cover
Contact Name
Eny Puspani
Contact Email
jurnaltropika@unud.ac.id
Phone
+62361-222096
Journal Mail Official
jurnaltropika@unud.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Udayana Kampus UNUD, Bukit Jimbaran Badung, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Peternakan Tropika
Published by Universitas Udayana
ISSN : jurnaltr     EISSN : 27227286     DOI : https://doi.org/10.24843/JPT
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan Tropika (JPT) was published by the Faculty of Animal Husbandry, Udayana University. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) is published regularly, three times a year, in January-April, May-August, and September - December. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) summarizes various manuscripts in the field of animal husbandry such as nutrition, production, reproduction, post-harvest (processing and technology) and socio-economic fields of livestock. Open manuscripts for lecturers and researchers related to the field of animal husbandry, and open to S1, S2 and S3 students, by following the rules set by Jurnal Peternakan Tropika (JPT).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 718 Documents
Pengaruh Pemberian Ekstrak Air Bawang Putih (Allium sativum) Melalui Air Minum Terhadap Kualitas Fisik Telur Ayam Lohmann Brown Umur 22-30 Minggu Nanda W.; I G. N. G. Bidura; I. A. P. Utami
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to determine the extent of the effect of garlic (Allium sativum) on physical quality of eggs lohmann brown age 22-30 weeks. This research was conducted for 3 months at laying hens farm in Dajan Peken Village, Tabanan Sub-district, Tabanan Regency. 36 Lohmann Brown chickens with homogeneous weights were kept in 18 plots of batrey cages. The design used in this study was a complete randomized design (CRD) with 3 treatments and 6 replications. The treatment consisted of drinking water without added garlic water extract (A) as control, drinking water with 3% extra garlic water extract (B) and drinking water with additional garlic water extract of 6% (C). The variables observed in this study were egg weight, percentage of egg white to egg weight, egg yolk percentage to egg weight, and percentage of egg shell to egg weight. The results showed the egg weight, egg yolk percentage and egg shell percentage in chicken has given garlic water extract was significantly heavier (P <0.05) compared with the controls, while in actual egg white percentage (P> 0.05) smaller than control. Based on the result of this research, it can be concluded that the giving of garlic extract (Allium sativum) with 3% and 6% level through the drinking water can increase egg weight, egg yolk percentage, and egg shell percentage, and decrease percentage of chicken egg white Lohmann Brown age 22-30 weeks. Keywords: garlic, Lohmann Brown, egg quality,
Pengaruh Pemberian Tepung Kulit Buah Naga Terfermentasi pada Ransum terhadap Organ Dalam Ayam Petelur (Lohmann Brown) Umur 21 Minggu I P. R. S. Diana; M. Wirapartha; G. A. M. K. Dewi
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung kulit buah naga terfermentasi pada ransum terhadap organ dalam ayam petelur (Lohmann Brown) umur 21 Minggu. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Lapangan (Teaching Farm) Kampus Fakultas Peternakan Bukit, Jimbaran, Badung, Bali selama 1,5 bulan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan,setiap ulangan terdiri dari 3 ekor ayam, total ayam yang digunakan sebanyak 45 ekor. Adapun perlakuan yang diberikan yaitu R0= ransum tanpa kulit buah naga terfermentasi, R1= ransum kulit buah naga terfermentasi sebanyak 5% dan R2= ransum komersial. Variabel yang diamati adalah berat potong, berat hati, persentase hati, berat jantung, persentase jantung, berat empedu, persentase empedu, berat limpa, persentase limpa.Hasil penelitian menunjukan variabel berat potong, berat hati, berat limpa, persentase empedu dan limpa berbeda tidak nyata antara perlakuan R0, R1, dan R2 (P>0,05). Berat jantung, berat empedu, persentase hati dan persentase jantung perlakuan R1 dan R2 berbeda nyata (P<0,05) dibandingkan dengan R0. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan pemberian ransum dengan 5% kulit buah naga terfermentasi dan ransum komersial mempengaruhi berat jantung, berat empedu, persentase hati, persentase jantung dan tidak mempengaruhi berat potong, berat hati , berat limpa, persentase empedu dan persentase limpa pada ayam Lohmann Brown umur 21 minggu. Kata Kunci: ayam lohmann brown, organ dalam, kulit buah naga, saccharomyces cerevisiae
PENGARUH PEMBERIAN RANSUM KOMERSIAL DITAMBAH TEPUNG KULIT KERANG SEBAGAI SUMBER KALSIUM TERHADAP PRODUKSI TELUR AYAM ISA BROWN UMUR 95 MINGGU Rusnadi I. N. S.; G. A. M. K. Dewi; A. T. Umiarti
