Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

KARAKTERISTIK PERISTIWA PETIR TERKAIT CURAH HUJAN DI WILAYAH MAUMERE NUSA TENGGARA TIMUR Riski Basrin; Hadi Imam Sutaji; Apolinaris S. Geru; Jehunias L. Tanesib
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v6i2.6836

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penelitian tentang karakteristik peristiwa petir, khususnya jenis Cloud to Gground (CG) terkait curah hujan (CH) di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total sambaran petir CG yang terjadi di wilayah Maumere pada periode bulan Desember 2014 sampai November 2019 sebesar 18.194 sambaran dengan sambaran maksimum terjadi pada bulan Nopember sampai April dan sambaran minimum terjadi di bulan Juli sampai Oktober. Untuk curah hujan yang terjadi pada daerah Maumere dan periode tersebut sebesar 4.201 mm dengan pola hujan bertipe monsunal, dimana curah hujan maksimum terjadi di bulan Desember sampai Februari, sedangkan curah hujan minimum terjadi pada bulan Juli sampai Oktober. Peristiwa sambaran petir CG dan curah hujan di wilayah tersebut, umumnya memiliki hubungan yang tidak searah atau tidak kuat namun tergolong pada korelasi sedang. Selain itu, jumlah peristiwa sambaran petir untuk jumlah curah hujan pada setiap tahunnya berbeda yang ditunjukkan dengan nilai perhitungan Rain-Yield per Flash (RPF). Hal ini diduga karena adanya beberapa faktor, seperti perubahan cuaca yang begitu cepat, pergerakan angin yang kencang serta adanya faktor lama penyinaran matahari yang terjadi di wilayah tersebut. Abstract Research on the characteristics of lightning events has been carried out, especially the type of cloud to ground (CG) related to rainfall (CH) in the East Nusa Tenggara (NTT) region. The result showed that the total CG lightning strikes that occurred in the Maumere area in the period December 2014 to November 2019 were 18.194 strikes with the maximum strikes occurring from November to April and the minimum incidents occurring from July to October. The rainfall that occurs in these Maumere regions and periods is 4.201 mm with a monsoon-type rain pattern, where the maximum rainfall occurs in December to February, while the minimum rainfall occurs from July to October. The CG lightning strikes events and rainfall in the area, generally have a unidirectional or not strong relationship but are classified as moderate correlation. Also In addition, the number of lightning strikes events for the amount of rainfall in each year is different as indicated by the Rain-Yield per Flash (RPF) calculation value. This is presumably due to several factors, such as rapid weather changes, strong wind movements, and the long time factor of sun exposure in the area.
PEMBUATAN BIOPLASTIK BERBAHAN DASAR PATI JAGUNG DENGAN PENAMBAHAN SERAT SELULOSA DARI LIMBAH KERTAS Intan M.P. Dewi; Albert Zicko Johannes; Redi K. Pingak; Minsyahril Bukit; Hadi Imam Sutaji
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v6i2.6838

Abstract

Abstrak Plastik konvensional yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari menyebabkan terjadinya penumpukan limbah plastik dan menyebabkan masalah pencemaran lingkungan karena plastik sulit terurai oleh mikroorganisme. Bioplastik merupakan salah satu solusi yang digunakan dalam mengurangi pencemaran lingkungan, sifatnya yang mudah terdegradasi dan terurai oleh mikroorganisme dalam waktu yang cukup singkat membuat plastik tersebut ramah lingkungan. Bahan yang digunakan dalam pembuatan bioplastik pada penelitian ini adalah pati jagung dan serat selulosa yang diekstrak dari kertas bekas menggunakan metode Asetilasi. Tujuan umum dari penelitian ini, adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat selulosa pada sampel bioplastik dengan gliserol berperan sebagai pemlastis. Analisis bioplastik dilakukan dengan melakukan pengukuran uji kekuatan tarik, uji daya serap air, uji biodegradasi, dan pengamatan struktur menggunakan mikroskop optik. Hasil uji kuat tarik terbaik didapat pada penambahan 2 gram pulp selulosa, dengan nilai kuat tarik sebesar 1,65 MPa dan persentase nilai elongasi sampel 25%. Untuk uji daya serap air dengan persentase terkecil didapat pada penambahan 1 gram pulp dengan nilai 35,48%. Hasil uji biodegradasi terbaik adalah pada penambahan 1 gram dan 2 gram, dengan lama waktu degradasi 13 hari. Abstract Conventional plastics which are often used in everyday life cause the accumulation of plastic waste and cause environmental pollution problems because plastics are difficult to decompose by microorganisms. Bioplastic is one of the solutions used in reducing environmental pollution, its nature is easily degraded and decomposed by microorganisms in a fairly short time making the plastic environmentally friendly. The materials used in the manufacture of bioplastics in this study are corn starch and cellulose fibers which are extracted from wasted paper using the acetylation method. The general objective of this study was to determine the effect of adding cellulose fibers to bioplastic samples with glycerol acting as plasticizers. Bioplastic analysis is carried out by measuring the tensile strength test, water absorption test, biodegradation test, and observing the structure using an optical microscope. The best tensile strength test results were obtained in the addition of 2 grams of cellulose pulp, with a tensile strength value of 1.65 MPa and a percentage of the sample's elongation value of 25%. For the water absorption test with the smallest percentage was obtained the addition of 1 gram of pulp with a value of 35.48%. The best biodegradation test results were in the addition of 1 gram and 2 grams, with a degradation time of 13 days.
Analisis Potensi Sebaran Mineral Logam Berdasarkan Data Anomali Magnetik Bonefasius Hati Sanbein; Hadi Imam Sutaji; Bernandus
Sistem Informasi Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v12i2.3671

