Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

The Relationship of Knowledge and Family Planning Unmet Need Incidence in Couple of Reproductive Age KD, Widiantar; NW, Ari Adiputri
Jurnal Kebidanan Vol 12, No 2 (2023): August 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jk.12.2.2023.99-104

Abstract

The Family Planning Program has a very strategic, comprehensive, and fundamental meaning in realizing healthy and prosperous Indonesian people and can significantly reduce fertility rates, although the Fertility Rate (TFR) is still increasing. This is due to the high unmet need for family planning (BKKBN, 2015). Unmet Need is a Fertile Age Couple who wants to delay having children for two years or more and does not want to have more children but is not an active family planning participant (BKKBN, 2016). This study aims to determine the relationship between knowledge and the incidence of family planning (KB) Unmet need in fertile-age couples (PUS) in Denpasar. The research design used was analytic observational with a cross-sectional approach. The research subjects used 96 fertile age couples in Denpasar City. The sampling technique used the proportional stratified random sampling method to determine the number of samples in each district. The analysis used was the Chi-Square test with 95% Confidence Interval (CI). The results showed that the value of p = 0.000 ≤ 0.05, so it can be concluded that knowledge has a significant relationship with the incidence of unmet need family planning in fertile age couples.Program Keluarga Berencana merupakan memiliki makna yang sangat strategis, komprehensif dan fundamental dalam mewujudkan manusia Indonesia yang sehat dan sejahtera serta secara nyata dapat menurunkan angka  fertilitas, walaupaun Tingkat Fertility Rate (TFR) masih mengalami peningkatan. Hal ini disebakan oleh karena tinginya kebutuhan ber KB yang tidak terpenuhi (BKKBN, 2015). Unmet Need adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang ingin menunda untuk memiliki anak selama dua tahun atau lebih dan tidak ingin memiliki anak lagi, namun tidak menjadi peserta KB aktif  (BKKBN, 2016). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kejadian Unmet need Keluarga Berencana (KB) pada Pasangan Usia Subur (PUS)  di Kota Denpasar. Rancangan  penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian menggunakan 96 wanita Pasangan Usia Subur di Kota Denpasar. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode proportional stratified random sampling untuk menentukan jumlah sampel di masing-masing kecamatan. Analisis yang digunakan adalah uji Chi- Square dengan Confidence Interval (CI) 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p=0,000  ≤ 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa pengetahuan memiliki hubungan yang  signifikan  dengan  kejadian unmet need KB pada PUS.
Pemberdayaan Kader Posyandu Menjadi Petugas Lapangan Lansia Dalam Upaya Pencegahan Hipertensi Pada Lansia di Desa Perampuan Barat Adiputri, Ni Wayan Ari; Pamungkas, Catur Esty; Amilia, Rizkia
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v7i3.337

Abstract

Lansia merupakan tahap terakhir dalam rangkaian hidup manusia, dimana pada masa ini akan banyak terjadi perubahan fisik dan juga muncul berbagai macam penyakit kronis seperti hipertensi. Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi menjadi salah satu pembunuh diam-diam (silent killer) diantara penyakit lainnya. Masyarakat pada umumnya kurang sadar akan pentingnya pemeriksaan tekanan darah dalam mendeteksi secara dini kejadian hipertensi terutama pada lansia. Kunjungan di setiap posyandu menunjukkan penurunan. Tujuan : kegiatan pemberdayaan kader posyandu menjadi petugas lapangan lansia untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang pemeriksaan tekanan darah dan membantu memfasilitasi bagi para lansia yang tidak pernah memeriksakan tekanan darahnya agar dapat juga dilakukan screening oleh para kader posyandu. Hasil : kegiatan yang dilakukan pada tanggal 31 Maret 2023 di balai dusun kerepet Desa Perampuan Barat dihadiri oleh 11 orang kader posyandu. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan mengadakan pre test dengan sebagian besar rata-rata 72 % katagori pengetahuan cukup, kemudian diberikan penyuluhan tentang pentingnya pemeriksaan tekanan darah untuk mencegah hipertensi dan pelatihan penggunaan alat ukur tekanan darah digital, dan terakhir mengadakan post test dengan hasil hampir seluruhnya rata-rata 82% katagori pengetahuan baik. Simpulannya kegiatan pengabdian masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan kader-kader posyandu tentang pentingnya pemeriksaan tekanan darah dalam mencegah penyakit hipertensi.
ATASI STUNTING DENGAN BERHEMAT (BERIKAN MP-ASI SEHAT DAN TEPAT DI DESA AIKMEL BARAT Lestari, Cahaya Indah; Pamungkas, Catur Esty; Amalia, Rizkia; WD, Siti Mardiyah; Adiputri, Ni Wayan Ari; Arieska, Risa; Diliana, Evi; Cahyaningtyas, Dwi Kartika; Makmun, Indriyani; Amini, Aulia
Journal of Community Empowerment Vol 2, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/joce.v2i2.17715

