cover
Contact Name
Sonya Sulistyono, ST., MT., IPM.
Contact Email
sonya.sulistyono@unej.ac.id
Phone
+62331-410241
Journal Mail Official
jrsl.sipil@unej.ac.id
Editorial Address
Universitas Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 25489518     DOI : https://doi.org/10.19184/jrsl.v3i2
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan (JRSL) adalah jurnal peer-review nasional dan akses terbuka. Artikel penelitian yang diterbitkan mencakup semua aspek teknik sipil, termasuk Rekayasa Struktural, Rekayasa dan Manajemen Transportasi, Manajemen Konstruksi, Rekayasa Hidro, Rekayasa Geoteknik, dan Rekayasa Lingkungan.
Articles 150 Documents
Studi Pengendalian Banjir Sungai Penggaron Kabupaten Semarang Devi, Yanna Lutfiana; Trilita, Minarni Nur; Handajani, Novie
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v7i2.41136

Abstract

Floods in Indonesia, particularly in cities like Semarang, pose recurrent and imminent challenges. This study focuses on the Penggaron River in the Dolok-Penggaron watershed, Semarang City, as a significant contributor to flooding. The downstream area, especially Dinar Indah Housing in Tembalang, consistently experiences flood inundation during heavy rains, attributed to the ineffectiveness of low levees in restraining river water. Therefore, this research aims to evaluate the river cross-section capacity and plan the elevation of levees using HEC-RAS to develop more effective and sustainable flood control strategies. The research involves stages of collecting rainfall data, topographic maps, soil data, and river geometry. Subsequently, calculations of design flood discharge are performed using the polygon Thiessen and Log Pearson III methods, followed by HEC-RAS modeling to evaluate river capacity. The study results indicate that the Penggaron River cannot accommodate the flood discharge for the 10 and 25-year return periods. Hence, the proposed flood control solution is the addition of levees height at points experiencing overflow. Based on HEC-RAS simulations, this levees elevation can effectively address the flood issue in the Penggaron River, providing a sustainable solution for flood mitigation in the future. Keywords: flood, levees, Hydrologic Engineering Center-River Analysis System. ABSTRAK Banjir di Indonesia, terutama di kota-kota seperti Semarang, menjadi permasalahan yang terus berulang dan mengancam. Studi ini difokuskan pada Sungai Penggaron di DAS Dolok-Penggaron, Kota Semarang, sebagai salah satu sumber utama banjir. Daerah hilir sungai ini, terutama Perumahan Dinar Indah, Tembalang, secara konsisten mengalami genangan banjir saat hujan deras, disebabkan oleh rendahnya dinding tanggul yang tidak efektif menahan air sungai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas penampang sungai dan merencanakan peningkatan tinggi tanggul menggunakan HEC-RAS untuk mengembangkan strategi pengendalian banjir yang lebih efektif dan berkelanjutan. Tahapan penelitian melibatkan pengumpulan data curah hujan, peta topografi, data tanah, dan geometri sungai. Selanjutnya, dilakukan perhitungan debit banjir rancangan dengan metode polygon Thiessen dan Log Pearson III, serta pemodelan HEC-RAS untuk mengevaluasi kapasitas sungai. Hasil studi menunjukkan bahwa Sungai Penggaron tidak mampu menampung debit banjir kala ulang 10 dan 25 tahun, sehingga solusi pengendalian banjir yang diusulkan adalah penambahan tinggi tanggul pada titik-titik yang mengalami limpasan. Peninggian tanggul ini, berdasarkan simulasi HEC-RAS, dapat secara efektif mengatasi masalah banjir di Sungai Penggaron, memberikan solusi berkelanjutan untuk mitigasi bencana banjir di masa mendatang. Kata kunci: Banjir, Tanggul, Hydrologic Engineering Center-River Analysis System.
Efisiensi Durasi Dan Biaya Pembangunan Jembatan Bondoyudo Lumajang: Efficiency Duration And Cost Of Construction Of The Bondoyudo Lumajang Wulandari, Diah Ayu; Utami, Nanin Meyfa; Widyani, Riska
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v8i1.48111

