cover
Contact Name
Eny Puspani
Contact Email
jurnaltropika@unud.ac.id
Phone
+62361-222096
Journal Mail Official
jurnaltropika@unud.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Udayana Kampus UNUD, Bukit Jimbaran Badung, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Peternakan Tropika
Published by Universitas Udayana
ISSN : jurnaltr     EISSN : 27227286     DOI : https://doi.org/10.24843/JPT
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan Tropika (JPT) was published by the Faculty of Animal Husbandry, Udayana University. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) is published regularly, three times a year, in January-April, May-August, and September - December. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) summarizes various manuscripts in the field of animal husbandry such as nutrition, production, reproduction, post-harvest (processing and technology) and socio-economic fields of livestock. Open manuscripts for lecturers and researchers related to the field of animal husbandry, and open to S1, S2 and S3 students, by following the rules set by Jurnal Peternakan Tropika (JPT).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 718 Documents
PENGARUH WAKTU SIMPAN PADA SUHU KAMAR TERHADAP DAYA TETAS TELUR AYAM KAMPUNG Wiguna I. B. M. S.; M. Wirapartha; I W. Wijana
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 1 (2022): Vol. 10 No. 1 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of storage time at room temperature on the hatchability of free-range chicken eggs. The study used a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 6 replications. Each replication used 5 free-range chicken eggs so that 90 eggs were used. The treatments used in this study were: P0 = Free-range chicken eggs (control), P4 = Free-range chicken eggs stored at room temperature for 4 days and P8 = Free-range chicken eggs stored at room temperature for 8 days. The variables observed in the study were: initial egg weight (grams), egg fertility (%), egg shrinkage (%), egg mortality (%) and egg hatchability (%). The results showed that the effect of storage time for free-range chicken eggs in P0, P4 and P8 treatments was not significantly different (P>0.05) on egg fertility. In the treatment of P4 and P8 the shrinkage of eggs was higher by 40.28% and 90.12%, respectively than the P0 treatment, statistically, the results were significantly different (P<0.05). In the P0 and P4 treatment egg mortality was 60.6% and 67% lower than P8 treatment, statistically showing significantly different results (P<0.05). The hatchability of eggs in P8 treatment was 55.15% lower than P0 treatment, statistically, the results were significantly different (P<0.05). The conclusion obtained from this study is that the length of storage of free-range chicken eggs at room temperature from the control treatment or without being stored, stored for 4 days and stored for 8 days there was a decrease in egg weight. The hatchability of free-range chicken eggs from egg storage at room temperature for 4 days and without storage or control had lower mortality and higher hatchability than storage of free-range chicken eggs at room temperature for 8 days. Keywords: village chicken eggs, incubator, long storage time, hatchability
POTONGAN KOMERSIAL KARKAS ITIK BALI (Anas platyrhynchos) JANTAN YANG DIBERI JUS DAUN INDIGOFERA (Indigofera zollingeriana) MELALUI AIR MINUM Ismia N. F.; N. W. Siti; I N. Ardika
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Itik bali (Anas platyrhinchos) merupakan salah satu jenis unggas yang potensial sebagai pemasok kebutuhan hewani di Indonesia, selain ayam. Namun, produktivitasnya masih rendah sehingga perlu adanya upaya untuk meningkatkan produktivitas itik bali (Anas platyrhinchos) salah satunya yaitu dengan perbaikan kualitas dan kuantitas pakan yang dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus daun indigofera (Indigofera zollingeriana) dalam air minum terhadap potongan komersial karkas itik bali (Anas platyrhinchos) jantan umur delapan minggu dan telah dilaksanakan selama delapan minggu di Teaching Farm Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, Bali. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap ulangan terdiri atas 6 ekor itik bali jantan, sehingga terdapat 120 ekor itik bali jantan umur dua minggu. Keempat perlakuan tersebut adalah level jus daun indigofera melalui air minum yaitu P0 (kontrol), P1 (2%), P2 (4%) dan P3 (6%). Variabel yang diamati adalah bobot potong, bobot karkas, persentase karkas dan persentase potongan komersial karkas (dada, paha, punggung dan sayap). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam, apabila terdapat perbedaan (P<0,05) maka analisis dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jus daun indigofera dalam air minum nyata (P<0,05) meningkatkan bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, dan persentase potongan komersial karkas (dada, paha, punggung dan sayap). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian jus daun indigofera (Indigofera zollingeriana) level 2-6% dalam air minum dapat meningkatkan persentase karkas bagian dada dan paha, namun menurunkan persentase karkas bagian punggung dan sayap itik bali jantan umur delapan minggu. Kata kunci: Itik bali jantan, jus daun indigofera, potongan komersial karkas
PERILAKU PETERNAK DALAM MENANGANI LIMBAH PETERNAKAN SAPI PERAH DI DESA BALUNGANYAR KECAMATAN LEKOK KABUPATEN PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR Meiliana M; N. W. T. Inggriati; G. Suarta
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, ketrampilan, dan penerapan peternak dalam menangani limbah peternakan sapi perah dan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku peternak. Penelitian dilakukan di Desa Balunganyar Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan dari bulan Juni sampai Juli 2021. Pemilihan lokasi penelitian menggunakan metode purposive sampling, dan mengambil responden secara quota stratified random sampling sebanyak 40 orang. Analisis data dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif dan uji Koefisien Korelasi Jenjang Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dalam kategori sedang, sikap dalam kategori positif, keterampilan dalam kategori tinggi, penerapan dalam kategori rendah, dan perilaku dalam kategori sedang. Faktor-faktor yang berhubungan sangat nyata dengan perilaku adalah : pendidikan formal dan pendidikan non formal; faktor-faktor yang berhubungan nyata adalah : jumlah kepemilikan ternak, persepsi, dan motivasi; sedangkan untuk faktor umur, jumlah tanggungan keluarga, dan jumlah penguasaan lahan berhubungan tidak nyata dengan perilaku peternak dalam menangani limbah peternakan sapi perah. Simpulan : 1) Perilaku peternak dalam menangani limbah peternakan sapi perah tergolong sedang; 2) Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku adalah : pendidikan formal, pendidikan non formal, jumlah kepemilikan ternak, persepsi, dan motivasi. Saran : untuk pemerintah agar memberi penyuluhan tentang cara menangani limbah peternakan sapi perah yang benar, untuk memperbaiki perilaku peternak dalam menangani limbah peternakan sapi perah. Kata kunci : pengetahuan, sikap, penerapan, korelasi, penyuluhan
EVALUASI RANSUM AYAM BROILER FASE FINISHER YANG DI FERMENTASI MENGGUNAKAN BAKTERI PROBIOTIK LIGNOSELULOLITIK Gabrella T.D.V.F; I M. Mudita; N. N. Suryani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan ransum ayam broiler fase finisher yang difermentasi menggunakan bakteri probiotik lignoselulolitik sebagai upaya pengganti AGPs. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Sesetan dan Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana pada bulan Mei hingga Juni 2021. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Keempat perlakuan tersebut adalah ransum ayam broiler tanpa inokulan bakteri probiotik lignoselulolitik sebagai kontrol (AB0), ransum ayam broiler menggunakan inokulan bakteri Bacillus subtilis BR4LG sebanyak 5% dari total ransum (AB1), ransum ayam broiler menggunakan inokulan bakteri Bacillus sp. BT3CL sebanyak 5% dari total ransum (AB2), ransum ayam broiler menggunakan inokulan bakteri Bacillus sp.BT8XY sebanyak 5% dari total ransum (AB3). Variabel yang diamati yaitu bahan kering (BK), bahan organik (BO), abu, protein kasar (PK), serat kasar (SK) dan lemak kasar (LK) serta energi bruto (GE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bakteri probiotik lignoselulolitik pada ransum memberikan perbedaan nyata (P<0,05) terhadap bahan kering, protein kasar, serat kasar dan lemak kasar, sedangkan terhadap bahan organik dan abu memberikan hasil tidak berbeda nyata (P>0,05) dibandingkan kontrol (AB0). Pada hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ransum yang difermentasi menggunakan bakteri probiotik lignoselulolitik dapat meningkatkan kandungan nutrisi seperti protein kasar (21,70%), dan energi bruto (4,01 Kkal/g) akan tetapi tidak mempengaruhi bahan organik (90,15%), abu (10,80%). Ransum yang difermentasi menggunakan bakteri probiotik lignoselulolitik mampu menurunkan serat kasar (2,92%) dan lemak kasar (7,92%). Kata kunci: fermentasi, bakteri lignoselulolitik, ayam broiler, fase finisher, kandungan nutrisi.
