Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI LUKA SECTIO CAESAREA: DETERMINANTS ASSOCIATED WITH THE INCIDENT OF CAESAREA SECTIO WOUND INFECTION Trisnawati, Reineldis Elsidianastika; Manggul, Makrina Sedista; Hamat, Viviana
Quality : Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2023): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/qjk.v17i2.1249

Abstract

Infeksi luka operasi merupakan bagian dari masalah utama dalam praktik kebidanan yang dapat menyebabkan tingginya morbiditas dan mortalitas ibu. Sekitar 7,3% kematian ibu di Indonesia yang disebabkan oleh infeksi post sectio caesarea (SC). Terdapat beberapa factor yang berpengaruh terhadap infeksi luka operasi SC yakni status gizi ibu, mobilisasi dini dan perawatan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor determinan yang berhubungan dengan kejadian infeksi luka SC pada ibu postpartum di RSUD Ruteng. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 60 responden, pengambilan sampel secara total sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini berupa kuesioner yang berisikan daftar pertanyaan untuk mengukur variabel bebas dan terikat. Variabel bebas memuat pertanyaan tentang status gizi ibu, mobilisasi dini dan perawatan luka sedangkan Variabel terikat memuat pertanyaan tentang infeksi luka SC. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 34 responden (56,7%) yang mengalami masalah infeksi luka operasi SC dari 60 respoden yang diteliti. Beberapa factor yang mempengaruhi terhadap infeksi luka operasi SC tersebut diantaranya factor status gizi (p=0.013), mobilisasi dini (p=0.004) dan perawatan luka (p=0.002). dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian diketahui terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi ibu, mobilisasi dini dan perawatan luka dengan infeksi luka sectio caesarea (SC). Pentingnya mengedukasikan tentang perawatan luka pasca operasi SC pada pasien, agar mereka dapat mengetahuai cara merawat luka SC yang baik sehingga mencegah terjadinya infeksi. Pasien juga diajarkan cara mobilisasi dini dan menjelaskan pentingnya nutrisi yang baik pasca operasi dengan tujuan membantu mempercepat proses pemulihan ibu. Tenaga kesehatan diharapkan lebih proaktif memberikan penyuluhan pada masyarakat tentang pencegahan infesksi luka bedah SC, hal ini dilakukan untuk meningkatkat derajat kesehatan ibu dan mengurangi morbiditas dan mortalitas ibu.
Analisis Hubungan Kepatuhan Antenatal Care dengan Tingkat Pengetahuan Ibu Primigravida TM III Dalam Mengahadapi Proses Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Manggarai Hamat, Viviana; Jayanthi Petronela Janggu; Makrina Sedista Manggul; Reineldis E. Trisnawati
Jurnal Bidan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 4 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kematian bunda (AKI) di Indonesia pada tahun 2019- 2020 mengalami kenaikan dengan pemicu paling banyak perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, kendala sistem peredaran darah serta peradangan. Angka kematian tersebut bisa diturunkan dengan melaksanakan kunjungan antenatal yang tertib dimana pelayanan yang diperoleh ibu hamil meliputi promosi kesehatan, skrining serta penaksiran, dan pencegahan penyakit. Data yang didapatkan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai tahun 2019 cakupan K4 ibu hamil sebesar 54,36% masih berada dibawah target cakupan indikator K4 Renstra Kementerian Kesehatan Indonesia 2019 yaitu sebesar yaitu 80%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepatuhan antenatal care dengan tingkat pengetahuan ibu primigravida TM III dalam menghadapi persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Manggarai. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Sampel responden sebanyak 70 orang diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dari buku KIA ibu hamil dan membagikan kuisoner pengetahuan. Dianalisis dengan menggunakan uji chi-squere Hasil: Hasil penelitian dari 70 ibu primigravida, Sebagian besar 56 orang yang tergolong patuh melakukan kunjungan antenatal care dan 35 orang memiliki pengetahuan baik. Hasil uji statistik diketahui p value sebesar 0,001 yang artinya bahwa p value < α 0,05, maka secara statistik ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan antenatal care dengan tingkat pengetahuan ibu primigravida TM III dalam menghadapi persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Manggarai.
Identifikasi Determinan Tingginya Stunting di Lelak Manggarai Trisnawati, Reineldis Elsidianastika; Manggul, Makrina Sedista; Centis, Maria Conchita Leyla
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1104

