Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

MENINGKATKAN KETERAMPILAN PASSING DALAM PERMAINAN BOLA VOLI MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI 17 BIRAPATI Daniel Daniel; Eko Rudiansyah; Indria Susilawati
Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpjkr.v7i2.285

Abstract

Abstrak : To improve the learning process of education, especially volleyball learning in fourth grade students at 17 Birapati State Elementary School, so that students can perform basic passing techniques well in volleyball games. The implementation of this study used Classroom Action Research (CAR) in two cycles, if it did not get good results. The steps consist of four stages, planning, action, observation and reflection. If these steps have been carried out and get results under the KKM (Minimum Completion Criteria) then it will be continued at the next cycle stage, and vice versa, if it has got good results, it is not necessary to proceed to the next cycle stage.This researcher got the following results: Cycle I Total 790.73 Average 60.82 and percentage completeness of students 30.8%. The second cycle amounted to 1,099.95, an average of 84.61 and the percentage of completeness of students was 100%. There was an increase between cycle I and cycle II in the amount of 309.22 on average 23.79 and the percentage of student completeness was 69.2%. So this study was declared successful.Keywords: Cooperative Learning Passing SkillsAbstrak :Untuk memperbaiki proses belajar penjaskes terutama pembelajaran bola voli pada siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 17 Birapati, Supaya siswa bisa melakukan teknik dasar passing dengan baik dalam permainan bola voli.Pelaksanaan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebanyak dua siklus, apabila belum mendapatkan hasil yang baik. Langkah-langkahnya terdiri atas empat tahap, perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Apabila tahap-tahap ini telah dilaksanakan dan mendapatkan hasil dibawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) maka akan dilanjutkan ketahap siklus selanjutnya, dan begitu juga sebaliknya, apabila sudah mendapatkan hasil yang baik, maka tidak perlu melanjutkan ke tahap siklus berikutnya. Peneliti ini mendapatkan hasil sebagai berikut : Siklus I Jumlah 790,73 Rata-rata 60,82 dan persetase ketuntasan siswa 30,8 %. Siklus II Jumlah 1,099,95 Rata-rata 84,61 dan persentase ketuntasan siswa 100 %.Terjadi peningkatan antara siklus I dan siklus II pada jumlah sebesar 309,22 rata-rata 23,79 dan persetase ketuntasan siswa 69,2 %. Maka penelitian ini dinyatakan berhasil.Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif Ketrampilan Passing
PENERAPAN MODEL COURSE REVIEW HORAY (CRH) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS III SDN 7 KEBEBU Ani Julia; Rindah Permatasari; Indria Susilawati
JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol 6, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.18 KB) | DOI: 10.46368/jpd.v6i2.143

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to improve student learning activities in learning Natural Sciences through the Class III Course Review Horay (CRH) model at SDN 7 Kebebu.This type of research is Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles and two meetings. Data collection techniques are carried out using observation. The instrument of this research is the observation sheet of student learning activities and teacher activities. Data analysis techniques carried out by researchers by describing data quantitatively.Based on the research value of the number of 15 students who experienced an increase in learning activities by 61.27 with the category of less active in the first cycle and increased to 75.72 with the active category in cycle II. From these results it can be concluded that the Course Review Horay model that is applied in the learning process can increase student activity in science subjects in class III SDN 7 Kebebu. Keywords: Student Learning Activities, Science Learning, Model Course Review Horay (CRH). Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam melalui model Course Review Horay (CRH) kelas III SDN 7 Kebebu. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dan dua kali pertemuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi (pengamatan). Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi aktivitas belajar siswa dan aktivitas guru. Teknik analisis data yang dilakukan oleh peneliti dengan mendeskripsikan data secara kuantitatif. Berdasarkan penelitian nilai dari jumlah 15 orang siswa yang mengalami peningkatan aktvitas belajar sebesar 61,27 dengan kategori kurang aktif pada siklus I dan meningkat menjadi 75,72 dengan kategori aktif pada siklus II. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa model Course Review Horay yang diterapkan dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran IPA dikelas III SDN 7 Kebebu. Kata Kunci: Aktivitas Belajar Siswa, Pembelajaran IPA,Model Course Review Horay (CRH)
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN LEGO UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI Kartini Kartini; Indria Susilawati
DUNIA ANAK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 2 (2018): DUNIA ANAK
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.173 KB) | DOI: 10.31932/jpaud.v1i2.386

