cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Demography Journal of Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23554738     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 58 Documents
Efektivitas Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kota Palembang Rohana Tiara; Mardiyanto Mardiyanto
Jurnal Kependudukan Sriwijaya Vol 3 No 1 (2019): DEJOS VOL 3, NO 1 (Januari 2019)
Publisher : Program Studi Kependudukan, Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kemiskinan di negara ini tampaknya menjadi hal utopis yang harus diselesaikan. Upaya terus dilakukan oleh pemerintah melalui program pengentasan kemiskinan, yang diharapkan mampu memberdayakan masyarakat pada kategori miskin. Pemerintah Kota Palembang, melalui bakti sosial, memiliki program Bantuan Makanan Non Tunai (BPNT) di kota Palembang, yang merupakan salah satu program unggulan Kementerian Sosial Republik Indonesia dalam hal pengentasan kemiskinan. Jika BPNT menjadi salah satu program unggulan yang seharusnya bisa mengurangi kemiskinan setiap tahun karena target program ini keluarga kurang mampu. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dan pendekatan campuran (mixed method), melalui dokumentasi teknis, observasi, dan wawancara, serta penyebaran kuesioner, yang melibatkan 99 responden sebagai sampel dalam mengukur efektivitas program BPNT di kota Palembang. Berdasarkan hasil penelitian ini dengan menggunakan teori Duncan yang dikutip Steers, menunjukkan bahwa Program BPNT di Kota Palembang yaitu pencapaian tujuan, integrasi dan adaptasi, diketahui tingkat efektivitas 34,75% yang dapat diartikan bahwa program BPNT telah berjalan cukup efektif.
Implementasi Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2012 dalam Rangka Alih Fungsi Lahan Rawa sebagai Pengurangan Risiko Banjir di Kota Palembang Zahara Zahara; Nengyanti Nengyanti
Jurnal Kependudukan Sriwijaya Vol 3 No 1 (2019): DEJOS VOL 3, NO 1 (Januari 2019)
Publisher : Program Studi Kependudukan, Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Implementasi Peraturan Daerah nomor 11 tahun 2012 dalam Rangka Alih Fungsi Lahan Rawa sebagai Pengurangan Risiko Banjir di Kota Palembang. Kebijakan ini dilaksanakan melalui pemanfaatan dari ketiga rawa jenis Konservasi, Budidaya dan Reklamasi yang dikelola sebagai daerah resapan air serta pemenuhan kecukupan lahan terbangun di Kota Palembang. Teori yang digunakan adalah teori Rippley dan Franklin yang mengukur keberhasilan suatu implementasi kebijakan dari tiga dimensi yaitu kepatuhan, kelancaran rutinitas fungsi, kinerja serta dampak. Metode yang dipakai adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Peraturan Daerah nomor 11 tahun 2012 dalam Rangka Alih Fungsi Lahan Rawa sebagai Pengurangan Risiko Banjir di Kota Palembang belum berhasil. Hal ini dilihat dari tidak patuhnya implementor kebijakan dan kurang lancarnya rutinitas fungsi serta kinerja dan dampak yang belum optimal. Dari dimensi kepatuhan terdapat aspek yang tidak patuh dilaksanakan yaitu pembinaan dan pemanfaatan rawa jenis Konservasi, Budidaya dan Reklamasi. Aspek yang belum berhasil dari dimensi kelancaran rutinitas fungsi yaitu pengawasan dan pemanfaatan Rawa Budidaya dan Reklamasi sehingga dimensi kinerja dan dampak dihasilkan pengurangan luas rawa dan peningkatan intesitas banjir. Dari ketiga dimensi tersebut terdapat aspek yang berhasil diimplementasikan yaitu dimensi kelancaran rutinitas fungsi melalui pengawasan terhadap pelestarian Rawa Konservai yang terjalin koordinasi dengan baik. Dimensi kinerja dan dampak telah optimal yaitu kecukupan alih fungsi lahan rawa menjadi area terbangun. Pada dimensi kelancaran rutinitas ditemui kendala yaitu kurangnya sarana prasarana, anggaran dan Sumber Daya Manusia (SDM) di Bidang Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). Skripsi ini merekomendasikan bahwa hendaknya pihak terkait pelaksana kebijakan menjalankan tugas dan kewajiban sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Pihak Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) juga perlu memperbaiki sarana dan prasarana yang mendukung kelancaran kegiatan dalam mengimplementasikan suatu kebijakan dan mencukupi Sumber Daya Manusia (SDM) yang dibutuhkan.