Abstract

Abstract The failure of a project can be attributed to delays in implementation time and the arising issues. To prevent project failure, systematic project management is necessary to optimize both time and cost. Project crashing serves as a method to reduce project duration by streamlining activities with minimal cost. The analysis involves shortening the implementation time through two alternatives: overtime for 3 hours and additional work shifts. The research focuses on the replacement project for the Bondoyudo Bridge in Lumajang, East Java. The findings reveal that adding an hour of work incurs a cost increase of 0.94% compared to the project's normal conditions, while reducing the implementation duration by 0.55%. For a more expensive addition of 2 hours, the cost increases by 1.22%, with an implementation duration 1.09% faster than the normal duration. Furthermore, adding 3 hours results in a 1.19% cost increase and 1.64% faster implementation. Alternatively, implementing a shift work system increases project cost by 2.01% but reduces implementation duration by 7.65% compared to the normal duration. Keywords: time and cost efficiency, crashing, overtime, and shifts ABSTRAK Kegagalan suatu proyek dapat dilihat dari keterlambatan waktu pelaksanaan dan masalah-masalah yang terjadi. Agar tidak terjadi kegagalan dalam suatu proyek maka diperlukan pengelolaan manajemen proyek yang sistematis sehingga dihasilkan waktu dan biaya proyek yang optimal. Crashing project merupakan suatu metode untuk mempersingkat lamanya waktu proyek dengan mengurangi waktu aktivitas yang bertujuan untuk mengoptimalisasikan waktu kerja dengan biaya terendah Analisis dilakukan dengan cara memamfaatkan/mempersingkat (crashing) waktu pelaksanaan dengan menggunakan alternatif menambah jam kerja (lembur) selama 3 jam dan penambahan shift kerja. Proyek yang digunakan sebagai bahan penelitian ialah proyek pembangunan jembatan Bondoyudo Lumajang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif penambahan jam kerja selama satu jam lebih mahal 0.94 % dari biaya proyek pada kondisi normal dan durasi pelaksanaan lebih cepat 0.55 % dari durasi normal. Untuk penambahan 2 jam lebih mahal 1.22 % dan durasi pelaksanaan lebih cepat 1.09 % .Untuk penambahan 3 jam lebih mahal 1.19% dan durasi pelaksanaan lebih cepat 1.64,sedangkan dengan sistem shift kerja lebih mahal 2.01% dari biaya proyek pada kondisi normal dan durasi pelaksanaan lebih cepat 7.65% dari durasi normal. Kata kunci: efisiensi waktu dan biaya, crashing, lembur dan shift
Analisa Kapasitas Saluran Pembuang Beweh Kabupaten Jombang Untuk Penanggulangan Banjir Area Persawahan Arfaah, Saiful; Ali, Machrus; Hasib Al-Isbilly, M.
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v7i2.44438

