cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
ISSN : 25274430     EISSN : 25487620     DOI : -
Core Subject : Social,
JURNAL FIKRI adalah jurnal berkala Ilmiah yang diterbitkan oleh Institut Agama Islam (IAIMNU) Metro Lampung. Jurnal Fikri memuat artikel hasil penelitian maupun artikel konseptual (baik kualitatif lapangan atau kualitatif pustaka) dengan fokus kajian di bidang “Kajian Agama, Sosial dan Budaya”. Pengelola (Redaksi) mengundang para ilmuan, sarjana, peneliti, LSM maupun mahasiswa untuk mengembangkan keilmuan dan mempublikasi hasil penelitiannya setelah melalui mekanisme seleksi naskah, telaah mitra bestari, dan proses penyuntingan. Jurnal Fikri terbit dua kali dalam setahun (Juni dan Desember). Jurnal Fikri telah menggunakan Open Journal System (OJS). P-ISSN: 2527-4430 dan E-ISSN: 2548-7620.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
PUBLIC CONCEPTION, PRECAUTIONS, AND THE SPREAD OF COVID-19 IN NORTHERN NIGERIA Abubakar Aji; Miftahu Gambo Idris
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 6 No. 1 (2021): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v6i1.1268

Abstract

It's really disconcerting for a virus as small as 120 nm to turn the whole world upside down. Novel Corona Virus (COVID-19) has closed almost all schools and industries, markets and shops and economic activities especially in 2020. The aim of this study is to assess the public conception, prevention measures and spread of COVID-19 in northern part of Nigeria. An anonymous online survey was conducted on 140 respondents from 16 northern states of Nigeria by filling out a questionnaire. For this study, simple percentage scores were used for the analysis of respondents' opinions, tables and graphs were used for interpretation of the results. The result of this study is that 63.0% believe COVID-19 is real, while 36.2% still doubt it. 64.3% believed in the reality of COVID-19 since the first incident, While 15.7% did not accept the problem from the start. As for preventive measures, 77.9% took precautionary measures, 12.1% were inconsistent in preventive measures while 10.0% did not take preventive measures at all. 55.7% said the incidence was increasing in their country while 35.0% said it was not increasing. Of the 140 respondents, 25.7% already knew the victim of COVID-19 while 72.1% did not know the victim.
CELEBRATION OF THE MAWLID OF PROPHET MUHAMMAD SAW: RITUAL AND SHARE ISLAM VALUE IN INDONESIAN Sardjana Orba Manullang; Risa Risa; M Trihudiyatmanto; Fina Amalia Masri; Aslan Aslan
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 6 No. 1 (2021): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v6i1.1324

Abstract

Mawlid celebrations in several countries have become a sacred and festive agenda. The agenda was enlivened with great festivities and rituals to broadcast the struggle of the Prophet Muhammad to the people from the past until now. The purpose of this paper is to analyze the annual Mawlid celebration, between the ceremony and the nuances of rituals or symbols of Islam in Indonesia. This article is carried out by reviewing literature on ten international publications and other literature that has successfully discussed the celebration of the Prophet's Birthday or Maulid Nabi by Muslims, then analyzed in depth so that the results are valid and reliable with a phenomenological approach. The findings of this study are Muslims who hold Maulid celebrations equipped with rituals and announcements on a large scale. The celebration of Maulid provides an Islamic atmosphere for Muslims to learn about the history of the Prophet and to establish and participate in friendship with fellow believers who lived 14 different centuries from the Prophet in the struggle of Islam.
RUANG PUBLIK KEAGAMAAN: INTOLERANSI DAN NARASI HUMOR NU GARIS LUCU Ery Erman Ernayati
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 6 No. 1 (2021): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v6i1.1394

