cover
Contact Name
Eny Puspani
Contact Email
jurnaltropika@unud.ac.id
Phone
+62361-222096
Journal Mail Official
jurnaltropika@unud.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Udayana Kampus UNUD, Bukit Jimbaran Badung, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Peternakan Tropika
Published by Universitas Udayana
ISSN : jurnaltr     EISSN : 27227286     DOI : https://doi.org/10.24843/JPT
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan Tropika (JPT) was published by the Faculty of Animal Husbandry, Udayana University. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) is published regularly, three times a year, in January-April, May-August, and September - December. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) summarizes various manuscripts in the field of animal husbandry such as nutrition, production, reproduction, post-harvest (processing and technology) and socio-economic fields of livestock. Open manuscripts for lecturers and researchers related to the field of animal husbandry, and open to S1, S2 and S3 students, by following the rules set by Jurnal Peternakan Tropika (JPT).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 718 Documents
BOBOT POTONG DAN PERLEMAKAN AYAM BROILER YANG DIBERI RANSUM TERFERMENTASI BAKTERI PROBIOTIK LIGNOSELULOLITIK Suarningsih N. K. A. A.; I M. Mudita; N. M. S. Sukmawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 3 (2022): Vol. 10 No. 3 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ransum terfermentasi bakteri probiotik lignoselulolitik terhadap bobot potong, persentase lemak abdominal dan lemak subkutan ayam broiler. Penelitian dilaksanakan di Farm Sesetan Fakultas Peternakan Universitas Udayana pada bulan Mei sampai Juni 2020. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Tiap unit percobaan diisi 3 ekor ayam. Kelima perlakuan tersebut adalah ayam yang diberi ransum komersial (RK), ransum terfermentasi tanpa bakteri probiotik lignoselulolitik (RF0), ransum terfermentasi bakteri Bacillus subtilis BR4LG sebanyak 5% (RF1), ransum terfermentasi bakteri Bacillus sp. BT3CL sebanyak 5% (RF2), dan ransum terfermentasi bakteri Bacillus sp. BT8XY sebanyak 5% (RF3). Variabel yang diamati yaitu bobot potong, persentase lemak bantalan, lemak mesenterium, lemak ventrikulus dan lemak subkutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan RF1, RF2 dan RF3 menghasilkan bobot potong dan persentase lemak subkutan yang nyata (P<0,05) lebih tinggi dibanding RF0, tetapi secara umum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap persentase lemak abdominal kecuali lemak bantalan. Perlakuan RF0, RF1, RF2 dan RF3 menghasilkan bobot potong, persentase lemak abdominal dan lemak subkutan yang nyata (P<0,05) lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan RK. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ransum terfermentasi bakteri probiotik lignoselulolitik sebanyak 5% mendapatkan bobot potong, persentase lemak abdominal dan lemak subkutan lebih rendah dari perlakuan ransum komersial, namun lebih tinggi dari pemberian ransum terfermentasi tanpa bakteri probiotik lignoselulolitik. Kata Kunci: Broiler, Lemak Abdominal, Subkutan, Lignoselulolitik
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha YANG DIPUPUK DENGAN LIMBAH RUMAH POTONG HEWAN DITAMBAH KAPUR DAN SERBUK GERGAJI Kwarta A. P.; N. G. K. Roni; N.N Suryani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 3 (2022): Vol. 10 No. 3 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha yang dipupuk dengan limbah rumah potong hewan (RPH) yang ditambah kapur dan serbuk gergaji. Penelitian telah dilakukan di rumah kaca, Stasiun Penelitian Sesetan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana di Jalan Raya Sesetan Gang Markisa selama 8 (delapan) minggu, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 (empat) perlakuan dan 7 (tujuh) ulangan sehingga terdapat 28 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan adalah dosis pupuk limbah rumah potong hewan yang ditambah kapur dan serbuk gergaji yang terdiri dari: 0 ton ha-1, 10 ton ha-1, 20 ton ha-1 dan 30 ton ha-1. Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan, variabel hasil dan variabel karakteristik tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk limbah rumah potong hewan yang ditambah kapur dan serbuk gergaji belum mampu meningkatkan pada variabel pertumbuhan, variabel hasil dan variabel karakteristik tumbuh. Dosis 20 ton ha-1 menghasilkan rataan tinggi tanaman sebesar 33,81 cm, jumlah daun sebesar 69,29 dan jumlah cabang sebesar 20,00 cenderung paling tinggi dibandingkan dosis 0 ton ha-1, 10 ton ha-1 dan 30 ton ha-1. Perlakuan dosis 20 ton ha-1 pada berat kering total hijauan menunjukkan rataan paling tinggi sebesar 2,21 g, dan perlakuan dosis 10 ton ha-1 pada nisbah berat kering total hijauan dengan berat kering akar menunjukkan rataan paling tinggi yaitu sebesar 0,88 g. Disimpulkan bahwa pemberian pupuk limbah rumah potong hewan yang ditambah kapur dan serbuk gergaji belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha. Kata kunci : Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha, hasil, pertumbuhan, pupuk Organik
