Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Emas di Usia Senja: Cara Cerdas Kelola Dana Pensiun Sari, Selly Puspita; Intansari, Fixi; Larasati, Bayu Sekar; Marthalena, Yenny; Fadhilah, Husein
Lebah Vol. 18 No. 4 (2025): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i4.338

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pengelolaan dana pensiun dalam membangun masa depan keuangan yang stabil dan sejahtera. Sosialisasi ini dilakukan pada tanggal 15 Februari 2025 bertempat di Aisyah Medical Center (AMC) Universitas Aisyah Pringsewu. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat, khusunya ibu-ibu yang ada di desa Tambak Rejo, Kec. Gading Rejo, Kab, Pringsewu yang tergabung dalam komunitas senam sehat di Universitas Aisyah Pringsewu. Rendahnya literasi keuangan di kalangan masyarakat menjelang usia pensiun menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan ketidaksiapan dalam menghadapi masa tua. Kegiatan edukasi ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya perencanaan dan pengelolaan dana pensiun secara cerdas dan berkelanjutan. Kegiatan ini melibatkan 32 peserta yang terdiri dari pegawai aktif dan pensiunan di lingkungan sekitar Universitas Aisyah Pringsewu. Hasil survei pre-test menunjukkan bahwa 72% peserta belum memiliki perencanaan dana pensiun yang memadai. Setelah kegiatan berlangsung, hasil post-test menunjukkan peningkatan pemahaman sebesar 45-52%% dibandingkan sebelumnya. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan kesadaran akan pentingnya memilih instrumen investasi jangka panjang serta menyusun anggaran harian pasca-pensiun. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif berbasis kebutuhan nyata masyarakat efektif dalam membentuk kesiapan finansial di usia senja
The Effect Of Work Environment And Leadership Style On Job Satisfaction Of Employees At Pagelaran Public Health Center Of Pringsewu Regency Juliyana, Milan; Marthalena, Yenny
Jurnal Mirai Management Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v10i2.10002

Abstract

This study aims to analyse the effect of work environment and leadership style on job satisfaction among employees at Pagelaran Public Health Center of Pringsewu Regency of Lampung Province. The background of this research is based on the importance of creating a conducive work environment and implementing an effective leadership style to enhance employee job satisfaction as one of the supporting factors for organizational performance. This research employed a descriptive quantitative approach. The population consisted of all 80 employees at Pagelaran Public Health Center, with a sample of 79 respondents selected using the saturated sampling technique. Data were collected through questionnaires and analysed using multiple linear regression with the assistance of SPSS version 23.The results showed that, partially, the work environment variable had a significant effect on job satisfaction, and leadership style also had a significant effect on employee job satisfaction. Simultaneously, both work environment and leadership style had a positive and significant effect on job satisfaction. The coefficient of determination (R²) indicated that 30.3% of the variation in job satisfaction could be explained by the work environment and leadership style, while the remaining 69.7% was influenced by other factors not examined in this study.
Hubungan Pola Konsumsi Sumber Protein Hewani, Riwayat Penyakit Infeksi dan Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu dengan Kejadian Stunting Balita 12-59 Bulan Saputri, Ervina Ayu; Abdullah, Abdullah; Akhriani, Mayesti; Marthalena, Yenny
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.12525

