Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pemberdayaan Kader Posyandu di Desa Bayung-Gede Bangli dalam Pencegahan Stunting Melalui Edukasi Makanan Bergizi Seimbang Anak Agung Sri Agung Aryastuti; Desak Putu Citra Udiyani; Putu Ayunda Trisnia; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.3.2024.252-256

Abstract

Stunting adalah gangguan pertumbuhan linier yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan yang tidak sesuai dengan usia. Anak yang menderita stunting mungkin tidak dapat mencapai potensi genetik dan kesehatan mereka yang ideal. Salah satu faktor yang menyebabkan stunting adalah pemberian makanan bayi dan anak yang tidak memenuhi kebutuhan nutrisi. Pola pengasuhan, keragaman dalam pemberian makanan, dan pengetahuan ibu atau pengasuh tentang makanan dengan gizi seimbang adalah faktor lain yang berkontribusi pada masalah ini. Data di Kabupaten Bangli menunjukkan angka stunting pada balita di Desa Bayung Gede Kecamatan Kintamani-Bangli pada tahun 2022 masih cukup tinggi. Dari data hasil pengukuran angka kecukupan gizi diketahui bahwa asupan protein pada anak balita stunting di Desa Bayung Gede jauh di bawah angka kecukupan gizi anak seusianya. Berdasarkan analisis situasi tersebut maka dilaksanakan kegiatan penyuluhan dan pelatihan kader Posyandu Desa Bayung Gede-Kintamani tentang praktik pemberian makanan bayi dan anak (PMBA) dengan gizi seimbang. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini telah meningkatkan pengetahuan peserta dari rata-rata skor pengetahuan 6,41 menjadi 8,91 (p<0.05) yang dilihat dari peningkatan nilai pre-test dan post-test. Dengan kegiatan ini kader diharapkan dapat memberikan contoh resep makanan dengan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari kepada ibu-ibu di Desa Bayung Gede-Kintamani. Dalam kegiatan ini juga diberikan paket ayam buras serta demplot kepada keluarga balita yang memerlukan sehingga diharapkan keluarga balita tersebut dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga secara mandiri terutama asupan proteinnya. Kata Kunci: gizi seimbang, kader posyandu, PMBA, Bayung Gede
Pelatihan Pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) Sederhana Asri Prima Dewi AA Ayu; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Putu Ayunda Trisnia; Komang Trisna Sumadewi; Luh Gde Evayanti; Putu Diah Witari; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.67-70

Abstract

Anak – anak identik dengan dunia bermain. Bermain merupakan salah satu media anak untuk mengembangkan kreativitas dan belajar termasuk melatih sel otaknya untuk mempelajari hal baru yang berkaitan dengan kognitif anak. Pada era teknologi saat ini, penggunaan ponsel pintar semakin berkembang dan marak digunakan pada kalangan anak usia dini. Dampak yang ditimbulkan oleh penggunaan ponsel pintar pada anak usia dini tidak sedikit yang menunjukkan efek buruk seperti penurunan motorik dan sensorik anak, gangguan pada hubungan sosial dan perilaku bahkan penurunan kognitif anak. Permainan edukatif anak yang tersedia pada lingkungan disekitar anak akan dapat membantu pengalihan anak dalam menggunakan ponsel pintar. Dengan menggunakan bahan dan alat yang ada di sekitar kita, permainan edukatif juga dapat dibuat dengan mudah. Posyandu merupakan wadah kegiatan ibu dan anak di wilayah cakupannya yang memiliki kegiatan rutin seperti pemantauan tumbuh kembang anak. Anak biasanya dibawa ke posyandu untuk dimonitor tumbuh kembangnya dan biasanya anak bermain disela kegiatan tersebut. Kader posyandu juga berperan menyampaikan informasi dan edukasi terkait tumbuh kembang anak. Banjar Tengah Blahbatuh memiliki posyandu yang mengadakan kegiatan rutin setiap bulannya. Banjar ini juga memiliki jumlah balita yang cukup banyak. Berdasarkan informasi yang didapat, penggunaan ponsel pintar di kalangan balita pada banjar ini tergolong cukup banyak. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menyediakan pelatihan kepada kader posyandu Banjar Tengah Blahbatuh terkait pembuatan alat permainan edukatif (APE) sederhana yang dapat digunakan dan diterapkan di wilayahnya. Hasilnya menunjukkan bahwa kader posyandu lebih memahami alat permainan edukatif (APE) dan lebih sering menggunakannya.
Pendampingan/Revitalisasi Posyandu Cempaka 1 Banjar Taked Desa Selulung Kecamatan Kintamani Putu Ayunda Trisnia; Ni Wayan Sri Ekayanti
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.3.2024.218-223

