Sumatera, Indonesia. Hemirhamphodon pogonognathus is one of Indonesia's native fish species. Aek Mailil is one of the habitats for julung-julung (H. pogonognathus) in Labuhanbatu Regency. This study aimed to determine the relationship between length-weight and condition factors of julung-julung (H. pogonognathus) living in Aek Mailil. Sampling was carried out from November 2020 to January 2021 using durung fishing gear. The sampling points were determined based on information from the local community of Bandar Kumbul Village. The relationship of length-weight is calculated using the Linear Allometric Model (LAM), while the condition factor is calculated using the Fulton formula (K) and relative weight (Wr). The growth pattern of julung-julung (H. pogonognathus) got a negative allometric result with a b value of 2.9371 (b <3). The value of the Fulton coefficient (K) 2.57 and the relative weight coefficient (Wr) 103.07. This means that Aek Mailil's waters are in a balanced state and can support the (H. pogonognathus) live.Keywords: condition factor; Hemirhamphodon pogonognathus; growth pattern
Analisis kualitas telur asin di Pasar Pa'baeng-baeng berdasarkan nutrisi dan bakteri pencemar Hasria Alang; Muh Yunus; Ahmad Hasyim
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 11 No. 1: April 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v11i1.9819

Abstract

ABSTRAKTelur asin adalah salah satu pangan yang mengandung berbagai nutrisi, namun mudah terkontaminasi oleh bakteri. Hal ini dikarenakan nutrisi dalam telur dimanfaatkan oleh mikroba untuk pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah telur asin yang dijual di Pasar Pa’baeng-baeng Makassar masih layak dikonsumsi atau tidak berdasarkan analisa nutrisi dan kandungan bakteri pencemarnya. Pengambilan sampel dilakukan pada dua pedagang di Pasar Pa’baeng-baeng, yaitu pedagang yang menjual di tempat yang terbuka dan tidak bersih, serta pedagang yang menjual di tempat yang tertutup dan bersih. Metode penelitian secara kualitatif kemudian hasilnya dibandingkan dengan SNI. Analisis kandungan nutrisi menggunakan metode Kjehdal, gravimetri dan ekstraksi pelarut sedangkan penentuan angka lempeng total bakteri menggunakan Standard Plate Count. Deteksi Staphylococcus aureus, Salmonella sp., dan Escherichia coli menggunakan medium spesifik MSA, SSA dan EMBA dengan melihat perubahan warna yang terbentuk sebagai indikator. Hasil analisa kandungan nutrisi diperoleh kadar air 62,06 %, kadar abu 6,40 %, protein 16, 34%, serat kasar 0,000 %, karbohidrat 0,88 %  dan lemak 14,33 %. Hasil ALT telur asin dari tempat  tertutup < 1 CFU/g dan tempat terbuka yaitu 6,8 x 103 CFU/g serta tidak mengandung Staphylococcus aureus, Salmonella sp., dan Escherichia coli. Telur asin di Pasar Pa’baeng-baeng Makassar sesuai dengan SNI dan layak dikonsumsi. Kata kunci: Pasar Pa'baeng-baeng; standard plate count; telur asin  ABSTRACTQuality analysis of salted egg from the Pa'Baeng-baeng market based on nutritional contents and contaminants. Salted eggs are one of the foods that contain various nutrients, but they are easily contaminated by microbes. This is because the nutrients contained in the egg are utilized by microbes for their growth. This study aims to determine whether salted eggs sold in Pa'baeng-baeng market are still suitable for consumption or not based on nutritional analysis and the content of microbial pollutants. Sampling was carried out on two traders in Pa'baeng-baeng market, traders who sold in open and unclean places, and traders who sold in closed and clean places. This was a qualitative research and the results were compared with SNI. Analysis of nutrient content using the Kjehdal method, gravimetry and solvent extraction. Determination of total plate count of microbes use standard plate count method. Detection of Staphylococcus aureus, Salmonella sp., and Escherichia coli using specific medium MSA, SSA and EMBA by observing the color change formed as an indicator. The results of the analysis of nutrient content obtained water content of 62.06%, ash content of 6.40%, protein 16, 34%, crude fiber 0.000%, carbohydrates 0.88% and fat 14.33%. The results of ALT salted eggs from closed < 1 CFU/g and open places were 6.8 x 103 CFU/g and did not contain Staphylococcus aureus, Salmonella sp., and Escherichia coli. Salted eggs at Pa'baeng-baeng market are in accordance with SNI and are suitable for consumption. Keywords: Pa’baeng-baeng market; salted egg; standard plate count
Performa bioflok pada sistem bioflok-akuaponik ramah lingkungan Endah Rita Sulistya Dewi; Maria Ulfah
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 11 No. 1: April 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v11i2.10989

