Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PHONETIC VARIATIONS IN INDONESIAN INDUCED BY LANGUAGE CONTACT Susini, Made
Menara Ilmu Vol 10, No 72 (2016): Jurnal Menara Ilmu November Jilid 1
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v10i72.28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan variasi-variasi fonetis dalam bahasaIndonesia yang disebabkan oleh adanya kontak bahasa dengan bahasa Inggris. Kajian inimerupakan kajian contact phonology, yaitu suatu kajian yang berhubungan dengan fenomenafenomenafonologis yang disebabkan karena adanya kontak bahasa atau kontak dialek. Datapenelitian ini berupa hasil pengucapan loanwords dalam bahasa Indonesia. Data diambildengan menggunakan metode simak dengan teknik rekam dan catat. Data dianalisis denganmenggunakan metode padan intralingual dengan teknik hubung banding membedakan (HBB).Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontak bahasa antara bahasa Indonesia danbahasa Inggris mengakibatkan terjadinya variasi fonetis dalam bahasa Indonesia. Karena initerjadi pada loanwords, dampaknya adalah terbentuknya loan phonology. Beberapa bunyibahasa Inggris mengalami adaptasi dan diucapkan dengan cara yang berbeda dalam bahasaIndonesia. Variasi-variasi bunyi dalam bahasa Indonesia yang terbentuk karena kontak bahasadengan bahasa Inggris meliputi: /æ/ diucapkan menjadi [ɛ]; /ʃ/ menjadi [s]; /z/ menjadi [s]; /v/menjadi [f]; /t/ menjadi lesap; /d/ menjadi lesap; /th/ menjadi [t]; and /tʃ/ menjadi [t].Terjadinya variasi fonetis seperti ini dalam bahasa Indonesia disebabkan oleh adanya sistemfonologi yang berbeda antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris serta adanya pembiasaandalam pengucapan bunyi-bunyi vokal dan konsonan bahasa Indonesia yang berbeda denganbahasa Inggris.Kata kunci: kontak bahasa, contact phonology, variasi fonetis, loan phonology.
Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris bagi Pegawai UPTD Tempat Pengelolaan Sampah Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Wayan Budiarta; Ni Wayan Kasni; Made Susini
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 5 (2021): October Pages 1021-1256
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v2i5.442