Abstract

One of the the magnetic anomalies pattern and the layering of subsurface rock that are thought to be associated with metallic minerals has been done in Fatunisuan area, Miomaffo Barat District, Timor Tengah Utara Regency. Qualitative interpretation of the research results shows that the magnetic anomaly pattern at the study site is around -60 nT to 160 nT which is divided into low anomaly (-160 nT to 0 nT), moderate anomaly (0 nT to 100 nT) and high anomaly (100 nT to 100 nT). 160 nT). For the quantitative interpretation of the A-A1 incision, the B-B1 incision and the C-C1 incision to indicate that the rock with the greatest susceptibility value, namely limestone between 0.00127 cgs to 0.00791 cgs is thought to be associated with metalic minerals. The distribution of these limestones can be found dominantly in the southwest, west-southwest, northeast, east-northeast, west, west-northwest and southeast directions.
Structural, Electronic, Elastic, and Optical Properties of Cubic BaLiX3 (X = F, Cl, Br, or I) Perovskites: An Ab-initio DFT Study Redi Kristian Pingak; Soukaina Bouhmaidi; Larbi Setti; Bartholomeus Pasangka; Bernandus Bernandus; Hadi Imam Sutaji; Fidelis Nitti; Meksianis Zadrak Ndii
Indonesian Journal of Chemistry Vol 23, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.83261

Abstract

This study reports for the first time the theoretical prediction of structural, electronic, elastic and optical properties of cubic BaLiCl3, BaLiBr3, and BaLiI3 perovskites. The corresponding properties of the well-known BaLiF3 are also theoretically investigated. Density Functional Theory (DFT) using the Generalized Gradient Approximation (GGA) was implemented within the Quantum Espresso package to investigate the properties of the perovskites. The results revealed that BaLiX3 (X = F, Cl, Br, and I) are in ionic crystal forms with optimized lattice parameters of 4.04, 4.90, 5.21, and 5.66 Å, respectively. The minor band gaps were found to be 6.62 eV (Γ→Γ), 4.29 eV (R→Γ), 3.50 eV (R→Γ), and 2.58 eV (R→Γ) for the respective compounds. The investigation of their elastic properties indicated that these perovskites are all mechanically stable, while only BaLiBr3 and BaLiI3 are malleable. Finally, the studied perovskites exhibit excellent optical properties, including low reflectivity and high absorption in the ultraviolet region. Hence, it is predicted that these perovskites are suitable for various optoelectronic applications involving absorption in the UV region. However, BaLiBr3 and BaLiI3 are more favorable than BaLiF3 and BaLiCl3 to be deposited as thin films due to their flexibility.
ESTIMASI SEBARAN AIR LINDI BAWAH PERMUKAAN BERDASARKAN DATA ELEKTROMAGNETIK PADA AREA TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) NOINBILA KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Hadi Imam Sutaji; Hery Leo Sianturi; Ali Warsito
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v8i1.11827