Abstract

ABSTRAK                                                                                                          Anak berisiko mengalami stunting setelah usia 6 bulan. ASI saja tidak cukup untuk memenuhi semua kebutuhan gizi dan pemberian makanan tambahan (MPASI) harus dimulai. Setelah usia 6 bulan, semua anak membutuhkan makanan lunak bergizi yang sering disebut makanan pendamping ASI (MPASI). MP-ASI  adalah makanan atau minuman yang mengandung zat gizi yang diberikan kepada anak usia 6 sampai 24 bulan untuk memenuhi kebutuhan gizi selain ASI. MP-ASI merupakan makanan transisi dari ASI ke makanan keluarga. Pengenalan dan pemberian MPASI sebaiknya dilakukan secara bertahap dalam bentuk dan jumlah yang sesuai dengan daya cerna anak. Anak harus menerima makanan tambahan (MPASI) untuk mencegah malnutrisi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan orangtua terkait dengan stunting. Lokasi pengabdian di Desa Aikmel Barat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah, pemberian leaflet dan metode pre - post test dalam bentuk kuesioner. Subyek pengabdian kepada masyarakat ini adalah seluruh orangtua yang memiliki balita sejumlah 20 orang. Instrumen yang digunakan adalah power point, leaflet dan kuesioner. Hasil pretest dan posttest dari kegiatan yang dilakukan dapat dilihat terjadi peningkatan pengetahuan orang tua dari nilai pretest dalam kategori kurang sebesar 50 % (10 orang) meningkat menjadi kategori pengetahuan baik sebesar 80 % (16 orang) pada saat posttest. Kata kunci: Pendidikan Kesehatan; Stunting; MP-ASI. ABSTRACT Children are at risk for stunting after 6 months of age. Breast milk alone is not enough to meet all nutritional needs and complementary feeding (MPASI) must be started. After the age of 6 months, all children need nutritious soft foods which are often called complementary foods (MPASI). MP-ASI is food or drink containing nutrients that is given to children aged 6 to 24 months to meet nutritional needs other than breast milk. MP-ASI is a transitional food from breast milk to family food. The introduction and administration of complementary foods should be done gradually in a form and amount that is in accordance with the child's digestibility. Children must receive complementary foods (MPASI) to prevent malnutrition. The purpose of this community service is to increase parental knowledge regarding stunting. The location of the service is in West Aikmel Village. The method used in this activity is the lecture method, giving leaflets and the pre-post test method in the form of a questionnaire. The subject of this community service is all parents who have toddlers totaling 20 people. The instruments used were power points, leaflets and questionnaires. The results of the pretest and posttest from the activities carried out can be seen that there was an increase in parents' knowledge from the pretest score in the poor category of 50% (10 people) increasing to the good knowledge category of 80% (16 people) at the time of the posttest. Keywords: Health Education; Stunting; MP-ASI.
Efektivitas pelatihan kerja terhadap kinerja kader Posyandu Ni Made Darmiyanti Darmiyanti; Ni Wayan Ari Adiputri
Jurnal Kebidanan Vol 9, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jk.9.2.2020.95-102

