cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FKIP e-PROCEEDING
Published by Universitas Jember
ISSN : 25275917     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH PADA POKOK BAHASAN USAHA DAN ENERGI UNTUK SISWA MA Albertus Djoko Lesmono; Yenita Endriska; Rayendra Wahyu Bachtiar
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian dan pengembangan modul fisika materi usaha dan energi kelas XI MA. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan modul yang valid, praktis, dan dapat melatih kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil Tahun Ajaran 2017/2018. Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA-1 dan XI IPA-2 MA Al-Qodiri Jember. Pengembangan ini menggunakan model pengembangan 4-D yang meliputi Define, Design, Develop, dan Disseminate. Teknik pengumpulan data digunakan validasi, tes, angket, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas logic modul adalah 4,146 dengan kategori valid. Untuk uji kepraktisan modul ditinjau dari pengisian angket yang dilakukan oleh siswa kelas XI IPA-1 dengan rerata nilai 75% positif dan 25% negatif, XI-IPA 2 dengan rerata nilai 71% positif dan 29% negatif. Kemampuan berpikir kritis diukur dari skor pre test dan post test. Pada kelas XI IPA-1 dan XI IPA-2 n-gain rata-rata menunjukkan kriteria sedang yaitu 0,46 dan 0,467. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa modul berbasis scientific approach pada pokok bahasan usaha dan energi ini sudah valid, praktis, dan dapat melatih kemampuan berpikir siswa, serta layak digunakan sebagai modul dalam pembelajaran fisika pada materi usaha dan energi.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBANTUAN WEBPAGE BERBASIS DISCOVERY LEARNING PADA POKOK BAHASAN GETARAN HARMONIK SEDERHANA DI SMA subiki .; Andika Maulana; Sri Wahyuni
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan validitas logis dari produk LKS berbantuan webpage berbasis discovery learning pokok bahasan getaran harmonik sederhana, (2) mendeskripsikan kinerja pratikum virtual siswa dengan menggunakan produk LKS berbantuan webpage berbasis discovery learning pokok bahasan getaran harmonik sederhana, (3) mendeskripsikan motivasi belajar siswa setelah menggunakan produk LKS berbantuan webpage berbasis discovery learning pokok bahasan getaran harmonik sederhana. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Tempat pelaksanaan penelitian di SMAN Pakusari. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, laporan, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah intrumen validasi, lembar penilaian kinerja pratikum virtual siswa, dan presentase motivasi belajar siswa. Hasil penelitian adalah: (1) validitas produk LKS berbantuan webpage berbasis discovery learning oleh validator adalah 86.5% dan sangat valid, (2) presentase kinerja pratikum virtual siswa adalah 59% dengan kategori baik, (3) presentase motivasi belajar siswa setelah pembelajaran adalah 75,30% kategori termotivasi. Kesimpulan dari penelitian pengembangan adalah validitas produk sangat valid, kinerja pratikum virtual siswa baik, dan motivasi belajar siswa berkategori termotivasi
ANALISIS PENGUASAAN KONSEP MEDAN MAGNET DI SEKITAR KAWAT BERARUS PADA SISWA KELAS XII SMA DI KABUPATEN JEMBER Nur Sofi Hidayah; Sudarti .; Sri Handono Budi Prastowo
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguasaan konsep diperlukan pada setiap materi sebelum mengarah pada materi selanjutnya, maka diperlukan konsep-konsep pembelajaran yang tersusun secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguasaan konsep medan magnet di sekitar kawat berarus; dan mendeskripsikan minat belajar siswa terhadap penguasaan konsep medan magnet di sekitar kawat berarus. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan tempat penelitian ditentukan menggunakan purporsive sampling area yang diambil satu kelas pada kelas XII SMA semester ganjil pada tahun ajaran 2017/2018. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes, dan metode angket. Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa: (1) penguasaan konsep berdasarkan materi medan magnet di sekitar kawat berarus 56,67% siswa yang dapat menguasai konsep fisika medan magnet di sekitar kawat berarus, 43,33% siswa kurang menguasai konsep fisika medan magnet di sekitar kawat berarus, dan tidak ditemukan siswa yang tidak menguasai konsep fisika medan magnet di sekitar kawat berarus;Â penguasaan konsep berdasarkan indikator penguasaan konsep mengingat (C1), memahami (C2),mengaplikasikan (C3), dan menaganalisis (C4) lebih unggul daripada indikator penguasaan konsep mengevaluasi (C5), dan membuat (C6) yang dapat dikatakan masih dalam kategori rendah atau siswa tidak menguasai konsep pada indikator tersebut ; (2) minat belajar siswa mempengaruhi penguasaan konsep medan magnet di sekitar kawat berarus.