Jurnal Peternakan Tropika Vol 8 No 2 (2020): Vol. 8 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPT.2020.v08.i02.p08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan produksi telur ayam Isa Brown umur 95 minggu yang diberi ransum komersial ditambah tepung kulit kerang sebagai sumber kalsium. Penelitian dilaksanakan di Desa Pesedahan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem selama 4 minggu. Materi penelitian yang digunakan ayam petelur Isa Brown umur 95 minggu. Rancangan penelitian yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu ransum komersial tanpa tambahan tepung kulit kerang kalsium sebagai kontrol (A), ransum komersial ditambah1% tepung kulit kerang (B), ransum komersial ditambah 2% tepung kulit kerang (C), dan ransum komersial ditambah 3% tepung kulit kerang (D), masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 ulangan setiap ulangan terdiri dari 5 ekor ayam. Variabel yang diamati adalah konsumsi ransum, produksi telur harian (hend day production), bobot telur, dan FCR. Hasil penelitian yang diperoleh setelah pemberian perlakuan ransum komersial ditambahkan 1%, 2%, dan 3% tepung kulit kerang dapat meningkatkan bobot telur yang memperoleh rataan masing-masing sebesar 0,44%, 0,49%, 0,78% nyata lebih tinggi secara statistik berbeda nyata (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan A, sedangkan semua perlakuan secara statistik tidak berpengaruh terhadap variabel konsumsi ransum, produksi telur harian (hand day production), dan FCR. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ransum komersial dengan penambahan 2%, dan 3% tepung kulit kerang dapat meningkatkan bobot telur tetapi tidak memberikan hasil yang diharapkan terhadap produksi telur harian (hen day production), konsumsi ransum dan FCR dari ayam Isa Brown umur 95 minggu. Kata kunci : tepung kulit kerang, Isa Brown, produksi telur, ransum komersial
Pertumbuhan dan Hasil Rumput Benggala (Panicum maximum) yang Ditanam Bersama Legum Alysicarpus vaginalis dengan Dosis Pupuk N dan P Berbeda Kholqi K.; N. N. Candraasih K.; I W. Wirawan
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 3 (2019): Issue 7 No. 3 - 2019
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memberikan informasi mengenai pertumbuhan dan hasil rumput benggala (Panicum maximum) yang ditanam bersama legum Alysicarpus vaginalis dengan dosis pupuk N dan P berbeda. Penelitian dilakukan di Stasiun Penelitian Sesetan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana di Jalan Sesetan. Penelitian berlangsung selama 12 minggu, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola split plot terdiri atas petak utama yaitu pola pertanaman 1 Panicum maximum tanpa Alysicarpus vaginalis (A0), 1 Panicum maximum + 1 Alysicarpus vaginalis (A1), 1 Panicum maximum + 2 Alysicarpus vaginalis (A2), 1 Panicum maximum + 3 Alysicarpus vaginalis (A3), serta anak petak terdiri atas empat dosis yaitu N0P0 kg/ha (D0), N50P25 kg/ha (D1), N50P50 kg/ha (D2), N75P50 kg/ha (D3) terdapat 16 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 48 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu pertumbuhan, hasil dan karakteristik tumbuh tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil rumput Panicum maximumpada jumlah legum A0 memiliki rataan tertinggi pada variabel jumlah daun, jumlah anakan, berat kering daun,berat kering batang dan berat kering total hijauan. Dosis pupuk D3 rataan tertinggi pada variabel berat kering daun, berat kering akar dan berat kering total hijauan secara statistik menunjukkan perbedaam yang nyata. Kesimpulan pada penelitian ini rumput Panicum maximum yang ditanam tanpa legum Alysicarpus vaginalismemberikan pertumbuhan terbaikdan dosis pupuk N75P50 kg/ha memberikan respon yang terbaik pada rumput Panicum maximum dan terjadi interaksi antara pertanaman campuran jumlah legum dengan dosis pupuk N dan P pada variabel berat kering batang, berat kering akar dan berat kering total hijauan. Kata kunci : Pertumbuhaan, Hasil, Panicum maximum, Alysicarpus vaginalis, nitrogen, fosfor
Pengaruh Imbangan Energi dan Protein Ransum Terhadap Kualitas Telur Ayam Kampung Umur 20-30 minggu Agustini M.A; Dewi G.A.M.K; Wijana IW.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 2 No 2 (2014): Elektronikal Jurnal Ilmu Peternakan tropis
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh imbangan energi dan protein terhadap kualitas telur ayam kampung umur 20-30 minggu, telah dilakukan di Banjar Umadesa Desa Peguyangan Kaja, Denpasar Utara, Provinsi Bali. Penelitian ini berlangsung selama 10 minggu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu; ransum dengan kandungan energi 3100 kkal/kg dan protein 22% untuk perlakuan A, sedangkan perlakuan B, C, dan D menggunakan energi dan protein masing – masing 3000 kkal/kg dan 20% ; 2900 kkal/kg dan 18% ; 2800 kkal/kg dan 16%. Setiap perlakuan terdiri dari empat ulangan dan masing – masing ulangan menggunaka tiga ekor ayam kampung, sehingga terdapat 16 unit percobaan dan jumlah keseluruhan ayam yang digunakan sebanyak 48 ekor. Variabel yang diamati adalah berat telur, tebal kulit telur, indek telur, warna kuning telur dan haugh unit. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam, apabila diantara perlakuan terhadap perbedaan yang nyata ( P < 0,05 ), maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda dari Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ransum dengan imbangan energi dan protein ( 3100 kkal/kg dan 22% ; 3000 kkal/kg dan 20% ; 2900 kkal/kg dan 18% ; 2800 kkal/kg dan 16% ) tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot telur, tebal kulit telur, indek telur, warna kuning telur dan haugh unit pada ayam kampung umur 20-30 minngu.