Abstract

Hingga saat ini, permasalahan stunting masih menjadi persoalan serius di berbagai negara, termasuk Indonesia. Secara global, pada tahun 2020 terdapat sekitar 149 juta anak yang mengalami stunting, dengan prevalensi tertinggi terjadi di benua Asia menyumbang 55% dari total kasus. Berdasarkan data yang diperoleh dari Riskesdas 2018 diketahui prevalensi stunting secara nasional mencapai 30,8%, dari data tersebut Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan Provinsi yang memiliki prevalensi stunting tertinggi yaitu 42,6%. Prevalensi stunting di Lelak 38,1%. Tingginya prevalensi balita stunting di Kecamatan lelak Kabupaten Manggarai, menjadi salah satu yang melatarbelakangi bahwa penelitian ini penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan menganalisi faktor determinan yang menyebabkan tingginya masalah stunting di Kecamatan Lelak Kabupaten Manggarai. Penelitian ini termasuk dalam analitik observasional dengan desain case control study. Jumlah sampel penelitian sebanyak 58 balita yang terdiri kelompok kasus 29 balita dan kelompok control 29 balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian ibu dengan status gizi KEK saat hamil sebagian besar anaknya mengalami stunting (66,7%), balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif sebagian besar mengalami stunting (67,9%), balita yang diberikan MP-ASI <6 bulan sebagian besar mengalami stunting (70,4%), status ekonomi rendah sebagian besar anaknya mengalami stunting (64,7%). Hasil uji statistik menggunakan Chi-Square diketahui ada hubungan KEK (p=0,013), pemberian ASI (0,007), pemberian MP-ASI (0,003), pendapatan (0,006) dengan kejadian stunting.
Analisis Faktor Kejadian Unmet Need KB Pada Wanita Usia Subur di Wilayah Kerja Puskesmas Wae Kanta Hamat, Viviana; Janggu, Jayanthi Petronela; Manggul, Makrina Sedista; Adar, Olivera Agnes; Kurniati, Kornelia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i12.15643

