cover
Contact Name
Sonya Sulistyono, ST., MT., IPM.
Contact Email
sonya.sulistyono@unej.ac.id
Phone
+62331-410241
Journal Mail Official
jrsl.sipil@unej.ac.id
Editorial Address
Universitas Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 25489518     DOI : https://doi.org/10.19184/jrsl.v3i2
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan (JRSL) adalah jurnal peer-review nasional dan akses terbuka. Artikel penelitian yang diterbitkan mencakup semua aspek teknik sipil, termasuk Rekayasa Struktural, Rekayasa dan Manajemen Transportasi, Manajemen Konstruksi, Rekayasa Hidro, Rekayasa Geoteknik, dan Rekayasa Lingkungan.
Articles 150 Documents
Pemodelan Reduksi Gelombang Terhadap Hutan Mangrove Menggunakan Software Delft3D pada Pantai Bama Situbondo: Wave Reduction Modeling of Mangrove Forest Using DELFT3D Software on Bama Beach Situbondo Prihartami, Sabrina; Agung Wiyono, Retno Utami; Saifurridzal
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v9i1.53711

Abstract

Bama Beach is a beach located in Baluran National Park, Sumberwaru, Banyuputih, Situbondo. This beach has a mangrove forest ecosystem that servers to protect waves coming from the deep sea to the shallow sea with the concept of Building with Nature (BWN). The propagation of these waves produces high and wave energy. The height and energy of this wave should decrease as the wave approaches shallow sea. This is so that erosion does not occur. Therefore, to model the waves that occur on Bama Beach requires software. One of the software that can be used is Delf3D. The sea waves reviewed are waves with the dominant wind direction at the location, that is from east. This modeling was made 2 schemes. Each scheme has 3 observation points. Assumed the distance between mangroves is 2 meters. The wave height reduction result at observation points A, B and C were 22.48%, 25.76% and 35.12% for the first scheme and 23.37%, 28.54% and 37.18% for the second scheme. The result of wave energy reduction at observation points A, B and C were 45.49%, 54.31% and 68.29% for the first scheme and 46.73%, 57.67% and 70.27% for the second scheme. AbstrakPantai Bama adalah pantai yang berlokasi di Taman Nasional Baluran, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo. Pantai ini memiliki ekosistem hutan mangrove yang berfungsi untuk melindungi gelombang yang datang dari laut dalam menuju laut dangkal dengan kosep Building with Nature (BWN). Perambatan gelombang ini menghasilkan tinggi dan energi gelombang. Tinggi dan energi gelombang ini harus berkurang apabila gelombang mendekati laut dangkal. Hal ini agar tidak terjadi erosi. Oleh sebab itu, untuk memodelkan gelombang yang terjadi pada Pantai Bama diperlukan bantuan perangkat lunak. Salah satu perangkat lunak yang dapat digunakan adalah Delft3D. Gelombang laut yang ditinjau adalah gelombang dengan arah angin dominan di lokasi penelitian yaitu dari arah timur. Pemodelan ini dibuat 2 skema dengan asumsi jarak antar mangrove adalah 2 meter. Tiap skema terdapat 3 titik observasi. Hasil reduksi tinggi gelombang pada titik observasi A, B dan C berturut-turut sebesar 22,48%, 25,76% dan 35,12% untuk skema pertama dan 23,37%, 28,54% dan 37,18% untuk skema kedua. Hasil reduksi energi gelombang pada titik observasi A, B dan C berturut-turut sebesar 45,49%, 54,31% dan 68,29% untuk skema pertama dan 46,73%, 57,67% dan 70,27% untuk skema kedua.
Bentuk Dan Makna Pada Arsitektur Vernakular Rumah Adat Osing Desa Kemiren, Banyuwangi: Form, Meaning, Environmental Evaluation and Physical Resilience in Vernacular Architecture of Osing Traditional Houses in Kemiren Village Banyuwangi Cendika, Nauval Risla; Antariksa, Antariksa; Asikin, Damayanti
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v8i2.49830