Implementasi Program Satam Emas di Kabupaten Bangka Barat Tahun 2016 Dewi Susanti; Nengyanti Nengyanti; Andries Lionardo
Jurnal Kependudukan Sriwijaya Vol 3 No 1 (2019): DEJOS VOL 3, NO 1 (Januari 2019)
Publisher : Program Studi Kependudukan, Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan hingga saat ini masih menjadi permasalahan penting yang harus diatasi oleh pemerintah baik di pusat maupun didaerah. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan tingkat kemiskinan yang rendah, masih harus terus berupaya mengentaskan kemiskinan di wilayahnya. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan merumuskan sebuah program penanggulangan Kemiskinan yang diberi nama Program Satu Milyar untuk Tiap Kecamatan Menuju Pembangunan yang Efektif, Merata, Adil dan Selaras (SATAM EMAS). Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan proses implementasi dan penyebab terjadinya ketidakoptimalan penyerapan anggaran Program SATAM EMAS di Kabupaten Bangka Barat Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan data diperoleh melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses implementasi Program SATAM EMAS di Kabupaten Bangka Barat Tahun 2016, belum sepenuhnya berjalan optimal. Ditemukan adanya ketidaksesuaian antara apa yang diharapkan terjadi dengan kenyataannya diantara aspek yang saling berinteraksi yang kemudian mendorong jadwal dalam rangkaian proses implementasi yang akhirnya menyebabkan tidak dapat terlaksananya pekerjaan pembangunan tahap kedua di Kabupaten Bangka Barat sehingga dana program tidak dapat terserap sepenuhnya.
Kualitas Pelayanan Pembuatan Kartu Kuning (AK-1) di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Ogan Ilir Lisa Mandasari; M Thamrin; Yoyok Hendarso; Ardi Saputra
Jurnal Kependudukan Sriwijaya Vol 3 No 2 (2019): DEJOS Vol 3, No 2, Juli 2019
Publisher : Program Studi Kependudukan, Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini terkait kualitas pelayanan pembuatan kartu kuning di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Ogan Ilir. Tujuan penelitian ini untuk mengukur kualitas pelayanan dalam 5 (lima) Dimensi Servqual yaitu bukti langsung, kehandalan, daya tanggap, jaminan dan empati, serta mengidentifikasi indikator-indikator pelayanan yang perlu menjadi prioritas untuk dipertahankan dan diperbaiki. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan jenis accidental sampling yaitu teknik penentuan sampel secara incidental. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan model servqual dan model kano dengan jumlah 385 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dalam pembuatan kartu kuning termasuk dalam kategori cukup baik. Indikator yang dipersepsikan telah dilakukan dengan baik yakni layanan sesuai dengan harapan masyarakat, seperti indikator prosedur pendaftaran yang tidak berbelit-belit, kemampuan memberikan pelayanan dengan cepat, kemampuan menanggapi keluhan dengan cepat, penguasaan terhadap peraturan, akses informasi yang jelas, kemudahan berkonsultasi dengan pegawai dan sikap pegawai yang berlaku adil dalam memberikan pelayanan. Dari seluruh indikator yang ada bisa dikategorikan cukup baik. Dimensi yang dipersepsikan tinggi menurut penerima layanan adalah dimensi daya tanggap (responsiveness), diikuti yang kedua empati (Empathy), ketiga jaminan (assurance), keempat bukti langsung (Tangible), dan nilai yang paling rendah terdapat pada dimensi kehandalan (Reliability)
Kualitas Pelayanan Penerbitan Kartu Tanda Penduduk Elektronik di Kota Palembang Rani Melisa; Riniasa Putra; Nurmasemil Nurmasemil; Dian Sri Andriani
Jurnal Kependudukan Sriwijaya Vol 3 No 2 (2019): DEJOS Vol 3, No 2, Juli 2019
Publisher : Program Studi Kependudukan, Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinas kependudukan dan pencatatan sipil merupakan perangkat daerah yang bertugas melayani penerbitan KTP-el sehingga diharapkan mampu untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Kualitas pelayanan tersebut dinilai berdasarkan delapan layanan pendukung konsep Flower of Service. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas pelayanan dengan menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat tingkat kepuasan masyarakat atas pelayanan penerbitan KTP-el di Disdukcapil Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan model Sequential Explanatory terhadap 100 responden melalui perhitungan metode Purposive Sampling. Secara keseluruhan, kualitas layanan Disdukcapil Kota Palembang sudah baik. Hal ini dilihat dari rata-rata jawaban responden sebesar 372 yang berada pada tingkat memuaskan untuk enam faktor layanan pendukung kepuasan masyarakat, yaitu informasi, konsultasi, penerimaan permohonan, keamanan, penagihan, dan pembayaran. Sedangkan sarana pelayanan dan layanan prioritas termasuk dalam faktor layanan yang tidak terpenuhi sehingga dikategorikan menjadi faktor penghambat kepuasan masyarakat. Oleh karena itu, direkomendasikan agar Disdukcapil Kota Palembang melengkapi fasilitas layanan ruang tunggu, menerapkan sistem nomor antrian, mempercepat proses pencetakan dan distribusi KTP-el, serta meningkatkan kenyamanan toilet, ruang bermain anak, dan ruang laktasi.
