cover
Contact Name
Eny Puspani
Contact Email
jurnaltropika@unud.ac.id
Phone
+62361-222096
Journal Mail Official
jurnaltropika@unud.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Udayana Kampus UNUD, Bukit Jimbaran Badung, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Peternakan Tropika
Published by Universitas Udayana
ISSN : jurnaltr     EISSN : 27227286     DOI : https://doi.org/10.24843/JPT
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan Tropika (JPT) was published by the Faculty of Animal Husbandry, Udayana University. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) is published regularly, three times a year, in January-April, May-August, and September - December. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) summarizes various manuscripts in the field of animal husbandry such as nutrition, production, reproduction, post-harvest (processing and technology) and socio-economic fields of livestock. Open manuscripts for lecturers and researchers related to the field of animal husbandry, and open to S1, S2 and S3 students, by following the rules set by Jurnal Peternakan Tropika (JPT).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 718 Documents
TINGKAT PENERAPAN TEKNOLOGI USAHA TERNAK BABI RAMAH LINGKUNGAN DI DESA TUA KECAMATAN MARGA KABUPATEN TABANAN Winda anjani N. L. G.; N. w. Tatik Inggriati; N. K. Nuraini
Jurnal Peternakan Tropika Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha ternak babi yang dilakukan di pemukiman perdesaan secara intensif dapat menimbulkan permasalahan lingkungan, yaitu kesulitan dalam pembuangan limbah kotoran ternak. Tingkat penerapan teknologi usaha ternak babi ramah lingkungan di Desa Tua Kecamatan Marga diukur dengan beberapa variabel tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk : 1). Mengetahui tingkat penerapan teknologi usaha ternak babi ramah lingkungan di Desa Tua, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. 2). Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat penerapan teknologi usaha ternak babi ramah lingkungan di lokasi penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survai terhadap 50 responden, menggunakan instrumen penelitian berupa kuisioner. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan koefisien kolerasi berjenjang Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1). Persentase skor tingkat penerapan teknologi usaha ternak babi ramah lingkungan di Desa Tua adalah kategori rendah (51,5%) 2). Persentase skor untuk pengetahuan peternak adalah: kategori tinggi (74,3%) 3) persentase skor untuk sikap peternak adalah kategori negatif (45,67%) 4). Persentase skor untuk persepsi peternak adalah kategori baik (71,72%) 5). Persentase skor untuk motivasi peternak adalah  kategori kuat (75,60%). Pengetahuan dan sikap peternak memiliki hubungan sangat nyata (p<0,01) untuk pendidikan formal memiliki hubungan negatif sangat nyata, jumlah pemilikan ternak memiliki hubungan nyata (p<0,05) dan umur memiliki hubungan negatif nyata, selanjutnya persepsi dan motivasi mempunyai hubungan yang tidak nyata (p>0,10) dengan tingkat penerapan teknologi usaha ternak babi ramah lingkungan di Desa Tua Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan
PENGARUH PENAMBAHAN DAUN PEPAYA TERFERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP ORGAN DALAM ITIK BALI Wiliyanti N. K.; N. W. Siti; N. M. Witariadi
Jurnal Peternakan Tropika Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was to determine the effect of fermented papaya leafs in the ration to internal organs bali female ducks. Duck been used were 45 bali female ducks. The design used was randomized completely design, which consists of three treatment and five replication so there are 15 experimental units, each treatment used three bali female duck. Three treatments such as of A (control ration not containing fermented papaya leafs), B (ration containing 5% fermented papaya leafs), C (ration containing 10% fermented papaya leafs). Variables observed were liver, heart, gall bladder, spleen, gizzard, small intestine and large intestine. The results showed that the addition of fermented papaya leaf in the ration given significant effect (P<0,05) to liver weight, heart weight, length small intestine and length large intestine bali female duck and given not significant affect (P>0,05) to spleen, gaal bladder, and gizzard weight bali female duck. The result of study showed that treatments 5% has significant affect to internal organs. Internal organs such as heart weight, length small intestine and length large intestine have higher weight than control. Treatments 10%, on the other hand, only affect heart and liver weight compare to control. In addition to those, this study also found that both treatments (5% and 10%) not influence gizzard, spleen and gaal bladder weight.