Abstract

This research study is the determination of estimated distribution of subsurface leachate based on electromagnetic data in the Noinbila Final Disposal Site (TPA) area and its surroundings in South Central East Regency. The data used in the form of conductivity and susceptibility values ​​of the measurement results of the GF instrument CMD-4 at coordinate points at certain elevations. The data is processed and displayed in 2D and 3D contour maps with the help of several related software. The results of the analysis provide information that the Noinbila landfill area and its surroundings which are divided into areas A, B, C, D, E and F are not all polluted by leachate below the surface, but only areas D and F are suspected to be polluted. The potential for contamination of areas A, B, C and E below the surface is still possible because these areas have subsurface geology in the form of coral limestone. The potential for this pollution, apart from below the surface, is also possible on the surface because areas A, B, C and E have a lower elevation dominance than areas D and F. For this reason, this potential must be avoided by optimally handling and managing waste. If the handling and management of the waste is related to the efforts of the Noinbila TPA management, then it has been done even though it is still not optimal. The form of handling efforts as a form of waste management is in the form of matters related to the maintenance and repair of the TPA and its facilities and infrastructure, handling of waste before and after at the TPA and leachate water flow through pipelines to the holding pond, stabilization pond and leachate treatment pond.
ACCUMULATED COST SURFACE UNTUK PEMODELAN WAKTU TEMPUH KE LOKASI PONED DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT Semidi, Eufrasia Serjiana; Ngana, Frederika Rambu; Sutaji, Hadi Imam; Warsito, Ali
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v8i2.13588

Abstract

Salah satu indikator yang mempengaruhi terjadinya kasus kematian ibu di kabupaten Manggarai Barat adalah aksesibilitas ke lokasi Puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED). Tujuan penelitian ini adalah memodelkan waktu tempuh ke Puskesmas Lembor dan Puskesmas Labuan Bajo yang merupakan Puskesmas yang memiliki fasilitas PONED di Kabupaten Manggarai Barat menggunakan accumulated cost surface. Accumulated cost surface adalah perhitungan raster dari cost (biaya) perpindahan suatu objek pada permukaan tutupan lahan. Pada penelitian ini, tutupan lahan merupakan overlay dari peta vegetasi dengan sumber data citra Landsat 8, peta jaringan Sungai dibuat menggunakan digital elevasi model (DEM) dan peta jaringan jalan. Proses pemodelan waktu tempuh dilakukan dengan menggunakan accumulated cost-surface pada tool travel time calculation di SAGA GIS. Untuk validasi hasil model waktu tempuh, digunakan Google Maps. Hasil pemodelan waktu tempuh menunjukkan bahwa jumlah desa dan kelurahan di kabupaten Manggarai Barat yang menjangkau Puskesmas PONED < 1 jam pada musim hujan lebih sedikit daripada musim kemarau. Pemodelan waktu tempuh digunakan untuk menganalisa keterjangkauan puskesmas PONED terhadap pemukiman masyarakat terutama di daerah terpencil dengan kondisi aksesibilitas yang buruk.
Investigasi Pemaparan Radiasi Kosmik dan Radiasi Ultraviolet di Daerah Pertanian Desa Pukdale Kecamatan Kupang Timur Fuamuni, Yusta; Pasangka, Bartholomeus; Sutaji, Hadi Imam; Lapono, Laura A. S.
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 4 No. 2 (2024): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v4i2.465

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang investigasi pemaparan radiasi kosmik dan radiasi ultraviolet di daerah pertanian Desa Pukdale Kecamatan Kupang Timur. Penelitian ini bertujuan menentukan kisaran radiasi sinar kosmik dan sinar UV di daerah pertanian,memetakan distribusi pemaparansinar kosmik dan sinar UV di daerah pertanian, mengestimasi luas daerah dengan pemaparan radiasi kosmik dan sinar UV yang tinggi, di daerah pertanian, mengetahui tingkat kontaminasi sinar kosmik dan sinar UV di daerah pertanian sesuai dengan standar aman lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacah radiasi kosmik di daerah penelitian untuk pengukuran pagi, siang dan sore berkisar dari 4 cpm sampai dengan 33 cpm. Untuk radiasi ultraviolet pada pengukuran pagi,siang dan soren berkisar dari 80 W/cm2 sampai 1000 W/cm2. Luas daerah dengan tingkat radiasi kosmik tertinggi yaitu 0,000179 m2 dan luas daerah radiasi ultraviolet yang tertinggi yaitu 0,001738 m2. Dari hasil konversi secara manual tingkat kontaminasi radiasi sinar kosmik yang berbahaya sesuai dengan standar IAEA untuk umum yang dapat diterima makhluk hidup di lokasi penelitian cukup tinggi yaitu berkisar antara 1,079 mSv/thn sampai 2,739 mSv/thn. Untuk radiasi ultraviolet waktu paparan radiasi paling berbahaya sesuai dengan standar radiasi efektif yang diterima makhluk hidup yaitu pada waktu pagi dan siang hari.
PELATIHAN BUDI DAYA TANAMAN MEMANFAATKAN ALAT UKUR FISIKA BAGI ALUMNI DAN MAHASISWA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERWIRAUSAHA Tarigan, Jonshon; Sianturi, Hery Leo; Johannes, Albert Zicko; Wahid, Abdul; Lapono, Laura A. S.; Ngara, Zakarias Seba; Pasangka, Bartholomeus; Tanesib, Jehunias L.; Pingak, Redi Kristian; Warsito, Ali; Sutaji, Hadi Imam; Bernandus, Bernandus; Mbiliyora, Christine
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan minat dan meningkatkan kemampuan berwirausaha untuk alumni dan mahasiswa dalam budidaya tanaman dengan memanfaatkan alat pengukuran fisika. Masa tunggu yang lama untuk mendapatkan pekerjaan bisa menjadi beban psikologis bagi lulusan baru. Oleh karena itu, Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknik Universitas Nusa Cendana (FST Undana) menawarkan pelatihan budidaya tanaman untuk alumni dan mahasiswa. Pelatihan ini berfokus pada penggunaan alat ukur fisika untuk mengukur sifat fisis tanah guna mengoptimalkan potensi budidaya tanaman. Pelatihan mencakup presentasi materi, diskusi, dan praktek langsung terkait budidaya tanaman menggunakan alat pengukuran fisika. Keberhasilan kegiatan ini dievaluasi melalui pertanyaan survei yang diberikan kepada peserta. Jawaban dari hasil survei menunjukkan pelatihan ini berhasil dijalankan dengan sangat baik. Selain itu, umpan balik dari peserta menunjukkan peningkatan motivasi untuk terlibat dalam budidaya tanaman dalam meningkatkan kemampuan berwirausaha.
RANCANG BANGUN VOLTAGE-CONTROLLED OSCILLATOR (VCO) MULTIFREKUENSI UNTUK SISTEM ELECTRICAL IMPEDANCE TOMOGRAPHY (EIT) Umbu, Ari Bangkit Sanjaya; Sutaji, Hadi Imam; Mbiliyora, Christine; Tarigan, Jonshon
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v10i1.20786

