Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Christian Education Based on Digital Technology and Local Wisdom: An Experimental Study Addressing the Vulnerable Generation of Strawberries Elfin Warnius Waruwu; Rejeki Putra Gulo
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 5 No 2 (2025): HaratiJPK: Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/harati.v5i2.754

Abstract

This study examines the didactic reconstruction of Christian Religious Education based on digital technology and local wisdom as an effort to overcome the challenges of the Strawberry Vulnerable Generation. The research uses a qualitative approach with a literature study method. The results of the study show that the Strawberry Generation requires an adaptive, contextual, and transformative model of Christian Religious Education. The integration of digital technology through e-learning platforms, mobile applications, social media, and interactive media has been proven to be able to increase student involvement in the learning process. However, the use of technology needs to be balanced with strengthening local wisdom values such as mutual cooperation, solidarity, respect for the community, and contextual spirituality so that students are not trapped in individualism and instant culture. The didactic reconstruction of Christian Religious Education that was developed emphasizes the synergy between digital innovation and the preservation of local cultural values as the foundation for the formation of resilient Christian character. This research contributes to the development of Christian Religious Education learning models that are relevant to the digital native generation while strengthening faith and cultural identity in the digital era. Thus, Christian Religious Education based on digital technology and local wisdom can be a strategic approach in building a generation that is adaptive, critical, characterful, and resistant to the complexities of modern life.
Peran Strategis Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Mengatasi Perilaku Phubbing pada Remaja Keristen di Era Digital Semy Djulandy Balukh; Rezeki Putra Gulo
PEADA': Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 7 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v7i1.238

Abstract

Abstract: The phenomenon of phubbing is increasingly prevalent among Christian adolescents and negatively impacts the quality of social and spiritual relationships that form the core of Christian values. This study aims to explore the strategic role of Christian Religious Education teachers in addressing phubbing among Christian adolescents through value-based pedagogical strategies that integrate theological and pedagogical dimensions. This study employs a qualitative method based on thematic analysis, with data drawn entirely from literature sources analyzed systematically through six thematic analysis steps. The novelty of this study lies in an integrative framework that connects the role of Christian Religious Education teachers as moral guides, spiritual role models, and contextual learning facilitators with value-based pedagogical strategies for addressing phubbing. The findings indicate that Christian Religious Education teachers play a strategic role in shaping adolescents' digital awareness through respect for others grounded in the imago Dei principle, time management through the digital sabbath concept, and interactive case-based discussion that guides adolescents to use technology wisely in accordance with Christian values.  Abstrak: Fenomena phubbing semakin marak di kalangan remaja Kristen dan berdampak negatif terhadap kualitas relasi sosial dan spiritual yang menjadi inti nilai-nilai kekristenan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran strategis guru Pendidikan Agama Kristen dalam mengatasi perilaku phubbing pada remaja Kristen melalui strategi pedagogis berbasis nilai yang mengintegrasikan dimensi teologis dan pedagogis. Metode yang digunakan adalah kualitatif berbasis analisis tematik dengan sumber data sepenuhnya berasal dari kajian literatur yang dianalisis secara sistematis melalui enam langkah analisis tematik. Kebaruan penelitian ini terletak pada kerangka integratif yang menghubungkan peran guru PAK sebagai pembimbing moral, teladan spiritual, dan fasilitator pembelajaran kontekstual dengan strategi pedagogis berbasis nilai dalam mengatasi phubbing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAK berperan strategis dalam membentuk kesadaran digital remaja Kristen melalui penghormatan terhadap sesama berbasis prinsip imago Dei, pengelolaan waktu melalui konsep digital sabbath, serta diskusi interaktif berbasis studi kasus yang membimbing remaja memanfaatkan teknologi secara bijaksana sesuai nilai-nilai kekristenan.
Penerapan Teknologi AI untuk Mendukung Teori Pembelajaran Efektif dalam Pendidikan Agama Kristen Wilson Simbolon; Rezeki Putra Gulo
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 4 No. 1 (2026): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v4i1.425

Abstract

Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang bersifat relasional, personal, dan spiritual menghadapi tegangan mendasar dalam berhadapan dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang bekerja secara adaptif dan otomatis. Persoalan yang dikaji dalam penelitian ini adalah sejauh mana AI dapat berkontribusi terhadap efektivitas pembelajaran PAK berdasarkan teori pembelajaran efektif QAIT Robert E. Slavin, serta bagaimana pemanfaatannya dapat dipertanggungjawabkan secara etis sesuai nilai-nilai Alkitab. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan analisis isi (content analysis) terhadap sumber-sumber akademik yang relevan. Kebaruan penelitian ini terletak pada konstruksi kerangka konseptual yang secara bersamaan mengintegrasikan teori pembelajaran efektif QAIT Slavin, penerapan AI dalam PAK, dan etika digital Kristen, suatu integrasi yang belum ditemukan dalam kajian-kajian sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI dapat memperkuat keempat elemen QAIT dalam PAK, yakni kualitas instruksi melalui corrective feedback yang segera, kesesuaian tingkat materi melalui sistem pembelajaran adaptif, motivasi melalui pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna secara rohani, serta efisiensi waktu instruksional yang memperluas ruang pembimbingan iman, sementara peran guru sebagai teladan iman dan pembimbing rohani tetap menjadi elemen yang tidak tergantikan dalam proses pendidikan Kristiani.