Abstract

Studi ini mengkaji tentang bentuk dan makna pada arsitektur vernakular pada permukiman Osing Desa Kemiren, Banyuwangi. Permukiman Osing Desa Kemiren dipilih menjadi lokasi penelitian berdasarkan keunikan bentuk arsitekturnya yang menarik untuk dieksplorasi. Tujuan kajian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang bentuk arsitekturnya beserta makna yang terkandung di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan proses pengambilan data secara langsung melalui observasi dan wawancara. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara. Hasil observasi dan wawancara tersebut kemudian di analisis secara kualitatif untuk mendapatkan makna yang terkandung di dalamnya. Masyarakat Osing masih menjaga erat nilai dan norm serta tradisi atau adat istiadat masyarakatnya. Permukiman dan rumah-rumah menunjukkan secara arsitektural, menjaga lingkungan dan kelestarian alam serta tidak merusak hutan. Hasil dari kajian ini adalah melihat bentuk arsitektur vernakular rumah adat Osing di Permukiman Osing Desa Kemiren dengan bentuk rumahnya mengadaptasi dan menggunakan bahan alam setempat.
Aplikasi Persamaan Regresi Linier untuk Memprediksi Kebutuhan Kapur Tohor dan Biaya Netralisasi Air Asam Tambang: Application of Linear Regression Equation to Predict Quicklime Needs and Acid Mine Water Neutralization Costs Kusdarini, Esthi; Atawolo, Yuliano; Putri, Fairus Atika Redanto
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v8i2.52075

Abstract

Abstract Acid mine drainage has the potential to pollute water bodies. One method of acid mine drainage treatment is neutralization using quicklime. This study aims to plan the dose of quicklime and estimate the cost of neutralizing acid mine drainage using a linear regression equation. Acid mine drainage samples were obtained from PT Bukit Asam. Neutralization experiments were carried out on a laboratory scale using variable doses of quicklime: 0.0759, 0.0971, 0.1460, 0.2965, and 0.3877 g/L. The results showed that the acid mine drainage samples contained parameters of pH 3.6, TSS 87 mg/L, Fe 1.1239 mg/L, and Mn 3.8333 mg/L. Neutralization of acid mine drainage using quicklime at a dose of 0.1460-0.2965 g/L was able to increase pH by 33-153% and decrease TSS by 2-94%, Fe by 24-87%, and Mn by 14-43%. The linear regression equation obtained is y = 13.707x + 4.103, where x is the dose of quicklime (g/L) and y is pH. Calculations using the linear regression equation produce a dose requirement of quicklime of 0.1383–0.3572 g/L to produce acid mine water with a pH of 6-9. Meanwhile, processing acid mine water with a discharge of 86,400 m³/day requires quicklime of 11,949-30,862.08 kg/day and costs of Rp10,156,650.00–26,232,700.00/day. Keywords: Acid mine drainage, quicklime, neutralization, linear regression Abstrak Air asam tambang berpotensi mencemari badan air. Salah satu metode pengolahan air asam tambang adalah netralisasi menggunakan kapur tohor. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan dosis kapur tohor dan memperkirakan biaya netralisasi air asam tambang menggunakan persamaan regresi linier. Sampel air asam tambang diperoleh dari PT Bukit Asam. Percobaan netralisasi dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan variabel dosis kapur tahor : 0,0759; 0,0971; 0,1460; 0,2965; 0,3877 g/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel air asam tambang mengandung parameter pH 3,6; TSS 87 mg/L; Fe 1,1239 mg/L; Mn 3,8333 mg/L. Netralisasi air asam tambang menggunakan kapur tohor dosis 0,1460-0,2965 g/L mampu menaikkan pH 33-153%; menurunkan : TSS 2-94%, Fe 24-87%, dan Mn 14-43%. Persamaan regresi linear yang diperoleh adalah y = 13,707x + 4,103; dengan x adalah dosis kapur tohor (g/L) dan y adalah pH. Perhitungan menggunakan persamaan regresi linear menghasilkan kebutuhan dosis kapur tohor sebesar 0,1383 – 0,3572 g/L untuk menghasilkan air asam tambang pH 6-9. Sedangkan untuk mengolah air asam tambang dengan debit 86.400 m3/hari membutuhkan kapur tohor sebesar 11.949-30.862,08 kg/hari dan biaya Rp 10.156.650,00 – 26.232.700,00/hari. Kata kunci: Air asam tambang, Kapur tohor, Netralisasi, Regresi linear
Perbandingan Kuat Tekan Plasbut Paving Block pada Perendaman Air Tawar dan Air Laut: Comparison of Compressive Strength of Plasbut Paving Blocks when Immersed in Fresh Water and Sea Water Listriyana, Ani; Silviyanti, Nurul Amalia; Syaifurridzal, Syaifurridzal
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v8i2.52130