Abstract

Stunting is chronic malnutrition, especially experienced by toddlers, and has unfavorable short-term and long-term outcomes. There are so many impacts caused by stunting that require serious treatment, both in Indonesia and throughout the world. Stunting can have an impact on cognitive decline, impaired immunity, and the risk of suffering from degenerative diseases in the future. The main causes of stunting include family factors/parenting patterns, breast milk, inadequate provision of MPASI, and infection. This community service activity involves families of stunted and potentially stunted toddlers in Banjar Taked, Selulung Village, Kintamani, and Bangli as partners. The main focus of the problems is increasing family knowledge regarding making and providing adequate, healthy, and nutritious MPASI from local food ingredients, as well as increasing the ability of posyandu cadres to carry out anthropometric measurements. The proposed solution to the problem of insufficient nutritional intake in children under five is increasing the knowledge of mothers of toddlers about parenting patterns and healthy food for children under five and the skills in making PMT from local food ingredients as well as increasing the ability of posyandu cadres in carrying out anthropometric measurements. The methods used in this activity are counseling, discussion, and training. The results of this activity are an increase in the knowledge of posyandu cadres in carrying out anthropometric measurements as well as an increase in the knowledge of mothers of toddlers regarding providing MPASI that is adequate and has high nutritional value. After this service was carried out, partners began to be moved to provide nutritious food to prevent stunting in toddlers.
Penguatan Kapasitas Keluarga Balita Stunting di Posyandu Cempaka 4, Desa Selulung, Kecamatan Kintamani Gde Candra Yogiswara; Putu Ayunda Trisnia; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.75-81

Abstract

Perkembangan balita sangat penting untuk diperhatikan. Kesalahan dalam pola makan dan pengasuhan dapat menyebabkan masalah tumbuh kembang pada anak usia balita, yaitu sejak lahir hingga lima tahun. Risiko stunting sangat tinggi pada kelompok tertentu, terutama di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan informasi, pendidikan rendah, dan masalah ekonomi sosial. Dalam program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini, mitra utama adalah keluarga dengan anak balita yang mengalami atau berisiko stunting di Banjar Tanjung, Desa Selulung, yang terdiri dari lima keluarga. Permasalahan utama yang dihadapi adalah: 1) asupan gizi balita stunting yang sangat rendah, khususnya protein, dan 2) kurangnya pengetahuan serta keterampilan tentang makanan sehat untuk balita. Solusi yang diusulkan meliputi: 1) pemberian paket gizi tinggi protein, dan 2) penyuluhan serta pelatihan tentang cara membuat makanan sehat berbahan lokal sesuai dengan pedoman Isi Piringku. Program PKM ini dilaksanakan secara bertahap, dimulai dengan sosialisasi kepada semua pihak terkait, diikuti dengan penyuluhan dan pelatihan, pemberian paket gizi, serta evaluasi. Pada awal program, sosialisasi akan dilakukan untuk menjelaskan tujuan, sasaran, metode, dan peran masing-masing pihak yang terlibat. Setelah itu, ibu balita akan diberikan penyuluhan tentang pola makan sehat, pengasuhan, dan cara membuat MPT (Makanan Pendamping ASI) sehat untuk balita. Selanjutnya, akan diberikan paket gizi berupa susu tinggi protein. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan berat badan pada beberapa balita yang dibina, serta peningkatan pengetahuan orang tua dibandingkan dengan kondisi awal sebelum kegiatan dimulai. Evaluasi dilakukan dengan mengukur berat badan dan mendata perubahan pola asuh orang tua setelah program selesai dilaksanakan.
PREVALENSI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 6-24 BULAN YANG BERKUNJUNG KE POLI ANAK RSU BALI JIMBARAN Putu Ayunda Trisnia; Ni Putu Indah Kusumadewi Riandra; Ni Wayan Sri Ekayanti
Surabaya Biomedical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): January
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v5i2.177

