Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pendidikan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Gunung Meletus Soekardi, Rodiyah; Sukismanto, Sukismanto; Dewi, Elyis Chindara
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 1 No 2 (2020): JPPKMI: November 2020
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v1i2.43779

Abstract

Bencana meletusnya Gunung Merapi pada tahun 2010 menelan korban jiwa sebanyak 223 meninggal dunia.Kesiapsigaan sekolah sekolah menjadi strategi yang efektif dalam upaya mengenali tanda bencana sehingga dapat meminimalisasi korban.Tujuan penelitian untuk mengetahui kesiapsiagaan sekolah menghadapi bencana gunung meletus. Desain penelitian One group pretest posttest. Sampel berjumlah 41 responden dengan menggunakan teknik purposive samping. Analisis hasil penelitian menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan sebelum intervensi 65,9% siap menghadapi bencana gunung meletus, setelah diberi intervensi 85.4% siap menghadapi bencana gunung meletus. Kesimpulan secara statistik ada peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana gunung meletus terhadap kesiapsiagaan siswa SDN Umbulharjo 2 setelah diberi intervensi dengan P-value 0,000 < α (0,05).
Saluran Air Tertutup sebagai Faktor Penekan Populasi Tikus di Daerah Bekas Fokus Pes Cangkringan Sleman Yogyakarta Sukismanto Sukismanto; Lupita Chairunnisa; Indah Werdiningsih
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 13 Nomor 1 Juni 2017
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1559.33 KB) | DOI: 10.22435/blb.v13i1.236

Abstract

Sub-district Cangkringan of Sleman District is an focus area of Plague surveillance at the slopes of Merapi Mountains. Eruption montains was interested alert of rats to insert surrounding villages mountain. Surveillance such as monitoring of rats population was doing for early warning Plague and other disease such as Leptospirosis disease. Sub-district Cangkringan consist of five villages, Wukirsari village is one of former focus. The purpose of study was to determine home environment conditions contributed to trap success. Study design was observational with cross sectional, size of sample as 66 samples (home). Data analyzed with univariat and bivariate. The number of rats caught in the village of Wukirsari are 36 rats with 27.7% trap success with type of rats by Rattus rattus diardi with number of “Xenopsylla cheopis” are 5. Index flea was calculated of 0.13. based on bivariat analysis just closed water channel variabel was significantly correlated with trap success.
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP KEPATUHAN IBU HAMIL MENGKONSUMSI TABLET FE DI PUSKESMAS PRAMBANAN KABUPATEN SLEMAN D.I YOGYAKARTA Alvy Nur Hidayati; Sukismanto Sukismanto Sukismanto; Yana Luthfiyati Luthfiyati
IMJ (Indonesian Midwifery Journal) Vol 2, No 2 (2019): IMJ: Indonesian Midwifery Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/imj.v2i2.3062

Abstract

Prevalensi anemia di Kabupaten Sleman mencapai angka 15%. Upaya penanggulangan anemia dilakukan dengan memberikan tablet tambah darah bagi ibu hamil. Pada pelaksanaannya ditemukan permasalahan baru yaitu ibu hamil tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe setiap hari dengan berbagai macam alasan. Hasil studi pendahuluan di Puskesmas Prambanan tahun 2014 tercatat cakupan tablet Fe sebesar 92,34% tetapi masih terjadi kasus anemia sebanyak 31,31%, sehingga terdapat kecenderungan yang terkait dengan ketidakpatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe Tujuan Penelitian untuk Mengetahui hubungan dukungan suami dengan kepatuhan ibu mengkonsumsi tablet Fe di Puskesmas Prambanan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 139. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 42 orang. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Waktu penelitian dilaksanakan pada Juli 2016. Analisis data menggunakan Chi Square. Hasil Penelitian: Dukungan suami pada ibu hamil di Puskesmas Prambanan kategori tidak mendukung (54,8%). Kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe di Puskesmas Prambanan kategori patuh (71,4%). Ada hubungan yang signifikan dukungan suami dengan kepatuhan ibu mengkonsumsi tablet Fe di Puskesmas Prambanan (p value=0,019).
Ketajaman Penglihatan, Kapasitas Vital Paru dan Penggunaan APD Pengolah Batu Kapur di Kabupaten Gunungkidul Sisi Apriyani; Sukismanto Sukismanto; Suwarto Suwarto
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v12i2.2243

