cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP)
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 24608173     EISSN : 25283219     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) merupakan media publikasi kegiatan pengabdian pada masyarakat di bidang agrokompleks, sains, sosial kemasyarakatan dalam bentuk penerapan IPTEKS maupun peningkatan pemberdayaan masyarakat. Jurnal ini terbit dua kali setahun di bulan Mei dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 363 Documents
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI LAMPU PEMANGGIL IKAN UNTUK PENINGKATAN HASIL TANGKAPAN BAGAN TANCAP Kurnia, Muhammad; Mustafa, Muhammad Dalvi; Jaya, Ilham; Amir, Faisal; Sahil, Muhammad Sahil Rizky Bin; Pratama, Fadel Aska; Amir, Muhammad Ikhsan; Tawil, Muhammad Fadhli
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v9i1.30228

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan atas dua kegiatan yakni penyuluhan dan uji coba lampu pemanggil ikan pada penangkapan ikan dengan bagan tancap. Kegiatan bertujuan (1) untuk transfer ilmu pengetahuan bidang penangkapan ikan yang ramah lingkungan; (2) informasi produk teknologi lampu LED sebagai alat bantu pengumpul ikan; (3) sosialisasi tentang pemanfaatan teknologi echosounder sebagai alat bantu pendeteksi keberadaan ikan yang membantu mengefektifkan operasi penangkapan ikan. Kegiatan dilaksanakan di perairan Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkajene Kepulauan, dengan metode penyuluhan dan uji coba alat. Metode penyuluhan difokuskan pada metode dan teknologi penangkapan ikan yang efektif dengan alat bantu penangkapan ikan untuk efektivitas penangkapan ikan. Sedangkan kegiatan uji coba dilakukan dengan mengikuti nelayan pada operasi penangkapan ikan. Kegiatan penyuluhan telah terlaksana secara baik dengan jumlah peserta sebanyak 32 orang yang umumnya adalah nelayan bagan tancap. Penyuluhan terlaksana sesuai rencana dan target luaran tercapai, bahwa nelayan dapat memahami pemanfaatan lampu bawah air sebagai alat bantu penangkapan ikan. Nelayan menunjukkan antusias yang tinggi saat sesi diskusi, dengan memberikan pertanyaan dan mengutarakan berbagai permasalahan yang dihadapi. Kondisi ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan telah sampai pada sasaran dan dapat memberikan pengetahuan mengenai pemanfaatan lampu dalam air. Selain itu, hasil uji coba lampu celup LED menunjukkan bahwa lampu mampu menarik dan mengumpulkan berbagai jenis ikan. Namun jumlah tangkapan belum maksimal sehingga dibutuhkan waktu kajian yang lebih mendalam. Kata kunci: Bagan tancap, penyuluhan, lampu bawah air. ABSTRACT Community service was carried out in two activities, namely counseling and testing of fish-caller lights in fishing with a fixed lift-net. Community service aim to (1) transfer knowledge in the field of environmentally friendly fishing; (2) product information on LED light technology as a fish-collecting tool; (3) socialization about the use of echo-sounder technology as a tool for detecting the presence of fish which helps to make fishing operations more effective. The activities were carried out in the Mappasaile Village Waters, Pangkajene District, Pangkajene Islands Regency, using the counseling and equipment testing methods. The extension method focuses on effective fishing methods and technology with fishing aids for the effective fishing. Meanwhile the trial activities were carried out by following fishermen in fishing operations. The extension activities were have been carried out well with 32 participants who were generally fixed lift-net fishermen. The counseling was carried out according to plan and the output target was achieved, that the fishermen could understand the use of underwater lights as fishing aids. Fishermen showed high enthusiasm during the discussion session, by asking questions and expressing various problems they faced. This condition shows that the material presented has reached the target and can provide knowledge about the use of underwater lights. Apart from that, the results of underwater LED light testing show that the lights were able to attract and collect various species of fish. However, the number of catches has not been maximized so more in-depth studies were needed. Keywords: Fixed lift-net, counseling, underwater light.
PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PELATIHAN SELIDIK CEPAT KESUBURAN TANAH SAWAH DI DESA PANAIKANG, KECAMATAN MINESATENE, PANGKEP Ahmad, Asmita; Annisa, Istiqama Maulidina; Mutmainna, Mutmainna; Idul, Idul; Gani, Adiet Nurholis Al; Setiadi, Ahmad Tirta; S, Sulfadli; Djamaluddin, Magfirah; Madjidi, Maksum; Aisyah, Balqis Nur; Adzima, Ahmad Fauzan; Juita, Nirmala; Laban, Sartika; Ansar, Muh.; Chairuddin, Zulkarnain; Rahmawati, Rahmawati; Nurhikmayani, Risky; Jayadi, Muh; Ardani, Nova Tries
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v9i1.30235