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh kreativitas anak usia dini pada pembelajaran sebelum dan sesudah menggunakan media lego, (2) Pengaruh kreativitas antara kelompok anak yang diajarkan dengan media lego dan media konvensional di TK Global Melawi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuasi eksperimen dengan desain pretest-postest control group design. Teknik observasi digunakan untuk mengetahui kreativitas anak. Teknik analisis data menggunakan uji t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh kreativitas anak usia dini pada pembelajaran sebelum dan sesudah menggunakan media lego (Balok, (2) ada pengaruh yang signifikan mengenai kreativitas anak kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Prolehan mean kreativitas eksperimen lebih besar dari pada mean kelompok kontrol yaitu 37,00 > 31,17. Hasil uji-t dan posttest kemampuan kreativitas kelompok kontrol dan eksperimen menunjukkan bahwa nilai t-tabel dengan derajat bebas (df) 34 dengan taraf signifikansi α = 0,05 adalah sebesar 2,032. Nilai t-hitung 3,389 > t-tabel 2,032 dan nilai p-value 0.000 < taraf signifikansi 0,005Kata Kunci. : Pengaruh, Media Lego, Kreativitas
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP KEGIATAN PEMEBELAJARAN MERDEKA BELAJAR DI LINGKUNGAN PRODI PENDIDIKAN JASMANI STKIP MELAWI Nur Moh Kusuma Atmaja; Indria Susilawati; Nur Sulistyo Mutaqin
Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpjkr.v9i2.815

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to describe the understanding and readiness of students in the physical education study program in the implementation of Merdeka Learning - Merdeka Campus (MBKM); and to find out the implementation of the Independent Learning - Independent Campus policy in the physical education study program. This MBKM program is very useful for students in developing insight, knowledge and competence as well as to find a different academic atmosphere. This type of research is descriptive quantitative research. The population and sample of this study were 82 active students in the Physical Education Study Program, STKIP Melawi. The results of this study indicate that most students have understood the policies of the MBKM program of activities as well as the benefits and challenges as well as opportunities for students to develop themselves. Thus, in the future, the implementation of the MBKM program can be carried out thoroughly and provide better socialization of MBKM policies. Keywords: Perception, learning, independent learning. Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemahaman dan kesiapan mahasiswa program studi pendidikan jasmani dalam implementasi Merdeka Belajar - Kampus Merdeka (MBKM); dan untuk mengetahui pelaksanaan kebijakan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka di program studi pendidikan jasmani. Program MBKM ini sangat bermanfaat kepada mahasiswa dalam mengembangkan wawasan, pengetahuan dan kompetensi serta untuk menemukan atmosfer akademik yang berbeda. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dan sampel penelitian ini adalah 82 mahasiswa aktif di program Studi pendidikan Jasmani STKIP Melawi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahsiswa telah memahami kebijakan program kebgiatan MBKM serta manfaat dan tantangan serta kesempatan mahasiswa untuk mengembangkan diri. Dengan demikian untuk kedepannya dalam pelaksanaan program MBKM ini bisa terlaksana secara menyeluruh serta memberikan sosialisasi kebijakan MBKM secara lebih baik lagi.Kata kunci: Persepsi, pembelajaran, merdeka belajar
KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL GOBAK SODOR PADA ANAK USIA DINI 5-6 TAHUN DI TK PELANGI Theresia Desi; Kartini Kartini; Indria Susilawati
Masa Keemasan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.712 KB) | DOI: 10.46368/mkjpaud.v2i1.737