Abstract

Isu Intoleransi beragama yang ada di Indonesia telah mengakar kuat sampai saat ini. Dimulai dari mengklaim agama yang dianut adalah agama yang paling benar atau menilai agama lain sesat dan dianggap sebagai musuh. Bahkan ada sebagian masyarakat yang bersedia mengorbankan nyawa mereka demi membela agama, yang kemudian menunjukkan eksistensinya di ruang publik, seperti aksi bom bunuh diri, aksi perusakan fasilitas publik, hingga provokasi masyarakat untuk bersikap intoleran. Berbagai upaya telah dilakukan oleh beberapa akademisi untuk meminimalisir tindakan-tindakan tersebut. Selain itu media masa turut memberikan peran penting sebagai usaha tambahan peminimalisiran isu ini, salah satunya akun NUgarislucu di media Instagram. Akun NUgarislucu hadir dengan nuansa humor yang renyah namun mengandung edukasi yang bertujuan untuk menumbuhkan sikap toleransi beragama. Tulisan ini menggabungkan dua teori sekaligus, pertama konsep Ruang Publik Jurgen Habermas yang menjadikan ruang publik sebagai media untuk mengutarakan semua asumsi secara bebas. Kedua teori Cyberspace yang diusung Yasraf Amir Piliang untuk melihat eksistensi Nugarislucu di ranah media massa mengingat fenomena diruang ini mulai menyaingi isu yang terjadi di dunia nyata termasuk intoleransi beragama. Penggabungan dua konsep ini dapat melihat akun NUgarislucu sebagai media sekaligus ruang publik yang menjadi konsumsi masyarakat hingga dapat membentuk opini publik.
DEVELOPMENT OF CROSS-CULTURAL COMMUNICATION SCALE FOR INDONESIAN CONTEXT Harlina Harlina; Yosef Yosef; Sigit Dwi Sucipto; Ma’rifatin Indah Kholili
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 6 No. 1 (2021): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v6i1.1422

Abstract

There are limited instruments to measure the cross-cultural communication, particularly in Indonesia. Therefore, this study aims to produce an instrument of competence and cross-cultural communication that valid and reliable. We used research and development methods to achieve the aims. The results of three experts, namely readability experts, material experts and linguists on average the results of the validator obtained a score of 20 and were categorized as good. From the results of the three validators used as input to improve the instrument after being revised the instrument was tested on the research subject. The results of the trial there were 27 invalid items so the instrument test results are valid, there are 39 items are worth using. For reliability results obtained correlation coefficient 0.882 in the high category. Based on the research results, the competency and cultural cross-cultural communication instruments meet the valid and reliable criteria and are suitable for use in Indonesian context.
PENGARUSUTAMAAN DIALOG FIKIH DAN TASAWUF: MENCARI TITIK TEMU REVITALISASI FIKIH PERDAMAIAN Muhammad Rafi'i; A. Yuli Tauvani; Fridiyanto Fridiyanto
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 6 No. 1 (2021): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v6i1.1438

Abstract

Spirit fikih sufistik sesungguhnya telah banyak diterbitkan dan ditularkan sejak narasi fikih menjadi studi tersendiri di dalam ilmu-ilmu keislaman. Kehidupan sosial umat Islam berhadapan dengan persoalan yang kompleks dan tidak sedikit kaku dengan paradigma fikih an sich, mengakibatkan nalar hukum berkuasa untuk menghakimi dan mengadili persoalan manusia. Dialog fikih dan tasawuf hadir untuk mengurangi, meredam, dan menangguhkan perlahan kelompok atau komunitas yang kokoh dengan pandangan fikih oriented. Artikel ini tergolong penelitian kepustakaan, memanfaatkan berbagai sumber pustaka, buku, jurnal, dan dokumen yang relevan untuk menemukan, merumuskan dan memeroleh hasil komprehensif. Dalam penelitian ini, mainstreaming dialog fikih dan tasawuf adalah upaya pencarian titik temu sehingga dapat digalakkan sebagai role model fikih perdamaian dengan melakukan dua kerangka kerja, yaitu; menjadikan Maqashid Syari’ah sebagai jembatan paradigmatik dan memperluas acuan untuk mendinamisasi perspektif. Di tengah kehidupan sosial umat Islam terus berhadapan dengan persoalan krusial, kemanusiaan, dialog beragama, dan konflik-konflik sosial. Kesimpulan penelitian ini, pertemuan produktif antara fikih dan tasawuf dapat menjadi pusat pertemuan dalam merevitalisasi fikih perdamaian dengan bantuan operasional, maqashid syari’ah dan upaya dinamisasi perspektif umat Islam.
MUHAMMAD, A BIOGRAPHY OF THE PROPHET KARYA KAREN ARMSTRONG Erasiah Erasiah
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 6 No. 1 (2021): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v6i1.1518