Abstract

Penurunan hasil produksi dalam satu dekade terakhir telah dirasakan oleh masyarakat petani di desa Panaikang, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan hasil panen. Ketidaktahuan petani tentang permasalahan kesuburan tanah, mengakibatkan para petani tidak dapat menemukan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi dalam memperbaiki/mengembalikan kesuburan tanah. Oleh sebab itu dibutuhkan pelatihan selidik cepat kesuburan tanah sawah untuk mengatasi permasalahan degradasi tanah di lahan sawah. Pelatihan diberikan secara langsung dengan mempraktekkan bagaimana menggunakan alat Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) tanah sawah, dan dilanjutkan dengan simulasi yang dilakukan langsung oleh beberapa kelompok tani. Hasil uji kesuburan tanah dengan alat PUTS, memiliki nilai keakuratan terutama terkait pH tanah, Nitrogen, dan Posfor, yang sudah dapat dijadikan rujukan awal dalam penanganan status kesuburan tanah dan rekomendasi peningkatan kesehatan tanah. Nilai pH tanah berbanding lurus dengan kandungan hara-hara yang terdapat di dalam tanah. Perbedaan nilai uji PUTS dan uji laboratorium, disebabkan oleh adanya perlakuan yang telah diberikan oleh petani pada tanaman padi sawah berupa pemupukan sebelum pengambilan sampel tanah, sehingga memberikan hasil yang berbeda. Uji PUTS sebaiknya dilakukan sebelum penanaman padi sawah atau setelah panen, sehingga terbebas dari kesalahan pembacaan data. Pembentukan Desa Mitra menjadi keberlanjutan kegiatan sebagai wujud pendampingan petani dalam meningkatkan kesuburan tanah sawah di Desa Panaikang. Kata kunci: Tanah, petani, PUTS, desa mitra, Pangkep.   ABSTRACT The farming community in Panaikang Village, Minasatene District, Pangkep Regency, has felt a decline in production yields in the last decade. Various attempts were made to increase crop yields. Farmers' ignorance of soil fertility problems resulted in farmers being unable to find solutions to the issues they faced in improving/restoring soil fertility. Therefore, training is needed to quickly investigate the fertility of paddy soil to overcome the problem of soil degradation in paddy fields. The training was given directly by practicing using the Rice Field Soil Test Tool (PUTS) for rice fields and continued with simulations carried out directly by several farmer groups. The results of soil fertility tests using the PUTS tool have accuracy values, especially regarding soil pH, Nitrogen, and Phosphorus. These can be used as an initial reference in handling soil fertility status and recommendations for improving soil health. The pH value of the soil is directly proportional to the nutrient content in the soil. The difference in PUTS test values and laboratory tests is caused by the treatment given by farmers to lowland rice plants in the form of fertilization before taking soil samples, thus providing different results. The PUTS test should be carried out before planting lowland rice or after harvest to avoid data reading errors. The formation of Partner Villages is a continuation of activities as a form of assistance to farmers in increasing the fertility of rice fields in Panaikang Village. Keywords: Soil, farmer, PUTS, partner villages, Pangkep.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI MELALUI PEMANFAATAN LIGHT TRAP BERBASIS ENERGI SURYA PADA LAHAN SAWAH UNTUK MENGURANGI PENGGUNAAN PESTISIDA AR, Trisnawaty; Thamrin, Nining Triani; Sofyan, Wahyudi; Asra, Reza; Mursalat, Aksal; Irwan, Muh.
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v9i1.30805