PENAMBAHAN PROBIOTIK SACCHAROMYCES SPP. (RAGI TAPE) DALAM RANSUM TERHADAP KARKAS BABI LANDRACE PERSILANGAN Setyawati N. W. E.; I G. N. G. Bidura; D. P. M. A. Candrawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 3 (2022): Vol. 10 No. 3 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik Saccharomyces spp. (ragi tape) dalam ransum terhadap karkas babi Landrace persilangan. Penelitian dilaksanakan di Banjar Kamasan, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan selama kurang lebih tiga bulan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan yaitu P0: Babi Landrace persilangan yang diberikan ransum tanpa probiotik Saccharomyces spp. (ragi tape) sebagai kontrol, P1; Babi Landrace persilangan yang diberikan ransum dengan probiotik Saccharomyces spp. (ragi tape) sebesar 0,1%, P2 : Babi Landrace persilangan yang diberikan ransum dengan probiotik Saccharomyces spp. (ragitape) sebesar 0,2%; dan P3: Babi Landrace persilangan yang diberikan ransum dengan probiotik Saccharomyces spp. (ragi tape) sebesar 0,3%. Masing-masing perlakuan memiliki 4 ulangan. Variabel yang diamati meliputi bobot potong, berat karkas, persentase karkas dan konsumsi protein. Data dianalisis menggunakan sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik Saccharomyces spp. (ragi tape) 0,3% (P3) merupakan perlakuan dengan bobot potong, berat karkas, persentase karkas dan konsumsi protein tertinggi dibanding perlakuan lainnya yaitu masing-masing sebesar 74,35 kg/ek, 52,73 kg/ek, 71,06% dan 21.525,61 g/ek serta secara statistik berbeda nyata (P<0,05). Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian probiotik Saccharomyces spp. (ragi tape) yang diberikan pada babi Landrace persilangan dapat menigkatkan bobot potong, berat karkas, persentase karkas dan konsumsi protein. Pemberian probiotik Saccharomyces spp. (ragi tape) sebesar 0,3% merupakan hasil perlakuan terbaik. Kata kunci: Saccharomyces spp. (ragi tape), probiotik, karkas, babi Landrace persilangan
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK LIMBAH RUMAH POTONG HEWAN (RPH) TERFERMENTASI EM4 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN Asystasia gangetica PADA KADAR AIR TANAH YANG BERBEDA Bachtiar M. W.; N. N. Suryani; M. A. P. Duarsa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 3 (2022): Vol. 10 No. 3 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara dosis pupuk limbah rumah potong hewan (RPH) terfermentasi EM4 dan kadar air tanah yang berbeda serta pengaruh masing – masing faktor terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Asystasia gangetica. Penelitian ini dilakukan di Rumah Kaca, Stasiun Penelitian Sesetan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana di Jalan Raya Sesetan Gang Markisa. Penelitian ini berlansung selama 3 bulan, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama adalah dosis pupuk : dosis 0 ton/ha (D0), dosis 10 ton/ha (D10), dosis 20 ton/ha (D20) dan dosis 30 ton/ha (D30). Faktor kedua terdiri kadar air tanah yaitu: kapasitas lapang 50% (KL50%), kapasitas lapang 75% (KL75%) dan kapasitas lapang 100% (KL100%). Terdapat 12 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan memiliki tiga kali ulangan, sehingga terdapat 36 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan, variabel hasil dan variabel karakteristik tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara dosis pupuk limbah rumah potong hewan terfermentasi EM4 dan kadar air tanah pada semua variabel. Pada faktor dosis pupuk limbah rumah potong hewan (RPH) terfermentasi EM4 cenderung menunjukkan hasil tertinggi pada pemberian dosis 10 ton/ha (D10) dan tidak ada perbedaan nyata pada semua variabel kecuali nisbah berat kering total hijauan dengan berat kering akar. Kadar air tanah menunjukkan hasil tertinggi pada pemberian kapasitas lapang 100% (KL100%) dan terdapat perbedaan nyata pada semua variabel kecuali nisbah berat kering daun dengan berat kering batang dan nisbah berat kering total hijauan dengan berat kering akar. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi interaksi perlakuan antara dosis pupuk limbah rumah potong hewan terfermentasi EM4 dengan kadar air tanah berbeda terhadap variabel (pertumbubuhan tanaman, hasil dan karakteristik tumbuh), perlakuan dosis pupuk limbah RPH terfermentasi EM4 belum mampu mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman Asystasia gangetica, tetapi dosis 10 ton/ha cenderung menunjukkan hasil tertinggi dan perlakuan kadar air KL100% memberikan respon terbaik dalam mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman Asystasia gangetica. Kata kunci : Asystasia gangetica, kadar air, pupuk, pertumbuhan
RECAHAN KARKAS BROILER YANG DIBERI RANSUM TERFERMENTASI BAKTERI PROBIOTIK LIGNOSELULOLITIK Risnayanti N. K.; I M. Mudita; A. W. Puger
Jurnal Peternakan Tropika Vol 11 No 1 (2023): Vol. 11 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of fermented rations with lignocellulolytic probiotic bacteria on the production of broiler carcass pieces. The design used was a completely randomized design (CRD), with 5 treatments, 4 replications and each replication consisted of 3 chickens. The treatments were broilers given commercial rations (RK), fermented rations without lignocellulolytic probiotic bacteria (RF0), fermented rations with 5% Bacillus subtilis BR4LG (RF1), fermented rations with 5% Bacillus sp. BT3CL (RF2) and fermented rations with 5% Bacillus sp. BT8XY (RF3). The variables observed were carcass weight, carcass percentage and carcase pieces percentage (chest, back, wings, thighs and calves). The results showed that the treatment of RF1, RF2 and RF3 resulted in higher carcass weight and chest percentage (P<0.05), but the percentage of back, wings and thighs was not significantly (P>0.05) with RF0 treatment. When compared with the RK treatment, RF0, RF1, RF2 and RF3 treatments produced carcass weight, chest and thigh percentages that were significantly different (P>0.05) lower and resulted in significantly different back and wing percentages (P>0.05) higher than the RK treatment. Based on the results of the study, it can be concluded that the fermented ration of lignocellulolytic probiotic bacteria as much as 5% can increase carcass weight and breast percentage, but has not been able to increase the percentage of back, wings and thighs of broilers from fermented ration treatment without lignocellulolytic bacteria. When compared with the provision of commercial rations, fermented rations resulted in lower carcass weight, lower chest and thigh percentages and higher back and wing percentages. Keywords: broiler, lignocellulolytic probiotic bacteria, carcass pieces
PENGARUH PENGGANTIAN RANSUM KOMERSIAL DENGAN LIMBAH ROTI TERHADAP KOMPOSISI FISIK KARKAS AYAM KAMPUNG UNGGUL BALITNAK (KUB) Wahyuni N.; I N. T. Ariana; G. Suarta
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 3 (2022): Vol. 10 No. 3 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggantian dari ransum komersial dengan limbah roti terhadap komposisi fisik karkas Ayam Kampung Unggul Balitnak (KUB). Penelitian ini dilaksanakan di farm yang berlokasi di Banjar Ulun Uma Badung, Desa Gulingan, Kecematan Mengwi, Kabupaten Badung selama 8 minggu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 5 ulangan dimana setiap ulangan berisi 2 ekor ayam KUB dengan umur satu minggu dengan berat rata-rata 44 ± 1,71 g. Ketiga perlakuan tersebut adalah Ayam Kampung Unggul Balitnak (KUB) yang diberi perlakuan ransum komersial tanpa limbah roti (P0), Ayam Kampung Unggul Balitnak (KUB) yang diberi 75% ransum komersial + 25% limbah roti (P1), dan Ayam Kampung Unggul Balitnak (KUB) yang diberi perlakuan 50% ransum komersial + 50% limbah roti (P2). Variabel yang diamati adalah bobot potong, berat karkas dan persentase karkas serta persentase komposisi fisik karkas yang meliputi tulang, daging, dan lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penggantian dari ransum komersial dengan limbah roti pada level 25% dan 50% berpengaruh nyata (P<0,05) pada bobot potong dan berat karkas sedangkan pada persentase karkas dan persentase komposisi fisik karkas bagian tulang, daging dan lemak tidak berbeda nyata (P>0,05). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggantian ransum komersial dengan limbah roti pada level 25% dan 50% memberikan hasil yang sama pada komposisi fisik karkas Ayam Kampung Unggul Balitnak (KUB). Kata kunci: Ayam Kampung Unggul Balitnak (KUB), tepung limbah roti, komposisi fisik karkas.
