Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pendampingan Manajemen Usaha Laundry Berbasis Tekonologi Sunarmi, Sunarmi; Marthalena, Yenny; Utami, Tika Putri; Juliyana, Milan
Jurnal Abdimas Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2023): April
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jamu.v1i2.1760

Abstract

Purpose: This mentoring program aims to help partners increase their business capacity through promotion and repair/addition of business equipment. Research Methodology: The partner in this program is Laundry Bunda, a business that was just started in  September 2015 by the owners  Sri Wahyuni and Henry Yudo Pranoto, located at Blok V No.5, Jl. Perum BKP, Kemiling Permai, Kec. Kemiling, Bandar Lampung City, Lampung 35152, Indonesia. The problems faced by partners include: 1) promotional activities are not yet optimal, 2) equipment is not adequate/not enough, and 3) business layouts are not well organized. To overcome these problems in this service program the activities that have been carried out are: Expanding the market and maximizing promotional media by: Making business signboards, making and distributing brochures, promoting through social media, giving discount cards to customers. Results: The results of this program are: 1) Laundry Bunda business has a bigger and more attractive signage; 2) partners have online promotion media on Instagram; 3) partners have online brochures through Imooji; 4) the presence of additional equipment and a neat and comfortable business layout Conclusions: Availability of partner awareness to optimize business promotion activities, Availability of promotional media both simple and promotional media on Instagram, Availability of partner awareness to maintain service quality, Availability of additional equipment which supports the laundry business process.
Hubungan Pola Konsumsi Sumber Protein Hewani, Riwayat Penyakit Infeksi dan Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu dengan Kejadian Stunting Balita 12-59 Bulan Saputri, Ervina Ayu; Abdullah, Abdullah; Akhriani, Mayesti; Marthalena, Yenny
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.12525

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah balita yang memiliki panjang atau tinggi badan kurang dibandingkan dengan anak seumurannya. Secara global 148,1 juta balita mengalami stunting pada tahun 2022. SKI 2023 melaporkan Kabupaten Pringsewu memiliki prevalensi stunting diatas target nasional sebesar 15,8%. Pada bulan Juni 2024 Puskesmas Banyumas melaporkan prevalensi tertinggi stunting terjadi di Pekon Sukamulya (16,3%). Pemahaman terhadap keterkaitan pola konsumsi protein hewani, riwayat penyakit infeksi, dan pengetahuan gizi ibu penting dalam mendukung upaya pencegahan stunting pada balita.Tujuan: Menjelaskan hubungan pola konsumsi sumber protein hewani, riwayat penyakit infeksi dan pengetahuan gizi ibu dengan kejadian stunting balita 12-59 Bulan di Pekon Sukamulya Kabupaten Pringsewu.Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif analitik dengan design penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Subjek ditentukan dengan rumus ukuran sampel untuk memperkirakan proporsi populasi dengan presisi mutlak penelitian sebanyak 80 balita usia 12-59 bulan. Data diperoleh menggunakan kuesioner Food frequency Questionnaire (FFQ), kuesioner riwayat penyakit infeksi dan pengetahuan ibu. Analisis hasil penelitian menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukan 76.3% memiliki status gizi normal, sementara 23.8% nya mengalami stunting. Responden memiliki pengetahuan gizi baik sebanyak 71.3%, kurang 17.5%, dan cukup 11.3%. 80% Responden tidak pernah mengalami penyakit infeksi dalam 3 bulan terakhir, sementara 20% lainnya pernah mengalaminya. Kategori pola konsumsi protein hewani 53.8% responden dalam kategori baik, sedangkan 46.3% lainnya dalam kategori yang kurang.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola konsumsi protein hewani (p-value = 0,001 < 0,05), riwayat penyakit infeksi (p-value = 0,001< 0,05) dan pengetahuan gizi ibu (p-value = 0,003 < 0,05) dengan kejadian stunting. Diharapkan puskesmas meningkatkan program penjaringan skrining TBC pada balita. Ibu balita juga harus menerapkan PHBS di tatanan keluarga serta lebih rutin dalam mengikuti kelas pengasuhan.
Hubungan Pola Konsumsi Sumber Protein Hewani, Riwayat Penyakit Infeksi dan Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu dengan Kejadian Stunting Balita 12-59 Bulan Saputri, Ervina Ayu; Abdullah, Abdullah; Akhriani, Mayesti; Marthalena, Yenny
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.12525