Abstract

The number of Posyandu throughout Indonesia reaches 202,676 Posyandu, in Bali 4,791 Posyandu and Karangasem Regency 555 Posyandu, while in Manggis Village, there are 12 Posyandu. The level of utilization of Posyandu nationally in 2010 only reached 50.5%, where there was a 12% decrease in the utilization of Posyandu until 2015. This should be in past tense the effectiveness of job training on Posyandu cadre's performance in Manggis Village, Manggis District, Karangasem Regency in 2018. The study was conducted with a quasi-experiment research design with the design pre-test post-test method. The research subjects used 60 Posyandu cadre in the Manggis Village area. The analysis used the Wilxocon Sign Rank Test with a confidence level of 0.05. The results showed that the value of p = 0.00 <0.05, so that the job training given to Posyandu cadre had a significant effect on improving Posyandu cadre's performance.
UPAYA DETEKSI GANGGUAN PERKEMBANGAN MENGGUNAKAN DENVER DEVELOPMENT SCREENING TEST (DDST) PADA ANAK (Di TK Sang Surya Kota Mataram) pamungkas, Catur esty; lestari, cahaya indah; wd, Siti mardiyah; adiputri, Ni wayan ari; Amalia, Rizkia; Makmun, Indriyani; Rospia, Evi Diliana; Cahyaningtyas, Dwi Kartika; Lesti, Iqro Suryati; Nurhidayah, Nurhidayah; Hamidiyah, Hamidiyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v8i2.2802

Abstract

Perkembangan mengalami peningkatan yang pesat pada usia dini, yaitu dari 0 sampai 5 tahun. Masa ini sering juga disebut sebagai fase ”Golden Age”. Golden age merupakan masa yang sangat penting untuk memperhatikan perkembangan anak secara cermat agar sedini mungkin dapat terdeteksi apabila terjadi kelainan. Monitoring perkembangan secara rutin dapat mendeteksi adanya keterlambatan perkembangan secara dini pada anak. IDAI bersama DEPKES menyusun penggunaan DDST sebagai alat pra skrening perkembangan sampai anak usia 6 tahun. Aspek-aspek perkembangan yang dapat dipantau antara lain motorik kasar, motorik halus, kemampuan bicara dan bahasa, serta sosialisasi dan kemandirian (Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2009). Tujuan pengabdian ini yaitu mendeteksi gangguan perkembangan pada balita dengan tes DDST. Sasaran dalam pelaksanaan pengabdian yaitu siswa TK Sang Surya usia 4 sampai dengan 6 tahun.Metode pelaksanaan pengabdian mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu : perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Hasil pemeriksaan didapatkan karakteristik panjang badan siswa tertinggi 97,1% sejumlah 33 siswa memiliki panjang badan lebih dari 100 cm. Berat badan siswa didakatkan tertinggi 15-20 kg sebanyak 22 siswa (64,7%). Jenis kelamin siswa terbanyak yaitu laki-laki sebanyak 19 siswa (55,9%).Hasil pemeriksaan DDST pada siswa TK Sang Surya didapatkan jumlah pemeriksaan yang mendapatkan temuan adanya kesalahan atau kurang sempurna dalam test yaitu pada kemampuan Bahasa yaitu sejumlah 6 siswa, kemudian motorik harus sebanyak 5 siswa dan 1 siswa pada kemampuan motorik halus.
EDUKASI POLA MAKAN, UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA PADA KEHAMILAN DI DESA PERESAK KECAMATAN NARMADA Pamungkas, Catur Esty; Lestari, Cahaya Indah; WD, Siti Mardiyah; Adiputri, Ni Wayan Ari; Liantanty, Firda; Rahayu, Fadliya Abdi; Nurhidayah, Nurhidayah; Tria, Sabrina
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.32310