Abstract

ABSTRACT Indonesia is still one of the countries with the largest population in the world. One of the programs carried out by the government is the Family Planning Program to control the population and improve the health welfare of mothers and children. However, the high unmet need is a problem for the government not only regarding the population explosion in 2030 but will also increase the maternal mortality rate (MMR) in Indonesia. To analyze the factors that influence the decision to unmet need for family planning among female couples of childbearing age in the Wae Kanta Community Health Center working area. This study is quantitative with a cross sectional design. Data collection uses a structured questionnaire that has been tested and declared valid. The research was conducted in the target village, namely Wae Kanta Village, 4-5 December 2023. The sampling technique was total sampling with a population of 37 fertile female couples. The analysis starts with univariate and then bivariate with the chi square test. There is a relationship between age and the incidence of unmet need for family planning with a p value of 0.006 (p < 0.05). There is a relationship between education and the incidence of unmet need for family planning with a p value of 0.000 (p < 0.05). There is a relationship between husband's support and the incidence of unmet need for family planning with a p value of 0.000 (p < 0.05). There is a relationship between knowledge and the incidence of unmet need for family planning with a p value of 0.002 (p < 0.05). Several factors have been proven to have an influence on the incidence of unmet need for family planning among WUS in Wae Kanta village, including mother's age, education, knowledge and husband's support. Employment, income and parity factors have no relationship with the incidence of unmet need for family planning. Keywords: Unmet Need for Family Planning Factors, Unmet Need for Family Planning, Women of Childbearing Age  ABSTRAK Indonesia masih menjadi salah satu negara yang memiliki populasi terbanyak didunia. Salah satu program yang dilakukan pemerintah adalah Program Keluarga Berencana untuk mengedalikan populasi dan meningkatkan kesejahteraan kesehatan ibu dan anak. Namun Tingginya unmet need menjadi permasalahan bagi pemerintah bukan hanya perihal ledakan populasi penduduk di tahun 2030 tetapi juga akan meningkatkan angka kematian ibu (AKI) di Indonesia. Menganalisis faktor yang mempengaruhi keputusan unmet need KB pada Wanita pasangan usia subur di wilayah kerja Puskesmas Wae Kanta. Studi ini kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji dan dinyatakan valid. Penelitian dilakukan di desa binaan yaitu Desa Wae Kanta tanggal 4-5 Desember 2023. Teknik sampel adalah total sampling dengan jumlah populasi Wanita pasangan subur berjumlah 37 orang. Analisis dimulai dengan univariat selanjutnya bivariat dnegan uji chi square. Ada hubungan antara umur dengan kejadian unmet need KB dengan nilai p value sebesar 0,006 (p < 0,05). Ada hubungan antara pendidikan dengan kejadian unmet need KB dengan nilai p value sebesar 0,000 (p < 0,05). Ada hubungan antara dukungan suami dengan kejadian unmet need KB dengan nilai p value sebesar 0,000 (p < 0,05). Ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian unmet need KB dengan nilai p value sebesar 0,002 (p < 0,05). Beberpa faktor yang terbukti memiliki pengaruh terhadap kejadian unmeed need KB pada WUS di Desa Wae Kanta diantaranya umur ibu, Pendidikan, pengetahuan dan dukungan suami. Faktor pekerjaan, penghasilan dan paritas tidak memiliki hubungan dengan kejadian unmet need KB Kata Kunci: Faktor Unmet Need KB, Unmet Need KB, Wanita Usia Subur
PENGGUNAAN TOILET BERSIH DAN SEHAT UNTUK MENINGKATKAN SANITASI LINGKUNGAN Manggul, Makrina Sedista; Firana Enes, Marlina; Viven, Ordilia; Parus, Agnesia Nimat
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.012 KB) | DOI: 10.32832/abdidos.v5i4.1029

Abstract

ABSTRACT Background: toilet is a basic facility or one of the most vital sanitation facilities and must exist in every household. In addition to being available in adequate quantities, toilets must also be clean, comfortable and suitable for use. Toilets can be useful as a place to dispose of human waste (feces), where feces are seen as objects that can endanger health if not handled seriously because feces can be used as a medium for disease transmission, especially diarrheal diseases. Sanitation is an effort made to avoid disease and human behavior who do not have clean and healthy living habits in order to improve and maintain good health. Analysis and situation: from the observations of the team with the village government and health workers, there are still many people in Golo Ngawan village, Sambi Rampas district, East Manggarai Regency who do not have standard and clean toilets, such as many toilets that do not have roofs and the walls use bamboo or cloth, do not use toilets , does not provide water for hand washing, does not provide a trash can and does not create a drainage flow. Problem: many people do not realize and understand how important it is to use toilets with clean and healthy sanitation standards so that they do not cause environmental pollution and spread disease to the community. Conclusion: can increase public awareness in the use of clean toilets as an effort to improve healthy environmental sanitation. Keywords: Environmental Sanitation, clean toilet
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG MENGATASI KETIDAKNYAMANAN IBU HAMIL TRIMESTER III DI DUSUN RAI CEHET DAN RAI WASO: HEALTH EDUCATION ABOUT OVERCOMING THE DISCOMFORT OF PREGNANT MOTHERS TRIMESTER III IN RAI CEHET AND RAI WASO. Manggul, Makrina Sedista; Trisnawati, Reineldis E.; Padeng, Efrasia P.; Banul, Maria S.; Senudin, Putriatri K.; Halu, Silfia A. N.
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022): JUNI
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.954 KB) | DOI: 10.32832/abdidos.v6i2.1240