PENGARUH PEMBERIAN SABUN KALSIUM DALAM RANSUM TERHADAP KOMPOSISI FISIK KARKAS ITIK BALI JANTAN Parahita K. L.; D. P. M. A. Candrawati; E. Puspani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 3 (2022): Vol. 10 No. 3 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian ransum yang tepat diharapkan mampu menghasilkan karkas dengan kualitas fisik karkas yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sabun kalsium dalam ransum terhadap komposisi fisik karkas itik bali jantan umur 2 minggu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, 6 ulangan, dan 24 unit percobaan. Setiap unit percobaan menggunakan 4 ekor itik umur 2 minggu dengan berat badan homogen. Perlakuan yang diberikan adalah itik bali jantan yang diberi ransum tanpa sabun kalsium (A), ransum dengan 1% sabun kalsium (B), 2% sabun kalsium (C), dan 3% sabun kalsium (D). Variabel yang diamati adalah berat karkas, persentase karkas, persentase daging, persentase tulang dan persentase lemak daging termasuk kulit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berat karkas itik bali jantan yang diberi 1% (B), 2% (C) dan 3% (D) sabun kalsium berbeda nyata (P<0,05) daripada kontrol (A). Persentase karkas berbeda tidak nyata (P>0,05) dibanding perlakuan kontrol (A). Persentase daging pada perlakuan B, C, dan D berbeda nyata (P<0,05) daripada kontrol A. Persentase tulang itik bali jantan perlakuan B, C dan D berbeda tidak nyata (P>0,05) dengan kontrol A. Persentase lemak daging termasuk kulit pada perlakuan B berbeda tidak nyata (P>0,05) dibanding kontrol A, sedangkan pada perlakuan C dan D berbeda nyata (P<0,05) dibanding dengan kontrol A. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan sabun kalsium dalam ransum dapat meningkatkan berat karkas dan meningkatkan persentase daging itik bali jantan. Penambahan sabun kalsium sebanyak 2% dan 3% juga mampu menurunkan persentase lemak daging termasuk kulit itik bali jantan. Kata kunci: Sabun kalsium, Itik bali, dan Komposisi fisik karkas
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha YANG DIPUPUK NPK DENGAN DOSIS BERBEDA Carvalho C. B. D.; N. M. Witariadi; I W. Wirawan
Jurnal Peternakan Tropika Vol 11 No 1 (2023): Vol. 11 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the growth and yield of Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha fertilized with NPK with different dosage. This research was carried out in the Sesetan Research station greenhouse, Faculty of Animal Science, Udayana University starting from July to September 2021. The experimental design used in this study was a completely randomized design (CRD) with five treatments and six replications. The five treatments were dosage of 0 kg ha-1 (D0), 50 kg ha-1 (D50), 100 kg ha-1 (D100), 150 kg ha-1 (D150), and 200 kg ha-1 (D200). The variables observed in the study were growth variables, production variables, and growth characteristics variables. The results showed that treatment with different dosage of NPK fertilizer increased the dry weight of leaves, stem dry weight, total dry weight of forage, and the ratio of total dry weight of forage to root dry weight of Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha, but has not had an effect on other variables. It can be concluded that the yield of Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha increased with the application of NPK fertilizer, and the best results dosage of 100 kg ha-1. Keywords: Asystasia gangetica, dosage, growth, NPK, yield
