Komunikasi antara sekolah dan keluarga di mitra masih didominasi oleh informasi administratif, sedangkan edukasi pengasuhan dan pemantauan anak belum terstruktur. Program Smart School Smart Parent bertujuan memperkuat kapasitas guru dan orang tua serta membangun kolaborasi untuk melindungi hak-hak anak. Kegiatan dilaksanakan di Yayasan Islam Persahabatan, Makassar, melalui pemetaan kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi sederhana, pendampingan, dan evaluasi. Data observasi, umpan balik, produk, dan dokumentasi dianalisis secara deskriptif. Program menghasilkan ruang belajar bersama; penguatan pemahaman hak anak dan pengasuhan positif; rancangan WhatsApp edukatif, media parenting, dan checklist monitoring; serta model empat komponen yang menghubungkan kebutuhan, kapasitas, komunikasi digital, dan refleksi. Komunikasi mulai diarahkan dari pola informatif ke pola edukatif-partisipatif. Keberlanjutan memerlukan aturan komunikasi, penggerak internal, dan evaluasi yang konsisten.