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah balita yang memiliki panjang atau tinggi badan kurang dibandingkan dengan anak seumurannya. Secara global 148,1 juta balita mengalami stunting pada tahun 2022. SKI 2023 melaporkan Kabupaten Pringsewu memiliki prevalensi stunting diatas target nasional sebesar 15,8%. Pada bulan Juni 2024 Puskesmas Banyumas melaporkan prevalensi tertinggi stunting terjadi di Pekon Sukamulya (16,3%). Pemahaman terhadap keterkaitan pola konsumsi protein hewani, riwayat penyakit infeksi, dan pengetahuan gizi ibu penting dalam mendukung upaya pencegahan stunting pada balita.Tujuan: Menjelaskan hubungan pola konsumsi sumber protein hewani, riwayat penyakit infeksi dan pengetahuan gizi ibu dengan kejadian stunting balita 12-59 Bulan di Pekon Sukamulya Kabupaten Pringsewu.Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif analitik dengan design penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Subjek ditentukan dengan rumus ukuran sampel untuk memperkirakan proporsi populasi dengan presisi mutlak penelitian sebanyak 80 balita usia 12-59 bulan. Data diperoleh menggunakan kuesioner Food frequency Questionnaire (FFQ), kuesioner riwayat penyakit infeksi dan pengetahuan ibu. Analisis hasil penelitian menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukan 76.3% memiliki status gizi normal, sementara 23.8% nya mengalami stunting. Responden memiliki pengetahuan gizi baik sebanyak 71.3%, kurang 17.5%, dan cukup 11.3%. 80% Responden tidak pernah mengalami penyakit infeksi dalam 3 bulan terakhir, sementara 20% lainnya pernah mengalaminya. Kategori pola konsumsi protein hewani 53.8% responden dalam kategori baik, sedangkan 46.3% lainnya dalam kategori yang kurang.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola konsumsi protein hewani (p-value = 0,001 < 0,05), riwayat penyakit infeksi (p-value = 0,001< 0,05) dan pengetahuan gizi ibu (p-value = 0,003 < 0,05) dengan kejadian stunting. Diharapkan puskesmas meningkatkan program penjaringan skrining TBC pada balita. Ibu balita juga harus menerapkan PHBS di tatanan keluarga serta lebih rutin dalam mengikuti kelas pengasuhan.
Studi Etnomedisin Tumbuhan Obat Untuk Pengobatan Pasca Persalinan di Desa Tanjung Harapan Lampung Tengah Riza Dwiningrum; Mida Pratiwi; Yenny Marthalena; Etik Purwanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1935

Abstract

Etnomedisin merupakan ilmu yang mempelajari pengobatan dan keterampilan meracik obat tradisional berdasarkan budaya lokal masyarakat. Masyarakat di Desa Tanjung Harapan Kecamatan Anak Tuha Kabupaten Lampung Tengah masih menggunakan pengobatan tradisional untuk pasca persalinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis ramuan dan tumbuhan obat, bagian tumbuhan obat serta cara pemanfaatan tumbuhan obat pasca persalinan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah snowball sampling. Berdasarkan hasil wawancara dengan 12 informan didapatkan hasil bahwa terdapat 13 jenis ramuan dan 25 jenis tumbuhan obat bahan penyusun ramuan pasca persalinan dengan presentase ramuan tertinggi yaitu jamu beras kencur dan kunyit asam masing-masing dengan persentase 23 %, tumbuhan yang memiliki persentase tertinggi sebagai bahan penyusun ramuan obat pasca persalinan adalah jahe dengan persentase sebesar 12,24 %. Bagian tumbuhan obat yang paling sering digunakan yaitu daun dengan persentase 36%. Cara pemanfaatan yang paling banyak digunakan dengan cara diminum dengan persentase 60%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat 13 jenis ramuan dan 25 jenis tumbuhan obat bahan penyusun ramuan yang digunakan untuk pengobatan pasca persalinan oleh masyarakat di Desa Tanjung Harapan Lampung Tengah.
Pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Mengenai Pemutih Kulit Badan Pada Siswi SMK Widya Yahya Gading Rejo Regita Aulia Safitri; Riza Dwiningrum; Mida Pratiwi; Yenny Marthalena
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2527