Abstract

Penggunaan light trap sebagai upaya mengurangi penggunaan pestisida sintetik dalam pengendalian hama yang ramah lingkungan merupakan usaha altematif yang lebih efektif dalam mengendalikan populasi dan penyebaran serangga hama. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan pembinaan secara berkala kepada kelompok tani Desa Carawali terkait pengaplikasian light trap di lapangan. Kegiatan Pengabdian pada masyarakat ini meliputi dilaksanakan pada bulan Januari – Maret 2023 di desa Carawali, Kec. Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang. Kegiatan meliputi: a.) Obeservasi dan survei lokasi; b) Sosialisasi; c) Pelaksanaan pendampingan; d) Pengamatan, serta e) Monitoring dan Evaluasi. Hasil pengamatan tangkapan alat perangkap hama light trap berbasis energi surya yang telah dipasang pada lahan sawah petani memperlihatkan hasil tangkapan yang cukup banyak dan  setelah minggu ke-4 populasi hama serangga di areal penanaman padi makin berkurang. pemanfaatan light trap berbasis energi surya merupakan solusi yang efektif untuk mengurangi penggunaan pestisida pada lahan sawah. Penggunaan light trap membantu mengurangi jumlah hama yang masuk ke lahan sawah tanpa mengandalkan pestisida. Kata kunci: Energi surya, light trap, pestisida, sawah. ABSTRACT The use of light traps as an effort to reduce the use of synthetic pesticides in environmentally friendly pest control is a more effective alternative in controlling the population and spread of insect pests. This activity aims to provide regular assistance and guidance to Carawali Village farmer groups regarding the application of light traps in the field. This community service activity includes being held in January - March 2023 in the village of Carawali, Kec. Watang Pulu, Sidenreng Rappang Regency. Activities include: a.) Observation and site surveys; b) Socialization; c) Implementation of assistance; d) Observation, and e) Monitoring and Evaluation. The results of observing the catch of solar energy-based light traps that have been installed in farmers' paddy fields show quite a lot of catches and after the 4th week the population of insect pests in the rice planting area decreases. the use of solar energy-based light traps is an effective solution to reduce the use of pesticides in paddy fields. The use of light traps helps reduce the number of pests that enter paddy fields without relying on pesticides. Keywords: Solar cell, light traps, pesticide, ricefield.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN SUMBER DAYA LAUT UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN NELAYAN DI KELURAHAN TANAH BERU KECAMATAN BONTO BAHARI Fatmawati, Fatmawati; Fitrianti, Retno; Zaenal, Mirzalina; Nurqamar, Insany Fitri
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v9i1.30917

Abstract

Peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan sumber daya laut di Kelurahan Tanah Beru Kecamatan Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan memberi manfaat bagi keluarga nelayan dalam menambah pengetahuan dan kemampuan dalam mengolah sumber daya laut sebagai pangan yang memiliki value added serta mampu menghasilkan diversifikasi produk olahan ikan yang berdaya saing. Melalui pelatihan ini diajarkan mengolah ikan menjadi pangan yang bernilai jual tinggi serta diajarkan pula proses pengemasan, labeling produk hingga pemasaran secara digital. Dengan metode penyajian berupa penyuluhan dan melakukan praktek pengolahan ikan tersebut. Juga akan dilakukan pendampingan bagi kelompok nelayan tersebut hingga mereka mampu secara mandiri untuk memproduksi olahan Ikan Tuna tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Pertemuan Kelompok Nelayan  BAMBERA Kelurahan Tanah Beru Kecamatan Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba. Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini, para nelayan tidak hanya menjual hasil tangkapan secara mentah, melainkan dapat juga memproduksi produk olahan ikan yang bernilai dan laku di pasaran. Dengan bertambahnya pengetahuan dan keterampilan melaui pengabdian masyarakat ini, diharapkan para nelayan di Tanah Beru mampu mengolah sumber daya laut lebih baik lagi sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan kesejahteraan economi secara finansial serta mandiri bagi masyarakat Bonto Bahari. Kata kunci: Sumberdaya laut, nelayan, kesejahteraan. ABSTRACT Improving Community Welfare Through Optimising the Utilisation of Marine Resources in Tanah Beru Village, Bonto Bahari District, Bulukumba Regency is a Community Service Activity that aims to benefit fishermen's families in increasing their knowledge and ability to process marine resources as food that has added value and is able to produce diversified processed fish products that are competitive. Through this training, community were taught to process fish into high-value food and also taught the process of packaging, product labelling to digital marketing. With the presentation method in the form of counselling and practice of fish processing. There was also mentoring for the farmer group until they are able to independently produce the processed cassava. This activity was held at the Meeting Hall of the BAMBERA Fishermen Group of Tanah Beru Village, Bonto Bahari District, Bulukumba Regency. It is expected that after participating in this activity, the fishermen will not only sell their catches raw, but can also produce processed fish products that are valuable and marketable. With the increase in knowledge and skills through this community service, it is hoped that fishermen in Tanah Beru will be able to process marine resources better so as to increase family income and financial economic welfare and be independent for the Bonto Bahari community. Keywords: Marine Resources, fisherment, welfare.
PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI ECO-ENZYME DI DESA KOTAYASA, SUMBANG, BANYUMAS GUNA MENGATASI PERMASALAHAN SAMPAH DAN MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT Heryawati, Amelia Putri; Adijana, Reksa Satria; Muthia, Difa Sri; Faiq, Daffa Naufal; Suharti, Woro Sri
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v9i2.21277