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah balita yang memiliki panjang atau tinggi badan kurang dibandingkan dengan anak seumurannya. Secara global 148,1 juta balita mengalami stunting pada tahun 2022. SKI 2023 melaporkan Kabupaten Pringsewu memiliki prevalensi stunting diatas target nasional sebesar 15,8%. Pada bulan Juni 2024 Puskesmas Banyumas melaporkan prevalensi tertinggi stunting terjadi di Pekon Sukamulya (16,3%). Pemahaman terhadap keterkaitan pola konsumsi protein hewani, riwayat penyakit infeksi, dan pengetahuan gizi ibu penting dalam mendukung upaya pencegahan stunting pada balita.Tujuan: Menjelaskan hubungan pola konsumsi sumber protein hewani, riwayat penyakit infeksi dan pengetahuan gizi ibu dengan kejadian stunting balita 12-59 Bulan di Pekon Sukamulya Kabupaten Pringsewu.Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif analitik dengan design penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Subjek ditentukan dengan rumus ukuran sampel untuk memperkirakan proporsi populasi dengan presisi mutlak penelitian sebanyak 80 balita usia 12-59 bulan. Data diperoleh menggunakan kuesioner Food frequency Questionnaire (FFQ), kuesioner riwayat penyakit infeksi dan pengetahuan ibu. Analisis hasil penelitian menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukan 76.3% memiliki status gizi normal, sementara 23.8% nya mengalami stunting. Responden memiliki pengetahuan gizi baik sebanyak 71.3%, kurang 17.5%, dan cukup 11.3%. 80% Responden tidak pernah mengalami penyakit infeksi dalam 3 bulan terakhir, sementara 20% lainnya pernah mengalaminya. Kategori pola konsumsi protein hewani 53.8% responden dalam kategori baik, sedangkan 46.3% lainnya dalam kategori yang kurang.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola konsumsi protein hewani (p-value = 0,001 < 0,05), riwayat penyakit infeksi (p-value = 0,001< 0,05) dan pengetahuan gizi ibu (p-value = 0,003 < 0,05) dengan kejadian stunting. Diharapkan puskesmas meningkatkan program penjaringan skrining TBC pada balita. Ibu balita juga harus menerapkan PHBS di tatanan keluarga serta lebih rutin dalam mengikuti kelas pengasuhan.
Pendampingan Manajemen Usaha Laundry Berbasis Tekonologi Sunarmi, Sunarmi; Marthalena, Yenny; Utami, Tika Putri; Juliyana, Milan
Jurnal Abdimas Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2023): April
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jamu.v1i2.1760

Abstract

Purpose: This mentoring program aims to help partners increase their business capacity through promotion and repair/addition of business equipment. Research Methodology: The partner in this program is Laundry Bunda, a business that was just started in  September 2015 by the owners  Sri Wahyuni and Henry Yudo Pranoto, located at Blok V No.5, Jl. Perum BKP, Kemiling Permai, Kec. Kemiling, Bandar Lampung City, Lampung 35152, Indonesia. The problems faced by partners include: 1) promotional activities are not yet optimal, 2) equipment is not adequate/not enough, and 3) business layouts are not well organized. To overcome these problems in this service program the activities that have been carried out are: Expanding the market and maximizing promotional media by: Making business signboards, making and distributing brochures, promoting through social media, giving discount cards to customers. Results: The results of this program are: 1) Laundry Bunda business has a bigger and more attractive signage; 2) partners have online promotion media on Instagram; 3) partners have online brochures through Imooji; 4) the presence of additional equipment and a neat and comfortable business layout Conclusions: Availability of partner awareness to optimize business promotion activities, Availability of promotional media both simple and promotional media on Instagram, Availability of partner awareness to maintain service quality, Availability of additional equipment which supports the laundry business process.
Hubungan Pola Konsumsi Sumber Protein Hewani, Riwayat Penyakit Infeksi dan Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu dengan Kejadian Stunting Balita 12-59 Bulan Saputri, Ervina Ayu; Abdullah, Abdullah; Akhriani, Mayesti; Marthalena, Yenny
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.12525

