Permasalahan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan utama dalam pengelolaan lingkungan perkotaan di Indonesia. Sebagian besar timbulan sampah berasal dari aktivitas rumah tangga dengan dominasi sampah organik yang sebenarnya memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali. Namun demikian, rendahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah menyebabkan sebagian besar sampah organik berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anggota Forum Istri Pensiunan KS Grup (FORISKA) Kota Cilegon dalam mengelola sampah dapur menjadi pupuk organik cair (POC) dan kompos melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 November 2025 di Laras Garden Resto Kota Cilegon dengan metode penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan diskusi interaktif. Materi yang diberikan meliputi konsep dasar sampah, dampak sampah terhadap lingkungan, prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), teknik pembuatan POC, pembuatan kompos, serta penggunaan komposter rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pengelolaan sampah organik serta meningkatnya keterampilan peserta dalam mempraktikkan pembuatan POC, kompos, dan perakitan komposter sederhana. Tingkat partisipasi peserta selama kegiatan berlangsung sangat tinggi yang ditunjukkan oleh keterlibatan aktif dalam diskusi maupun praktik lapangan. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap perubahan pola pikir masyarakat mengenai pengelolaan sampah serta berpotensi mendorong terbentuknya gerakan pengelolaan sampah berbasis komunitas di lingkungan tempat tinggal peserta. Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 11, 12, dan 13 terkait kota berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta aksi terhadap perubahan iklim.