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan sosial emosional anak melalui permainan tradisional gobak sodor pada anak usia dini 5-6 tahun di TK Pelangi dan pelaksanaan pembelajaran permainan gobak sodor pada anak usia dini 5-6 tahun di TK Pelangi Tahun Pelajaran 2020/2021. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini yaitu anak usia dini 5-6 tahun di TK Pelangi. Pengumpulan data diambil melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Peneliti berperan sebagai pewawancara langsung untuk menggali data melalui guru dan siswa di TK Pelangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran gobak sodor yang dilakukan telah sesuai dengan aturan permainan dan terlaksana dengan baik dan menyenangkan hanya saja masih ditemukanya dalam hal fisik yaitu kekurangannya lahan yang luas dan hanya bisa untuk satu lapangan yang mengakibatkan siswa lain untuk menunggu pergantian setiap bermain karena mengingat jumlah siswa yang melebihi batas aturan permainan sehigga pelaksanaan permainan gobak sodor masih belum efektif. Dan  kondisi awal kemampuan sosial emosional anak sebelum diberikan tindakan yang masuk dalam kriteria skor tiga ada 35%. Pada siklus I guru menggunakan permaianan gobak sodor, dalam permaianan tersebut diberikan cotoh perbuatan yang seharusnya dilakukan oleh anak, setelah itu anak mempraktikkan kegiatan seperti yang telah dicontohkan yaitu anak mau meminjamkan miliknya, anak mau berbagi dengan teman dan anak saling membantu sesama teman. Pada siklus I anak yang memperoleh skor 3 terdapat 51,6%, pada siklus II peningkatan kemampuan sosial emosional menjadi 91,6%. Dapat dilihat pada tingkat keberhasilan kegiatan yang dilakukan pada setiap tahapan siklus yang mengalami peningkatan.
POLA ASUH ORANG TUA DALAM MEMBENTUK KEDISIPLINAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DI DESA PAAL KECAMATAN NANGA PINOH KABUPATEN MELAWI Mega Cahyani; Kurnia Dyah Anggorowati; Indria Susilawati
Masa Keemasan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.054 KB) | DOI: 10.46368/mkjpaud.v2i2.804