PENGARUH PENGGANTIAN RANSUM KOMERSIAL DENGAN LIMBAH ROTI TERHADAP POTONGAN KOMERSIAL KARKAS AYAM KAMPUNG UNGGUL BALITNAK (KUB) Damanik M. R.; N. W. Siti; N. M. S. Sukmawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the effect of replacement commercial rations with bread waste on commercial carcass pieces of Kampung Unggul Balitnak (KUB) chickens. This research was carried out for 8 weeks in the cage owned by Mr. Gede Suarta which is located on Gulingan Village, Mengwi District, Badung Regency, Bali. The experimental design used was a completely randomized design (CRD) consisting of 3 treatments and 5 replications, so there were 15 experimental units. Each experimental unit contained 2 heads KUB chickens aged of one week with a body weight range of 44 ± 2 g. The treatments were: KUB chickens fed 100% commercial 511 ration without bread waste (P0), KUB chickens fed 75% commercial 511 ration + 25% bread waste (P1), and KUB chickens fed 50% commercial 511 ration + 50% waste bread (P2). The variables observed were carcass weight, carcass percentage, thigh percentage, drumsticks percentage, wings percentage, chest percentage, and back percentage. The results showed that KUB chickens fed 75% commercial rations + 25% of bread waste (P1) and 50% commercial rations + 50% of bread waste (P2) had a carcass weight significantly (P<0.05) lower than P0 treatment (100% commercial ration) of 16.05% and 23.16% respectively, but the percentage of carcass and commercial carcass pieces (thighs, drumsticks, chest, wings, and back) were equal among all treatments (P>0.05). The conclusion of this study is that the replacement of commercial rations with bread waste as much as 25% and 50% in KUB chickens can produce a percentage of carcasses and commercial pieces of carcass (upper thigh, lower thigh, chest, wings, and back) equal to 100% commercial rations, but in carcass weight decreases. Keywords: KUB chickens, carcass weight, commercial carcass pieces, bread waste
PENGARUH WAKTU DEKOMPOSISI DAN DOSIS PUPUK KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha Sembiring E. C.; M. A. P. Duarsa; N. N. C. Kusumawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu dekomposisi dan dosis pupuk kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha. Penelitian ini dilakukan di Rumah Kaca, Stasiun Penelitian Sesetan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana di Jalan Raya Sesetan Gang Markisa. Penelitian berlangsung selama 3 bulan, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama adalah perlakuan waktu dekomposisi 0 minggu (W0), 2 minggu (W2), 4 minggu (W4) dan faktor kedua adalah perlakuan pupuk kotoran ayam dengan dosis 0 ton ha-1 (D0), 10 ton ha-1 (D10), 20 ton ha-1 D20), 30 ton ha-1 (D30). Terdapat 12 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali sehingga terdapat 48 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan, variabel hasil dan variabel karakteristik tumbuh tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara waktu dekomposisi dan dosis terhadap semua variabel kecuali variabel berat kering daun, Variabel berat kering total hijauan, dan nisbah berat kering daun dengan berat kering batang. Perlakuan waktu dekomposisi 0 minggu nyata memberikan respon lebih baik dibandingkan perlakuan waktu dekomposisi 2 dan 4 minggu. Dosis yang menunjukkan hasil terbaik pada pertumbuhan dan hasil Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha adalah pada dosis 30 ton ha-1. Disimpulkan bahwa terjadi interaksi antara waktu dekomposisi dan dosis serta perlakuan waktu dekomposisi 0 minggu dan dosis 30 ton ha-1 memberikan respon terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha. Kata kunci: Asystasia gangetica, dekomposisi, hasil, Kotoran Ayam, pertumbuhan