Abstract

Abstract Processing plastic waste into paving blocks is reducing the negative impact of waste on the environment. Plastic as adhesive and sand, fiber as filler in plasbut paving blocks. In previous studies, the highest compressive strength was obtained in paving blocks with a composition of 771.6 grams of plastic, 1800.4 grams of sand, and 11 grams of coconut fiber, with the fiber placed in the middle of the mold. It is expected that in the future this plastic paving block can be used in coastal and beach areas both to support educational tourism on the beach. Therefore, this study was designed to see how the effect of immersion in seawater on the compressive strength of plasbut paving blocks. The plastic used is polypropylene, and the same composition as previous studies and the addition of the variable of soaking time with fresh water and seawater, 3, 5, 7, 9, 11, 13, and 15 days. Soaking with fresh water produces the highest average compressive strength in the 3rd immersion variation with a compressive strength value of 9.78 MPa. Meanwhile, immersion in seawater produces the highest average compressive strength in the 9th immersion variation with a compressive strength value of 13.44 MPa. Keywords: Plastic, Fiber, Plasbut Paving block, Compressive Strength Abstrak Pengolahan sampah plastik menjadi paving block menjadi solusi dalam mengurangi dampak buruk sampah bagi lingkungan. Plastik sebagai perekat dan pasir serta serabut sebagai filler dalam plasbut paving block. Pada penelitian sebelumnya, kuat tekan tertinggi di dapatkan pada paving block dengan komposisi 771,6 gram plastik : 1800,4 gram pasir : 11 gram serabut kelapa dengan peletakan serabut di tengah cetakan. Di harapkan ke depannya plasbut paving block ini dapat di gunakan di area pesisir dan pantai baik untuk mendukung wisata edukasi di pantai. Oleh karena itu, penelitian ini di rancang untuk melihat bagaimana pengaruh perendaman dengan air laut terhadap kuat tekan dari plasbut paving block. Plastik yang digunakan adalah jenis polypropilene dan komposisi sama seperti pada penelitian sebelumnya dan penambahan variable variasi waktu perendaman dengan air tawar dan air laut yaitu 3 , 5 , 7 , 9 , 11 , 13 dan 15 hari. Perendaman dengan air tawar menghasilkan kuat tekan rata rata tertinggi pada variasi perendaman 3 hari dengan nilai kuat Tekan 9,78 MPa. Sedangkan Perendaman dengan air laut menghasilkan kuat tekan rata rata tertinggi pada variasi perendaman 9 hari dengan nilai kuat Tekan 13,44 MPa. Kata kunci: Plastik, Serabut, Plasbut Paving block, Kuat Tekan
Analisis Karakteristik Marshall dengan Memanfaatkan Lignin sebagai Pengganti Filler pada Campuran Aspal Beton Aswad, Nurul; Megasari, Shanti Wahyuni; Saleh, Alfian
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v9i1.52636

