Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pelatihan Pengembangan Media Interaktif Berbasis Adobe Animate Bagi Calon Pendidik IPA Zulqifli Alqadri; Shoffan Fatkhulloh; Salma Samputri; A. Afrinaramadhani Hatta; Akhmad Syakur
Jurnal Abdi Bangsa Vol. 2 No. 1 (2026): Volume 2 Nomor 1 Juni 2026
Publisher : Jurnal Abdi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan mengembangkan media pembelajaran interaktif menjadi salah satu kompetensi penting bagi calon pendidik IPA, terutama karena pembelajaran IPA banyak memuat konsep abstrak, proses dinamis, dan fenomena yang sulit diamati secara langsung. Namun, calon pendidik masih memerlukan penguatan dalam merancang media berbasis animasi dan interaktivitas secara mandiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan awal peserta, menganalisis peningkatan pemahaman setelah pelatihan, serta mendeskripsikan respons peserta terhadap pelaksanaan pelatihan pengembangan media interaktif berbasis Adobe Animate. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan kepada 24 mahasiswa calon pendidik IPA melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan pelatihan mencakup penyampaian materi, demonstrasi penggunaan Adobe Animate, serta praktik mandiri yang meliputi penyusunan storyboard, pembuatan objek visual, pengaturan animasi, dan pengembangan media interaktif sederhana. Instrumen yang digunakan terdiri atas angket kebutuhan awal, tes awal, tes akhir, dan angket respons peserta. Data dianalisis secara deskriptif melalui skor rata-rata, persentase capaian, persentase respons positif, dan N-gain. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki kebutuhan tinggi terhadap pelatihan pengembangan media interaktif. Pemahaman peserta meningkat setelah mengikuti pelatihan, dengan capaian N-gain berada pada kategori tinggi. Respons peserta terhadap pelaksanaan pelatihan juga berada pada kategori sangat baik, terutama pada aspek relevansi materi, pelaksanaan praktik, pendampingan, dan manfaat kegiatan. Dengan demikian, pelatihan berbasis Adobe Animate dapat menjadi strategi awal yang relevan untuk memperkuat kompetensi teknologi pembelajaran calon pendidik IPA
Dari Konsep ke Kode: Peningkatan Kompetensi Guru IPA Maros dalam Membuat Media Ajar Digital Arduino Uno Nurfitra Yanto; Arie Arma Arsyad; St. Mutia Alfiyanti Muhiddin; Shoffan Fatkhulloh; Hasanuddin Hasanuddin
JKM: Jurnal Kemitraan Masyarakat Volume 4 Number 2 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas MIPA Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jkm.v4i2.81109

Abstract

The rapid development of technology requires science teachers to innovate and utilize Arduino Uno as an interactive learning medium to increase student motivation and understanding of abstract concepts. This community service activity aims to improve the professional competence of 24 science teachers in Maros through a three-day hands-on workshop that includes concept socialization, basic programming training, and sensor/actuator assembly. The results showed a significant increase in participants' cognitive understanding of 68.5% (from 42.0 to 71.8), and the creation of 8 functional digital teaching media prototypes from each group (3 participants each). This success proves that practice-based training is effective in empowering teachers to transform science concepts into digital practical tools, thereby independently improving teachers' professional competence in Technology Literacy and Coding Skills and supporting STEM Learning.
Application of Multimedia Interactive Learning Based on Educational Games to Increase Motivation & Independence of Science Learning of Elementary School Students: Literature Review A. Afrinaramadhani Hatta; Shoffan Fatkhulloh
Global Journal Basic Education Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Sains Global Institut, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35458/gjp.v5i2.4966