IMPLEMENTASI MODEL INKUIRI TERBIMBING DALAM PEMBELAJARAN GETARAN HARMONIS DI SMA (STUDI PADA KETERAMPILAN PROSES SAINS, LITERASI SAINS DAN HASIL BELAJAR) Indrawati .; Ficky Syahrial; Alex harijanto
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains, literasi sains dan hasil belajar fisika pada materi getaran harmonis. Populasi dalam penelitian ini merupakan siswa kelas XI IPA SMA Unggulan BPPT Darus Sholah Jember yang terdiri atas tiga kelas selanjutnya di uji homogenitas lalu dipilih sebagai sampel penelitian secara random dan diperoleh kelas XI IPA A sebagai kelas kontrol dan XI IPA B sebagai kelas eksperimen. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain post-test only control design. Data penelitian diperoleh melalui observasi selama pembelajaran dan tes di akhir pembelajaran kemudian dianalisis menggunakan uji independent sample t-test untuk mengetahui pengaruh model inkuiri terbimbing terhadap variabel keterampilan proses sains, literasi sains dan hasil belajar. Hipotesis yang dikaji dalam penelitian ini meliputi: 1) model pembelajaran inkuiri terbimbing berpengaruh terhadap keterampilan proses sains siswa dalam pembelajaran getaran harmonis di SMA; 2) model pembelajaran inkuiri terbimbing berpengaruh terhadap literasi sains siswa dalam pembelajaran getaran harmonis di SMA; dan 3) model pembelajaran inkuiri terbimbing berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran getaran harmonis di SMA. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan model inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains, literasi sains dan hasil belajar dalam pembelajaran getaran harmonis SMA.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E TERHADAP SIKAP ILMIAH DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN GERAK HARMONIK DI SMA Miftah Karimah Syahidah; Trapsilo Prihandono; Rayendra Wahyu Bachtiar
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada penerapan model pembelajaran Learning Cycle 7E pada pokok bahasan gerak harmonis di SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Tujuan dari penelitian ini meliputi: mengkaji pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 7E terhadap sikap ilmiah dan hasi belajar siswa pada pokok bahasan gerak harmonis di SMA serta mendeskripsikan motivasi belajar siswa selama mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 7E. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, tes, dokumentasi, dan wawancara. Hasil Analisis data sikap ilmiah dengan menggunakan uji t-test dengan bantuan SPSS 20 diperoleh nilai sig.(2-tailed) = 0,029 yang menunjukkan bahwa model Learning Cycle 7E berpengaruh secara signifikan terhadap sikap ilmiah siswa. Sedangkan hasilAnalisis data dari aspek kognitif siswa diperoleh nilai sig.(2-tailed) 0,001 artinya rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih besar dari pada kelas kontrol. dan motivasi belajar siswa selama menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 7E diperoleh rata-rata sebesar 76%, artinya motivasi belajar siswa termasuk dalam kategori termotivasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Learning Cycle 7E berpengaruh secara signifikan terhadap pembelajaran fisika.