Abstract

Penulisan biografi Nabi Muhammad SAW dari dahulu sampai sekarang tiada henti-hentinya dilakukan oleh kaum intelektual, baik dari kalangan sejarawan maupun pemerhati kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW. Para penulis tidak hanya datang dari kalangan Muslim, tetapi juga datang dari non Muslim. Karen Armstrong sebogai non Muslim, mantan biarawati telah terbujuk hatinya untuk menulis biografi Nabi SAW, agar karya sejarah yang dihasilkannya menjadi salah satu cara baginya untuk memperkenalkan agama Islam kepada non Muslim. Bangsa Barat/Eropa secara khusus dalam hal ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bentuk pendeskripsian sosok Muhammad SAW oleh Karen Armstrong, baik dalam mengungkapkan kisah-kisah, metode, sumber yang digunakan serta interpretasinya terhadap sumber yang didapat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan/library research. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan langkah penelusuran atau pengumpulan sumber/heuristik, kritik sumber, analisis, dan penulisan
PROSES TRANSMISI DAN SOSIALISASI AJARAN KHALWATIYAH DI KABUPATEN TOLITOLI Kasmiati kasmiati
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 6 No. 2 (2021): Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v6i2.1117

Abstract

Bertahannya ajaran Khalwatiyah di masyarakat Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Selatan karena adanya proses transmisi dan sosialisasi. Proses transmisi dan sosialisasi ini dapat diidentifikasi dalam konteks historisnya. Sejarah ajaran Khalwatiyah dalam proses sosialisasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat dapat menerima ajaran ini. Dari sini, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses transmisi dan sosialisasi ajaran Khalwatiyah kepada masyarakat Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah yang dikaji dengan pendekatan sosio-kultural-historis. Hasil penelitian ini menemukan bahwa proses penyampaian ajaran Khalwatiyah di masyarakat pada umumnya berlangsung secara lisan, meskipun transmisi tertulis juga dilakukan. Upaya mensosialisasikan ajaran ini, jemaah menggunakan pendekatan kekeluargaan dan kesukuan. Melalui pendekatan ini, proses transmisi dan sosialisasi dapat diterima masyarakat dengan baik sehingga ajaran Khalwatiyah dapat hidup di masyarakat Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Selatan.
PROBLEMATIKA ALIRAN KEPERCAYAAN DAN KEBATINAN SEBAGAI AGAMA ASLI INDONESIA Jarman Arroisi; Syamsul Badi; Martin Putra Perdana; Ahmad Tauhid Mafaza
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 6 No. 2 (2021): Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v6i2.1739

Abstract

Penghayat Aliran Kepercayaan dan Kebatinan (AKK) akhir-akhir ini mendapatkan kehormatan sangat tinggi. Pasalnya, dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tanggal 07 November 2017, AKK yang semula tidak termasuk dalam agama, saat itu setara dengan agama. Padahal AKK yang mereka klaim sebagai agama asli Indonesia memiliki banyak persoalan. Bukan hanya esensi kepercayaan yang bermasalah, tetapi juga sumber kepercayaan dan pelaksanaan ritualnya yang masalah. Makalah ini betujuan untuk mengkaji problem AKK sebagai agama asli Indonesia. Dengan metode deskriptif-kritis kajian ini menemukan beberapa poin penting. Pertama, konsep kepercayaan beberapa AKK memiliki perbedaan yang tinggi dan mempunyai kesamaan dengan ajaran agama resmi yang diakui negara. Kedua, sumber ajarannya berasal dari ide dan gagasan para pendiri AKK setelah berinteraksi dengan kekuatan gaib. Ketiga, ritual yang dijalankan pun tidak hanya menyembah Tuhan, melainkan juga untuk mendapatkan wahyu dari Tuhan seperti para pendirinya. Perbedaan dalam keyakinan, ajaran dan ritual dari setiap aliran tersebut yang membuat AKK tidak layak disebut sebagai Agama, selain itu, terdapat usaha sinkretisasi dengan ajaran agama resmi membuatnya tidak lagi dikatakan asli atau murni. Untuk penjelasan lebih lanjutnya, makalah ini menarik untuk dibaca.
STATUM AGAMA DALAM SEJARAH SAINS ISLAM DAN SAINS MODERN Mohammad Muslih; Amir Reza Kusuma; Sofian Hadi; Abdul Rohman; Adrian Syahidu
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 6 No. 2 (2021): Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v6i2.1845