PENGARUH PENGGUNAAN AMPAS TAHU TERFERMENTASI KHAMIR Saccharomyces spp DALAM RANSUM TERHADAP DISTRIBUSI LEMAK DAN KOLESTEROL DARAH BROILER Kirana N. G. P. S; I G. N. G. Bidura; E. Puspani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose this research is to know the effect of use 20% tofu waste fermented by Saccharomyces spp in ration on fat distribution and cholesterol serum of broiler. The experiment used of Complete Randomized Design (CRD) with three treatments and six replicates, with three broiler in each replicated. The treatments were basal diets as control (A), diets with 20% unfermented tofu waste (B), and diets with 20% tofu waste fermented by Saccharomyces spp (C), respectively. Results of this experiment showed that the fat pad of broiler in treatment C were significantly different (P<0.05) lower both than treatment A and B. Total cholesterol serum of broiler in treatment C was lower significantly (P<0.05) than treatment A, but not significantly with treatment B. Mesenteric fat and ventriculus fat has no significant different for all treatments.  It can be concluded that used of 20% tofu waste fermented by Saccharomyces spp in the ration can lower the percentage of pad fat and total cholesterol serum of broiler; and used of 20% tofu waste unfermented can be decrease total cholesterol serum of broiler.
EDIBLE OFFALS AYAM BROILER YANG DITAMBAHAN PROBIOTIK STARBIO PADA RANSUM Parwata IW.A.; Ariana IN.T; Oka A.A
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik starbio terhadap Edible Offals ayam broiler. Penelitian dilaksanakan selama 5 minggu dengan menggunakan ayam broiler fase stater. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua perlakuan. Perlakuan yang diberikan adalah P0 (ransum komersial tanpa ditambahkan probiotik starbio) dan P1 (ransum komersial yang ditambahkan probiotik starbio 0,25%). Variabel yang diamati adalah bobot potong, persentase hati, persentase jantung, persentase paru, persentase saluran pencernaan, persentase ceker, dan persentase kepala. Variabel tersebut dianalisis menggunakan Two Independent Sampel (T-Test). Hasil penelitian menunjukkan pemberian ransum komersial yang ditambahkan probiotik starbio 0,25% tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot potong, persentase hati, persentase jantung, persentase paru, persentase saluran pencernaan, persentase ceker, dan persentase kepala. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penambahan probiotik starbio 0,25% dalam ransum komersial tidak berpengaruh terhadap bobot potong, persentase hati, persentase jantung, persentase paru, persentase saluran pencernaan, persentase ceker, dan persentase kepala pada ayam broiler.