Abstract

Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas merupakan desa yang memiliki permasalahan kemiskinan dan sampah yang menumpuk namun belum ada pengangkutan dan pengolahan sampah. Terdapat potensi dengan pengolahan sampah yang akan meningkatkan perekonomian masyarakat dan mengatasi masalah sampah. Produksi sampah organik dan anorganik cukup banyak setiap harinya, terutama sampah yang berasal dari pasar. Sampah pasar sebagian besar adalah sampah organik. Salah satu cara penanganan sampah organik yaitu dengan mengolahnya menjadi eco-enzyme. Eco-enzyme bermanfaat sebagai pembersih serba guna, sebagai pupuk untuk tanaman serta dapat digunakan sebagai pestisida alami untuk mengendalikan penyakit dan hama tanaman. Tujuan dari kegiatan ini adalah:                      1) Sosialisasi pembuatan eco-enzyme skala rumah tangga; 2) Pelatihan pembuatan eco-enzyme skala rumah tangga; 3) Pelatihan pembuatan eco-enzyme skala besar. Tahapan kegiatan meliputi: 1) Sosialisasi pembuatan eco-enzyme skala rumah tangga; 2) Pelatihan pembuatan eco-enzyme skala rumah tangga; 3) Pelatihan pembuatan eco-enzyme skala besar; dan 4) Evaluasi kegiatan. Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian di Desa Kotayasa yaitu sosialisasi mengenai eco-enzyme yang tersampaikan dengan baik, praktik pembuatan eco-enzyme sebanyak 2 tong yang diamati oleh masyarakat. Kata kunci: Banyumas, Desa Kotayasa, Eco-enzyme, sampah organik. ABSTRACT Kotayasa Village in Sumbang Banyumas District is a village that has problems of poverty and garbage that has accumulated. However, there is no transportation and processing of waste. There is potential for waste processing which will improve the community's economy and overcome the waste problem. The production of organic and inorganic waste is quite a lot every day, especially waste that comes from the market. Market waste is mostly organic waste. One way to handle organic waste is to process it into eco-enzymes. Eco-enzyme is useful as a general-purpose cleaner, as a fertilizer for plants and can be used as a natural pesticide to control plant diseases and pests. The objectives of this activity are: 1) Dissemination of household-scale eco-enzyme production; 2) Training on household-scale for eco-enzyme production; 3) training on large-scale for eco-enzyme production. The activity stages include: 1) Dissemination of household-scale eco-enzyme production; 2) household-scale eco-enzyme production training; 3) Large-scale eco-enzyme production training; and 4) Activity evaluation. The results achieved from the community service activities in Kotayasa Village were socialization of the eco-enzyme which was well conveyed, the practice of making 2 barrels of eco-enzyme which was observed by the community. Keywords: Banyumas, eco-enzyme, organic waste, Kotayasa Village.
PENERAPAN SISTEM HIDROPONIK SEDERHANA DALAM BUDIDAYA TANAMAN PAKCOY PADA SKALA RUMAH TANGGA DI DESA KUBANG JAYA Mellisa, Mellisa; Fitriyeni, Fitriyeni; Hidayati, Nurkhairo; Imania, Imania; Anthonia, Salshadilla
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v9i2.22469