KANDUNGAN NUTRIEN LITTER BROILER YANG DIFERMENTASI DENGAN BAKTERI LIGNOSELULOLITIK Sitepu E. B.; I N. S. Sutama; I M. Mudita
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 3 (2022): Vol. 10 No. 3 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrien litter broiler yang difermentasi bakteri lignoselulolitik. Penelitian dilaksanakan dari bulan Oktober sampai November 2021 di Farm Sesetan dan Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari enam perlakuan yaitu: Litter broiler difermentasi tanpa bakteri lignoselulolitik sebagai kontrol (PB0), litter broiler difermentasi Bacillus substilis BR4LG (PB1), litter broiler difermentasi Bacillus substilis BR2CL (PB2), litter broiler difermentasi Aneurinibacillus sp. BT4LS (PB3), litter broiler difermentasi Bacillus sp. strain BT3CL (PB4), litter broiler difermentasi Bacillus sp. strain BT8XY (PB5). Masing-masing perlakuan memiliki 4 ulangan. Variabel yang diamati yaitu: bahan kering (BK), bahan organik (BO), protein kasar (PK), serat kasar (SK), lemak kasar (LK) dan abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bakteri lignoselulolitik mampu meningkatan secara nyata (P<0,05) kandungan protein kasar dan lemak kasar serta menurunkan (P<0,05) kandungan serat kasar litter broiler, namun tidak mempengaruhi kandungan bahan kering, abu dan bahan organik (P>0,05). Penggunaan bakteri Bacillus substilis BR4LG (PB1) menghasilkan silase dengan kandungan protein kasar tertinggi dan serat kasar terendah (P<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan bakteri lignoselulolitik mampu meningkatkan kandungan nutrien khususnya protein kasar dan lemak kasar, serta menurunkan kandungan serat kasar dari litter broiler. Kata kunci: litter broiler, bakteri lignoselulolitik, kandungan nutrien
PENGARUH SUPLEMENTASI SABUN KALSIUM DALAM RANSUM TERHADAP PENURUNAN LEMAK ABDOMEN ITIK BALI (Anas sp.) Purnami N.W.; D. P. M. A. Candrawati; E. Puspani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 3 (2022): Vol. 10 No. 3 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi sabun kalsium dalam ransum terhadap lemak bantalan, lemak mesenterium, lemak ventrikulus dan lemak abdomen itik bali. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Tiap petak kandang percobaan diisi dengan 4 ekor itik bali yang berumur 2 minggu dengan berat badan homogen. Keempat perlakuan tersebut adalah ransum tanpa sambun kalsium sebagai kontrol (A) ransum dengan 1% sabun kalsium (B), ransum dengan 2 % sabun kalsium (C) dan ransum dengan 3 % sabun kalsium (D). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah lemak bantalan, lemak mesenterium,lemak ventrikulus lemak abdomen. Hasil penelitian menunjukan bahwa rataan bobot potong itik yang diberikan ransum tanpa sabun kalsium (A) sebagai kontrol adalah 696,67g/ekor. Lemak bantalan itik yang mendapat perlakuan B, C dan D nyata (P<0,05) lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan A, sedangkan lemak mesenterium dan ventrikulus yang mendapat perlakuan B, C dan D tidak nyata (P>0,05) dibandingkan dengan perlakuan A. Rataan berat lemak abdomen pada perlakuan B C dan Dnyata (P>0,05) lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan A. Pemberian sabun kalsium sebanyak 1% dalam ransum memperoleh hasil terbaik terhadap penurunan lemak abdomen, serta pemberian sabun kalsium sampai 3 % dapat menurunkan lemak bantalan itik bali, sedangkan pada lemak mesenterium dan ventrikulus sama dengan kontrol. Kata kunci : itik bali, lemak abdomen, sabun kalsium, suplementasi