Abstract

Lignin is a cellulose substance contained in soft woody plants and can be used as a dispersing and stabilizing agent in asphalt extenders, dyes and concrete . Lignin can be easily found so it has the potential to become renewable energy. It is hoped that the use of lignin from plants can become a new innovation regarding environmentally friendly biomaterials. The aim of the research is to analyze the marshall characteristics of asphalt concrete mixtures. The research method used was an experimental study in the laboratory based on Bina Marga 2018 Revision II 2020. The research used variations in lignin substitution of 0%, 25%, 50%, 75% and 100% for filler weight. Before making the test object, the lignin that will be used as a filler replacement is first subjected to XRF testing to determine the level of lignin used. Marshall testing is carried out after soaking for 24 hours and then marshall testing at a temperature of 60℃. The research results showed that every 25% lignin substitution in the asphalt concrete mixture tended to increase the VIM and VMA parameters. For the stability parameters, flow, MQ and density tend to decrease with lignin substitution, but the results obtained still meet the 2018 Bina Marga Revision II 2020 requirements. In the VFWA and VITM parameters there are no variations that meet the requirements. The research conclusion is that lignin is not recommended as a substitute for filler in asphalt concrete mixtures.
Durabilitas Roller-Compacted Concrete (RCC) pada Perkerasan Jalan Ditinjau dari Kuat Tekannya: Durability of Roller-Compacted Concrete Pavement in terms of Compressive Strength Sulistyorini, Dewi; Gutama, Detha Sekar Langit Wahyu; Kalli, Karolus Boromeus; Jodiansyah, Jodiansyah; Rangga, Albertus Ardiono Mere; Mau, Rinaldy Jery
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v8i2.52668

Abstract

Abstract Roller-compacted concrete (RCC) is roller-compacted concrete that is quite stiff with zero slump. RCC pavement has several advantages because it is strong, dense, durable, and economical. The mixed materials used were water, coarse aggregate, fine aggregate, Portland Composite Cement (PCC), and superplasticizer (SPC). There were 12 cylindrical test specimens of diameter 15 cm and height 30 cm, with two variations of curing, namely plain water and sodium sulfate solution (Na2So4), and two variations of curing time, 14 and 28 days. The average compressive strength test value at 14 days of immersion in plain water and sodium sulfate solution is 37.35 MPa and 37.43 MPa. At 28 days of curing, the average compressive strength obtained soaked with plain water and sodium sulfate solution is 43.45 MPa and 54.02 MPa. Based on these results, the compressive strength of concrete cylinders immersed in sodium sulfate has increased compared to ordinary water immersion. The results of the overall compressive strength of the test specimens exceeded the plan compressive strength of 25 MPa, so the composition of the RCC mixture using PCC and SPC has the potential to be used as pavement material. Keywords: Roller Compacted Concete, Water, Compressive Strength, Sodium Sulfate Abstrak Roller- Competed Concrete (RCC) adalah beton yang dipadatkan dengan roller dan memiliki sifat yang cukup kaku dengan slump nol. Penggunanaan perkerasan RCC memiliki beberapa keunggulan karena kuat, padat, dan tahan lama serta ekonomis. Bahan campuran yang digunakan adalah air, kerikil, pasir, semen Portland Composite Cement (PCC) dan superplasticizer (SPC). Benda uji silinder diameter15 cm, tinggi 30 cm sebanyak 12 benda uji, dengan dua variasi perendaman yaitu air biasa dan larutan sodium sulfat (Na2So4) dan dua variasi lama perendaman yaitu 14 dan 28 hari. Nilai uji kuat tekan rata-rata pada perendaman 14 hari air biasa dan larutan sodium sulfat sebesar 37,35 MPa dan 37,43 MPa. Sedangkan pada perendaman 28 hari diperoleh kuat tekan rata-rata yang direndam dengan air biasa dan larutan sodium sulfat sebesar 43,45 MPa dan 54,02 MPa. Berdasar hasil tersebut, kuat tekan silinder beton yang direndam sodium sulfat mengalami kenaikan dibandingkan perendaman air biasa. Hasil kuat tekan keseluruhan benda uji melebihi kuat tekan rencana 25 MPa, sehingga komposisi campuran RCC yang menggunakan PCC dan SPC memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan pavement. Kata kunci: Beton RCC, Air Biasa, Kuat Tekan, Sodium Sulfat.
Penentuan Kadar Optimum Aspal pada Campuran Beraspal Panas AC-WC yang Menggunakan Karet Alam sebagai Bahan Substitusi Aspal dengan Pendekatan Laboratorium: Determination of Optimum Asphalt Content in Hot Asphalt Mix AC-WC Using Natural Rubber as Asphalt Substitute Material with Laboratory Approach Olivia, Novie; Arliansyah, Joni; Kadarsa, Edi
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v8i2.52697

