p-Index From 2021 - 2026
7.872
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Litera Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Sosiohumaniora Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL) Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra Prosodi: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Jurnal Sosioteknologi Chi`e: Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Diglosia Eralingua : Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra Jurnal Komunikasi Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Kiryoku: Jurnal Studi Kejepangan Japanese Research on Linguistics, Literature, and Culture Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa, dan Sastra Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Deiksis JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Jurnal Sora: Pernik Bahasa Asing Pena Literasi SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Suar Betang Metahumaniora Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Jurnal Manajemen Komunikasi DIALEKTIKA Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 'A Jamiy: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Mimesis Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Kata : Penelitian tentang ilmu bahasa dan sastra SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Fakultas Bahasa Asing Universitas Mahasaraswati Denpasar Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Journal of Linguistic Phenomena PESHUM Mabasan Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : litera

VITALITAS BAHASA SUNDA DI KABUPATEN BANDUNG Wagiati Wagiati; Wahya Wahya; Sugeng Riyanto
LITERA Vol 16, No 2: LITERA OKTOBER 2017
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v16i2.14357

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membuktikan vitalitas (daya hidup, tingkat kesehatan) bahasa Sunda menghadapi bahasa Indonesia. Penelitian itu berancangan kuantitatif dengan menggunakan dua variabel bebas, yakni penggunaan bahasa Sunda yang dihadapkan dengan bahasa Indonesia dan kelompok pengguna bahasa Sunda sebagai bahasa pertama, yakni keluarga asli Sunda yang bermukim di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Variabel terikatnya adalah pilihan bahasa, yakni bahasa Sunda atau bahasa Indonesia. Hasil penelitian membuktikan bahwa vitalitas bahasa Sunda kuat pada ranah kekeluargaan, transaksional, dan kekariban; tetapi lemah pada ranah kedinasan dan orang tidak dikenal. Dari segi kesepakatan, ranah keluarga, transaksional, dan kekariban juga menduduki tempat yang tinggi dibandingkan ranah kedinasan dan orang tidak dikenal. Penggunaan terbanyak bahasa Sunda ada pada ranah kekeluargaan, terutama pada saat informan berbicara dengan kakek/nenek dan ayah/ibu. Bahasa Sunda berkurang vitalitasnya pada ranah kedinasan dan ranah orang tidak dikenal.Kata kunci: vitalitas bahasa, bahasa pertama, bahasa Sunda THE VITALITY OF THE SUNDANESE LANGUAGE IN BANDUNG REGENCYAbstractThis study aims to prove the vitality of the Sundanese language to face the Indonesian language. This was a quantitative study involving two independent variables, namely the use of the Sundanese language to confront the Indonesian language and groups of users of the Sundanese language as the first language, namely the native Sundanese families living in Bandung Regency, West Java. The dependent variable was the choice of language, i.e. the Sundanese or Indonesian language. The results prove that the vitality of the Sundanese language is strong in the family, transaction, and closeness domains; but it is weak in the official domain and that related to strangers. In terms of agreement, the family, transaction, and closeness domains also occupy a high position compared to the official domain and that related to strangers. The use of the Sundanese language with the highest frequency is in the family domain, especially when the informants talk with grandparents and fathers/mothers. The vitality of the Sundanese language lessens in the official domain and that related to strangers.Keywords: language vitality, first language, Sundanese language
Co-Authors Adji, Muhammad Afina Naufalia Ahsan Tudoni Al Zahra, Risya Allif Pradana Aulia, Dhannisa Azzahra, Shofannnisa Alifia Cece Sobarna Dadang Suganda Delfariyadi, Fahri Dini Sri Istiningdias Duddy Zein Duddy Zein Duddy Zein Duddy Zein Elektra Aulia Maharani Elly Sutawikara Elvi Citraresmana Eni Karlieni Eva Tuckyta Sari Sujatna Eva Tuckyta Sari Sujatna Fadilah Fadilah Fathurrohim, Ilham Hanif Ferdiansyah, Irfan Haruna, Nabilah Harzi, Azka Athallah Hasanah, Nisrina Hera Meganova Lyra Hermalinda Tiwi Ilham Hijrah Mustaqim Ilham Munandar Irawati, Risya Ayu Irwan Syah Irzam Sarif S Istiningdias, Dini Sri Jagadhita, Raditya Lia Amelia Nurkhazanah Lia M. Indriyani Lia Maulia Indrayani Lia Maulia Indrayani Libriananda Antika Lumban Tobing, Renata Margareth Muhamad Adji Muhammad Ramdlan Al-Mubarrok Nani Darmayanti Nani Darmayanti Nani Darmayanti NFN Wahya Ni Gusti Ayu Dhyani Widyadari Nurulita, Dwi Hasna Panji, Artha Nur Restia Prastika, Tiara Maulina Puspa Kadir Puspa Mirani Kadir Puteri, Ariani Dwi Putri, Laily Adha Intan Putri, Mellati Riandi R. Yudi Permadi Rifa Rafkahanun Riki Nasrullah S, Irzam Sarif Sabrina, Azaina Farah Soedira, Daniela Safira Sugeng Riyanto Sugeng Riyanto Sugeng Riyanto Sugeng Riyanto Sugeng Riyanto Sugeng Riyanto Suparman, Tatang Susi Machdalena Tajudin Nur Tatang Suparman Tatang Suparman Trian Ramadhan Nuryadin Umi Kulsum Uzair Uzair Wahya Wahya Winnarny Nurul Listary Wulan Sekar Arum Ypsi Soeria Soemantri Ypsi Soeria Soemantri Zein, Muhammad Rifki Adinur