Abstract

Menggiling batu kapur menggunakan mesin, pada proses pengolahan batu kapur akan selalu timbul debu batu kapur pada lingkungan kerja. Hal ini mengakibatkan paparan debu kapur terhadap pekerja dengan konsentrasi maupun ukuran yang berbeda-beda. Selain berbahaya terhadap kesehatan, debu juga dapat mengganggu pandangan mata. Sehingga potensi bahayanya adalah gangguan ketajaman penglihatan, kapasitas paru pada pekerja yang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri.Tujuan untuk mengetahui kepatuhan pekerja dalam menggunakan Alat Pelindung Diri, mengetahui kejadian ketajaman penglihatan dan mengetahui gangguan kapasitas vital paru pada pekerja batu kapur.Penelitian ini dilaksaakan di Wilayah Kerja Puskesmas Ponjong I Gunungkidul. Desain Penelitian adalah cross-sectional. Subyek enelitian adalah para pekerja tambang batu kapur. Instrument menggunakan Snellen chart, spiroAnalyzer ST-75 dan kuesioner.Tujuh puluh persen pekerja memeliki ketajaman penglihatan Normal, 61,3% pekerja memiliki kapasitas vital paru tidak normal dan 35,4% pekerja mematuhi penggunaan Alat Pelindung Diri.Ketajaman penglihatan para pekerja normal, Kapasits Vital Paru para pekerja kebanyakan tidak normal dan penggunaan Alat Pelindung Diri para pekerja kebanyakan sangat patuh terhadap pemakaian Alat Pelindung Diri Kata Kunci: ketajaman penglihatan, penggunaan Alat Pelindung Diri, Kapasitas Vital Paru
Faktor yang Berhubungan dengan Pola Pengelompokkan Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Temanggung, Jawa Tengah Nur Alvira Pascawati; Sahid Sahid; Sukismanto Sukismanto; Hesti Yuningrum
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 18 Nomor 1 Juni 2022
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/blb.v18i1.5957

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Central Java Province is in the second position after East Java-based on mortality rates and Temanggung District is one of the areas in Central Java, which is in high endemic status. The level of dependence of DHF in an area can be influenced by DHF in other adjacent areas. The spread of this disease through mosquito bites from one place to another depends on the presence of the cases and the vector of Aedes sp. This study aimed to identify factors related to the clustering pattern of DHF cases in Temanggung, Central Java. This study used a cross-sectional design and was carried out in the Kandangan Health Center Work Area, Temanggung District. The sample of this study was the houses of all DHF cases in 2020 as many as 60 houses with the research variables: the existence of Aedes sp., vector breeding sites, population density, and time of occurrence. This study uses clustering analysis in the form of the Average Nearest Neighbor (ANN) test with =0.05. The results showed that the factors related to the case-grouping pattern in the Kandangan Health Center Work Area were the presence of Aedes sp., vector breeding sites, high population density, and peak dengue cases that occurred in January and February. The results of this study can be used to determine priority areas in controlling dengue cases in an area.
PENGARUH AERASI DAN FILTRASI SEDERHANA TERHADAP WARNA, KEKERUHAN, KADAR FE DAN MN SUMBER AIR BERSIH WARGA DI WILAYAH DESA ARGOMULYO CANGKRINGAN SLEMAN DIY Sukismanto Sukismanto; Elisabeth Deta Deta L
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.587 KB) | DOI: 10.35842/mr.v11i2.418

Abstract

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 416/MEN.KES/PER/IX/1990 tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air, dimana persyaratan kualitas air bersih yang diperbolehkan untuk kadar zat besi (Fe) maksimum adalah 1,0 mg/L dan untuk Mangan (Mn) adalah 0,5 mg/L, kekeruhan maksimum 25 NTU, warna maksimum 50 NTU. Desa argomulyo yang secara kewilayahan memiliki perbedaan ketinggian dari satu tempat dengan tempat yang lain, ketersediaan media pasir yang cukup melimpah. Perbedaan ketinggian merupakan potensi untuk diterapkan pengolahan dengan bantuan grafitasi, dan ketersediaan media pasir yang dapat dimanfaatkan sebagai media filtrasi maka alangkah tepatnya jika potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengatasi permasalahan tingginya tingkat kekeruhan, warna, kadar Fe dan Mn sumber air bersih diwilayah tersebut. Prinsip penurunan kadar besi dan mangan adalah proses oksidasi dan pengendapan. Adapun prosesnya adalah besi dalam bentuk Ferro dioksidasi terlebih dahulu menjadi bentuk ferri, kemudian pengendapan dengan membentuk endapan ferrihidroksida. Indikator warna dan kekeruhan dengan filtrasi akan mampu diserap oleh media filtrasi baik secara adsorpsi maupun absorpsi. Sehingga dengan teknologi pengolahan menggunakan aerasi dan filtrasi akan dapat menurunkan parameter yang belum memenuhi syarat. Kombinasi antara potensi yang ada diwilayah tersebut dan penerapan teknologi sederhana diharapkan dapat teraplikasinya teknologi ini bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas sumber air bersih yang dikonsumsi oleh masyarakat. Seiring peningkatan kualitas sumber air bersih yang memenuhi syarat kesehatan sehingga derajad kesehatan masyarakat juga akan meningkat. Berdasarkan hasil pengolahan dengan pemeriksaan pada parameter besi mangan kekeruhan dan warna diketahui bahwa desain pengolahan air sederhana dapat meningkatkan kualitas air bersih. Untuk parameter besi, kekeruhan dan warna belum sesuai dengan permenkes No. 416/Menkes/Per/IX/1990 tentang kualitas air bersih, untuk parameter mangan telah memenuhi kualitas sesuai permenkes No 416/menkes/Per/IX/1990 tentang syarat kualitas air bersih. 
EFEK KEBISINGAN PADA IBU RUMAH TANGGA SEKITAR BANDARA ADI SUCIPTO YOGYAKARTA Isnawan Prahardika Nugraha; Sukismanto Sukismanto; Hendarto Budiyono
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.562 KB) | DOI: 10.35842/mr.v15i1.273