Abstract

ABSTRAKAnemia pada kehamilan menjadi salah satu indikator permasalahan gizi selama kehamilan, dampak bagi kesehatan ibu dan janin menjadi permasalahan baru jika anemia tidak segera diatasi. Pemerintah telah melakukan pendekatan multi sektoral, namun kesadaran pentingnya kecukupan gizi ibu hamil harus menjadi fokus termudah dan murah oleh ibu hamil sebagai solusi. Tersedianya bahan makanan yang murah di Indonesia, bisa menjadi pertimbangan untuk mengolah bahan makanan lokal untuk mencukupi kebutuhan harian ibu hamil. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan ibu hamil sebanyak 10 orang yang ada di Dusun Tebao Desa Presak Kecamatan Narmada. Pelaksanaan pengabdian mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu : perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi. Hasil dari kegiatan didapatkan antusias dari ibu hamil dalam mendengarkan edukasi dan mengikuti proses kegiatan. Berdasarkan hasil pengkajian karakteristik peserta didapatkan terbanyak sasaran pada kelompok usia kehamilan trimester 3 yaitu 5 orang (50%) dan paling sedikit pada kelompok usia kehamilan trimester 1 yaitu 1 orang (10%). Pada usia ibu hamil terbanyak didapatkan usia tidak beresiko (> 25 tahun dan < 35 tahun) yaitu 7 orang (30%), kemudian usia ibu hamil beresiko (<25 tahun dan > 35 tahun) yaitu 3 orang (30%). Evaluasi pengetahuan rata-rata nilai pre test ibu hamil sebanyak 49 dan nilai rata-rata pengetahuan ibu hamil post test sebanyak 79. Sehingga bisa diartikan didapatkan peningkatan rata-rata pengetahuan ibu hamil sebanyak 30%. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini, sasaran bisa mengaplikasikan pola makan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga meningkatkan kesadaran pentingnya makan sehat dan cukup gizi. Intervensi lebih lanjut sangat penting, pelatihan dalam penyimpanan dan pengolahan bahan makanan untuk menjaga nilai gizi makanan selama kehamilan.Kata kunci: Ibu hamil; pola makan; anemia ABSTRACTand fetal health becomes a new problem if anemia is not addressed immediately. The government has taken a multi-sectoral approach, but awareness of the importance of adequate nutrition for pregnant women must be the easiest and cheapest focus for pregnant women as a solution. The availability of cheap food ingredients in Indonesia can be a consideration for processing local food ingredients to meet the daily needs of pregnant women. This community service activity involved 10 pregnant women in Tebao Hamlet, Presak Village, Narmada District. The implementation of the service adopted action research steps consisting of 4 (four) stages, namely: planning, action, observation and evaluation. The results of the activity were obtained from the enthusiasm of pregnant women in listening to education and following the activity process. Based on the results of the participant characteristics assessment, the largest target was in the 3rd trimester pregnancy age group, namely 5 people (50%) and the least in the 1st trimester pregnancy age group, namely 1 person (10%). At the age of pregnant women, the most common age was not at risk (> 25 years and < 35 years) which was 7 people (30%), then the age of pregnant women at risk (<25 years and> 35 years) which was 3 people (30%). Evaluation of the average knowledge value of the pre-test of pregnant women was 49 and the average value of the knowledge of pregnant women post-test was 79. So it can be interpreted that there was an increase in the average knowledge of pregnant women by 30%. The conclusion of this community service activity is that the target can apply eating patterns in everyday life, thereby increasing awareness of the importance of eating healthy and nutritious food. Further intervention is very important, training in storing and processing food ingredients to maintain the nutritional value of food during pregnancy. Keywords: pregnancy; anemia; dietary habit
The Effect of the Unting Debt Game (Anti-Stunting Snake and Ladder) on Increasing Knowledge About Stunting Lestari, Cahaya Indah; Pamungkas, Catur Esty; WD, Siti Mardiyah; Amilia, Rizkia; Adiputri, Ni Wayan Ari; Rospia, Evi Diliana; Makmun, Indriyani; Amini, Aulia; Cahyaningtyas, Dwi Kartika
EMBRIO: Jurnal Kebidanan Vol 16 No 2 (2024): EMBRIO: Jurnal Kebidanan (NOVEMBER)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.v16i2.9572