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan karyawan dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris mereka. Peningkatan kemampuan berbahasa Inggris sangat dibutuhkan oleh para karyawan karena mereka biasanya dikunjungi oleh orang asing yang ingin mendapatkan informasi tentang kebijakan tentang pengelolaan pembuangan sampah sebagai salah satu masalah Bali sebagai daerah tujuan wisata. Untuk mengatasi masalah peningkatan kemampuan berbicara bahasa Inggris karyawan, diperlukan metode pengajaran bahasa Inggris yang inovatif dan efektif sehingga dapat meningkatkan bahasa Inggris mereka secara signifikan. Metode pengajaran yang diterapkan dalam melakukan pengabdian masyarakat ini adalah Communicative Language Teaching (CLT). Metode ini secara fungsional menekankan bagaimana bahasa digunakan, sedangkan secara struktural, CLT menekankan pada sistem atau aturan bahasa. Pelatihan Bahasa Inggris telah dilakukan dengan menggunakan metode Communicative Language Teaching selama delapan kali pertemuan. Setelah mengikuti pelatihan selama delapan kali, hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berbicara bahasa Inggris peserta yang awalnya berada pada kisaran 2,55 untuk pretest kemudian meningkat menjadi 4,05 untuk post-test dengan skor kisaran 1-5. Hal ini membuktikan bahwa pelatihan bahasa Inggris yang diberikan kepada peserta telah mampu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka secara signifikan.
PHONETIC VARIATIONS IN INDONESIAN INDUCED BY LANGUAGE CONTACT Made Susini
Menara Ilmu Vol 10, No 72 (2016): Jurnal Menara Ilmu November Jilid 1
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v10i72.28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan variasi-variasi fonetis dalam bahasaIndonesia yang disebabkan oleh adanya kontak bahasa dengan bahasa Inggris. Kajian inimerupakan kajian contact phonology, yaitu suatu kajian yang berhubungan dengan fenomenafenomenafonologis yang disebabkan karena adanya kontak bahasa atau kontak dialek. Datapenelitian ini berupa hasil pengucapan loanwords dalam bahasa Indonesia. Data diambildengan menggunakan metode simak dengan teknik rekam dan catat. Data dianalisis denganmenggunakan metode padan intralingual dengan teknik hubung banding membedakan (HBB).Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontak bahasa antara bahasa Indonesia danbahasa Inggris mengakibatkan terjadinya variasi fonetis dalam bahasa Indonesia. Karena initerjadi pada loanwords, dampaknya adalah terbentuknya loan phonology. Beberapa bunyibahasa Inggris mengalami adaptasi dan diucapkan dengan cara yang berbeda dalam bahasaIndonesia. Variasi-variasi bunyi dalam bahasa Indonesia yang terbentuk karena kontak bahasadengan bahasa Inggris meliputi: /æ/ diucapkan menjadi [ɛ]; /ʃ/ menjadi [s]; /z/ menjadi [s]; /v/menjadi [f]; /t/ menjadi lesap; /d/ menjadi lesap; /th/ menjadi [t]; and /tʃ/ menjadi [t].Terjadinya variasi fonetis seperti ini dalam bahasa Indonesia disebabkan oleh adanya sistemfonologi yang berbeda antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris serta adanya pembiasaandalam pengucapan bunyi-bunyi vokal dan konsonan bahasa Indonesia yang berbeda denganbahasa Inggris.Kata kunci: kontak bahasa, contact phonology, variasi fonetis, loan phonology.
Pengajaran Bahasa Inggris Komunikatif Berbasis Wisata Budaya untuk English Club SMA Negeri 1 Abiansemal Warmadewi, Anak Agung Istri Manik; Susini, Made; Gunawarman, Anak Agung Gede Raka; Devi, Ni Kadek Dwi Permata; Ni , Rai Ayu Putri Aryaningsih; Aryaningsih, Ni Rai Ayu Putri
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i5.1185

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan metode komunikatif dalam pembelajaran bahasa Inggris yang berbasis pada wisata budaya lokal pada para siswa SMA Negeri 1 Abiansemal. Program ini melibatkan siswa-siswi yang tergabung dalam English Club di SMA Negeri 1 Abiansemal untuk melakukan kunjungan ke kawasan wisata Sangeh Monkey Forest. Selama kunjungan tersebut, setiap siswa diminta untuk membuat vlog berbahasa Inggris guna mempromosikan daya tarik wisata, sejarah, serta nilai-nilai budaya yang ada di lokasi tersebut. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan berbicara dan menulis siswa dalam bahasa Inggris, tetapi juga memperkuat rasa kepemilikan budaya serta keterampilan literasi digital dan public speaking. Hasil observasi dan analisis menunjukkan bahwa pembelajaran yang kontekstual dan berbasis pengalaman mampu meningkatkan motivasi, keberanian, serta kemampuan komunikasi siswa secara signifikan. Selain itu, proyek ini menunjukkan potensi besar untuk menjembatani dunia pendidikan dengan sektor pariwisata lokal. Dengan mengintegrasikan pembelajaran Bahasa, pariwisata, dan budaya, program ini menjadi model pendidikan yang relevan, partisipatif, dan aplikatif. Disarankan agar pendekatan serupa diterapkan secara berkelanjutan dan diperluas ke lokasi wisata lain sebagai bagian dari inovasi kurikulum berbasis kearifan lokal.
Indonesian Mental Clause and Its Translation Directions in English Made Susini; I Nengah Sudipa; I Nyoman Suparwa; Ida Ayu Made Puspani
e-Journal of Linguistics Vol. 13 No. 1 (2019): January
Publisher : The Doctoral Studies Program of Linguistics of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/eJL.2019.v.13 i01.p.12