Abstract

ABSTRAKBakteri membentuk bioflok, menghasilkan protein mikroba dan memungkinkan untuk mendaur ulang protein pakan yang tidak terpakai. Flok terdiri atas organisme seperti bakteri, plankton, jamur, alga, dan partikel tersuspensi yang mempengaruhi struktur dan nutrisinya. Pembentukan bioflok bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan nutrien, menghindari stres lingkungan dan predasi. Akuaponik merupakan kombinasi sistem akuakultur dan hidroponik yang saling menguntungkan untuk mengatasi masalah kualitas air di lingkungan akuakultur. Sistem bioflok yang digabungkan dengan sistem akuaponik dapat mengurangi pergantian air dalam sistem budidaya sehingga lebih ramah lingkungan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui performa bioflok pada sistem bioflok akuaponik ramah lingkungan.  Penelitian ini menggunakan tiga perlakuan yaitu P1 (tanpa probiotik/netral), P2 (probiotik EM4) dan P3 (probiotik Sukses Tani). Pengembangan sistem bioflok akuaponik menggunakan model RnD Borg dan Gall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai nutrisi bioflok bervariasi dengan nilai protein P0 6,19 %;  P1 2,59%; dan P2 3,46%. Nilai lemak pada masing-masing kelompok perlakuan adalah P0 0,2%; P1 0,97%; danP2 0,43%. Untuk nilai karbohidrat pada masing-masing perlakuan adalah P0 1,46%;  P1 1,98%; dan P2 1,93%. Hasil pengukuran kualitas air dinyatakan layak untuk pengembangan sistem bioflok akuaponik sesuai SNI 7550:2009. Hasil uji homogenitas varians menunjukkan ketiga perlakuan bersifat homogen dan hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa Fhitung>Ftabel 5% (4,07) dan >Ftabel 1% (7,59). Hal tersebut menunjukkan bahwa pemberian probiotik komersil dapat meningkatkan performa bioflok terutama kualitas air pada sistem bioflok akuaponik ramah lingkungan. Kata kunci: akuaponik; bioflok; performa; ramah lingkungan  ABSTRACTBiofloc performance on environmentally friendly biofloc-aquaponic system. Bacteria form biofloc, produce microbial protein and make it possible to recycle unused feed protein. The floc consists of organisms such as bacteria, plankton, fungi, algae, and suspended particles that affect the structure and nutrients of biofloc. The formation of biofloc aims to increase nutrient utilization, avoid environmental stress, and predation. Aquaponics is a mutually beneficial combination of aquaculture and hydroponic systems to solve water quality problems in aquaculture environments. Biofloc combined with aquaponics systems can reduce water turnover in cultivation so this technology is claimed as environmentally friendly. The purpose of this study was to determine the biofloc performance of environmentally friendly aquaponic-biofloc systems. This research used three groups, P1(without probiotic/neutral), P2 (probiotic EM4) and P3 (probiotic Sukses Tani). The development of the aquaponic-biofloc system using the Borg and Gall RnD models. The results showed that the nutritional values of biofloc were varied with protein are P0 6,19%; P1 2,59%; and P2 3.46%. For fat, there also differences among groups, for P0 0,2%; P1 0,97%; and P2 0;43%. For carbohydrates were P0 1,46;, P1 1,98%; and P2 1.93%. The results of the water quality measurement are declared feasible to development of environmentally friendly aquaponic-biofloc system suitable with SNI 7550:2009. The results of the homogeneity varians test showed that the three treatments are homogen and analysis of variance showed that Fcount > Ftable 5% (4,07) and > Ftable 1% (7,59). It is showed that both commercial probiotic improve performance of biofloc in environmentally friendly aquaponic  biofloc systems, especially for water quality.  Keywords: aquaponics; biofloc; environmentally friendly; performance
Hubungan kemampuan awal, pemahaman konsep, dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran daring di SMAN Sumatera Selatan Nur Rahmadani; Sri Wardhani; Astrid Sri Wahyuni Sumah
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 11 No. 1: April 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v11i1.8425