Abstract

Background: The increase of aircraft activities that causes the increase of noise intensity which were suffered by residents around Adi Sucipto airport, especially housewives. Objective: Aimed of  the research  to know the effect of noise on housewives living near Adi Sucipto airport Yogyakarta, in Jagalan Hamlet, Tegaltirto village, Berbah Sleman district. Method: This is a quantitative descriptive research with a cross sectional approach. This research involved by 32 housewives who live in Jagalan Hamlet, Tegaltirto village, Berbah Sleman district. Results: The results of noise measurement when a plane passing by, show as  followed: The result of Lsm (night and day) measurement at point 1 showed 50.02 dB, at point 2 showed 50.05 dB. Noise intensity of a passing airplane during 6 seconds showed between 94 dB to 100 dB. Respon of housewives showed that 32 respondents (100%) disturbed when they were communicating, 26 respondents (81.3%) suffered of stress, 6 respondents (18.8%) did not stressed. Conclusion: Thirty (93.8%) respondents experienced sleep problem, 2 respondents (6.3%) did not. The noise level caused by passing airplanes in Jagalan hamlet during 6 seconds reaches 94 dB up to 100 dB, the results of Lsm measurement at point 1 50.02 dB and point 2 showed 50.05 dB. Communication disturbance were suffered by 32 respondents, stress were suffered by 26 respondents and sleeping problem were suffered by 30 respondents.
HUBUNGAN PERSONAL HIGIENE TERHADAP KEJADIAN TYPOID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WERU KABUPATEN SUKOHARJO Mega Sapta Utami; Sukismanto Sukismanto; Elisabeth Deta Lustiyati
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.224 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.431

Abstract

Latar Belakang: Typoid menyerang semua penduduk disemua negara, seperti penyakit menular lainnya, tergantung lokasi, kondisi lingkungan setempat, dan prilaku masyarakat. Kurangnya pemeliharaan kebersihan merupakan penyebab paling sering timbulnya penyakit typoid.Kasus demam typoid di Kabupaten Sukoharjo masih cukup tinggi, dan setiap tahunnya kasus typoid mengalami kenaikan dari tahun 2012 sampai 2014 tercatat sebanyak 17.616 kasus typoid.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan personal hygiene terhadap kejadian typoid di wilayah kerja puskesmas Weru Kabupaten Sukoharjo.Metode: Rancangan penelitian ini adalah analitik observasi, dengan desain case control. Penelitian ini dilakukan di Wilayah kerja Puskesmas puskesmas Weru Kabupaten Sukoharjo. Populasi kasus semua penderita tifoid bulan Januari-Juli 2016 berdasarkan rekam medik. Populasi kontrol bukan dari penderita tifoid. Sampel penelitian 35 responden kasus dan 35 responden kontrol. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis menggunakan chi-square (bivariat), dengan α=0,05 dan 95 % confi dent interval.Hasil: Pada analisis bivariat terdapat terdapat hubungan antara mencuci tangan dengan sabun dengan kejadian typoid (OR=4.792, CI=1,741–13,188, p- alue=0,001, x2=9,689), terdapat hubungan antara memperhatikan kebesihan kuku dengan kejadian typoid (OR=4,008, CI=1,428–11,247, p-value=0,001, x2 =7,295), terdapat hubungan antara kebiasakan mencuci bahan makanan mentah yang akan dimakan langsung dengan kejadian typoid (OR=4,333, CI=1,569–11,967, p-value=0,000, x2=8,400). Kesimpulan: Terdapat personal higiene terhadap kejadian typoid di wilayah kerja puskesmas Weru Kabupaten Sukoharjo.
Kebutuhan Pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK) Bagi Pekerja Pada Pekerjaan Sektor Informal Sukismanto Sukismanto; Suwarto Suwarto; Sri Kadaryati; Yunita Indah Prasetyaningrum
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 13, No 1 (2023): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v13i1.2948