Abstract

The large number of dangerous cosmetic products on the market and the low level of knowledge among teenagers regarding skin whitening products mean that the use of skin whitening products requires an understanding of the ingredients used in a product and an awareness of the risks of harmful effects. The aim of this study is to analyze the effect of education on knowledge and attitudes regarding skin whitening products among female students at SMK Widya Yahya Gading Rejo. The method used in this study is a quantitative method employing a quasi-experimental non-equivalent control group design. The study sample consists of 103 respondents from SMK Widya Yahya Gading Rejo, divided into two groups: the treatment group and the control group. The results of the study showed that the percentage of knowledge in the treatment group before education (pre-test) was 82.7% (good category) and after education (post-test) was 94.2% (good category). The percentage of attitudes in the treatment group before education (pre-test) was 98.1% (good category) and after education (post-test) was 100% (good category). The conclusion of this study is that there is an effect of education on knowledge and attitudes regarding skin whitening products among female students at SMK Widya Yahya Gading Rejo with a p-value >0.001. It is hoped that this research will provide information and knowledge to the public and institutions, as well as serve as a scientific reference, particularly in the field of pharmacy.
Hubungan Pola Konsumsi Sumber Protein Hewani, Riwayat Penyakit Infeksi dan Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu dengan Kejadian Stunting Balita 12-59 Bulan Ervina Ayu Saputri; Abdullah Abdullah; Mayesti Akhriani; Yenny Marthalena
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.12525

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah balita yang memiliki panjang atau tinggi badan kurang dibandingkan dengan anak seumurannya. Secara global 148,1 juta balita mengalami stunting pada tahun 2022. SKI 2023 melaporkan Kabupaten Pringsewu memiliki prevalensi stunting diatas target nasional sebesar 15,8%. Pada bulan Juni 2024 Puskesmas Banyumas melaporkan prevalensi tertinggi stunting terjadi di Pekon Sukamulya (16,3%). Pemahaman terhadap keterkaitan pola konsumsi protein hewani, riwayat penyakit infeksi, dan pengetahuan gizi ibu penting dalam mendukung upaya pencegahan stunting pada balita.Tujuan: Menjelaskan hubungan pola konsumsi sumber protein hewani, riwayat penyakit infeksi dan pengetahuan gizi ibu dengan kejadian stunting balita 12-59 Bulan di Pekon Sukamulya Kabupaten Pringsewu.Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif analitik dengan design penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Subjek ditentukan dengan rumus ukuran sampel untuk memperkirakan proporsi populasi dengan presisi mutlak penelitian sebanyak 80 balita usia 12-59 bulan. Data diperoleh menggunakan kuesioner Food frequency Questionnaire (FFQ), kuesioner riwayat penyakit infeksi dan pengetahuan ibu. Analisis hasil penelitian menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukan 76.3% memiliki status gizi normal, sementara 23.8% nya mengalami stunting. Responden memiliki pengetahuan gizi baik sebanyak 71.3%, kurang 17.5%, dan cukup 11.3%. 80% Responden tidak pernah mengalami penyakit infeksi dalam 3 bulan terakhir, sementara 20% lainnya pernah mengalaminya. Kategori pola konsumsi protein hewani 53.8% responden dalam kategori baik, sedangkan 46.3% lainnya dalam kategori yang kurang.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola konsumsi protein hewani (p-value = 0,001 < 0,05), riwayat penyakit infeksi (p-value = 0,001< 0,05) dan pengetahuan gizi ibu (p-value = 0,003 < 0,05) dengan kejadian stunting. Diharapkan puskesmas meningkatkan program penjaringan skrining TBC pada balita. Ibu balita juga harus menerapkan PHBS di tatanan keluarga serta lebih rutin dalam mengikuti kelas pengasuhan.
Hubungan Caring Perawat dan Kinerja Perawat dengan Kepuasan Pasien di Ruangan Penyakit Dalam Rumah Sakit Wisma Rini Pringsewu: The Relationship of Nurse Caring and Nurse Performance with Patient Satisfaction in the Internal Medicine Room of Wisma Rini Pringsewu Hospital diah kartika sari; tri adi nugroho; Yunina Elasari; Yenny Marthalena
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 6 (2026): EDISI JUNI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i6.354