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of implementing educational game-based interactive multimedia in enhancing junior high school students’ motivation and learning independence in science education. The research employed a literature review method by analyzing 29 relevant scientific articles from national and international journals, selected through a systematic screening process using the PRISMA approach. The analysis focused on the types of multimedia used, research methods employed, and their impacts on students’ motivation and learning independence. The findings indicate that most studies reported significant improvements in students’ learning motivation, engagement, and understanding of science concepts following the implementation of interactive multimedia. Educational game-based and gamified learning media demonstrated a stronger positive impact than conventional media, as they provide engaging, interactive, and enjoyable learning experiences. Furthermore, interactive multimedia encourages students to learn independently through exploratory features, immediate feedback, and flexibility in controlling their learning pace. However, the effectiveness of multimedia implementation is influenced by the type of media used, instructional approaches, teacher readiness, and the learning environment. This study contributes to strengthening the understanding of the importance of technology integration in science education and serves as a reference for the development of more innovative and adaptive learning media at the junior high school level.
Optimalisasi Pembelajaran IPA di Era Digital melalui Pelatihan Laboratorium Virtual PhET di SMPN 27 Makassar Shoffan Fatkhulloh; Nurhayani H Muhiddin; Nur Rahmah Sangkala; Amalia Rahmadani; Banu Kisworo
Jurnal Edukasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Yayasan Insan Literasi Cendekia (INLIC) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jepkm.v5i1.338

Abstract

Pembelajaran IPA di SMPN 27 Makassar masih didominasi pendekatan konvensional dengan minimnya praktikum dan pemanfaatan teknologi, sehingga berdampak pada rendahnya motivasi dan literasi sains peserta didik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru IPA dalam memanfaatkan laboratorium virtual PhET (Physics Education Technology) Interactive Simulations sebagai media pembelajaran di era digital. Metode yang digunakan adalah service learning melalui lima tahapan: investigasi, persiapan, aksi, refleksi, dan demonstrasi, dengan melibatkan 6 guru IPA sebagai peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen tes pilihan ganda (pre-test dan post-test). Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 95,00 menjadi 98,33 dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,92 (kategori tinggi). Sebanyak 83,3% peserta mencapai kategori N-Gain tinggi dan 16,7% kategori sedang. Peningkatan paling signifikan terjadi pada aspek teknis penggunaan mode offline PhET (+18,8%) dan pemahaman prosedur penggunaan PhET (+25,0%). Pelatihan berbasis service learning terbukti efektif mengoptimalkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan laboratorium virtual ke dalam pembelajaran IPA yang lebih interaktif dan berbasis teknologi.
Kelayakan dan Kepraktisan E-modul Berbasis SDGs dengan Conceptual Change Model with Cognitive Conflict Approach (CCM-CCA) Terintegrasi Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Literasi Lingkungan Syarful Annam; Zulqifli Alqadri; Musawwir Usman; Shoffan Fatkhulloh
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. 2 (2026): May 2026
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8i2.14431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan serta kepraktisan e-modul berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) dengan pendekatan Conceptual Change Model with Cognitive Conflict Approach (CCM-CCA) yang terintegrasi kearifan lokal dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan literasi lingkungan siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate (terbatas). Instrumen penelitian berupa lembar validasi ahli serta angket kepraktisan guru dan siswa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif (Aiken’s V dan rumus persentase) dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan sangat tinggi, ditinjau dari aspek isi, penyajian, bahasa, dan desain media dengan rata-rata indeks Aiken’s V 0,91. Integrasi isu-isu SDGs dengan konteks kearifan lokal serta penerapan sintaks CCM-CCA dinilai mampu memfasilitasi perubahan konseptual dan pembelajaran yang bermakna. Selain itu, hasil uji kepraktisan menunjukkan bahwa e-modul tergolong sangat praktis berdasarkan respon positif guru dan siswa dengan skor 88,3 dan 84,9, baik dari segi kemudahan penggunaan, kejelasan instruksi, maupun daya tarik tampilan. Sehingga e-modul berbasis SDGs dengan pendekatan CCM-CCA terintegrasi kearifan lokal dinyatakan layak dan praktis untuk digunakan sebagai bahan ajar inovatif yang berpotensi mendukung pengembangan berpikir kritis dan literasi lingkungan siswa.
Pelatihan Unit Praktikum (Fisika) Mata Kuliah IPA Sekolah II bagi Asisten Praktikum Laboratorium IPA Syarful Annam; Nurhayani H. Muhiddin; Shoffan Fatkhulloh; Nur Rahmah Sangkala; Hasanuddin Hasanuddin
Jurnal Pengabdian Pendidikan IPA Kontekstual Vol. 4 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Postgraduate Program, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppik.v4i2.1602