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk lebih memasyarakatkan kegiatan menanam tanaman secara sistem hidroponik sederhana terutama pada jenis hidroponik sistem sumbu (wick system) terkhusus di daerah perkotaan, salah satunya yaitu dikawasan daerah Desa Kubang Jaya, Kabupaten Kampar. Budidaya tanaman secara hidroponik ini sangat sesuai diterapkan di perkotaan yang sudah padat oleh pemukiman para warga serta bangunan gedung –gedung perindustrian. Keterbatasan lahan pertanian, membuat orang-orang harus mencari suplai bahan-bahan makanan dari luar kota. Penanaman tanaman secara hidroponik ini tentunya bisa menjadi peluang bisnis yang menarik bagi para wirausahawan baru dan dapat menambah penghasilan keluarga. Budidaya secara hidroponik ini, dapat pula dikembangkan menjadi usaha rumahan (home industry) ataupun UKM (usaha kecil dan mikro). Kegiatan pengabdian ini berbentuk pelatihan penerapan sistem hidroponik sederhana dalam budidaya tanaman pakcoy pada skala rumah tangga. Kegiatan pengabdian ini meliputi: pemberian materi dengan metode ceramah dan Tanya jawab, praktek pembuatan media hidroponik dan budidaya tanaman secara hidroponik. Kegiatan ini akan dilaksanakan dengan tiga tahap, yaitu : pertama adalah tahap perencanaan kegiatan dengan mengundang masyarakat  di Desa Kubang Jaya, lalu tahap kedua adalah penyampaian materi dan tanyajawab atau umpan balik dari masyarakat untuk melihat tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang sistem hidroponik, yang terakhir adalah melakukan praktek pembuatan media tanam dengan sistem hidroponik sederhana dan melakukan budidaya tanaman pakcoy menggunakan media tanam sistem hidroponik sederhana. Kata kunci: Penerapan, sistem hidroponik sederhana, pakcoy, budidaya, rumah tangga. ABSTRACT This community service activity aims to further promote the activity of growing plants using a simple hydroponic system, especially the wick system hydroponic type, especially in urban areas, one of which is in the Kubang Jaya Village area, Kampar Regency. Hydroponic plant cultivation is very suitable to be applied in urban areas that are already densely populated by residents and industrial buildings. Limited agricultural land, making people have to look for supplies of food ingredients from outside the city. Hydroponic planting can certainly be an attractive business opportunity for new entrepreneurs and can increase family income. This hydroponic cultivation can also be developed into a home industry (home industry) or SMEs (small and micro-businesses). This service activity is in the form of training on the application of a simple hydroponic system in cultivating pakcoy plants on a household scale. This service activity includes: providing material with lecture and question and answer methods, the practice of making hydroponic media and hydroponic plant cultivation. This activity will be carried out in three stages, namely: the first is the activity planning stage by inviting the community in Kubang Jaya Village, then the second stage is the delivery of material and question and answer or feedback from the community to see the level of knowledge and understanding of the community about the hydroponic system. practice making planting media with a simple hydroponic system and cultivating pakcoy plants using a simple hydroponic system planting media. Keywords: Application, simple hydroponic system, pakcoy, cultivation, household.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DI KOTA MAKASSAR: Improvement of Adolescent Reproductive Health and Sexually Transmitted Infections Knowledge at Vocational High School Students in Makassar City Jusuf, Elizabet Catherine; Lisal, Lenny Maria; Mappaware, Nasrudin Andi; Padjalangi, Andi Nursanty; Mailoa, Johnsen; Aries, Dwicky Limbersia; Astari, Prilly
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v9i2.24018

