Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Teologi Misi Pentakostal; Isu-isu Terpilih Gulo, Rezeki Putra
Jurnal Teologi Amreta (ISSN: 2599-3100) Vol. 7 No. 2 (2024): How The Holy Spirit renew our Earth and our hearts
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Satyabhakti, East Java

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54345/jta.v7i2.163

Abstract

.
Membentuk Identitas Kristen yang Toleran: Pendidikan Moderasi Beragama sebagai Pilar Kebhinekaan Gulo, Rezeki Putra; Mbelanggedo, Nelci; Padakari, Seprianus
Jurnal Teologi Amreta (ISSN: 2599-3100) Vol. 8 No. 1 (2024): Pentakostalisme dan moderasi beragama
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Satyabhakti, East Java

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54345/jta.v8i1.166

Abstract

Artikel ini mengkaji peran pendidikan Kristen dalam membentuk identitasKristen yang toleran melalui penerapan konsep moderasi beragama sebagaipilar kebhinekaan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnyatantangan keberagaman di tengah masyarakat multikultural, yangmemerlukan pendekatan pendidikan yang mampu menanamkan nilai-nilaitoleransi. Salah satu masalah utama yang diidentifikasi adalah kurangnyaintegrasi moderasi beragama dalam kurikulum pendidikan Kristen, yangberpotensi memperlebar kesenjangan antar kelompok agama. Denganmenggunakan metode penelitian kualitatif, riset ini mengumpulkan datamelalui analisis pustaka dan fenomenologi. Tujuan penelitian ini adalahmerumuskan model pendidikan Kristen yang mampu membentuk identitastoleran dan inklusif. Novelty penelitian terletak pada pengembangankonsep pendidikan Kristen berbasis moderasi beragama yang belumbanyak dieksplorasi dalam literatur sebelumnya. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa penerapan moderasi beragama dalam pendidikan Kristen secara signifikan dapat memperkuat nilai-nilai kebhinekaan danmenciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan inklusif.    Abstract This article examines the role of Christian education in shaping a tolerant Christian identity through the application of religious moderation as a pillar of diversity. The research is motivated by the increasing challenges of diversity in multicultural societies, which require an educational approach that can instill values of tolerance. The main issue identified is the lack of integration of religious moderation in Christian education curricula, which has the potential to widen gaps between religious groups. Using qualitative research methods, this study collected data through literature analysis and phenomenology. The purpose of this research is to formulate a model of Christian education capable of shaping a tolerant and inclusive identity. The novelty of this research lies in the development of a Christian education concept based on religious moderation, which has not been widely explored in previous literature. The findings indicate that the application of religious moderation in Christian education can significantly strengthen the values of diversity and create a more harmonious and inclusive society.
Teologi dan Keadilan Sosial: Peran Gereja dalam Merespons Ketimpangan Global Padakari, Seprianus L; Gulo, Rezeki Putra
Tumou Tou Vol. 12 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/tt.v12i1.1973

Abstract

Artikel ini menguraikan peran sentral Gereja dalam menanggapi ketidakadilan sosial yang terjadi secara global. Ketimpangan ini meliputi aspek ekonomi, sosial, dan politik, di mana distribusi sumber daya dan kesempatan tidak merata, menyebabkan marginalisasi bagi banyak individu. Teologi Kristen memandang keadilan sebagai prinsip esensial yang didasarkan pada kasih Allah terhadap semua manusia. Dari itu, Gereja dipanggil untuk menjalankan peran profetisnya dengan mengadvokasi keadilan bagi kaum tertindas dan memperjuangkan sistem sosial yang lebih adil. Pemikiran teologis dari tokoh-tokoh seperti Gustavo Gutiérrez, yang mengembangkan teologi pembebasan, menekankan bahwa Gereja harus terlibat aktif dalam memerangi ketidakadilan struktural. Selain itu, Reinhold Niebuhr dan John Stott menggarisbawahi tanggung jawab moral Gereja untuk berkontribusi pada perubahan sosial melalui aksi nyata dan advokasi kebijakan yang adil. Dengan demikian, Gereja bukan hanya lembaga spiritual, tetapi juga agen transformasi sosial yang memiliki komitmen untuk mewujudkan keadilan di tengah ketimpangan global.
Distingsi Teologis antara Hukum Musa dan Sepuluh Hukum Tuhan: Sebuah Kajian Reinterpretatif Gulo, Rezeki Putra; Silaen, Riste Tioma; Zai, Erwin; Mbelanggedo, Nelci
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/jtki.v5i2.889