TINGKAT PENERAPAN TEKNOLOGI SAPTA USAHA TERNAK SAPI OLEH KELOMPOK SIMANTRI DI DESA PEJENG KANGIN DAN PEJENG KELOD KECAMATAN TAMPAKSIRING KABUPATEN GIANYAR ANTARA I K. J.; I G. SUARTA; N. K. NURAINI
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat penerapan teknologi serta faktorfaktor yang ada hubungannya dengan tingkat penerapan teknologi sapta usaha ternak sapi bali oleh kelompok simantri di Desa pejeng Kangin dan Desa Pejeng Kelod. Penelitian dilakukan di Desa Pejeng Kangin dan Pejeng Kelod, Kecamatan Tampaksiring pada peternak yang tergabung dalam Gapoktan simantri. Responden penelitian sebanyak 40 orang yang terdiri dari 20 orang anggota kelompok simantri di Desa Pejeng Kangin dan 20 orang anggota kelompok simantri di Desa Pejeng Kelod. Pengambilan sampel menggunakan metode sensus yaitu dengan mengambil seluruh unit populasi sebagai responden. Metode pengambilan data adalah wawancara secara langsung, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tingkat penerapan teknologi sapta usaha ternak sapi kelompok  peternak gapoktan Buana Sari (Desa Pejeng Kangin) sangat nyata lebih baik (P<0,01) dibandingkan kelompok peternak gapoktan Sri Sedana Mumbul (Desa Pejeng Kelod); (2) Untuk gapoktan Buana Sari, pengetahuan, sikap, keterampilan, intensitas komunikasi dan pelatihan yang diterima masing-masing berhubungan sangat nyata (P<0,01), umur berhubungan negatif nyata (P<0,05) dengan tingkat penerapan teknologi sapta usaha ternak sapi. Terdapat hubungan sangat nyata (P<0,01) antara sikap dengan tingkat penerapan dan hubungan yang nyata (P<0,05) antara keterampilan dengan tingkat penerapan teknologi sapta usaha ternak sapi pada peternak Gapoktan Sri Sedana Mumbul (Desa Pejeng Kelod).
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK BAKTERI SELULOLITIK B-6 MELALUI AIR MINUM TERHADAP KADAR PROTEIN, LEMAK, KOLESTEROL DAN WARNA KUNING TELUR AYAM LOHMANN BROWN UMUR 40-48 MINGGU Dananjaya I. B. P. O.; I G. N. G. Bidura; D. P. M. A. Candrawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 2 (2018): May - August 2018
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to study the effect of supplemented cellulolytic bacteria B-6 as a probiotic sourches in drinking water on the protein, fat, cholesterol and egg yolk color contents in egg of Lohmann Brown laying hens aged 40-48 week. The research was conducted in Dajan Peken Village, Tabanan, Bali, for three months. The design used in this study was Completely Randomized Design with three treatments and six replications. The treatments were: drinking water without probiotic addition of B-6 Cellulolytic bacteria as control (A), drinking water with probiotics of B-6 Cellulolytic bacteria as much as 0,2% (B), and drinking water with probiotic of B-6 Cellulolytic bacteria with 0,4% (C). The variables observed in this study were egg yolk protein, fat, cholesterol and egg yolk color. The results showed that the egg yolk protein and egg yolk color at treatment of B and C were significantly higher (P<0,05) than those of A treatment, while egg yolk fat and egg yolk cholesterol at treatment of B and C were significantly lower (P<0,05) than those of A treatment. It can be concluded that the supplemented of 0,2% and 0,4% cellulolytics bacteria B-6 as a probiotic sourches in drinking water improvement yolk color and protein content of egg, but decreasing fat and cholesterol content in egg of Lohmann Brown laying hens. Key Words : Cellulolytic Bacteria B-6, Lohmann Brown, Egg yolk
Konsumsi Nutrien, Kecernaan Bahan Kering Dan Bahan Organik Ransum Sapi Bali Di Posko Penampungan Ternak Desa Nongan Kabupaten Karangasem Dwipayana I K. B; N. N. Suryani; Mahardika I G.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Erupsi gunung agung yang terjadi pada bulan Agustus sampai Desember 2017 menyebabkan banyak ternak sapi diungsikan. Hal ini menyebabkan kesulitan untuk mendapatkan pakan ternak yang berkualitas baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsumsi nutrien, kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik ransum ternak di posko penampungan ternak akibat erupsi gunung agung. Penelitian dilakukan dua tahap, yaitu tahap pertama survei lapangan untuk mengetahui jenis pakan yang diberikan dan tahap kedua dilakukan di laboratorium untuk mengetahui kecernaan pakan. Hasil penelitian mendapatkan bahwa kualitas ransum di posko penampungan ternak lebih baik dari sebelumnya. Konsumsi ransum, kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik selama di penampungan lebih tinggi dari sebelum di penampungan. Kata kunci: konsumsi nutrien, kecernaan, bahan kering, kecernaan bahan organik, sapi bali.
