Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK METANOL MAGGOT (Hermetia illucens) TERHADAP Propionibacterium acnes Achmad wahyudi; Ibrahim Edy Sapada; Yeni Agustin
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 14 No 1 (2024): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v14i1.408

Abstract

Infeksi merupakan penyakit yang banyak diderita penduduk dinegara berkembang, seperti Indonesia. Jerawat merupakan infeksi yang disebabkan oleh adanya peradangan kronis pada kulit yang terjadi pada masa remaja hingga dewasa. Bakteri utama jerawat adalah Propionibacterium acnes. Maggot (Hermetia illucens) merupakan salah satu bahan alam yang telah terbukti memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak metanol maggot (Hermetia illucens) terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian ini bersifat eksperimental. Maggot (Hermetia illucens) diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut metanol. Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran. Penelitian ini menunjukkan bahwa eksrak metanol maggot (Hermetia illucens) memiliki daya hambat terhadap bakteri Propionibacterium acnes pada konsentrasi 30 mg/mL, 50 mg/mL, 70 mg/mL dengan rata-rata zona hambat 18,8 mm, 19,5 mm, dan 20,8 mm. Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa ekstrak metanol maggot (Hermetia illucens) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan klindamisin sebagai kontrol positif lebih efektif menghambat dibandingkan dengan ekstrak metanol maggot (Hermetia illucens).
Efek Sedativa dan Kebugaran Teh Celup Daun Gaharu (Aquilaria malaccensis L) Kamaluddin, Muhammad Totong; Yuliarni, Yuliarni; Agustin, Yeni; Parisa, Nita; Hidayat, Rahmat; Wahyuni, Tri; Yuliana, Citra; Perryanis, Perryanis
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 2 No. 3 (2017): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v2i3.40

Abstract

Daun Gaharu (Aquilaria malaccensis) sejak lama telah digunakan masyarakat Kabupaten Bangka Tengah untuk menangkal keletihan akibat gangguan tidur ringan. Minuman yang diramu dari daun Gaharu yang diiris-iris lalu dijemur sebentar kemudian disedu air hangat kuku ternyata berkhasiat untuk menimbulkan rasa kantuk dan setelah bangun dari terlelap sejenak maka tubuh akan menjadi lebih segar. Penelitian ini ingin membuktikan manfaat tersebut di atas. Sejumlah 60 orang sukarelawan sehat terdiri dari 30 orang laki-laki dan 30 orang wanita dengan rentang umur 18 – 60 tahun berpartisipasi untuk membuktikan efek sedativa dan pengaruh kesehatan lainnya. Dengan disain pre-post test serta kerelaan sukarelawan sehat ini (dengan mengisi informed consent) sebagai responden, maka semuanya diberi minum teh celup Gaharu yang berisi 1 g simplisia kering/saset setiap hari selama 3 minggu berturut-turut. Setelah selesai satu sesi minum, semuanya diwawancarai pemeriksaan fisik, mental dengan menggunakan kuesioner model Pittsburgh Insomnia Rating Scale (PIRS) serta dikoleksi darah intravenanya. Hasil menunjukkan bahwa 32 % responden timbul rasa kantuk ringan, 10 % merasa lebih segar walaupun terasa sakit kepala ringan, serta berkurangnya rasa pegal dan nyeri sendi namun nafsu makan bertambah. Profil darah rutin tidak berubah namun kadar hormon seks seperti testosteron, progesteron, estradiol dan FSH meningkat ringan tanpa LH serta penurunan fibrinogen dan hs-CRP. Sedangkan transaminase hepar tidak berubah. Dari temuan ini disimpulkan bahwa konsumsi rutin teh gaharu memperbaiki profil tidur dan kesegaran jasmani namun tidak bersifat hepatotoksik. Perubahan kadar hormon seks, fibrinogen dan hs-CRP perlu dikaji lebih lanjut.
PELATIHAN PEMBUATAN SEDIAAN SABUN CAIR PERASAN BUAH JERUK NIPIS Khairunnisa; Sigit Cahyo H; Achmad wahyudi; Yeni Agustin; Nurul Hidayah
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v1i1.365

