Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Inovasi Kebijakan Pembangunan Pariwisata Untuk Mengurangi Kemiskinan di Wilayah Pesisir Rukin Rukin
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 16, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jksekp.v16i1.16550

Abstract

Wilayah pesisir Kabupaten Malang memiliki potensi wisata strategis yang dapat diolah sebagai instrumen kebijakan untuk menggerakkan ekonomi desa dan menekan kemiskinan struktural. Destinasi seperti Balekambang, Sendang Biru, dan Tiga Warna menawarkan keunggulan ekologis dan kultural yang membuka ruang diversifikasi ekonomi bagi warga yang selama ini bergantung pada perikanan tradisional. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi, tantangan, dan peluang pengembangan pariwisata pesisir Kabupaten Malang sebagai strategi pengentasan kemiskinan berbasis potensi lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research) dan analisis kebijakan (policy analysis). Pendekatan ini digunakan untuk mengkaji kebijakan pembangunan pariwisata pesisir serta menilai kesesuaiannya dengan kebutuhan masyarakat dan prinsip pembangunan berkelanjutan. Temuan menunjukkan bahwa keberhasilan pengembangan pariwisata pesisir ditopang oleh kelembagaan lokal yang kuat, sumber daya manusia yang terlatih, dan keterlibatan aktif komunitas dalam pengelolaan wisata. Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa integrasi kebijakan pembangunan pesisir berbasis kearifan lokal dengan model partisipatif seperti Community-Based Ecotourism (CBET) dan Community-Based Coastal Resource Management (CBCRM) mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan wisata sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat pesisir. Kombinasi kebijakan adaptif dan partisipasi komunitas terbukti menciptakan sinergi yang mendorong keberlanjutan lingkungan, peningkatan kesejahteraan, serta pengurangan kemiskinan struktural di wilayah pesisir. Title: Innovation in Tourism Development Policy to Reduce Poverty in Coastal AreasThe coastal areas of Malang Regency possess strategic tourism potential that can be developed as a policy instrument to stimulate the village economy and alleviate structural poverty. Destinations such as Balekambang, Sendang Biru, and Tiga Warna offer ecological and cultural advantages that provide economic diversification for residents who have traditionally relied on traditional fishing. This study aims to analyze the potential, challenges, and opportunities for coastal tourism development in Malang Regency as a local-based poverty alleviation strategy. The study employed a descriptive qualitative approach, employing library research and policy analysis. This approach was used to examine coastal tourism development policies and assess their suitability to community needs and the principles of sustainable development. The findings indicate that successful coastal tourism development is supported by strong local institutions, trained human resources, and active community involvement in tourism management. The study’s key findings demonstrate that integrating local wisdom-based coastal development policies with participatory models such as Community-Based Ecotourism (CBET) and Community-Based Coastal Resource Management (CBCRM) can increase the effectiveness of tourism management while strengthening the economies of coastal communities. The combination of adaptive policies and community participation has been proven to create synergies that promote environmental sustainability, improve welfare, and reduce structural poverty in coastal areas.