Abstract

This research employs a qualitative research method with a literature review approach. The reinterpretation of the differences between the Law of Moses and the Ten Commandments is an effort to contribute to the discourse on the growing misconceptions about the Law, which significantly deviate from biblical truth. The Old and New Testaments speak of two distinct laws: the Law of Moses and the Ten Commandments of God. Unfortunately, many Christians are unaware of this truth, leading to misconceptions about the definition of the Law that do not align with the Word of God. Based on the research findings, these two "laws" exhibit significant differences: the Law of Moses was temporary, meaning its validity lasted only until the death of Jesus on the cross. In contrast, the Ten Commandments of God represent the Law of Love, given to His people as an eternal principle and standard of life. Thus, the existence of Christ and His Ten Commandments is the central foundation of both the Old and New Testaments. Therefore, the Bible must be comprehensively understood as a unified whole, possessing equal authority.
Eksplorasi Teologi Interkoneksi: Mengintegrasikan Iman dan Ilmu Pengetahuan dalam Diskursus Kristen Kontemporer Gulo, Rezeki Putra; Zai, Nikarni
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 9 No 1 (2025): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v9i1.815

Abstract

Penelitian ini menyoroti teologi interkoneksi sebagai respon atas tantangan epistemologis dalam integrasi iman Kristen dan ilmu pengetahuan; sebagai upaya mengatasi konflik dikotomis tradisional. Berfokus pada paradigma yang lebih dialogis, penelitian ini menggali bagaimana iman dan sains dapat saling memperkaya, dengan latar belakang perubahan historis dari pandangan konfrontatif menuju kolaboratif dalam ranah keilmuan dan spiritual. Dengan metode kualitatif berbasis tematik, penelitian ini menganalisis literatur terkait integrasi teologis dan ilmiah, mengeksplorasi pola utama yang menggambarkan relasi dinamis antara wahyu Alkitab dan temuan ilmiah. Studi ini memperkenalkan konsep baru dalam diskursus Kristen yang memungkinkan iman dan sains bekerja sama tanpa mengabaikan batas epistemologis masing-masing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teologi interkoneksi membuka ruang dialog yang lebih harmonis, menawarkan landasan apologetis yang kokoh untuk menghadapi tantangan modern serta memperkuat pemahaman Kristen tentang peran ilmu pengetahuan sebagai sarana untuk memahami kebesaran Tuhan dalam ciptaan-Nya.
Pengenalan Artificial Intelligence sebagai Asisten Digital dalam Penulisan Artikel Ilmiah bagi Dosen di STAK Arastamar Grimenawa Jayapura Ismail, Jeffrit Kalprianus; Gulo, Rezeki Putra; Rangga, Oktavianus
Jurnal PKM Setiadharma Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal PkM Setiadharma
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47457/jps.v6i1.567

Abstract

This Community Service Program was conducted at STAK Arastamar Grimenawa Jayapura from January 13-15, 2025. The background of this service stems from the need to enhance lecturers' competencies in utilizing AI technology as a digital assistant for academic writing. The program aims to introduce and train lecturers in using AI technology responsibly to produce high-quality scientific works that align with Christian values. The implementation method comprises five stages: observation, planning, training execution, academic study writing, and evaluation. The novelty of this service lies in integrating technical aspects of AI usage with Christian spiritual values in the context of academic writing at theological education institutions. The results show significant improvement in lecturers' ability to utilize AI applications to enhance grammar quality, originality, and structure of scientific articles while maintaining spiritual and academic integrity. This program successfully bridges academic needs with theological missions through ethical and responsible use of AI technology.
Kontekstualisasi Filsafat Pendidikan Kristen di Era Digital: Menuju Pembelajaran yang Adaptif dan Relevan Gulo, Rezeki Putra; Zai, Nikarni
SAINT PAUL'S REVIEW Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : STT Saint Paul Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56194/spr.v5i1.99

Abstract

Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan Kristen. Kontekstualisasi filsafat pendidikan Kristen menjadi penting untuk memastikan bahwa pembelajaran tetap adaptif dan relevan. Artikel ini mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai filosofis pendidikan Kristen dapat diintegrasikan dengan teknologi digital tanpa mengorbankan prinsip-prinsip moral dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode riset pustaka, menganalisis berbagai literatur yang relevan untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam kontekstualisasi ini. Masalah penelitian yang diangkat adalah, bagaimana mempertahankan nilai-nilai inti pendidikan Kristen dalam konteks pembelajaran digital yang terus berkembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran yang interaktif dan personal, namun juga menimbulkan risiko seperti disinformasi dan ketergantungan. Novelty penelitian ini terletak pada pendekatannya yang menggabungkan perspektif filosofis dan teknologi secara komprehensif, memberikan wawasan baru dalam pengembangan pendidikan Kristen yang modern dan kontekstual. Oleh sebab itu, integrasi nilai-nilai filosofis dan teknologi dapat menciptakan pendidikan Kristen yang adaptif dan relevan di era digital.
Integration of Christian Values with Local Wisdom in Digital Learning Media: Literature Review Rangga, Oktavianus; Gulo, Rezeki Putra
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 5 No 1 (2025): HaratiJPK: April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/harati.v5i1.843

