Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Peningkatan Keterampilan Proses Sains Melalui Percobaan Sederhana Pada Paud Tunas Bangsa Nanga Pino Kartini Kartini; Kasihani Lestari; Indria Susilawati
Masa Keemasan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/mkjpaud.v3i1.1268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan proses sains melalui percobaan sederhana pada anak usia dini 4 -5 tahun di PAUD Tunas Bangsa Nanga Pinoh. Keterampilan proses sains yang dilatihkan pada anak meliputi keterampilan membuat dugaan, mengamati, mengklasifikasi/ mengklompokkan dan mengkomunikasikannya penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (kolaboratif) yang terdiri dari tiga siklus. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan catatan lapangan. Instrumen menggunakan lembar observasi KPS anak dan lembar observasi kegiatan guru selama kegiatan pembelajaran. Data yang terkumpul dianalisis secara deskritif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan proses sains melalui percobaan sederhana pada anak usia 4 -5 Tahun di PAUD Tunas Bangsa Nanga Pinoh. Pada siklus I, Siklus II, dan siklus II keterampilan proses sains anak secara keseluruhan 59,38%, 66,12% DAN 78,82% dengan keterampilan proses sains masing -masing indikator sebagai berikut: (1) KPS membuat dugaan adalah 53,84%, 60,53%, 73,55%, (2) KPS mengamati adalah 65,02%, 71,71%, dan 85%, (3) KPS Mengklasifikasi adalah 64,25%, 69,08%, 84,01% dan (4) KPS mengkomunikasikan sebesar 54,39%, 63,08%, 72,70%. Aktivitas kegiatan guru mengelami peningkatan sebesar  47,37% Siklus I,  73,68% siklus II, 94,74% siklus II. Dengan demikian, percobaan sederhana dapat meningkatkan keterampilan proses sains.
MANAJEMEN PEMBINAAN PRESTASI CABANG OLAHRAGA BOLA TANGAN DI STKIP MELAWI Indria Susilawati; Nur Moh Kusuma Atmaja
Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpjkr.v10i2.1302

Abstract

Abstract: Achievement sports play a role in raising the dignity of the nation. Handball is one of the sports that is currently being developed in various regions in Indonesia, including West Kalimantan. To improve sports achievements in West Kalimantan Province, an effective and efficient coaching management pattern is needed. The purpose of this study was to determine the coaching strategy and to find out the pattern of coaching and training carried out by the West Kalimantan handball sport. The research method used was qualitative. The results of this study indicate that there is a lack of funding for athletes where athletes have excelled but are still self-financed, lack of facilities from the STKIP Melawi campus and lack of recruitment of coaches so that the quality of athletes is better in terms of training programs. This research suggests that funding from the STKIP Melawi campus and sponsors can be managed better and quality trainers can provide maximum training programs so that athletes can excel.Keywords: Management, Coaching, Roles in HandballAbstrak: Olahraga prestasi memegang peranan dalam mengangkat harkat dan martabat bangsa. Bola tangan menjadi salah satu cabang olahraga yang saat ini sudah banyak dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk kalimantan barat. Untuk meningkatkan prestasi olahraga di Provinsi kalimantan barat dibutuhkan pola manajemen pembinaan yang efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pembinaan dan mengetahui pola pembinaan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh olahraga bola tangan kalimantan barat, Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kurangnya pendanaan pada atlet yang dimana atlet sudah berprestasi namun masih membiayai mandiri kurangnya fasilitas dari kampus STKIP Melawi dan kurangnya perekrutan pelatih agar kualitas atlet lebih baik dalam hal program latihan. Penelitian ini menyarankan pendanaan dari kampus STKIP Melawi dan sponsor dapat dikelola lebih baik dan kualitas pelatih bisa memberikan program latihan yang maksimal agar atlet dapat berprestasi.Kata Kunci: Manajemen, Pembinaan, Peran Olahraga Bola Tangan
PEMAHAMAN MAHASISWA TERHADAP MATA KULIAH ILMU KESEHATAN DAN GIZI DI STKIP MELAWI Kurnia Dyah Anggorowati; Indria Susilawati
Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpjkr.v11i1.1882

Abstract

Abstract: The research is to determine the level of student understanding of the Health and Nutrition Science courses at STKIP Melawi. The method used in this research is quantitative in the form of a survey. The instrument of this research is a statement questionnaire that must be answered by respondents. The data analysis technique used is descriptive analysis with calculations using percentages. The results of this research were after distributing research questionnaires to 35 students who had taken Health and Nutrition Science courses with 12 statements. It can be explained that the average number of "Yes" answers was 81.2% in the very good category, while the average number of "no" answers was 18.8% in the very poor category. So it can be concluded that students' understanding of the Health and Nutrition Sciences course is categorized as very good.Keywords: Understanding, health, nutritionAbstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa terhadap mata kuliah Ilmu Kesehatan dan Gizi di STKIP Melawi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dalam bentuk survey. Instrument dari penelitian ini berupa angket pernyataan yang harus dijawab oleh responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan perhitungan menggunakan persentase. Hasil Penelitian ini adalah setelah membagikan angket penelitian kepada mahasiswa yang sudah menempuh mata kuliah Ilmu Kesehatan dan Gizi berjumlah 35 orang dengan 12 pernyataan. Dapat dijelaskan bahwa rata-rata perolehan jawaban “Ya” sebesar 81,2% memperoleh kategori sangat baik, sedangkan rata-rata perolehan jawaban “tidak” sebesar 18,8% dengan kategori sangat kurang. Jadi dapat disimpulkan bahwa pemahaman mahasiswa terhadap mata kuliah Ilmu Kesehatan dan Gizi berkategori sangat baik.Kata Kunci: Pemahaman, kesehatan, gizi
Upaya Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Indonesia Melalui Metode Bercerita Pada Siswa Kelas 2 SDN 25 Tahlut Gregorius Hermansyah; ahmad Khoiri; Indria Susilawati
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 4 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to improve the Indonesian language skills of second-grade students at SDN 25 Tahlut through the storytelling method. The research employed classroom action research (CAR) involving 9 students (7 male, 2 female) in the 2025/2026 academic year. The study was conducted in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection. Data collection techniques included speaking ability tests, observations, and documentation. The results showed an increase in students’ speaking skills, as indicated by the average score rising from 60 (60%) in Cycle I to 77.7 (77.7%) in Cycle II. This improvement demonstrates that the storytelling method is effective in enhancing vocabulary mastery, speaking fluency, confidence, and the ability to construct sentences logically. Keywords: Speaking Ability, Storytelling Method, Indonesian Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia siswa kelas II SDN 25 Tahlut melalui metode bercerita. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek 9 siswa (7 laki-laki dan 2 perempuan) tahun ajaran 2025/2026. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan berbicara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berbicara siswa, ditunjukkan dengan rata-rata nilai yang meningkat dari 60 (60%) pada siklus I menjadi 77,7 (77,7%) pada siklus II. Peningkatan ini membuktikan bahwa metode bercerita efektif dalam memperkaya kosakata, meningkatkan kelancaran berbicara, membangun rasa percaya diri, serta membantu siswa menyusun kalimat secara runtut dan logis. Kata Kunci: Kemampuan Berbicara, Metode Bercerita, Bahasa Indonesia