Abstract

Remaja adalah usia yang rentan mengalami berbagai masalah kesehatan reproduksi seperti kehamilan usia dini, pelecehan seksual dan infeksi menular seksual (IMS). Tingkat pengetahuan yang rendah tentang IMS memberi peluang untuk remaja melakukan perilaku seksual yang tidak aman. Menurut data Centers for Disease Control and Prevention (CDC) tahun 2017, kasus IMS baru pada usia remaja yang berumur 15-24 tahun diketahui berkontribusi sebesar 50% dengan resiko yang sama besar pada laki-laki dan perempuan. Tujuan kegiatan penyuluhan ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang kesehatan reproduksi remaja dan infeksi menular seksual. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 dengan lokasi mitra SMK Muhammadiyah 3 Makassar. Teknik pengambilan sampel untuk evaluasi menggunakan metode systematic random sampling, mengambil sampel siswa sebanyak 50 responden. Evaluasi tingkat pengetahuan siswa dilakukan dengan tahapan pre-test, penyampaian materi dengan metode ceramah, sesi tanya jawab dan diskusi kemudian diakhiri dengan post-test. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai rata-rata hasil pre-test yaitu 9,02 dan nilai rata-rata hasil post-test yaitu 12,94 dengan nilai maksimal yaitu 15. Hasil uji Wilcoxon signed rank test setelah diberikan penyuluhan kesehatan menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan (Z= -6,183), nilai p-value yang didapatkan pada penelitian adalah 0,000 yang menunjukan 50 siswa (100%) responden mengalami peningkatan pengetahuan tentang penyakit menular seksual yang berarti (p-value<0,05). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja dan infeksi menular seksual pada siswa setelah dilakukan penyuluhan kesehatan. Kata kunci: Pengetahuan, kesehatan reproduksi remaja, infeksi menular seksual. ABSTRACT Adolescents are an age that is vulnerable to reproductive health problems such as early pregnancy, sexual harassment and sexually transmitted infections (STIs). Low levels of knowledge about sexually transmitted diseases have the opportunity to engage in unsafe sexual behavior. According to data from the Centers for Disease Control and Prevention (CDC) in 2017, new STIs cases in adolescents aged 15-24 years are known to contribute 50% with the same risk for men and women. The purpose of this research is to increase students' knowledge about adolescent reproductive health and sexually transmitted infections. This research was conducted on October, 2022, the research location at SMK Muhammadiyah 3 Makassar. Sampling technique with systematic random sampling method, the sample of students as many as 50 respondents. Evaluation of students' knowledge level is carried out in stages in the form of pre-test, delivery of material using the lecture method, question and answer session and discussion then ended with a post-test. The results of this study indicate the average value of the pre-test results is 9.02 and the average post-test results is 12.94 with a maximum value of 15. The results of the Wilcoxon signed rank test after being given health counseling showed a significant effect (Z = -6.183), the p-value obtained in the study was 0.000 which showed 50 students (100%) respondents experienced a significant increase in knowledge about sexually transmitted diseases (p-value < 0.05). The results of this study indicate that there is an increase in knowledge about adolescent reproductive health and sexually transmitted infections in students after health education is carried out. Keywords: Knowledge, adolescent reproductive health, sexually transmitted infections
PEMANFAATAN BIOCHAR DARI TONGKOL JAGUNG SEBAGAI PUPUK SLOW-RELEASE PADA LAHAN KEBUN KAKAO MILIK KELOMPOK TANI MAMMINASA DECENG DI KABUPATEN SOPPENG Sukmawati, Sukmawati; Rahim, Iradhatullah; Arodhiskara, Yadi; Selao, Ahmad; Harsani, Harsani; Syafnur, Aswar
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v9i2.24476

