cover
Contact Name
Eny Puspani
Contact Email
jurnaltropika@unud.ac.id
Phone
+62361-222096
Journal Mail Official
jurnaltropika@unud.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Udayana Kampus UNUD, Bukit Jimbaran Badung, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Peternakan Tropika
Published by Universitas Udayana
ISSN : jurnaltr     EISSN : 27227286     DOI : https://doi.org/10.24843/JPT
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan Tropika (JPT) was published by the Faculty of Animal Husbandry, Udayana University. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) is published regularly, three times a year, in January-April, May-August, and September - December. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) summarizes various manuscripts in the field of animal husbandry such as nutrition, production, reproduction, post-harvest (processing and technology) and socio-economic fields of livestock. Open manuscripts for lecturers and researchers related to the field of animal husbandry, and open to S1, S2 and S3 students, by following the rules set by Jurnal Peternakan Tropika (JPT).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 718 Documents
EVALUASI KANDUNGAN NUTRISI RANSUM BROILER FASE STARTER YANG DIFERMENTASI MENGGUNAKAN BAKTERI PROBIOTIK LIGNOSELULOLITIK Lisandy M. A. R.; I M. Mudita; N. N. Suryani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 3 (2022): Vol. 10 No. 3 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya untuk meningkatkan performa broiler dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi fermentasi pada ransum dengan bakteri probiotik lignoselulolitik. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi ransum broiler fase starter yang difermentasi menggunakan bakteri probiotik lignoselulolitik dan mengetahui bakteri terbaik dari hasil fermentasi ransum. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan, yaitu ransum broiler fase starter difermentasi tanpa inokulum bakteri probiotik lignoselulolitik (RB0), ransum broiler fase starter difermentasi dengan inokulum Bacillus subtilis BR4LG (RB1), ransum broiler fase starter difermentasi dengan inokulum Bacillus sp. BT3CL (RB2), dan ransum broiler fase starter difermentasi dengan inokulum Bacillus sp. BT8XY (RB3). Masing-masing perlakuan ditambahkan inokulum sebanyak 5%. Variabel yang diamati yaitu, bahan kering, bahan organik, abu, protein kasar, serat kasar, lemak kasar, dan energi bruto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bakteri probiotik lignoselulolitik pada ransum mampu meningkatkan (P<0,05) kandungan bahan kering, abu, protein kasar, lemak kasar, dan energi bruto (P>0,05), serta menurunkan (P<0,05) kandungan bahan organik dan serat kasar terhadap ransum yang difermentasi tanpa bakteri probiotik lignoselulolitik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian bakteri probiotik lignoselulolitik memberikan pengaruh terhadap kandungan nutrisi ransum. Bakteri terbaik dalam penelitian ini adalah bacillus sp. BT3CL karena memiliki kandungan nutrisi tertinggi pada protein kasar 21,16% dan energi bruto 3,92 kkal/gr, serta kandungan nutrisi terendah pada serat kasar 2,48%, dan lemak kasar 10,37%.Kata kunci: bakteri probiotik lignoselulolitik, ransum broiler fase starter, kandungan nutrisi ransum.