Abstract

Masyarakat kelurahan Pulokerto, sebagian besar berprofesi sebagai buruh Pabrik Karet dan serabutan sehingga memiliki tingkat perekonomian yang relatif rendah. Oleh karena itu diperlukan adanya upaya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar dengan cara memberikan pengetahuan dan informasi mengenai potensi dan manfaat tanaman obat tradisional yang bersumber dari bahan alam, salah satunya adalah perasan buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia). Jeruk Nipis mengandung minyak atsiri dan vitamin C yang tinggi serta beberapa senyawa metabolit seperti flavonoid pada perasan buah jeruk nipis yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Perasan buah jeruk nipis dinilai cukup potensial sebagai bahan baku pembuatan sedian sabun cair. Kegiatan penyuluhan dilakukan di wilayah Kelurahan Pulokerto dengan memberikan paparan materi dan praktek pembuatan sedian sabun cair perasan buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Hasil kegiatan menunjukan bahwa masyarakat kelurahan Pulokerto mampu memahami pembuatan sabun cair perasan buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkaan sabun cair tersebut dalam kegiatan sehari-hari dan dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat setempat.
UJI MINIMUM BACTERICIDAL CONCENTRATION (MBC) EKSTRAK ETANOL BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) GREEN BEAN SEBAGAI ANTIBAKTERI Yunilda Rosa; Suryasin; Khairul Rizal; Yeni Agustin; Nur Ihsan Kamilah; Sunitra Mardha Lingga; Adi Saputra
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 16 No 1 (2026): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v16i1.546

Abstract

Biji kopi robusta (Coffea canephora) green bean adalah salah satu tanaman tradisional yang dapat dimanfaatkan sebagai obat. Kopi robusta green bean (Hijau) mengandung senyawa bioaktif yaitu Asam klorogenat (CGA) sebagai antioksidan, antimikroba dan antiinflamasi. Kafein, saponin dan tanin sebagai stimulan dan antibakteri, asam fenolat dan flavonoid sebagai antimikroba dan penangkal radikal bebas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak biji kopi robusta (Coffea canephora) jenis green bean terhadap bakteri Escherichia coli. Metode penelitian adalah Post Eksperimental dengan Teknik difusi. Ekstraksi menggunakan proses maserasi. Kosentrasi sampel dibedakan atas empat konsentrasi yaitu 10%, 25%, 50% , 75%, kontrol (+). Ciprofloxacin dan kontrol (-) aqua pro. Hasil penelitian diperoleh ekstrak etanol biji kopi robusta (coffecanephora) green bean positif untuk alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan terpenoid. Nilai Minimum Bactericidal Concentration (MBC) ekstrak ethanol biji Kopi Robusta (Coffea canephora) green bean diperoleh pada konsentrasi 50%, pada kosentrasi ini sudah tidak ditemukan pertumbuhan koloni bakteri Escherichia coli. Kata kunci : Kopi Robusta, Green bean, Escherichia coli, Nilai Minimum Bactericidal Concentration (MBC) ABSTRACT Robusta coffee beans (Coffea canephora) green bean are one of the traditional plants that can be utilized as medicine. Green coffee beans contain bioactive compounds, including chlorogenic acid (CGA) as an antioxidant, antimicrobial, and anti-inflammatory agent; caffeine, saponins, and tannins as antibacterial compounds; and flavonoids as antimicrobial agents and free radical scavengers. This study aimed to determine the antibacterial activity of robusta coffee bean (Coffea canephora) green bean extract against Escherichia coli. This study employed a post-experimental design using a disc diffusion technique. The extract was prepared through ethanol extraction and tested at concentrations of 10%, 25%, 50%, and 75%, with a positive control (+) of ciprofloxacin and a negative control (−) of distilled water (aqua pro injection). The results demonstrated that robusta coffee bean (Coffea canephora) green bean extract contained alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, and terpenoids. The Minimum Bactericidal Concentration (MBC) of the robusta coffee bean (Coffea canephora) green bean ethanol extract was identified at a concentration of 50%, at which no bacterial colony growth of Escherichia coli was observed. Keywords: Robusta Coffee, Green Bean, Escherichia coli, Minimum Bactericidal Concentration
UJI FRAKSI DAUN SEMBUNG (Blumea balsamifera (L.) Dc) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT (Mus musculus) Yeni Agustin; Mayaranti Wilsya; Dila Natalia
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 8 (2026): Nusantara Hasana Journal, January 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i8.1880

Abstract

Diabetes Mellitus is a metabolic disorder characterized by elevated blood glucose levels due to absolute or relative insulin deficiency. The Sembung plant (Blumea balsamifera (L.) Dc) is a medicinal plant traditionally used to help lower blood glucose levels. This study aimed to determine the effectiveness of sembung leaf fractions in reducing blood glucose levels in sucrose-induced mice. This research used a pre- and post-test control group design to compare blood glucose reduction between mice given a 4.2% concentration of Sembung leaf fractions and a positive control group treated with glibenclamide. The results showed that oral administration of Sembung leaf fractions at a 4.2% concentration reduced blood glucose levels at 120 minutes, with average results as follows: n-hexane fraction as 117.5 mg/dL, ethyl acetate fraction at 132.8 mg/dL, and water fraction at 113.5 mg/dL.The n-hexane fraction, ethyl acetate fraction, and water fraction of Sembung leaves were effective in reducing blood glucose levels in mice. Among them, the water fraction showed the greatest effect.