Abstract

Agama Islam berlandaskan wahyu berupa kitab suci al-Qur’an. Bagi saintis Muslim, al-Qur’an merupakan sumber ilmu pengetahuan yang darinya dikembangkan segala macam disiplin ilmu. Ilmu syari’ah seperti, akidah, fikih, kalam, filsafat tanpa menafikan disiplin ilmu umum seperti astronomi, kedokteran, fisika, kimia dan sebaginya. Pada sisi yang berbeda, sains Modern menafikan peran agama dalam kajian keilmuan. Hingga pada akhirnya, sains Modern menjauhkan diri dari doktrin agama. Makalah ini terfokus mengkaji statum (posisi) agama dalam perspektif sains Islam dan sains Modern (Barat) dengan kajian kepustakaan yang menekankan pada aspek tekstual. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa agama adalah inheren tidak dapat dipisahkan dengan sains. Sains Islam berpegang kepada dîn atau agama, sedang sains Modern tidak lagi berpijak pada agama, hingga berakumulasi pada kerusakan yang ditimbulkan. Hal ini memicu saintis Muslim mengambil sikap tanggap yaitu dengan menyodorkan solusi gagasan Islamisasi terhadap sains Modern. Langkah tersebut sebagai respon atas dampak yang dirasakan oleh umat Islam. Islamisasi terhadap sains Modern selayaknya mampu menjadi solusi terhadap kerusakan dan kehancuran yang ditimbulkan oleh para saintis Modern.
PENGEMBANGAN BUDAYA ISLAM PADA MASYARAKAT MULTIKULTURAL INDONESIA MENUJU CULTURAL WELLBEING Sri Dewi Wulandari
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 6 No. 2 (2021): Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v6i2.1857

Abstract

Di era globalisasi, upaya pengembangan masyarakat Islam untuk mengatasi persoalan sosial masyarakat perlu diiringi usaha pengembangan budaya untuk membentuk sistem berperilaku yang mapan dan identitas diri masyarakat yang kuat. Penelitian mengenai topik pengembangan budaya (culture development) masih belum banyak dilakukan, khususnya dalam konteks masyarakat Indonesia. Penelitian ini berupaya mengembangkan komponen pengembangan budaya menuju cultural wellbeing sebagai bagian dari pengembangan masyarakat pada konteks masyarakat Indonesia dengan kekhasan multikulturalismenya. Dalam penelitian kualitatif ini, penulis menggunakan strategi penelitian grounded theory, sehingga memungkinkan peneliti untuk “memproduksi” teori umum mengenai pengembangan budaya pada masyarakat multikulturalisme di Indonesia. Dari penelitian didapatkan kesimpulan yakni, untuk mencapai kesejahteraan budaya pada konteks pengembangan masyarakat Indonesia, ada empat komponen pembangunan budaya yang perlu diperhatikan yakni antara lain: 1) pengembangan budaya lokal; 2) pengembangan budaya nasional dalam lingkup kehidupan komunitas lokal; 3) pengembangan multikulturalisme budaya dalam interaksi antar budaya-budaya lokal lainnya; dan 4) pengembangan budaya-budaya baru berbasis nilai-nilai universal yang menunjang pengembangan masyarakat. Keempat komponen tersebut bersifat saling pengaruh mempengaruhi untuk membentuk cultural wellbeing.

Page 11 of 36 | Total Record : 352


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 1 (2026): Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 10 No. 2 (2025): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 10 No. 1 (2025): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 9 No. 2 (2024): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 9 No. 1 (2024): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2023): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 8 No. 1 (2023): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2022): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 7 No. 1 (2022): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 6 No. 2 (2021): Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 6 No. 1 (2021): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 5 No. 2 (2020): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 5 No 2 (2020): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 5 No 1 (2020): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 4 No 2 (2019): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 4 No 1 (2019): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 3 No 2 (2018): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 3 No 1 (2018): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 2 No 2 (2017): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 2 No 1 (2017): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 1 No 2 (2016): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 1 No 1 (2016): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya More Issue