Abstract

Kandungan bahan organik merupakan salah satu indikator kesuburan tanah. Biochar sebagai bahan organik mampu meningkatkan kandungan C-organik sekaligus meningkatkan retensi hara di dalam tanah. Pemanfaatan biochar sebagai pupuk slow-release merupakan strategi peningkatan bahan organik sekaligus meningkatkan retensi hara untuk efisiensi pemupukan.   Kegiatan ini bertujuan melakukan demonstrasi penggunaan biochar sebagai pupuk slow-release mulai dari pembuatan hingga aplikasi pada tanaman kakao. Luaran dari kegiatan ini adalah 6 orang dosen dari Universitas Muhammadiyah Parepare melakukan kegiatan di luar kampus dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat dan  9 orang mahasiswa agroteknologi berkegiatan di luar kampus yang dapat mengkonversi CPMK dua mata kuliah, Budidaya Tanaman Pangan dan Perkebunan serta Kesuburan Tanah dan Pemupukan. Selain itu penerima manfaat yang lebih utama adalah Kelompok Tani Mamminasa Deceng sebanyak 25 orang. Dalam kegiatan ini diproduksi biochar sebanyak 3.780 liter yang dibuat pupuk slow-release dengan menggunakan pupuk NPK sebanyak 252 g yang dapat digunakan untuk pemupukan sebanyak 420 pohon kakao. Kata kunci: Biochar, biopori, pupuk pelepasan lambat, perkebunan,  tongkol jagung. ABSTRACT Organic matter content is an indicator of soil fertility. Biochar as an organic matter can increase the C-organic content while increasing nutrient retention in the soil. The use of biochar as a slow-release fertilizer is a strategy to increase organic matter while increasing nutrient retention for fertilization efficiency. This activity aims to demonstrate the use of biochar as a slow-release fertilizer starting from manufacture to application on cocoa plants. The output of this activity was 6 lecturers from Parepare Muhammadiyah University carrying out activities outside the campus in the form of community service and 9 agrotechnology students carrying out activities outside the campus who were able to convert CPMK to two courses in the cultivation of food crops and plantations as well as soil fertility and fertilization. In addition, the more important beneficiaries are the Mamminasa Deceng farmer group of 25 people. In this activity, 3,780 liters of biochar were produced, which was made into slow-release fertilizer using 252 g of NPK fertilizer to fertilize 420 cocoa trees. Keywords: Biochar, biopori, slow-release fertilizer, plantation, corn cob.
EDUKASI DAN MITIGASI PENANGGULANGAN KEJAHATAN TERHADAP KEMANUSIAAN DI DESA CILAME Situmeang, Sahat Maruli Tua; Pane, Musa Darwin; Fidowaty, Tatik
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v9i2.24769

Abstract

Program kemandirian masyarakat Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Komputer Indonesia dilaksanakan melalui kegiatan edukasi dan advokasi di Desa Cilame dengan tema edukasi dan advokasi mitigasi penanggulangan kejahatan terhadap kemanusiaan di Desa Cilame yang mana tujuannya adalah sebagai upaya pencegahan terjadinya kejahatan terhadap kemanusiaan yang berkembang di masyarakat seperti kasus bullying, perundungan dan lain sebagainya yang dipandang juga sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. Metode yang digunakan adalah dengan memaparkan materi dengan metode ceramah kemudian dilakukan diskusi melalui tanya jawab. Dalam kegiatan PKM ini dilibatkan mahasiswa agar memperoleh pengalaman di luar kampus dan juga dosen yang berkegiatan di luar kampus yang hasilnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Edukasi yang disampaikan merupakan upaya preventif dengan memberikan pengetahuan dan pemahaman hukum serta pendirian Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) sebagai infrastruktur yang berada di desa yang dipandang mudah diakses oleh masyarakat, mengingat bahwa desa merupakan barisan terdepan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini dimana Fakultas Hukum UNIKOM telah melaksanakan kegiatan PKM di Desa Cilame sebanyak 3 kali dengan tema yang berbeda, harapannya Desa Cilame merupakan pilot projek desa yang memiliki kesadaran hukum yang tinggi yang dapat menjadi role model bagi desa lainnya. Adapun hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah masyarakat Desa Cilame mengetahui dan memahami kedudukannya sebagai subjek hukum dan memahami upaya pencegahan kejahatan tidak luput dari peran serta aktif dari masyarakat yang oleh karenanya peningkatan pemahaman hukum merupakan suatu keniscayaan bagi masyarakat Desa Cilame. Kata kunci: Edukasi, mitigasi, kejahatan, kemanusiaan, Desa Cilame. ABSTRACT The community self-reliance program, the Law Study Program, Faculty of Law, Indonesian Computer University, is carried out through educational and advocacy activities in Cilame Village with the theme of education and advocacy for mitigating crimes against humanity in Cilame Village, where the aim is to prevent crimes against humanity from developing in society, such as cases of bullying, harassment and so on which are also seen as crimes against humanity. In this PKM activity students are involved in order to gain experience outside the campus and also lecturers who have activities outside the campus whose results can be utilized by the community. The education delivered is a preventive effort by providing legal knowledge and understanding as well as the establishment of a Consultation and Legal Aid Institute (LKBH) as an infrastructure whose existence in the village is seen to be easily accessible by the community, bearing in mind that the village is the front line dealing directly with the community. Through this activity where UNIKOM's law faculty has carried out PKM activities in Cilame Village 3 times with different themes, it is hoped that Cilame Village will become a Village pilot project that has high legal awareness that can be a role model for other villages. The results of this community service activity are that the people of Cilame Village know and understand their position as legal subjects and understand that crime prevention efforts do not escape the active participation of the community, which is why increasing understanding of the law is a necessity for the people of Cilame Village. Keywords: Education, mitigation, crime, humanity, Cilame Village.
DISEMINASI TEKNOLOGI KARBONTECH BIOCHAR UNTUK PENYEDIAAN BIBIT KAKAO TAHAN KEKERINGAN Sukmawati, Sukmawati; Rahim, Iradhatullah; Arodhiskara, Yadi; Harsani, Harsani; Syafnur, Aswar
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v9i1.24869