Abstract

ABSTRAK Diantara penyebab banjir di area persawahan adalah menurunnya kapasitas penampang saluran pembuang yang disebabkan oleh mengecilnya penampang saluran akibat sedimentasi. Saluran pembuang Beweh di Kabupaten Jombang merupakan saluran alam yang difungsikan untuk mengalirkan kelebihan air dari persawahan. Dikarenakan berupa saluran alam, maka Daerah Aliran Sungai (DAS) mempunyai kontribusi yang cukup besar sebagai penyumbang debit air selain kelebihan air dari proses pertanian. Selama ini Saluran Pembuang Beweh mengalami kelebihan debit air yang menyebabkan banjir di area persawahan dan berakibat menurunnya produksi pertanian. Oleh karena itu diperlukan kajian untuk mengetahui kapasitas saluran dengan mempertimbangkan intensitas curah hujan dari DAS. Hasil dari kajian ini diharapkan menjadi dasar untuk mengambil langkah penanggulangan banjir yang terjadi di area persawahan dan memberikan pemahaman baru terkait kontribusi DAS dalam perencanaan dimensi saluran pembuang. Metode yang dilakukan dalam kajian ini meliputi analisa hidrologi untuk menentukan besar intensitas hujan dan besar debit rencana. Pengukuran profil melintang saluran digunakan untuk mengetahui kapasitas eksisting saluran. Dari hasil analisa terhadap data curah hujan selama 10 tahun diperoleh intensitas hujan (I) 15,235 mm/jam dan debit rencana (Qr) 80,524 m3/dt. Hasil analisa kapasitas eksisting Saluran Pembuang Beweh bervariasi antara 10.97 m3/dt (minimum) dan 70.75 m3/dt (maksimum) sedangkan debit banjir rencana sebesar 80.524 m3/dt. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwasanya terjadi luapan di sepanjang Saluran Pembuang Beweh. Untuk menanggulangi banjir yang terjadi akibat luapan dilakukan perencanaan ulang (normalisasi) saluran berbentuk trapesium dengan kemiringan talud 1 : 1, lebar dasar saluran 12 m dan tinggi saluran 3 m. Saluran pembuang hasil normalisasi dapat mengalirkan debit sebesar 81,708 m3/dt. Kata kunci: Banjir, Debit Rencana, Saluran Pembuang, Profil Melintang Abstract One of the causes of flooding in rice fields is a decrease in the cross-sectional capacity of drainage channels caused by a reduction in the channel cross-section due to sedimentation. The Beweh drain channel in Jombang Regency is a natural channel that functions to drain excess water from rice fields. Because it is a natural channel, the River Basin (DAS) has a significant contribution as a contributor to water discharge in addition to excess water from agricultural processes. So far, the Beweh Drain Channel has experienced excess water discharge which has caused flooding in rice fields and resulted in a decline in agricultural production. Therefore, a study is needed to determine the channel capacity by considering the rainfall intensity of the watershed. It is hoped that the results of this study will be the basis for taking steps to overcome flooding that occurs in rice fields and provide a new understanding regarding the contribution of watersheds in planning the dimensions of drainage channels. The method used in this study includes hydrological analysis to determine the intensity of rain and the amount of planned discharge. Channel transverse profile measurements are used to determine the existing capacity of the channel. From the results of the analysis of rainfall data for 10 years, the rainfall intensity (I) was 15,235 mm/hour and the planned discharge (Qr) was 80,524 m3/sec. The results of the analysis of the existing capacity of the Beweh Drain Channel vary between 10.97 m3/s (minimum) and 70.75 m3/s (maximum) while the planned flood discharge is 80,524 m3/s. From these results, it can be seen that overflow occurred along the Beweh Drain Channel. To overcome flooding that occurs due to overflows, a trapezoid-shaped channel is re-planned (normalized) with a slope of 1:1 embankment, a channel base width of 12 m, and a channel height of 3 m. The discharge channel resulting from normalization can flow a discharge of 81,708 m3/sec. Keywords: Flood, Drain, Design Discharg, Cross-profile.
Analisis Numerik Rembesan dan Analisis Geofisika Dam Ranu Klakah: Seepage Numerical Analysis And Geophysics Analysis Of Ranu Klakah Dam Assajjad, Nurrohman Adi; Asmaranto, Runi; Cahya, Evi Nur
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v8i1.48628