Abstract

Practicum activities play an important role in science learning as they enhance students’ conceptual understanding and science process skills. However, the implementation of practicums is often not optimal due to the limited competence of practicum assistants, both in technical and pedagogical aspects. Therefore, this community service activity aims to improve the competence of practicum assistants through physics practicum unit training in the IPA Sekolah II course. The method used is practice-based training consisting of preparation, implementation, mentoring, evaluation, and reflection stages. Data collection techniques include pre-test and post-test questionnaires, observation, and documentation, while data analysis is conducted using descriptive quantitative and qualitative approaches. The results show an improvement in participants’ competencies across all measured aspects, including equipment operation, pedagogical and practicum management skills, troubleshooting, as well as attitudes and readiness. The average score increased from 3.03 in the pre-test to 3.45 in the post-test. This indicates that the training was effective in improving the overall competence of practicum assistants. Thus, this activity contributes to supporting more effective and high-quality practicum implementation.
Perbandingan Pembelajaran Guided Inquiry Menggunakan Metode Demonstrasi dan Eksperimen Berbantuan PhET Terhadap Penurunan Miskonsepsi Shoffan Fatkhulloh; Budi Jatmiko
Kappa Journal Vol 9 No 1 (2025): Kappa Journal
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v9i1.30063

Abstract

Miskonsepsi merupakan fenomena kesalahan dalam memahami suatu konsep yang telah tertanam dalam diri siswa. Miskonsepsi erat kaitannya dengan proses perkembangan kognitif siswa. Pembelajaran guided inquiry merupakan pembelajaran yang menekankan pada proses perkembangan kognitif melalui kegiatan inkuiri. Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran inkuiri, antara lain demonstrasi dan eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pembelajaran guided inquiry dengan metode demonstrasi dan eksperimen berbantuan PhET Simulation terhadap penurunan miskonsepsi siswa dan membandingkan penurunan miskonsepsi antara keduanya. Penelitian ini menggunakan one group pretest-posttest design. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Kota Mojokerto, Jawa Timur pada semester genap tahun ajaran 2013/2014 dengan sampel penelitian siswa kelas X-E dan X-G yang masing-masing berjumlah 31 dan 32 siswa. Siswa kelas X-E diberikan perlakuan pembelajaran guided inquiry dengan metode eksperimen dan siswa kelas X-G menggunakan metode demonstrasi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes. Instrumen tes yang diberikan diselesaikan dan dianalisis menggunakan Certainty Response Index (CRI) kemudian dilanjutkan dengan uji-t dua pihak. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pembelajaran guided inquiry dengan metode demonstrasi dan eksperimen berbantuan PhET Simulation efektif dalam menurunkan miskonsepsi siswa dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam menurunkan miskonsepsi di antara keduanya.
Workshop Arduino Uno sebagai Media Ajar Interaktif bagi Guru IPA di Kabupaten Maros Nurfitra Yanto; Arie Arma Arsyad; St. Muti Alfiyanti Muhiddin; Shoffan Fatkhulloh; Putri Damayanti
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v5i2.651

Abstract

Latar Belakang: Pesatnya perkembangan teknologi dan tingginya kebutuhan media pembelajaran yang menarik untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.  Salah satu teknologi media pembelajaran yaitu program Mikrokontroler Arduiono Uno yang memiliki kemajuan cukup baik di bidang pendidikan. Media pembelajaran Arduino Uno mampu menarik minat dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik.  Tujuan: pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru IPA di Kabupaten Maros dalam memanfaatkan teknologi Arduino Uno sebagai media pembelajaran inovatif. Metode: Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap: (1) sosialisasi konsep Arduino dalam pembelajaran IPA, (2) pelatihan praktik pemrograman dasar, dan (3) evaluasi melalui pretest-posttest dan angket respon peserta. Peserta kegiatan ini adalah guru IPA Kabupaten Maros. Hasil: Berdasarkan hasil evaluasi pelatihan Arduino Uno menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 70%. Peserta menyatakan pelatihan sangat relevan untuk dimanfaatkan sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran IPA. Kesimpulan: Kegiatan ini berhasil membekali guru dengan keterampilan merancang media pembelajaran sederhana menggunakan Arduino Uno, serta mendorong penerapan pembelajaran aktif di kelas.