PENINGKATKAN KEMAMPUAN REPRESENTASI VERBAL DAN MATEMATIK SISWA KELAS X GB 1 DI SMKN 2 JEMBER MELALUI MODEL PBI DISERTAI LKS BERBASIS MULTIREPRESENTASI Nur Izzati Ramandani; I Ketut Mahardika; Bambang Supriadi
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan beberapa representasi siswa setelah menggunakan model problem based instruction disertai LKS maple fisika berbasis multirepresentasi kelas X GB 1 di SMK Negeri 2 Jember. Model pembelajaran PBI adalah salah satu model pembelajaran yang dapat membangkitkan aktivitas dan nalar siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X GB 1 tahun pelajaran 2016/2017 yang terdiri dari 38 siswa laki-laki. Rancangan penelitian ini menggunakan siklus Hopkins. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dokumentasi, dan tes. Data yang diperoleh dari penelitian ini adalah representasi verbal dan matematik. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif. Peningkatan kemampuan representasi dari setiap siklus dengan menggunakan rumus yang dinormalisasi. Hasil penelitian dari nilai N-gain pada siklus sebelum siklus III untuk representasi verbal adalah 0,39 pada kategori sedang, sedangkanuntuk representasi matematik adalah 0,71 pada kategori tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya peningkatan representasi verbal dan kemampuan representasi matematik siswa setelah menggunakan model Problem Based Instruction dengan lembar kerja siswa mata pelajaran fisika berbasis multirepresentasi di kelas X GB 1 di SMK Negeri 2 Jember.
PENGEMBANGAN LKS BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA BAHASAN SUHU DAN KALOR DI SMA NU Albertus Djoko Lesmono; Zainal Arifin; Maryani .
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kegiatan pemebelajaran biasa digunakan bahan, salah satunya bahan ajar LKS. LKS yang biasa digunakan dan beredar belum sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013. Dalam penerapan kurikulum 2013 yang berbasis saintifik diperlukan model pembelajaran yang tepat. LKS berbasis problem based learning (PBL) pada pokok bahasan suhu dan kalor adalah solusi dari permasalahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan dari LKS berbasis PBL pada pokok bahasan suhu dan kalor di SMA NU Genteng. Penelitian ini didasarkan pada model pengembangan Borg and Gall yang dimodifikasi menjadi 4 langkah, yaitu: (1) Analisis awal-akhir, (2) Desain LKS, (3) validasi dan revisi, (4) uji empiris dan revisi. Desain pemilihan test yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest. Hasil dari nilai pre test dan pos test dijadikan dasar untuk menentukan peningkatan hasil belajar siswa. Nilai hasil belajar siswa yang diperoleh menggunakan LKS berbasis PBL pada pokok bahasan suhu dan kalor di SMA NU Genteng adalah 0,7. Nilai 0,7 adalah termasuk kategori tinggi, sehingga LKS berbasis PBL pada pokok bahasan suhu dan kalor bisa dikatakan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
LEMBAR KERJA SISWA SCIENTIFIC EXPLANATION UNTUK MELATIHKAN KEMAMPUAN PENJELASAN ILMIAH SISWA SMA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA Mag’izah Werty Rochita Muliardi; Supeno Supeno; Singgih Bektiarso
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Scientific explanation merupakan merupakan kemampuan dalam menjelaskan ilmiah berdasarkanbukti yang ada melalui suatu tanggapan tertulis atau lisan terhadap pertanyaan yang mengharuskansiswa untuk menganalisis data dan menafsirkan data berkenaan dengan pengetahuan ilmiah.Pembelajaran dengan membimbing pemahaman siswa dalam kemampuan penjelasan ilmiah menjadikunci utama dalam pendidikan sains sebab siswa mampu berfikir kritis dalam memahami konsep danmembangun pengetahuan baru dengan mempelajari hubungan antara ide atau bukti yang dikumpulkanberdasarkan kenyataan. Maka dari itu, perlu dikembangkan LKS untuk membelajarkan fisika danscientific explanation Lembar kerja siswa scientific explanation menyajikan permasalahan denganpenyelesaian yang mengacu pada komponen-komponen scientific explanation. Permasalahan padalembar kerja siswa scientific explanation dengan memberikan dua pendapat yang saling bertentangandan penyelesaiannya dengan melibatkan jawaban awal (claim), didukung bukti (evidence), dandibenarkan oleh penalaran (reasoning) yang menjelaskan bagaimana bukti mendukung jawaban awal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembar kerja siswa scientific explanation untuk melatihkankemampuan penjelasan ilmiah siswa dalam pembelajaran fisika di SMA yang dikembangkanmendapatkan nilai validasi sebesar 4,16 dengan kategori valid.Kata kunci: Lembar kerja siswa, scientific explanation, penjelasan ilmiah, validasi