Abstract

Penelitian ini berhasil merancang Voltage-Controlled Oscillator (VCO) multifrekuensi untuk sistem Electrical Impedance Tomography (EIT). VCO yang dibangun menggunakan modul AD9833 sebagai pembangkit sinyalnya dan Arduino nano sebagi unit kontrolnya. Hasil perancangan menunjukkan bahwa VCO multifrekuensi mampu membangkitkan sinyal dengan rentang frekuensi bervariasi antara 10 kHz hingga 1 MHz. Pengujian menunjukkan bahwa sinyal keluaran VCO memiliki bentuk sinusoidal yang konsisten, serta kestabilan duty cycle yang baik di seluruh rentang frekuensi yang diuji. Kalibrasi VCO terhadap signal generator standar pada rentang frekuensi uji 10 kHz hingga 100 kHz menunjukkan akurasi frekuensi VCO yang tinggi. Hal ini ditunjukan dengan rata-rata error frekuensi pada rentang pengujian tersebut adalah 0,22%, serta konsistensi duty cycle dengan rata-rata sebesar 50,32%. Secara keseluruhan, VCO yang dirancang menunjukkan performa yang sangat baik dalam menghasilkan sinyal dengan rentang frekuensi 10 kHz hingga 1 MHz dan kestabilan sinyal yang tinggi. Oleh karena itu, VCO yang telah dibangun dapat digunakan sebagai sumber sinyal eksitasi yang andal untuk aplikasi Electrical Impedance Tomography (EIT) multifrekuensi
Karakterisasi Potensi dan Kerentanan Banjir Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kota Maumere Kabupaten Sikka Provinsi NTT Stefanus Soy, Wihelmus; Hadi Imam Sutaji; Bernandus; Abdul Wahid
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 5 No. 2 (2025): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v5i2.558

Abstract

Telah dilakukan penelitian karakterisasi potensi dan kerentanan banjir berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kerawanan dan kerentanan banjir berdasarkan beberapa parameter fisik seperti curah hujan, kemiringan lereng, tutupan lahan, jenis geologi, dan jarak terhadap sungai (buffer). Selain itu, kerentanan sosial, fisik, ekonomi, dan lingkungan juga dianalisis untuk menganalisis dampak dari bencana banjir. Metode yang digunakan adalah overlay peta dengan sistem skoring dan pembobotan terhadap masing-masing parameter. Metode Overlay dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan teknik untuk menggabungkan dua atau lebih lapisan data spasial (peta) untuk menghasilkan peta baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas kerawanan Daerah dengan tingkat kerawanan tinggi mencakup luas 2.758,55 Ha (45,52%), kerawanan sedang 2.232,83 Ha (36,84%) dan kerawanan rendah 1.068,73 Ha (17,64%).