PENGARUH PENGGANTIAN RANSUM KOMERSIAL DENGAN TEPUNG LIMBAH KECAMBAH KACANG HIJAU DIFERMENTASI TERHADAP PENAMPILAN ITIK BALI Witarja N. M. L. E.; N W. Siti; A. A. P. P. Wibawa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 8 No 2 (2020): Vol. 8 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPT.2020.v08.i02.p02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian ransum komersial dengan tepung limbah kecambah kacang hijau difermentasi terhadap penampilan itik bali jantan umur 0-8 minggu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan, tiap perlakuan menggunakan lima ulangan dan setiap ulangan menggunakan tiga ekor itik bali jantan dengan berat badan itik 43,8 ± 0,96 g. Perlakuan yang diberikan yaitu; P0 (ransum komersial 100%), P1 (penggantian 12,5% ransum komersial dengan tepung limbah kecambah kacang hijau difermentasi) dan P2 (penggantian 25% ransum komersial dengan tepung limbah kecambah kacang hijau difermentasi). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah berat badan awal, konsumsi ransum, konsumsi air minum, berat badan akhir, pertambahan berat badan dan Feed Convertion Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian 12,5% dan 25% ransum komersial dengan tepung limbah kecambah kacang hijau difermentasi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, konsumsi air minum, berat badan akhir, pertambahan berat badan dan FCR. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan penggantian sampai 25% ransum komersial dengan tepung limbah kecambah kacang hijau difermentasi tidak menurunkan penampilan itik bali jantan. Kata kunci : Itik bali, limbah,kacang hijau, ransum komersial, fermentasi
SUPLEMENTASI PROBIOTIK Saccharomyces spp. G-7 DALAM RANSUM BASAL TERHADAP JUMLAH LEMAK ABDOMEN DAN KADAR KOLESTEROL SERUM DARAH BROILER UMUR 2-6 MINGGU Anjarawati P.Y; Bidura IG.N.G; Puspani E
Jurnal Peternakan Tropika Vol 2 No 3 (2014)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi probiotik  Saccharomyces spp.G-7 dalam ransum basal terhadap jumlah lemak abdomen dan kadar kolesterol serum darah broiler umur 2-6 minggu. Penelitian lapangan dilaksanakan di Desa Dajan Peken, Tabanan Bali. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan enam kali ulangan. Ketiga perlakuan tersebut adalah: ransum basal tanpa suplementasi   Saccharomyces spp.G-7 sebagai kontrol (A); ransum basal dengan suplementasi 0,20% Saccharomyces spp.G-7 (B); dan ransum basal dengan suplementasi 0,40% Saccharomyces spp.G-7 (C).  Tiap-tiap ulangan menggunakan tiga ekor ayam broiler umur dua minggu dengan berat badan homogen. Hasil penelitian menujukan bahwa suplementasi 0,20-040% Saccharomyces spp.G-7 sebagai sumber probiotik dalam ransum basal secara nyata (P<0,05) dapat menurunkan jumlah lemak bantalan, lemak abdomen, dan kadar kolestrol serum darah broiler dibandingkan dengan kontrol. Akan tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap jumlah lemak mesenterium dan lemak ventrikulus dibandingkan dengan kontrol. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa suplementasi kultur probiotik Saccharomyces spp.G-7 dalam ransum broiler umur 2-6 minggu dapat menurunkan jumlah lemak abdomen dan kadar kolesterol serum darah broiler.