IDENTIFIKASI KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS (Mathematical Reasoning) SISWA SMA NEGERI DI JEMBER DALAM MENYELESAIKAN MASALAH FISIKA PADA POKOK BAHASAN DINAMIKA GERAK Faridatul Isti’anah; Bambang Supriadi; Supeno Supeno
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran fisika pada proses penyelesaian studi kasus maupun soal-soal diperlukan sebuahkompetensi. Kompetensi yang diperlukan adalah kompetensi 3R yaitu Reading (membaca), wRiting(menulis) dan aRitmatic (berhitung). Namun dalam perkembangannya, kompetensi pendidikan tidakhanya cukup dengan 3R, namun ada kompetensi penalaran (Reasoning). Salah satu kemampuanbernalar yang dibutuhkan pada pembelajaran fisika ada kemampuan penalaran matematis(Mathematical Reasoning). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifkasi kemampuan penalaranmatematis siswa SMA Negeri di Jember dalam menyelesaikan permasalahan fisika pada pokokbahasan dinamika gerak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskripif.Subyek dari penelitian menggunakan purposive sampling. Responden dalam peneltian ini adalahsiswa kelas X MIPA di SMA Negeri 1 Jember, SMA negeri 1Arjasa dan SMA Negeri 1 PakusariMetode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah tes. Instrumen tes yangdigunakan berbentuk tes urraian.. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kemampuan penalaranmatematis rata-rata di SMA Negeri 1 Jember dengan katagori baik dengan persentase sebesar 67%.Sedangkan nilai rata-rata penalaran matematis SMA Negeri 1 Arjasa tergolong katagori kurangdengan persentase sebesar 37% dan rata-rata nilai tingkat kemampuan penaralan matematis siswaSMA Negeri 1 Pakusari termasuk ke dalam katagori kurang dengan persentase nilai sebesar 26%.Berdasarkan hasil wawancara siswa dengan nilai tinggi dan rendah secara garis besar siswamengalami kesulitan dalam mengerjakan soal yang bersifat menggunakan variabel-variabelmatematika (tanpa menggunakan angka). Sedangkan pada proses penyelesaiannya siswa cenderungkesulitan pada proses mengoperasikan persamaan untuk menghasilkan solusi matematika sehinggaberdampak terhadap indikator ke-4 yaitu menafsirkan solusi matematika atau evaluasi hasil akhir dariproses penyelesaian masalah konsep fisika.Kata Kunci: Pembelajaran Fisika, Kompetensi 3R, Penalaran Matematis, Dinamika Gerak
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI SUHU DAN KALOR DI KELAS XI SMA JEMBER Tri Asih Wulandari; Trapsilo Prihandono; Maryani Maryani
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suhu dan kalor merupakan salah satu materi dalam fisika yang di ajarkan di tingkat SMA.Miskonsepsi merupakan suatu konsepsi yang melekat dengan kuat dan stabil dibenak siswa yangsebenarnya menyimpang dari konsepsi yang dikemukakan para ahli, yang dapat menyesatkan parasiswa dalam memahami fenomena alamiah dan melakukan eksplanasi ilmiah. Miskonsepsi tersebutakan mengakibatkan siswa mengalami kesalahan yang berulang untuk konsep pada tingkat berikutnya.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi siswa pada materi suhu dan kalor di kelasXI SMA. Alat pengumpul data dalam penelitian ini berupa tes diagnostik yang berbentuk pilihanganda dengan empat alternatif jawaban, alasan terbuka, disertai tingkat keyakinan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa terdapat miskonsepsi pada pemahaman materi suhu dan kalor yaitu sebesar 43%.Miskonsepsi yang dialami siswa banyak terjadi pada konsep yang terkait hubungan antara suhudengan kalor perubahan wujud zat.Kata kunci: Miskonsepsi, tes diagnostik, suhu dan kalor