Abstract

Mental clause, as a grammatical realization used to express experience of ourconsciousness of the world, is commonly found in the text of meditation. This type of text iswritten to persuade people to act in a particular way as suggested by the speaker or writer. Thisresearch is aimed at exploring how the mental clause in Indonesian text is re-contextualized toconvey the same meaning in English. The source language text is a text of meditation entitledButir-Butir Kebijaksanaan: Titian Hidup Sehat dengan Meditasi Bio-Energi Ratu Bagus (IdaPandita Mpu Nabe Parama Daksa Natha Ratu Bagus, 2012) and the target language text is itstranslation entitled Pearls of Wisdom: The Path of a Healthy Life with Ratu Bagus Bio-EnergyMeditation (Stacey, 2014). Knowing that translation is re-contextualization (House, 2015) andusing Systemic Functional Linguistics (Halliday & Matthiessen, 2014) and translation strategies(Malone, 1988) as the main theories, this study focuses on the directions of the translation of themental clause from Indonesian into English and on the translation strategies leading to thedirections. The research result shows that the mental clause of the Indonesian text can berendered into various clause types, including mental clause and non-mental clause. It can also berendered into a form of nominalization. The strategies which condition the directions include thestrategies of equation, reordering, diffusion and condensation.
Translation Equivalence in Horror Movie Ni Gusti Ayu Putu Agustin Ariantini; Made Susini; Dewa Ayu Kadek Claria
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Tiga (3) Negara: Indonesia, Taiwan dan Jor
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/0wf58766

Abstract

This study aims to analyze how subtitling in Pamali: The Corpse Village preserves elements of fear and cultural meaning through various types of equivalence and pragmatic strategies. Using Baker’s theory of equivalence, this research explores how subtitling influences the audience's experience of horror films. The research employs a descriptive qualitative analysis method. The data consist of dialogues taken from a film that have been translated into English, which are then categorized based on the types of equivalence used in the subtitling. Additionally, this study identifies pragmatic strategies in translating dialogues that contribute to conveying fear to the audience. The findings reveal that seven types of equivalence from Baker are applied in the film’s subtitling. They include Equivalence at Word Level, Equivalence above Word Level, Grammatical Equivalence, Textual Equivalence: Thematic and Information Structure, Textual Equivalence: Cohesion, Pragmatic Equivalence, and Beyond Equivalence. In transferring the source meaning, subtitling through these seven types of equivalence can successfully transfer the core message. In preserving elements of fear and cultural meaning, in some cases, subtitling may lead to some consequences. Subtitling through Equivalence at Word Level may slightly diminish the cultural and horror element inherent in the SL text caused by the occurence of non-equivalence words in the SL texts.  Equivalence above Word Level when working on the translation of idiom by paraphrasing, Grammatical Equivalence focusing on grammatical Person, and Pragmatic Equivalence may also lose the cultural meaning of the SL texts. Textual Equivalence achieved through the change of thematic structure may reduce the element of fear of the movie.
Overcoming Implicit Meaning in Indonesian-English Translation Made Susini
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 6 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : Program Studi Magister Ilmu Linguistik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jr.6.1.2020.63-68

Abstract

Implicit meaning is one of the language phenomena which need overcoming in translation. This present study aims to investigate in what construction the implicit meaning is realized in Indonesian and how implicit meaning is handled when it is rendered into English. This study applied a descriptive qualitative approach. The data were taken from a book of Indonesian short stories entitled Mandi Api (Soethama, 2006) and its translation in English entitled Ordeal by Fire (Cork, 2008). The results of the research showed that implicit meaning in Indonesian texts is conveyed into English in two ways. Firstly, the implicit meaning is kept implicit. Secondly, it is realized in explicit construction. The implicit information of the source texts is made explicit in target texts for some reasons which include grammatical reason, semantic reason, and stylistic reason. In conclusion, although the source and the target texts have different constructions in the translation under study, the source meanings are successfully conveyed into English.
FORMS AND MEANINGS OF ADJUNCTS IN JAMES’ FIFTY SHADES OF FREED I Gede Pande Bayu Pratama; Ni Made Susini; Anak Agung Gede Suarjaya
Kulturistik: Jurnal Ilmu Bahasa dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/kulturistik.2.2.753