Abstract

ABSTRACT Background: Pregnancy is a normal process and must be given good attention so as not to cause complications to the mother and fetus. During pregnancy there are several changes both anatomically and physiologically. These physical changes cause discomfort or physical complaints during pregnancy. Situation analysis: From the results of interviews conducted with the team during a visit to the hamlets of Rai Cehet and Rai Waso, it was found that there are many pregnant women who think that the discomfort that occurs is abnormal and assumes that it can lead to complications for both the mother and the fetus. . This causes anxiety for the mother and family` Problem: Many pregnant women in the hamlets of Rai Cehet and Rai Waso do not understand how to deal with the discomfort that occurs during pregnancy. Solution: Providing health education to pregnant women about how to deal with discomfort during pregnancy Conclusion: After being given health education to pregnant women in the hamlets of Rai Cehet and Rai Waso, they have knowledge about the physiological changes that occur during pregnancy and how to overcome them. Keywords: Pregnant Women, Health Education, Discomfort.
Program Edukasi dan Praktik Pembuatan Omlet Daun Bayam untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin dan Mengatasi Masalah Gizi pada Ibu Hamil Dansis, Angela Dwisaris; IIlau, Elisabet Herty; Sarni, Adeliana; Bate, Elfrida; Ngamul, Claudia; Dahung, Elenora; Manggul, Makrina Sedista
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.19215

Abstract

ABSTRAK Ibu hamil membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk menjaga kesehatan diri dan janinnya.Ketika kebutuhan gizi tidak terpenuhi,resiko masalah gizi dapat meningkat. Sayangnya, banyak ibu hamil yang tidak menyadari adanya peningkatan kebutuhan nutrisi selama kehamilan.Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran wanita hamil tentang masalah gizi yang terjadi pada masa kehamilan yang dapat membahayakan ibu dan juga janinnya.Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan pre test dan pos test serta menyebarkan liflet sebelum dan sesudah menyampaikan materi. Hasil pre test menunjukan bahwa dari 20 ibu hamil,10 orang mempunyai pengetahuan kurang,6 orang berpengetahuan cukup dan 4 orang mempunyai pengetahuan baik.Kesimpulan ibu hamil sangat rentan terhadap masalah gizi,dan anaemia merupakan masalah gizi yang paling sering dialami.Jika masalah gizi ini tidak ditangani,dapat berdampak negative bagi ibu maupun janin. Kata Kunci: Anemia,Nutrisi,Wanita Hamil  ABSTRACT Introduction pregnant woman need to consume adequate nutrition to maintain the healt of themselves and baby they are carrying. If nutritional needs are not met,this can increase the risk of nutrition problems.Unfortunattely, many pregnant woman are not aware of the increased nutritional ned during pregnancy .Thefore ,the aim of this article is to discuss various nutritional problems commonly seen in pregnant women. The pre test result showed that of the 20 pregnant woman,there were 10 mothers who had poor knowledge,6 mothers had sufficien knowledge, and 4 mothers had good kwoledge.After providing education about anemia during pregnancy,significan changes in outcomes werw observed.Currenttly,there are 17 pregnant women with knowledge.Pregnant women are very vulnerable to nutritional problems,the most common nutritional problem is anemia.if this nutritional problem is not treated,it can have a negative impact on the mother and fetus. Keywords: Anemia, Nutrition, Pregnant Woman. 
Pameran Poster Edukatif di Pustu Namut Purang untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tanda Bahaya Dalam Kehamilan Herlinda, Anastasia; Anung, Florentina; Ige, Anastasia Multi; Salju, Elviana; Sawul, Angelina; Manggul, Makrina Sedista
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.19103