Abstract

Abstract Ranu Klakah Dam is an old weir that is indicated to have seepage in its downstream section. The purpose of this study is to numerically analyze seepage that occurs due to piping at Ranu Klakah Dam, including the potential location of seepage points. Geophysical analysis was conducted to visually see the seepage position on the body of Ranu Klakah Dam so that appropriate repairs could be made. Numerical analysis was conducted with the help of the Geostudio SEEP/W application, while geophysical analysis was conducted using ADMT geoelectric and ground-penetrating radar tested at the research location to interpret the subsurface layer. From the analysis, we obtained a seepage discharge of 4.38 x 10-8 m3/dt, which is still smaller than the permitted seepage discharge of 1% of the average river discharge of 0.131 m3/dt. The value of the safety factor for piping in 5 m high water level conditions is 5.01 > 4, which is the limit of the safety value. From the results of the geophysical analysis, it is known that the seepage zone is located at the baffle pillar building between the flushing door and the sluice gate at a distance of about 6–8 m from the vehicle floor on the bridge above the gate, so that repairs can be focused at this point. Thus, seepage that occurs due to piping downstream still meets the established safety requirements. Keywords: Geoelectric, Ground Penetrating Radar, piping, seepage. Abstrak Dam Ranu Klakah merupakan bendung lama yang terindikasi terjadi rembesan pada bagian hilirnya. Tujuan dari studi ini adalah menganalisa secara numeris rembesan yang terjadi akibat piping pada Dam Ranu Klakah, termasuk potensi lokasi titik rembesan. Analisa geofisika dilakukan untuk dapat melihat secara visual posisi rembesan pada tubuh Dam Ranu Klakah, untuk dapat dilakukan perbaikan secara tepat. Analisa numerik dilakukan dengan bantuan aplikasi Geostudio SEEP/W, sedangkan analisa geofisika dilakukan dengan menggunakan Geolistrik ADMT dan Ground Penetrating Radar yang diujikan pada lokasi penelitian guna menginterpretasi lapisan bawah permukaan. Dari analisa yang dilakukan, didapatkan hasil debit rembesan sebesar 4,38 x 10-8 m3/dt, yang nilainya masih lebih kecil dari debit rembesan yang diizinkan sebesar 1% dari debit rata-rata Sungai yakni sebesar 0,131 m3/dt. Nilai faktor keamanan terhadap piping untuk kondisi muka air setinggi 5 m yaitu 5,01 > 4, sebagai batas nilai keamanan. Dari hasil analisa geofisika, diketahui zona rembesan terletak pada bangunan pilar penyekat antara pintu pembilas dengan pintu air sekitar jarak 6 – 8 m dari lantai kendaraan pada jembatan di atas pintu, sehingga perbaikan dapat difokuskan pada titik ini. Dengan demikian, rembesan yang terjadi akibat piping pada bagian hilir, masih memenuhi syarat keamanan yang ditetapkan. Kata kunci: Geolistrik, Ground Penetrating Radar, piping, rembesan.
Monitoring dan Evaluasi Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan Yunianti, Wina; Buchari, Erika; Agustien, Melawaty
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v7i2.44264

Abstract

Palembang is the first city in Indonesia to have light rail transit. Enthusiasm for the LRT was high enough that the number of passengers reached 2,619,159 people in 2019. 2020 there was a drastic decline due to the COVID-19 pandemic, and the number of passengers decreased to 1,053,637. The problem in the field is that after COVID-19, there was a decrease in the number of passengers by up to 59.8% from 2019. Apart from that, there is no monitoring system to monitor the growth of LRT passengers. Therefore, Monitoring and evaluation need to be carried out to monitor and supervise the progress of policy performance implemented by the South Sumatra Light Rail Center and assess whether the performance is on target and by its objectives. This research aims to evaluate the performance of the LRT and the policies that have been implemented. This research uses operational data, analytical methods, and descriptive analysis. Research results show that the number of passengers in 2023 will increase by 10,299 per day compared to 2022, of 8,436 per day. Several policies implemented by the light rail center to increase LRT passengers include providing shopping trolleys at Ampera station, student subscription cards, and others. People with disabilities and the community, as well as delivering feeder transportation. ABSTRAK Kota Palembang merupakan kota pertama di Indonesia yang memiliki kereta api ringan listrik. LRT Sumatera Selatan. Antusiasme masyarakat terhadap LRT cukup tinggi sehingga jumlah penumpang mencapai 2.619.159 pada tahun 2019. Tahun 2020 terjadi penurunan yang drastis akibat pandemic covid-19, jumlah penumpang menurun menjadi 1.053.637 penumpang. Masalah yang terlihat dilapangan saat habis Covid 19 adalah penurunan jumlah penumpang sampai 59,8% dari tahun 2019. Selain itu belum ada system monitoring untuk mengawal pertumbuhan penumpang LRT. Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memantau dan mengawal progres kinerja dari kebijakan yang dilakukan oleh balai kereta api ringan sumatera Selatan dan menilai kinerja apakah tepat sasaran dan sesuai tujuannya karena jika tidak di monitor bisa terjadi penyimpangan. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi kinerja LRT dan kebijakan yang telah dilakukan. Penelitian menggunaka metode analisis data operasional dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan penumpang tahun 2023 meningkat 10.299 perhari yang sebelumnya 8.436 perhari pada tahun 2022. Balai kereta api ringan melakukan beberapa kebijakan untuk meningkatkan penumpang LRT seperti Tas Troley belanja di stasiun ampera, kartu berlangganan untuk pelajar, disabilitas, dan masyarakat serta menyediakan angkutan feeder.
Analisis Risk Maturity Level ISO 31000:2018 pada BUMN Karya di Indonesia Yanto, Heri; Purba, Humiras Hardi; Amin, Mawardi
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v7i2.41729

