Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

MANAJEMEN DIVERSIFIKASI DAN HILIRISASI PRODUK UNGGULAN DARI HASIL PERTANIAN KENTANG KELOMPOK USAHA BERSAMA PEMUDA SOLOK SAIYO SAKATO KELURAHAN AIA DINGIN KECAMATAN LEMBAH GUMANTI KABUPATEN SOLOK Rahmawati, Widya; Deperiky, Dedet; Rafindo, Hadi; Hidayat, Rahmad; Kobal, Hardinalis
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat DEWANTARA Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat DEWANTARA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/jpmd.v8i1.1126

Abstract

Manajemen diversifikasi produk kentang bertujuan untuk meningkatkan nilai dan daya saing produk kentang melalui pengembangan berbagai produk turunan. Ini mencakup proses pengolahan kentang yang inovatif, pengenalan produk baru, dan peningkatan kualitas produk. Pengembangan produk kentang yang bernilai tinggi mencakup kentang beku, kentang renyah, serpihan kentang kering, tepung kentang, masker wajah kentang dan lainnya. Pengolahan kentang ini memanfaatkan teknologi modern, teknologi informasi dan teknologi pemasaran yang tepat agar produk pengolahan kentang dapat diterima oleh konsumen. Hilirisasi kentang merupakan proses pengolahan kentang mentah menjadi produk olahan dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Industri kentang di Kabupaten Solok memiliki potensi besar untuk berkembang, dengan berbagai peluang dan tantangan yang perlu dipertimbangkan.
Pengaruh Kepemimpinan dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan dengan Komitmen Organisasi sebagai Variabel Intervening pada BPS Provinsi Sumatera Barat Yulianita; Gus Andri; Dedet Deperiky
Eqien - Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam DR KH EZ Mutaqien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34308/eqien.v14i2.1932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh kepemimpinan dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai dengan komitmen organisasi sebagai variabel intervening pada Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan kuesioner yang melibatkan 82 responden dari BPS Provinsi Sumatera Barat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui penyebaran kuesioner yaitu dengan mengedarkan daftar pernyataan yang ditujukan kepada pegawai untuk memperoleh data yang lebih baik. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis SEM (Structural Equation Model) yang dioperasikan melalui program SMARTPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kepemimpinan dan kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi, kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi, komitmen organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, komitmen organisasi tidak mampu memediasi kepemimpinan terhadap kinerja pegawai, dan komitmen organisasi mampu memediasi kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat.
PENDAMPINGAN PROSES PANEN DAN PASCAPANEN BENIH KENTANG G-0 KONVENSIONAL PADA KELOMPOK TANI SEJAHTERA NAGARI BATU BAJANJANG KECAMATAN LEMBANG JAYA KABUPATEN SOLOK Rahmawati, Widya; Rafindo, Hadi; Deperiky, Dedet; Yoga, Trio Candra; Halimatuddini, Halimatuddini; Amallia, Chairun; Hidayat, Rahmat; Islami, Syaifuddin
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat DEWANTARA Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat DEWANTARA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/jpmd.v8i2.1228

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan di kelompok tani Sejahtera Nagari Batu Bajanjang Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok Sumatera Barat pada tanggal 16 Mei 2025. Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 25 orang terdiri dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB), Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Sumatera Barat, Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Penyuluh Pertanian (BPP), Kelompok Tani dan Mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada seluruh peserta dalam memahami proses panen benih kentang G-0 beserta tahapannya sampai proses dormansi. Berikut ini adalah beberapa manfaat panen benih kentang bermutu: Meningkatkan wawasan kelompok tani tentang proses panen benih kentang sesuai SOP, mengurangi resiko kerusakan pada umbi yang dipanen dan memastikan hasil panen yang berkualitas. Dengan dilakukannya bimbingan teknis ini, menambah pengetahuan para petani bahwa pentingnya mengetahui, memahami dan menerapkan tata kelola panen dan pascapanen benih kentang secara utuh dimana selama ini belum termanfaatkan secara optimal.
Supply Chain Management Agroindustri : Sebuah Literature Review Deperiky, Dedet; Santosa, Santosa; Hadiguna, Rika Ampuh; Nofialdi, Nofialdi
INVENTORY: Industrial Vocational E-Journal On Agroindustry Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/inventory.v1i1.17