Abstract

Air susu ibu (ASI) merupakan nutrisi ideal untuk bayi. ASI banyak memberikan manfaat bagi bayi baik jangka pendek maupun jangka panjang. Cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia berdasarkan laporan Riskesdas tahun 2021 adalah sebesar 52,5%. Ini menunjukkan masih terdapat sekitar dua juta bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif sehingga tidak memperoleh manfaat ASI dengan maksimal. Rumah Sakit Bali Jimbaran adalah salah satu rumah sakit yang berada di Kabupaten Badung, melayani persalinan ibu hamil dengan kisaran 300 persalinan per tahun. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui prevalensi serta faktor determinan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia di bawah 6 bulan. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian potong lintang yang dilakukan pada 50 balita usia 6 sampai 24 bulan yang berkunjung ke poli anak RSU Bali Jimbaran pada periode bulan September 2023-Maret 2024. Sampel dipilih menggunakan teknik consecutive sampling berdasarkan urutan kedatangan, menggunakan pedoman wawancara terstruktur. Prevalensi pemberian ASI eksklusif dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan jumlah subjek 50 orang, subjek yang tidak mendapatkan ASI eksklusif berjumlah 22 orang (44%). Riwayat penghentian pemberian ASI eksklusif di bawah usia satu bulan adalah sebanyak 16 subjek (72,7%). Jumlah subjek sejak lahir tidak mendapatkan ASI adalah 4 orang (18,2%). Alasan penghentian ASI eksklusif diantaranya produksi ASI sedikit, sulit perlekatan, bayi sakit, ibu sakit, dan ibu bekerja. Kesimpulan prevalensi pemberian ASI eksklusif pada penelitian ini sebesar 56%. Alasan menghentikan ASI eksklusif terbanyak adalah produksi ASI sedikit. Penghentian ASI terbanyak didapatkan pada usia di bawah 1 bulan.
GAMBARAN PROFIL LIPID DAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA YANG MENGIKUTI SENAM JANTUNG SEHAT DI BANJAR KEDEWATAN UBUD Ni Wayan Sri Ekayanti; Putu Ayunda Trisnia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56547

Abstract

Proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi fisiologis tubuh yang meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti hipertensi dan dislipidemia. Aktivitas fisik secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan kardiovaskular pada lansia. Salah satu bentuk aktivitas fisik yang dapat dilakukan adalah senam jantung sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran profil lipid dan tekanan darah pada lansia yang mengikuti senam jantung sehat di Banjar Kedewatan, Ubud. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional. Sampel penelitian berjumlah 24 lansia berusia ≥60 tahun yang mengikuti kegiatan senam jantung sehat. Parameter yang diukur meliputi tekanan darah sistolik dan diastolik serta profil lipid yang terdiri dari kolesterol total, HDL, LDL, dan trigliserida. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan penyajian dalam bentuk rerata, nilai minimum, maksimum, dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan rerata tekanan darah sistolik sebesar 129,58 mmHg dan diastolik sebesar 83,75 mmHg. Rerata kadar kolesterol total sebesar 169,21 mg/dl, HDL 52,88 mg/dl, LDL 82,96 mg/dl, dan trigliserida 172,67 mg/dl. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kadar kolesterol total dalam kategori normal dan LDL dalam kategori optimal, meskipun kadar trigliserida masih berada pada kategori perbatasan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa lansia yang mengikuti senam jantung sehat memiliki profil lipid yang relatif baik serta tekanan darah yang berada pada kategori prehipertensi. Senam jantung sehat dapat menjadi salah satu aktivitas fisik yang bermanfaat dalam menjaga kesehatan kardiovaskular pada lansia.
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Keparahan Infeksi Dengue pada Anak: English PUTU AYUNDA TRISNIA; SARASWATI LAKSMI DEWI; SRI MASYENI
Hang Tuah Medical Journal Vol 23 No 1 (2025): Hang Tuah Medical Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/htmj.v23i1.844

Abstract

Dengue infection is one of the significant global health problems, especially in children. This paper aims to identify factors that affect the severity of dengue infection in the child population. The factors analysed included age, infection status, obesity, viral genome and Ns1 protein titers of dengue. Children who are younger and have an obese nutritional status tend to experience more severe symptoms. In addition, high NS1 titers, viral genomes, and secondary infections also contribute to a higher risk of infection. Detecting warning signs is important because it can be used as a predictor of more severe dengue infection.