Abstract

The current environment, with lots of fast changes, is full of uncertain strings and risks. Therefore, it is necessary to make the correct and fast decisions necessary for survival and success in the world of construction. This study aims to analyze the application and gaps (gap analysis) and identify steps that companies need to take (action plans) for the gaps that occur so that they can increase the application of risk maturity level ISO 31000: 2018 in state-owned construction companies in Indonesia where this research is conducted. The system consists of 8 variables, each of which is associated with 55 parameters. The review's discoveries explain that BUMN Development Tasks in Indonesia line up with Hazard The Board Standards, Structures, and Cycles, showing their suitability. Overall, the highest average risk maturity level is at PT. Hutama Karya (Persero) Tbk, namely at level 4.43, and the lowest is at PT. Brantas Abipraya (Persero) at level 3.83. The ISO 31000-based risk maturity level is referred to in the action plan, which is adjusted for each attribute's risk maturity level. In 2018, this activity plan is a significant direct that must be finished by expanding the gamble development level to one level higher than the ongoing level. ABSTRAK Lingkungan saat ini dengan banyak perubahan cepat penuh dengan ikatan dan risiko yang tidak pasti. Oleh karena itu, diperlukan pengambilan keputusan yang benar dan cepat diperlukan untuk keberlangsungan hidup dan kesuksesan di dalam dunia konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan, kesenjangan (gap analysis) serta mengidentifikasi langkah-langkah yang perlu diambil perusahaan (action plan) atas kesenjangan yang terjadi agar dapat dilakukan peningkatan penerapan risk maturity level ISO 31000:2018 pada perusahan BUMN konstruksi di Indonesia dimana penelitian ini terdiri dari 8 variabel dengan 55 parameter. Hasil dari penelitian menjelaskan bahwa BUMN Karya Konstruksi di Indonesia dinilai sudah sesuai berdasarkan Prinsip, Kerangka Kerja, dan Proses Manajemen Risiko. Secara umum, tingkat perkembangan tipikal judi yang paling menonjol di PT. Hutama Karya (Persero) Tbk, khususnya pada level 4.43 dan yang paling turun adalah PT. Brantas Abipraya (Persero) pada level 3,83. Rencana kegiatan diubah sesuai dengan tingkat pengembangan taruhan untuk setiap fitur dan mengacu pada tingkat pengembangan perjudian berdasarkan ISO 31000: 2018 di mana rencana kegiatan ini merupakan petunjuk penting yang harus diselesaikan dengan memperluas tingkat pengembangan perjudian ke satu tingkat lebih tinggi dari tingkat yang sedang berlangsung.
Analisis Citra Satelit Dalam Perencanaan Ulang Infrastruktur Jalan Pedesaan (Studi Kasus: Dusun Ungkalan, Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember): Analysis Of Satellite Imagery In Re-Planning Rural Road Infrastructure (Case Study: Ungkalan Hill, Sabrang Village, Ambulu District, Jember Regency) Saputro, Rendy Dwi; Sukmawati, Sri; Trisiana, Anita
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v8i1.46183