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) mendeskripsikan pola asuh orang tua dalam membentuk kedisiplinan anak usia 5-6 tahun di Desa Paal Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi, 2) mendeskripsikan upaya orang tua dalam membentuk kedisiplinan anak usia 5-6 tahun di Desa Paal Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitataif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive  sampling  yang berjumlah lima informan (orang tua/Ibu) yang memiliki anak berusia 5-6 tahun di Desa Paal. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik pengolahan analisi data menurut Miles Huberman yaitu Data Reduction (Reduksi Data), penyajian data, penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data yang digunakan pada penelitian ini adalah member check.Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh dan upaya yang diterapkan lima Ibu dalam membentuk kedisiplinan anak usia 5-6 tahun di Desa Paal Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi ada yang menggunakan pola asuh otoriter, pola asuh demokratis dan pola asuh permisif. Upaya yang dilakukan orang tua dalam membentuk kedisiplian anak yaitu membangun keakraban dengan anak, ketegasan dari orang tua, memberikan penjelasan aturan secara logis dan disertai pemberian contoh oleh orang tua.
KECERDASAN EMOSIONAL MENURUT GOLEMAN DALAM PERSPEKTIF KURIKULUM 2013 PAUD Emiliana Emiliana; Asep Eka Nugraha; Indria Susilawati
Masa Keemasan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.932 KB) | DOI: 10.46368/.v1i2.800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk, mendeskripsikan kecerdasan emosional menurut Goelman. mendeskripsikan kecerdasan emosional menurut Kurikulum 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu kualitatif dengan jenis deskriptif  non interaktif. Objek penelitian ditujukan kepada konsep pemikiran Goelman tentang kecerdasan emosional dan konsep kecerdasan emosional kurukulum 2013. Dalam pengolahan data menggunakan pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis data. Untuk mengetahui relevansi data yang diperoleh maka dilakukan uji keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, kecerdasan emosional terdiri dari lima aspek yaitu mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain, dan membina hubungan dengan orang lain. Menurut kurikulum 2013 mempunyai tiga meliputi kesadaran diri, rasa tanggng jawab untuk diri sendiri, dan perilaku prososial. Kecerdasan emosional sangat penting bagi perkembangan kepribadian anak salah satunya ialah mengenali emosi diri sendiri khususnya emosi yang dirasakannya, mampu mengontrol emosi diri, mendorong keinginan serta kemauan mencapai tujuan tertentu, berbuat baik kepada orang lain, dan mampu berinteraksi dengan teman sebaya maupun dengan lingkungannya. Peran penting kecerdasan emosional kurikulum 2013 yaitu sadar mengenai pikiran dan perasaan yang ada dalam dirinya, melatih anak dalam melakukan sesuatu yang tidak merugikan diri, membiasakan anak untuk berperilaku menolong tanpa memikirkan kepentingan sendiri. Adanya keterkaitannya antara kecerdasan emosional menurut Goelman dan kecerdasan emosional kurikulum 2013 yaitu mengungkapkan dan memahami perasaan, mengendalikan amarah, kemampuan menyesuaikan diri dengan orang lain, saling membantu, serta bertanggung jawab. Kecerdasan emosional anak sangat diperlukan untuk dikenali, diarahkan pada lingkungan PAUD. Secara teoris dan praktis juga memiliki implikasi terhadap kecerdasan emosional anak.
SOSIALISASI MODEL PERMAINAN UNTUK SEPAKTAKRAW SEBAGAI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI BAGI SISWA KELAS ATAS SEKOLAH DASAR Nur Moh Kusuma Atmaja; Kurnia Dyah Anggorowati; Eko Rudiansyah; Nur Sulistyo Mutaqin; Suyatmin Suyatmin; Indria Susilawati
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.865 KB) | DOI: 10.46368/dpkm.v2i1.540

Abstract

Permasalahan yang dihadapi mitra adalah guru masih belum memahami model-model permaian sepak takraw dan masih banyak siswa yang kurang meminati olahraga ini di karenakan kurangnya pengetahuan siswa terhadap materi pembelajaran sepaktakraw, belum adanya model permainan yang dapat memotivasi minat siswa kelas atas sekolah dasar dalam melakukan permainan sepaktakraw. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mensosialisasikan model-model permainan sepaktakraw dalam pembelajaran Pendidikan Jamani Kesehatan dan rekreasi yang sesuai bagi siswa kelas atas Sekolah Dasar; (2) Mengetahui keefektifan model permainan sepaktakraw yang dikembangkan dalam pembelajaran Pendidikan Jamani Kesehatan dan Rekreasi yang sesuai bagi siswa kelas atas Sekolah dasar. Metode pelaksanaan kegiatan PKM yang digunakan yaitu pengenalan, pelatihan dan pendampingan. Berdasarkan hasil sosialisasi para guru dan mahsiswa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan PKM ini, pengembangan model permianan ini sangat membantu dalam menyampaikan materi teknik dasar permaianan sepaktakraw dan memudahkan guru dalam menyampaikan materi teknik dasar permainan sepak takraw dengan berbagai model yang bervariasi dalam mengajar permainan sepak takraw
WORKSHOP KARYA TULIS ILMIAH “MEWUJUDKAN MAHASISWA YANG KREATIF DAN TERAMPIL DALAM MENULIS KARYA TULIS ILMIAH Nur sulistyo Mutaqin; Nur Moh Kusuma Atmaja; Indria Susilawati
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.829 KB) | DOI: 10.46368/dpkm.v2i2.811