Abstract

Abstract Road pavement is a part of the road that is hardened to withstand the load of passing vehicles. Good material planning and mixture type must be able to make the pavement resistant to damage. Previous studies for polymer asphalt, one of which modified the asphalt to increase the strength of the mixture to be more resistant to damage and have good results for asphalt mixtures. In this study for concentrated latex, prevulcanized latex and solid natural rubber powder each with a content of 7% of the weight of the asphalt as a substitute for the asphalt concrete wearing course (AC-WC) mixture gradation. Marshall testing was carried out on a range of asphalt content between 5% and 7 % to obtain the optimum asphalt content. The properties of asphalt modified with natural rubber as a substitute for asphalt affect penetration, softening point, flash point, specific gravity, ductility. And give effect to the marshall parameter values VMA, VIM, VFA, stability, and flow. The mixture with the highest marshall stability value is the simple using of the Optimum Asphalt Content (OAC). It was found that the mixture using concentrated latex had an OAC value of 6,9%, prevulcanized latex had an OAC value of 5,8% and solid natural rubber powder had an OAC value of 6,65%. Keywords: Concentrated Latex, Prevulcanized Latex, Solid Natural Rubber Powder, AC-WC. Abstrak Perkerasan jalan merupakan bagian jalan yang diperkeras untuk menahan beban kendaraan yang lewat. Perencanaan material dan jenis campuran yang baik harus mampu menjadikan perkerasan yang tahan terhadap kerusakan. Studi terdahulu untuk aspal polimer salah satu memodifikasi aspal untuk meningkatkan kekuatan campuran agar lebih tahan terhadap kerusakan serta memiliki hasil yang baik terhadap campuran beraspal . Pada penelitian ini untuk lateks pekat, lateks pravulkanisasi dan serbuk karet alam padat masing-masing kadar 7% terhadap berat aspal sebagai substitusi digradasi campuran asphalt concrete wearing course (AC-WC). Pengujian marshall dilakukan pada rentang kadar aspal antara 5% sampai dengan 7% untuk memperoleh kadar aspal optimum. Sifat aspal yang dimodifikasi dengan karet alam sebagai pengganti aspal mempengaruhi penetrasi, titik lembek, titik nyala, berat jenis, daktilitas. Serta memberikan pengaruh pada nilai parameter marshall VMA, VIM, VFA, stabilitas, dan flow. Campuran dengan nilai stabilitas Marshall tertinggi adalah sampel yang menggunakan Kadar Aspal Optimum (KAO) diperoleh bahwa campuran yang menggunakan lateks pekat memiliki nilai KAO sebesar 6,9%, Lateks pravulkanisasi memiliki nilai KAO 5,8%.dan serbuk karet alam padat memiliki nilai KAO sebesar 6,65%. Kata kunci: Lateks Pekat, Lateks Pravulkanisasi, Serbuk Karet Alam Padat, AC-WC.
Kajian modifikasi permukaan membran mikrofiltrasi Polyvinylidene Fluoride menggunakan Polyvinyl Alcohol: Microfiltration membrane modification of Polyvinylidene Fluoride using Polyvinyl Alcohol Fitria, Firda Lutfiatul; Febianti, Novita; Pradita, Salsabila Nanda; Pramitasari, Noven
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v8i2.53622