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah balita yang memiliki panjang atau tinggi badan kurang dibandingkan dengan anak seumurannya. Secara global 148,1 juta balita mengalami stunting pada tahun 2022. SKI 2023 melaporkan Kabupaten Pringsewu memiliki prevalensi stunting diatas target nasional sebesar 15,8%. Pada bulan Juni 2024 Puskesmas Banyumas melaporkan prevalensi tertinggi stunting terjadi di Pekon Sukamulya (16,3%). Pemahaman terhadap keterkaitan pola konsumsi protein hewani, riwayat penyakit infeksi, dan pengetahuan gizi ibu penting dalam mendukung upaya pencegahan stunting pada balita.Tujuan: Menjelaskan hubungan pola konsumsi sumber protein hewani, riwayat penyakit infeksi dan pengetahuan gizi ibu dengan kejadian stunting balita 12-59 Bulan di Pekon Sukamulya Kabupaten Pringsewu.Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif analitik dengan design penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Subjek ditentukan dengan rumus ukuran sampel untuk memperkirakan proporsi populasi dengan presisi mutlak penelitian sebanyak 80 balita usia 12-59 bulan. Data diperoleh menggunakan kuesioner Food frequency Questionnaire (FFQ), kuesioner riwayat penyakit infeksi dan pengetahuan ibu. Analisis hasil penelitian menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukan 76.3% memiliki status gizi normal, sementara 23.8% nya mengalami stunting. Responden memiliki pengetahuan gizi baik sebanyak 71.3%, kurang 17.5%, dan cukup 11.3%. 80% Responden tidak pernah mengalami penyakit infeksi dalam 3 bulan terakhir, sementara 20% lainnya pernah mengalaminya. Kategori pola konsumsi protein hewani 53.8% responden dalam kategori baik, sedangkan 46.3% lainnya dalam kategori yang kurang.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola konsumsi protein hewani (p-value = 0,001 < 0,05), riwayat penyakit infeksi (p-value = 0,001< 0,05) dan pengetahuan gizi ibu (p-value = 0,003 < 0,05) dengan kejadian stunting. Diharapkan puskesmas meningkatkan program penjaringan skrining TBC pada balita. Ibu balita juga harus menerapkan PHBS di tatanan keluarga serta lebih rutin dalam mengikuti kelas pengasuhan.
Hubungan Pola Konsumsi Sumber Protein Hewani, Riwayat Penyakit Infeksi dan Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu dengan Kejadian Stunting Balita 12-59 Bulan Saputri, Ervina Ayu; Abdullah, Abdullah; Akhriani, Mayesti; Marthalena, Yenny
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.12525

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah balita yang memiliki panjang atau tinggi badan kurang dibandingkan dengan anak seumurannya. Secara global 148,1 juta balita mengalami stunting pada tahun 2022. SKI 2023 melaporkan Kabupaten Pringsewu memiliki prevalensi stunting diatas target nasional sebesar 15,8%. Pada bulan Juni 2024 Puskesmas Banyumas melaporkan prevalensi tertinggi stunting terjadi di Pekon Sukamulya (16,3%). Pemahaman terhadap keterkaitan pola konsumsi protein hewani, riwayat penyakit infeksi, dan pengetahuan gizi ibu penting dalam mendukung upaya pencegahan stunting pada balita.Tujuan: Menjelaskan hubungan pola konsumsi sumber protein hewani, riwayat penyakit infeksi dan pengetahuan gizi ibu dengan kejadian stunting balita 12-59 Bulan di Pekon Sukamulya Kabupaten Pringsewu.Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif analitik dengan design penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Subjek ditentukan dengan rumus ukuran sampel untuk memperkirakan proporsi populasi dengan presisi mutlak penelitian sebanyak 80 balita usia 12-59 bulan. Data diperoleh menggunakan kuesioner Food frequency Questionnaire (FFQ), kuesioner riwayat penyakit infeksi dan pengetahuan ibu. Analisis hasil penelitian menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukan 76.3% memiliki status gizi normal, sementara 23.8% nya mengalami stunting. Responden memiliki pengetahuan gizi baik sebanyak 71.3%, kurang 17.5%, dan cukup 11.3%. 80% Responden tidak pernah mengalami penyakit infeksi dalam 3 bulan terakhir, sementara 20% lainnya pernah mengalaminya. Kategori pola konsumsi protein hewani 53.8% responden dalam kategori baik, sedangkan 46.3% lainnya dalam kategori yang kurang.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola konsumsi protein hewani (p-value = 0,001 < 0,05), riwayat penyakit infeksi (p-value = 0,001< 0,05) dan pengetahuan gizi ibu (p-value = 0,003 < 0,05) dengan kejadian stunting. Diharapkan puskesmas meningkatkan program penjaringan skrining TBC pada balita. Ibu balita juga harus menerapkan PHBS di tatanan keluarga serta lebih rutin dalam mengikuti kelas pengasuhan.