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kemampuan awal, pemahaman konsep dan hasil belajar siswa kelas XI dalam pembelajaran daring di SMAN Sumatera Selatan. Penelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan uji Pearson product moment. Subjek penelitian yang digunakan berjumlah 74 orang siswa diseluruh kelas XI Science. Instrumen penelitian yang digunakan berupa wawancara dan lembar tes. Data dianalisis menggunakan uji normalitas dan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan awal terhadap hasil belajar siswa dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan koefisien korelasi sebesar 0,884 > 0,05 (2) terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman konsep terhadap hasil belajar siswa dengan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05 dan koefisien korelasi sebesar 0,648 > 0,05 (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan awal dan pemahaman konsep secara bersama-sama terhadap hasil belajar siswa dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Kata kunci: hasil belajar; kemampuan awal; dan pemahaman konsep ABSTRACTRelationship analysis of prior knowledge, concept understanding, and the result of student study in online learning at SMAN South SumateraThis study aims to analyze the relationship between prior knowledge, concept understanding and the result of student study grade of XI in online learning at SMAN South Sumatera. This quantitative descriptive research uses the Pearson product moment test. The sample used amounted to 74 students throughout grade of XI science. The research instrument used in the form of interviews and test sheets. Data were analyzed using normality test and correlation test. The results showed (1) there was a significant relationship between prior knowledge to the result of student study with a significant value of 0.000 < 0.05 and a correlation coefficient of 0.884 > 0.05 (2) there was a significant relationship between conceptual understanding and the result of student study with a significant value of 0.000 < 0.05 and a correlation coefficient of 0.648 > 0.05 (3) There is a significant relationship between prior knowledge and understanding of concepts together on the result of student study with a significance value of 0.000 < 0.05. Keywords: the result of student study; prior knowledge, and concept understanding
BioDigital human: Media pembelajaran di era new normal Melania Iko Permatasari; Intan Pratiwi; Raja Angraini Ahza Sazwita; Much Fuad Saifuddin
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 11 No. 1: April 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v11i1.9723

Abstract

ABSTRAKMedia digital 3D berperan penting sebagai sarana bagi siswa untuk membangun pengetahuan pada pembelajaran jarak jauh. BioDigital Human merupakan aplikasi yang telah ada sejak lama, namun belum banyak digunakan oleh guru di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap platform BioDigital Human dalam pembelajaran biologi pokok bahasan anatomi tubuh manusia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei. Instrumen penelitian berupa angket persepsi terhadap BioDigital Human yang terdiri dari 5 aspek yaitu aspek ketertarikan, aspek rasa senang, aspek motivasi, aspek pemahaman dan aspek keinginan. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian diambil secara acak yang diperoleh dari 100 siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Parakan. Hasil penelitian diperoleh pada aspek ketertarikan rerata respon sebesar 77%, aspek rasa senang sebesar 74%, aspek motivasi sebesar 75%, aspek pemahaman sebesar 79%, aspek keinginan sebesar 77%. Rerata respon siswa dari keseluruhan aspek terhadap platform BioDigital Human termasuk dalam kategori kuat. Rata-rata siswa tertarik, senang, dan semangat belajar. Kendala yang ditemukan dalam penggunaan BioDigital Human bagi siswa terdapat beberapa materi berbayar sehingga tidak dapat diakses dan materi disajikan dalam bahasa Inggris. Siswa mempunyai keinginan guru menggunakan BioDigital Human. Platform BioDigital Human memudahkan siswa memahami konsep abstrak dalam pembelajaran biologi. Kata Kunci: BioDigital Human; media pembelajaran; persepsi  ABSTRACTBioDigital Human: Learning media in the new normal era. Three dimensional (3D) digital media plays a vital role in building the knowledge of students. BioDigital Human is an application that has been around for a long time but has not been widely used by teachers in Indonesia. This study aims to determine students' perceptions of the BioDigital Human platform in learning biology on human anatomy. The research method uses descriptive quantitative with a survey approach. The research instrument is a perceptual questionnaire on BioDigital Human consisting of 5 aspects, aspects of interest, aspects of pleasure, aspects of motivation, aspects of understanding, and aspects of desire. The data analysis technique used was descriptive quantitative analysis.  The research sample was taken randomly from 100 students of class XI MIPA SMA Negeri 1 Parakan. The BioDigital Human platform perception obtained in the aspect of interest was 77 %, aspect of pleasure was 74 %, aspect of motivation was 75 %, aspect of understanding was 79 %, aspect of desire was 77 %.  The average student response from all aspects to BioDigital Human are in strong category. On average, students are interested, happy, and eager to learn. Students have the teacher's desire to use BioDigital Human. The BioDigital Human platform makes it easy for students to understand abstract concepts in biology learning. Problems found in using BioDigital Human for students are that some paid materials are not accessible, and the material is presented in English Keywords: emotional intelligence; learning outcomes; naturalist intelligence