Abstract

Utilizing re-planning satellite imagery can result in identification and strategies planning costs for the Ungkalan Hamlet road. The purpose of this research is to find out the results of the current road conditions, produce re-planning based on the utilization of satellite imagery, and the results of cost calculations according to local regulations. Utilization of satellite imagery in the form of DEM (Digital Elevation Model) data produces slope, land use, and contour maps which are then integrated into Civil 3D to calculate road geometrics. The road function used in this planning is local primary class III with flat terrain classification, 2/2 TT road configuration, and 40 km/h plan speed. The width of each lane is planned to be 3.5 m with a shoulder width of 0.5 m each. The topographic elevation has an average of 0.59% so it is in the flat terrain type with a total of 4.1 km of road. There are 3 bends planned and all are SCS bends. The excavation volume total is 1775.93 m3 and the embankment volume total is 45.63 m3. The calculation of the cost budget plan, the entire unit price analysis is based on the Jember 2023 Regency Work Unit Price Analysis with a final result of Rp 2.921.512.857,75. Keywords: Rural, Road, Planning, Cost Abstrak Perencanaan ulang dengan memanfaatkan citra satelit dapat menghasilkan identifikasi dan strategi perencanaan serta biaya perencanaan jalan Dusun Ungkalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil kondisi jalan terkini, menghasilkan perencanaan ulang berdasarkan pemanfaatan citra satelit, serta hasil perhitungan biaya sesuai aturan setempat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah network analysis, karena semua data yang didapat adalah data primer yang berupa validasi titik kontrol dan data sekunder berupa citra satelit. Pemanfaatan citra satelit berupa data DEM (Digital Elevation Model) menghasilkan peta kemiringan lereng, tata guna lahan, dan kontur yang selanjutnya diintegrasikan ke Civil 3D guna menghitung geometrik jalan. Fungsi jalan yang dipakai dalam perencanaan ini adalah lokal primer kelas III dengan klasifikasi medan datar, konfigurasi jalan 2/2 TT, dan kecepatan rencana 40 km/jam. Lebar tiap lajur direncanakan 3,5 m dengan lebar bahu masing-masing 0,5 m. Elevasi topografi memiliki rata-rata 0,59 % sehingga berada pada jenis medan datar dengan total jalan sepanjang 4,1 km. Terdapat 3 tikungan yang direncanakan dan seluruhnya adalah tikungan SCS (Spiral Circle Spiral). Untuk total volume galian adalah 1775,93 m3 dan volume timbunan adalah 45,63 m3. Perhitungan rencana anggaran biaya seluruhnya analisa harga satuan berdasarkan Analisa Harga Satuan Pekerjaan Kabupaten Jember 2023 dengan hasil akhir sejumlah Rp 2.921.512.857,75. Kata kunci: Pedesaan, Jalan, Perencanaan, Biaya
TRAFFIC SIMULATION OF JEMBER RAILWAYS STATION DEVELOPMENT: Simulasi Lalu lintas Akibat Pengembangan Stasiun Jember Hidayatullah, Vicky; Hayati, Nunung Nuring; Kriswardhana, Willy
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 02 (2017): JURNAL REKAYASA SIPIL DAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v1i02.5879