Abstract

Abstrak: permasalah penelitian ini untuk mengetahui kemampuan menulis makalah ilmiah mahasiswa masih kurang. Secara khusus, masalah penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan menulis makalah ilmiah mahasiswa dari aspek (1) kemampuan mengembangkan isi makalah ilmiah, (2) kemampuan mengorganisasi makalah ilmiah, (3) kemampuan menggunakan kosakata dan istilah makalah ilmiah, (4) kemampuan menggunakan bahasa makalah ilmiah, dan (5) kemampuan menerapkan ejaan dan teknik penulisan makalah ilmiah. Tujuan dari workshop ini adalah meningkatnya pengetahuan peserta mengenai karya tulis ilmiah. Metode yang digunakan dalam PKM adalah ceramah, diskusi dan tugas mengusun karya tulis ilmiah. Berdasarkan hasil workshop karya tulis ilmiah peserta mampu menyusun sebuah proposal karya tulis ilmiah berupa proposal penelitian, minimal gagasan ide, latar belakang dan judul karya tulis ilmiah, Menguasai materi cukup baik, mengetahui tantangan yang dihadapi saat membuat karya tulis ilmiah. Walaupun ada kendala waktu dalam menyusun sebuah karya tulis ilmiah. Kata kunci: Workshop, Kreatif, terampil, karya tulis ilmiah
MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI MELALUI PERMAINAN SIRKUIT UNTUK PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH KELAS ATAS Indria Susilawati; Nur Moh Kusuma Atmaja
Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpjkr.v10i1.987

Abstract

Abstract: This study aims to produce a physical education learning model through circuit games for character building for elementary school students, especially the upper class, which is integrated with the character values of cooperation, responsibility and honesty. This development research was carried out by adapting the following development research steps: (1) collecting information in the field and analyzing the information that has been collected, (2) developing the initial product (model draft), (3) expert validation and revision, ( 4) small-scale field trials and revisions, (5) large-scale field trials and revisions, and (6) manufacture of the final product. The data collection instruments used were: (1) interview guidelines, (2) score scales, (3) game observation guidelines, (4) game effectiveness observation guidelines, and (5) pilot observation guidelines. The data analysis technique used is quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. The results of this study are in the form of a manual for learning physical education through circuit games for the formation of the character of cooperation, responsibility and honesty for upper grade elementary school students, which contains four types of games, namely: (1) a game that is fast, (2) a cloth volleyball circuit game , (3) football circuit game, (4) basketball circuit game, which has been validated by experts and teachers.Keywords: Physical Education Learning Model, Character Formation Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran pendidikan jasmani melalui permainan sirkuit untuk pembentukan karakter bagi siswa sekolah dasar khususnya kelas atas yang terintegrasi dengan nilai-nilai karakter kerja sama, tanggung jawab dan kejujuran. Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan mengadaptasi langkah-langkah penelitian pengembangan sebagai berikut: (1) pengumpulan informasi di lapangan dan melakukan analisis terhadap informasi yang telah dikumpulkan, (2) mengembangkan produk awal (draf model), (3) validasi ahli dan revisi, (4) uji coba lapangan skala kecil dan revisi, (5) uji coba lapangan skala besar dan revisi, dan (6) pembuatan produk final. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu: (1) pedoman wawancara, (2) skala nilai, (3) pedoman observasi permainan, (4) pedoman observasi keefektifan permainan, dan (5) pedoman observasi terhadap guru pelaku uji coba. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini berupa buku panduan pembelajaran pendidikan jasmani melalui permainan sirkuit untuk pembentukan karakter kerja sama, tanggung jawab dan kejujuran siswa sekolah dasar kelas atas, yang berisikan empat jenis permainan, yaitu: (1) permainan siapa cepat, (2) permainan sirkuit voli kain, (3) permainansirkuit sepak bola, (4) permainansirkuit basket, yang telah divalidasi oleh ahli dan guru.Kata Kunci: Model Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Pembentukan Karakter