Abstract

Pertumbuhan bibit kakao seringkali mengalami kekeringan diawal pertumbuhannya, sehingga dibutuhkan teknologi pengelolaan air sejak masa pembimbitan. Biochar merupakan media berpori yang dapat dijadikan media tanam pada pertumbuhan tanaman.   Kegiatan ini bertujuan menyediakan 1000 bibit kakao yang tahan kekekering dan hama penyakit. Luaran dari kegiatan ini adalah tersedianya 1000 bibit kakao yang tahan kekeringan untuk didistribusi kepada 5 oarng anggota kelompok tani mamminasa Deceng. Sedangkan luaran IKU menghasilkan luaran, yakni: 6 orang dosen dari Universitas Muhammadiyah Parepare melakukan kegiatan di luar kampus dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat dan  9 orang mahasiswa agroteknologi berkegiatan diluar kampus  yang  dapat mengkonversi CPMK 2 matakuliah budidaya tanamana pangan dan perkebunan serta   kesuburan tanah dan pemupukan. Dalam kegiatan ini diproduksi biochar sebanyak 2.100 liter yang dibuat media tanaman bersama dengan tanah dengan perbandingan 1:1. Polibag yang digunakan berukuran 20 x 30 cm, dimana 1 polibag berisi 2.1 liter biochar. Biochar yang digunakan akan disertifikasi pada saat bibit sudah ditanam dan dikonversi menjadi karbon kredit untuk diperdagangkan.. Kata kunci: Kakao, kekeringan, media tanam, pirolisis, retensi air. ABSTRACT The growth of cocoa seedlings often experiences drought at the beginning of their growth, so that water management technology is needed from the seedling period. Biochar is a porous medium that can be used as a planting medium for plant growth. This activity aims to provide 1000 cocoa seedlings that are resistant to drought and pests. The output of this activity was the availability of 1,000 drought-resistant cocoa seedlings to be distributed to 5 members of the Deceng mamminasa farmer group. While the output of the IKU produced outputs, namely: 6 lecturers from Universitas Muhammadiyah Parepare carrying out activities outside the campus in the form of community service and 9 agrotechnology students doing activities outside the campus who could convert CPMK 2 courses in food crop cultivation and plantations as well as soil fertility and fertilization. In this activity as much as 2100 liters of biochar was produced which was made into plant media together with soil with a ratio of 1:1. The polybags used were 20 x 30 cm in size, where 1 polybag contained 2.1 liters of biochar. The biochar used will be certified when the seeds have been planted and converted into carbon credits to be traded. Keywords: Cocoa, drought, growing media, pyrolysis, water retention.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 2 JANUARI 2026 Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 1 OKTOBER 2025 Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 4 JULI 2025 Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 3 APRIL 2025 Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 2 JANUARI 2025 Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 1 OKTOBER 2024 Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024 Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023 Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023 Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022 Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 2 MEI 2022 Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021 Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021 Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020 Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020 Vol. 5 No. 1 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 1 OKTOBER 2019 Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 2 MEI 2019 Vol. 4 No. 1 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 1 OKTOBER 2018 Vol. 3 No. 2 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 2 MEI 2018 Vol. 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018 Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 1 OKTOBER 2017 Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 2 MEI 2017 Vol 2, No 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 1 No. 2 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 2 MEI 2016 Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 1 OKTOBER 2015 More Issue