PERFORMA PRODUKSI BABI LANDRACE PERSILANGAN PADA FASE STATER YANG DIBERI RANSUM DENGAN TAMBAHAN RAGI TAPE Wiguna I G. A. N. C.; I G .N. G. Bidura; A. A. P. P. Wibawa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 3 (2022): Vol. 10 No. 3 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana pengaruh dari penambahan ragi tape dalam ransum sebagai probiotik terhadap performa produksi Babi Landrace persiangan pada fase stater. Penelitian ini dilakukan di Banjar Kamasan, Desa Dajan Peken Kabupaten Tabanan. Penelitian ini terdiri dari empat perlakuan, yaitu: P0: babi yang diberikan ransum tanpa ragi tape sebagai kontrol; P1: babi yang diberikan ransum dengan ragi tape sebesar 0,1%; P2: babi yang diberikan ransum dengan ragi tape sebesar 0,2%; dan P3: babi yang diberikan ransum dengan ragi tape sebesar 0,3%. Setiap perlakuan terdiri dari empat ulangan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah konsumsi ransum, berat badan akhir, penambahan bobot badan serta feed convertion ratio (FCR). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penambahan ragi tape dalam ransum sebagai sumber probiotik sebesar 0,1%, 0,2%, 0,3% berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap berat badan akhir pertambahan bobot badan, dan FCR dibandingkan dengan babi yang diberikan ransum tanpa penambahan ragi tape, tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan ragi tape dalam ransum Babi Landrace persilangan sebesar 0,1-0,3% dapat meningkatkan berat badan akhir, pertambahan berat badan, seta dapat menurunkan Feed Convertion Ratio (FCR). Kata kunci: Ragi tape, probiotik, feed convertion ratio (RCR), babi landrace persilangan
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) MELALUI AIR MINUM TERHADAP PENAMPILAN AYAM BROILER UMUR 0-4 MINGGU Dewi N. M. A.; G. A. M. K. Dewi; I W. Wijana
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 3 (2022): Vol. 10 No. 3 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian biji pepaya melalui air minum terhadap penampilan ayam broiler umur 0-4 minggu. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Selanbawak, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali yang dilaksanakan selama 4 minggu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan setiap ulangan berisikan 5 ekor ayam broiler sehingga jumlah total ayam broiler yang digunakan adalah 80 ekor. Perlakuan yang diberikan yaitu ayam broiler yang diberi air minum tanpa ekstrak biji pepaya (A), ayam broiler yang diberi perlakuan 1% ekstrak biji pepaya pada air minum (B), ayam broiler yang diberi perlakuan 2% ekstrak biji pepaya pada air minum (C), ayam broiler yang diberi perlakuan 3% ekstrak biji pepaya pada air minum (D). Variabel yang diamati adalah konsumsi ransum, konsumsi air minum, pertambahan berat badan, berat badan akhir, dan FCR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian ekstrak biji pepaya 1% (B), 2% (C) dan 3% (D) melalui air minum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) dari perlakuan A (tanpa ekstrak biji papaya) terhadap konsumsi ransum, konsumsi air minum, pertambahan berat badan, berat badan akhir, dan FCR ayam broiler. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian 1%, 2%dan 3% ekstrak biji pepaya melalui air minum tidak berpengaruh nyata terhadap peningkatan penampilan ayam broiler umur 4 minggu.Kata Kunci: Ayam broiler, Ekstrak biji pepaya, Penampilan ayam broiler
PENAMPILAN BROILER YANG DIBERI JUS KULIT BUAH NAGA MELALUI AIR MINUM Maheri N. W. R.; D. P. M. A. Candrawati; G. A. M. K. Dewi
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 3 (2022): Vol. 10 No. 3 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus kulit buah naga melalui air minum terhadap penampilan ayam broiler yang telah dilaksanakan di Desa Buahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan selama 5 minggu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan, empat ulangan dan masing-masing ulangan terdiri dari empat ekor ayam. Perlakuan yang diberi yaitu broiler diberi air minum tanpa jus kulit buah naga melalui air minum (P0), broiler yang diberi 2% jus kulit buah naga melalui air minum (P1), broiler yang diberi 4% jus kulit buah naga melalui air minum (P2), dan broiler yang diberi 6% jus kulit buah naga melalui air minum (P3). Variabel yang diamati meliputi konsumsi ransum, konsumsi air minum, berat badan akhir, pertambahan berat badan dan FCR. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi ransum dan konsumsi air minum tidak berbeda nyata (P>0,05) dibandingkan ayam broiler yang mendapat perlakuan P0. Berat badan akhir perlakuan P2 dan P3 nyata (P<0,05) lebih tinggi dibandingkan ayam yang mendapat perlakuan P0 dan P1. Pertambahan bobot badan ayam broiler yang mendapat perlakuan P1, P2, dan P3 nyata (P<0,05) lebih tinggi di bandingkan perlakuan P0, sedangkan nilai FCR keempat perlakuan tidak berbeda nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pemberian jus kulit buah naga melalui air minum sama dapat meningkatkan konsumsi ransum, konsumsi air minum, dan nilai FCR sedangkan pemberian jus kulit buah naga dalam air minum pada level 2%-6% mampu meningkatkan berat badan akhir dan pertambahan berat badan.Kata Kunci: Jus kulit buah naga, broiler, performa
PENAMPILAN BROILER YANG DIBERI RANSUM TERFERMENTASI PROBIOTIK LIGNOSELULOLITIK Mario A D. D.; I M. Mudita; N. W. Siti
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 3 (2022): Vol. 10 No. 3 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ransum terfermentasi bakteri probiotik lignoselulolitik terhadap penampilan broiler. Penelitian dilaksanakan di Farm Sesetan Fakultas Peternakan Universitas Udayana Denpasar, yang berlangsung dari 25 Mei – 29 Juni 2021. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan empat ulangan. Tiap unit percobaan diisi dengan tiga ekor broiler yang memiliki berat badan homogen berkisar 43,96 g ± 3,02. Kelima perlakuan tersebut adalah broiler yang diberi ransum komersial (RK), broiler yang diberi ransum fermentasi tanpa inokulum bakteri probiotik lignoselulolitik (RF0), broiler yang diberi ransum fermentasi menggunakan inokulum Bacillus subtilis BR4LG sebanyak 5% (RF1), broiler yang diberi ransum fermentasi menggunakan inokulum Bacillus sp. BT3CL sebanyak 5% (RF2), dan broiler yang diberi ransum fermentasi menggunakan inokulum Bacillus sp. BT8XY sebanyak 5% (RF3). Variabel yang diamati yaitu konsumsi ransum, konsumsi air minum, bobot awal dan akhir, pertambahan bobot badan, dan feed convertion ratio. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan RF1, RF2, dan RF3 menghasilkan konsumsi air minum, pertambahan bobot, dan bobot akhir yang nyata (P<0,05) lebih tinggi dibanding RF0. Pada RK menghasilkan konsumsi ransum, konsumsi air minum, pertambahan bobot, dan bobot akhir yang nyata (P<0,05) lebih tinggi dari RF0, RF1, RF2, RF3. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ransum terfementasi bakteri probiotik lignoselulolitik mampu meningkatkan konsumsi air minum, pertambahan bobot, bobot akhir serta memperbaiki FCR broiler dibandingkan dengan pemberian ransum fermentasi tanpa bakteri (RF0), namun peforma ransum terfementasi probiotik lignoselulolitik yang disusun masih belum mampu menyaingi penampilan broiler yang diberi ransum komersial (RK). Kata Kunci: Broiler, Penampilan, Probiotik, Lignoselulolitik
PENAMBAHAN RAGI TAPE DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMA PRODUKSI BABI LANDRACE Ditama I K. N.; A. A. P. P. Wibawa; D. P. M. A. Candrawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 3 (2022): Vol. 10 No. 3 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ragi tape terhadap performa produksi babi landrace. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Tabanan selama tujuh minggu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari empat perlakuan yaitu P0: Babi landrace yang diberikan ransum tanpa ragi tape sebagai kontrol, P1: Babi landrace yang diberikan ransum ragi tape sebesar 0,1%, P2: Babi landrace yang diberikan ransum dengan ragi tape sebesar 0,2%, P3: Babi landrace yang diberikan ransum dengan ragi tape sebesar 0,3%. Masing-masing perlakuan memiliki empat ulangan. Variabel yang diamati meliputi konsumsi ransum, berat badan akhir, pertambahan berat badan dan Feed Convertion Ratio (FCR). Data dianalisis menggunakan sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ransum pemberian ragi tape sebesar 0,1% (P1) berbeda nyata (P<0,05) lebih tinggi dari babi landrace tanpa pemberian ragi tape (P0). Pemberian ragi tape 0,3% (P3) merupakan perlakuan dengan berat badan akhir dan pertambahan berat badan tertinggi dibanding perlakuan lainnya dan secara statistik berbeda nyata (P<0,05). Pemberian ragi tape 0,3% (P3) merupakan perlakuan terbaik dari perlakuan lainnya dan secara statistik bebeda nyata (P<0,05) menurunkan Feed Convertion Ratio (FCR). Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa Pemberian ragi tape yang diberikan pada babi landrace dapat meningkatkan konsumsi ransum pada pemberian ragi tepe sebesar 0,1%, sedangkan pemberian ragi tape sebesar 0,3% dapat meningkatkan berat badan akhir dan pertambahan berat badan. Pada pemberian ragi sebesar 0,3% dapat menurunkan FCR. Kata kunci: Saccharomyces spp. (ragi tape), probiotik, performa produksi, babi landrace
PRODUK METABOLIT, DERAJAT KEASAMAN DAN KECERNAAN IN-VITRO LITTER BROILER YANG DIFERMENTASI DENGAN BAKTERI LIGNOSELULOLITIK Bangun A. B.; I M. Mudita; E. Puspani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 3 (2022): Vol. 10 No. 3 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produk metabolit, derajat keasaman dan kecernaan secara in-vitro dari litter broiler yang difermentasi dengan bakteri lignoselulolitik. Studi dilaksanakan di Closed house dan Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana yang dilakukan mulai bulan November-Desember 2021. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 6 perlakuan yaitu tanpa fermentasi bakteri lignoselulolitik sebagai kontrol (PB0), menggunakan fermentasi bakteri Bacillus substilis BR4LG (PB1), menggunakan fermentasi bakteri Bacillus substilis BR2CL (PB2), menggunakan fermentasi bakteri Aneurinibacillus sp. BT4LS (PB3), menggunakan fermentasi bakteri Bacillus sp. BT3CL (PB4), dan menggunakan fermentasi bakteri Bacillus sp. BT8XY (PB5). Masing-masing perlakuan memiliki 4 ulangan. Variabel yang diamati yaitu kecernaan (KcBK dan KcBO), produk metabolit (VFA dan NH3) dan derajat keasaman (pH). Data dianalisis menggunakan sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan, perlakuan Bacillus substilis BR2CL (PB2) menghasilkan nilai pH terendah sebesar 6,57 (P<0,05) terhadap PB0 (kontrol). Perlakuan Bacillus sp. BT3CL (PB4) menghasilkan N-NH3 tertinggi sebesar 6,84 mM (P<0,05) terhadap PB0 (kontrol). Perlakuan Bacillus sp. BT8XY (PB5) menghasilkan KcBK, KcBO dan VFA Total tertinggi masing-masing sebesar 62,98%, 66,76% dan 138,84 Mm (P<0,05) terhadap PB0 (kontrol). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan bakteri lignoselulolitik mampu meningkatkan kecernaan bahan kering dan bahan organik, produk metabolit (VFA dan N-NH3) serta derajat keasaman secara in-vitro dari litter broiler. Bakteri lignoselulolitik terbaik dalam penelitian ini adalah Bacillus sp. BT8XY menghasilkan nilai KcBK, KcBO dan VFA tertinggi. Kata kunci :bakteri lignoselulolitik, litter broiler, produk metabolit, derajat keasaman dan kecernaan in-vitro
PERTUMBUHAN DAN HASIL RUMPUT SETARIA (Setaria splendida) YANG DIPUPUK DENGAN DOSIS PUPUK KOTORAN KAMBING DAN WAKTU DEKOMPOSISI BERBEDA Gunantika P. M. A.; N. M. Witariadi; W. Wirawan
Jurnal Peternakan Tropika Vol 11 No 2 (2023): Vol. 11 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis dan waktu dekomposisi pupuk kotoran kambing terbaik serta interaksi terhadap pertumbuhan dan hasil rumput setaria (Setaria splendida). Penelitian dilakukan di Rumah Kaca, Stasiun Penelitian Sesetan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana di Jalan Raya Sesetan Gang Markisa. Penelitian berlangsung selama 3 bulan, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama adalah waktu dekomposisi: tanpa dekomposisi (W0), 2 minggu (W2) dan 4 minggu (W4). Faktor kedua terdiri atas dosis pupuk yaitu D0: 0 ton ha-1, D1: 5 ton ha-1, D2 :10 ton ha-1, D3: 15 ton ha-1 dan D4: 20 ton ha-1. Terdapat 15 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali, sehingga terdapat 45 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah daun), variabel hasil (berat kering daun, berat kering batang, berat kering total hujauan, dan berat kering akar), dan variabel karakteristik tumbuh tanaman (nisbah berat kering daun dengan berat kering batang, nisbah berat kering total dengan berat kering akar dan luas daun/pot). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara perlakuan dosis dan waktu dekompoisi pada variabel berat kering batang. Perlakuan dosis berpengaruh terhadap variabel tinggi tanaman, sedangkan pada perlakuan waktu dekomposisi berpengaruh terhadap variabel berat kering batang, dan variabel luas daun per pot. Dapat disimpulkan bahwa perlakuan waktu dekomposisi 2 minggu dan dosis 20 ton ha-1 memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan dan hasil rumput setaria (Setaria splendida).Kata kunci: dekomposisi, hasil, pupuk kotoran kambing, pertumbuhan, Setaria splendida
PERTUMBUHAN KEMBALI DAN HASIL Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha PADA BERBAGAI WAKTU DEKOMPOSISI DAN DOSIS PUPUK KOTORAN AYAM Wiranatha K. J.; M. A. P. Duarsa; N. N. C. Kusumawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 11 No 1 (2023): Vol. 11 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu dekomposisi dan dosis pupuk kotoran ayam terhadap pertumbuhan kembali dan hasil Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha. Penelitian dilakukan di Rumah Kaca, Stasiun Penelitian Sesetan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana. Penelitian berlangsung selama 8 minggu, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama adalah faktor waktu dekomposisi 4 minggu (W4), 2 minggu (W2), tanpa dekomposisi (W0) dan faktor kedua adalah faktor pupuk kotoran ayam dosis 0 ton ha-1 (D0), 10 ton ha-1 (D10), 20 ton ha-1 (D20), 30 ton ha-1 (D30). Terdapat 12 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak empat kali sehingga terdapat 48 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan, variabel hasil dan variabel karakteristik tumbuh tanaman. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara waktu dekomposisi dengan dosis terhadap disemua variabel kecuali variabel jumlah cabang, berat kering akar, dan nisbah berat kering daun dengan berat kering batang. Kombinasi perlakuan W0D10 menunjukkan nilai rataan tertinggi. Perlakuan W0 memberikan respon terbaik dibandingkan perlakuan W4 dan W2. Pada faktor dosis perlakuan D10 memiliki hasil terbaik. Disimpulkan bahwa terjadi interaksi antara waktu dekomposisi dengan dosis serta perlakuan tanpa dekomposisi dan dosis 10 ton ha-1 memberikan respon terbaik pada pertumbuhan kembali dan hasil tanaman Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha.Kata kunci: Asystasia gangetica, dekomposisi, hasil, kotoran ayam, pertumbuhan kembali
PENGARUH PENGGUNAAN JENIS MINYAK BERBEDA DALAM RANSUM TERHADAP POTONGAN KOMERSIAL KARKAS AYAM KAMPUNG JOPER Arini, N.P.T.; I K. Sukada; I M. Nuriyasa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 11 No 1 (2023): Vol. 11 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis minyak berbeda dalam ransum terhadap potongan komersial karkas ayam kampung. Penelitian dilaksanakan di Tabanan pada bulan Juli-Agustus selama 8 minggu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Masing-masing unit percobaan menggunakan 3 ekor ayam kampung sehingga total ayam kampung yang dipergunakan sebanyak 60 ekor. Perlakuan ransum (R) terdiri dari: R0: Ransum tanpa menggunakan minyak, R1: Penggunaan 3% minyak kelapa sawit dalam ransum, R2: Penggunaan 3% minyak jelantah dalam ransum, R3: Penggunaan 3% minyak ikan dalam ransum, dan R4: Penggunaan 3% minyak babi dalam ransum. Variabel yang diamati meliputi bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, persentase dada, persentase sayap, persentase paha, dan persentase punggung. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan 3% minyak babi pada ransum (R4) menghasilkan rataan tertinggi dan nyata pada variabel bobot potong dan bobot karkas. Penggunaan jenis minyak berbeda pada ransum tidak berpengaruh terhadap persentase karkas, persentase dada, persentase sayap, persentas paha, dan persentase punggung ayam kampung. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan 3% minyak babi dalam ransum ayam kampung menghasilkan bobot potong dan bobot karkas ayam kampung yang lebih tinggi.Kata kunci: Ayam kampung, ransum, minyak, potongan komersial, karkas