Abstract

The increasing population in Jember district has caused the higher needs of transportation facilities in Jember, particularly on train as a public transportation. The increase can be seen by the number of passengers in Daop 9 Jember. By 2015, the number of train passengers in Jember Station which originally amounted 640.000 passengers increased to 800.000 passengers by 2016 (increase about 20%). PT. KAI is planning to develop Jember Station in order to provide convenience and better service for train passengers. Jember Station development will result in changes of traffic flow around the station, so that traffic simulations due to this station development need to be done. Traffic simulations were done by creating scenarios of traffic flow around Jember Station, until the intersection performance of this area can be known. In this study, the method used to collect traffic volume data and inventory is by direct survey on field. In the calculation of intersection performance and traffic simulation, the method used is MKJI (Indonesian Highway Capacity Manual) 1997. After the analysis was conducted, the obtained intersection performance data in road network around Jember Station was very diverse. On signalized intersection, the highest intersection performance was located in SMPN 2 Jember intersection from eastern intersection in Bedadung street with Level of Service (LoS) F. Whereas on unsignalized intersection, the highest intersection performance was located in Hotel Nusantara intersection with Level of Service (LoS) C. Then, in order to obtain a better intersection performance in road network around Jember Station after development, a traffic management was done with : setting the traffic flow, installation of traffic signs on the road network, and also resetting the traffic light in signalized intersection. After the traffic management was conducted, there was a better level of service on both signalized and unsignalized intersection around Jember Station, which means the recommended traffic scenarios are proper to be implemented. Jumlah penduduk yang meningkat di Kabupaten Jember menyebabkan kebutuhan akan sarana transportasi di Jember semakin tinggi, khususnya pada transportasi umum jenis kereta api. Peningkatan yang terjadi terlihat dari jumlah penumpang di Daop 9 Jember. Pada tahun 2015 jumlah penumpang kereta api di Stasiun Jember yang semula berjumlah 640.000 penumpang meningkat menjadi 800.000 penumpang pada tahun 2016 (meningkat sekitar 20%). PT. KAI berencana untuk melakukan pengembangan stasiun Jember agar dapat memberikan kenyamanan dan pelayanan yang lebih baik bagi penumpang kereta api. Pengembangan Stasiun Jember ini akan mengakibatkan perubahan arus lalu lintas di sekitar stasiun, sehingga simulasi-simulasi lalu lintas akibat pengembangan stasiun perlu dilakukan. Simulasi lalu lintas dilakukan dengan membuat skenario arus lalu lintas di sekitar Stasiun Jember, hingga akhirnya dapat diketahui kinerja simpang pada daerah ini. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan untuk pengambilan data volume lalu lintas dan inventarisasi yaitu dengan cara survei langsung di lapangan. Pada perhitungan kinerja simpang dan simulasi lalu lintas, metode yang digunakan yaitu metode MKJI (Manual Kapasitas Jalan Indonesia) 1997. Setelah dilakukan analisis, data kinerja simpang yang didapat pada jaringan jalan di sekitar Stasiun Jember sangat beragam. Pada simpang bersinyal, kinerja simpang paling tinggi terdapat pada Simpang SMPN 2 Jember dari kaki simpang timur atau pada Jalan Bedadung dengan tingkat pelayanan (LoS) F. Sedangkan pada simpang tak bersinyal, kinerja simpang tertinggi terdapat pada Simpang Hotel Nusantara dengan tingkat pelayanan (LoS) C. Kemudian, untuk mendapatkan kinerja simpang yang lebih baik di jaringan jalan Stasiun Jember setelah pengembangan, dilakukan manajemen lalu lintas yaitu : pengaturan arus lalu lintas, pemasangan rambu-rambu lalu lintas pada jaringan jalan, serta pengaturan ulang traffic light pada simpang bersinyal. Setelah dilakukan manajemen lalu lintas tersebut, didapat tingkat pelayanan yang lebih baik pada simpang bersinyal dan simpang tak bersinyal disekitar stasiun Jember, yang berarti skenario lalu lintas yang direkomendasikan layak untuk diterapkan di lapangan.
The Effects of Slope Height and Rain Intensity on the Stability and Cost of Retaining Walls: Pengaruh Ketinggian Lereng dan Intensitas Hujan Terhadap Stabilitas dan Biaya Dinding Penahan Tanah Albab, Moch. Nurul Ulil; Mulyono, Bagyo; Apriyono, Arwan
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v9i1.53699

