Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PERAN DAN UPAYA GURU DALAM PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI 2 BONE Muh Akbar; Apriyani Putri Rezeki; Bahri Bahri
Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 20, No 2 (2024): Volume 20, Nomor 2, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/fkip.v20i2.5219

Abstract

Character education is one of the most important things in the world of education and is interesting to study in more depth, especially in history learning. This research aims to determine: The role and efforts of teachers in implementing character education in history learning at SMA Negeri 2 Bone. This research uses a qualitative method with an analytical descriptive approach. Qualitative research is research that has a descriptive basis. This research aims to understand or reveal the problem in depth. This research requires two data sources to complete the research data, the sources needed are primary and secondary sources. Data collection techniques were carried out using observation methods, interview methods and documentation methods. Data analysis in this research uses intertwining or flowing analysis (Flow Model Analysis). The results of this research show: Teachers have a very strategic role in cultivating character education in history learning. Apart from that, teachers have a role as motivators for students. The efforts made are: planning stages, implementation by creating lesson materials, learning strategies, and learning media, finally the evaluation stage.
Strategi dan Media Pembelajaran Sejarah dalam Menghadapi Tantangan Abad ke-21 Muh. Akbar; Bahri; Andi Dewi Riang Tati
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.19811

Abstract

21st century history education demands the development of the 4C skills (Critical thinking, Creativity, Communication, and Collaboration) however, classroom practice remains dominated by conventional methods with minimal use of technology. This study aims to reconstruct instructional strategies, the transformation of digital media visualization, and an integration framework for 21st-century history education. Employing a qualitative approach, the study utilizes a literature review method based on data from reputable scholarly sources. The findings indicate that Problem-Based Learning and Cooperative Learning effectively transform students into active, critical analysts. Visual transformation through immersive technologies such as Virtual Reality and Augmented Reality enables abstract concepts to be presented in concrete terms. Furthermore, the integration of 21st-century history education is achieved through the intersection of active instructional strategies acting as software and digital media acting as visual hardware this combination systematically fosters the 4C skills and shapes students' multicultural character. The success of history education hinges on a holistically integrated framework designed to equip the younger generation to counter disinformation in the digital era.
Pendidikan di Sulawesi Selatan pada Awal Masa Kemerdekaan: Dinamika dan Tantangan (1945-1950) Muh. Akbar; Bahri Bahri; Rufer Firma Harianja; Amri Amri
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 15 No. 2 (2026): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 15, Nomor 2, Tahun 2026
Publisher : Program Magister Pendidikan Sejarah FISH UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.152.13

Abstract

Pendidikan di Sulawesi Selatan pada masa awal kemerdekaan masih dalam keadaan yang sulit. Bangsa Indonesia pada awal kemerdekaan banyak mengalami kesulitan dimana banyak terjadi perubahan-perubahan yang tidak hanya terjadi dalam bidang pemerintahan saja tetapi juga dalam bidang pendidikan. Pendidikan nasional bertujuan untuk menciptakan warga negara yang sosial, demokratis, dan bertanggung jawab dan siap sedia menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem pendidikan di Sulawesi Selatan pada masa awal kemerdekaan, keadaan tenaga pendidik di Sulawesi Selatan pada masa awal kemerdekaan, dan kurikulum dan metode pengajaran di Sulawesi Selatan pada masa awal kemerdekaan, serta jenjang pendidikan. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterbatasan di masa awal kemerdekaan tetap mampu melahirkan fondasi pendidikan yang inklusif berkat komitmen kolektif antara negara dan masyarakat, tenaga pendidik di Sulawesi Selatan awal kemerdekaan yang terhambat kompetensi pascakolonial, adaptasi kurikulum, dan keterbatasan ekonomi berhasil diakomodasi melalui sinergi kebijakan pemerintah dan swadaya masyarakat, kurikulum dan pengajaran di Sulawesi Selatan pada awal kemerdekaan beralih ke pendekatan nasionalis partisipatif berbasis kearifan lokal, yang implementasinya ditopang oleh swadaya masyarakat akibat keterbatasan materi ajar, serta konsolidasi pendidikan di Sulawesi Selatan pada awal kemerdekaan berhasil mengatasi kendala geografis dan infrastruktur melalui sinergi sekolah formal, lembaga keagamaan, serta gerakan pemberantasan buta huruf berbasis komunitas. Hal ini mengimplikasikan perlunya penguatan basis sejarah dalam kebijakan Pendidikan saat ini, agar dapat memperkaya perspektif tentang bagaimana Pendidikan di Sulawesi Selatan telah berevolusi dari masa Kolonial menuju pembentukan identitas nasional yang lebih kuat.
Melawan Penjajah: Peran Andi Depu dalam Memperjuangkan dan Mempertahankan Kemerdekaan di Tanah Mandar Amri Amri; Amirah Mahmud Abdullah; Muh. Akbar; Ulul Azmi Mustari; Evi Alfira
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam peran strategis Hj. Andi Depu dalam upaya memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya di wilayah Tanah Mandar, Sulawesi Barat. Fokus utama penelitian diarahkan pada kontribusi kepemimpinan dan militansi Andi Depu dalam menghadapi agresi penjajah di tingkat lokal. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif-historis. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan dokumentasi sejarah, yang kemudian dianalisis menggunakan tiga tahapan sistematis: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memastikan validitas narasi sejarah yang dihasilkan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Hj. Andi Depu bukan sekadar tokoh lokal, melainkan figur sentral dalam pergerakan nasional di Sulawesi Barat. Beliau mencatatkan sejarah sebagai wanita pertama yang menjabat sebagai Raja Balanipa ke-52. Dalam masa kepemimpinannya, beliau aktif mengonsolidasikan kekuatan rakyat melalui organisasi perjuangan seperti KRIS MUDA (Kebangkitan Rahasia Indonesia Sulawesi) dan Fujinkai. Keteguhan beliau dalam mempertahankan bendera Merah Putih dari upaya penurunan oleh tentara NICA menjadi simbol perlawanan yang ikonik di Mandar. Atas jasa-jasa luar biasanya, pemerintah Republik Indonesia menetapkan Hj. Andi Depu sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor: 123/TK/2018. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran Andi Depu mencakup aspek kepemimpinan politik, mobilisasi massa, dan simbol integrasi lokal