EVALUASI KECERNAAN RANSUM TERFERMENTASI BAKTERI PROBIOTIK LIGNOSELULOLITIK PADA BROILER FASE FINISHER Khoiron I. I.; I M. Mudita; D.P.M.A. Candrawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ransum terfermentasi ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh ransum yang difermentasikan menggunakan bakteri probiotik lignoselulolitik terhadap kecernaan ayam broiler. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April-Juni 2021 di Teaching Farm Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, Bali. Penelitian ini menggunakan 60 ekor ayam broiler. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap ulangan terdiri 3 ekor ayam broiler. Perlakuan yang diberikan ransum terfermentasi tanpa diberi probiotik (BRF0) sebagai kontrol, ransum terfermentasi menggunakan bakteri Bacillus subtilis BR4LG (BRF1), Bacillus sp. BT3CL (BRF2), Bacillus sp. BT8XY (BRF3) dan ransum komersil (BRK) sebagai kontrol dengan menggunakan probiotik lignoselulitik sebanyak 5% dari jumlah bahan pakan. Variabel yang diamati adalah kecernaan bahan kering, bahan organik, serat kasar, protein kasar, lemak kasar dan metabolisme energi semu. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam, apabila terdapat perbedaan (P<0,05) maka analisis dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ransum dengan perlakuan BRF3 memiliki kualitas terbaik diantara perlakuan lain diikuti BRF0, BRF1 dan BRF2. Kecernaan bahan organik, serat kasar dan lemak kasar pada perlakuan yang diberi bakteri probiotik lignoselulolitik lebih tinggi dibandingkan tanpa diberi bakteri probiotik lignoselulitik. Kecernaan protein kasar yang mendapatkan perlakuan BRF2 dan BRF3 lebih tinggi dari BRF0 dan BRF1. Energi metabolisme semu BRF1 dan BRF3 lebih tinggi dari BRF2 dan BRF0. Kata kunci : Ransum, kecernaan, probiotik, broiler
EVALUASI SIFAT FISIK DAN KEEMPUKAN DAGING ITIK BALI (Anas sp) HASIL MARINASI MENGGUNAKAN EKSTRAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa Linn) Bani Y.C.; A. T. Umiarti; I. A. Okarini
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Itik merupakan salah satu ternak penghasil daging yang menjadi sumber protein hewani yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas fisik dan keempukan daging itik Bali jantan (Anas sp) hasil marinasi menggunakan ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa Linn). Penelitian ini dilakukan pada bulan November-Desember 2021 bertempat di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak dan Mikrobiologi Fakultas Peternakan, Universitas Udayana. Rancangan Percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Keempat perlakuan tersebut meliputi: (P0) daging itik Bali jantan tanpa dimarinasi ekstrak bunga rosella sebagai kontrol, (P1) daging itik Bali jantan dimarinasi ekstrak bunga rosella 5%, (P2) daging itik Bali jantan dimarinasi ekstrak bunga rosella 10%, (P3) daging itik Bali jantan dimarinasi ekstrak bunga rosella 15% dan waktu marinasi selama 60 menit. Variabel yang diamati meliputi derajat keasaman (pH), persentase susut masak, warna, dan keempukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa marinasi ekstrak bunga rosella sampai 15% diperoleh nilai rataan derajat keasaman (pH) 6,02-4,27, persentase susut masak 38,74-41,34%, warna kecerahan (L*) 22,24-25,65, warna kemerahan (a*) 8,36-11,54, warna kekuningan (b*) 12,67-15,70, dan penerimaan keempukan 4,93-7,33. Kesimpulan penelitian ini bahwa marinasi ekstrak bunga rosella sampai 15% berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap derajat keasaman (pH), persentase susut masak, warna kekuningan (b*), dan penerimaan keempukan sedangkan pada warna kecerahan (L*) dan warna kemerahan (a*) menunjukkan hasil tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap daging itik Bali jantan (Anas sp). Kata kunci: bunga rosella, daging itik, marinasi