Kualitas Pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Dalam Pembuatan Akta Kelahiran Kabupaten Ogan Komering Ulu Arnando Yugantara; Nengyanti Nengyanti; Yoyok Hendarso; Dian Sri Andriani
Jurnal Kependudukan Sriwijaya Vol 3 No 2 (2019): DEJOS Vol 3, No 2, Juli 2019
Publisher : Program Studi Kependudukan, Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan instansi pemerintah yang berwenang menyediakan layanan pencatatan administrasi kependudukan, khususnya pembuatan akta kelahiran. Layanan publik secara sederhana dapat diukur dengan menilai tingkat kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas pelayanan Disdukcapil melalui lima dimensi menurut Teori Passuraman. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan Disdukcapil masih rendah. Terdapat banyak kesenjangan antara harapan dan persepsi masyarakat pada dimensi tangibles dan emphaty. Tidak tersedianya fasilitas pendukung, seperti kipas angin/AC dan air minum di ruang pelayanan dinilai sebagai penyebab rendahnya kualitas pelayanan untuk dimensi tangibles. Sementara itu, dimensi emphaty dinilai buruk karena sikap petugas tidak ramah dan tidak sigap dalam melayani pembuatan akta kelahiran. Oleh karena itu, direkomendasikan agar pemerintah dapat memperbaiki fasilitas pendukung serta meningkatkan dan melakukan pengawasan kinerja petugas.
Advokasi Kebijakan Kartu Identitas Anak bagi Anak Usia Dibawah 17 Tahun di Kabupaten Banyuasin Rio Nastipawa; Nengyanti Nengyanti; Martina Martina; Erlisa Saraswati
Jurnal Kependudukan Sriwijaya Vol 3 No 2 (2019): DEJOS Vol 3, No 2, Juli 2019
Publisher : Program Studi Kependudukan, Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana advokasi program Kartu Identitas Anak oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Banyuasin. Desain yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, berdasarkan hasil dokumentasi, observasi dan wawancara mendalam dengan informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam langkah advokasi masih ada empat langkah advokasi yang belum dilakukan secara optimal, yaitu pada langkah strategi sistem penggiringan bola yang tidak dimaksimalkan, terkait kepastian yang jelas dari Kantor Disdukcapil Kabupaten Banyuasin. Pada tahap evaluasi Badan Penanggulangan Bencana Tingkat Kabupaten, Kabupaten Banyuasin belum dapat memenuhi semua kebutuhan sosialisasi Kartu Identitas Anak. Oleh karena itu, Instansi perlu melakukan sosialisasi maksimal dan penambahan Sumber Daya Manusia atau tenaga ahli yang secara khusus menangani kebijakan Kartu Identitas Anak. Selain itu, Kementerian Dalam Negeri dan khususnya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil perlu untuk meninjau kembali Peraturan Pemerintah nomor 2 tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak karena tidak adanya sanksi tertulis dalam kebijakan yang diduga menjadi alasan masyarakat tidak mematuhi kebijakan. Mengenai advokasi kebijakan Kartu Identitas Anak bagi anak usia dibawah 17 tahun di Kabupaten Banyuasin oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyuasin, berdasarkan teori advokasi John Hopkins University langkah-langkah advokasi yang dilaksanakan Disdukcapil Banyuasin masih belum maksimal.
Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Prabumulih dalam Pencetakan KTP-El di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan Viona Yolanda; Nengyanti Nengyanti; Sofyan Effendy; Muhammad Izzudin
Jurnal Kependudukan Sriwijaya Vol 3 No 2 (2019): DEJOS Vol 3, No 2, Juli 2019
Publisher : Program Studi Kependudukan, Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakangi penelitian ini adalah masih lamanya waktu yang dibutuhkan dalam pencetakan KTP-el khusunya di Kota Prabumulih. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal seperti kurangnya kedisiplinan pegawai, terbatasnya persediaan blangko, serta kurangnya sumber daya manusia yang secara tidak langsung mempengaruhi durasi waktu yang diperlukan dalam pencetakan KTP-el. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan kinerja ASN Disdukcapil dalam pencetakan KTP-el di Kota Prabumulih. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori TR. Mitchell yang menilai kinerja ASN Disdukcapil berdasarkan 5 aspek, yaitu kualitas kerja, ketepatan waktu, inisiatif, kemampuan dan komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ASN Disdukcapil dalam pencetakan KTP-el di Kota Prabumulih cukup baik. Berdasarkan penelitian kinerja ASN dengan menggunakan teori Mitchell di Disdukcapil didapatkan hasil bahwa masih terdapat beberapa kendala yaitu dari segi ketepatan waktu seperti kurangnya blangko KTP dan keterlambatan jaringan dalam proses pencetakan KTPel dimana proses pencetakan tersebut harus menunggu hasil verifkasi data penduduk dari pusat.