Abstract

Latar belakang: Pekerjaan sektor informal lebih banyak dibandingkan dengan jenis pekerjaan sektor formal, Pemerintah melalui kementerian kesehatan Republik Indonesia mengamanahkan untuk membentuk Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK) sebagai tempat untuk pelaksanaan kesehatan kerja bagi masyarakat yang pembinaannya dilakukan oleh Pusat Kesehatan masyarakat (Puskesmas), pelaksanaan kesehatan kerja oleh Pos UKK belum optimal dilaksanakan dan belum ada kegiatan rutin dan mandiri oleh Pos UKK. Tujuan: bagaimana kebutuhan pelaksanaan di Pos UKK. Metode: Desain penelitian kualitatif dengan tujuan menggali kebutuhan kegiatan Pos UKK yang dapat dilaksanakan oleh kader kesehatan. Sebanyak 7 orang informan yang terdiri dari Pembina Puskesmas, kader kesehatan, tokoh masyarakat dan anggota Pos UKK. Hasil: Penelitian menunjukan adanya dukungan dari pemerintah melalui adanya kebijakan pembentukan Pos UKK, pendampingan aktif dari Puskesmas. Dukungan dari tokoh masyarakat dengan adanya fasilitasi tempat balai padukuhan sebagai tempat kegiatan, peran kader kesehatan serta pemilik kerja, jam kerja masyarakat menyesuaikan waktu yang ada dimasyarakat, Kegiatan yang dilaksanakan sesuai petunjuk yang pernah diberikan oleh puskesmas, namun peran serta anggota jika tidak ada keluhan sakit tidak hadir dalam kegiatan di Pos UKK. Kesimpulan: Kebutuhan pelaksanaan di Pos UKK adalah kegiatan pemeriksaan kesehatan dan edukasi permasalahan risiko bahaya pekerjaan serta cara pencegahanya.Kata kunci : keselamatan kerja, sektor informal, Pos UKK
STUDI PENERIMAAN BUKU PETUNJUK KEAMANAN PANGAN DAN PENGELOLAAN SAMPAH PADA PASAR KULINER Prasetyaningrum, Yunita Indah; Sukismanto, Sukismanto; Kadaryati, Sri; Prasodjo, Bintang; Wardani, Desy Fitria
Jurnal Jarlit Vol. 19 No. 1 (2023): Peningkatan Ekonomi Kreatif Berbasis Pariwisata Budaya untuk Keberdayaan Masya
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70154/jid.v19i1.65

Abstract

Manajemen Masjid Jogokariyan membina hampir seratus UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dan memiliki kegiatan ekonomi UMKM secara rutin. Salah satu masalah yang harus diperhatikan pada wisata kuliner yaitu keamanan pangan. Masalah keamanan pangan di Indonesia rentan karena perlu adanya pemahaman kepada masyarakat. Masalah sampah juga merupakan masalah yang turut mengakibatkan lingkungan menjadi tidak sehat. Tujuan pengembangan buku petunjuk keamanan pangan dan pengelolaan sampah pada pasar kuliner agar daerah lain yang ingin menyelenggarakan kegiatan serupa dapat memodifikasi dari penyelenggaraan pasar kuliner yang sudah dilaksanakan di Jogokariyan. Buku petunjuk ini dapat memberikan gambaran dan petunjuk bagi penyelenggaraan pasar kuliner di daerah yang lebih luas. Penelitian dilaksanakan lingkungan Masjid Jogokariyan, Yogyakarta. Waktu pelaksanaan penelitian selama 6 bulan dimulai bulan Mei – Agustus 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data menggunakan wawancara mendalam dengan melibatkan pemerintah, pengelola pasar kuliner, dan pedagang. Penelitian telah mendapatkan Ethical Clearance dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta dengan nomor 3003/KEP-UNISA/VI/2023. Hasil penelitian menyebutkan buku petunjuk dapat diterima dengan baik dan mendapatkan tanggapan positif dari seluruh responden. Beberapa masukan terkait isian buku adalah menambahkan desain yang lebih informatif. Buku petunjuk ini memiliki peluang untuk diaplikasikan pada masyarakat lebih luas karena informatif, lengkap, mudah dipahami, dan disusun ringkas. Beberapa hampatan yang perlu diperhatikan adalah implementasi pengeloaan sampah pada pasar kuliner di masyarakat karena terkait erat dengan kesadaran dan pengetahuan masyarakat. Kesimpulan dari penelitian bahwa buku petunjuk dapat diaplikasian pada penyelenggaraan pasar kuliner yang memerhatikan penerapan keamanan pangan dan pengelolaan sampah sesuai standar di daerah lain yang lebih luas.