Abstract

Abstract Increasing industrial and human populations potentially lead to various types of water contamination and increasing water demand. Membrane technology is a popular technology that is highly efficient in separation processes and is cost-effective for water purification. One membrane technology that is widely applied in industry is microfiltration membranes. Microfiltration membranes can operate at pressures in the range of 0.02 to 0.5 MPa, thus enabling the separation of high molecular weight compounds at low pressure. Polyvinylidene fluoride (PVDF) is a commonly used microfiltration membrane material known for its excellent thermal stability, chemical resistance, and ease of membrane formation. However, PVDF has a hydrophobic structure that has low water flux. The hydrophilicity of the PVDF membrane surface modification is an effective strategy to enhance water flux. This experiment aims to increase the hydrophilicity of the membrane using polyvinyl alcohol (PVA). In this study, surface modification of the PVDF membrane is performed using polyvinyl alcohol (PVA), a hydrophilic substance that enhances the membrane's ability to attract water. The addition of 0.1% PVA yielded the average flux value, achieving 65.7 Lm⁻²·h⁻¹. PVA increases the hydrophilic properties of the PVDF membrane and could be a modification agent for water treatment or purification. Keywords: Flux, Membran Surface Modification, PVDF, PVA Abstrak Populasi manusia dan industri yang meningkat dapat mengakibatkan berbagai jenis pencemaran air dan meningkatkan kebutuhan air. Teknologi membran menjadi teknologi populer dengan tingkat pemisahan efisiensi tinggi serta harga yang relative murah untuk pemurnian air. Salah satu teknologi membran yang diterapkan secara luas di industri adalah membran mikrofiltrasi. Membran mikrofiltrasi dapat beroperasi pada tekanan dengan rentang 0,02 sampai 0,5 MPa, sehingga memungkinkan pemisahan senyawa dengan berat molekul besar bertekanan rendah. Material membran mikrofiltrasi polyvinylidene fluoride (PVDF) merupakan material dengan stabilitas termal, ketahanan terhadap bahan kimia yang baik, serta mudahnya kemampuan pembentukan membran. Namun PVDF merupakan polimer yang memiliki struktur hidrofobik yang membuat membran rentan terhadap fluks rendah. Inovasi peningkatan hidrofilik permukaan membran pada material PVDF merupakan salah satu cara efektif meningkatkan fluks pada membran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hidrofilisitas permukaan membrane PVDF yang berpengaruh terhadap nilai fluks. Modifikasi permukaan membran pada penelitian ini menggunakan Polyvinyl Alcohol (PVA) karena PVA bersifat hidrofilik yang dapat meningkatkan kemampuan membran menarik air. Penambahan 0,1% kadar PVA nilai fluks mencapai 65,7 Lm-2h-1. PVA meningkatkan sifat hidrofilik membrane PVDF dapat menjadi salah satu agen modifikasi untu pengolahan atau pemurnian air. Kata kunci: Fluks, Modifikasi Permukaan Membran, PVDF, PVA.
Pemodelan Tarikan Perjalanan Kendaraan pada Pusat Perbelanjaan Modern Kabupaten Jember Menggunakan Regresi Linier Metode Forward: Modeling of Vehicle Travel Attractions at Modern Shopping Centers in Jember District Using Linear Regression Forward Method Yahya, Ahmad Amir; Akhmad Hasanuddin; Tatang Maulana; Gholiqul Amrodh Alawy; Syaripin
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v9i1.53694