Abstract

Agroindustry needs further attention from the relationship between supply chain actors to improve efficiency in terms of partnerships and the application of modern technology today. Supply chain management in agroindustry emphasizes a management approach to a network of facilities and distribution channels that includes procurement of materials, production, and delivery of agroindustry products to end consumers. The research methodology used is the Systematic Literature Review (SLR) method, which is the literature review method that identifies, evaluates, and interprets all findings on a research topic, to answer research questions. The results of the study imply that in order to manage the agroindustry supply chain the entire supply chain structure must be well understood by focusing more on the quality of external relations with supply chain actors and who focus actor on partnership, trust and sustainability in conducting agroindustry supply chain activities. Agroindustry managers must investigate why they must manage, what must be managed and how to manage agroindustry supply chains. To explore the agroindustry supply chain that a manager must integrated the system, examine the nature, linkages and dependencies between business operations in the agroindustry supply chain. Suggestions from researchers that this four-step approach to meeting sustainability must be implemented in the agroindustry supply chain, and optimalized or later all organizations will adopt the SCM concept in achieving competitive advantage.
Decision-Making Systems in Smart Agriculture Based on Forecasting Supply Chain: A New Approach in the Business of Technopreneurship Deperiky, Dedet; Rafindo, Hadi; Yoga, Trio Candra
Research Horizon Vol. 5 No. 5 (2025): Research Horizon - October 2025
Publisher : LifeSciFi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54518/rh.5.5.2025.823

Abstract

The agricultural sector contributes significantly to Indonesia’s economy 12.4% GDP, 29% workforce, yet faces persistent challenges including climate uncertainty, market fluctuations, and inefficient supply chains due to inadequate decision-making systems. This study aims to analyze the relationship between decision-making and agricultural supply chains integrated with technopreneurship, determine integrated strategies for improving efficiency and sustainability and develop plans to reduce crop failure risks and market demand uncertainty. A quantitative approach was employed using Structural Equation Modeling, Interpretive Structural Modeling and ARIMA forecasting methods with 300 farmer samples and 7 experts from Solok Regency, West Sumatra, during January-September 2025. SARIMAX models successfully predicted potato production and prices with high accuracy. ISM analysis identified hierarchical relationships among objectives, needs, constraints, activities, and actors, revealing seed independence and superior variety development as key drivers. Integrating forecasting-based decision-making systems with technopreneurship principles enhances agricultural supply chain efficiency, though data quality and model validation remain critical challenges.
MANAJEMEN RANTAI PASOK AGROINDUSTRI BAWANG MERAH DI NAGARI ALAHAN PANJANG: PROFIL DAN IDENTIFIKASI MASALAH Deperiky, Dedet; Santosa, Santosa; Hadiguna, Rika ampuh; Nofialdi, Nofialdi
Jurnal Daya Saing Vol. 7 No. 1 (2021): Kinerja Ekonomi, Perilaku Keuangan, dan Penguatan UMKM di Era Transformasi Digi
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/dayasaing.v7i1.626

Abstract

Makalah ini dilakukan untuk mengkaji profil dan permasalahan rantai pasok agroindustri bawang merah di Nagari Alahan Panjang Kabupaten Solok. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan wawancara, ceramah, FGD dan pendampingan penyuluh pertanian dalam konsep rantai pasok. Kerangka kerja tersebut menyarankan bahwa profil dan praktik masalah dalam sistem manajemen rantai pasokan dicirikan oleh tiga faktor berbeda: (1) organisasi rantai pasokan, (2) struktur rantai pasokan (3) manajemen kepercayaan, yang memungkinkan pelaku rantai pasokan untuk secara efektif mencocokkan pasokan dengan pengiriman barang tepat waktu. Pertanyaan pentingnya adalah apakah praktik kolaboratif mengarah pada kinerja operasional yang lebih baik atau tidak. Sebuah studi review digunakan untuk menilai hubungan antara praktek kolaboratif dan kinerja operasional. Hasil tinjauan menunjukkan dampak positif yang signifikan dari faktor kunci praktik kolaboratif pada organisasi rantai pasokan, (2) struktur rantai pasokan, dan (3) kepercayaan manajemen. Temuan menunjukkan berbagi informasi, sinkronisasi keputusan, dan menyelaraskan insentif merupakan penentu penting kinerja operasional. Studi ini menunjukkan bahwa anggota rantai pasokan perlu memahami peran dan model faktor kunci sukses dari praktik kolaboratif yang dapat dirancang ulang untuk meningkatkan kinerja rantai pasokan.