Abstract

ABSTRAK Kehamilan adalah proses fisiologis pada perempuan yang muncul akibat adanya pembuahan antara sel kelamin pria dan wanita. Tanda bahaya selama hamil merupakan hal yang menunjukkan bahwa ibu hamil dan janinnya dalam situasi yang berbahaya. Jika ibu hamil tidak mengetahui bahaya tersebut, maka bisa mengakibatkan masalah kehamilan yang membahayakan ibu atau janinnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran ibu hamil tentang apa saja tanda-tanda yang menunjukkan bahwa mereka sedang menghadapi risiko bahaya kehamilan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pre-test dan post-test sebelum dan sesudah penyampaian materi dan poster tanda bahaya dalam kehamilan. Hasil pre-test menunjukkan bahwa dari 21 ibu hamil, 12 ibu hamil memiliki pemahaman yang cukup tentang apa saja tanda-tanda bahaya dalam kehamilan,sedangkan 9 orang ibu hamil memiliki pemahaman yang kurang. Setelah diberikan eduksi, ditemukan bahwa dari 21 ibu hamil,19 ibu hamil memiliki pemahaman yang baik dan 2 orang ibu hamil memiliki pemahaman yang cukup. Diharapkan ibu hamil akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang tanda-tanda bahaya kehamilan agar ibu hamil dapat mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga kesehatannya dan janin yang di kandung. Kata Kunci: Kehamilan,Tanda-Tanda Bahaya Dalam Kehamilan  ABSTRACT Pregnancy is a physiological process in women that occurs due to fertilization between male and female sex cells. Danger signs during pregnancy are things that indicate that the pregnant woman and her fetus are in a dangerous situation. If the pregnant woman is not aware of the danger, it can result in pregnancy problems that endanger the mother or her fetus. The purpose of this activity is to increase awareness of pregnant women about the signs that indicate that they are facing the risk of pregnancy danger. The method used in this activity is a pre-test and post-test before and after the delivery of material and posters of danger signs in pregnancy. The results of the pre-test showed that out of 21 pregnant women, 12 pregnant women had sufficient understanding of the signs of danger in pregnancy, while 9 pregnant women had poor understanding. After being given education, it was found that out of 21 pregnant women, 19 pregnant women had a good understanding and 2 pregnant women had sufficient understanding. It is hoped that pregnant women will gain a better understanding of the signs of pregnancy danger so that pregnant women can take appropriate action to maintain their health and the fetus they are carrying. Keywords: Pregnancy, Danger Signs In Pregnancy
Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Remaja dalam Mencegah Seks Pranikah dan Kehamilan Usia Dini Manggul, Makrina Sedista; Trisnawati, Reineldis E.; Raden, Natalia D.P; Centis, Maria C.L; Banul, Maria Sriana; Madur, Junita P.; Ihul, Rofina Kurniati; Rosari, Oktaviani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13281

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan masa yang paling kritis bagi perkembangan pada tahap kehidupan selanjutnya, dimana pada masa ini remaja ditandai oleh adanya perubahan fisik, psikis, dan psikososial. Remaja cenderung ingin mencoba sesuatu yang belum pernah dialaminya. Resiko yang  terjadi pada remaja akibat melakukan hubungan seks pranikah adalah menderita penyakit menular seksual seperti HIV-AIDS, kehamilan yang tidak direncanakan sehingga melakukan abortus. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan siswa/siswi SMKS Karya Ruteng tentang pencegahan seks pranikah dan kehamilan usia remaja. Metode dalam Kegiatan PKM ini adalah dengan melakukan penyuluhan pada siswa/siswi SMKS Karya Ruteng yang berjumlah 50 orang dan bersedia mengisi kuisioner. Ada perubahan pengetahuan ditandai dengan peningkatan hasil post test secara signifikan. Kesimpulannya edukasi dapat mengubah pegetahuan seseorang olleh karena itu diharapkan keterlibatan semua pihak untuk terus memberikan pemahaman tentang resiko seks pranikah pada remaja.   Kata Kunci: Pengetahuan, Remaja, Seks Pranikah, Kehamilan Usia Dini.  ABSTRACT Adolescence is the most critical period for development at the next stage of life, where during this period adolescence is characterized by physical, psychological and psychosocial changes. Teenagers tend to want to try something they have never experienced. The risks that occur to teenagers due to premarital sex are suffering from sexually transmitted diseases such as HIV-AIDS, unplanned pregnancies and thus abortion. This activity is to increase the knowledge of students at Karya Ruteng Vocational School about preventing premarital sex and teenage pregnancy. The method for this PKM activity is to provide counseling to the 50 students of Karya Ruteng Vocational School who are willing to fill out a questionnaire. There is a change in knowledge marked by a significant increase in post test results. In conclusion education can change a person's knowledge, therefore it is hoped that the involvement of all parties will continue to provide understanding about the risks of premarital sex in teenagers. Keywords: Knowledge, Teenagers, Premarital Sex, Early Pregnancy.