Abstract

This research aims to examine the integration of Christian values with local wisdom through digital learning media within the context of Christian Religious Education (CRE). The problem addressed is the lack of learning media that contextually and relevantly accommodates Christian values and local culture in line with the development of digital technology. This research employs a descriptive qualitative method with a library research approach through a systematic review of relevant academic literature. The novelty of this research lies in the design of a conceptual model for digital media that combines Christian faith values such as love, justice, and service with local cultural elements like folklore, regional songs, and traditional symbols. The research findings indicate that this integration can enhance the relevance, participation, and understanding of Christian teachings among students, while simultaneously strengthening their cultural identity. These findings offer a theoretical contribution to the development of inculturation-based CRE literature and a practical contribution for Christian educators in the digital age.
Integrasi Logika Kritis dalam Pendidikan Agama Kristen: Membangun Iman yang Rasional di Era Digital Gulo, Rezeki Putra; Zai, Nikarni; Balukh, Semy Djulandy
SOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 6 No. 1 (2025): SOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/sophia.v6i1.291

Abstract

This paper examines the integration of critical logic in Christian Religious Education (CRE) within the digital era, emphasizing the importance of developing a rational understanding of faith amidst the complexity of digital information. The research employs a qualitative approach using hermeneutic phenomenology, enabling an in-depth exploration of the meaning of critical logic integration within the CRE context through a systematic literature review. The primary issue addressed is the lack of a comprehensive approach that combines rational and spiritual aspects in religious education, particularly in responding to challenges in the digital era. The study’s novelty lies in the development of the innovative DIGITAL-CRITICAL model, integrating elements of critical logic, Christian values, and digital literacy through seven core components (Dialog, Interpretation, Geometry, Integration, Transformation, Analysis, and Logic) tailored to the CRE context. The findings show that this model effectively enhances students' analytical abilities, strengthens their spiritual foundations, and equips them with essential digital competencies to sustain a rational and relevant Christian faith in the modern era.Paper ini bertujuan untuk mengkaji integrasi logika kritis dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK) di era digital, dengan menyoroti pentingnya pengembangan pemahaman iman yang rasional di tengah kompleksitas informasi digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan fenomenologi hermeneutik, memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap makna integrasi logika kritis dalam konteks PAK melalui kajian literatur sistematis. Masalah utama penelitian adalah kurangnya pendekatan komprehensif yang menggabungkan aspek rasional dan spiritual dalam pembelajaran agama, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital. Novelty penelitian terletak pada pengembangan model DIGITAL-KRITIS yang inovatif, mengintegrasikan komponen logika kritis, nilai Kristen, dan literasi digital melalui tujuh elemen utama (Dialog, Interpretasi, Geometri, Integrasi, Transformasi, Analisis, dan Logika) yang disesuaikan dengan konteks PAK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ini efektif meningkatkan kemampuan analitis peserta didik, memperkuat dasar spiritual, dan membekali mereka dengan kompetensi digital yang esensial dalam mempertahankan iman Kristen yang rasional dan relevan di era modern.
Pendidikan Agama Kristen dan Realitas Virtual: Membangun Pengalaman Pembelajaran Iman yang Imersif di Dunia Digital Gulo, Rezeki Putra; Mbelanggedo, Nelci; Rangga, Oktavianus
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 1 (2025): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v3i1.232

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi integrasi teknologi Realitas Virtual (VR) dalam Pendidikan Agama Kristen untuk memperkaya pengalaman spiritual peserta didik melalui pembelajaran imersif. Melalui metode library research, penelitian menganalisis literatur tentang peran teknologi realitas virtual dalam Pendidikan Agama Kristen untuk mengidentifikasi pendekatan pedagogis yang tepat dalam menghadapi tantangan teknologi digital. Novelty penelitian terletak pada fokus penggunaan realitas virtual untuk menciptakan simulasi tiga dimensi dari narasi Alkitab dan lingkungan spiritual yang memberikan kedalaman pengalaman iman yang sulit dicapai melalui media konvensional. Hasil penelitian menunjukkan realitas virtual dapat menjadi mediator efektif bagi Pendidikan Agama Kristen di era digital, meningkatkan keterlibatan peserta didik melalui pengalaman visual interaktif yang memvisualisasikan peristiwa-peristiwa Alkitab dan konsep teologis kompleks. Kesimpulannya, teknologi realitas virtual berpotensi memperkaya pembelajaran iman, namun penting diimbangi dengan praktik spiritual tradisional seperti doa, refleksi, dan keterlibatan komunitas agar nilai-nilai dasar Pendidikan Agama Kristen tetap terpelihara dalam proses pembelajaran.