PENGARUH PENGGUNAAN JENIS MINYAK BERBEDA DALAM RANSUM TERHADAP KOMPOSISI FISIK KARKAS DAN DISTRIBUSI LEMAK AYAM KAMPUNG Dewantara I P.E.; I K. Sukada; I M. Nuriyasa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 3 (2022): Vol. 10 No. 3 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi fisik karkas dan distribusi lemak ayam kampung. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Masing-masing ulangan menggunakan 3 ekor ayam kampung sehingga total ayam kampung yang dipergunakan sebanyak 60 ekor. Perlakuan ransum (R) terdiri atas: R0: Ransum tanpa menggunakan minyak, R1: Penggunaan 3% minyak kelapa sawit dalam ransum, R2: Penggunaan 3% minyak jelantah dalam ransum, R3: Penggunaan 3% minyak ikan dalam ransum, dan R4: Penggunaan 3% minyak babi dalam ransum. Variabel yang diamati meliputi bobot potong, bobot karkas, persentase komposisi fisik karkas (daging, kulit, dan tulang), dan persentase distribusi lemak abdomen (lemak bantalan, lemak mesentrium, dan lemak ventrikulus). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan 3% minyak babi pada ransum menghasilkan rataan tertinggi dan berbeda nyata pada variabel bobot potong dan bobot karkas. Penggunaan jenis minyak berbeda dalam ransum menunjukkan hasil yang nyata terhadap persentase distribusi lemak abdomen tetapi tidak berpengaruh terhadap persentase komposisi fisik karkas ayam kampung. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan 3% minyak babi pada ransum dapat meningkatkan bobot potong dan bobot karkas ayam kampung serta penggunaan 3% minyak kelapa sawit, minyak jelantah, minyak ikan, dan minyak babi pada ransum dapat meningkatkan distribusi lemak abdomen pada ayam kampung. Kata kunci: Ayam kampung, jenis minyak, karkas, distribusi lemak
KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN DAYA IKAT AIR DAGING ITIK BALI (Anas sp) HASIL PERENDAMAN EKSTRAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa Linn) Angin D. P. P.; A. T. Umiarti; I. A. Okarini
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 3 (2022): Vol. 10 No. 3 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daging itik merupakan jenis ternak unggas yang mulai banyak peminatnya namun masih memiliki kekurangan yaitu daging yang alot, warna daging merah gelap dan bau amis sehingga perlu dilakukan proses perendaman atau marinasi dengan ekstrak bunga rosella. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas organoleptik dan daya ikat air daging itik bali (Anas sp) umur delapan minggu hasil perendaman ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa Linn), yang dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak dan Mikrobiologi Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, Bali. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Keempat perlakuan: tanpa perendaman (P0), perendaman dalam ekstrak 5% (P1), perendaman dalam ekstrak 10% (P2), perendam dalam ekstrak 15% (P3), dengan lama perendaman P1, P2 dan P3 selama 60 menit. Variabel yang diamati yaitu uji organoleptik aroma, rasa dan tekstur yang dinilai oleh 15 panelis semi-terlatih serta kualitas fisik daya ikat air (DIA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perendaman ekstrak bunga rosella sampai level 15% selama 60 menit menunjukkan hasil berbeda nyata (P<0,05) terhadap aroma, tekstur, daya ikat air, namun tidak berbeda nyata (P>0,05) pada rasa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perendaman dengan ekstrak bunga rosella hingga level 15% terhadap nilai organoleptik daging matang cenderung mengalami peningkatan, pada aroma 2,47-7,53 (tidak berbau rosella-sangat berbau rosella), rasa 4,87-6,00 (netral-agak lezat) dan tekstur 4,73-6,73 (netral-lembut). Rataan nilai daya ikat air (DIA) daging itik juga cenderung naik 62,77-68,31%. Kata Kunci : bunga rosella, daging itik bali, daya ikat air, perendaman dan uji organoleptik