Abstract

Abstract In the urban area of ​​Jember Regency, there are five modern shopping centres with a shopping mall concept that are crowded and located in one sub-district. The development of these shopping centres has created a large trip attraction because the area has become a magnet for economic and social activities in the community. To determine the factors that influence the trip attraction of private vehicles, namely motorbikes and cars, to modern shopping centres in Jember Regency, a trip attraction modelling analysis was carried out using linear regression using the forward method to obtain the best linear regression model equation. The variables used are land area (X1), building area (X2), motorcycle/car parking area (X3), number of kiosks/tenants (X4), and number of employees (X5). The results of the study showed that the most influential factor in vehicle attraction in modern shopping centres in Jember Regency is land area. The best linear regression model for vehicle traction (vehicles/hour) for motorbikes is Y1 = 51.851 + 0.005 X1 with R2 = 0.934, while the best model for cars is Y2 = 14.511 + 0.005 X1 with R2 = 0.998X1 Abstrak Di kawasan perkotaan Kabupaten Jember terdapat lima pusat perbelanjaan modern berkonsep shopping mall yang ramai dikunjungi dan lokasinya berada pada satu kecamatan. Perkembangan pusat perbelanjaan tersebut menimbulkan tarikan perjalanan (trip attraction) yang besar karena kawasan tersebut menjadi magnet aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi tarikan perjalanan kendaraan pribadi yaitu sepeda motor dan mobil ke pusat perbelanjaan modern di Kabupaten Jember, maka dilakukan analisa pemodelan tarikan perjalanan menggunakan regresi linier metode forward untuk memperoleh persamaan model Regresi Linier yang terbaik. Variabel yang digunakan adalah luas lahan (X1), luas bangunan (X2), luas lahan parkir sepeda motor/mobil (X3),  jumlah kios/tenant (X4), dan jumlah karyawan (X5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap tarikan kendaraan di pusat perbelanjaan modern Kabupaten Jember adalah luas lahan. Model regresi linier terbaik untuk tarikan kendaraan (kend/jam) untuk sepeda motor adalah Y1 = 51,851 + 0,005 X1 dangan dengan R2 = 0,934, sedangkan model terbaik untuk kendaraan mobil adalah Y2 = 14,511 + 0,005 X1 dengan dengan R2 = 0,998X1.
Analisis Efektifitas Desain Perkuatan Untuk Restorasi Lereng pada Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri: Analysis of the Effectiveness of Reinforcement Design for Slope Restoration in Jugo Village, Mojo District, Kediri Regency Utama, Farrel Indryasmara; Putra, Paksitya Purnama; Wicaksono, Luthfi Amri
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v9i1.53695

Abstract

The effectiveness analysis of slope reinforcement design is essential to ensure stability and safety in landslide-prone areas, such as Jugo Village, Mojo Subdistrict, Kediri Regency. This region has steep topography and saturated soils due to high rainfall, increasing landslide risks that threaten infrastructure and community safety. To address these issues, appropriate slope reinforcement methods were implemented based on the site’s geotechnical characteristics and field conditions. The analysis aimed to assess how well each method could improve slope stability while remaining efficient and cost-effective. Soil investigation data, including laboratory test results and slope geometry measurements, were used in the study. Existing conditions were analysed using Slope/W software with the Bishop method to evaluate slope safety levels in each segment. Two reinforcement alternatives—Mechanically Stabilised Earth Wall (MSE Wall) and soil nailing—were selected based on their suitability. Of the two, soil nailing was found to be more effective due to its higher safety factor values and greater cost-efficiency in material usage. Overall, the study demonstrated that soil nailing provided a better solution for improving slope stability in the area, making it the preferred method for mitigating landslide risks at the study site. Abstrak Analisis efektivitas desain perkuatan lereng merupakan langkah penting untuk memastikan stabilitas dan keamanan kawasan rawan longsor, khususnya di daerah dengan potensi pergerakan tanah yang tinggi seperti Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Daerah ini memiliki topografi yang curam dan kondisi tanah yang rentan terhadap kejenuhan akibat curah hujan yang tinggi, sehingga meningkatkan risiko longsor yang dapat membahayakan infrastruktur, pemukiman, dan aktivitas masyarakat setempat. Upaya penanganan untuk mengatasi masalah pada lokasi penelitian dilakukan melalui pemberian perkuatan lereng yang efektif. Perkuatan lereng dipilih berdasarkan analisis karakteristik geoteknik lokasi dan kondisi lapangan. Analisis efektivitas perkuatan dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana metode perkuatan yang dipilih mampu meningkatkan kestabilan lereng sesuai dengan parameter keamanan yang ditetapkan dan dapat dilakukan secara efisien dan ekonomis. Data penyelidikan tanah yang digunakan terdiri atas hasil pengujian sampel laboratorium dan data geometri lereng yang diukur langsung di lokasi penelitian. Analisis kondisi eksisting menggunakan perangkat lunak Slope/W dengan metode Bishop pada tiap segmen dilakukan guna mengetahui tingkat kerawanannya. Alternatif perkuatan yang dipilih adalah MSE Wall dan soil nailing, karena keduanya dinilai sesuai untuk lokasi tersebut. Hasil analisis soil nailing lebih unggul pada lokasi penelitian karena memiliki nilai faktor keamanan yang lebih optimal dan juga memiliki biaya material yang lebih ekonomis.