Abstract

This study is specifically aimed at identifying the forms of adjuncts and the meanings they carry. In order to analyze the data, descriptive-qualitative approach was applied in this research. The data are sentences which contain adverbials functioning as adjuncts and they were taken from a novel entitled Fifty Shades of Freed, written by Erika Leonard Mitchell, also known as E.L. James (2012). They were collected through library research and then presented informally by providing some examples and elaborations. There are some important points that can be concluded based on the results of analysis. First, adjuncts may appear in many forms, either phrases or clauses. Phrases forming adjuncts found in this novel are noun phrases, adverb phrases, and prepositional phrases. Meanwhile, clauses forming adjuncts which appear in this novel are finite verb clauses, non-finite verb clauses (including to-infinitive, bare infinitive, -ing participles, and -ed participles), and verbless clauses. Secondly, there are various meanings carried by adjuncts found in Fifty Shades of Freed. Adjuncts which denote space or place carry the meanings of position, direction, and distance. Adjuncts referring to time carry the meanings of time position, duration, frequency, and time relationship. Adjuncts showing process carry the meanings of manner, means, instrument, and agentive. Besides, there are also adjuncts which imply respect, cause, purpose, and concession found in this novel.
CHANGES OF VIEWPOINTS IN INDONESIAN-ENGLISH TRANSLATION Susini Made; Sujaya Nyoman
Kulturistik: Jurnal Ilmu Bahasa dan Budaya Vol. 5 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/kulturistik.5.2.3358

Abstract

This study concerns with translation which involves languages that have different linguistic and cultural systems. When a source and target language do not have the same system of language and culture, to some extent, equivalence cannot be directly achieved. By deploying Vinay & Darbelnet’s Modulation (1995) and House’s translation equivalence (2015), this study is to reveal the changes of point of view the translators did in translating texts from Indonesian into English. The data sources of this present study include Indonesian novels and short stories loaded with culture and their English translations. The analysis revealed that to create adequate target texts, the translators changed their points of view through some conditions. The changes include: a) negation of opposite; b) part for the whole; c) abstract for concrete; d) cause for effect; e) active for passive; f) space for time; g) change of symbols; and h) intervals and limits. Changing point of view becomes cultural bridge in the translation which involves languages with different culture.
TECHNIQUES OF TRANSLATIONS FOUND IN SOME FOOD AND BEVERAGE PACKAGINGS Kadek Yogi Pratama; Made Susini; Dewa Ayu Dyah Pertiwi Putri
Kulturistik: Jurnal Ilmu Bahasa dan Budaya Vol. 8 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/kulturistik.8.1.8962

Abstract

This research was to find out the types of translation techniques and the most dominant type of translation technique by the translator in some food and beverage packagings. The theory of translation techniques by Molina (1998) was used as a basic theory. This research used qualitative and quantitative method to explain the results of the analysis of the types of translation techniques and to calculate what type of translation technique is dominant to be used. The data source which was used in this research was food and beverage packaging. The data were collected by finding the food and beverage products in the various super markets. The information, sentences, phrases or words in the packaging were collected by taking a picture. The English texts were compared with the Indonesian ones and classified based on their types of translation techniques. The data were analyzed descriptively using the theory of translation techniques. After data were analyzed, they were calculated to find what type of translation technique was dominant to be used in food and beverage packaging. The result of this research showed that translation techniques used in translating the words, expressions, sentences and information that contained in food and beverage packaging were literal, borrowing, amplification, description, reduction, and calque. The most dominant type of translation technique applied is borrowing technique with 37 data (37%) found.