Abstract

Pendahuluan: Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit. Kepuasan pasien dipengaruhi oleh kualitas asuhan keperawatan, terutama perilaku caring dan kinerja perawat. Rendahnya caring dan kinerja perawat dapat berdampak pada menurunnya kepuasan pasien dan mutu pelayanan rumah sakit, sehingga kedua faktor ini memiliki urgensi untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan caring perawat dan kinerja perawat dengan kepuasan pasien di Ruangan Penyakit Dalam Rumah Sakit Wisma Rini Pringsewu. Metode: Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan desain observasional analitik pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 59 pasien dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 sampai dengan tanggal 30 Agustus 2025. Variabel independen dalam penelitian ini adalah caring perawat dan kinerja perawat, sedangkan variabel dependen adalah kepuasan pasien. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Caring Behaviors Inventory (CBI-24), kuesioner kinerja perawat, dan kuesioner kepuasan pasien. Analisis data dilakukan menggunakan uji Gamma.    Hasil: Penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara caring perawat dengan kepuasan pasien (p = 0,005 < 0,05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,499. Ada hubungan yang signifikan antara kinerja perawat dengan kepuasan pasien (p = 0,001 < 0,05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,573. Kesimpulan: Pelayanan caring dan kinerja perawat menentukan kepuasan pasien sehingga rumah sakit disarankan untuk terus meningkatkan sistem pelayanan, dan  melakukan evaluasi kepuasan pasien secara berkala guna meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.
Analysis of Online Shopping Behavior among Teachers in Indonesia Sunarmi; Yenny Marthalena; Sastri Ayu Lestari
International Journal of Islamic Business and Management Review Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Dosen Peneliti Ilmu Ekonomi dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.824 KB) | DOI: 10.54099/ijibmr.v2i1.142

Abstract

Purpose –This study is a quantitative study that aims to identify the total expenditure of teachers in online shopping, the types of products purchased, online shopping platforms and also the factors that influence online shopping.. Methodology/approach –The instrument in this study used a five-point Likert scale survey form. The sample of this study consisted of 319 teachers in Pringsewu district, Lampung, Indonesia, which were selected through snowball sampling. Findings – It was found that,the majority of respondents shop online with a total expenditure of around one million rupiah per year and make online purchases for daily needs such as clothes and accessories or fashion that supports personal appearance. The most widely used online shopping platforms include Lazada, Shopee and Tokopedia. All independent variables significantly contribute positively to online shopping
PHC LEADERSHIP CHARACTERISTICS, COMMUNITY HEALTH WORKER PERFORMANCE, AND MATERNAL BEHAVIOR IN STUNTING REDUCTION: SYSTEMATIC REVIEW Yuniastini, Yuniastini; Barusman, Yusuf Sulfarano; Barusman, Andala Rama Putra; Habiburrahman, Habiburrahman; Amatiria, Gustop; Putri, Gita Leviana; Marthalena, Yenny; Sunarmi, Sunarmi
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 10 No. 3 (2026): Volume 10, Nomor 3, June 2026
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiituj.v10i3.55375