Abstract

The prevalence of stunting in the world, as collected by WHO in 2020, was 150.8 million (22.2percent). WHO has designated five regions as stunting prevalence, including Indonesia in the Southeast Asian region with a prevalence rate (36.4percent). Adolescents are a group that has the potential to be agents of behavior change. For this reason, adolescents need to be given education to increase knowledge and build awareness of the impact of stunting in the future. This study aims to determine the influence of Uting Debt Media (Snake and Ladder Stunting) in increasing adolescents' knowledge about stunting. This research is quantitative. The type of research used was Quasy Experimental pretest and posttest with the control group. The population in this study is all young women of MTS Jamaluddin Bagik Nyaka Village in August 2024, with a sample of 30 people divided into two groups with 15 members each and using purposive sampling techniques. Data collection was carried out using a questionnaire to determine the level of knowledge of adolescent girls about stunting before and after the intervention. The statistical results of the post-test of the experimental and control groups using the Mann-Whitney techniques showed Asymp. signature. (2-tailed) 0.012 less than 0.050, with the mean rank of the experimental group of 19.00 and the mean rank of the control group of 12.00. So, it can be concluded that there is a significant difference in the results of the post-test of the experimental group and the control group, which affects the increase of knowledge in the experimental group before and after being given treatment to increase adolescent knowledge about stunting
Pendampingan Pasangan “Merarik Kodeq” Dalam Perencanaan Kehamilan Sebagai Upaya Mencegah Stunting di Desa Perampuan Barat Adiputri, Ni Wayan Ari; Pamungkas, Catur Esty; Amilia, Rizkia
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i2.437

Abstract

Pasangan merarik kodeq atau pasangan yang menikah usia muda ini cenderung disebabkan karena permasalahan faktor ekonomi yang rendah sehingga para orangtua berupaya menjodohkan anak-anak mereka untuk dinikahkan dengan dasar bahwa sudah tidak sanggup membiayai kebutuhan hidup anak-anak mereka, dan juga hal ini didukung oleh  pengetahuan para orangtua yang kurang tentang pentingnya persiapan kesehatan reproduksi saat akan menikah dan bahaya yang dapat ditimbulkan dari pernikahan usia dini tersebut (Pamungkas et al., 2021). Tujuan : Kegiatan pendampingan pasangan “merarik kodeq” ini sebagai upaya untuk dapat merencanakan kehamilan yang lebih baik sebagai upaya mencegah stunting. Hasil : kegiatan yang dilakukan pada tanggal 15 Juni 2024 di balai dusun kerepet Desa Perampuan Barat dihadiri oleh 4 pasangan “merarik kodeq”. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan mengadakan pre test dengan sebagian besar rata-rata 60 % katagori pengetahuan kurang, kemudian diberikan penyuluhan dan pendampingan tentang pentingnya perencanaan kehamilan sebagai upaya pencegahan stunting pada pasangan “merarik kodeq”, dan terakhir mengadakan post test dengan hasil hampir seluruhnya rata-rata 80% katagori pengetahuan baik. Simpulannya kegiatan pengabdian masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan pasangan “merarik kodeq”tentang pentingnya perencanaan kehamilan sebagai upaya pencegahan stunting
Pelatihan Pengukuran Pada Bayi dan Balita Menggunakan Alat Antropometri Kit Pada Kader di Desa Perampuan Adiputri, Ni Wayan Ari; Pamungkas, Catur Esty; Harmayani, Ria
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i3.482