PEROMBAKAN LIMBAH TANAMAN PANGAN OLEH BAKTERI SELULOLITIK ASAL CACING TANAH Suberata I W.; I M. Mudita; I N. S. Sutama
Jurnal Peternakan Tropika Vol 5 No 3 (2017)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluation of ability on degrading agricultural waste by eight cellulolytic bacteria isolated from earthworm (Lumbricus rubellus) had been carried out for have the best cellulolytic bacteria as weeds crops degrader. The experiment was conducted with completely randomized design (CRD) 8 treatments and 3 replications, treatments based on the eight cellulolytic bacteria isolates with the code EB1CL, EB2CL, EB3CL, EB4CL, EB5CL, EB6CL, EB7CL and EB8CL.Evaluated of degrade ability measure by diameters of clear zone on agricultural waste were rice straw, rice bran, water hyacinth and water lettuce leaves. The results showed that cellulolytic bacteria isolated from earthworm coded EB1CL has produce highest clear zone diameters (P <0.05) on rice bran and water lettuce leaves substrate of 1,351 cm (Vs 1,239 - 1,331 cm) and 1,727 cm (Vs 1,621 - 1,721 cm), whereas the bacteria isolate coded EB8CL has produce highest clear zone diameter (P <0.05) on rice straw and water hyacinth substrates that were 1.060 cm (vs. 1.010 - 1.053 cm) and 1.495 cm (vs 1.394 - 1.494 cm). The bacteria isolates coded EB2CL had the lowest degradation ability on all substrates measured. Based on the result of this research, it can be concluded that cellulolytic bacteria isolate from earthworm with code EB1CL and EB8CL have the best ability in degrading of agricultural waste. Key words: Cellulolytic Bacteria, Earthworm, Ability on degrading substrates, Agricultural Waste
Cover dan Bagian Depan eJPT Vol. 4 No. 1 Tahun 2016 Tim Penyusun eJPT 2016
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover dan Bagian Depan eJPT Vol. 4 No. 1 Tahun 2016
Efisiensi Pemanfaatan Air Pada Legum Lokal Centrosema pubescens dan Clitoria ternatea Agustina N. K. A.; N. N. Candraasih; I W. Wirawan
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims to know the efficiency of water utilization in local legumes Centrosema pubescens and Clitoria ternatea with gave different concentration of water. The research was conducted for 12 weeks at the Green House Laboratory of Feeds, Faculty of Animal Science, Udayana University, Denpasar. The experimental design used in this research was completely randomn design (CRD) with split plot pattern. The main plot were the type of local legume, Centrosema pubescens (S) and Clitoria ternatea (C), while sub plot were the concentration of water 100% in field capacity (FC) (K1), 80% FC (K2), 60% FC (K3), 40% FC (K4). So, there were eight treatment combinations that were repeated five times with 40 experimental pots. The observed variables in the research were efficiency of water utilization, growth, plant’s production and characteristic grow of the plants. The research result showed that the local legumes were significant difference (P<0.05) in all variables except water utilization efficiency, plant height, number of leaves, dry weight of stem and root. Treatment of water concentration offered to the plants showed significant difference (P<0.05) on all variables except dry weight of leaves, root and the ratio of dry weight of leaves with stems. It can be concluded that the water level of 40% FC still be able to maintain the growth of local legumes as will as in the water concentration of 60% FC and 80% FC. Water concentration of 100% FC produced the highest yield on growth, production and characteristics grow of local legumes. The concentration water 40% FC gave the highest yield on efficiency of water utilization in local legumes. There was no interaction between the types of local legumes with different concentration of water. Keywords: Centrosema pubescens, Clitoria ternatea, waterconcentration, efficiency of water utilization