Abstract

Stunting remains a critical global health challenge, yet the role of Primary Health Care (PHC) facility leadership in driving nutritional outcomes through community health worker (CHW) pathways remains poorly synthesized. This systematic review aims to examine leadership models employed by PHC facility heads and their association with stunting reduction, mediated by CHW performance and maternal health behavior change. A systematic search of PubMed, Scopus, and Elsevier databases was conducted following PRISMA guidelines. Original research articles examining PHC leadership, CHW supervision, and nutritional outcomes in children under five were included. Studies lacking leadership variables or stunting-related outcomes were excluded. Quality assessment utilized standardized appraisal tools. Twelve studies met inclusion criteria. Supportive supervision (9/12), training investment (10/12), stakeholder coordination (8/12), and resource mobilization (7/12) were key leadership characteristics associated with improved outcomes. Transformational leadership enhanced CHW motivation, task completion, and retention. A mediating pathway was identified: effective leadership improved CHW performance, which enhanced maternal antenatal care utilization, dietary diversity, and breastfeeding practices, contributing to stunting reduction. PHC leadership serves a catalytic function in stunting reduction through CHW capacity strengthening and community engagement. This review uniquely delineates the leadership–CHW–maternal behavior–stunting causal pathway, addressing a critical gap in implementation science. Future studies should employ longitudinal designs measuring leadership interventions' direct impact on anthropometric outcomes, and develop validated instruments for assessing PHC leadership competencies in low-resource settings.
Pengaruh Pengetahuan Investasi Hijau dan Literasi Keuangan Terhadap Minat Investasi Hijau Generasi Z Amalia Vransiska; Yenny Marthalena
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 3 (2026): Oktober 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i3.2045

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan investasi hijau dan literasi keuangan terhadap minat investasi hijau Generasi Z di Provinsi Lampung. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada penyajian bukti empiris mengenai peran pengetahuan investasi hijau dan literasi keuangan dalam menjelaskan minat investasi hijau Generasi Z di Provinsi Lampung, sehingga memperluas bukti empiris Theory of Planned Behavior pada konteks investasi hijau di daerah yang memiliki potensi investasi berkelanjutan namun masih terbatas dikaji dalam penelitian sebelumnya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner secara daring kepada 385 responden Generasi Z di Provinsi Lampung yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan rumus Lemeshow. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 26 melalui uji statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, dan uji koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan investasi hijau berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi hijau Generasi Z, sedangkan literasi keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap minat investasi hijau secara parsial. Namun, pengetahuan investasi hijau dan literasi keuangan secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi hijau Generasi Z di Provinsi Lampung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan investasi hijau merupakan faktor utama yang mendorong minat investasi hijau Generasi Z, sedangkan literasi keuangan belum mampu meningkatkan minat investasi hijau secara langsung. Secara teoritis, penelitian ini memperkuat Theory of Planned Behavior bahwa pengetahuan spesifik mengenai investasi hijau berperan dalam membentuk niat berinvestasi. Secara praktis, hasil penelitian memberikan masukan bagi pemerintah, lembaga pendidikan, dan manajer investasi untuk memprioritaskan edukasi mengenai investasi hijau, konsep ESG, serta risiko greenwashing agar dapat meningkatkan minat investasi hijau di kalangan Generasi Z.   This study aims to analyze the influence of green investment knowledge and financial literacy on Generation Z’s interest in green investment in Lampung Province. The scientific contribution of this study lies in presenting empirical evidence regarding the role of green investment knowledge and financial literacy in explaining Generation Z’s interest in green investment in Lampung Province, thereby expanding the empirical evidence for the Theory of Planned Behavior in the context of green investment in regions with potential for sustainable investment but which have been only limitedly examined in previous research. The study employs a quantitative approach using primary data collected through an online questionnaire distributed to 385 Generation Z respondents in Lampung Province, selected using a purposive sampling technique based on Lemeshow’s formula. Data analysis was conducted using SPSS version 26 through descriptive statistical tests, validity tests, reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, t-tests, F-tests, and the coefficient of determination (R²) test. The results of the study indicate that knowledge of green investment has a positive and significant effect on Generation Z’s interest in green investment, whereas financial literacy does not have a significant effect on interest in green investment when considered in isolation. However, knowledge of green investment and financial literacy together have a positive and significant effect on Generation Z’s interest in green investment in Lampung Province. This study concludes that knowledge of green investment is the primary factor driving Generation Z’s interest in green investment, whereas financial literacy has not yet been able to directly increase interest in green investment. Theoretically, this study reinforces the Theory of Planned Behavior, which posits that specific knowledge regarding green investment plays a role in shaping the intention to invest. Practically, the study’s findings provide insights for the government, educational institutions, and investment managers to prioritize education on green investing, ESG concepts, and the risks of greenwashing in order to increase interest in green investing among Generation Z.