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia, terutama di daerah pedesaan, yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Posyandu sebagai program kesehatan masyarakat, berperan penting dalam memantau tumbuh kembang anak. Pengukuran antropometri (berat badan, tinggi badan, lingkar kepala) adalah cara utama untuk mengevaluasi status gizi anak, dan diperlukan pelatihan kader untuk melakukannya secara akurat. Tujuan: meningkatkan kapasitas kader Posyandu di Desa Perampuan dalam menggunakan alat antropometri kit untuk mengukur bayi dan balita, guna memastikan pertumbuhan anak sesuai standar kesehatan. Metode: Metode yang digunakan adalah ceramah, demonstrasi, dan evaluasi. Subyek kegiatan ini adalah 42 kader dari 7 Posyandu di Desa Perampuan. Alat yang digunakan meliputi stadiometer, timbangan digital, baby scale, dan meteline. Kegiatan berlangsung melalui tiga tahapan: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil dan Pembahasan: Kegiatan pelatihan dilakukan pada 6 Oktober 2024, dengan materi tentang pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, dan lingkar kepala. Kader Posyandu menerima bantuan alat antropometri kit untuk masing-masing Posyandu. Evaluasi dilakukan sehari setelahnya dan ditemukan beberapa hambatan, seperti latar belakang pendidikan kader yang berbeda-beda dan masalah kalibrasi alat. Kesimpulan: Pelatihan ini berhasil meningkatkan kemampuan kader dalam mengukur pertumbuhan anak menggunakan alat antropometri kit. Hasil pemeriksaan dapat digunakan sebagai data yang valid untuk menilai status gizi anak. Evaluasi dan pendampingan penggunaan alat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan kegiatan.
Edukasi pangan lokal untuk mencegah stunting di dusun Kerepet desa Perampuan kabupaten Lombok Barat Catur Esty Pamungkas; Cahaya Indah Lestari; Siti Mardiyah WD; Ni Wayan Ari Adiputri; Risa Arieska; Indriyani Makmun; Baiq Masdariah; Iqro Suryati Listi; Jumratun Jumratun
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26267

Abstract

Abstrak Stunting pada Balita masih menjadi permasalahan kesehatan yang belum teratasi saat ini, Di Provinsi NTB terdapat 3 Kabupaten dengan prevalensi stunting balita tertinggi, salah satunya Kabupaten Lombok Barat. Pengolahan makanan dan info zat gizi sangat minim sehingga asupan gizi balita tidak terpenuhi. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi pada ibu balita mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal untuk mencegah stunting, pada kelompok di Dusun Krepet Desa Perampuan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan memberikan penyuluhan kepada kelompok ibu balita di Dusun Krepet Desa Perempuan yang berjumlah 15 orang. Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan, maka dilakukan pretes dan postes, sebelum dan sesudah pemberian materi edukasi. Hasil pengkajian didapatkan karakteristik usia balita terbanyak yaitu pada usia 1-3 tahun yaitu 10 balita (66%), dengan hasil pengetahuan rata-rata pretes adalah 7,8 dan rata-rata postes meningkat menjadi 9,3, sehingga didapatkan selisih nilai pretes dan postes sebesar 1,5. Hal ini menunjukkan bahwa sasaran memiliki pengetahuan terhadap pemanfaatan pangan lokal sangat baik, sehingga diharapkan bagi pelaksana pengabdian berikutnya bisa memberikan intervensi berupa pembuatan menu makanan menggunakan bahan pangan lokal. Kata kunci: ibu balita; edukasi; stunting; pangan lokal Abstract Stunting in toddlers is still a health problem that has not been resolved at this time. In NTB Province there are 3 districts with the highest prevalence of stunting in toddlers, one of which is West Lombok District. Food processing and nutritional information are very minimal so that toddlers' nutritional intake is not met. The aim of this service activity is to provide education to mothers of toddlers regarding the use of local food ingredients to prevent stunting, in groups in Krepet Hamlet, Perampuan Village. The method used in this activity was to provide counseling to a group of mothers of toddlers in Krepet Hamlet, Women's Village, totaling 15 people. To determine the effect of counseling on the level of knowledge, a pretest and posttest were carried out, before and after providing educational material. The results of the study showed that the most common age characteristics of toddlers were 1-3 years old, namely 10 toddlers (66%), with the average pretest knowledge result being 7.8 and the average posttest increasing to 9.3, so that the difference between the pretest and posttest of 1.5. This shows that the target has very good knowledge of the use of local food, so it is hoped that the next service implementer can provide intervention in the form of making a food menu using local food ingredients. Keywords: toddler mother; education; stunting; local food