Managemen Pakan Pada Peternakan Babi Pembibitan milik Bapak I Made Sukarata di Br. Batu Paras, Desa Padangsambian Kaja, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar Sulastri N.N; I M. Mudita; I W. Sukanata
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 2 (2018): May - August 2018
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pigs are prolific livestock capable of producing large numbers of piglets at one birth. Pigs have many advantages that pigs are very efficient in utilizing feed. Pig is very good in processing the feed to be used as food for humans as in the carcass. With a rough feed the pig is able to grow relatively better. When given a standard ration or feed containing substances in accordance with the needs of life, pigs can reach 0.7-0,8kg / day body weight and some are able to reach up to 1kg / day with 2.5-3kg / day ration consumption so Feed conversion Ratio (FCR) can be between 3.5-3,7. In the management of pigs, one of the most noticed is the feed management. Taking into account the quality and quantity of feed in the ration is one of the most important factors in increasing the growth of livestock and the level of profit earned by the breeder.A good ration is a ration that is able to meet the nutritional needs required by livestock such as water, carbohydrates, fats, proteins, vitamins and minerals. In preparing the rations a variety of things must be considered so that rations can provide good effects for livestock such as the threshold of nutritional needs of the group of pig users, the content of food substances in the diet, the use of nutrients and the availability of materials including the price. In the farm owned by Mr. I Made Sukarata feed given has nutritional content that is still below the standards that will affect the growth and productivity of livestock.With 3kg / day feeding for mains and studs then 4kg / day for old pregnant and breastfeeding parents did not provide maximum growth when pig nutrition did not meet the needs. Liter size from the farm owned by Mr. I Made Sukarata is the range of 8-10 tail with birth weight 1.7-1.8 kg / head and weight loss of wean is 7kg / ekor. The growth of pigs is greatly influenced by the nutrients that depend on the feed.Keywords: Pig, ration and growth.
Analisis Kelayakan Finansial Usaha Peternakan Ayam Ras Petelur Secara Intensif (Studi Kasus di UD. Prapta, Karangasem, Bali) Pratama I. B. B.; I W. Sukanata; B. R. T. Putri
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pemeliharaan, dan kelayakan finansial. Penelitian ini dilakukan di UD. Prapta yang berlokasi di Desa Pesedahan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, yang dilakukan selama 3 bulan yaitu dari bulan November 2018 sampai dengan bulan Januari 2019. Kelayakan finansial dianalisis dengan menggunakan analisis kriteria investasi, Pay Back Period, Break Even Point, dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa usaha peternakan ayam ras petelur di UD. Prapta sudah menerapkan manajemen pemeliharaan dengan baik seperti manajemen pullet, kandang, pakan,tenaga kerja, produksi dan kesehatan ternak. Usaha peternakan ini layak secara finansial yang ditunjukan oleh NPV sebesar Rp. 2.096.377.202,10, IRR sebesar 26,53%, dan Net B/C 1,40. Pay Back Period tercapai dalam waktu 1 tahun 3 bulan 14 hari, sedangkan Break Even Point waktu tercapai dalam waktu 5 tahun 11 bulan 28 hari, Break Even Point tercapai ketika produksi telur sebanyak 6.809.961,19 butir/tahun atau ketika harga telur Rp. 1.041,86/butir. Hasil analisis sensitivitas menunjukan bahwa usaha peternakan ayam ras petelur UD. Prapta sensitif terhadap kenaikan harga pakan dan penurunan harga telur dengan nilai sensitivitas masing-masing sebesar 8,87% dan 5,68%. Kata Kunci: Ayam ras petelur, kelayakan finansial, sensitiv.
PENGARUH SUPLEMENTASI CAMPURAN MIKRO-NUTRIEN MELALUI AIR MINUM TERHADAP KUALITAS FISIK TELUR AYAM Purnamayana G. K.I; I P. A. Astawa; I M. Suasta
Jurnal Peternakan Tropika Vol 8 No 1 (2020): Issue 8 No. 1 (2020)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi campuran mikro-nutrien melalui air minum terhadap kualitas fisik telur ayam selama 4 bulan di Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali. Rancangan yang akan digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan tersebut adalah Ayam yang diberikan air minum tanpa pemberian suplementasi campuran mikro-nutrien sebagai kontrol (P0), Ayam yang diberikan air minum ditambah 5 gr suplementasi campuran mikro-nutrien dalam 10 liter air (P1), Ayam yang diberikan air minum ditambah 10 gr suplementsi campuran mikro-nutrien dalam 10 liter air (P2). Variabel yang diamati adalah berat telur, persentase kuning telur, persentase putih telur, persentase kulit telur, tebal kulit telur dan berat jenis telur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan P1 dan P2 nyata (P<0,05) meningkatkan berat telur, persentase putih telur, persentase kulit telur, tebal kulit telur dan berat jenis telur dibandingkan dengan perlakuan P0. Namun pada persentase kuning telur terjadi penurunan (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan P0. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian suplementasi campuran mikro-nutrien level 5 gr dan 10 gr dalam 10 liter air melalui air minum dapat meningkatkan berat telur, persentase putih telur, persentase kulit telur, tebal kulit telur dan berat jenis telur serta menurunkan persentase kuning telur ayam. Kata kunci : Telur, Suplementasi mikro-nutrien, kualitas fisik.