Abstract

Slope failures frequently occur due to geomorphological, hydrological, and human activity factors. Retaining walls (DPT) can serve as a mitigation solution by resisting lateral soil pressure and preventing slope collapse. The critical factors influencing stability are slope height and rainfall intensity—increased height reduces stability, while rainfall weakens soil strength. Material selection is essential for optimizing both cost and performance. This study analyzes the influence of material type, slope height, and B/H ratio (0.3–0.7) on stability and cost using finite element and limit equilibrium methods. The retaining walls were constructed using two materials: stone masonry and reinforced concrete, with wall heights (H) ranging from 1.5 to 10 meters. The results indicate that every 0.5-meter increase in wall height reduces the safety factor (SF) by 5.61–6.53% for stone masonry and 5.47–6.08% for concrete. Stone masonry walls provide a higher SF, averaging 10.39% greater than reinforced concrete, with a more significant improvement in SF relative to the B/H ratio. Cost analysis reveals a linear relationship between SF and construction costs—higher safety factors require greater expenditures. Stone masonry retaining walls demonstrate higher stability and cost efficiency in achieving the minimum required SF compared to concrete walls. ABSTRAK Fenomena keruntuhan lereng yang sering terjadi akibat faktor geomorfologi, hidrologi, dan aktivitas manusia. Dinding Penahan Tanah (DPT) dapat menjadi solusi sebagai langkah mitigasi. DPT berfungsi menahan tekanan lateral tanah dan mencegah keruntuhan lereng, dengan ketinggian lereng dan intensitas hujan sebagai faktor kritis. Peningkatan ketinggian menurunkan stabilitas, sementara hujan mengurangi kekuatan tanah. Pemilihan material penting untuk optimasi biaya dan kinerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh material, ketinggian lereng, dan rasio B/H (0,3–0,7) terhadap stabilitas dan biaya menggunakan metode elemen hingga dan kesetimbangan batas. Material DPT yang digunakan adalah pasangan batu kali dan beton bertulang, dengan tinggi lereng DPT (H) 1,5-10 m. Hasil menunjukkan bahwa setiap penambahan ketinggian DPT 0,5 m mengakibatkan penurunan faktor keamanan (SF) sebesar 5,61–6,53% (pasangan batu kali) dan 5,47–6,08% (beton). DPT pasangan batu kali memberikan SF lebih tinggi rata-rata 10,39% dibanding beton, dengan peningkatan SF lebih signifikan terhadap rasio B/H. Analisis biaya menunjukkan bahwa terdapat hubungan linier antara SF dan biaya konstruksi, semakin tinggi SF maka biaya yang dibutuhkan semakin tinggi. DPT pasangan batu kali memberikan stabilitas yang lebih tinggi dan efisien untuk SF minimum.  
Analisis Penerapan ISO 9001:2015 pada Proyek Rancang Bangun Rusunami TOD Tanjung Barat: Analysis of the Implementation of ISO 9001:2015 in the TOD Tanjung Barat Rusunami Design Project Yanto, Heri; Guspari, Oni
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v9i1.53704

Abstract

PT Brantas Abipraya (Persero), a state-owned enterprise in the construction sector, is responsible for implementing the Design and Build project of Rusunami TOD Tanjung Barat. The study focuses on assessing the quality management system in accordance with ISO 9001:2015. To collect the necessary information, surveys and interviews with relevant staff were carried out. Compliance with ISO 9001:2015 requirements, particularly clauses 4 to 10, was measured using a Likert scale. The assessment results indicate that the project has reached a maturity level between three and four. At this stage, the quality management system can be considered reasonably satisfactory, reflecting adequate implementation of standard practices. However, the expected maturity stage of five has not yet been achieved. To reach the desired outcome, several improvements are required. The organization needs to enhance employee competencies, prepare effective financial planning, ensure active managerial involvement, monitor customer satisfaction, and optimize infrastructure and resources. In addition, tracking quality objectives, developing new products, evaluating potential risks, and conducting awareness campaigns for staff regarding the quality management system are necessary to ensure continuous improvement and achievement of the highest maturity level. Abstrak Salah satu proyek yang dilakukan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) yang berlokasi di industri konstruksi adalah Inisiatif Peningkatan Desain Konstruksi Rusunami TOD Tanjung Barat. Topik utama diskusi adalah hasil evaluasi sistem manajemen mutu berdasarkan ISO 9001:2015 untuk implementasi Desain dan Konstruksi Rusunami TOD Tanjung Barat. Untuk melakukan ini, kuesioner dan wawancara pembagian dilakukan dengan melibatkan staf yang bersangkutan. Implementasi standar ISO 9001:2015 (halaman 4–10) dapat dievaluasi pada tingkat variabel menggunakan skala Likert. Berdasarkan hasil data implementasi ISO 9001:2015 untuk proyek konstruksi Rusunami TOD Tanjung Barat, diperoleh level kematangan 3 hingga 4. Dari level kematangan 3 hingga 4 ini, dapat disimpulkan bahwa sistem manajemen mutu yang telah diterapkan sudah cukup baik. Namun, level yang dicapai belum memenuhi tujuan bisnis yang diharapkan, yaitu level 5. Untuk mencapai tujuan ini, perusahaan harus mengevaluasi kapabilitas SDM, penyusunan anggaran yang presisi, kesadaran manajemen, kepuasan konsumen, optimalisasi sarana dan prasarana, evaluasi target mutu, inovasi produk, dan risiko mutu, serta perlu mensosialisasi sistem manajemen mutu kepada seluruh karyawannya.